• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis menyampaikan beberapa saran, antara lain:

1. Perlu adanya sosialisasi lebih luas kepada masyarakat mengenai Rumah Gemilang Indonesia khususnya masyarakat dhuafa di seluruh pelosok nusantara agar lebih banyak lagi yang merasakan dampak positif dari kehadiran Rumah Gemilang Indonesia ini.

2. Perlu adanya penambahan kuota santri agar semakin banyak pemuda Indonesia yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam industry kreatif.

3. Perlu adanya sosialisasi terhadap progress baik dari program RGI ataupun dari para santri dan alumninya, agar masyarakat dapat mengetahui apa peran RGI dalam pengentasan pengangguran di Indonesia.

4. Perlu dibuatnya laporan keuangan secara lebih spesifik dan terperinci agar masyarakat dapat mengetahui seperti apa pengalokasian dana zakat di RGI dengan demikian dapat menambah tingkat kepecayaan masyarakat terhadap RGI.

91

Adisasmita, Rahardjo, Manajemen Pemerintah Daerah, (Yogyakarta: Graha Ilmu).

Al-Ba’ly, Abdul Al-Hamid Mahmud, Ekonomi Zakat Sebuah Kajian Moneter dan Keuangan Syariah, Penerjemah Muhammad Abqary Abdullah Karim, (Jakarta: PT. RajaGrafindo, 2006).

Ali, M. Daud, Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf, (Jakarta: UI Press, 2012).

Anoraga, Padji, Menejemen Bisnis (Jakarta : PT Rineka Cipta ; 1997).

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Bulan Bintang, 2003).

Bachtiar, Wardi, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Jakarta: Logos, 1999).

Bariadi, Lili, Muhamad Zen, dan Muhammad Hudri. Zakat Dan Wirausaha. (Jakarta: CED, 2005).

Bulletin yang dikeluarkan LAZ APU pada tahun 2017 yang berjudul “mengentaskan kemiskinan membangun kesejahteraan Indonesia”

Bungin, M. Burhan, Metodologi Penelitian Kuantitatif. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001).

Danim, Sudarwan, Motivasi, Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004).

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008).

Edilus, Pengantar Ekonomi Perusahaan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1992).

Gibson, Ivancevich dan Donnelly, Organisasi Perilaku-Struktur-Proses, penerjemah Djarkasih, (Jakarta: Erlangga, 1996).

H.B, Siswanto, Pengantar Manajemen, (Bandung: Bumi Aksara, 2005).

Hafidhuddin, Didin, Membangun Peradaban Zakat, Meniti Jalan Kegemilangan Zakat (Jakarta: Divisi Publikasi Institut Manajemen Zakat, 2006).

Hafidhuddin, Didin, Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak, Shadaqah, (Jakarta: Gema Insani Press, 1998).

Handoko, T. Hani, Manajemen, (Yogyakarta: BPFE, 2003). Hasbi, Al-Furqon, 125 Masalah Zakat, (Solo: Tiga Serangkai,

2008).

Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti, Dasar-Dasar Menejemen Keuangan, (Yogyakarta: UUP AMP YKPN,2002).

Ivancevich, John M, Robert Konopaske dan Michael T. Matteson, Perilaku dan Manajemen Organisasi, penerjemah Gina Gania, (Jakarta: Erlangga, 2007).

J.P, Cambel, Riset Dalam Efektivitas Organisasi, (Jakarta: Erlangga, 1989).

Katalog Profil Rumah Gemilang Indonesia, Pemuda Bermasa Depan Gemilang.

Lubis, S.M. Hari dan Martani Huseini, Teori Organisasi: Suatu Pendekatan Makro, (Jakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia, 1987).

Mahmudi, Manajemen Kinerja Sektor Publik, (Yogyakarta: Akademik Manajemen Perusahaan JKPN, 2005).

Makmur, Syarif, Pemberdayaan Sumber daya Manusia dan Efektivitas organisasi. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008).

Mannan, M.A, Ekonomi Islam, Teori Dan Praktek (Dasar-Dasar Ekonomi Islam), (Jakarta: PT. Intermasa, 1992).

Marzuki, Metodologi Riset, (Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta, 1983).

Moelong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000).

Mufraini, M. Arif, Akuntansi dan Manajemen Zakat, (Jakarta: Prenada Media Group, 2006).

Mulyasa, E, Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, Strategi, dan Impelemntasi, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2004).

Munhanif, Herry, Tuntunan Praktis Zakat dan Permasalahannya, (Cibubur: PT. Variapop, 2012).

Poerwandari, E. Kristi, Pendekatan Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi, (Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi, LPSP3 UI, 1983). Profil Tim Laznas Al-Azhar, Making Happines and Better

Future, (LAZNAS Al-Azhar: Jakarta, 2016).

Qardawi, M. Yusuf, Hukum Zakat Study Komperatif mengenai status dan filsafat zakat berdasarkan Qur’an dan Hadits, Penerjemah Salman Harun, Didin Hafidhuddin dan Hasanuddin, (Jakarta: Pustaka Litera AntarNusa, 1987). Rahmat, Harry, Profile Al-Azhar Peduli Ummat, (Jakarta:

Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, 2014).

Sani, Muhammad Anwar, Jurus Menghimpun Fulus, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2010).

Steers, Richard M, Efektivitas Organisasi, penerjemah Magdalena Yamin, (Jakarta: Erlangga 1980).

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2005).

Supriyono, Sistem Pengendalian Manajemen, (Yogyakarta: BPFE, 2000).

Suwarto, FX, Perilaku Keorganisasian Buku Panduan Mahasiswa, (Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 1999).

Tim Rumah Yatim, Buku Pintar Pedoman Zakat dan Pengelolaan Anak Yatim, (Bandung: Yayasan Rumah Yatim Ar Rohman Ind, 2015).

Usman, Husaini dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011).

Internet

http://alazharpeduli.com/profil diakses pada tanggal 15 Januari 2018 pukul 20:11 WIB.

http://pid.baznas.go.id/wp-content/peraturan/001 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat FC pdf, diakses pada tanggal 14 Januari 2018 pukul 13:20 WIB.

http://rumahgemilang.com/profil/sejarah-singkat/ diakses pada tanggal 27 Juni 2018 pukul 15:14 WIB.

Wawancara

Wawancara pribadi dengan manajer Rumah Gemilang Indonesia Bapak Mahrus Ali pada tanggal 25 Juli 2018.

Wawancara pribadi dengan salah satu santri RGI jurusan tata busana sdri Dede Rika pada tanggal 13 September 2018. Wawancara pribadi dengan salah satu santri RGI jurusan Teknik

Komputer dan Jaringan sdr Cepi Husni pada tanggal 13 September 2018.

Wawancara pribadi dengan salah satu santri RGI jurusan Aplikasi Perkantoran sdri Nisa Saipul Rahmi pada tanggal 13 September 2018.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

 

Pewawancara : Arif Budiman

Narasumber : Ust. Muhammad Mahrus Ali S.Pd.I Hari/Tanggal : Rabu, 25 Juli 2018

Waktu : 14:00-14:30 WIB

Tempat Wawancara : Ruang Manajer RGI

Narasumber Sebagai : Manajer Rumah Gemilang Indonesia

P : Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. N : Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

P : saya bermaksud mewawancarai bapak terkait skripsi saya yang berjudul “Efektivitas Pengelolaan Dana Zakat Terhadap Program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia LAZNAS Al-Azhar”. wawancara ini merupakan salah satu Teknik pengumpulan data yang saya gunakan dalam penyusunan skripsi saya. Dalam wawancara ini saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak terkait efektivitas pengelolaan dana zakat di rumah gemilang indonesia ini, dan untuk itu setiap pernyataan dan jawaban yang bapak sampaikan akan saya rekam sebagai kepentingan penelitain saya. Adapun pertanyan pertama, apa itu Rumah Gemilang Indonesia?

N : Rumah Gemilang Indonesia adalah salah satu pusat pelatihan dan Pendidikan non formal yang dimiliki oleh

usia produktif yang memiliki kendala dalam hal biaya Pendidikan sehingga putus sekolah, para remaja tersebut memang kita didik, kita bina, kita ajarkan skil dengan harapan mereka setelah lulus dari RGI bisa berpenghasilan, bekerja, membantu perekonomian keluarga. Mereka dididik selama enam bulan yang didalamnya terdapat pembelajaran materi, workshop, magang dan kemudian wisuda.

P : Hmm jadi seperti itu ya pak, lalu kapan awal mula dibentuknya RGI?

N : Awal mula dibentuknya Rumah Gemilang Indonesia pada tahun 2009, awalnya kami melihat dari lingkungan sekitar yang cenderung lebih tertarik dengan profesi tatabusana maka secara bertahap kelas pertama yang dibuka oleh RGI adalah kelas tatabusana, satu tahun kemudian barulah diterapkan/dibuka kelas lainnya seperti video photo grafis dan secara bertahap kelas-kelas lainnya pun dibuka sesuai dengan industri kreatif yang dibutuhkan.

P : Apa saja yang dipelajari di RGI?

N : Yang dipelajari kurang lebih ada enam jurusan, antara lain: jurusan otomotif (Teknik sepeda motor), kemudian ada kelas desain grafis, kemudian tata busana, kemudian TKJ (Teknik Komputer Jaringan), ada juga kelas video

industry kreatif dengan harapan sewaktu mereka lulus bisa langsung bekerja

P : Berapa Batasan usia anak didik RGI?

N : Untuk usianya di RGI sendiri membatasi dari mulai usia 17 tahun sampai dengan 30 tahun yang masih tergolong usia produktif yang berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

P : Sistem Pendidikan seperti apa yang diterapkan?

N : RGI menerapkan sistem boarding atau pesantren dengan tujuan para santri tidak hanya dajarkan materi-materi yang mendukung kemampuan bekerja tapi juga diajarkan materi keagamaan layaknya sebuah pesantren. RGI juga telah membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia diantaranya: di Aceh, Surabaya, Magelang, Jakarta Timur dan berpusat di Sawangan Depok.

P : Bagaimana cara perekrutannya?

N : Cara perekrutannya tentunya kita disini harus sesuai dengan kriteria karena ini pendayagunaan dari dana zakat, jadi perekrutannya misal mereka dhuafa memiliki semangat yang tinggi, kemudian mau belajar, usianya 17 sampai dengan 18 tahun atau paling tidak mustahik mereka, perekrutannya bisa nanti kita mulai sosialisasi lewat media sosial melalui mitra-mitra di luar, alumni-alumni yang sudah bekerja, saudara, tetangga dan lain

tidak mampu) sebagai syarat masuk ke RGI

P : Bagaimana sistem pengelolaan dana zakat di RGI? N : Kalau untuk pengelolaan dana zakat karena RGI ini

bagian dari pada program LAZNAS Al-Azhar maka dana zakat itu masuk ke lembaga dulu, barulah disalurkan ke RGI. Adapun efektivitasnya sih ya jelas, kita selagi masih berjalan kemudian anak-anak kita bekerja kemudian masih mau berzakat ya tentunya mungkin sampai sekarang masih berjalan karena banyak alumni-alumni juga yang sudah menunaikan zakat infak sedekahnya di Al-Azhar.

P : Terkait tujuan dan pencapaian pak, apa tujuan dibentuknya RGI dan pencapaian apa yang telah tercapai?

N : Yang jelas tujuan utama mereka harus sudah mampu memiliki pengetahuan (knowledge) kemudian kemampuan (skill), karena sebagaimana yang kita tahu banyak remaja-remaja yang malas dan mereka juga tidak memiliki kemampuan (skill) apa-apa, dan tujuan yang terakhir adalah akhlaqul karimah nya karena di sini sefatnya boarding jadi tiga ini yang menjadi target kita yaitu mereka Knowledge nya bagus memiliki skil dan mereka juga memiliki akhlak yang baik. Untuk outputnya yang jelas setelah mereka keluar dari RGI harus sudah

nantinya mereka bekerja dan berzakat di LAZ Al-Azhar dan itulah yang digunakan dan dirasakan oleh generasi-generasi RGI selanjutnya. Karena kita juga masih mengontrol para alumni, jadi tidak hanya sebatas belajar disini kita control tapi juga setelah lulus pun masih kami awasi dengan membuat sebuah wadah silaturahmi seperti pengajian alumni sehingga kita bisa tahu seperti apa perkembangan para alumni diluar sana, apakah sudah bekerja ataukah belum, tapi alhamdulilah dari angkatan pertama sampai sekarang angkatan ke 18 dengan jumlahnya keseluruhan kurang lebih 2000 orang, itu 85% nya insyaAllah sudah bekerja, berpenghasilan, membantu perekonomian keluarga. dan itulah salah satu yang menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat di RGI sudah terbilang efektif.

P : Bagaimana perkembangan para mustahik di satu tahun terakhir?

N : Adapun untuk para mustahik terus terang kami tidak bisa menjanjikan pekerjaan, tapi begitu mereka memliki kompetensi yang baik, skil yang bagus pasti mereka bekerjapun sudah direkrut oleh tempat magang tanpa melihat ijazah karena mereka (anak-anak RGI) sudah teruji bahwa santri RGI ini rajin, disiplin, ulet, tata krama dengan atasan pun mereka insyaAllah paham dan untuk

P : Berapa jumlah santri saat ini?

N : Jumlah santri untuk saat ini di RGI berjumlah 120 orang dari 6 kelas yang tersedia, karena kuota perkelas hanya menerima 20 orang

P : Sistem pembelajarannya seperti apa?

N : Sistem pembelajan di RGI ini menerapkan sistem short courses (kursus singkat) selama 4 bulan setengah pendalaman materi dan praktek kemudian disambung dengan workshop dan magang, jadi kalau dihitung-hitung kurang lebih sistem pembelajan di RGI setiap angkatannya berlangsung selama 6 bulan

P : Untuk santrinya berasal dari mana saja pak?

N : Untuk sekarang jawa barat masih mendominasi di RGI pusat ini, tapi dari luar daerah juga sudah mulai ada yang berdatangan seperti dari lampung, riau, dan maluku. P : Untuk proses belajar seperti apa pak?

N : Proses belajar di sini karena RGI sistem nya boarding (pesantren) jadi diawali dari bangun tidurnya, para santri di sini dididik untuk terbiasa bangun pukul 03:30 pagi untuk melaksanakan solat sunnah tahajud, kemudian sambil menunggu waktu subuh itu diisi dengan tadarus Al-Qur’an baru kemudian soalat subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan kegiatan lain sampai jam enam pagi barulah mereka sarapan, bersih-bersih, solat duha dan

jam setengan lima sore, nah setelah itu dilanjut lagi dengan kegiatan pengajian kitab kuning sehabis solat magrib, dan baru nanti setelah solat isya ada jam tambahan tapi jam tambahan ini sifatnya tidak wajib hanya dibuka jika ada kebutuhan dari kelas-kelas tertentu yang dibatasi hanya sampai jam sepuluh malam, karena jam sepuluh malam para santri sudah harus mengosongkan kelas dan kembali ke asrama masing-masing.

Rabu, 25 Juli 2018 Manajer Rumah Gemilang Indonesia

(Ust. Muhammad Mahrus Ali S.Pd.I)

Narasumber : Nurul Hikmah Asal : Kalimantan Selatan

Usia : 18 tahun

Hari/Tanggal : Kamis, 13 September 2018 Tempat Wawancara : Aula RGI

Narasumber Sebagai : Santri RGI jurusan Tata Busana

P : Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. N : Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

P : Sebelumnya perkenalkan nama saya Arif Budiman saya mahasiswa UIN, tujuan saya kesini untuk mencari data untuk skripsi saya, berkenaan dengan itu saya akan mengajukan beberapa pertanyaan wawancara kepada Nurul (narasumber), adapun pertanyaan yang pertama, pertama kali Nurul tahu RGI dari mana?

N : Saya tahu RGI itu dari mitra, jadi di desa kita (asal tempat tinggal mustahik) itu kan RGI itu salah satu program dari LAZNAS Al-Azhar, jadi di desa kami ada da’I-da’I yang dikirim dari LAZNAS Al-Azhar nah dari situlah awal mula saya tahu RGI.

P : Di sini Nurul ambil jurusan apa? Dan kenapa ambil jurusan itu?

N : Saya di sini ambil jurusan tata busana, alasan saya ambil jurusan itu karena di desa saya itu profesi menjahit itu

maksudnya nanti kalau sudah ada bekal dari sini saya bisa bawa ke kampung dan saya juga bisa bikin usaha sendiri di sana.

P : Kenapa pilih RGI sebagai sarana pengembangan skil? N : Karena saya sudah cukup lama ya tahu RGI kalau tidak

salah dari tahun 2014 saya sudah mulai mengenal RGI dan sudah banyak juga yang menjelaskan RGI itu seperti apa, dan mulai dari situ saya sudah mulai ada ketertarikan, selain itu yang membuat saya tertarik saya bisa kenal banyak teman baru dari berbagai daerah di Indonesia, walaupun sebelum sudah banyak tawaran-tawaran seperti kuliah, kerja dll tapi karena memang sudah niat dari awal pengen ke RGI yah jadi saya pilih RGI, dan lumayan juga kan enam bulan kita di sini minimal kita gak ngerepotin orang tua karena kan kan untuk biaya pendidikan dll itu sudah ditanggung oleh RGI

P : Apa pendapat kamu tentang RGI?

N : Hmm… gimana ya ngejelasinnya… hmm jadi menurut saya RGI itu sebuah Lembaga yang mana bukan hanya membekali kita skil yang mendukung pekerjaan tapi juga dibekali dengan akhlah pengetahuan agama, jadi ada pelajaran akidahnya, ada pelajan islaminya dan lain-lain, yaa kurang lebih seperti pesantren lah di RGI ini, jadi

P : Apa harapan kedepannya setelah lulus dari RGI?

N : Kalau saya sendiri InsyaAllah saya akan coba bekerja dengan bidang dalam bidang tata busana ini, di RGI ini kan di akhir sebelum wisuda ada magang ya, dan denger-denger juga kalau kerja kita bagus kemungkinan bisa di rekrut oleh tempat magang, jadi ya harapan saya mudah-mudahan setelah lulus nanti dapat dengan mudah memanfaatkan ilmu yang saya pelajari untuk bekerja kalaupun tidak dapat bekerja di tempat magang setidaknya saya bisa memanfaatkan ilmu tata busana ini di desa tempat saya tinggal.

P : Selama hampir tiga bulan di RGI apa yang sudah di dapatkan?

N : Apa ya?.... banyak sih yang sudah dirasakan, pertama itu dari mindset kita yang mulai berubah dari yang awalnya dulu belum bisa mengatur waktu sampai banyak waktu yang tebuang sia-sia tapi selama hampir tiga bulan di sini saya belajar bagaiman menghargai dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Kamis, 13 September 2018 Santri RGI Jurusan Tatabusana

(Nurul Hikmah)

Narasumber : Dede Rika

Asal : Purwakarta

Usia : 18 tahun

Hari/Tanggal : Kamis, 13 September 2018 Tempat Wawancara : Aula RGI

Narasumber Sebagai : Santri RGI jurusan Tata Busana

P : Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. N : Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

P : Sebelumnya perkenalkan nama saya Arif Budiman saya mahasiswa UIN, tujuan saya kesini untuk mencari data untuk skripsi saya, berkenaan dengan itu saya akan mengajukan beberapa pertanyaan wawancara kepada Dede (narasumber), adapun pertanyaan yang pertama, pertama kali Dede tahu RGI dari mana?

N : Aku tahu RGI dari mitra yang dikirim oleh LAZNAS Al-Azhar ke daerah tempat tinggal aku, jadi disana itu kan ada KSM (kelompok sumberdaya masyarakat) dan disana juga kan aku ikut organisasi gitu terus sama pengurus organisasi nya aku dikasih saran buat ikut diklat/pelatihan di RGI, terus paman aku juga kebetulan pengurus LAZ Al-Azhar.

P : Di sini Dede ambil jurusan apa? Dan kenapa ambil jurusan itu?

menjahit terus juga menurut aku peluang dari prodi tata busana itu cukup banyak, selain nantinya kita bisa membuka usaha sendiri kan kita bisa kerja di tempat lain sebagai penjahit atau semacamnya.

P : Kenapa pilih RGI sebagai sarana pengembangan skil? N : Awalnya sih aku pas lulus sekolah itu niatnya mau

langsung kuliah ya tapi dapet saran dari paman sebelum kuliah coba dulu aja ke RGI biar lebih paham RGI itu seperti apa dan nantinya juga kan aku bakalan jadi pengurus KSM juga jadi ya gitu alasan aku pilih RGI. P : Apa pendapat kamu tentang RGI?

N : Pokoknya RGI menurut aku itu luar biasa, tujuan RGI kan mengentaskan pengangguran usia produktif terus kita juga disini belajar disiplin waktu, keagamaan dan skil-skil yang menunjang pekerjaan, jadi aku tuh bangga dan bersyukur banget bisa masuk ke sini.

P : Apa harapan kedepannya setelah lulus dari RGI?

N : Kalau aku pokoknya bisa mengistiqomahkan semuanya yang telah dipelajari di sini, terus emang harapan aku juga ambil jurusan tata busana karna ingin membuka usaha menjahit di rumah dan memang planning aku bukan hanya sampai di sini, aku juga pengen lanjut lagi, pengen lanjut kuliah dan terus mencari tambahan ilmu lainnya.

N : Kalau aku sih selama hampir tiga bulan di sini alhamdulillah sudah terbiasa untuk sedikit demi sedikit berdisiplin waktu, dari mulai solat berjamaah tepat waktu dan kegiatan lainnya yang ada di RGI ini.

Kamis, 13 September 2018 Santri RGI Jurusan Tatabusana

(Dede Rika)

Narasumber : Amelia Adetiani

Asal : Bintaro

Usia : 22 Tahun

Hari/Tanggal : Kamis, 13 September 2018 Tempat Wawancara : Aula RGI

Narasumber Sebagai : Santri RGI jurusan foto dan video grafis

P : Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. N : Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

P : Sebelumnya perkenalkan nama saya Arif Budiman saya mahasiswa UIN, tujuan saya kesini untuk mencari data untuk skripsi saya, berkenaan dengan itu saya akan mengajukan beberapa pertanyaan wawancara kepada Amelia (narasumber), adapun pertanyaan yang pertama, pertama kali Amel tahu RGI dari mana?

N : Pertama Ibu saya memang bekerja di Al-Azhar pusat dan di situ ada guru baru yang mengajar di Al-Azhar dan kebetulan dia alumni dari RGI, jadi saya di ajak sama alumni untuk masuk RGI.

P : Di sini Amel ambil jurusan apa? Dan kenapa ambil jurusan itu?

N : Saya ambil jurusan photo dan video grafis, karena dulu di SMK saya ambil jurusan multimedia

P : Kenapa pilih RGI sebagai sarana pengembangan skil?

kuliah juga, jadi belajar pelajaran skil ada pelajaran agama juga ada.

P : Apa pendapat kamu tentang RGI?

N : RGI luar biasa ya, jadi kita tuh yang tadinya belum tau apa-apa di sini belajar selama enam bulan sudah mencakup seperti tiga tahun, di sini juga seperti pesantren juga jadi walaupun Cuma sebentar tapi wawasan yang kita dapat itu luas.

P : Apa harapan kedepannya setelah lulus dari RGI?

N : Kalau saya sendiri dari dulu kan emang berminat kerja di media, kebetulan di sini langsung mencakup ilmu nya gitu, jadi dari sini sih niatnya emang mau cari kerja dulu abis itu meningkatkan kejenjang yang lebih tinggi lagin abis itu pengen buka usaha atau sekolah yang memang membuka pelajaran multimedia juga dengan peraturan yang menjunjungn nilai-nilai agama seperti di RGI ini. P : Selama hampir tiga bulan di RGI apa yang sudah di

dapatkan?

N : Kalau saya selama hampir tiga bulan di sini bener-bener disiplin waktu itu saya rasakan, bener-bener gak bisa berleha-leha, soal ibadah dan belajar di sini sangat amat di prioritaskan, jadi alhamdulillah manfaat nya sudah saya rasakan walaupun baru beberapa bulan di sini.

(Amelia Adetiani)

Narasumber : Muhammad Gaspari

Asal : Sumatera

Usia : 19 Tahun

Hari/Tanggal : Kamis, 13 September 2018 Tempat Wawancara : Aula RGI

Narasumber Sebagai : Santri RGI jurusan TKJ

P : Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. N : Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

P : Sebelumnya perkenalkan nama saya Arif Budiman saya mahasiswa UIN, tujuan saya kesini untuk mencari data untuk skripsi saya, berkenaan dengan itu saya akan mengajukan beberapa pertanyaan wawancara kepada Gaspari (narasumber), adapun pertanyaan yang pertama, pertama kali Gaspari tahu RGI dari mana?

N : Saya tahu RGI itu awalnya dari teman, yang memang dia santri RGI juga di angkatan sebelumnya.

P : Di sini Gaspari ambil jurusan apa? Dan kenapa ambil jurusan itu?

N : Saya ambil jurusan TKJ, Teknik Komputer dan Jaringan, alasan saya ambil itu karena saya merasa di kampung saya itu teknologi masih sangat kurang jadi InsyaAllah dengan saya belajar di sini saya bisa kembangkan di sana.

sama kemampuan saya, saya juga kan sudah pernah coba di tempat-tempat lain tapi tetap hanya RGI yang sesuai dengan saya.

P : Apa pendapat kamu tentang RGI?

Dokumen terkait