• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA ZAKAT PADA PROGRAM PENDIDIKAN RUMAH GEMILANG INDONESIA LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL AL-AZHAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA ZAKAT PADA PROGRAM PENDIDIKAN RUMAH GEMILANG INDONESIA LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL AL-AZHAR"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

INDONESIA LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL AL-AZHAR

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Oleh:

ARIF BUDIMAN NIM: 11140530000059

KONSENTRASI MANAJEMEN ZISWAF PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1440 H/2018 M

(2)

INDONESIA LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL AL-AZHAR

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Disusun Oleh: ARIF BUDIMAN NIM: 11140530000059

KONSENTRASI MANAJEMEN ZISWAF PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1440 H/2018 M

(3)

Skripsi yang berjudul “Efektivitas Pengelolaan Dana Zakat Pada Program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar” telah diujikan dalam sidang munaqasah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 3 Oktober 2018. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) pada Program Studi Manajemen Dakwah.

Jakarta, 3 Oktober 2018 Sidang Munaqasah Ketua Sidang, Drs. Cecep Castrawijaya, MA NIP. 19670818 199803 1 002 Sekretaris Sidang, Drs. Sugiharto, MA NIP. 19660806 199603 1 001 Anggota, Penguji I, H. Mulkanasir, BA, S.Pd, MM NIP. 19550101 198302 1 001 Penguji II,

Lili Bariadi, M.Si NIP. 19740519 199803 1 004 Pembimbing,

Muhamad Zen, MA NIP. 19780112 201411 1 001  

(4)

Dengan ini saya menyatakan bahwa:

1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.

Jakarta, 19 September 2018

Arif Budiman NIM. 11140530000059

(5)

Pengelolaan Dana Zakat Pada Program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar”. Dibawah bimbingan Bapak Muhamad Zen, MA. Pada Tahun 2018.

Zakat adalah rukun Islam ketiga dan termasuk ibadah yang bersifat sosial, oleh karena itu bila dikelola dengan baik dan benar sangat memungkinkan bahwa zakat dapat menjadi solusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya dalam segi perekonomian.

LAZNAS Al-Azhar sebagai lembaga yang memiliki fungsi menghimpun mengelola dan menyalurkan zakat pada tingkat nasional memiliki banyak inofasi modern yang memudahkan para muzaki menunaikan kewajbannya untuk berzakat, bukan hanya itu LAZNAS Al-Azhar juga memiliki berbagai macam program pemberdayaan yang berfungsi sebagai sarana penyaluran dana zakat yang telah terhimpun kepada para mustahik nya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengelolaan dana zakat terhadap program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia yang menjadi salah satu program yang dimiliki LAZNAS Al-Azhar.

Pada penyusunan penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan Hasil dari penelitian ini adalah pengelolaan dana zakat pada Rumah Gemilang Indonesia terbilang sudah baik karena telah menggunakan dana zakat sebagaimana mestinya yaitu menggunakannya atas dasar kepentingan perseta didik yang semuanya termasuh dalam golongan mustahik zakat. Kemudian terbiang pula efektif karena telah memenuhi empat dari lima kriteria efektivitas organisasi yang dikemukakan oleh Gibson antara lain; (1) efisiensi, dapat dilihat dari sistem pembelajarannya (2) kepuasan, dapat dilihat dari pendapat para santri (3) adaptasi, dapat dilihat dari kurikulum yang menyesuaikan lingkungan sekitar dan (4) pengembangan, dapat dilihat dari cabang-cabang yang tersebar, dan adapun kriteria kelima yaitu “produksi” tidak tepenuhi karena kurangnya data yang dapat menguatkan pemenuhan kriteria tersebut.

Kata Kunci: Efektivitas, Pengelolaan, Dana, Zakat, Al-Azhar

(6)

i

ِمي ِحهرلٱ ِن َٰ م ۡحهرلٱ ِ

هللَّٱ ِم ۡسِب

Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin, puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala pencipta alam semesta, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektivitas Pengelolaan Dana Zakat Pada Program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar”. Shalawat dan salam tak lupa penulis curahkan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang telah membimbing umatnya dalam cahaya peradaban, semoga kita semua mendapatkan syafa’atnya di hari kiamat nanti.

Tak lupa penulis sampaikan terimakasih kepada kedua orang tua penulis yaitu, Dedi Kusmayadi dan Neneng Siti Rukoyah yang telah berusaha dengan seluruh jiwa raga atas pendidikan penulis, memberikan seluruh kasih sayang, doa, dukungan, semangat, dan segala keridhaannya sehingga penulis dapat terus berusaha untuk meraih cita-cita. Semoga Allah Subhanallahu wa ta’ala selalu memberikan kesehatan, rezeki dan ridho-Nya.

Selama masa penelitian, penulisan, dan penyelesaian skripsi ini penulis meyadari banyak mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

(7)

ii

2. Bapak Dr. H. Arief Subhan, MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Bapak Suparto M.Ed, Ph.D selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik, Ibu Dr. Raudhonah, MA selaku Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum dan Bapak Dr. Suhaimi, MA selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

3. Bapak Drs. Cecep Castrawijaya, MA selaku Ketua Program Studi Manajemen Dakwah dan Bapak Drs. Sugiharto, MA selaku Sekretaris Program Studi Manajemen Dakwah.

4. Bapak Mulkanasir, BA, S.Pd, MM selaku Dosen Penasihat Akademik yang telah membimbing dan mengarahkan penulis selama menjadi mahasiswa.

5. Bapak Muhamad Zen, MA selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah bersedia membimbing penulis dari awal hingga akhir penyelesaian penelitian skripsi ini.

6. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Program Studi Manajemen Dakwah yang telah memberikan Pengajaran dan Pembelajaran teori maupun pengalaman hidup yang luar biasa.

7. Bapak Mahrus Ali selaku Manajer Rumah Gemilang Indonesia yang telah mengizinkan penulis meneliti di RGI juga bersedia penulis wawancarai.

8. Pengurus Rumah Gemilang Indonesia serta seluruh jajaran yang terlibat dalam penulisan dan penyelesaian skripsi.

(8)

iii

Amelia Adetiani santri jurusan foto & video grafis, Sdr. Gaspari dan Sdr. Cepi Husni santri jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Sdri. Nisa Saipul Rahmi santri jurusan aplikasi perkantoran, Sdri. Reza Nuraini santri jurusan desain grafis yang telah bersedia penulis wawancarai untuk kepentingan penelitian.

10. Suci Kusmayanti selaku kakak kandung penulis yang telah memberikan ide, arahan serta dorongan.

11. Teman-teman seperjuangan prodi Manajemen Dakwah angkatan 2014, khususnya MD B dan MD ZISWAF yang telah berjuang bersama dalam susah maupun senang.

12. Teman-teman Laboratorium Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Manajemen Dakwah (LAZIS MD) 2017-2018.

Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, besar harapan penulis kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan hasil penelitian ini. Demikian penelitian ini penulis buat, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Jakarta, 19 September 2018

Arif Budiman

(9)

iv

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan dan Perumusan Masalah ... 3

1. Batasan Masalah ... 3

2. Perumusan Masalah ... 3

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4

1. Tujuan Penelitian ... 4

2. Manfaat Penelitian ... 4

D. Metodologi Penelitian ... 5

1. Pendekatan Penelitian ... 5

2. Sumber Data ... 6

3. Subjek dan Objek Penelitian ... 7

4. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 7

5. Metode Pengumpulan Data ... 8

6. Teknik Analisis Data ... 10

7. Teknik Penulisan ... 10

E. Tinjauan Pustaka ... 11

F. Sistematika Penulisan ... 13

(10)

v

1. Pengertian Efektivitas ... 15

2. Tolak Ukur Efektivitas ... 17

3. Pendekatan Ukuran Efektivitas ... 22

4. Kriteria Efektivitas Organisasi ... 24

B. Dana ... 28

1. Pengertian Dana... 28

2. Sumber-sumber Dana ... 29

C. Zakat ... 31

1. Pengertian Zakat ... 31

2. Kedudukan Zakat Dalam Islam ... 32

3. Landasan Hukum Zakat ... 34

4. Tujuan Zakat ... 37

D. Pengelolaan... 38

1. Pengertian Pengelolaan ... 38

2. Fungsi Pengelolaan ... 40

BAB III GAMBARAN UMUM LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL AL-AZHAR A. Sejarah dan Profil LAZNAS Al-Azhar ... 43

B. Visi dan Misi ... 45

C. Tujuan dan Strategi... 46

D. Karakter Lembaga ... 47

E. Struktur Organisasi ... 48

F. Program-Program LAZNAS Al-Azhar ... 51

(11)

vi

A. Rumah Gemilang Indonesia (RGI) ... 59

B. Visi dan Misi ... 61

C. Sarana dan Prasarana ... 61

D. Kegiatan Para Santri... 65

E. Jumlah Santri RGI ... 66

BAB V EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA ZAKAT TERHADAP PROGRAM PENDIDIKAN RUMAH GEMILANG INDONESIA LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL AL-AZHAR A. Pengelolaan Dana Zakat Terhadap Program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia LAZNAS Al-Azhar ... 73

B. Efektivitas Pengelolaan Dana Zakat Tehadap Program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia LAZNAS Al-Azhar ... 79 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan ... 87 B. Saran ... 90 DAFTAR PUSTAKA ... 91 LAMPIRAN-LAMPIRAN  

(12)

vii

Gambar 3.1: Struktur Organisasi... 50

(13)

viii

Tabel 1.1: Tinjauan Pustaka 1 ... 12

Tabel 1.2: Tinjauan Pustaka 2 ... 13

Tabel 3.1: Susunan Organisasi LAZNAS Al-Azhar ... 48

Tabel 4.1: Peralatan Praktikum & Workshop ... 63

Tabel 4.2: Jadwal Kegiatan Santri ... 65

Tabel 4.3: Daftar santri RGI angkatan 19 tahun 2018 ... 70

(14)

ix Lampiran 1 : Transkip Wawancara Lampiran 2 : Surat Bimbingan Skripsi Lampiran 3 : Surat Izin Penelitian Skripsi Lampiran 4 : Surat Keterangan Penelitian Lampiran 5 : Foto-Foto Wawancara Lampiran 6 : IMZ Award 2012 Lampiran 7 : Buletin APU 2017 Lampiran 8 : Formulir Pendaftaran

(15)
(16)

1 A. Latar Belakang Masalah

Zakat adalah pondasi Islam yang berfungsi menjaga keseimbangan kehidupan. Zakat adalah tuntunan untuk terus meningkatkan kesejahteraan bagi mereka yang tidak berdaya. Zakat adalah sebuah ajaran Islam guna melindungi orang-orang miskin agar senantiasa terperhatikan dalam ketidakberdayaanya. Zakat adalah syariat Islam yang diturunkan sebagai sarana penciptaan keadilan ekonomi, kesejahteraan, dan kemakmuran, sekaligus sebagai instrument agar setiap muslim selalu peduli dan memperhatikan keadaan di sekelilingnya.1

Peranan zakat sangatlah penting bagi kesejahteraan masyarakat apabila di kelola dengan baik dan optimal, terdapat banyak Lembaga sosial yang beroriantasi pada pengelolaan dana zakat, infak maupun shadaqah salah satunya ialah Lembaga Amil Zakat Nasional Azhar. LAZNAS Al-Azhar adalah satuan kerja yang dibentuk oleh Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dhuafa melalui optimalisasi dana Zakat, Infaq, Sedekah dan dana sosial lain yang dibenarkan oleh syariat agama & sumber daya yang ada di masyarakat dan

1 Didin Hafidhuddin, Membangun Peradaban Zakat, Meniti Jalan

Kegemilangan Zakat (Jakarta: Divisi Publikasi Institut Manajemen Zakat, 2006), h. 2

(17)

bukan berorientasi pada pengumpulan profit bagi pengurus organisasi.

Sebagai lembaga amil zakat nasional Al-Azhar memiliki tujuan untuk menghimpun dan memberdayakan dana Zakat kepada masyarakat yang salah satunya dilakukan melalui program pendidikan. Rumah Gemilang Indonesia adalah salah satu bentuk realisasi dari program pendidikan yang dimiki oleh LAZNAS Al-Azhar, RGI bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia khususnya dari kalangan usia produktif, secara langsung RGI ikut serta membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan yang disebabkan banyaknya pengangguran.

Program-program yang dijalankan oleh LAZNAS Al-Azhar tentunya memiliki tujuan nya masing-masing seperti halnya program Pendidikan yang salah satunya ialah Rumah Gemilang Indonesia yang memiliki tujuan memberdayakan para pemuda yang masih dalam usia produktif yang nantinya akan berdampak pada terentaskannya angka pengangguran secara perlahan.

Tercapainya sebuah tujuan merupakan suatu tolak ukur sebuah efektivitas organisasi. Efektivitas merupakan kemampuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara atau peralatan yang tepat.2Efektivitas dapat juga diartikan suatu besaran atau angka untuk menunjukkan sampai seberapa jauh

2 T. Hani Handoko, Manajemen, (Yogyakarta: BPFE, 2003), Cet.

Ke-18, h. 7.

(18)

sasaran (target) tercapai.3 Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh mengenai pencapaian tujuan dari program pendidikan Rumah Gemilang Indonesia yang dijalankan oleh LAZNAS Al-Azhar diukur dari segi keefektivitasannya. Maka penulis membuat skripsi dengan judul: “Efektifitas Pengelolaan Dana Zakat Pada Program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar”.

B. Batasan dan Perumusan Masalah 1. Batasan Masalah

Agar masalah dalam skripsi ini lebih terarah dan tetap pada inti pembahasan yang penulis inginkan juga sesuai dengan latar belakang masalah, maka dalam penulisan skripsi ini penulis membatasinya, pada: pencapaian tujuan dari Rumah Gemilang Indonesia dalam mengelola dana zakat yang berdampak pada pengentasan pengangguran usia produktif.

2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah diatas maka pada perumusan masalah maka penulis membuat perumusan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana pengelolaan dana zakat pada program pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar?

3 Eti Rochaety dan Ratih Tresnati, Kamus Istilah Ekonomi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h. 71.

(19)

b. Bagaimana efektivitas pengelolaan dana zakat pada program pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui pengelolaan dan zakat pada program pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar.

b. Untuk mengetahui efektivitas pengelolaan dana zakat pada pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar.

2. Manfaat Penelitian a. Bagi Akademik

Dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta dapat menghasilkan dan mensosialisasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan serta menjadi wahana pengetahuan mengenai Manajemen zakat bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti tentang penggunaan dana zakat lebih mendalam. b. Bagi Praktisi

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar para pengelola dana zakat (amil) tidak hanya menghimpun dan kemudian menyalurkan kepada kaum dhuafa tetapi dapat memproduktifkan dana zakat tersebut dengan membuat

(20)

program yang dapat memenuhi kebutuhan para mustahik secara maksimal.

c. Bagi Masyarakat

Diharapkan dapat menghasilkan informasi yang dapat menambah wawasan masyarakat dalam penggunaan dana zakat yang Al-Azhar lakukan terhadap program pendidikan Rumah Gemilang Indonesia.

D. Metodologi Penelitian

Metode penelitian adalah seperangkat pengetahuan tentang langkah-langkah sistematis dan logis tentang pencarian data yang berkenaan dengan masalah tertentu untuk diolah, dianalisa dan diambil kesimpulan.4

1. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.5 Penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk memberikan kondisi gambaran secara utuh mengenai objek yang ingin diteliti.

4 Wardi Bachtiar, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Jakarta:

Logos, 1999), cet ke-2, h. 1.

5 Lexy J. Moelong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT

Remaja Rosdakarya, 2000), cet ke-1, h. 138.

(21)

2. Sumber Data

Data adalah yang sangat penting dalam sebuah penelitian karena bila tidak ada data maka penelitian tidak dapat dilakukan. Dari sekian banyak data yang diperoleh hanya data-data penting sajalah yang penulis ambil agar arah penelitian tetap pada jalurnya dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dalam pengumpulan data penulis mendapatkan berbagai macam data yang diklarifikasikan kedalam beberapa poin sebagai berikut:

a. Data Primer

Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau sumber data pertama di mana sebuah data dihasilkan.6 Data primer akan penulis dapatkan melalui wawancara dengan pihak terkait. Wawancara dapat dipandang sebagai metode pengumpulan data sepihak yang dikerjakan secara sistematis berlandaskan pada tujuan penelitian. Dengan penelitian langsung melalui pihak yang terkait guna memperoleh data-data mengenai efektivitas pengelolaan dana zakat pada program pendidikan Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar.

6 M. Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif. (Jakarta: PT.

Raja Grafindo Persada, 2001), h. 122.

(22)

b. Data Skunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang dibutuhkan penulis. Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen seperti buku, jurnal, surat kabar, artikel atau data-data yang diperoleh dari Rumah Gemilang Indonesia. Data sekunder yang diperoleh dari arsip data dalam bentuk tabel, bagan, matriks, gambar dan lain sebagainya.7 Selain itu, data sekunder diperoleh dari literatur-literatur kepustakaan seperti buku-buku, jurnal dan sumber lainnya yang berkaitan dengan materi skripsi ini. 3. Subjek dan Objek Penelitian

Yang menjadi subjek penelitian ini adalah kantor dan sekaligus asrama program Rumah Gemilng Indonesia yang beralamat di Jl. Pengasinan Rt 01/06, Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok dan orang-orang yang dapat memberikan informasi dan data, yaitu manajer Rumah Gemilang Indonesia, pengurus dan para santri RGI. Sedangkan yang menjadi Objek penelitian ini adalah pengelolaan dana zakat pada Rumah Gemilang Indonesia. 4. Lokasi dan Waktu Penelitian

Adapun yang menjadi lokasi penelitian ini adalah kantor program sekaligus asrama Rumah Gemilang

7 Marzuki, Metodologi Riset, (Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UII

Yogyakarta, 1983), h. 57.

(23)

Indonesia yang berlokasi Jl. Pengasinan Rt 01/06, Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Sedangkan waktu penelitian ini diperkirakan dimulai pada bulan Juli hingga bulan September 2018.

5. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.8 Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan:

a. Observasi

Observasi adalah suatu kegiatan pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan dan mencatat fenomena yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.9 Hingga saat ini ada dua model observasi yang sudah biasa dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pertama, Observasi secara langsung dan ikut tetlibat dalam peristiwa yang sedang dijadikan objek observasi. Dan Kedua, observasi non partisipasi, yakni pembimbing berada di luar objek atau peran yang sedang diidentifikasi, bisa dari jarak dekat atau jarak jauh. Artinya, pihak

8 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta,

2005), h. 62.

9 E. Kristi Poerwandari, Pendekatan Kualitatif Dalam Penelitian

Psikologi, (Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi, LPSP3 UI, 1983), h. 62.

(24)

observer hanya mengamati dan mencatan fakta atau kejadian-kejadian yang tampak sebagaimana layaknya orang yang sedang mengamati sesuatu. Dalam observasi peneliti melakukan pencatatan apa yang bisa dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga, kemudian peneliti tuangkan dalam penulisan skripsi ini sesuai dengan data yang dibutuhkan.

b. Wawancara10

Wawancara ialah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Pewawancara disebut interviewer, sedangkan orang yang diwawancara disebut interview.

Jenis wawancara ada dua, yaitu wawancara terpimpin dan tidak terpimpin. Wawancara terpimpin ialah Tanya jawab yang terarah untuk mengumpulkan data yang relevan saja. Wawancara tidak terpimpin ialah wawancara yang tidak terarah. Kelemahannya ialah tidak efisien waktu, biaya dan tenaga.

c. Studi Dokumentasi

Dokumentasi ialah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen.11 Penulis menggunakan data-data dan sumber yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dibahas,

10 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian

Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 55-56.

11 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian

Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h.53.

(25)

data-data tersebut penulis peroleh dari arsip-arsip mengenai pengelolaan dana zakat pada program Pendidikan Rumah Gemilang Indonesia.

6. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah suatu proses mengorganisasikan dan mengurutkan ke dalam pola, kategori dan suatu uraian dasar kemudian dianalisa agar mendapatkan hasil bedasarkan yang ada. Hal ini disesuaikan dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.12

Data yang diperoleh dari buku-buku, artikel-artikel, maupun tulisan-tulisan yang didapat melalui internet kemudian diklasifikasikan kebenarannya untuk dimasukkan ke masing-masing variabel dan kemudian diinterpretasikan. Begitu pula data yang diperoleh dari hasil lapangan, maka setiap pertanyaan dan jawaban dari wawancara akan dimasukkan ke variabel yang tepat untuk dapat diinterpretasikan.

7. Teknik Penulisan

Dalam penulisan skripsi ini penulis berpedoman dan mengacu pada “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta” yang ditetapkan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 14 Juni 2017.

12 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan

Praktek, (Jakarta: Bulan Bintang, 2003), h. 11.

(26)

E. Tinjauan Pustaka

Dari beberapa skripsi yang penulis baca, banyak pendapat yang harus diperhatikan dan menjadi perbandingan selanjutnya. Adapun setelah penulis melakukan kajian kepustakaan, penulis menemukan beberapa skripsi yang menggunakan teori efektivitas dalam pembahasannya, judul-judul skripsi tersebut adalah:

Tabel 1.1: Tinjauan Pustaka 1 Nama Peneliti Sayidatu Syarifah Sudrajat

Judul penelitian “Efektivitas pendayagunaan dana wakaf terhadap program-program Badan wakaf al-qur’an jakarta tahun 2016”

Program Studi Manajemen Dakwah Keterangan dan

Isi Penelitian

Skripsi ini membahas tentang pedayagunaan dan wakaf terhadap program badan wakaf al-qu’an Jakarta tahun 2016. Perbedaan Perbedaan dapat terlihat pada objek

penelitian, penelitian pada skripsi ini menggunakan badan wakaf al-qu’an sebagai objek penelitiannya. Juga pokok pembahasannya berorientasi pada dana Wakaf.

(27)

Persamaan Penelitian pada skripsi ini mengangkat tema teori efektivitas terhadap suatu program.

Tabel 1.2: Tinjauan Pustaka 2 Nama Peneliti Ade Rahmawan

Judul penelitian “Efektifitas Dana Ziswaf Dompet Dhuafa Terhadap Pengembangan Program Pendidikan

Pada Sekolah Smart Ekselensia Indonesia” Program studi Muamalat (Ekonomi Islam)

Keterangan dan Isi Penelitian

Skripsi ini berisikan pembahasan tingkat keberhasilan pendayagunaan dana Ziswaf terhadap salah satu program Dompet Dhuafa.

Perbedaan Objek penelitian pada skripsi ini adalah Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa. Perbedaan juga dapat dilihat dari subjek penelitiannya, yang mana pada skripsi ini subjek penelitiannya adalah sebuah sekolah binaan Dompet Dhuafa. Persamaan Penelitian pada skripsi ini mengangkat

tema ZIS dan manfaatnya bagi masyarakat.

Dilihat dari judul-judul di atas, penelitian penulis berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian kali

(28)

ini menggambarkan bagaimana penulis meniliti mengenai pencapaian tujuan sebuah program yang dimiliki oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar dalam pemanfaatan dana zakat yang direalisasikan kepada program pendidikan Rumah Gemilang Indonesia.

F. Sistematika Penulisan

Sistematika penilulisan skripsi ini terdiri dari lima bab yang dibagi dalam sub bab dan setiap sub bab mempunyai pembatasan masing-masing yang akan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, yaitu sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini, penulis menguraikan hal-hal yang terkait dengan latar belakang masalah, batasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, tijauan pustaka, serta sistematika penulisan.

BAB II: LANDASAN TEORI

Pada bab ini memuat tentang teori efektivitas yang meliputi pengertian efektivitas menurut para ahli. Selain itu, pembahasan mengenai teori pengelolaan yang meliputi pengertian pengelolaan menurut para ahli. Kemudian pembahasan tentang Zakat, yang meliputi pengertian, rukun dan syarat-syaratnya, serta penjelasan tentang pengertian pengelolaan dana zakat.

(29)

BAB III: GAMBARAN UMUM LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL AL-AZHAR

Pada bab ini membahas tentang profil Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar yang meliputi sejarah singkat, visi dan misi, tujuan dan strategi, karakter lembaga, struktur organisasi dan program-program yang dimilikinya.

BAB IV: Pada bab ini berisikan data dan temuan penelitian BAB V: “EFEKTIFITAS PENGELOLAAN DANA

ZAKAT PADA PROGRAM PENDIDIKAN

RUMAH GEMILANG INDONESIA

LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL AL-AZHAR”

Pada bab ini berisikan hasil penelitian yang peneliti peroleh dari Rumah Gemilang Indonesia Lembaga Amil Zakat Nasional Al-Azhar.

BAB VI: PENUTUP

Pada bab ini mencakup kesimpulan dari keseluruhan pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya serta saran-saran yang dapat penulis sampaikan dalam skripsi ini.

(30)

15

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA ZAKAT

A. Efektivitas

1. Pengertian Efektivitas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, efektivitas berasal dari kata efektif yang mempunyai beberapa arti, antara lain: ada efeknya; manjur atau mujarab; dapat membawa hasil; berhasil guna; mangkus; dan mulai berlaku. Dari kata itu muncul kata keefektifan yang berarti keadaan, berpengaruh; hal berkesan; kemanjuran; kemujaraban; keberhasilan; kemangkusan; dan hal mulai berlakunya.1 Adapun pengerttian efektivitas menurut para ahli sebagai berikut:

a. Menurut Ahli Manajemen Peter F. Drucker yang dikutip oleh T. Hani Handoko, Efektif adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things). Sedangkan efisiensi adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing things right). Efektifitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.2 b. Mahmudi berpendapat dalam bukunya Manajemen

Kinerja Sektor Publik mendefinisikan bahwa

1 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,

(Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), h. 374.

2 T. Hani Handoko, Manajemen, (Yogyakarta: BPFE, 2003), Cet.

Ke-18, h. 7.

(31)

Efektivitas merupakan hubungan antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi (sumbangan) output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi, program atau kegiatan3

c. Menurut Supriyono, efektivitas merupakan hubungan antara keluaran suatu pusat tanggung jawab dengan sasaran yang mesti dicapai, semakin besar konstribusi daripada keluaran yang dihasilkan terhadap nilai pencapaian sasaran tersebut, maka dapat dikatakan efektif pula unit tersebut.4

d. Menurut E. Mulyasa, efektivitas juga dapat diartikan sebagai adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas yang dituju. Selanjutnya dijelaskan bahwa efektivitas adalah berkaitan erat dengan perbandingan antara tingkat pencapaian tujuan dengan rencana yang telah disusun sebelumnya, atau perbandingan hasil nyata dengan hasil yang direncanakan.5

Dari pendapat para ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa efektivitas adalah suatu usaha yang

3 Mahmudi, Manajemen Kinerja Sektor Publik, (Yogyakarta:

Akademik Manajemen Perusahaan JKPN, 2005), h. 92.

4 Supriyono, Sistem Pengendalian Manajemen, (Yogyakarta: BPFE,

2000), h. 29.

5 E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, Strategi, dan

Impelemntasi, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2004), h. 82.

(32)

dijalankan secara tepat yang bertujuan untuk mencapai sebuah keberhasilan. Efektivitas yang di maksud dalam penelitian ini adalah pencapaian hasil pengelolaan dana zakat terhadap sebuah program yang dimiliki oleh Lembaga Amil Zakat yang penulis teliti.

2. Tolak Ukur Efektivitas

Efektivitas menjadi suatu hal yang paling utama dalam pengukuran keberhasilan organisasi atau perusahaan. Dalam hal ini khususnya bagi organisasi filantropi keislaman. Pengukuran efektivitas secara umum dan yang paling menonjol meliputi keberhasilan program keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program dan tingkat input dan output.

Menurut T. Hani Handoko dalam bukunya Manajemen menyebutkan bahwa untuk mencapai efektivitas organisasi haruslah memenuhi syarat atau standar ukuran sebagai berikut:6

a. Kegunaan, yakni agar berguna bagi manajemen dalam pelaksanaan fungsi-fungsinya yang lain, suatu rencana harus fleksibel, stabil, berkesinambungan dan sederhana.

b. Ketepatan dan objektifitas, maksudnya semua rencana harus dievaluasi untuk mengetahui apakah jelas, ringkas, nyata dan akurat.

6 T. Hani Handoko, Manajemen, h. 103-105.

(33)

c. Ruang lingkup, yakni perlu memperhatikan prinsip-prinsip kelengkapan, kepaduan dan konsistensi. d. Efektivitas biaya, dalam hal ini efektifitas biaya

menyangkut waktu, usaha dan aliran emosional. e. Akuntabilitas, terdapat dua aspek akuntabilitas;

pertama tanggung jawab atas pelaksanaan, kedua tanggung jawab atas implementasinya.

f. Ketepatan waktu, yakni suatu perencanaan, perubahan-perubahan yang terjadi sangat cepat akan dapat menyebabkan rencana tidak tepat atau sesuai untuk berbagai perbedaan waktu.

Pendapat di atas mengemukakan bahwa untuk mencapai suatu efektivitas haruslah memenuhi syarat-syarat berupa kegunaan, ketepatan dan objektifitas, ruang lingkup, efektivitas biaya, akuntabiltas, dan ketepatan waktu.

Membahas masalah tolak ukur efektivitas memang sangat bervariasi tergantung dari sudut terpenuhinya beberapa kriteria akhir. Menurut pendapat Richard M. Steers dalam bukunya Efektivitas Organisasi yang diterjemahkan oleh Magdalena Yamin menyebutkan beberapa hal yang dapat menjadi tolak ukur daripada efektivitas, yaitu:7

7 Richard M. Steers, Efektivitas Organisasi, penerjemah Magdalena

Yamin, (Jakarta: Erlangga 1980), h. 46-48.

(34)

a. Kualitas, artinya adalah kualitas yang dihasilkan oleh organisasi

b. Produktivitas, artinya kuantitas dari jasa yang dihasilkan

c. Kesiagaan, yaitu penilaian menyeluruh sehubungan dengan kemungkinan dalam hal penyelesaian suatu tugas khusus dengan baik

d. Efisiensi merupakan perbandingan beberapa aspek prestasi terhadap biaya untuk menghasilkan prestasi tersebut

e. Penghasilan yaitu jumlah sumber daya yang masih tersisa setelah semua biaya dan kewajiban dipenuhi f. Pertumbuhan adalah suatu perbandingan mengenai

eksistensi sekarang dan masa lalunya

g. Stabilitas yaitu pemeliharaan struktur, fungsi dan sumber daya sepanjang waktu

h. Kecelakaan yaitu frekuensi dalam hal perbaikan yang berakibat pada kerugian waktu

i. Semangat Kerja yaitu adanya perasaan terikat dalam hal pencapaian tujuan, yang melibatkan usaha tambahan, kebersamaan tujuan dan perasaan memiliki

j. Motivasi artinya adanya kekuatan yang mucul dari setiap individu untuk mencapai tujuan

k. Kepaduan yaitu fakta bahwa para anggota organisasi saling menyukai satu sama lain, artinya bekerja sama dengan baik, berkomunikasi dan mengkoordinasikan

(35)

l. Keluwesan Adaptasi artinya adanya suatu rangsangan baru untuk mengubah prosedur standar operasinya, yang bertujuan untuk mencegah keterbekuan terhadap rangsangan lingkungan

Sehubungan dengan hal-hal yang dikemukakan di atas, maka penulis berpendapat bahwa tolak ukur efektivitas menurut Richard M. Steers adalah suatu standar yang harus terpenuhi untuk mencapai sebuah sasaran dan tujuan yang akan dicapai serta menunjukan sejauh mana tingkat organisasi tersebut.

Pendapat lain mengenai tolak ukur efektivitas dikemukakan oleh Sudarwan Danim dalam bukunya yang berjudul Motivasi, Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok yang menyebutkan beberapa variable yang mempengaruhi sebuah efektivitas, yaitu:8

a. Variabel bebas (independent variable)

Yaitu variabel pengelola yang mempengaruhi variabel terikat yang sifatnya given dan adapun bentuknya, sebagai berikut:

1) Struktur yaitu tentang ukuran

2) Tugas yaitu tugas dan tingkat kesulitan

3) Lingkungan yaitu keadaan fisik baik organisasi, tempat kerja maupun lainnya

8 Sudarwan Danim, Motivasi, Kepemimpinan dan Efektivitas

Kelompok, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 121-122.

(36)

4) Pemenuhan kebutuhan yaitu kebutuhan fisik organisasi, kebutuhan di tempat kerja dan lain-lain.

b. Variabel terikat (dependent variable)

Yaitu variabel yang dapat dipengaruhi atau dapat diikat oleh variabel lain dan berikut adalah contoh dari variabel terikat, yaitu:

1) Kecepatan dan tingkat kesalahan pengertian 2) Hasil umum yang dapat dicapai pada kurun

waktu tertentu.

c. Variabel perantara (interdependent variable)

Yaitu variabel yang ditentukan oleh suatu proses individu atau organisasi yang turut menentukan efek variabel bebas.

Sehubungan dengan hal di atas, maka hal-hal yang mempengaruhi efektivitas adalah ukuran, tingkat kesulitan, kepuasan, hasil dan kecepatan, serta individu/organisasi dalam melaksanakan sebuah kegiatan/program, di samping itu dilakukan pula tahap evaluasi sehingga dapat diketahui kekurangan atau kelebihan apa yang terjadi.

Bedasarkan pendapat-pendapat mengenai tolak ukur efektivitas di atas penulis menyimpukan bahwa tolak ukur efektivitas adalah dasar pemikiran yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan

(37)

kinerja sebuah organisasi dalam mencapai tujuan tertentu, dan dari penapat-pendapat tersebut penulis lebih cenderung kepada teori yang dikemukakan oleh T. Hani Handoko yang berpendapat bahwa suatu hal dapat dikatakan efektif apabila telah memenuhi syarat-syarat seperti kegunaan, ketepatan dan objektifitas, ruang lingkup, efektivitas biaya, akuntabiltas, dan ketepatan waktu.

3. Pendekatan Ukuran Efektivitas

Dalam mengukur tingkat efektivitas sebuah organisasi dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, dan adapun kriteria untuk mengukur efektivitas suatu organisasi ada tiga pendekatan yang dapat digunakan, seperti yang dikemukakan oleh Martani dan Lubis dalam bukunya Teori Organisasi: Suatu Pendekatan Makro, yakni:9

a. Pendekatan Sumber (resource approach) yakni mengukur efektivitas dari input. Pendekatan mengutamakan adanya keberhasilan organisasi untuk memperoleh sumber daya, baik fisik maupun nonfisik yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

b. Pendekatan proses (process approach) adalah untuk melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan program

9 S.M. Hari Lubis dan Martani Huseini, Teori Organisasi: Suatu

Pendekatan Makro, (Jakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia, 1987), h. 55.

(38)

dari semua kegiatan proses internal atau mekanisme organisasi.

c. Pendekatan sasaran (goals approach) dimana pusat perhatian pada output, mengukur keberhasilan organisasi untuk mencapai hasil (output) yang sesuai dengan rencana.

Menurut Suwarto dalam bukunya Prilaku Keorganisasian Pendekatan terhadap efektivitas digunakan untuk mengukur sejauh mana tercapainya aktivitas organisasi tersebut. Ada beberapa pendekatan yang digunakan terhadap efektivitas yaitu:10

a. Pendekatan Tujuan

Pendekatan tujuan yaitu pendekatan yang menekankan pada pentingnya pencapaian tujuan sebagai kriteria penilaian keefektifan.

b. Pendekatan Teori Sistem

Pendekatan teori sistem menekankan pentingnya adaptasi tuntutan ekstern sebagai kriteria penilaian keefektifan.

c. Pendekatan Teori Multipel Konstituensi

Pendekatan teori multi konstituensi mengemukakan bahwa organisasi dapat dikatakan efektif apabila dapat memenuhi tuntutan dari konstituensi yang terdapat di dalam lingkungan organisasi, yaitu konstituensi yang

10 FX. Suwarto, Perilaku Keorganisasian Buku Panduan Mahasiswa,

(Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 1999), Cet. Ke-1, h. 5-8.

(39)

menjadi pendukung kelanjutan eksistensi organisasi tersebut.

Berdasarkan uraian di atas penulis berpendapat bahwa suatu hal dapat dilihat tingkat efektivitasnya dengan beberapa pendekatan sesuai dengan pendekatan/sudut pandang mana yang digunakan. Penulis juga berpendapat bahwa tingkat efektivitas juga dapat diukur dengan membandingkan antara rencana yang telah ditentukan dengan hasil nyata yang telah diwujudkan. Namun, jika usaha atau hasil pekerjaan dan tindakan yang dilakukan tidak tepat sehingga menyebabkan tujuan atau sasaran yang diharapkan tidak tercapai, maka hal itu dikatakan tidak efektif.

4. Kriteria Efektivitas Organisasi

Efektivitas menjadi suatu hal yang paling utama dalam pengukuran keberhasilan sebuah organisasi. Efektivitas organisasi adalah suatu kemampuan yang dikerjakan secara tepat atas keberhasilan atau kesuksesan dalam nilai pencapaian hasil sebuah organisasi. Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan pencapaian tujuan organisasi (target) atau dengan rumus E = R/T (E: Efektivitas, R: Realisasi, T: Target). R adalah proses dalam hal produksi, dan setiap proses terdiri dari input, throughput dan output.11

11 Syarif Makmur, Pemberdayaan Sumber daya Manusia dan

Efektivitas organisasi. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), h. 124

(40)

Konsep efektivitas organisasi bergantung pada teori sistem dan dimensi waktu. Kriteria efektivitas harus merefleksikan keseluruhan siklus input-proses-output dan kriteria efektivitas harus merefleksikan hubungan antara organisasi dan lingkungan luarnya. Oleh karena itu,

efektivitas organisasi merupakan suatu konsep menyeluruh

yang menyertakan sejumlah konsep komponen.12 Kriteria efektivitas organisasi adalah sebagai berikut:13

a. Produksi

Sebagai salah satu kriteria keefektifan, produksi mengacu pada ukuran keluaran utama organisasi. Produksi mencerminkan kemampuan organisasi untuk menghasilkan jumlah dan kualitas keluaran yang dibutuhkan lingkungan. Konsep ini meniadakan setiap pertimbangan efisiensi. Ukuran produksi mencakup keuntungan, penjualan, pangsa pasar, rekanan yang dilayani dan sebagainya. Ukuran tersebut berhubungan secara langsung dengan keluaran yang dikonsumsi oleh pelanggan dan rekanan organisasi bersangkutan.

b. Efisiensi

Sebagai salah satu kriteria keefektifan, efisiensi mengacu pada ukuran penggunaan sumber

12 John M Ivancevich, Robert Konopaske dan Michael T. Matteson,

Perilaku dan Manajemen Organisasi, penerjemah Gina Gania, (Jakarta: Erlangga, 2007), h. 23.

13 Gibson, Ivancevich dan Donnelly, Organisasi

Perilaku-Struktur-Proses, penerjemah Djarkasih, (Jakarta: Erlangga, 1996), h. 34-35.

(41)

daya yang langka oleh organisasi. Efisiensi didefinisikan sebagai perbandingan keluaran terhadap masukan. Kriteria jangka pendek ini memfokuskan perhatian atas siklus keseluruhan dari masukan-proses-keluaran, dengan menekankan pada elemen masukan dan proses. Ukuran-ukuran efisiensi antara lain keuntungan dari modal, biaya per unit, pemborosan, waktu terluang dan sebagainya. Efisiensi diukur menurut rasio (perbandingan) yang dalam bentuk umum ialah rasio antara keuntungan dengan biaya atau waktu yang dipergunakan.

c. Kepuasan

Sebagai salah satu kriteria keefektifan, kepuasan menjadi ukuran keberhasilan organisasi memenuhi kebutuhan karyawan dan anggotanya. Ide organisasi sebagai suatu sistem sosial menuntut agar diperhatikan beberapa pertimbangan yang bermanfaat bagi para pesertanya, termasuk para pelanggan dan rekanan. Kepuasan dan moral adalah ukuran yang serupa untuk menunjukkan tingkat di mana organisasi memenuhi kebutuhan karyawannya. Ukuran kepuasan mencakup sikap karyawan, pergantian karyawan, keabsenan, kelambanan dan keluhan.

d. Adaptasi

Sebagai salah satu kriteria keefektifan, adaptasi adalah suatu ukuran ketanggapan organisasi

(42)

terhadap tuntutan perubahan. Adaptasi adalah tingkat di mana organisasi dapat dan benar-benar tanggap terhadap perubahan internal dan eksternal. Adaptasi dalam hal ini megacu pada kemampuan manajemen merasakan perlunya perubahan dalam lingkungan, termasuk perubahan dalam tubuh organisasi sendiri. Ketidakefektifan dalam mencapai produksi, ketidakefesienan dan ketidakpuasan merupakan pertanda perlunya adaptasi praktek dan kebijaksanaan manajerial.

e. Pengembangan

Sebagai salah satu kriteria keefektifan, pengembangan mengukur tanggung jawab organisasi dalam memperbesar kapasitas dan potensinya untuk berkembang. Kriteria ini mengukur kemampuan organisasi untuk meningkatkan kapasitasnya menghadapi tuntutan lingkungan. Suatu organisasi harus melakukan berbagai upaya untuk memperbesar kesempatan kelangsungan hidup jangka panjangnya. Usaha-usaha pengembangan yang lazim ialah program pelatihan bagi manajerial, tetapi akhir-akhir ini cara pegembangan organisasi telah berkembang meliputi sejumlah pendekatan psikologis dan sosiologis.

Berdasarkan teori tersebut, efektivitas merupakan penilaian terhadap hubungan target yang direncanakan

(43)

dengan realisasi yang dicapai. Realisasi merupakan sebuah proses yang terdiri dari input, throughput, dan output. Umumnya efektivitas organisasi masih terkait dengan targetan dan tujuan organisasi, walaupun indikator penilaian pencapaian target tersebut berbeda-beda.

B. Dana

1. Pengertian Dana

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dana merupakan uang yang disediakan untuk suatu keperluan juga dapat diartikan sebagai Pemberian, Hadiah dan Derma.14

Dana sering diartikan sebagai kas, sedangkan kas merupakan uang tunai yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau lembaga. Dalam hal ini, uang yang disediakan untuk biaya kebutuhan, keperluan dan operasi kebutuhan sehari-hari. Dana atau kas adalah merupakan bentuk aktivitas yang paling likuid yang bisa digunakan segera untuk memenuhi kewajiban keuangan dalam suatu organisasi. Karena sifat likuidnya tersebut, kas memberikan keuntungan yang paling rendah. Jika organisasi menyimpan kas, uang, dana dalam bentuk rekening giro, maka jasa giro yang diterima oleh organisasi prosentasinya akan lebih rendah dari pada jika disimpan dalam bentuk deposito berjangka. Adapun motif di dalam memiliki dana,

14 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,

h. 314.

(44)

menurut John Maynad Keynes ada tiga motif, yaitu antara lain:15

a. Motif transaksi, yaitu motif yang dilakukan organisasi dalam upaya menyediakan dana untuk membayar berbagai transaksi bisnisnya.

b. Motif berjaga-jaga, yaitu motif yang dilakukan untuk mempertahankan saldo kas guna memenuhi permintaan kas yang sifatnya tidak terduga. Seandainya semua pengeluaran dan pemasukan dana bisa diprediksikan dengan sangat akurat, maka saldo kas untuk bermaksud jaga-jaga sangat rendah. c. Motif spekulasi, yaitu dimaksudkan untuk

memperoleh keuntungan dari memiliki dan menginvestasikan dana dalam bentuk investasi yang sangat likuid.

Pengertian dana juga merupakan sebuah istilah

keuanganyang umum di dalam perusahaan yang merupakan

area fungsi bisnis yang bertanggung jawab untuk

mendapatkan dana,mengelolanya dan menentukan alternatif

penggunaan terbaik.16

2. Sumber-sumber Dana

Dalam suatu organisasi, dana sangatlah diperlukan untuk kelangsungan hidupnya. Tanpa adanya dana, suatu

15 Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti, Dasar-Dasar Menejemen

Keuangan, (Yogyakarta: UUP AMP YKPN,2002) h. 111-112.

16 Padji Anoraga, Menejemen Bisnis (Jakarta : PT Rineka Cipta ; 1997)

hal 244

(45)

organisasi tidak dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dan untuk mendapatkan dana tersebut, maka diperlukan adanya sumbersumber dana. Secara umum sumber dana dalam sebuah organisasi dapat diklasifikasikan berasal dari dua sumber yaitu:17

a. Sumber dana dari dalam

Sumber dana dari dalam merupakan sumber yang berasal dari operasi perusahaan, ini berarti dana dari kekuatan sendiri.

b. Sumber dana dari luar

Kebutuhan dana yang diambil dari sumber-sumber di luar perusahaan, dapat digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan. Sumber dana dari pemilik atau calon pemilik yang artinya akan membentuk modal sendiri. Bentuk sumber dana ini sering disebut sebagai pembelajaran sendiri.

Adapun yang dimaksud sumber dana dalam penelitian ini bukanlah dari keuntungan perusahaan ataupun dana yang deperoleh untuk pemenuhan kebutuhan perusahaan melainkan dana yang dimaksud adalah dana zakat yang mana diperoleh dari para muzaki yang membayarkannya atas dasar kewajiban mereka sebagai seorang muslim.

17 Edilus, Pengantar Ekonomi Perusahaan, (Jakarta: Rineka Cipta,

1992) h. 250-251.

(46)

C. Zakat

1. Pengertian Zakat

Zakat berasal dari kata zaka yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh dan berkembang.18 Dalam kitab-kitab Islam hukum zakat itu diartikan dengan suci, tumbuh dan berkembang serta berkah. Dan jika pengertian itu dihubungkan dengan harta, maka menurut ajaran Islam, harta yang dizakati itu akan tumbuh, dan berkembang, bertambah karena suci dan berkah (membawa kebaikan bagi hidup dan kehidupan yang punya).19

Sedangkan menurut istilah, zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.20

Selain itu, ada istilah sedekah dan infak, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sedekah wajib dinamakan zakat, sedangkan sedekah Sunnah dinamakan infak. Sebagian yang lain mengatakan infak wajib dinamakan zakat, sedangkan infak Sunnah dinamakan sedekah.21

18 Didin Hafidhuddin, Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak,

Shadaqah, (Jakarta: Gema Insani Press, 1998), Cet Ke-1 h. 13.

19 M. Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf, (Jakarta: UI

Press, 2012), h. 39.

20 Didin Hafidhuddin, Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak,

Shadaqah, h. 13.

21 Lili Bariadi, Muhamad Zen, dan Muhammad Hudri. Zakat Dan

Wirausaha. (Jakarta: CED, 2005), h. 4.

(47)

Mengutip dari Yusuf Qardawi berkata: “jiwa orang yang berzakat itu menjadi bersih dan kekayaannya akan bersih pula, bersih dan bertambah maknanya”.22 Berarti

suci dan tumbuh tidak dipakai hanya untuk kekayaan semata, namun lebih dari itu juga untuk jiwa orang yang menzakatkan hartanya, hal inipun sesuai dengan firman Allah SWT. Dalam surat At-Taubah/9 : 103 berikut:

َّنِإ

ۡۖۡمِهۡيَلَع ِ لَصَو اَهِب مِهيِ كَزُتَو ۡمُهُرِ هَطُت ٗةَقَدَص ۡمِهِلََٰوۡمَأ ۡنِم ۡذُخ

ٌميِلَع ٌعي ِم َس ُ

َّللَّٱَو ۡۗۡمُهَّل ٞنَك َس َكَتَٰوَلَص

١٠٣

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (At-Taubah: 103)

Disamping itu, zakat juga sebagai rukun Islam yang ke-tiga dan juga memiliki fungsi sosial yang sangat besar. Jika dikelola (baik mekanisme pengumpulan dan pendistribusiannya) dengan baik maka zakat bisa membantu mengatasi masalah kemiskinan.

2. Kedudukan Zakat Dalam Islam

Menurut Syaikh Sayyid Sabiq di dalam bukunya al-Qawanin al-Fiqhiyyah Li Ibn Juziy diterangkan bahwa

22 M. Yusuf Qardawi, Hukum Zakat Study Komperatif mengenai status

dan filsafat zakat berdasarkan Qur’an dan Hadits, Penerjemah Salman Harun, Didin Hafidhuddin dan Hasanuddin, (Jakarta: Pustaka Litera AntarNusa, 1987), Cet. Ke-2 h. 34

(48)

zakat adalah suatu kewajiban bagi umat Islam yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, Sunah nabi, dan ijma’ para ulama. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang selalu disebutkan sejajar dengan shalat. Inilah yang menunjukkan betapa pentingnya zakat sebagai salah satu rukun Islam. Bagi mereka yang mengingkari kewajiban zakat maka telah kafir, begitu juga mereka yang melarang adanya zakat secara paksa. Jika ada yang menentang adanya zakat, harus dibunuh hingga mau melaksanakannya.23 Pendapat tersebut didasari oleh hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar yang dikutip oleh Syekh Yusuf al-Qardawi dalam bukunya Hukum Zakat, sebagai berikut:24

َلاَق

الل ُل ْو ُسَر

:

َهل ِإ

لَ ْن

َ

أ ا ْو ُد َه ْشَي ى َّت َح ساَّنلا َلِتا

َ

َقُأ ْنأ ُتْرِمُأ

اَكَّزلا ا ْوُت ْؤُي َو ,َة

لَ َّصلا ا ْو ُمْي ِقُي َو , ِ

َ

الل ُلْو ُسَر ا ًدَّمَحُم َّنَأ َو ,ُ الل َّلَِإ

ْن ِإ

َف ,َة

َّلَ ِإ ْمُه

لا َو ْم

َ

أ َو ْم ُه َءا َم ِد ْي ِ نِم اْو ُم َصَع َكِلذ اْو

َ

ُلَعَف

َو ِم

لَ ْسِلإا ِ ق َحِب

َ

. ِ

الل ىَلَع ْمُهُبا َس ِح

Rasulullah bersabda: “Saya diinstruksikan untuk memerangi mereka, kecuali bila mereka sudah mengikrarkan syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah RasulNya, mendirikan Shalat, dan membayar zakat. Bila mereka sudah melaksanakan hal itu, maka mereka sudah memperoleh

23 Abdul Al-Hamid Mahmud Al-Ba’ly, Ekonomi Zakat Sebuah Kajian

Moneter dan Keuangan Syariah, Penerjemah Muhammad Abqary Abdullah Karim, (Jakarta: PT. RajaGrafindo, 2006), h. 1.

24 M. Yusuf Qardawi, Hukum Zakat, h. 81.

(49)

perlindungan dari saya, kecuali oleh karena hak-hak Islam lain, yang dalam hal ini perhitungannya diserahkan kepada Allah.”

3. Landasan Hukum Zakat a. Al-Qur’an

Sebagai dasar hukum zakat, Al-Qur’an menyebutnya sebanyak 82 kali. Ini menunjukan dasar hukum zakat yang sangat kuat,25 adapun beberapa ayat Al-Qur’an yang menjadi dasar hukum zakat diantaranya sebagai berikut:

1) Surat Al-Baqarah/2: 110

ْاوُتا َء َو َة َٰوَل َّصلٱ ْاو ُميِق

أ َو

َ

ۡن ِ م م

ُك ِسُفنَ ِلِ ْاوُمِ دَقُت اَمَو ََۚةَٰوَكَّزلٱ

ٞري ِصَب

َنوُلَمۡعَت اَمِب َ َّللَّٱ َّنِإ ِۡۗ َّللَّٱ َدنِع ُهوُد ِجَت ٖرۡيَخ

١١٠

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Baqarah: 110).

2) Surat At-Taubah/9: 11

ي ِف ۡم

ُكُنََٰوۡخِإَف َةَٰوَكَّزلٱ ْاُوَتاَءَو َةَٰوَلَّصلٱ ْاوُماَقَأَو ْاوُباَت نِإَف

َنو ُمَلۡعَي ٖمۡو

َقِل ِتََٰيٓ ۡلِٱ ُل ِ صَفُنَو ِۡۗنيِ دلٱ

١١

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah

25 Lili Bariadi, Muhamad Zen, dan Muhammad Hudri. Zakat Dan

Wirausaha, h. 7.

(50)

saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui”. (QS. At-Taubah: 11) 3) Surat At-Taubah/9: 60

ِة َف

َّلَؤُ ۡلۡٱَو اَهۡيَلَع َنيِلِمََٰعۡلٱَو ِنيِك ََٰسَۡلۡٱَو ِءٓاَرَقُفۡلِل ُتََٰقَدَّصلٱ اَمَّنِإ

ي ِف َو َنيِمِر

ََٰغۡلٱَو ِباَقِ رلٱ يِفَو ۡمُهُبوُلُق

ۡۖ ِليِب َّسلٱ ِنۡبٱَو ِ

َّللَّٱ ِليِب َس

ٞمي ِك َح ٌميِلَع ُ َّللَّٱَو ِۡۗ َّللَّٱ َن ِ م

ٗةَضيِرَف

٦٠

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu´allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah: 60) b. Hadits

Sedangkan dasar hukum zakat yang berdasarkan sunnah diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Hadits dari Anas – menurut Bazzar – Rasulullah SAW bersabda:26

ِهِت َداَبِع َو ِ

للَّ ِصلَ

ِ

ْخِلَا ىَلَع اَيْن ُّدلا َقَراَف ْنَم

, ِهِب

ُكِر ْشُي َلَ ,

اَهَقَرا َف ,َةاَكَّزلا ىَتآ َو ,َة

لَ َّصلا َماَق

َ

أ َو

َ

ضاَر

ُهْنَع ُ الل َو

.

26 M. Yusuf Qardawi, Hukum Zakat, h. 76.

(51)

“Siapa yang membuang dunia untuk hanya beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya, mendirikan shalat, dan membayar zakat, lalu ia meninggal, maka sungguh, Allah senang kepadanya.”

2) Hadits dari Abu Daud27

ْؤم ا َها

ط ْع

َ

أ ن َم

َ

ِج

َت

ا َه ْو ُذ ِخآ اَّنِإ

َف اَهَعَنَم ْنَمَو ,ُهُرْجأ ٌهَلَف اًر

ا َهْن ِم د َّم َح ُم ِلِلآ ُّل ِحَي

لَ ,اَنِ بَر ِتا َم

َ

َزَع ْنِم ًةَمْزَع ,ُهِلاَم َرْط َشَو

. ٌءي َ ش

“Barang siapa yang membayar zakat itu untuk memperoleh pahala maka ia pasti mendapat pahala itu, tapi barang siapa yang tidak membayarnya maka kita akan mengutip zakat itu beserta separuh kekayaannya. Ini merupakan ketentuan tegas dari Tuhan, dan keluarga Muhammad tidak boleh mengambil sedikitpun”. c. Undang-undang

Dasar hukum tentang zakat terdapat dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, pada BAB I Pasal 1 Ayat 2: “Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam”.28

27 M. Yusuf Qardawi, Hukum Zakat, h. 79.

28 http://pid.baznas.go.id/wp-content/peraturan/001 Undang-Undang

Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat FC pdf, diakses pada tanggal 25 Maret 2018.

(52)

Berdasarkan undang-undang tersebut maka hukum menunaikan zakat di Indonesia adalah wajib.

4. Tujuan Zakat

Pada dasarnya tujuan zakat adalah menjadikan mustahik zakat menjadi muzakki zakat. Sepeti yang dijelaskan oleh Muhammad Daud Ali yang dikutip oleh Lili Bariadi menegaskan bahwa tujuan zakat yaitu sebagai berikut:29

a. Mengangkat derajat fakir miskin dan menbantu keluar dari kesulitan hidup.

b. Membantu pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh para gharimin, ibnu sabil, dan mustahik yang lain.

c. Membina tali persaudaraan seksama umat Islam, dan umat manusia.

d. Menghilangkan sifat kikir dan rakus pemilik harta. e. Membersihkan sifat iri dan dengki (kecemburuan

social) dihati orang-orang miskin.

f. Menjebatani jurang pemisah antara yang kaya dengan yang miskin.

g. Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial, terutama pada mereka yang mempunyai harta. h. Mendidik manusia untuk berdisiplinmenunaikan

kewajiban dan menyerahkan hak orang lain yang ada padanya.

29 Lili Bariadi, Muhamad Zen, dan Muhammad Hudri. Zakat Dan

Wirausaha, h. 18-19.

(53)

i. Sebagai pilar kebersamaan antara orang kaya dan orang membutuhkan, zakat merupakan jaminan sosial yang diisyaratkan oleh ajaran Islam.

j. Sebagai salah satu instrument pengentasan kemiskinan.

k. Sebagai salah satu sumber dana bagi pembangunan sarana maupun prasarana umat Islam, seperti sarana Ibadah, pendidikan, kesehatan, sosial maupun ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia. Bahkan orang yang menuntut ilmu berhak menerima zakat atas nama golongan fakir miskin maupun sabilillah. (Sayyid Sabiq, 1968 : 146)

l. Untuk memasyarakatkan etika bisnis, zakat bukan membersihkan harta tetapi mengeluarkan sebagian hak orang lain dari harta yang diusahakan dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan Allah SWT. m. Sebagai instrument pemerataan dan keadilan sosial,

yakni membagi secara adil dan merata kekayaan Allah yang dititipkan kepada orang-orang yang dikehendakinya.

n. Pendorong peningkatan produktivitas dan pemberdayaan ekonomi umat.

D. Pengelolaan

1. Pengertian Pengelolaan

Dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, pengelolaan berasal dari kata “kelola” yang artinya

(54)

“mengendalikan, menyelenggarakan, mengurus”. Pengelolaan mempunyai arti:30

a. Proses, cara, perbuatan mengelola.

b. Proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakan tenaga orang lain.

c. Proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi.

d. Proses yang melibatkan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakanaan dan pencapaian tujuan.

Pengelolan merupakan istilah yang dipakai dalam ilmu manajemen, secara etimologis berasal dari kata “kelola” (to manage) dan biasanya merujuk pada proses mengurus atau menangani sesuatu untuk mencapai tujuan. Meskipun banyak ahli yang memberikan pengertian tentang pengelolaan yang berbeda-beda, namun pada prinsipnya memiliki maksud dan tujuan yang sama. Sebagaimana Prajudi mengatakan bahwa pengelolaan adalah pengendalian dan pemanfaatan semua faktor sumber daya yang menurut suatu perencanaan diperlukan untuk penyelesaian suatu kerja tertentu.31

Disebutkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan

30 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,

h. 674.

31 Rahardjo Adisasmita, Manajemen Pemerintah Daerah,

(Yogyakarta: Graha Ilmu), h. 21

(55)

Zakat, pada BAB I Pasal 1 Ayat 1 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengoordinasian dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat.32

2. Fungsi Pengelolaan

Secara umum pengertian manajeman dan pengelolaan hampir sama yaitu proses mengelola. Sama halnya dengan fungsi manajemen dan fungsi pengelolaan. Berikut ini adalah empat fungsi manajemen atau fungsi pengelolaan dalam buku Siswanto yang berjudul pengantar manajemen, yaitu:

a. Perencanaan (Planning)

Perencanaan yaitu sebagai dasar pemikiran dan tujuan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksud untuk mencapai tujuan.

b. Pengorganisasian (Organization)

Pengorganisasian adalah sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan juga menempatkan

32 http://pid.baznas.go.id/wp-content/peraturan/001 Undang-Undang

Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat FC pdf, diakses pada tanggal 25 Maret 2018.

(56)

mereka sesuai keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.

c. Penggerakkan (Actuating)

Penggerakkan yaitu untuk menggerakkan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masingseta menggerakkan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bias berjalan sesuai dengan rencana dan bias mencapai tujuan. d. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bias terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana.33

Berdasarkan uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa pengelolaan merupakan suatu proses yang dijalankan untuk mengerjakan suatu hal yang didasari dengan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan penggerakan, serta memanfaatkan sumber daya manusia dan mengefektifkan material dan fasilitas untuk mendapatkan tujuan tertentu dan dari pembahasan pada bab ini penulis menyimpulkan

33 Siswanto H.B, Pengantar Manajemen, (Bandung: Bumi Aksara,

2005), h. 57.

(57)

bahwa yang dimaksud dengan Efektivitas Pengelolaan dana Zakat adalah sebuah proses yang dijalankan untuk mencapai tujuan akhir berupa keberhasilan dalam memanfaatkan dana zakat yang telah terhimpun terhadap sebuah program yang dimiliki oleh Lembaga Amil Zakat yang penulis teliti, yang dijalankan sesuai dengan syariat Islam dan berbagai aturan yang ada yang juga dijalankan dengan fungsi-fungsi manajemen.

(58)

43

NASIONAL AL-AZHAR

A. Sejarah dan Profil LAZNAS Al-Azhar

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar Peduli Ummat adalah lembaga nirlaba yang dibentuk oleh Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar dalam upaya mengimplementasikan misi sosial. Lembaga ini masuk kedalam bagian dari struktur organisasi Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, yang statusnya berada dibawah Majelis Ekonomi. Secara struktural. Lembaga ini tidak berdiri secara independent melainkan masih memiliki keterkaitan dengan YPI Al-Azhar. adapun dalam hal manajemennya LAZ Al-Azhar berdiri secara independen.1

Al-Azhar peduli umat dibentuk oleh Badan Pengurus Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar pada 1 Desember 2004 melalui SK Nomor 079/XII/KEP/BP-YPIA/1425.2004 yang ditandatangani oleh Ketua Badan Pengurus YPI Al-Azhar H. Rusydi Hamka dan sekretaris H. Nasroul Hamzah dan telah mendapat pengukuhan sebagai Lembaga Zakat Skala Nasional oleh Kementrian Agama Republik Indonesia melalui SK Menteri Agama RI Nomor 240 tahun 2016 Tanggal 23 Mei 2016.2

1 Harry Rahmat, Profile Al-Azhar Peduli Ummat, (Jakarta: Yayasan

Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, 2014), h. 4

2 http://www.al-azhar.or.id/index.php/sosial/al-azhar-peduli-ummat

diakses pada tanggal 26 Juli 2018 pukul 16:09 WIB.

Gambar

Gambar 3.1: Struktur Organisasi................................................. 50
Tabel 1.1: Tinjauan Pustaka 1  Nama Peneliti  Sayidatu Syarifah Sudrajat
Tabel 1.2: Tinjauan Pustaka 2  Nama Peneliti  Ade Rahmawan
Tabel 3.1: Susunan Organisasi LAZNAS Al-Azhar  Dewan Pertimbangan Syari’ah
+6

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dengan pembelajaran connecting, organizing, reflecting, extending (CORE) dan berbantuan macromedia flash peserta didik memiliki sikap disiplin, religious, aktif,

Dengan diterapkannya Algoritma K-Nearest Neighbor maka diharapkan Bank Muamalat dapat menerapkan kecerdasan bisnis yakni memprediksi potensi calon kreditur berdasarkan

yang dominan menceritakan kejadian (sebagai subjek) serta posisi yang ditarik ke dalam berita. Pendekatan perspektif feminis memberikan gambaran pada kita bagaimana citra

Prebiotik di dalam usus besar akan menjadi substrat bagi bakteri baik di dalam usus, sehingga prebiotik akan meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik di dalam

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan knowledge management dan budaya organisasi berkonstribusi langsung secara positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja

Pemerintah mengeluarkan undang-undang zakat yaitu Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Dalam Undang-Undang tersebut meliputi berbagai

13 Rumah Zakat adalah sebuah Lembaga Amil Zakat Nasional yang memfokuskan pada pengelolaan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf secara lebih profesional dengan

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka industri kreatif BO Production dinilai sangat menarik untuk diteliti, sehingga peneliti tertarik untuk menuangkan