• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan maka penulis akan memberikan beberapa saran sebagai masukan dalam upaya meningkatkan ketahanan keluarga melalui program pendataan Carik Jakarta di Kelurahan Petukangan Utara. Berikut saran yang dapat disampaikan penulis dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Perbaikan sistem aplikasi Carik Jakarta agar semakin baik lagi. Karena sebelumnya terdapat keluhan dari kader Dasawisma ketika melakukan pendataan secara serentak yaitu aplikasi yang tidak dapat terbuka secara tiba-tiba karena server penuh.

2. Kader Dasawisma diharapkan tidak hanya melakukan pelatihan terkait pendataan. Namun diadakan juga pelatihan dalam melakukan pelayanan sebagai penunjang dalam pendataan terhadap warga oleh kader Dasawisma.

3. Meningkatkan kembali partisipasi masyarakat secara keseluruhan dalam upaya ketahana keluarga

4. Melakukan kerja sama dengan lembaga terkait di bidang sosial psikologi dan sosial budaya agar tercipta kesadaran terkait hal tersebut dan dapat menghasilkan program penunjang ketahanan sosial psikologi dan sosial budaya di Kelurahan Petukangan Utara.

126 DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Ananda, R dan Rafida, T. (2017). Pengantar Evaluasi Program Pendidikan. Medan: Perdana Publishing

Arifin, Z. (2019). Evaluasi Program: Teori dan Praktik dalam Konteks Pendidikan dan Nonpendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Arikunto, S dan Jabar. (2008). Evaluasi Program Pendidikan:

Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Badan Pusat Statistik. (2016). Pembangunan Ketahanan Keluarga 2016. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif Teori &Praktik.

Jakarta: PT Bumi Aksara

Irawan, S. (2004). Metode Penelitian Sosial, Suatu Teknik

Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya

Khasanah, U. (2020). Pengantar Microteaching. Yogyakarta:

DEEPUBLISH.

127 Mamik. (2015). Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatama

Publisher

Mujahidin, S dan Amini, E. (2017). Buku Seri Orang Tua:

Penguatan Ketahanan Keluarga. Nusa Tenggara Barat:

BPPAUD dan DIKMAS NTB

Nasution, S. (2006). Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara Puspitawati, H. (2015). Pengertian Kesejahteraan Keluarga.

Bogor: IPB Press

Salam, S., dan Arifin, J. (2006). Metode Penelitian Sosial.

Jakarta:

UIN Jakarta Press

Setiono, K. (2011). Psikologi Keluarga. Bandung: P.T.

Alumni

Sudaryono. (2016). Metodologi Penelitian Pendidikan.

Indonesia:

KENCANA

Suharto, E. (2014). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT Refika Aditama

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kombinasi. Bandung:

Alfabeta.

128 Wagiran. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan: Teori dan

Implementasi. Yogyakarta: DEEPUBLISH.

JURNAL DAN SKRIPSI

Amalia, L (2018). Penilaian Ketahanan Keluarga terhadap Keluarga Generasi Milenial di Era Globalisasi sebagai Salah Satu Pondasi Ketahanan Nasional. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 2(5), 161

Febriyanti, F. (2020). Metafora Konseptual Corona pada

Mahasantri STAI Al-Anwar Sarang. Jurnal UNS, hal. 268 Hadfield, K dan Ungar, M. (2018). Family Resilience: Emerging

trends in theory and practice. Journal of Family Social Work, 21(2), 81

Handayani, D., dkk. (2020). Penyakit Virus Corona 2019. Jurnal Respirologi Indonesia, 40(2), 128.

Hertanti, S., dkk. (2019). Pelaksanaan Program Karang Taruna dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

Jurnal MODERAT, 5(3), 307

Jaya, P.R.P. (2018). Penerapan Model Evaluasi CIPP dalam

129 Mengevaluasi Program Layanan Paud Holistik Integratif.

Jurnal PAUD, 1(1), 13

Mahmudi, I. (2011). CIPP: Suatu Model Evaluasi Program Pendidikan. Jurnal At-Ta’dib, 6(1), 115

Munthe, A.P. (2015). Pentingnya Evaluasi Program di Institusi Pendidikan: Sebuah Pengantar, Pengertian, Tujuan, dan Manfaat. Jurnal Scholaria, 5(2), 5

Musfiroh, M., dkk. (2019). Analisis Faktor- Faktor Ketahanan Keluarga di Kampung KB RW 18 Kelurahan Kadipiro Kota Surakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, 7(2), 65

Nafi‟ah, B.A. (2020). E-Data Dasawisma: Penguatan Peran Perempuan Sebagai Agen Data Sipil Pemerintah Era Pasca Pandemi Covid 19. Jurnal Studi Administrasi Publik, 2(4), 444

Nurdewanto, B., Yuniriyanti, E., dan Sudarwati, R. (2015).

Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Dasa Wiswa

PKK. Jurnal Studi Manajemen Dan Bisnis, 2(1), 100 Puspitawati, H., dkk. (2019). Relasi Gender, Ketahanan

130 Keluarga dan Kualitas Pernikahan pada Keluarga

Nelayan dan Buruh Tani “BRONDOL” Bawang Merah.

Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 12(1), 2

Rahmatulloh. (2017). Dinamika Kependudukan di Ibukota Jakarta:

Deskripsi Perkembangan Kuantitas, Kualitas dan Kesejahteraan Penduduk di Jakarta. Genta Mulia, 8(2), 54.

Selegi, S.F. (2018). Evaluasi Input, Proses dan Hasil Melalui Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle. Jurnal Swarnabhumi, 3(1), 29

Sofyan, A.N. (2020). “Evaluasi Proses Program Pembinaan Kemandirian GIATJA Bagi Warga Binaan

Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Salemba”. Skripsi pada Strata 1 UIN Jakarta.

Hal. 25

Wahidah, I., dkk. (2020). Pandemik Covid-19: Analisis

Perencanaan Pemerintah dan Masyarakat dalam Berbagai Upaya Pencegahan. Jurnal Managemen Organisasi, 11(3),

180

131 WEBSITE

Asmalyah, S. (2019). Anies Apresiasi Kader PKK dengan Pemberian Kartu Dasawisma. Diakses pada 2 Oktober 2021 dari Antara News

(https://www.antaranews.com/berita/864252/anies-apresiasi-kader-pkk-dengan-pemberian-kartu-dasa-wisma)

Amna, M. (2019). Anies Luncurkan Aplikasi Carik Jakarta Saat Temu Kader PKK DKI Jakarta 2019. Diakses pada 2

Februari 2021 dari Berita Jakarta ( https://www.beritajakarta.id/real/70744/anies-luncurkan- aplikasi-carik-jakarta-saat-temu-kader-pkk-dki-jakarta-2019#.YA7hSvkza00

Carik Jakarta. (2019). Pendataan Keluarga Satu Pintu. Diakses 2 Oktober 2021. (https://carik.jakarta.go.id/ )

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. (2020) Pembangunan Keluarga Utuk Ciptakan Ketahanan Keluarga. Diakses pada Oktober 2021.

(https://dp3appkb.kalteng.go.id/artikel/pembangunan-keluarga-untuk-ciptakan-ketahanan-keluarga.html )

Jakarta Open Data. (2020). Data Rekapitulasi Hasil Penjangkauan

132 dan Penertiban PMKS Jalanan Tahun 2020. Diakses pada 10 Februari 2021 dari Jakarta Open Data.

(https://data.jakarta.go.id/dataset?q=rekapitulasi+pmks&s ort=1 )

Kalam. (2021). QS. Yunus Ayat 13. Diakses 20 Januari 2021.

(https://kalam.sindonews.com/ayat/13/10/yunus-ayat-13 ) Nurhanisah, Y. (2021). Pendataan Keluarga 2021. Diakses pada

2 Oktober 2021 dari Indonesia Baik.ID

(https://www.indonesiabaik.id/infografis/pendataan-keluarga-2021 )

133 Lampiran 1

Transkip Wawancara

Informan : Staff Kelurahan Bidang Kasi Kesra Nama informan : Karyawati

TTL : Tangerang, 5 Januari 1965

Umur : 56

Jenis Kelamin : Perempuan Jenjang Pendidikan : SMA

Hari dan Tanggal : 24 Mei 2021

Lokasi : Kelurahan Petukangan Utara Daftar Pertanyaan :

1. Sejak kapan Dasawisma di Kelurahan Petukangan Utara terbentuk?

Jawab: Sejak tahun 1988

2. Bagaimana sejarah awal terbentuknya Program Carik Jakarta?

Jawab: Sejarah awal terbentuknya program pendataan melalui Carik Jakarta karena sebelumnya pendataan dilakukan secara manual. Pendataan yang dilakukan secara manual ini masih dilakukan dengan cara menulis di kertas. Kemudian pada tahun 2019 tepatnya di bulan Juli tanggal 30 Bapak Anies Baswedan melakukan peluncuran aplikasi Carik Jakarta sebagai aplikasi pendataan untuk rumah dan keluarga.

134 Program pendataan melalui Carik Jakarta ini dapat dilakukan menggunakan ponsel pintar istilahnya serba digital.

3. Apa saja kebijakan atau undang undang yang mengatur terkait program pendataan Carik Jakarta?

Jawab: Terkait program pendataan Carik Jakarta kalau tidak salah tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2019.

Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2019 terkait tentang Sinkronisasi dan Integrasi Pelayanan Kesejahteraan Keluarga Satu Pintu. Sedangkan terkait kadernya tertuang dalam Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 22 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 60 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga. Setau saya itu sih

4. Apa yang dimaksud dengan program pendataan Carik Jakarta?

Jawab: Program Carik Jakarta adalah sebuah program pendataan yang dilakukan melalui aplikasi. Di dalam aplikasi tersebut berisi pertanyaan yang harus ditanyakan kepada masing-masing keluarga. Pertanyaan berisi data diri setiap individu secara detail terkait NIK, No. KK, Alamat, Riwayat Penyakit, Pekerjaan, dan masih banyak lagi.

5. Sejak kapan program pendataan Carik Jakarta berlangsung?

Jawab: Sejak tahun 2019

6. Bagaimana mekanisme dalam pelaksanaan Program Carik Jakarta?

135 Jawab: Mekanisme dalam pelaksanaan Program Carik Jakarta berawal dari door to door menanyakan data warga. Kemudian data tersebut di input melalui aplikasi Carik Jakarta. Data yang sudah masuk ke dalam aplikasi Carik Jakarta akan langsung tercatat di PUSDATIN.

7. Selain program pendatan Carik Jakarta, adakah program lain yang dilakukan oleh Dasawisma?

Jawab: Jadi Program Carik Jakarta adalah program mendata.

Jadi Dasawisma mendata lansia, balita, warga yang tidak mampu, selama pandemi ini mendata yang terkena covid 19, dan juga mendata amuba (arus mudik balik). Untuk 2021 ini akan ada pelatihan lanjutan untuk pendataan Carik Jakarta.

Selain mendata, sosialisasi juga merupakan bagian dari kegiatan Dasawisma. Jadi karena Dasawisma memiliki anggota dari 10-20 bangunan, maka mereka mensosialisasikan ke anggotanya tersebut. Anggota disini terdiri dari keluarga yang berdasarkan 10-20 bangunan tadi. Kemudian tugas dari Dasawisma adalah mendata, menggerakan, dan menyampaikan informasi

8. Apakah terdapat perbedaan sebelum dan sesudah adanya Program Carik Jakarta?

Jawab: Ada dan banyak lah perbedaan. Kalau dulu kan hanya mendata secara manual saja. Kalau sekarang kan melalui aplikasi Carik Jakarta, menggunakan teknologi. Karena semua melalui sistem sehingga informasi yang di dapat lebih detail, mendalam, terintegrasi dan terpusat. Balik lagi karena melalui sistem sehingga informasi oleh pendataan Carik Jakarta ini

136 bisa dilihat melalui facebook, telegram, dan instagram.

Dasawisma ini kan sekarang istilahnya sedang menjadi kebanggan PKK. Sehingga ujung tombak segala pendataan adanya di Dasawisma melalui aplikasi Carik Jakarta.

9. Apakah tujuan yang ingin dicapai dari adanya program pendataan Carik Jakarta?

Jawab: Iya jadi tujuan utamanya adalah sinkronisai dan integrasi data. Jadi sebelumnya itu data warga berasal dari banyak sumber. Ada dari DUKCAPIL TP PKK, dan lain sebagainya. Hal tersebut menyebabkan data menjadi berbeda-beda, kurang akurat dan tidak menyeluruh. Sehingga input data dibuat dan desain melalui satu wadah yang sama untuk seluruh wilayah di DKI Jakarta yaitu dengan aplikasi Carik Jakarta ini. Kemudian data yang telah di input ini langsung terhubung ke PUSDATIN sehingga datanya menjadi valid karena berasal dari satu sumber.

10. Pada masa pandemi apa saja yang telah dilakukan oleh Dasawisma melalui Program Carik Jakarta?

Jawab: Selama pandemi itu mendata yang terkena Covid 19, menyalurkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah contohnya BST, masker untuk lansia, mendata amuba (arus mudik balik). Jadi amuba itu mendata masyarakat sepulang mudik untuk kemudian di SWAB. Selain itu pendataan vaksin terutama pada saat itu sedang gencarnya pendataan vaksin untuk lansia sampai pendataannya door to door ke masing-masing rumah untuk menghimbau.

137 11. Pada masa pandemi apa yang menjadi fokus Dasawisma

melalui Program Carik Jakarta di bidang kesehatan?

Jawab: Iya tentu. Selain sedang gencarnya pendataan vaksin, pendataan belita untuk pemberian vitamin A juga menjadi fokus di masa pandemi yang bekerja sama dengan Posyandu.

Dengan adanya program Carik Jakarta, kita semua bisa mengetahui secara akurat terkait jumlah balita di lingkungan sekitar sehingga pemberian vitamin A tepat sasaran. Dengan ini juga orang tua menjadi tidak khawatir karena walaupun Posyandu tutup, balita mereka tetap mendapatkan vitamin A yang diantar oleh masing-masing kader atau boleh diambil sendiri tanpa harus membawa anaknya. Selain pembagian vitamin A juga pembagian obat cacing di masa pandemi.

12. Apakah terdapat indikator yang menjadi tolak ukur keberhasilan dari Program Carik Jakarta?

Jawab: Tidak ada indikator secara khusus tapi secara umum tolak ukur keberhasilan dari program Carik Jakarta adalah terdatanya semua warga DKI Jakarta. Warga DKI Jakarta bukan hanya warga yang memiliki KTP dan KK domisili Jakarta tapi warga non-Jakarta yang sudah 6 bulan atau lebih tinggal di Jakarta. Jadi semua warga yang tinggal di Jakarta dengan kriteria tersebut wajib di data. Dari terdatanya semua warga akan menampilkan informasi dari masing-masing warga. Karena pada dasarnya program pendataan Carik Jakarta ini memiliki kurang lebih 90 pertanyaan.

13. Apakah ibu bersedia menyebutkan pertanyaan tersebut terdiri dari apa saja?

138 Jawab: Iya mba jadi pertanyaannya itu kurang lebih ada 90.

Saya sebutkan dari yang pertama ya.

1. Nama kepala keluarga 2. Luas lahan rumah 3. Luas bangunan rumah

4. Jumlah KK dalam rumah tangga 5. Jumlah keluarga dalam rumah tangga 6. Jumlah orang yang menempati bangunan 7. Jenis bentuk bangunan

8. Apa jenis bidang terluas atap atau penutup atas rumah anda saat ini?

9. Apa jenis dinding terluas rumah anda saat ini?

10. Apa jenis lantai terluas rumah anda saat ini?

11. Apa sumber penerangan utama rumah anda saat ini?

12. Apa sumber air bersih rumah anda saat ini?

13. Apakah terdapat tempat cuci tangan disertai sabun di luar rumah?

14. Apa sumber air minum di rumah anda saat ini?

15. Darimana anda mendapatkan sumber air minum tersebut?

16. Apa sumber bahan bakar utama untuk memasak di rumah anda saat ini?

17. Apakah rumah anda saat ini memiliki fasilitas jamban?

18. Apa jenis pembuangan akhir tinja rumah anda saat ini?

19. Apakah metode pembuangan air limbah rumah tangga anda?

20. Apakah rumah anda saat ini memiliki fasilitas pembuangan sampah?

139 21. Apakah rumah anda saat ini memiliki fasilitas komposting sampah?

22. Pencahayaan sinar matahari di dalam rumah 23. Ventilasi di dalam rumah

24. Apakah pekarangan rumah yang anda tempati saat ini dimanfaatkan?

25. Apakah anda memiliki hewan peliharaan?

26. Apakah anda memiliki usaha pengelolaan produk pangan hasil hewan?

27. Apakah bangunan rumah telah memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau alat proteksi kebakaran yang berfungsi dengan baik?

28. Nomor kartu keluarga 29. Tanggal pernikahan 30. Status kepemilikan rumah 31. Status kepemilikan lahan 32. Jumlah anak laki-laki 33. Jumlah anak perempuan

34. Sudah berapa kali istri melahirkan

35. Menurut ibu/saudari berapa jumlah anak yang ideal?

36.Apakah pada kehamilan terakhir, pasangan sudah merencanakannya?

37. Apakah keluarga/ibu ingin mempunyai anak lagi?

38. Apakah setiap anggota keluarga dalam satu tahun terakhir mendapatkan pakaian baru?

140 39. Apakah setiap anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk setiap kesempatan? (di rumah, ke kantor, ke sekolah?

40. Apakah selama 6 bulan terakhir seluruh anggota keluarga dapat makan minimal 2 kali sehari?

41. Apa jenis makanan pokok yang anggota keluarga konsumsi?

42. Apakah selama 6 bulan terakhir setiap anggota keluarga makan makanan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) seperti makanan pokok, sayur, lauk dan buah setiap hari?

43. Apakah dalam 1 bulan terakhir ada anggota keluaga yang sakit (4 hari berturut-turut) sehingga meninggalkan aktivitas atau ada anggota keluarga yang disabilitas?

44. Apabila ada anggota keluarga yang sakit, keluarga dapat berobat ke fasililtas kesehatan?

45. Apakah selama 6 bulan terakhir setiap anggota keluarga (usia 10 tahun ke atas) menjalankan ibadah sesuai ketentuan agama/kepercayaan yang dianut?

46. Apakah keluarga memiliki tabungan/simpanan (uang kontan, perhiasaan, hewan ternak, hasil kebun, dll) yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam 3 bulan ke depan?

47. Apakah selama 6 bulan terakhir setiap anggota keluarga memiliki kebiasaan berinteraksi setiap hari?

48. Apakah selama 6 bulan terakhir, keluarga ikut seta dalam kegiatan sosial/gotong royong di lingkungan RT?

141 49. Apakah ada anggota keluarga yang menjadi pengurus kegiatan sosial selama 6 bulan terakhir?

50. Selama 6 bulan terkahir paling sedikit anggota keluarga memiliki akses informasi dari media online (internet)

51. Selama 6 bulan terakhir keluarga pernah berekreasi/berolahraga bersama di luar rumah?

52. Apakah selama 6 bulan terakhir terdapat konflik tanpa tegur sapa (selama 3 hari berturut-turut)?

53. Apakah selama 6 bulan terkahir terdapat konflik anggota keluarga pergi dari rumah/minggat (selama 2 hari berturut-turut)?

54. Apakah selama 6 bulan terakhir terdapat konflik kekerasan dalam rumah tangga antar anggota keluarga?

55. Keluarga mempunyai balita (0-5 tahun) ikut kegiatan posyandu

56. Keluarga mempunyai balita dan anak (0-6 tahun) ikut Bina Keluarga Balita (BKB)

57. Keluarga mempunyai remaja (10-24 tahun) ikut kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR)

58. Apakah anggota keluarga mempunyai anak remaja (10-24 tahun) ikut kegiatan PIK-R/M?

59. Keluarga mempunyai lansia (60 tahun atau lebih) ikut kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL)

60. Keluarga mengikuti kegiatan usaha ekonomi melalui UPPKS

61. Keluarga mengikuti kegiatan ekonomi melalui PNM Mekar BUMN

142 62. Keluarga mengikuti kegiatan usaha ekonomi melalui PKH Kemensos

63. Keluarga mengikuti kegiatan ekonomi melalui instansi pemerintah lain/swasta/LSM

64. Apa keluarga pernah

memperoleh/mendengar/melihat/membaca pesan atau informasi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga dari media?

65. Apa keluarga pernah

memperoleh/mendengar/melihat/membaca pesan atau informasi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga dari petugas?

66. Apakah keluarga memiliki tabun gas 5,5kg?

67. Apakah keluarga memiliki lemari es?

68. Apakah keluarga memiliki AC?

69. Apakah keluarga memiliki water heater?

70. Apakah keluarga memiliki telepon rumah?

71. Apakah keluarga memiliki televisi?

72. Apakah keluarga memiliki komputer/laptop?

73. Apakah keluarga memiliki telepon genggam/HP?

74. Apakah keluarga memiliki sepeda?

75. Apakah keluarga memiliki sepeda motor?

76. Apakah keluarga memiliki mobil?

77. Apakah keluarga memiliki perahu?

78. Apakah keluarga memiliki motor tempel?

79. Apakah keluarga memiliki perahu motor?

80. Apakah keluarga memiliki kapal?

143 81. Apakah keluarga memiliki asset lahan lain?

82. Apakah keluarga memiliki asset bangunan lain?

83. Apakah keluarga memiliki peternakan?

84. Apakah keluarga memiliki budidaya perikanan?

85. Jumlah penghasilan tetap per bulan keluarga dari suami dan/atau istri per bulan?

86. Selama 6 bulan terakhir, terdapat paling sedikit 1 anggota keluarga memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok per bulan

87. Apakah suami dan istri bersama-sama mengelola secara terbuka keuangan keluarga?

88. Apakah suami dan istri merencanakan bersama jumlah anak yang diinginkan atau alat kontrasepsi yang dipakai?

89. Apakah rumah yang ditempati memiliki ruang tidur terpisah antara orang tua dan anak?

90. Apakah pernah terjadi kekerasaan antar suami dan istri?

91. Apakah anggota keluarga terlibat masalah pelanggaran hukum?

92. Apakah terjadi kekerasaan antar orang tua dan anak?

93. Apakah keluarga pernah menunggak membayar listrik?

14. Apakah tujuan dari adanya program pendataan Carik Jakarta telah tercapai?

Jawab: Yang sudah tercapai dari adanya program pendataan Carik Jakarta adalah orang yang kurang mampu dapat menerima bantuan, data terkait stunting. Maka dari itu sebenarnya kita juga bersinergi dengan pihak lain. Di bidang

144 kesehatan biasanya dengan Puskesmas. Di bidang sosial ekonomi bisa dengan Dinas Sosial terkait.

15. Apakah sarana dan prasarana yang disediakan dimanfaatkan secara maksimal?

Jawab: Sarana yang disediakan sudah dimanfaatkan dengan baik seperti masing-masing kader memiliki telepn pintar untuk memasukan data dan informasi dari warga ke dalam aplikasi pendataan. Sedangkan prasarana penunjang seperti Gedung perkumpulan untuk membahas program yang sedang berjalan juga sudah dimanfaatkan.

16. Apakah proses pelaksanaan program pendataan sesuai dengan rencana?

Jawab: Setiap tahunnya proses pelaksanaan program pendataan sudah sesuai dengan jadwal yang ditentukan yaitu enam bulan dalam setahun. Selain itu tujuan dari adanya program pendataan Carik Jakarta yang selaras dengan visi misi TP PKK sedikit banyak sudah tercapai berdasarkan indikator yang tertera di dalam aplikasi pendataan.

17. Sebutkan apa saja yang sudah dan belum tercapai dari adanya Program Carik Jakarta?

Jawab: Secara umum dalam bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan sedikit banyak sudah menjadi lebih baik dengan terdatanya warga melalui program Carik Jakarta. Yang sudah tercapai dari adanya program pendataan Carik Jakarta adalah orang yang kurang mampu dapat menerima bantuan, data terkait stunting. Maka dari itu sebenarnya kita juga bersinergi dengan pihak lain. Di bidang kesehatan biasanya dengan

145 Puskesmas. Di bidang sosial ekonomi bisa dengan Dinas Sosial terkait

18. Bagaimana pendapat warga terkait adanya Program Carik Jakarta?

Jawab: Pendapat warga beragam dari yang tadinya kontra sekarang sudah lebih terbuka dan dapat diajak bekerja sama.

Meskipun begitu masih terdapat juga warga yang sulit untuk di data. Pendapat warga yang sudah terbuka pikirannya merasa dimudahkan dengan adanya program pendataan Carik Jakarta.

Data menjadi lebih valid dan akurat sehingga penyaluran program bantuan lainnya menjadi efektif, terarah dan tepat sasaran.

19. Apakah masyarakat aktif terlibat dalam semua kegiatan yang telah ditetapkan dalam program?

Jawab: Masyarakat yang sudah merasakan manfaat ataupun dampak baiknya terlibat aktif dan kooperatif.

20. Bagaimana harapan kedepannya terkait Program Carik Jakarta?

Jawab: Harapan terkait program pendataan Carik Jakarta kedepannya semoga kader yang terlibat dalam proses pendataan dan aplikasi yang digunakan untuk mendata menjadi lebih baik lagi. Warga yang didata juga semakin open minded. Dan yang terpenting semoga tujuan yang ingin dicapai dari adanya program pendataan Carik Jakarta dapat berjalan dengan lancer dan sesuai dengan rencana.

21. Bagaimana menurut anda terkait ketahanan keluarga berdasarkan aplikasi Carik Jakarta?

146 Jawab: Sebetulnya secara khusus tidak ada indikator ketahanan keluarga. Namun di dalam aplikasi Carik Jakarta terdapat pertanyaan terkait ketahanan keluarga yang kurang lebih dapat mencerminkan kondisi ketahanan keluarga.

Pertanyaan pada bagian ketahanan meliputi pengelolaan keuangan bersama antara suami istri, perencanaan jumlah anak dan alat kontrasepsi, pemisahan ruang tidur antara orang tua dan anak, kekerasaan antar suami istri, keterlibatan anggota keluarga dalam permasalahan hukum, kekerasaan antara orang tua dan anak, dan tunggakan dalam pembayaran listrik.

Sejujurnya pertanyaan diatas sifatnya sangat sensitif dan privasi ketika ditanyakan kepada masing-masing keluarga.

Namun dari pertanyaan tersebut setidaknya terdapat gambaran terkait keluarga tersebut. Hasil dari jawaban pada masing-masing keluarga tentu berbeda. Sejauh ini jawaban yang dapat diketahui dengan pasti adalah pemisahan ruang tidur anak dan orang tua, keterlibatan dalam permasalahan hukum, pembayaran listrik dan alat kontrasepsi yang digunakan.

147 Lampiran 2

Transkip Wawancara Informan : TP PKK

Nama informan : Giyamti

TTL : Gunung Kidul, 7 Juli 1968

Umur : 53

Jenis Kelamin : Perempuan

Jenjang Pendidikan : Sekolah Pendidikan Guru Hari dan Tanggal : 12 Juli 2021

Lokasi : Kelurahan Petukangan Utara Daftar Pertanyaan :

1. Apa yang anda ketahui tentang Program Carik Jakarta?

Jawab: Program Pemerintah DKI Jakarta untuk pendataan satu pintu.

2. Sejak kapan Program Carik Jakarta berlangsung?

Jawab: Sejak tahun 2019

3. Bagaimana langkah awal dalam proses pelaksanaan

3. Bagaimana langkah awal dalam proses pelaksanaan

Dokumen terkait