BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2. Saran
Untuk memperoleh rekomendasi pemupukan yang lebih komprehensip pada semua lokasi sentra pengembangan bawang merah varietas „lembah palu‟ di kawasan Lembah Palu, maka disarankan untuk juga dilakukan pengkajian pemupukan pada lokasi sentra produksi bawang merah yang secara khusus pada kondisi agroekosistem lahan sawah.
DAFTAR PUSTAKA
Adrizal dan Jalid. 1995. Pengaruh sumber bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Risalah Seminar BPPP Sukarami. Padang.
BPTP Sulteng, 2004. Satu Dasawarsa Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.
Buckman, H.O. dan N.C. Brady., 1982. Ilmu tanah. (Terjemahan Soegiman).
Bharatara Karya Aksara. Jakarta,. 788 hal.
C. Cys, E van Ranst, J. Debaveye and F. Beernaert, 1993. Land evaluation. Part III Crop Requirements. Agricultural Publications–No7; General Administration for Development Cooperation. Belgium.
Desiana, C., I.S. Banuwa, R. Evizal & S. Yusnaini, 2013. Pengaruh pupuk organik cair urin sapi dan limbah tahu terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agrotek Tropika 1(1):113-119, 2013
Dinas Pertanian Sulteng. 2005. Profil bawang merah lokal Palu. Sub-Din Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah. Palu.
Dirjen Tanaman Hortikultura, 2005. Kebijakan Perbenihan Tanaman Hortikultura.
Proseding Seminar Nasional Peran Perbenihan Dalam Revitalisasi Pertanian.
Kerjasama Departemen Pertanian RI dengan Institut Pertanian Bogor, tanggal 23 November 2005 di Bogor.
EPPO, 1994. Guideline on Good Plant Protection Practice. EPPO Bulletin 24, 233-240.
FAO, 2004. Term of Reference: Expert Consultation on Good Agricultural Practices, 10-12 November 2003. Food and Agriculture Organisation of the United Nation (FAO), Rome, Italy, Website: http://www.fao.org.
Feldmann, F., 2007. The Consept of Best Agricultural Practice. Published on occasion of the International Symposium “Best Practice in Disease, Pest and Weed Management”, 10-12 May 2007 - Berlin Germany.
Foth, H.D. 1994. Dasar-dasar ilmu tanah. Edisi ke 6. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Gardner, F.P; R. Brent Pearce and L. Mitkhell. 1991. Fisiologi tanaman budidaya.
Terjemahan, Herawati Susilo. Universitas Indonesia Press. Hal. 247-275.
Gomez, K.A. and A.A.Gomez., 1995. Prosedure statistik untuk penelitian pertanian.
Terjemahan Endang Syamsuddin dan Justika S Baharsjah. Edisi kedua. UI-Press. Jakarta.
Gomies, L. H. Rehatta, Dan J. Nandissa, 2012. Pengaruh pupuk organik cair RI1 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kubis bunga (Brassica Oleracea Var. Botrytis L.). Agrologia, Vol. 1, No. 1, April 2012, Hal. 13-20.
Hakim, N., M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.R. Saul, M.A. Diha, G.B.
Hong & H.H. Bailey, 1986. Dasar-dasar ilmu tanah. Universitas Lampung.
Lampung.
Hardjowigeno, S. 1986. Genesis dan klasifikasi tanah. Faperta IPB. Bogor.
Hariadi, A.S., 2011. Pengaruh pemberian beberapa dosis urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa l.). Skripsi.
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang Harsono. A, Tohari, D. Indradewa dan T. Adisarwanto. 2003. Ketahanan dan
aktivitas fisiologi beberapa genotipe kacang tanah pada cekaman kekeringan.
Jounal Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2, 2003: 51-62.
Hyam, DG. 2003. CurveExpert: A curve fitting system for windows, v 1.3.8.
http:/www.curveexpert.net. Diakses 1 agustus 2011.
Indranada, H.K. 1986. Pengelolaan kesuburan tanah. Bina Aksara. Jakarta.
Kelik, W. 2010. Pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair hasil perombakan anaerob limbah makanan terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Khandakar. 1994. Manual of methodes for physio-morphological studies of jute, kenaf and allied germplasm. International Jute Organisation. Dhaka, Baangladesh.
P. 11-15.
Koswara, 1988. Budidaya tanaman palawija dan jagung. Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Kuswanto, H., 2003. Teknologi Pemrosesan, Pengemasan dan Penyimpanan Benih.
Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Lamont, W.J. 1993. Plastic mulch fot the production of vegetable crop. Hort Technology: 3(1):35-39.
Levitt, L., 1980. Responses of plants to environmental stresses. Volume II Water, Radiation, Salt and Other Stresses. Academic Press, New York..
Lingga, P. 1989. Petunjuk penggunaan pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Ma, B.L., L.M. Dwyer, dan E.G. Gregorich. 1999. Soil nitrogen amendment effects on seasonal nitrogen mineralization and nitrogen cycling in maize production.
Agron. J. 91: 1003-1009.
Ma‟shum, M., Soedarsono, J., dan Susilowati, L.E. 2003. Biologi Tanah. Penerbit CPIU Pasca IAEUP Ditjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Marschner, H. 1986. Mineral nutrition of higher plants. Academic Press, New York.
Martin, E.C., D.C. Slack., K.A. Tanksley, and B. Basso.2006. Effects of fresh and composted dairy manureaplications on alfalfa yield and the environment in Arizona. Agron. J. 98: 80-84.
Mentan. 2011. Surat keputusan menteri pertanian tentang pelepasan bawang merah varietas Lembah Palu sebagai varietas unggul. Menteri Pertanian Republik Indonesia. Jakarta.
Mentan. 2011. Surat keputusan menteri pertanian tentang pelepasan bawang merah varietas lembah palu sebagai varietas unggul. Menteri Pertanian Republik Indonesia. Jakarta.
Muhammad-Ansar, Tohari dan Djoko-Mulyanto., 1996. Kajian pengaruh tenggang waktu pemberian air, bahan organik dan rhizobium terhadap penambatan N, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. BPPS-UGM, 9(1B). P: 129-140.
Muhammad-Ansar, 2005. Aplikasi Effective microorganisme dan pupuk hayati E2001 untuk meningkatkan hasil bawang merah. Jurnal Agrisains, Vol. I: (2) 14-19.
Muhammad-Ansar, 2007. Pengaruh lama waktu pemberian air dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Jurnal Ilmiah Univesitas PGRI.Yogyakarta.
Muhammad-Ansar, 2009. Kajian aspek fisiologi tiga varietas lokal bawang merah pada keragaman ketinggian tempat. Prosiding Kongres dan Seminar Nasional PERHORTI. Bogor.
Muhammad-Ansar, 2012. Pertumbuhan dan hasil bawang merah pada keragaman ketinggian tempat. Disertasi. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.
Muhammad-Ansar, Tohari, B.H. Sunarminto dan E, Sulistyaningsih., 2012.
Pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil bawang merah pada kadar air tanah dan ketinggian tempat berbeda. J. Agrivigor 10(2): 128-138.
Muhammad-Anshar, Bahrudin, I. Wahyudi., 2013. Pengaruh lama waktu pemberian air irigasi kincir, pupuk organik dan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas lembah palu. Makalah Seminar Nasional Pertanian Organik, tanggal 5 Desember 2013 di Universitas Tadulako. Palu.
Muhammad Ansar, Bahrudin dan I. Wahyudi, 2013a. Modifikasi Lingkungan Mikro Menggunakan Sungkup Plastik dan Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Varietas Lembah Palu Pada Agroekosistem Lahan Sawah.
Jurnal Agroland Vol 20 No. 1 April 2013.
Muhammad Ansar, Bahrudin dan I. Wahyudi, 2013b. Pengaruh Lama Waktu Pemberian Air Irigasi Kincir, Pupuk Organik Dan Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah Varietas Lembah Palu. Makalah Seminar Pertanian Organik, 5 Desember 2013 di Universitas Tadulako. Palu.
Radjagukguk, B. 1989. Kesuburan tanah. Bahan kuliah Pasca Sarjana. Program Studi Ilmu Tanah Program Pasca Sarjana UGM. Yogyakarta.
Rahayu, E. dan N. Berlian, V.A. 2007. Bawang Merah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Ratna, D. I. 2002. Pengaruh kombinasi konsentrasi pupuk hayati dengan pupuk organik cair terhadap kualitas dan kuantitas hasil tanaman teh (Camellia sinensis L.) O.Kuntze) Klon Gambung 4. Jurnal Ilmu Pertanian 10: 17 – 25.
Rizqiani, N.F., E. Ambarwati dan N. W. Yuwono, 2007. Pengaruh dosis dan frekuensi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil buncis (Phaseolus vulgaris L.) dataran rendah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol. 7 No.1 (2007) p: 43-53.
Rosmarkam, A dan Yuwono, N.W. 2006. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius.
Yogyakarta.
Sadjad, S., 1994. Kuantifikasi Metabolisme benih. PT. Gramedia Widiaasarana Indonesia. Jakarta.
Sadjad, S., 1997. Parameter pengujian vigor benih dari komparatif ke simulatif. PT.
Grasindo bekerjasama dengan PT. Sang Hyang Seri. Jakarta.
Salisbury, F.B. and C.W. Ross, 1992. Plant physiology. Wadsworth Publ. Co.
Belmont California.
Sanjaya, L., 1995. Kombinasi pupuk urea, TSP dan KCl pada tanaman jagung manis.
Jurnal Hortikultura. Balai Penelitian Tanaman Hias. Jakarta.
Sarief, S., 1986. Kesuburan tanah dan pemupukan tanah pertanian. Pustaka Buana.
Jakarta.
Sarno, 2009. Pengaruh kombinasi NPK dan pupuk kandang terhadap sifat tanah dan pertumbuhan serta produksi tanaman caisim. J. Tanah Trop., Vol. 14, No. 3, 2009: 211-219
Setyamijaya, D., 1986. Pupuk dan cara pemupukan. Simplex. Jakarta.
Setyorini, D., D. Indradewa dan E. Sulistyaningsih. 2008. Pengaruh umur pindah tanam dan warna mulsa plastik terhadap pertumbuhan dan hasil tomat. J.
Agrivita Volume 30 No. 2. p. 179-188.
Stevenson, F.J., 1982. Humus chemistry Genesis, Composition, Reaction. John Wiley and Sons. New York-Chichester-Brisbane-Toronto-Singapore, 443p.
Sutanto, D. 2002. Pertanian organik (menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan).
Kanisius, Jakarta.
Sutopo, L., 2002. Teknologi benih. Edisi Revisi. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Suyamto, H., 1993. Hara mineral dan pengelolaan air pada tanaman kacang tanah.
Hal. 108-137. Puslitbang Tanaman Pangan. Badan Litbang Pertanian. Hal 29-32.
Turk, K.J. , A.E. Hall, and C.W. Asbell. 1980. Drought adaptation of cowpea. I.
Influence of drought on seed yield. Agron. J. 72: 413-420.
Wigati, E.S., A. Syukur, dan D.K.Bambang. 2006. Pengaruh takaran bahan organik dan tingkat kelengasan tanah terhadap serapan fosfor oleh kacang tunggak di tanah pasir pantai. J. I. Tanah Lingk. 6 (2): 52-58.
Woldetsadik, K., 2003. Shallot (Allium cepa var. Ascolonicum) responses to plant nutrient and soil moisture in a sub-humit tropical climate. Doctoral diss. Dept.
Of Crop Science, SLU. Acta Universitatis agriculturae Sueciae. Agraria vol.
367.
Yetti, H, dan Elita, E., 2008. Penggunaan pupuk organik dan KCl pada tanaman bawang merah. Sagu Vol. 7 No. 1:13-18. Fakultas Pertanian Universitas Riau, Riau.
Yulius, A.K.P., Nanere, Arifin, S.S.R. Samosir, R. Tangkaisari, R., J.R. Lalopua, B.
Ibrahim dan H. Asmadi. 1997. Dasar-dasar ilmu tanah. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Jakarta.
Lampiran-Lampiran
Lampiran 1. Gambar kondisi beberapa tanaman bawang merah yang diberikan perlakuaan pupuk organik, pupuk anorganik (NPK) dan pupuk organik cair dari limbah kotoran ternak sapi
Lampiran 2. Artikel yang telah dipublikasi pada Seminar Nasional PERHORTI di Universitas Brawawijaya, pada 5-6 Nopember 2014