BAB VI PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka saran yang dapat diberikan, yaitu dapat mempertahankan usahanya dalam mengimplementasikan corporate social responsibility, sehingga usaha yang dikembangkan tetap ramah lingkungan dan tidak merugikan masyarakat dan makhluk hidup sekitar. Pelaku UMKM juga dapat memproduksi sendiri bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat batik, seperti menanam umbi-umbian sebagai bahan pewarna alami, dengan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga UMKM dapat memperluas cakupan lapangan pekerjaan di sekitar UMKM. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya, dapat memperluas cakupan wilayah penelitian, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih akurat mengenai corporate social responsibility UMKM batik yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
DAFTAR PUSTAKA
Anatan, L. Corporate Social Responsibility (CSR); Tinjauan Teoritis dan Praktik di Indonesia 2009.
A Tungga, saputra, dan vijaya. 2014. “Metodelogi Penelitian Bisnis”. Graha ilmu Yogyakarta.
Aryawan, M., Rahyuda, I. K., & Ekawati, N.W. 2017. Pengaruh Faktor Corporate Social Responsibility (Aspek Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan) terhadap Citra Perusahaan. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 6, No. 2, 604-633.
Bank Indonesia. 2011. Five Finger Philosophy: Upaya Memberdayakan,UMKM,(online),(http://www.bi.go.id/web/id/UMKMBI/ Koordinasi/Filosofi+Lima+Jari/,diakses 16 september 2016).
Edi Suharto. Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2006) hal 59.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Cetakan Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Khurotin, N. & Afrianty, T.W. 2018. Analisis Pelatihan dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia di PT Beon Intermedia Cabang Malang. Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 64, No. 1, 195-203.
Wiwoho. Corporate Social Responsibility (CSR) ditinjau dari Aspek Sejarah, Falsafah, Keuntungan, serta Kendalanya. MMH. Vol. 37 No. 2. 2008 Hal 110.
Kodrat, David Sukardi. 2009. Manajemen Strategik: Membangun Keunggulan BersaingEra Global di Indonesia Berbasis Kewirausahaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Statistik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun 2008-2009. Jakarta, 2009.
Mardikanto, Totok. 2014. CSR (Corporate Social Responsibility) (Tanggung Jawab Sosial Korporasi). Cetakan Kesatu. Alfabeta, Bandung.
Martono Anggusti, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, (Bandung : Books Terrace & Library, 2010) hal. 9.
Radyati, M.R. CSR dan Sustainable Development. Makalah disajikan dalam acara Launching MM-CSR Universitas Trisakti, Le-Meridien Hotel, Jakarta 2008, 12 Maret. Hal 1.
Rahmatullah, dan T. Kurniati, 2011. Panduan Praktis Pengelolaan CSR (Corporate Social Responsibility). Samudra Biru. Yogyakarta.
Rosyidah, N.A. 2017. Analisis Pengungkapan Triple Bottom Line dan Faktor yang Mempengaruhi. Jurnal Equity, Vol. 3, Iss. 4, 1-17.
Spilanne, James J.2008. Metodelogi penelitian Bisnis. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Sumarni, Murti dan Salamah Wahyuni. 2006. Metodologi Penelitian Bisnis. Andi, Yogyakarta.
Sudaryanto dan Hanim,Anifatul. 2002. Evaluasi kesiapan UKM Menyongsong Pasar Bebas Asean (AFTA) Analisis Perspektif dan Tinjauan Teoritis. Jurnal Ekonomi Akuntansi danManajemen, Vol 1 No 2, Desember 2002
Lampiran 1 Kuesioner
A. IDENTITAS RESPONDEN
Nama :………
Usia :…………. tahun
Jenis kelamin : Laki-laki/Perempuan *(coret yang tidak perlu) Agama : …………...……… Pendidikan terakhir : ...……… Pekerjaan utama : ………
Nama usaha : ……… Tahun pendirian : ………
Jumlah karyawan :……… Orang
B. DAFTAR PERTANYAAN
Bapak/Ibu diharapkan memilih salah satu dari dua alternatif jawaban yang telah tersedia. Berilah tanda centang () atau tanda silang (X) pada lingkaran (o) yang berada sebelum alternatif jawaban untuk jawaban yang Bapak/Ibu pilih.
Pertanyaan yang berkaitan dengan Corporate Social Responsibility (Tanggung jawab social Perusahaan)
Kategori lingkungan
G4-EN1 UMKM menggunakan bahan daur ulang
O Ya O Tidak
G4-EN2 Pemakaian energi (listrik, bahan bakar minyak atau gas) yang berasal dari sumber energy yang baik
O Ya O Tidak
G4-EN3 Membantu merawat dan melindungi lingkungan
O Ya O Tidak
G4-EN4 Mengetahui dampak langsung
penggunaan energy (listrik, bahan bakar
minyak atau gas) secara berlebihan G4-EN5 Membantu perbaikan lingkungan yang
rusak
O Ya O Tidak
G4-EN6 Membantu merawat dan melindungi lingkungan.
O Ya O Tidak
Kategori ekonomi
G4-EC1 Membuat pembukuan berkaitan dengan penerimaan bantuan keuangan/modal dari pemerintah setampat
O Ya O Tidak
G4-EC2 Pemberian upah sudah sesuai dengan standar
O Ya O Tidak
G4-EC3 Memperkerjakan masyarakat sekitar UMKM
O Ya O Tidak
G4-EC4 UMKM turut membantu dalam
membangun sarana dan prasarana lokasi sekitarnya
O Ya O Tidak
G4-EC5 UMKM membeli bahan baku dari masyarakat sekitarnya
O Ya O Tidak
Kategori Sosial
Praktek ketenagakerjaan dan Kenyamanan bekerja G4-LA1 Pemilihan karyawan berdasarkan
kelompok umumur, gender dan wilayah.
O Ya O Tidak
G4-LA2 Memberikan tambahan upah bagi karywan yang bekerja dengan baik.
O Ya O Tidak G4-LA3 Menerima saran dan pekerja mengenai
keselamatan kerja
O Ya O Tidak G4-LA4 Memberikan informasi bahaya
dampak produk kepada karyawan.
O Ya O Tidak G4-LA5 Memilki pelatihan pekerjaan O Ya O Tidak
Lampiran 2 Pedoman Wawancara Nama Pemilik :
Nama Usaha : Alamat :
1. Sudah berapa lama Bapak/Ibu menjalankan usaha ini?
2. Menurut anda, apakah usaha bapak sangat membantu dalam peningkatan roda ekonomi keluarga?
3. Bagaimana usaha UMKM Batik bapak/ibu dapat berkembang sampai sekarang?
4. Apakah usaha UMKM Batik bapak/Ibu dapat menjamin keberlangsungan usaha anda?
5. Bagaimana bapak?ibu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga anda? 6. Bagaimana bapak/ibu memperdayakan masyarakat sekitar anda dengan
adanya UMKM batik itu sendiri?
7. Apakakah UMKM Batik anda, berdampak dengan pencemaran lingkungan dengan adanya limbah yang ditimbulkan dari usaha anda
8. Bagaimana peran anda dalam menjaga lingkungan sekitar anda?
9. Bagaimana tanggapan masyarakat sekitar anda dengan adanya usaha UMKM Batik yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar anda yang tidak
Pedoman Wawancara
No Pertanyaan Narasumber Jawaban
1. Menurut Anda, Apakah usaha bapak/ibu sangat membantu
meningkatkan roda perekonomian keluarga?
Supriyadi (Batik Hella)
Sangat membantu, Mas, karena secara tidak langsung produk kami sangat bisa bersaing dengan batik yang berasal dari daerah lain, dan mempunyai harga jual yang baik
Simono (Batik Nada Collection)
Sangat, Mas. Usaha ini juga menjadi matapencaharian utama saya. Pendapatannya juga cukup lah untuk memenuhi kebutuhan keluarga
Lilis Haryati (Batik Cendana)
Iya, Mas, sangat membantu. Usaha
Ibu Tina (Batik Suparman)
Sampai saat ini membantu, walau masih belum besar, tapi lumayan bisa buat tambah-tambah beli beras Sajino (Batik
Gino)
Iya, sangat membantu.
Kismiati (Batik Marup)
Sangat membantu sekali.
Sarwidi (Batik Natural)
Sangat membantu. Batik kami sampai saat ini dapat bersaing dengan baik batik lain. Kami juga sudah punya pasar sendiri. Jadi hasil penjualannya dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
No Pertanyaan Narasumber Jawaban
Cukup untuk sekolah anak juga.
Sugiyem (Batik Sugiyem)
Cukup membantu,
meskipun usahanya belum lama tapi sudah lumayan penjualannya. Cukup buat bayar karyawan sama untuk makan sehari-hari.
Minton (Batik Minton)
Membantu sekali, karena memang usaha batik saya ini menjadi
matapencaharian utama saya.
Suhodo (Batik Suhodo)
Semenjak ada usaha batik ini, perekonomian keluarga saya semakin membaik. Mungkin karena batik kami sudah makin dikenal dan memiliki banyak pelanggan. Ndari (Batik
Raka)
Sangat membantu.
Sri Marwati (Batik Sri Endah)
Mungkin karena sekarang sudah banyak yang pesan batik kami, baik untuk dijual lagi atau untuk keperluan seragam kantor, jadi dibilang membantu meningkatkan
perekonomian, iya sangat membantu.
Sularto (Batik Sena)
Iya, membantu
perekonomian. Saya bisa dapat pemasukan tambahan dari sini.
No Pertanyaan Narasumber Jawaban Suyanto (Batik
Adi Mas)
Tentu saja sangat membantu. Sarino (Batik Sekar Mawar) Sangat membantu. Marsita (Batik Nardho) Sangat membantu meningkatkan perekonomian keluarga Supriyadi (Batik Cendana)
Jelas sangat membantu, Mas, makanya jadi pemasukan utama. Ripto (Louby
Batik)
Lumayan, Mas. Meskipun banyak yang usaha batik juga, tapi masih ada pelanggan setia dengan batik kami, seperti beli banyak untuk dijual lagi. Triatmo (Batik
Triatmo)
Jelas, sangat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Umi Haryati (Batik Umi Haryati) Alhamdulillah sangat membantu. Sudah banyak yang pesan juga, jadi pemasukkan juga lumayan banyak.
2. Bagaimana usaha
UMKM Batik Bapak/Ibu dapat berkembang sampai sekarang?
Supriyadi (Batik Hella)
Kuncinya Tuhan, kerja keras, inovatif menciptakan motif lain dan bervariasi
Simono (Batik Nada Collection)
Kerja keras, dan memasarkan hingga ke berbagai kalangan.
No Pertanyaan Narasumber Jawaban (Batik Cendana) batik, gambar maupun
pewarnaannya. Selain itu, juga harga yang diberikan dapat bersaing dengan batik pesaing.
Ibu Tina (Batik Suparman)
Berusaha membuat batik dengan kualitas yang terbaik, tidak
mengecewakan pelanggan. Sajino (Batik
Gino)
Kerja keras, menjaga kualitas, tidak
mengecewakan pembeli, dan jangan lupa berdoa. Kismiati (Batik
Marup)
Mengembangkan berbagai motif batik, jadi pembeli tidak akan merasa bosan dengan motif yang sama. Pembeli juga jadi punya banyak alternatif pilihan motif. Jadi setiap berapa bulan sekali atau periode tertentu, kami membuat beberapa motif baru, sehingga dapat menarik pembeli untuk membeli batik baru itu.
Sarwidi (Batik Natural)
Usaha batik seperti milik kami ini pasti tidak sedikit. Jadi pasti banyak penjual yang memiliki motif yang hampir serupa juga. Jadi, ya agar usaha batik kami ini berkembang, kami juga berusaha membuat variasi motif dan bentuk batik yang lebih menarik dan hanya ada
No Pertanyaan Narasumber Jawaban di kami. Lalu kami coba kenalkan ke pasar-pasar sasaran kami, yang lebih memungkinkan untuk menjadi pelanggan bahkan pelanggan setia kami. Sugiyem (Batik
Sugiyem)
Mencoba membuat batik dengan motif baru, yang berbeda dengan batik lain, jadi pelanggan punya alternatif lain, yaitu membeli batik kami. Minton (Batik
Minton)
Kerja keras dan berdoa, karena kalau tanpa ijin Tuhan, apapun yang kita perjuangkan tidak akan berhasil
Suhodo (Batik Suhodo)
Terus berusaha dan percaya kalau usaha kami akan tetap eksis dan batik kami disukai oleh orang-orang.
Ndari (Batik Raka)
Memperluas cakupan pasar. Jadi tidak hanya di Jawa Tengah-Jogja, tapi juga seluruh Indonesia, bahkan sampai luar negeri
Sri Marwati (Batik Sri Endah)
Menambah variatif batik, memperluas pasar, jadi batik dapat lebih dikenal banyak orang
Sularto (Batik Sena)
Memasarkan batik kepada masyarakat luas, jadi masyarakat bisa tau kalau ada usaha batik kami. Batik
No Pertanyaan Narasumber Jawaban kami juga memiliki motif yang agak berbeda, jadi bisa bersaing dengan batik lain. Harganya juga masih terjangkau, jadi tidak membebani pembeli. Suyanto (Batik
Adi Mas)
Membuat batik yang berkualitas, memberikan pelayanan yang baik kepada setiap pembeli, jadi pembeli tersebut akan merasa puas dengan batik dan pelayanan kami. Dari kepuasan
tersebut, dapat membentuk loyalitas pembeli, bahkan mempromosikannya produknya pada orang lain. Sarino (Batik
Sekar Mawar)
Menjaga kualitas batik, mengembangkan motif agar lebih variatif, menjaga kestabilan harga, menjaga komunikasi dengan pembeli maupun pemasok bahan-bahan membuat baik, promosi yang gencar. Marsita (Batik
Nardho)
Berusaha menciptakan batik dengan motif baru, biar variasinya lebih banyak. Supriyadi (Batik
Cendana)
Jangan mudah menyerah. Terus mencoba dan menciptakan motif baru agar lebih banyak pilihan batik yang dapat dipilih, karena selera orang kan beda-beda, ya. Jadi variasi motif penting untuk
No Pertanyaan Narasumber Jawaban
diperbanyak dan diperbarui. Ripto (Louby
Batik)
Mengembangan produk batik, tidak hanya berbentuk kain lembaran, namun juga dalam bentuk kemeja siap pakai. Motif juga harus dikembangkan biar lebih variatif.
Triatmo (Batik Triatmo)
Mengikut berbagai even atau pameran batik, promosi, dan membuat variasi batik.
Umi Haryati (Batik Umi Haryati)
Berusaha memasarkan produk, ke pasar yang lebih besar, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Terus jangan lupa berdoa, karena apa yang kita kerjakan juga harus dapat restu Allah agar bisa berjalan dengan lancar dan terus berusaha. Ikut
pameran dan lebih inovatif juga dalam menciptakan motif baru.
3. Apakah usaha UMKM Batik Bapak/Ibu dapat menjamin
keberlangsungan usaha Anda?
Supriyadi (Batik Hella)
Ya mampu, Mas, karena kami mempunyai produk khas dan sudah mempunyai pelanggan dan pasar
Simono (Batik Nada Collection)
Keberlangsungan usaha dapat terjamin kalau kami terus berusaha
mengembangan produk yang juga menyesuaikan
No Pertanyaan Narasumber Jawaban keinginan dan kebutuhan pembeli, seperti
menciptakan motif baru lagi.
Lilis Haryati (Batik Cendana)
Dengan terus menjamin kualitas batik yang diproduksi, ya bisa menjamin, Mas. Ibu Tina (Batik
Suparman)
Sejauh ini menjamin, Mas.
Sajino (Batik Gino) Menjamin Kismiati (Batik Marup) Bisa menjamin. Sarwidi (Batik Natural)
Ya bisa, Mas, menjamin.
Sugiyem (Batik Sugiyem)
Kalau terus dikelola dan dikembangkan dengan baik, pasti menjamin.
Minton (Batik Minton)
Kalau dilihat dari perkembangannya akhir-akhir ini sih bisa menjamin. Suhodo (Batik
Suhodo)
Bisa.
Ndari (Batik Raka)
Batik itu kan ciri khas bangsa ya, Mas. Jadi, ya bisa menjamin
keberlangsungan usaha ini. Karena kan pasti ada saja orang yang mau beli dan memakai batik, entah orang Indonesia sendiri atau orang
No Pertanyaan Narasumber Jawaban
asing yang tertarik. Tinggal kitanya saja yang bisa tidak mengembangkan dan mempertahankannya. Kalau dari saya sendiri, bisa. Sri Marwati
(Batik Sri Endah)
Iya, Mas, dapat menjamin.
Sularto (Batik Sena)
Bisa menjamin.
Suyanto (Batik Adi Mas)
Iya. Sejauh ini dapat menjamin.
Sarino (Batik Sekar Mawar)
Dengan penjualan yang terus meningkat, atau paling tidak stabil, bisa menjamin keberlangsungan usaha kami.
Marsita (Batik Nardho)
Kalau terus berkembang seperti sekarang, ya bisa. Supriyadi (Batik Cendana) Bisa. Ripto (Louby Batik) Iya, bisa. Triatmo (Batik Triatmo)
Pangsa pasar kami juga sudah cukup luas, jadi bisa menjamin.
Umi Haryati (Batik Umi Haryati)
Insyaallah menjamin, Mas, karena apa yang kita usahakan, perjuangkan dengan keras, dan disertai dengan doa, insyaallah hasilnya akan baik juga. 4. Bagaimana Bapak/Ibu Supriyadi (Batik Dengan cara mengelola
No Pertanyaan Narasumber Jawaban dapat meningkatkan
kesejahteraan keluarga Anda?
Hella) keuangan dengan baik, Mas, agar pengeluaran tidak penting bisa teratasi. Simono (Batik
Nada Collection)
Kesejahteraan keluarga dapat meningkat kalau usaha batik ini juga meningkat, karena kalau usaha meningkat,
pendapatan juga meningkat. Kalau pendapatan meningkat, maka kesejahteraan keluarga dapat terjamin. Lilis Haryati (Batik Cendana) Menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan. Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Ibu Tina (Batik
Suparman) Meningkatkan pemasukan keluarga. Sajino (Batik Gino) Kalau meningkatkan kesejahteraan ya jangan boros. Kalau ada uang lebih ditabung untuk masa depan keluarga, masa depan anak. Kismiati (Batik
Marup)
Mengelola keuangan dengan lebih baik. Jangan boros. Menabung untuk sekolah anak sampai tinggi. Kalau anak bisa sampai sarjana, kan nanti kehidupannya juga bisa sejahtera. Sarwidi (Batik
Natural)
Terus menjaga
keberlangsungan usaha ini, Mas. Kalau usaha ini tetap
No Pertanyaan Narasumber Jawaban
ada dan terus berkembang, kan kesejahteraan keluarga saya juga akan terjamin. Sugiyem (Batik
Sugiyem)
Yang jelas mengelola pengeluaran, jangan sampai uang yang diterima lebih sedikit dari yang
dikeluarkan. Minton (Batik
Minton)
Terus mengembangkan usaha ini, agar tetap berjalan dan memberikan
pemasukan. Suhodo (Batik
Suhodo)
Meningkatkan pemasukan dan mengelola keuangan dengan benar.
Ndari (Batik Raka)
Bisa mengelola keuangan dengan baik, jadi jangan sampai pengeluaran lebih banyak dari pemasukan. Sri Marwati
(Batik Sri Endah)
Sebisa mungkin
meningkatkan penjualan, Mas. Kan kalau penjualan meningkat, saya jadi punya pemasukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sularto (Batik Sena)
Cara meningkatkan kesejahteraan keluarga ya dengan mendirikan usaha batik ini, karena dengan demikian, saya jadi punya pemasukan untuk
mencukupi kebutuhan keluarga.
No Pertanyaan Narasumber Jawaban Suyanto (Batik
Adi Mas)
Yang jelas meningkatkan penjualan batik ini. Sarino (Batik
Sekar Mawar)
Meningkatkan pemasukan dengan meningkatkan penjualan. Lalu... mengelola usaha dengan baik dan mengelola keuangan dengan baik. Jadi kalau bisa, ya biaya yang dikeluarkan lebih diefisienkan, tapi tetap menjaga kualitas produk, ya. Lalu biaya efisien, kalau bisa pendapatan lebih maksimal.
Marsita (Batik Nardho)
Mengatur keuangan usaha dan keluarga. Kalau keduanya bisa dikelola dengan baik, kesejahteraan keluarga bisa ditingkatkan. Supriyadi (Batik Cendana) Bekerja keras mengembangkan usaha batik ini. Ripto (Louby Batik)
Tentu saja mempertahankan usaha batik ini tetap berjalan dengan baik,
mengembangkannya, juga mengelola keuangan dengan baik, meminimalisir
pengeluaran jadi lebih efisien.
Triatmo (Batik Triatmo)
Ya... menjalankan usaha ini dengan lebih baik, jadi kalau usaha berkembang, pendapatan juga
No Pertanyaan Narasumber Jawaban keluarga dapat terpenuhi. Umi Haryati
(Batik Umi Haryati)
Tidak boros. Bisa
mengendalikan pengeluaran dengan baik, artinya tidak membeli barang-barang yang tidak penting, dan mendahulukan yang penting dulu, seperti beras, dan bayar sekolah anak. 5. Bagaimana Bapak/Ibu
memberdayakan masyarakat sekitar dengan adanya UMKM batik itu sendiri?
Supriyadi (Batik Hella)
Dengan cara
mempekerjakan masyarakat sekitar yang tidak
mempunyai pekerjaan, ibu rumah tangga yang
membatik dijadikan pekerjaan sampingan Simono (Batik
Nada Collection)
Mengajak teman-teman di sekitar sini untuk ikut bergabung, membatik bersama, dan berjuang bersama melestarikan kebudayaan Indonesia. Lilis Haryati
(Batik Cendana)
Membuka lowongan kerja, yang sedang butuh
pekerjaan, silakan melamar. Tidak ada syarat khusus, yang penting mau belajar, karena membatik tidak bisa asal-asalan, butuh belajar membatik agar hasilnya bagus dan bernilai tinggi. Ibu Tina (Batik
Suparman)
Siapapun yang berminat dan membutuhkan pekerjaan, silakan melamar. Kami terima dengan tangan
No Pertanyaan Narasumber Jawaban terbuka.
Sajino (Batik Gino)
Membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Kismiati (Batik
Marup)
Memberi pelatihan
membatik bagi masyarakat. Bagi yang tertarik bisa ikut bekerja di sini juga.
Sarwidi (Batik Natural)
Yang jelas memberi pengertian kalau dengan membatik bisa melestarikan budaya Indonesia. Lalu mereka juga bisa dapat pemasukan kalau kerja di sini juga.
Sugiyem (Batik Sugiyem)
Ya, kita membuka lowongan kerja untuk orang-orang yang butuh pekerjaan.
Minton (Batik Minton)
Mempekerjakan masyarakat sekitar yang butuh
pekerjaan. Suhodo (Batik
Suhodo)
Mengadakan workshop, dan mengajak mereka yang berminat untuk bekerja bersama kami. Sama-sama melestarikan budaya Indonesia, juga bisa sama-sama menghasilkan pendapatan.
Ndari (Batik Raka)
Memberikan pengertian, pelatihan membatik, dan membuka lowongan kerja.
No Pertanyaan Narasumber Jawaban Sri Marwati
(Batik Sri Endah)
Mengadakan pelatihan membatik dan memberikan pekerjaan bagi mereka yang tertarik dan membutuhkan Sularto (Batik
Sena)
Kami membuka lowongan kerja. Suyanto (Batik Adi Mas) Pemberdayaannya bisa dilakukan dengan melakukan workshop membatik. Jadi kalau mereka yang ikut workshop tertarik untuk membuka batik sendiri, ya silakah, kalau mau ikut bekerja dengan kami juga mari. Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang
berminat bekerja. Sarino (Batik
Sekar Mawar)
Ya dengan memberikan pekerjaan kepada mereka yang membutuhkan. Mereka bisa bekerja mencari
tambahan uang, bisa sambil melestarikan batik juga. Marsita (Batik
Nardho)
Memberi pengertian kalau batik itu budaya kita yang harus dilestarikan. Jadi, kita bisa melestarikan batik dengan belajar membatik. Supriyadi (Batik
Cendana)
Memberi kesempatan bagi masyarakat sekitar sini untuk ikut bekerja bersama kami.
No Pertanyaan Narasumber Jawaban
Batik) usia, jenis kelamin, dan bisa atau tidaknya. Yang mau belajar membatik, ayo ke sini. Nanti kami ajari bagi yang belum bisa.
Triatmo (Batik Triatmo)
Mengajak masyarakat yang mau ikut ke sini.
Umi Haryati (Batik Umi Haryati)
Pertama memberikan pengertian kepada
masyarakat sekitar, kalau dengan membatik kita bisa melestarikan budaya. Lalu, dengan bergabung bersama kami, mereka selain bisa melestarikan budaya
membatik, mereka juga bisa mendapatkan pemasukan. Bisa mengurangi jumlah pengangguran juga di sini. Jadi bisa dibilang,
memberikan lapangan kerja buat mereka yang belum bekerja, atau tidak bekerja, seperti ibu rumah tangga. 6. Apakah UMKM Batik
Anda berdampak pada pencemaran lingkungan dengan adanya limbah yang ditimbulkan dari usaha Anda?
Supriyadi (Batik Hella)
Tidak, Mas, karena kami menggunakan bahan alami yang berasal dari alam.
Simono (Batik Nada Collection)
Bahan yang kami gunakan dari bahan alami, Mas. Jadi tidak mencemari
No Pertanyaan Narasumber Jawaban Lilis Haryati
(Batik Cendana)
Oh, tidak, Mas. Tidak ada limbah yang merusak alam. Ibu Tina (Batik
Suparman)
Kalau mencemari
lingkungan tidak, karena kami tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya.
Sajino (Batik Gino)
Produk kami menggunakan bahan alami. Jadi, tidak ada limbah yang mencemari lingkungan.
Kismiati (Batik Marup)
Sampai saat ini kami tidak menghasilkan limbah berbahaya, Mas, karena kami menggunakan bahan pewarna alami.
Sarwidi (Batik Natural)
Produksi kami tidak menyebabkan pencemaran lingkungan, karena kami juga menggunakan bahan alami.
Sugiyem (Batik Sugiyem)
Tidak. Kami tidak
menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Jadi tidak mencemari lingkungan. Minton (Batik
Minton)
Kami hanya menggunakan bahan-bahan alami dalam memproduksi batik. Jadi, limbah yang kami hasilkan juga tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Suhodo (Batik Suhodo)
Aman, Mas. Tidak ada limbah yang berbahaya.
No Pertanyaan Narasumber Jawaban Ndari (Batik
Raka)
Kalau limbah berbahaya yang mencemari lingkungan tidak ada, Mas.
Sri Marwati (Batik Sri Endah)
Kami menggunakan bahan-bahan alami, Mas. Jadi tidak ada pencemaran lingkungan yang berbahaya.
Sularto (Batik Sena)
Oh, tidak. Limbah batik kami aman, ramah lingkungan, karena dari bahan-bahan alami. Suyanto (Batik
Adi Mas)
Kalau limbah ada ya pasti. Tapi tidak banyak dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Sarino (Batik
Sekar Mawar)
Setiap usaha pasti ada limbah yang dihasilkan ya,