• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Corporate Social Responsibility sebagai upaya keberlangsungan usaha (Sustainable Growth) dan pemberdayaan masyarakat (studi kasus pada UMKM Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan Desa Jarum, Bayat, Klaten)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Implementasi Corporate Social Responsibility sebagai upaya keberlangsungan usaha (Sustainable Growth) dan pemberdayaan masyarakat (studi kasus pada UMKM Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan Desa Jarum, Bayat, Klaten)"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI UPAYA KEBERLANGSUNGAN USAHA (SUSTAINABLE GROWTH) DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi kasus padaUMKM Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat , Klaten). SKRIPSI. Oleh: Ludovicus Galih Estu Prasetya NIM: 132114160. PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019. i.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Skripsi. IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI UPAYA KEBERLANGSUNGAN USAHA (SUSTAINABLE GROWTH) DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi kasus padaUMKM Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten). Oleh: Ludovicus Galih Estu Prastya NIM: 132114160. Telah disetujui oleh:. Pembimbing. Dr. Fr. Ninik Yudianti , M.Acc.,QIA. Tanggal: 21 Mei 2019. ii.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PENGESAHAN. iii.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5 : 7). Skripsiku ini Ku persembahkan untuk Bunda Maria dan Tuhan Yesus Kristus Ayahku, Ibuku, Adikku, dan Elisabeth Lita Serta sahabat dan teman-temanku. iv.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN EKONOMI – PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI Yang bertanda tangan dibawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI UPAYA KEBERLANGSUNGAN USAHA (SUSTAINABLE GROWTH) DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi kasus padaUMKM Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat , Klaten) Dan dimajukan untuk diuji pada 11 November 2019 adalah hasil karya saya. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniri dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat sebagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya. Apabila saya melakukan hal tersebut diatas, baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijazah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.. Yogyakarta, 29 November 2019 Yang Membuat Pernyataan,. Ludovicus Galih Estu Prasetya. v.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama Nomor Mahasiswa. : Ludovicus Galih Estu Prasetya : 132114160. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya dengan berjudul: IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI UPAYA KEBERLANGSUNGAN USAHA (SUSTAINABLE GROWTH) DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi kasus padaUMKM Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat , Klaten) Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan, dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya untuk memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 29 November 2019. Ludovicus Galih Estu Prasetya. vi.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis skripsi bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1.. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan belajar dan mengembangkan kepribadian penulis.. 2.. Albertus Yudi Yuniarto, SE., M.B.A selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.. 3.. Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Ak., QIA., CA., selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma.. 4.. Dr. Fr. Ninik Yudianti , M.Acc., QIA., CSRA selaku dosen pembimbing skripsi yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.. 5.. Semua dosen fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma yang telah membagikan ilmu dan pengalamannya dalam proses perkuliahan.. vii.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6.. Semua pihak dari UMKM Batik Desa Trembono dan Jarum yang telah berkenan memberikan izin kepada saya untuk melakukan penelitian dan telah meluangkan waktunya untuk membantu saya dalam memperoleh data-data yang dibutuhkan dan informasi terkait dengan penelitian saya.. 7.. Bapak, Ibu, dan Adik serta keluarga besar yang selalu mendoakan, mendukung, dan mempercayai penulis dalam setiap proses penyusunan skripsi.. 8.. Teman-teman OMK Cawas dan Geng Cobra.. 9.. Teman-teman Akuntansi kelas D, Kontrakan Squad. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh. karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dan bermanfaat bagi penulis. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak yang memerlukan.. Yogyakarta, 29 November 2019 Penulis,. Ludovicus Galih Estu Prasetya. viii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ............................... v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................ vi KATA PENGANTAR ....................................................................................... vii DAFTAR ISI ...................................................................................................... ix DAFTAR TABEL ............................................................................................. xii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xiii DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xiv ABSTRAK ........................................................................................................ xv ABSTRACT ..................................................................................................... xvi BAB 1 PENDAHULUAN.................................................................................. 1 A. Latar Belakang ............................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .......................................................................... 5 C. Batasan Penelitian .......................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian ........................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian ......................................................................... 6 F. BAB I. Sistematika Penulisan ..................................................................... 6. LANDASAN TEORI ............................................................................. 8 A. Corporate Social Responsibility (CSR) .......................................... 8 B. Teori Stakeholder ......................................................................... 13. ix.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. C. Pembangunan Berkelanjutan (Sustainability Development) .......... 14 D. CSR Sebagai Praktik Pemberdayaan Masyarakat .......................... 15 E. Pertumbuhan Berkelanjutan (Sustainable Growth) ....................... 16 F.. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)................................ 17. G. Pemberdayaan UMKM ................................................................. 19 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 23 A. Jenis Penelitian............................................................................. 23 B. Subjek dan Objek Penelitian ......................................................... 23 C. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................... 23 D. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel ............................... 24 E. Populasi dan Sampel .................................................................... 25 F.. Jenis Data ..................................................................................... 25. G. Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 26 H. Teknik Analisis Data .................................................................... 27 BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN .............................................. 29 A. UMKM di Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul.............. 29 B. UMKM di Desa Jarum Bayat, Gunung Kidul ............................... 30 D. Peta Wilayah UMKM Desa Trembono dan Jarum ........................ 33 E. Profil Responden Perusahaan Batik .............................................. 34 BAB V ANALISI DATA DAN PEMBAHASAN ............................................ 36 A. Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR)................... 36 1. Aspek Lingkungan .............................................................. 36 2. Aspek Ekonomi .................................................................. 49 3. Aspek Sosial ....................................................................... 58. x.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Implementasi CSR dalam Menjamin Keberlangsungan Usaha dan Pemberdayaan Masyarakat ........................................................... 63 1. Aspek Lingkungan .............................................................. 64 2. Aspek Ekonomi .................................................................. 67 3. Aspek Sosial ....................................................................... 70 BAB VI PENUTUP .......................................................................................... 75 A. Kesimpulan .................................................................................. 75 B. Saran ............................................................................................ 77 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 78. xi.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL. Tabel 4.1 Tabel 5.1 Tabel 5.2 Tabel 5.3 Tabel 5.4 Tabel 5.5 Tabel 5.6. Profil Responden Pengrajin Batik Gunung Kidul ...................... 34 Implementasi Corporate Social Responsibility UMKM pada Aspek Lingkungan .................................................................... 37 Implementasi Corporate Social Responsibility UMKM pada Aspek Ekonomi ........................................................................ 49 Implementasi Corporate Social Responsibility UMKM pada Aspek Sosial ............................................................................. 58 Upaya Pemberdayaan Masyarakat Sekitar oleh UMKM dari Aspek Lingkungan .................................................................... 65 Upaya Pemberdayaan Masyarakat Sekitar oleh UMKM dari Aspek Ekonomi ........................................................................ 67 Upaya Pemberdayaan Masyarakat Sekitar oleh UMKM dari Aspek Sosial ............................................................................. 70. xii.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR. Gambar 4.1 Peta Wilayah UMKM Desa Trembono .................................... 33. xiii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1 Kuesioner ................................................................................. 81 Lampiran 2 Wawancara ............................................................................... 84 Lampiran 3 Dokumentasi ............................................................................. 111. xiv.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI UPAYA KEBERLANGSUNGAN USAHA ( SUSTAINABLE GROWTH ) DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Studi Kasus pada UMKM Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten. Ludovicus Galih Estu Prasetya 132114160 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) pada sentra industri Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten. Penelitian ini mengukur implementasi CSR dalam hal mengupayakan keberlangsungan usaha dan pemberdayaan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah studi kasus pada 20 UMKM Batik. Cara pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menghitung CSRi untuk menentukan tingkat penerapan CSR, mengukur keberlangsungan usaha, mengukur aspek pemberdayaan masyarakat, mendeskripsikan hasil analisis, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sentra Industri Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten telah mengimplementasikan CSR untuk mengupayakan keberlangsungan usaha dan pemberdayaan masyarak. Implementasi tersebut telah dilakukan berdasarkan tiga aspek, yaitu aspek lingkungan, ekonomi dan social. Contoh Implementasi CSR untuk mengupayakan keberlangsungan usaha adalah dengan cara merawat dan melindungi lingkungan yang rusak sedangkan implementasi CSR dalam pemberdayaan masyarakat adalah mempekerjakan masyarakat sekitar yang bekerja di UMKM Batik. Kata kunci: Corporate Social Responsibility, Keberlangsungan Usaha, Pemberdayaan Masyarakat, UMKM Batik Tulis. xv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY AS AN EFFORT OF SUSTAINABILITY AND COMMUNITY EMPOWERMENT A Case Study at Batik Micro Small and Medium Enterprises (MSME) in Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul, Jarum, Bayat, and Klaten Villages. Ludovicus Galih Estu Prasetya 132114160 Sanata Dharma University Yogyakarta 2019 The aim of this study is to find out how the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) at hand made Batik industry center in Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul and Jarum, Bayat, Klaten villages. This study examine the implementation of CSR in the Batik MSMEs industry center in terms of striving for sustainable growth and community empowerment. The type of this study is a case study that concist 20 Batik MSMEs. Data was collected by questionnaires, interviews and documentation. The data analysis is descriptively by calculating CSRi, analyzing questionnaires to measure business sustainability aspects of community empowerment, describing the results of the analysis, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the hand made Batik Industry Center in Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul, and Jarum, Bayat, Klaten villages have implemented CSR to strive for sustainable growth and community empowerment. The implementation has been carried out based on three aspects, namely environmental, economic and social aspects. An example of CSR implementation to strive sustainable growth by caring for and protecting of damaged environment, while empowering community is by employing people in the surrounding Batik MSMEs. Keywords: Corporate Social Responsibility, sustainable growth, community empowerment, Batik Micro Small and Medium Enterprises (MSME).. xvi.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Belum kokohnya fundamental perekonomian Indonesia saat ini, mendorong pemerintah untuk terus memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup besar dan memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar. Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama pasca krisis ekonomi. Disisi lain, UMKM juga menghadapi banyak sekali permasalahan, yaitu terbatasnya modal kerja, Sumber Daya Manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Pemberdayaan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia (Sudaryanto, 2011).. 1.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Manusia. melakukan. kegiatan. sosial. dan. ekonomi. untuk. keberlangsungan hidupnya, lingkungan merupakan tempat manusia tinggal, bekerja, beraktivitas, dan bersosialisasi tentunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Manusia melakukan kegiatan ekonomi dengan cara bekerja. Banyak perusahaan-perusahaan dibangun di sekitar pemukiman manusia dengan harapan agar manusia di lingkungan perusahaan dapat terlibat sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat serta bermanafaat bagi perusahaan. karena perusahaan mendapatkan tenaga kerja. Apabila suatu. perusahaan industri membuang limbah perusahaan ke lingkungan maka akan terjadi pencemaran lingkungan hingga terjadi degradasi kualitas maupun kuantitas lahan. Masalah-masalah dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat tersebut akhirnya memunculkan sebuah konsep yang diharapkan dapat memperkecil gesekan antara kepentingan perusahaan dan masyarakat, yaitu tanggung jawab sosial perusahaan. Perusahaan. semakin. menyadari. bahwa. kelangsungan. hidup. perusahaan juga tergantung dari hubungan perusahaan dengan masyarakat dan lingkungannya tempat perusahaan beroperasi. Hal ini sejalan dengan legitimacy theory yang menyatakan bahwa perusahaan memiliki kontrak dengan masyarakat untuk melakukan kegiatannya berdasarkan nilai-nilai justice, dan bagaimana perusahaan menanggapi berbagai kelompok kepentingan untuk tindakan perusahaan. Jika terjadi ketidakselarasan antara sistem nilai perusahaan dan sistem nilai masyarakat, maka perusahaan akan.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. kehilangan legitimasinya, yang selanjutnya akan mengancam kelangsungan hidup perusahaan (Tilt, 1994, Haniffa dan Cooke, 2005). Konsep CSR dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Konsep pertama menyatakan bahwa tujuan perusahaan adalah mencari profit, sehingga CSR merupakan bagian dari operasi bisnis. Sedangkan konsep kedua menyatakan bahwa tujuan perusahaan adalah mencapai laba (profit), mensejahterakan orang (people) dan menjamin keberlanjutan hidup dari planet (planet). Kedua konsep ini sangat berbeda. Tanggung jawab sosial perusahaan adalah komitmen berkelanjutan perusahaan untuk berperilaku secara etis dan memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kualitas hidup di tempat kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat yang lebih luas. Dari definisi ini, CSR secara internal merupakan kebijakan, praktek dan program yang terintegrasi dengan aktivitas perusahaan, rantai nilai dalam proses pengambilan keputusan. Corporate Social Responsibility juga merupakan sebuah komitmen berkesinambungan dari kalangan bisnis, untuk berperilaku secara etis dan memberi kontribusi bagi perkembangan ekonomi, dimana dengan itu akan meningkatkan kualitas kehidupan dari karyawan dan keluarganya, serta komunitas lokal dari masyarakat luas pada umumnya (Kodrat, 2009). Sentra Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan Desa. Jarum, Bayat, Klaten merupakan salah satu contoh UMKM yang. memiliki potensi. UMKM ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. lingkungan sekitar. Pentingnya keberadaan UMKM ini harus menjadi perhatian bagi para pelaku usaha untuk memiliki upaya yang dapat membuat sentra batik tetap beroperasi. Pelaku usaha harus memiliki komitmen agar selalu memiliki inovasi dan dapat mempertahankan kreatifitas yang telah diterapkan. Dengan komitmen tersebut, pelaku usaha akan memiliki kemauan pula untuk ikut mengembangkan lingkungan sekitas usaha. Sebagai sekumpulan UMKM batik, Sentra Batik ini akan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Namun untuk tetap mampu bersaing di pasar global, UMKM perlu terus menerus dikembangkan agar kegiatan usahanya tetap berlanjut (keberlangsungan usaha). CSR merupakan tanggung jawab perusahaan kepada seluruh kegiatan usaha (lingkungan dan karyawan) sebagai penyokong usaha. oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti ingin mengaitkan UMKM Sentra Batik dengan implementasi CSR agar dapat diperoleh kesimpulan apakah Sentra Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari dan desa Jarum, Bayat, Klaten telah mengimplementasikan CSR sebagai usaha. untuk. mempertahankan. keberlangsungan. usaha. dan. sebagai. pertanggungjawaban kepada masyarakat. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan,maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “ IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI UPAYA KEBERLANGSUNGAN USAHA. (SUSTAINABLE. GROWTH). DAN. PEMBERDAYAAN. MASYARAKAT “ dengan studi kasus pada sentra industri Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten..

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka penulis menarik rumusan masalah yaitu: 1. Bagaimana implementasi corporate social responsibility sebagai upaya keberlangsungan usaha (sustainable growth) di desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten? 2. Bagaimana. upaya. implementasi. corporate. social. responsibility. pemberdayaan masyarakat sekitar yang dilakukan UMKM di desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten?. C. Batasan Penelitian Penelitian ini pada aspek upaya keberlangsungan usaha (sustainable growth) berfokus pada inovasi yang diusahakan oleh pemilik usaha dalam mengusahakan. keberlangsungan. usahanya,. sedangkan. pada. aspek. pemberdayaan masyarakat berfokus pada peluang yang diberikan oleh pelaku UMKM melalui pemberian kerja kepada masyarakat setempat.. D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi corporate social responsibility sebagai upaya keberlangsungan usaha (sustainable growth) dan pemberdayaan masyarakat pada sentra industri Batik Tulis Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten..

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi UMKM Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan dengan menggunakan konsep Coporate Social Responsibility. 2. Bagi Peneliti Sebagai salah satu sarana pembelajaran bagi penulis untuk meningkatkan kemampuan dibidang penelitian ilmiah dalam mengungkap suatu masalah secara sistematis agar dalam memecahkan masalah yang ada dapat menggunakan metode ilmiah sehingga dapat menunjang ilmu pengetahuan. 3. Bagi Universitas Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan di bidang akuntansi mengenai konsep Corporate Social Responsibility dalam pemberdayaaan masyarakat (Sustainable Growth).. F. Sistematika Penulisan BAB I:. Pendahuluan Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan..

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. BAB II: Landasan Teori Bab ini menguraikan teori-teori yang mendukung topik dan permasalahan yang digunakan dalam penelitian. BAB III: Metode Penelitian Bab ini memuat penjelasan tentang metode penelitian yang akan digunakan dalam memperoleh data meliputi jenis penelitian, lokasi penelitian,teknik pengambilan sampel,sumber data,teknik pengumpulan data,dan teknik analisis data. BAB IV: Gambaran Umum Perusahaan Bab ini menguraikan tentang gambaran umum perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. BAB V: Analisis Data dan Pembahasan Bab ini menguraikan tentang analisis data,hasil penelitian serta pembahasan dari penelitian yang dilakukan. BAB VI: Penutup Bab ini terdiri dari kesimpulan yang diperoleh dari uraian pada bab V, keterbatasan dalam penelitian dan saran-saran bagi perusahaan..

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. A. Corporate Social Responsibility (CSR) 1. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan dalam menjalankan bisnisnya selalu berusaha untuk meningkatkan citra perusahaan, salah satunya dengan melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan. Saat ini kepentingan bisnis tidak hanya dalam pencapaian profit yang optimal, tetapi perusahaan dituntut juga untuk menjaga hubungan baik dengan lingkungan dan sosial dengan masyarakat sekitar, selain untuk memenuhi tanggung jawab sosial, CSR juga digunakan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kelangsungan usaha dan sebagai upaya dalam memenangkan persaingan bisnis. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan konsep yang masih terus berkembang sehingga CSR memiliki beraneka ragam definisi. Belum ada definisi tunggal serta kriteria spesifik mengenai konsep CSR dikarenakan. implementasi. dan. penjabaran. CSR. yang. dilakukan. perusahaan juga berbeda-beda. Dari keragaman pengertian CSR maka pengertian CSR dilihat beberapa aspek yaitu:. 8.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. a. Aspek ekonomi dan social Anatan (2009) mendefinisikan CSR sebagai komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi, untuk meningkatkan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, komunitas lokal, dan komunitas luas. b. Aspek lingkungan Institute of Chartered Accountants, jaminan bahwa organisasiorganisasi pengelola bisnis mampu memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, seraya memaksimalkan nilai bagi para pemegang saham (shareholders) mereka. c. Pembangunan berkelanjutan (sustainability development) Menurut Radyati (2008) perkembangan CSR tidak bisa terlepas dari konsep pembangunanberkelanjutan. sustainability (keberlanjutan) adalah keseimbangan antara people-planet-profit, yang dikenal dengansebutan 3P dalam konsep Triple Bottom Line. Sustainability terletak pada pertemuan antara tiga aspek, people-sosial, planetenvironment; dan profit-economic. Maka menurut Radyati (2008), perusahanharus bertanggung jawab atas dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Dari definisi tersebut, tersirat makna bahwa CSR harus dilaksanakan secara terus menerus agar tercipta pembangunan berkelanjutan yang merupakan inti dari CSR, sehingga elemen profit,.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. people, dan planet menjadi satu kesatuan utuh yang dapat memberikan manfaat yang besar dan menyentuh semua aspek kehidupan.Secara umum defenisi Corporate Social Responsibility (CSR) adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tangung. jawab. sosial. perusahaan. dan. menitikberatkan. pada. keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. d. Implementasi Corporate Social Responsibilty Saat ini mengimplentasikan CSR menjadi tren bagi dunia usaha. Komitmen untuk bertanggung jawab secara sosial disadari bahwa keuntungan untuk keberlangsungan jangka panjang perusahaan yang. hanya. bisa. didapat. dengan. adanya. kesejahteraan. masyarakat.Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai suatu bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan internal dan lingkungan eksternal, belum banyak dijadikan sebagai nama program atau kegiatan tersebut dalam perusahaan di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, penerapan program CSR melibatkan beberapa pihak yaitu perusahaan, LSM, masyarakat, dan pemerintah. Menurut Solihin (2011), terdapat 3 kondisi yang akan menjamin terlaksananya program CSR, yaitu:.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. 1) Implementasi CSR memperoleh persetujuan dan dukungan dari manajemen puncak perusahaan. Apabila program CSR mendapat persetujuan dari manajemen puncak, maka pelaksanaan program CSR akan secara penuh memperoleh sumber daya dari perusahaan. Sumber daya yang diperoleh ini meliputi sumber daya finansial dan sumber daya manusia. 2) Ditetapkannya pola hubungan (relationship) di antara pihak-pihak yang terlibat secara jelas. Hal ini akan meningkatkan kualitas koordinasi pelaksanaan program CSR. 3) Adanya pengelolaan program yang baik. Terwujudnya pengelolaan program yang baik akan terwujud apabila terdapat kejelasan tujuan program dan terdapat kesepakatan mengenai strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan program dari para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan CSR. e. Manfaat Corporate Social Responsibility Tanggung jawab sosial merupakan hal yang penting dalam suatu perusahaan baik dalam skala bisnis besar, menengah, kecil, maupun unit usaha mikro. Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan bukan sebagai bentuk amal industri tetapi lebih dari itu, CSR merupakan strategi bisnis baru bagi suatu industri seperti untuk meningkatkan citra positif perusahaan dimata masyarakat. Selain itu CSR juga sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. kepada stakeholder. Mardikanto (2014) mengemukakan 3 manfaat CSR untuk stakeholder sebagai berikut: 1) Manfaat CSR bagi masyarakat Perusahaan yang memperhatikan masyarakat dan lingkungan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat serta ikut berpartisipasi dalam usaha pelestarian lingkungan. CSR memberikan manfaat kepada masyarakat dalam bentuk: a) Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja, dan pelatihan. b) Pendanaan. investasi. komunitas. dan. pengembangan. infrastuktur. c) Keahlian komersial. d) Kompetensi teknis dan personal individual peerja yang terlibat. e) Representasi bisnis sebagai promosi bagi prakarsa-prakarsa komunitas. 2) Manfaat CSR bagi pemerintah CSR yang dilakukan oleh perusahaan memberikan kontribusi kepada pemerintah sebagai berikut: a) Dukungan. pembiayaan. karena. keterbatasan. anggaran. pemerintah untuk membiayai pembangunan yang berkaitan dengan kemiskinan. b) Dukungan sarana dan prasarana yang dimiliki maupun dibangun melalui kegiatan CSR..

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. c) Dukungan. keahlian. yang. diwujudkan. dalam. program. pengembangan kapasitas masyarakat. d) Keterlibatan LSM dalam kegiatan CSR merupakan sumber belajar dalam menumbuhkan, menggerakkan, dan memelihara partisipasi masyarakat dalam pembangunan. 3) Manfaat CSR bagi korporasi Manfaat CSR bagi korporasi adalah sebagai berikut: a) Mempertahankan dan mendongkrak reputasi serta citra merek perusahaan. b) Mendapatkan lisensi untuk beroperasi secara sosial. c) Melebarkan akses sumber daya bagi oprasi sosial. d) Membuka peluang pasar yang lebih luas. e) Mereduksi biaya, misalnya terkait dampak pembuangan limbah. f) Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan. g) Peluang mendapatkan penghargaan.. B. Teori Stakeholder Teoriyang melandasi pemikiran tentang CSR, salah satunya adalah teori stakeholder. Perusahaan harus memperhatikan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder), karena memiliki pengaruh yang besar bagi keberlangsungan hidup seluruh perusahaan (Azizah, 2011). CSR juga sebagai.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. strategi memuaskan stakeholder merupakan praktik bisnis yang terus menerus menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan eksternal. Menurut Lako (2011) bahwa teori ini juga mengatakan bahwa kesuksesan dan hidup mati perusahaan tergantung pada kemampuan perusahaan dalam menyeimbangkan kepentingan dari para stakeholder. Selanjutnya, peningkatan aksesibilitas dalam memperoleh permodalan, aksesibilitas. pemasaran produk,. serta. aksesibilitas. kebijakan untuk. memperoleh dukungan politik dari pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat. Menurut Mardikanto (2014), teori stakeholder memberikan beberapa manfaat, yaitu: 1. Organisasi dapat menggunakan CSR sebagai instrumenuntuk mencapai tujuan stakeholder. 2. Pendekatan stakeholder memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham, sementara juga meningkatkan total nilai tambah. 3. Kemampuan manajemen pemangku kepentingan akan terkait secara positif dengan pengembangan strategi lingkungan yang proaktif oleh UKM.. C. Pembangunan Berkelanjutan (Sustainability Development) Dalam UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Konsep pembangunan berkelanjutan mengintegrasi masalah lingkungan, sosial dan ekonomi. Mardikanto. (2014). mendefinisikan pembangunan berkelanjutan. sebagai suatu cara pandang mengenai kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam kerangka peningkatan kesejahteraan, kualitas kehidupan dan lingkungan umat manusia tanpa mengurangi akses dan kesempatan pada generasi yang akan datang untuk menikmati dan memanfaatkannya. Program CSR merupakan salah satu bentuk investasi industri untuk pembangunan berkelanjutan.. D. CSR Sebagai Praktik Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mardikanto (2014) CSR sebagai praktik pemberdayaan masyarakat oleh perusahaan,harus dilandasi dengan teori sebagai berikut: 1. Pembangunan berbasis masyarakat, yang mensyarakatkan partisipasi dan pemberdayaan. masyarakat,. tidak. hanya. berbasis. pada. modal. fisik,(sumber daya alam),tetapi juga memanfaatkan modal-sosial, modal spiritual, kearifan lokal dan budaya setempat. Pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk memperbaiki kapasitas dalam upaya pembangunan. 2. Pengembangan Masyarakat (community development), yang merupakan upaya sadar yang dilakukan oleh pihak luar (pemerintah, LSM, donor, dll) untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam masyarakat..

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. 3. Pemberdayaan masyarakat (community empowerment) Yang merupakan penguatan kapasitas individu, entitas, dan jejaring (sistem), baik kapasitas manusia, kapasitas usaha, kapasitas lingkungan, dan kapasitas kelembagaan.. E. Pertumbuhan Berkelanjutan (Sustainable Growth) Dalam istilah yang sederhana dan dengan mengacu pada bisnis, pertumbuhan yang berkelanjutan adalah pertmbuhan realistis yang dapat dicapai sebuah perusahan tanpa mendapatkan suatu masalah. Dalam bisnis apapun, prioritas utama adalah berkelanjutan usaha. Keberlanjutan usaha yang tanpa ditopang kepedulian terhadap aspek lingkungan dan sosial berpotensi menimbulkan kendala-kendala yang tentunya akan menghambat pencapaian keuntungan perusahaan karena ospek sosial dan lingkungan merupakan parameter untuk mengetahui apakah ada dampak positif atau negatif dari kehadiran perusahaan sebagai komunitas baru terhadap komunitas lokal (Rahmatullah dan Kurniati, 2011: 1). Meraih pertumbuhan yang berkelanjutan adalah perhatian utama dari semua perusahaan. Tetapi, mencapai tujuan ini bukanlah sesuatu yang mudah karena adanya isu-isu ekonomi yang berubah dengan cepat. Isu-isu tersebut memberikan tantangan unik untuk perusahaan dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Terdapat beberapa pendapat bahwa bisnis tidak mungkin mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan tanpa berfokus pada strategi pertumbuhan dan kemampuan pertumbuhan..

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. F. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang usaha Mikro, Kecil, Menengah menyatakan sebagai berikut: 1. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. 2. Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dialkukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah tersebut. 3. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh seorang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaa bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Kriteria usaha yang termasuk daam usaha Mikro Kecil dan Menengah telah diatur dalam payung hukum. Berdasarkan. Undang-. Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) Kriteria Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) Kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM digolongkan berdasarkan.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. jumlah asset atau jumlah penjualan tahunan yang dimiliki oleh sebuah usaha.Berikut adalah kriterianya. a. Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut: 1) Memiliki kekyaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00(lima puluh juta rupiah)tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau 2) Memiliki. hasil. penjualan. tahunan. paling. banyak. Rp300.000.000,00(tiga ratus juta rupiah) b. Kriteria Usaha Kecil adalah Sebagai Berikut 1) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00(lima puluh juta rupiah) samapai dengan paling banyak Rp500.000.000,00(lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau 2) Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga. ratus. juta. rupiah). sampai. dengan. paling. banyak. Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah). c. Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut. 1) Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.00(lima ratus juta rupiah). samapi. dengan. paling. banyak. Rp10.000.000.000,00(sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. 2) Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah). G. Pemberdayaan UMKM. Menurut. Suharto. Pemberdayaan. adalah. sebuah. proses. dan. tujuan.Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat. kekuasaan. atau. keberdayaan. kelompok. lemah. dalam. masyarakat, termasuk individu – individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai tujuan, maka pemberdayaan menunjukan pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial; yaitu masyarakat miskin yang berdaya, memiliki kekuasaan atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial seperti memiliki kepercayaan diri, maupun sosial seperti memiliki kepercayaan diri,. mampu. menyampaikan aspirasi,. mempunyai mata pencaharian, berprestasi dalam kegiatan sosial, dan mandiri dalam mela ksanakan tugas – tugas kehidupannya. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang. Usaha. Mikro, Kecil, Dan Menengah, Tujuan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM): 1. Mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang,berkembang, dan berkeadilan;.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. 2. Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah menjadi usaha yang tangguh dan mandiri; dan 3. Meningkatkan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataanpendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan rakyat dari kemiskinan. Dengan. itu pemberdayaan UMKM. sangatlah penting. dilaksanakan. Dilihat dari pengertian pemberdayaan, maka. untuk. pemberdayaan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah upaya untuk mengaktualisasikan potensi yang sudah dimiliki oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu. sendiri.. Jadi. pendekatan. pemberdayaan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) titik beratnya adalah penekanan pada pentingnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang. mandiri sebagai suatu sistem yang mengorganisir diri mereka. sendiri.Pendekatan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (UMKM) yang demikian diharapkan dapat memberi peranan kepada individu sebagai objek, tetapi justru sebagai subjek. pelaku pembangunan yang. menentukan masa depan dan kehidupan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).Pemberdayaan. Usaha. Mikro,. Kecil,. dan. Menengah. (UMKM) sebagai suatu rencana yang harus direncanakan serius dan lebih memfokuskan. pada upaya-upaya yang membuat pelaku Usaha Mikro,. Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu mengembangkan komunikasi antar mereka sehingga pada akhirnya mereka dapat saling berdiskusi secara kontruktif dan mengatasi permasalahan yang ada. Jadi ketika agen pengubah,.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. baik yang berasal dari lembaga pemerintahan atau non-pemerintah telah menyelesaikan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai suatu proses yang dapat terus berlangsung.. H. Penelitian Terdahulu Penelitian David Julian dengan judul “Analisis Penerapan Corporate Social Responsibility Dan Hambatan Penerapan Corporate Social Responsibility pada UMKM Batik” menilai penerapan CSR di Kampung Batik Giriloyo Imogiri Bantul berdasarkan GRI G4. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan teknik analisis data dengan teknik deskriptif kualitatif untuk menjelaskan penerapan CSR dan hambatan yang muncul dalam penerapannya. Data-data yang diteliti diperoleh melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Pengukuran variabel Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan dengan membandingkan item yang ada berdasarkan GRI G4 yang dilaksanakan dngan pengrajin batik dengan 70 item yang dinyatakan di dalam GRI G4 selanjutnya diukur menggunakan Corporate Social Responsibility Index (CSRi). Sedangkan pengukuran variable hambatan - hambatan CSR dilakukan dengan menggunakan skala nominal dengn pilihan jawaban tidak berpendapat, tidak setuju dan setuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencapai 73,43% UMKM Batik di Giriloyo telah menerapkan CSR dengan indeks CSR di atas 0,50. Penerapan CSR telah dilakukan pada aspek.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. perekonomian, aspek lingkungan dan aspek social. Contohnya adalah penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan, memberikan kesempatan kerja bagi lingkungan sekitar, adanya program pengolahan limbah sisa produksi, dan mengusahakan produk yang aman dan berkualitas..

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.Penelitian studi kasus adalah penelitian yang rinci mengenai suatu objek tertentu selama kurun waktu tertentu dengan cukup menyeluruh dan mendalam termasuk lingkungan dan kondisi yang ada.. B. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah pemilik UMKM batik tulis di desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah implementasi CSR sebagai upaya keberlangsungan usaha.. C. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di industri batik di Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat Klaten. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016-Januari 2017.. 23.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. D. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel Variabel penelitian merupakan suatu atribut,sifat,atau nilai dari sebuah individu obyek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu Wahyuni (2006). Dalam penelitian. ini,variabel yang digunakan adalah tentang. Implementasi CSR, Keberlangsungan Usaha (Sustainable Growth) dan Pemberdayaan Masyarakat. 1. Variabel Penelitian dan pengukurannya : Corporate Social Responsibility sendiri di ukur dengan dengan Kuesioner berupa Checklist GRI4, jadi jumlah jawaban dari kuesioner dibagi dengan jawaban pertanyaan dari kuesioner. Terdapat tiga indikator pengungkapan tanggung jawab ini, anatara lain indikator ekonomi, indikator lingkungan dan indikator sosial. Dalam penelitian ini hanya menggunakan 1 indikator GRI yaitu indikator sosial. Rumus penghitungan CSRi adalah CSRi=V/M. Keterangan: CSRi : Corporate Social Responsibility index V. : Jumlah item yang dilakukan perusahaan. M. : Jumlah item yang diharapkan. 2. Keberlangsungan usaha sendiri diukur dengan melihat peningkatan omzet dari usaha milik pelaku UMKM, Karyawan, dan pelanggan..

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. E. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM batik Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan Desa Jarum, Bayat, Klaten. 2. Sampel Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 UMKM batik di Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten.. F. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini : 1. Data primer yang akan dicari disini adalah data tentang implementasi CSR sebagai upaya keberlangsungan usaha, data tentang penghambat dan data yang mendukung CSR melalui keberlangsungan usaha dan masyarakat yang diberdayakan di UMKM Batik. Sedangkan data primer yang dicari dari masyarakat yang diberdayakan dalam penelitian ini adalah mengenai dampak pemberdayaan masyarakat yang disebabkan oleh adanya implementasi CSR. 2. Data sekunder dalam penelitian ini bisa diperoleh melalui kecamatan, kelurahan, paguyuban dan pelaku UMKM Batik. Data yang berhubungan dengan implementasi CSR melalui pemberdayaan masyarakat, gambaran umum tempat penelitian, jumlah pelaku UMKM Batik yang ada di desa Tancep, Trembono dan Desa Djarum..

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. G. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan: 1. Kuesioner Teknik ini dilakukan dengan mengajukan serangkaian daftar pertanyaan kepda pemilik dan pekerja UMKM batik di Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten. Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner berkaitan dengan Tanggung jawab sosial perusahaan dan upaya keberlangsungan usaha yang berhubungan dengan Tripple Bottom Line (Profit, Planet, People). 2. Wawancara Teknik ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lisan kepada pemilik dan pekerja UMKM batik Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten. Wawancara yang dilakukan terkait dengan topic implementasi corporate social responsibility sebagi upaya keberlangsungan usaha dan pemberdayaan masyarakat. 3. Dokumentasi Teknik ini dilakukan untuk mendokumentasikan bagaimana kegiatan membatik di Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul dan desa Jarum, Bayat, Klaten. ini mampu memberdayakan masyarakat dan Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan..

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. H. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik analisis data deskriptif dan kualitatif, dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menghitung Corporate Social Responsibility Index (CSRi) Penghitungan CSRi digunakan untuk mengetahui berapa indeks CSR yang dilakukan oleh setiap UMKM batik. Setelah diketahui hasil CSRi dari setiap UMKM batik, selanjutnya CSRi akan dirata-rata untuk keseluruhan UMKM dan dianalisis untuk mengetahui berapa indeks CSRi yang menjadi populasi sasaran. Apabila responden memiliki CSRi di bawah rata-rata, maka CSRi-nya rendah dan apabila responden memiliki CSRi di atas rata-rata maka CSRi-nya tinggi. 2. Mengukur keberlangsungan usaha (Sustainable Growth) Untuk mengukur keberlangsungan usaha (Sustainable Growth) UMKM batik di Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul, menggunakan data dari hasil wawancara serta kuesioner dan menganalisis datadengan analisis statistik deskriptif. Data yang diperoleh berdasarkan kuesioner dengan skala nominal.. 3. Mengukur Pemberdayaan Masyarakat Dalam mengukur pemberdayaan masyarakat pada UMKM batik Desa Tancep, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, yang diperoleh dari hasil checklist CSR berdasarkan indikator sosial GRI..

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. 4. Mendeskripsikan dan menganilisis implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap keberlangsungan usaha. Pada tahap ini, penulis akan mendeskripsikan dan menganalisis apakah implementasi program CSR yang dilakukan oleh UMKM batik Desa Tancep dapat menunjang keberlangsungan usaha dan pemberdayaan masyarakat. Deskripsi dan analisis ini dilakukan berdasarkan hasil dari kuesioner dan wawancara. 5. Penarikan kesimpulan Pada langkah ini, penulis akan melakukan penarikan kesimpulan dari hasil analisis data. Kesimpulan berupa summary maupun jawaban atas rumusan masalah yang telah ditentukan pada bagian awal riset (Umar, 2007)..

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. A. UMKM di Desa Trembono, Gedang Sari, Gunung Kidul Desa Trembono, Gunung Kidul terkenal dengan pengerajin batiknya. Jenis-jenis batik yang diproduksi beraneka macam, mulai dari batik tulis, cap, dan lain-lain. Pengusaha-pengusaha batik di Desa Trembono ini memulai usahanya sejak tahun 2005. Di desa Trembono terdapat 4 UMKM dan masing-masing dari setiap UMKM memliki karyawan sebanyak 5-15 orang dan sekarang sudah bertambah menjadi satu UMKM memiliki karyawan sekitar 30 orang. Batik Tancep atau dikenal dengan nama Batik Tulis Tancep merupakan kerajinan batik yang dihasilkan oleh pengrajin batik di Gunung Kidul. Proses pembuatannya masih tradisional dengan pembuatan motif secara manual dan pewarnaan dengan bahan alami. Pemasaran Batik Tancep ini sementara mengikuti pasar batik yang ada disekitarnya yaitu Yogyakarta dan Solo karena pembeli beelum banyak yang datang langsung ke lokasi atau pusat pembuatan. Batik motif Tancep diproduksi berdasarkan pesanan, dan hingga saat ini ada 12 (dua belas) jenis batik tulis dengan beragam bentuk motif, diantaranya, motif babon angrem, bokor mas, gajah birowo, sekar jagad, ganggeng, galaran prahu, sekar kanthil, candi dan wahyu tumurun.. 29.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. Sejak tahun 2012 UMKM desa Trembono ini berkembang, baik dari segi internal maupun eksternal. Perkembangan dari segi internal yaitu semakin berkembangnya alat produksi dari yang tradisional menjadi lebih modern yang bisa menunjang produksi. Dari segi eksternal Batik di Desa Trembono ini sering mengikuti pameran dan perlombaan dalam event-event besar maupun yang sedang. Hasilnya UMKM di Desa Trembono ini pernah menjuarai salah satu event tersebut. Perkembangan usaha Batik saat ini sangat pesat di dalam negeri maupun luar negeri. Batik yang popular untuk di UMKM desa Trembono ini adalah batik tulis. Batik tulis sering menjadi incaran para konsumen di saat event maupun pameran. Untuk batik cap biasanya diincar oleh kalangan para pelajar dan pegawai negeri sipil (PNS). UMKM Batik di Desa trembono ini selain memasarkan produknya di dalam negeri juga memasarkan produknya hingga ke luar negeri antara lain Kanada, Belanda dan Prancis. B. UMKM di Desa Jarum Bayat, Gunung Kidul Bayat adalah sebuah kampung atau desa yang terletak pada bagian paling selatan Kabupaten Klaten, berbatasan dengan kawasan Gunung Kidul. Dari kota Klaten, daerah ini bisa ditempuh dengan berkendara ke arah selatan sejauh kurang-lebih 15 kilometer atau sekitar 15 hingga 20 menit. Letak geografis Kecamatan Bayat berada 12 km dari Kabupaten Klaten ke arah selatan Jawa Tengah. Bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Kecamatan Bayat memiliki 18 desa, mata pencaharian.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. penduduk selain bertani juga membuat gerabah dan membatik. Nama Bayat berasal dari kata tem-bayat-an yang berarti hidup rukun saling membantu dan bersinergi. Batik Tulis yang sudah dikenal (ciri khas) di desa jarum yaitu batik tulis kopi pecah, remukan dan latar putih. Ada banyak sekali rumah produksi Batik yang terdapat di Desa Jarum dan sudah puluhan tahun dikenal sebagai penghasil Batik Tulis berkualitas. Setiap rumah produksi batik ini biasanya dimiliki oleh seorang saudagar atau juragan yang mempekerjakan belasan hingga puluhan pembatik, baik tetap maupun lepas (dikerjakan di rumah). Terdapat 16 UMKM di desa Djarum dan setiap UMKM mempunyai 3-30 karyawan.. C. Ukuran Usaha UMKM Sebagai salah satu Industri kecil yang begerak di bidang UMKM, sentra industri Batik di Desa Trembono dan Jarum mampu berperan penting dalam perkembangan ekonomi yang berada di Indonesia, UMKM batik sendiri mempunyai pengaruh pengaruh signifikan terhadap perkembangan industri kecil yang berada di daerah Trembono da Jarum, terlebih batik sendiri telah diakui sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia oleh UNESCO. Dalam proses membatik para pelaku UMKM yang berada di Desa Trembono dan Jarum tentunya mereka mengeluarkan modal yang besar untuk proses membatik. Penghasilan merekapun juga tidak sedikit, Batik Tulis yang mereka buat pemasaranya tidak hanya di pasar lokal saja.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. tapi juga sampai mancanegara seperti Amerika Serikat, Belanda, Australia dan juga Canada. Rata-rata omset penjualan mereka di pasar lokal maupun pasar internasional. Menurut hasil wawancara saya ketika melakukan penelitian di sana pengasilan mereka mencapai Rp. 50.000.000-350.000.000 Juta Per bulannya, dengan begitu hasil laba yang mereka peroleh bisa menjadi pendongkrak ekonomi dan bisa membantu serta mengurangi penganguran yang ada di daerah Trembono dan Jarum. Batik tulis yang dihasilkan oleh UMKM dari desa Tancep dan Trembono memang bernilai tinggi, batik yang dihasillkan sangatlah berkualitas. Motif dan kerumitan desain batik yang diproduksi oleh UMKM mampu menambah nilai plus bagi pengunjung yang datang langsung untuk membeli produk batik yang dihasilkan, semakin hari Trend batik di kalangan masyarakat Indonesia semakin meningkat, berbagai model dan desain baju banyak bermuculan dan sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia..

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. D. Peta Wilayah UMKM Desa Trembono dan Jarum.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. E. Profil Responden Perusahaan Batik. No. Nama. 1.. Supriyadi. 2.. Simono. 4. 5.. Lilis Haryati Ibu Tina Sajino. 6.. Kismiati. 7.. Sarwidi. 8.. Sugiyem. 9.. Minton. 10.. Suhodo. 11.. Ndari. 12. 13.. Sri Marwati Sularto. 3.. Profil Responden Pengerajin Batik Gunung Kidul Jenis Alamat Umur Agama Kelamin Tancep, Trembono, Gedangsari, 48 Tahun Kristen Laki-laki Gunung Kidul Tancep, Trembono, Gedang Sari, 42 Tahun Islam Laki-laki Gunung Kidul Tancep, Trembono, Gedang Sari 50 Tahun Islam Perempuan Gunung Kidul Pendem , Jarum, Bayat , Klaten 40 Tahun Islam Perempuan Pendem, Jarum, Bayat, Klaten 43 Tahun Islam Laki-laki Karang Gumuk, Jarum,Bayat, 41 Tahun Islam Perempuan Klaten Pendem, Jarum, Bayat, Klaten 48 Tahun Islam Laki-laki Kaliso, Jarum, Bayat, Klaten Karang Gumuk, Jarum, Bayat, Klaten Karang Gumuk, Jarum, Bayat, Klaten Karang Gumuk, Jarum, Bayat, Klaten Pendem, Jarum, Bayat, Klaten Pendem, Jarum, Bayat, Klaten. Pendidikan. Nama Usaha. SMP. Batik Hella. SMP. Batik Nada Collection. SD. Batik Cendana. SD SD. Batik Suparman Batik Gino. SD. Batik Marup. SD SD. Batik Natural. 36 Tahun. Islam. Perempuan. Batik Sugiyem. 42 Tahun. Islam. Perempuan. SD. Batik Minton. 39 Tahun. Islam. Laki-laki. SLTA. Batik Suhodo. 43 Tahun. Islam. Perempuan. SD. Batik Raka. 45 Tahun 37 Tahun. Islam Islam. Perempuan Laki-laki. SD SMP. Batik Sri Endah Batik Sena.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. No. Nama. Alamat. Umur. Agama. Jenis Kelamin. Pendidikan. Nama Usaha. 14.. Suyanto. Pendem, Jarum, Bayat, Klaten. 41 Tahun. Islam. Laki-laki. SLTA. Batik Adi Mas. 15.. Sarino. 52 Tahun. Katolik. Laki-laki. Sarjana. Batik Sekar Mawar. 16. 17. 18. 19.. Marsita Supriyadi Ripto Triatmo Umi Haryati. 42 Tahun 44 Tahun 50 Tahun 43 Tahun. Islam Islam Islam Islam. Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki. SLTA SD SD SMP. Batik Nardho Batik Cendana Louby Batik Batik Triatmo. 46 Tahun. Islam. Perempuan. SLTA. Batik Umi Haryati. 20.. Karang Gumuk, Jarum, Bayat, Klaten Jarum, Bayat, Klaten Jarum, Bayat, Klaten Jarum, Bayat , Klaten Jarum, Bayat, Klaten Karang Gumuk, Jarum, Bayat, fKlaten. Berdasarkan tabel di atas dapat di lihat UMKM di Desa Trembono terdapat 4 UMKM dan di Desa Jarum terdapat 16 UMKM. Pemilik UMKM Batik di Desa Trembono dan Desa Djarum rata-rata sudah cukup lama berkecimpung di dunia perbatikan. Usia pengerajin dari data di atas didapat yang paling muda berumur 36 tahun dan yang paling tua berumur 52 tahun dan untuk agama 2 orang beragama Kristen dan katolik, sisanya beragam islam. Sementara untuk pendidikan terakhir yang ditempuh dari masing-masing responden yaitu 11 orang lulusan SD, 4 orang lulusan SMP, 4 orang lulusan SLTA, dan 1 orang lulusan Sarjana. Semua UMKM yang terdaftar di atas adalah UMKM yang masih aktif dalam menjalankan produksinya dan berproduksi setiap hari..

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. A. Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Bentuk implementasi CSR dalam penelitian ini diukur menggunakan Corporate Social Responsibility index (CSRi). CSRi menunjukkan bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan UMKM pada lingkungan sekitar. UMKM juga dapat menjaga kelangsungan usahanya melalui CSR, karena melalui program CSR yang dilakukan, UMKM dapat menunjukkan komitmennya untuk. ikut. menjaga dan meningkatkan perekonomian. lingkungan sekitar. Oleh karena itu, untuk mengetahui implementasi CSR UMKM sebagai upaya keberlangsungan usaha di Desa Jarum Bayat dan Desa Trembono, maka penelitian ini menggunakan kuesioner dalam pengambilan data berdasarkan indikator sosial GRI-G4. Penilaian dilakukan terhadap tiga aspek utama, yaitu aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek sosial.. 1. Aspek Lingkungan Aspek lingkungan dalam corporate social responsibility terkait dengan tanggung jawab pelaku usaha terhadap lingkungan sekitar UMKM. Aspek lingkungan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan lima indikator yang dapat dilihat pada Tabel 5.1. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa pada aspek lingkungan, diperoleh rerata sebesar 84% dimana nilai tersebut termasuk tinggi. Hal demikian berarti bahwa mayoritas pelaku UMKM telah. 36.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. mengimplementasikan. corporate. social. responsibility. pada. aspek. lingkungan dalam usahanya. CSR yang dilakukan UMKM tersebut diukur menggunakan lima indikator dalam GRI-G4, dan dari kelima indikator tersebut menjelaskan bahwa dalam praktiknya UMKM telah menggunakan bahan daur ulang dalam operasionalnya, melakukan penghematan energi yang digunakan, merawat dan melindungi lingkungan sekitar, hingga membantu perbaikan lingkungan yang mengalami kerusakan. Tabel 5.1 Implementasi Corporate Social Responsibility UMKM pada Aspek Lingkungan Kode. Pernyataan. G4-EN1. UMKM menggunakan bahan daur ulang Pemakaian energi (listrik, bahan bakar minyak atau gas) yang berasal dari sumber energi yang baik. Membantu merawat dan melindungi lingkungan Mengetahui dampak langsung pengunaan energi (listrik, bahan bakar minyak atau gas) secara berlebihan. Membantu perbaikan lingkungan yang rusak Rerata. G4-EN2. G4-EN3 G4-EN4. G4-EN5. Ya Jumlah % 16 80. Tidak Jumlah % 4 20. 20. 100. 0. 0. 17. 85. 3. 15. 16. 80. 4. 20. 15. 75. 5. 25. 84. 16. Indikator tertinggi ada pada “pemakaian energi (listrik, bahan bakar minyak atau gas) yang berasal dari sumber energi yang baik”, yaitu sebesar 100%, artinya seluruh UMKM sudah dapat menggunakan dan memanfaatkan energi/bahan bakar secara bijak/tidak berlebihan, seperti penggunaan minyak tanah hanya untuk memanaskan lilin batik dan penggunaan kayu bakar untuk proses pewarnaan. Selanjutnya, diikuti.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. dengan indikator “membantu merawat dan melindungi lingkungan” sebesar 85%, artinya mayoritas UMKM menggunakan bahan-bahan alami dalam proses membatik, mulai dari lilin batik hingga pewarna batik, sehingga limbah yang dihasilkan selama proses membatik tidak merusak lingkungan sekitar. Indikator “UMKM menggunakan bahan daur ulang” dan indikator “Mengetahui dampak langsung penggunaan energi (listrik, bahan bakar minyak atau gas) secara berlebihan” masing-masing sebesar 80%. Hal demikian berarti bahwa UMKM berusaha memanfaatkan bahan-bahan sisa yang masih bisa digunakan untuk produksi batik, seperti lilin batik yang belum habis dalam satu produksi dapat digunakan lagi untuk produksi selanjutnya. UMKM juga menghemat pemanfaatan bahan bakar minyak tanah, sehingga dapat menghemat penggunaan minyak tanah yang sudah jarang ditemui secara umum. Indikator “membantu perbaikan lingkungan yang rusak” sebesar 75%, artinya UMKM turut memperbaiki lingkungan sekitar yang rusak sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap lingkungan, seperti melakukan penanaman pohon di lingkungan sekitar. Hal demikian sejalan dengan hasil wawancara terhadap seluruh narasumber terkait upaya yang dilakukan pelaku UMKM dalam mengimplementasikan. corporate. social. responsibility. lingkungan. Upaya yang dilakukan sebagai berikut.. pada. aspek.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. a. Menggunakan bahan alami dan tidak mencemari lingkungan Menjaga lingkungan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan bagi setiap orang, termasuk pelaku UMKM, untuk tidak menimbulkan limbah berbahaya. Hal demikian sesuai dengan item kuesioner pada aspek lingkungan nomor 3 atau pada kode G4-EN3, yaitu “membantu merawat dan melindungi lingkungan.” Salah satu cara untuk menjaga lingkungan yang dilakukan UMKM yaitu dengan menggunakan bahan-bahan alami. Hal demikian sesuai dengan kutipan wawancara berikut. “Salah satunya dengan menggunakan bahan-bahan alami dalam produksi batik. Lalu tidak membuang limbah sembarangan. Membuang sampah pada tempatnya.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Cendana) “Kami hanya menggunakan bahan pewarna alami, ramah lingkungan, seperti pewarna berbahan akar kayu, kulit kayu dan buah, umbi-umbian dan sebagainya.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Louby Batik) “Yang jelas tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya dalam setiap produksi, agar pekerja kami aman, dan pembeli yang membeli produk kami juga merasa nyaman saat memakai produk kami.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Triatmo) “Kalau dari kami, ya berusaha untuk menggunakan bahan-bahan alami tadi. Jadi limbah yang kami hasilkan tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Umi Haryati) Ungkapan dalam hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan pemilik UMKM dalam menjaga lingkungan sekitar dengan menggunakan bahan-bahan alami dalam memproduksi batik, seperti pada lilin batik. UMKM batik menggunakan lilin batik.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. dengan berbagai warna yang dapat diaplikasikan pada kain batik. Lilin batik yang digunakan menggunakan berbagai warna sesuai dengan konsep atau tema gambar batik yang hendak dibuat. Selain lilin batik, UMKM juga menggunakan pewarna alami untuk memberikan warna pada tiap batik yang dibuat. Pewarna dan lilin batik yang digunakan UMKM batik di Desa Jarum dan Desa Tancep terbuat dari bahan-bahan alami. Bahan-bahan yang digunakan UMKM untuk membatik berasal dari akar dan kulit kayu, umbi-umbian, buah-buahan, sayuran dan sebagainya, yang dapat menghasilkan warna yang dibutuhkan dalam membuat batik. Namun pengaplikasiannya membutuhkan beberapa kali pengulangan, karena warna alami yang dihasilkan tersebut tidak secerah pewarna tekstil. Proses pembuatan warna batik dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar lingkungan UMKM. Hal demikian bertujuan selain untuk memanfaatkan sumber daya lingkungan sekitar, UMKM juga hendak mengajak masyarakat sekitar untuk bercocok tanam sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta memenuhi kebutuhan UMKM terhadap bahan-bahan pewarna alami, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk mengadakan bahan-bahan pembuat batik dapat diminimalisir serta memberdayakan sumber daya alam sekitar. Pemilihan pewarna alami tersebut. juga didasarkan pada. kepedulian pelaku UMKM batik terhadap lingkungan sekitar. Hal.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. demikian dikarenakan proses membatik yang dilakukannya pasti menghasilkan limbah. Namun, jika menggunakan bahan-bahan alami seperti yang narasumber lakukan untuk menghasilkan produk-produk batiknya, setidaknya limbah batik yang diproduksi dapat diminimalisir dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. Penggunaan bahan alami dimaksudkan agar karyawan merasa aman dan terhindar dari risiko berlebih terpapar bahan-bahan kimia jika menggunakan pewarna tekstil buatan pabrik saat proses produksi batik. Penggunaan bahan alami tersebut juga berdampak pada limbah yang dihasilkan selama proses produksi. Limbah yang dihasilkan dari bahan alami memiliki kandungan yang alami pula, sehingga tidak akan merusak atau mencemari lingkungan sekitar. Terjaganya lingkungan sekitar dari limbah membatik karena penggunaan bahan-bahan alami,. berdampak. pada peningkatan. kepercayaan masyarakat pada UMKM. Hal demikian dikarenakan proses produksi UMKM tidak mengganggu dan merusak lingkungan sekitar, serta tidak merugikan masyarakat sekitar. Dengan demikian, UMKM dapat tetap melangsungkan usahanya dengan terus menjaga kepercayaan masyarakat tersebut dan tetap menggunakan bahan-bahan alami dalam proses produksinya..

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. b. Menanam pohon Menjaga lingkungan juga dapat dilakukan dengan menanam pohon. Hal demikian sesuai dengan item kuesioner pada aspek lingkungan nomor 5 atau pada kode G4-EN5, yaitu “membantu perbaikan lingkungan yang rusak.” Salah satu cara untuk memperbaiki lingkungan yang rusak yaitu dengan menanam pohon atau tanaman lain yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Hal demikian sesuai dengan kutipan wawancara berikut. “Merawat dengan baik. Salah satunya dengan menanam pohon untuk menggantikan pohon yang sudah tua.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Hella) “Mengikuti program penghijauan, seperti menanam pohon, tidak sembarangan menebang pohon.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Cendana) “Kalau menebang pohon, berarti kita harus menanam pohon juga, agar ada penggantinya kelak di masa depan.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Minton) Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa UMKM juga turut membantu menjaga lingkungan sekitar dengan tidak sembarangan menebang pohon. Dalam proses produksi, UMKM juga menggunakan beberapa bagian dari pohon, seperti akar dan batangnya, yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan warna batik. Oleh karena itu, UMKM juga memperhatikan pertumbuhan dari pohon tersebut agar tidak terjadi permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan akan bahan pewarna alami yang berasal dari pohon. Jika pohon yang digunakan sebagai sumber daya sudah tua dan rapuh serta dimungkinkan dapat membahayakan lingkungan sekitar.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. atau sudah tidak dapat digunakan lagi. Oleh karena itu, sebelum menebang pohon tersebut, UMKM akan melakukan penanaman bibit pohon yang sama agar ketika pohon tersebut ditebang, UMKM tetap dapat memproduksi warna batik dengan pohon penggantinya, sehingga keberlangsungan usaha batik dapat tetap terjaga. c. Mengurangi penggunaan plastik Terdapat sampah yang dapat diurai dengan mudah dan ada yang tidak mudah diurai, sehingga salah satu cara menjaga lingkungan yang dilakukan UMKM, yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik. Hal demikian sesuai dengan item kuesioner pada aspek lingkungan nomor 3 atau pada kode G4-EN3, yaitu “membantu merawat dan melindungi lingkungan.” Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik. Selain itu, penggunaan kembali sampah plastik juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan aspek lingkungan nomor 1 atau pada kode G4-EN1, yaitu “UMKM menggunakan bahan daur ulang.” Hal demikian sesuai dengan kutipan wawancara berikut. “Kalau belanja bawa tas sendiri, jadi tidak mengonsumsi banyak plastik. Buang sampah di tempat sampah yang sudah disediakan, jadi tidak ada banjir.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Marup) “Mengurangi penggunaan plastik, memanfaatkan barang yang masih bisa dimanfaatkan, memisahkan sampah yang mudah terurai dengan yang tidak, bijak menggunakan air, membuang sampah pada tempatnya.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Natural).

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa mengurangi sampah plastik termasuk dalam menjaga lingkungan yang dilakukan UMKM batik. Dalam proses membatik, pasti terdapat sampah berupa plastik, baik dari kain, malam atau bahan-bahan lain yang dibeli dari supplier sebagai pembungkusnya. Plastik termasuk salah satu barang yang tidak mudah untuk diurai oleh organisme dan dapat menyumbat saluran air yang berdampak pada banjir. Oleh karena itu, untuk menjaga lingkungan, pelaku UMKM berusaha untuk kembali memanfaatkan sampah plastik dengan memilahnya. Plastik yang masih dalam kondisi baik dapat digunakan kembali untuk menyimpan bahan-bahan atau produk yang sudah jadi dan siap dijual. Plastik yang tidak dapat digunakan akan dibuang atau diberikan kepada pengepul sehingga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu, UMKM juga tidak menyediakan kantong plastik bagi konsumennya, sehingga konsumen diharapkan membawa tas sendiri untuk membawa batik yang sudah dibelinya. Namun demikian UMKM juga menyediakan paper bag atau tas kain sebagai pengganti tas plastik, dan konsumen dapat membeli paper bag atau tas kain tersebut untuk mengemas batik yang dibelinya. Kebijakan UMKM terkait pengurangan penggunaan plastik dalam operasional batik juga didukung oleh masyarakat sekitar, sehingga dengan adanya dukungan tersebut, keberlangsungan UMKM..

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. d. Tidak membuang dan membakar sampah sembarangan Bencana alam yang sering terjadi ketika musim penghujan adalah banjir, di mana salah satu penyebabnya adalah sampah yang dibuang sembarangan, sehingga untuk menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan membuang sampah pada tempatnya. Hal demikian sesuai dengan item kuesioner pada aspek lingkungan nomor 3 atau pada kode G4-EN3, yaitu “membantu merawat dan melindungi lingkungan,” dengan cara tidak membuang sampah dan sembarangan membakar sampah. Hal demikian sesuai dengan kutipan wawancara berikut. “Tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar sampah sembarangan.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Raka) “Tidak membuang sampah di kali. Tidak membuang limbah langsung di saluran pembuangan.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Adi Mas) “Tidak membuang sampah dan limbah produksi sembarangan.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Nardho). Ungkapan tersebut menjelaskan bahwa membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu cara yang dilakukan UMKM untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana banjir. Pembakaran sampah oleh UMKM juga tidak dilakukan di sembarang tempat. UMKM memiliki tempat khusus untuk membakar sampah yang tidak digunakan lagi. Namun tidak semua sampah dibakar, sehingga sampah yang tidak dibakar dibuang di tempat sampah yang telah disediakan. Selain itu, limbah hasil produksi juga tidak dibuang langsung ke saluran pembuangan namun dikelola terlebih dahulu di tempat.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46. pengelolaan limbah batik yang sudah disediakan UMKM. Hal demikian dilakukan karena limbah air batik yang dihasilkan meskipun menggunakan pewarna alami, namun malam/lilin batik yang digunakan masih mengandung senyawa kimia, sehingga perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang agar kandungan kimianya dapat diminimalisir dan tidak mencemari lingkungan. Oleh karena itu, keberlangsungan usaha dapat tetap terjaga, karena UMKM tidak memberikan dampak negatif yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar. e. Bijak dalam penggunaan energi/bahan bakar Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner yang diperoleh, diketahui bahwa pelaku UMKM juga menggunakan bahan bakar dalam proses produksi batik. UMKM menggunakan dua bahan bakar utama dalam membuat batik, yaitu minyak tanah dan kayu bakar. Kedua jenis bahan bakar tersebut memiliki keunggulan dan keleman masing-masing. Minyak tanah termasuk dalam sumber daya alam yang sulit diperbaharui, sehingga dalam penggunaannya pelaku UMKM hanya terbatas pada memanaskan lilin batik, karena energi panas yang dihasilkan dengan minyak tanah lebih stabil sehingga tidak membuat lilin batik menjadi gosong atau kurang panas. Penghematan pada penggunaan minyak tanah juga dilakukan pelaku UMKM dengan memberikan kebijakan untuk menggunakan pemanasan lilin batik pada satu kompor dengan bahan bakar minyak tanah dipergunakan untuk.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47. tiga hingga lima orang, sehingga dapat menghemat penggunaan minyak tanah. Pada bahan bakar kayu, digunakan dalam proses pewarnaan. Hal demikian dikarenakan pada proses pewarnaan membutuhkan energi panas yang lebih lama dan besar. Jika menggunakan bahan bakar berupa minyak tanah, akan membutuhkan dalam jumlah besar dan itu dapat berdampak pada kelangkaan minyak tanah. Oleh karena itu, pelaku UMKM menggunakan bahan bakar alternatif yang berasal dari alam, yaitu kayu bakar, yang dapat memberikan energi panas sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM dalam proses pewarnaan batiknya. Kayu bakar yang dimanfaatkan UMKM tentunya tidak sembarang diambil dari pohon milik masyarakat sekitar dan atas ijin pemilik, sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar dan keberlangsungan usaha tetap dapat terjaga. f. Mengajak karyawan untuk menjaga lingkungan Menjaga lingkungan tidak hanya dapat dilakukan oleh seorang diri, namun harus dilakukan bersamaan. Hal demikian sesuai dengan item kuesioner pada aspek lingkungan nomor 3 atau pada kode G4EN3, yaitu “membantu merawat dan melindungi lingkungan,” dengan cara mengajak karyawan dan masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan. Hal demikian sejalan dengan hasil wawancara berikut. “Mengajak teman-teman di sini untuk menjaga lingkungan sekitar.” (Hasil wawancara dengan Pemilik Batik Gino).

Gambar

Tabel 4.1   Profil Responden Pengrajin Batik Gunung Kidul ...................... 34  Tabel 5.1   Implementasi Corporate Social Responsibility UMKM pada                        Aspek Lingkungan ................................................................
Gambar 4.1   Peta Wilayah UMKM Desa Trembono .................................... 33

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Berdasarkan pada hasil pembahasan tersebut, maka dapat diperoleh kesimpulan seabagai berikut : 1) Luas lahan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan

Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut, Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam rumusan masalah, peneliti ini merumuskan bagaimanakah

Menurut Philip Kotler (1997:38) ada empat metode yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui tingkat kepuasan Pelanggan yaitu :.. Sistem keluhan

terselenggaranya sistem perbukuan melalui ekosistem perbukuan yang sehat agar tersedia buku bermutu, murah, dan merata tanpa diskriminasi; b) menyusun dan menjamin tersedianya

Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 7 Dilihat dari diagram batang di atas, mahasiswa menilai bahwa jarak antara meja dan kursi di kantin lantai 2 cenderung

Dari empat periode tersebut, pembentuk karakterisitik lanskap Melayu terlihat jelas pada masa Senapelan menjadi ibukota Kerajaan Siak dan masa Propinsi Negeri

Pengaruh Infeksi Cacing Ascaridia galli Terhadap Respon Sel Goblet dan Sel Mast pada Usus Halus Ayam Petelur. Study of Bioactive Substance from Ascaridia galli Adult

ede Ahmad Ghazali dan Heri Gunawan mengemukakan dalam bukunya Studi Islam Suatu Pengantar dengan Pendekatan Interdisipliner mengemukakan bahwa hal yang terpenting dalam