BAB V PENUTUP
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti menyadari bahwa hasil yang dicapai belum sempurna. Oleh karena itu, peneliti memberikan saran bagi peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan bidang ini.
(a) Penelitian ini hanya meneliti dan menganalisis implikatur yang terdapat dalam pojok surat kabar KOMPAS. Oleh karena itu, peneliti yang ingin melakukan penelitian sejenis ada baiknya jika menganalisis mengenai daya bahasa atau diksi, tingkat kesantunan, atau meneliti dan menganalisis dengan teori tindak tutur dari pakar lain.
(b) Penelitian ini hanya meneliti pojok surat kabar KOMPAS. Ada baiknya jika meneliti wcana pojok dari beberapa surat kabar, sehingga objek penelitiannya lebih variatif. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat
menggunakan kartun editorial, tajuk rencana, atau surat pembaca untuk diteliti.
91
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 1990. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bousfield, Derek & Miriam A. Locher. 2008. Impoliteness in Language: Studies
on its Interplay with Power in Theory and Practice. New York: Mouton
de Gruyter.
Brown, Gillian & Yule. 1996. Analisis Wacana (Terjemahan Soetikno, I). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. . 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Effendy, Onong Uchjana. 1993. Ilmu, Teori, & Filsafat Kominikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Erianto, A. Dwi, dkk. 2012. Buku Pintar KOMPAS 2011. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Eriyanto. 2009. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Jakarta: Lkis. Hadiati, Chusni. 2007. Tindak Tutur dan Implikatur Percakapan Tokoh Wanita
dan Laki-laki dalam Film The Sound of Music. Semarang: Tesis Program
Pascasarjana – Universitas Diponegoro.
Huang, Yan. 2007. Pragmatics. New York: Oxford University Press.
Kridalaksana, Harimurti. 1992. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
. 2008. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
. 2008. Kamus Linguistik Ed. 4. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Leech, Geofrey. 1983. Prinsiples of Pragmatics. London: Longman.
.1993. Prinsip-PrinsipPragmatik (Terjemahan). Jakarta: UI Press.
Moleong, Lexy. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Momongan, Kety Virginia M. 2009. Implikatur dan Penanda Kesantunan Tuturan
di dalam Surat Kabar. Yogyakarta: Skripsi Program Sarjana –
Universitas Sanata Dharma.
Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu Pragmatik: Teori dan Penerapannya. Jakarta: Depdikbud.
Nadar, F.X. 2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Naomi, Omi Intan. 1996. Anjing Penjaga, Pers di Rumah Orde Baru. Jakarta:
Gorong-Gorong Budaya.
Nurastuti, Wiji. 2007. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Ardana Media.
Rahardi, Kunjana. 2003. Berkenalan dengan Ilmu Bahasa Pragmatik. Malang: Dioma.
. 2005. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
. 2012. “Re-interpretasi Konteks Pragmatik”. Jurnal.
Rani, Abdul, dkk. 2005. Analisis Wacana. Malang: Banyu Media Publishing. Rustono. 1998. Implikatur Percakapan sebagai Penunjang Pengungkapan Humor
di dalam Wacana Humor Verbal Lisan Berbahasa Indonesia. Jakarta:
Disertasi Program Pascasarjana – Universitas Indonesia. Siddle, W.D. 1975. Riwayat Persuratkabaran. Jakarta: Mutiara.
Sobur, Alex. 2006. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana,
Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar
Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis. Duta Wacana
University Press.
Umi, Chulsum dan Windy Novia. 2006. KBBI; Dilengkapi EyD dan Kebahasaan. Surabaya: Yoshiko Press.
Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi Offset. Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yuliani, V. 2009. Implikatur dan Penanda Kesantunan Iklan Layanan
Masyarakat (ILM) Berbahasa Indonesia di Media Luar Ruang (Outdoor Media). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
94
BIOGRAFI PENULIS
Chyntia Radeani dilahirkan di Temanggung pada 5 Juli 1989. Penulis menamatkan pendidikan dasar di SD Masehi Temanggung dan dinyatakan lulus tahun 2002. Setelah itu, penulis melanjutkan pendidikan di SMP Masehi Temanggung, lulus pada tahun 2005. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri 3 Temanggung di Jurusan Bahasa dan dinyatakan lulus pada 2008. Penulis mendapat kesempatan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan memilih Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagai wadahnya dalam mengembangkan kemampuan. Penulis terdaftar sebagai mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia. Tugas akhir ditempuh dengan skripsi berjudul Implikatur Pojok Mang
DAFTAR POJOK MANG USIL
SURAT KABAR KOMPAS EDISI JULI – SEPTEMBER 2011
A. IMPLIKATUR REPRESENTATIF
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
1. Letjen Pramono Edhie Wibowo dilantik sebagai KSAD. Tentu bukan karpet merah ke 2014, kan?
(KOMPAS, Jumat, 1 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan ini mengenai pemberitaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Letnan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI George Toisutta pada Kamis, 30 Juni 2011.
2. Partai Golkar siap ikuti verifikasi sebagai badan hukum.
Barang lama, kemasan baru. (KOMPAS, Sabtu, 2 Juli 2011)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan tersebut terkait berita mengenai Partai Golongan Karya (Golkar) yang mendaftarkan diri untuk mengikuti verifikasi badan hukum partai peserta Pemilu 2014 di Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, di Jakarta pada Kamis, 30 Juni 2011.
3. Di Yogyakarta, pelajar ikuti lomba menyanyi “Indonesia Raya” dan membaca Pancasila. Orangtuanya sudah pada lupa.
(KOMPAS, Senin, 4 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan tersebut mengenai pemberitaan lomba menyanyi lagu “Indonesia Raya” dan membaca Pancasila yang diikuti oleh pelajar di Yogyakarta. 4. BPS: Jumlah penduduk miskin berkurang.
Karena meninggal atau miskin banget? (KOMPAS, Senin, 4 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan tersebut mengenai laporan terbaru BPS yang menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin perMaret 2011 berkurang 1 juta orang (0,84 persen) dibandingkan dengan Maret 2010. 5. Pemerintah alami dilema kebijakan BBM.
Maklum, pemerintahan dilema. (KOMPAS, Rabu, 6 Juli 2011)
Representatif Mengakui Tuturan tersebut terkait dengan berita bahwa pemerintah mengalami dilema dalam menetapkan kebijakan bahan bakar minyak (BBM). Tanpa pengendalian konsumsi BBM bersubsidi atau kenaikan harga BBM, anggaran subsidi BBM pada akhir tahun 2011 diperkirakan akan melonjak dari target awal Rp 95,9 triliun menjadi Rp 120,8 triliun.
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
6. Negara bergerak tanpa arah.
Kemarin malah dibilang, pemerintahan tidak jalan. (KOMPAS, Rabu, 6 Juli 2011)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan tersebut merupakan pemberitaan bahwa Indonesia dianggap dalam keadaan autopilot, yakni tanpa adanya kendali dari pemerintah, sehingga negara berjalan tanpa tujuan yang jelas. 7. Purnawirawan inginkanYudhoyono dipertahankan
sampai 2014.
Siap, jenderal! Berikutnya, sapa? (KOMPAS, Rabu, 6 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan mengenai keinginan Purnawirawan TNI dan POLRI untuk mempertahankan pemerintahan SBY sampai tahun 2014 dikaitkan dengan kecenderungan sejak orde baru, militer memiliki peranan dalam politik Indonesia.
8. Nazaruddin tidak ada di Singapura. “Dihilangkan “ atau “diamankan”? (KOMPAS, Kamis, 7 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan terkait pernyataan Kementerian Luar Negeri Singapura yang menegaskan bahwa M. Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pada proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011, tidak lagi berada di Singapura. Beredarnya pesan melalui BBM dan Twitter yang menyatakan bahwa Nazaruddin kecewa dan mengancam akan membongkar sejumlah kasus yang disebut melibatkan Partai Demokrat dan pribadi Presiden memancing kecurigaan bahwa Nazarudin dihilangkan atau diamankan.
9. Brimob dikerahkan untuk usir preman bandara. Tepatnya diusir sementara.
(KOMPAS, Kamis, 7 Juli 2011)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan berita terkait pemberitaan PT Angkasa Pura II yang akhirnya mengambil langkah represif dengan melibatkan pasukan dari Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Metro Jaya, dengan mengerahkan satu kompi Brimob atau setara dengan 100 personel untuk mengusir pelaku usaha ilegal (calo tiket, preman, taksi gelap) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 10. Sayidiman Suryohadiprojo: Akhiri proses
pembangkrutan!
Bukan cuma bangkrut, Jenderal! Sudah habis-habisan kita!
(KOMPAS, Jumat, 8 Juli 2011)
Representatif Mengakui Tuturan ini dikemukanan oleh Sayidiman Suryoharjo mengenai bangsa Indonesia yang sedang diliputi persoalan berat dan membuatnya semakin berantakan. Korupsi makin merajalela di semua lapisan masyarakat serta kriminalitas kian merusak dan membahayakan kehidupan bermasyarakat. Di samping itu, adanya
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
radikalisme membuat kehidupan bangsa makin jauh dari asas gotong royong dan rakyat belum kunjung sejahtera, yang kaya justru makin kaya, sedangkan yang miskin semakin memprihatinkan. 11. Presiden khawatir jajarannya tidak ingat instruksinya.
Kebanyakan instruksi kali, Pak? (KOMPAS, Sabtu, 9 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan tersebut merupakan pemberitaan mengenai kekhawatiran Presiden SBY terhadap instruksinya yang tidak akan berjalan karena jajarannya tidak ingat instruksi-instruksi tersebut. 12. Seorang ibu diancam lima tahun penjara karena
dituduh mencuri sarung bekas.
Ironinya: koruptor perampok uang negara melenggang kangkung.
(KOMPAS, Sabtu, 9 Juli 2011)
Representatif Menunjukkan Tuturan tersebut merupakan berita mengenai Amsirah, seorang janda yang berusia 40 tahun, warga Desa Tamberu, Kecamatan Batu Mar-Mar, Kabupaten Madura, Jawa Timur. Amsirah dituduh mencuri sarung bekas milik majikannya. Motivasi Amsirah mengambil sarung bekas tersebut untuk dijual karena ingin membelikan obat untuk ibunya yang sedang sakit dan mengalami lumpuh. Atas tuduhan tersebut, Amsirah harus menanggung hukuman tiga bulan penjara.
13. Tak setuju Nasdem jadi parpol, HB X mundur. Bagi raja, berburu kuasa itu tabu!
(KOMPAS, Senin, 11 Juli 2011)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan twersebut terait pemberitaan mengenai Sri Sultan HB X yang mundur dari Ormas Nasdem, karena telah berubah menjadi partai politik. Pembentukan Partai Nasdem dinilai sudah keluar dari garis orientasi perubahan bangsa dan pengabdian masyarakat. Karena selama ini, partai hanya digunakan sebagai kendaraan bagi mereka agar mendapatkan kekuasaan.
14. Golkar ancam kadernya pilih Golkar atau Nasdem. Berlindung di bawahnya sama-sama adem sih! (KOMPAS, Kamis, 14 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan mengenai ultimatum yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar bagi kadernya yang menjadi pengurus Nasional Demokrat (Nasdem) dikaitkan dengan banyak tokoh Nasdem merupakan mantan politikus Golkar yang lama malang melintang di partai beringin tersebut. Ketua Umum, Surya Paloh, bahkan terhitung tokoh senior Golkar sebelum
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
memilih hengkang dan mendirikan Nasional Demokrat (Nasdem).
15. Penerimaan pajak kendaraan bermotor di Jakarta naik. Yang siap ditilep, naik tidak?
(KOMPAS, Kamis, 14 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan tersebut merupakan berita mengenai penerimaan pajak kendaraan bermotor di Jakarta yang naik, dikaitkan dengan kasus kerugian negara akibat ulah para mafia pajak yang sedang ramai di pemberitaan.
16. BPK temukan 43 rekening liar Kemdiknas. Namanya proyek, gampang serba nyasar! (KOMPAS, Jumat, 15 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan mengenai BPK yang menemukan 43 rekening liar Kemdiknas dikaitkan dengan anggapan bahwa selama ini banyak proyek baik dalam Kemdiknas maupun dalam lembaga lainnya yang tidak tepat sasaran.
17. Bertahun-tahun, 14 perusahaan migas asing tidak bayar pajak.
Tapi setor upeti dan ongkos pengamanan, kan? (KOMPAS, Sabtu, 16 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan tersebut mengenai tuduhan atas 14 perusahaan migas asing yang tidak dibayar selam bertahun-tahun. Menterti Koordinator Bidang Perekonomian membantah tuduhan tersebut di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat, 15 Juli 2011.
18. Partai Demokrat akan bersihkan diri. Demi citra, niat baik, atau kiat berkelit (KOMPAS, Sabtu, 16 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan mengenai anggota Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Achmad Mubarok, Kamis 14 Juli 2011, di Pangkal Pinang, Bangka Belitung yang menyatakan bahwa Partai Demokrat harus membersihkan diri dari kader yang disangka terkait kasus korupsi.
19. Setelah dipecat, Nazaruddin makin nyaring bernyanyi. Makin mengerucut ke sasaran, kan?
(KOMPAS, Rabu, 20 Juli 2011)
Representatif Menunjukkan Selasa (19/7) sore, secara mengejutkan Nazaruddin kembali “bernyanyi” yang dilakukan melalui telepon dengan salah satu stasiun televisi swasta, Metro TV. Dalam nyanyian tersebut, Nazaruddin membuka borok Partai Demokrat, tetapi tidak lagi menyebut Ibas dan Andi Malarangeng terkait kasus suap Wisma Atlet. 20. Belanja di bulan puasa diprediksi naik 10 persen.
Harga barang sudah pasti naik duluan.
Representatif Melaporkan Tuturan tersebut adalah pemberitaan mengenai kenaikan barang dagangan saat bualan puasa.
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
(KOMPAS, Kamis, 21 Juli 2011) Hasil riset Nielsen yang dipublikasikanpada
Selasa, 19 Juli 2011, menunjukkan pada tahun 2010 barang naik sebesar 9,2 persen dan diprediksi akan naik lebih dari 10 persen pada bulan puasa tahun 2011.
21. Pemerintah mengaku tak sanggup garap program rumah murah.
Komisinya tipis...
(KOMPAS, Kamis, 28 Juli 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan ini dikemukakan oleh suharso Manoafa, Menteri Perumahan Rakyat, pada Selasa, 26 Juli 2011 dalam acara lokakarya di Jakarta. Beliau pesimis untuk dapat mengejar target pembangunan sebanyak 50.000 unit perumahan. Beliau menuturkan karena kurangnya pembiayaan, pengaturan tat ruang, dan penyediaan lahan.
22. Terkumpulkan 1.000 surat korban pelanggaran HAM dan 1.000 harapan untuk Presiden.
Tambah satu lagi, biarkan sekalian jadi dongeng. (KOMPAS, Senin, 1 Agustus 2011)
Representatif Melaporkan Tuturan tersebut merupakan pemberitaan mengenai Gerakan 1.000 Surat untuk Presiden SBY yang diprakarsai Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban tindk Kekerasan (Kontras) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Tujuan dilakukannya gerakantersebut untuk menyindir sikap Presiden SBY yang nampak cepat dalam membalas surat Nazaruddin.
23. Parpol yang terlibat korupsi perlu diberi “kartu merah”.
Bisa-bisa semua kena kartu merah (KOMPAS, Kamis, 4 Ags. 2011)
Representatif Mengungkapkan Tuturan tersebut merupakan berita mengenai partai politik yang terlibat korupsi perlu diberi “kartu merah” dengan tujuan untuk memberikan efel jera, sehingga partai politik bersih dari perilaku korupsi.
24. Masyarakat Transportasi Indonesia menilai angkutan Lebaran 2011 akan memburuk.
Ah, itu mah cerita lama!
(KOMPAS, Jumat, 12 Agustus 2011)
Representatif Mengakui Tuturan tersebut dikemukakan oleh Ketua MTI Indonesia, Danang Parikesit, pada Rabu, 10 Agustus 2011, yang menyebutkan bahwa adanya persiapan yang kurang serius untuk transportasi persiapan Lebaran.
25. Presiden perintahkan Polri tangkap buronan lain. Mudah-mudahan kali ini perintah dilaksanakan... (KOMPAS, Sabtu, 13 Agustus 2011)
Representatif Mengungkapkan Tuturan Presiden SBY dalam pembukaan sidang kabinet di kantornya, pada Kamis, 11 Agustus 2011, yang meminta Kapolri Jend. Timur
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
Pradopo untuk mengejar dan menangkap buronan lain pasca tertangkapnya M. Nazaruddin. Dengan melihat keadaan sebelumnya, pada Jumat, 8 Juli 2011, KOMPAS memuat berita mengenai instruksi presiden yang hanya dijalankan tidak lebih dari 50 persen.
26. Tiket pesawat sekitar Lebaran ke beberapa kota habis. Berebut di kesempitan itu makmur!
(KOMPAS, Sabtu, 20 Agustus 2011)
Representatif Menunjukkan Tuturan tersebut merupakan pemberitaan mengenai habisnya tiket pesawat ke beberapa daerah menjelang Lebaran. Untuk memenuhi kebutuhan tiket bagi para pemudik, dari pihak penerbangan segera mengadakan tiket tapi dengan harga yang cukup tinggi.
27. Paspor Neneng Sri Wahyuni belum dicabut. Maunya seperti N yang lain: tidak sungguh-sungguh diburu?
(KOMPAS, Rabu, 24 Agustus 2011)
Representatif Menunjukkan Tuturan tersebut dikemukakan oleh Patrialis Akbar, Menkumham, di Gedung Kemenkumham pada Senin, 22 Agustus 2011. Patrialis Akbar menyatakan bahwa paspor Neneng Sri Wahyuni, istri dari M. Nazaruddin, belum pernah dicabut semenjak dirinya dinyatakan sebagai tersangka. Saat dijadikan tersangka, Neneng hanya dikenai cekal atau dilarang ke luar negeri.
28. Pemerintah umumkan Idul Fitri 1432 H tanggal 31 Agustus.
Mubazir, dong, ketupat dan kawan-kawan? (KOMPAS, Kamis, 1 September 2011)
Representatif Menyatakan Tuturan tersebut mengenai penetapan Hari Raya Idul Fitri 1432 H oleh pemerintah yang jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Penetapan hari raya tersebut dikomunikasikan melalui Sidang Isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali, di Kantor Kementerian pada Senin, 29 Agustus 2011. Namun di beberapa daerah, seperti Jepara (Jawa Tengah) dan Cakung (Jawa Timur), Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Perbedaan ini dikarenakan adanya aliran ajaran dalam agama Islam, yakni Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama (NU).
29. Gelar Dr HC dari UI untuk Raja Arab Saudi dikecam. Gelar akademik, kok, untuk tukar tanda mata!
Representatif Menyatakan Tuturan tersebut mengenai pemberitaan pemberian gelar Doktor HC (Honoris Causa) oleh
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
(KOMPAS, Jumat, 2 September 2011) Rektor Universitas Indonesia (UI) untuk Raja
Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Azis pada Minggu, 21 Agustus 2011, di Arab Saudi. Rektor UI, Prof. Gumilar R. Sumantri, memberikan gelar tersebut dalam bidang Kemanusiaan dan Ilmu Pengetahuan Teknologi dengan alasan bahwa Raja Arab Saudi telah berkontribusi dalam mempromosikan pengajaran Islam yang moderat, mendukung perdamaian Palestina, dan menginisiasi dialog antaragama. Atas aksi rektor tersebut, tidak sedikit masyarakat, dosen, mahasiswa, dan guru besar yang merasa tidak senang.
30. Masyarakat sebut wisma atlet SEA Games sebagai Wisma Nazaruddin.
Sinisme: koruptor sudah seperti selebriti dan pahlawan. (KOMPAS, Sabtu, 3 September 2011)
Representatif Mengakui Tuturan tersebut merupakan spekulasi masyarakat yang mengatakan bahwa Wisma Atlet SEA Games disebut sebagai Wisma Nazaruddin. Munculnya pernyataan tersebut dikarenakan kasus suap Nazaruddin yang sangat populer di telinga masyarakat.
31. Gelar doktor kehormatan dari UI menghebohkan. Kan, kehormatan UI tak ditukar riyal, ya? (KOMPAS, Senin, 5 September 2011)
Representatif Berspekulasi Tuturan tersebut adalah pemberitaan mengenai pemberian gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang Kemanusiaan dan Ilmu Pengetahuan Teknologi oleh Rektor UI kepada Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Azis, yang dinilai oleh sejumlah kalangan tidak tepat, baik dari pihak internal maupun eksternal. Situasi tersebut dihubungkan dnegan kasus yang menimpa Ruyati, TKI asal Indonesia yang dihukum pancung di Arab Saudi dan banyaknya tenaga kerja yang mengalami penyiksaan. Dispekulasikan UI mendapatkan bayaran atas pemberian gelar kehormatan itu.
32. Singkatan nama kota diseragamkan.
Maksudnya akronim, SBY sudah ada yang punya, lho. (KOMPAS, Selasa, 6 September 2011)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan tersebut mengenai pembakuan dan penyeragaman singkatan untuk nama-nama kota di Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
Standar Nasional (BSN) dengan mengeluarkan SNI 7657:2010 tentang Singkatan Nama Kota. Singkatan nama kota perlu distandarkan untuk keperluan teknis dan administratif agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
33. PPATK: Ada transaksi mencurigakan terkait dengan kasus suap di Kemnakertrans.
Termasuk yang dikirim pakai kardus durian? (KOMPAS, Selasa, 13 Sept.’11)
Representatif Berspekulasi Tuturan tersebut merupakan pemberitaan mengenai adanya dugaan kasus suap di Kemnakertrans. Jubir KPK, Johan Budi SP mengatakan bahwa ditemukan uang sebesar Rp 1,5 miliar di dalam kardus bekas durian.
34. Kepastian SEA Games jadi tanda tanya.
Yang seru bukan event-nya, tetapi korupsinya! (KOMPAS, Jumat, 16 September 2011)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan tersebut mengenai pemberitaan bahwa acara SEA Games 2011 masih belum jelas, kendati kurangnya dana sebesar Rp 1,7 triliun yang masih sulit dipenuhi. Agus marto, selaku Menteri Keuangan, mengaku khawatir akan berdampak pada pelaksanaan acara tersebut. 35. Gayus tertipu Rp 4 M di Rutan Cipinang.
Penipunya genius, bahkan supergenius! (KOMPAS, Jumat, 16 September 2011)
Representatif Mengakui Tuturan tersebut mengenai pemberitaan Gayus H. Tambunan yang merasa ditipu oleh rekannya, Ahmad Muntoha (AM) sebanyak 4 miliar di rumah tahanan Cipinang.
36. Orang Indonesia pembeli properti terbesar di Singapura.
Pengunjung dan pembelanja terbesar sekaligus! (KOMPAS, Senin, 19 September 2011)
Representatif Mengakui Tuturan tersebut merupakan inti berita dari suarat kabar yang dimuat di KOMPAS pada Kamis, 2 Agustus 2011. Dalam berita disebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga pembeli terbesar properti residensial di Singapura. Savilis Singapore malaporkan, sebanyak 18 persen dari sekitar 9.300 penjualan hunian pribadi kepada orang asing dan permanent residence (PR) tahun 2011 dilakukan oleh pembeli dari Indonesia. 37. Dipo Alam: Menteri yang takut risiko politik, mundur
saja.
Risi amat, yang berwenang anteng saja, kok! (KOMPAS, Rabu, 21 September 2011)
Representatif Mengungkapkan Tuturan terebut dikemukakan oleh Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, bahwa menteri yang takut risiko politik lebih baik mundur saja. Mang Usil mengaitkan dengan sikap Presiden SBY yang terkesan lamban dan diam dalam menghadapi
No. Tuturan Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
kritik untuk para menteri yang dianggap takut menghadapi resiko politik.
38. Mendagri merasa ada mafia gagalkan proyek KTP selesai 2012.
Apa pun istilahnya, Indonesia lahan subur banditisme! (KOMPAS, Rabu, 21 September 2011)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan tersebut merupakan pemberitaan mengenai Mendagri, Gamawan Fauzi yang mensinyalir ada mafia yang akan gagalkan proyek pembuatan e-KTP.
39. Imbalan suap wisma atlet mengalir ke mana-mana. Indonesia, negeri bandit menetap dan mengembara sekaligus!
(KOMPAS, Jumat, 23 September 2011)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan tersebut merupakan pemberitaan mengenai dugaan imbalan suap yang mengalir ke sejumlah pihak. Berdasarkan surat dakwaan Direktur Marketing PT Duta Graha Indah, Mohamad El Idris, yang dibacakan oleh JPU dari KPK di Pengadilan Tipikor jakarta,pada Rabu, 17 Juli 2011, terungkap sejumlah nama yang menerima uang itu, anatara lain: Nazaruddin, Wahid Muharam, Rizal Abdullah, Kepala Dinas PU Sumsel, M. Arifin, dan beberapa anggota panitia.
40. IATA nilai Bandara Soekarno-Hatta mengecewakan. Bandara itu ibarat pintu masuk negeri.
(KOMPAS, Sabtu, 24 September 2011)
Representatif Menyatakan Tuturan tersebut dikemukakan oleh CEO International Air Transport Association (IATA), Tony Tyler, saat ditemui wartawan pada Kamis, 2 September 2011. Menurut Tony, Indonesia akan kehilangan manfaat ekonomi dari pertumbuhan dalam bidang penerbangan bila tidak mampu menyeimbangkan pengembangan infrastruktur. Selain itu, Sekretaris Jenderal INACA, Tengku Burhanudin, juga menyatakan bahwa infrastruktur di Indonesia masih lemah. Jumlah maskapai dan penumpang terus bertambah, namun infrastruktur berjalan lambat.
41. Gubernur DKI pesimistis ruang terbuka hijau di Ibu Kota terpenuhi.
Alih-alih tanam pohon, bangun mal di mana-mana. (KOMPAS, Kamis, 29 Sep.’11)
Representatif Memberikan Kesaksian
Tuturan tersebut dikemukakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, bahwa dirinya pesimis untuk dapat menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) sebanyak 20 persen. Pada tahun ini, RTH yang ada baru sebanyak 6 persen saja.
B. IMPLIKATUR EKSPRESIF
No. Wacana Mang Usil Wujud Implikatur Maksud
Implikatur Konteks
1. Syafii Ma’arif: Tujuan keadilan sosial belum selesai. Yang tercapai baru “sok sosiberspeal”!
(KOMPAS, Jumat, 1 Juli 2011)
Ekspresif Kritik Tuturan ini dikemukakan oleh Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Ma’arif, di Kantor Bappenas, Jakarta, pada hari Selasa, 28 Juni 2011, dalam kaitan kenyataan bahwa tujuan kemerdekaan berupa 'keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' belum selesai.
2. KPK segera jadikan Nazaruddin sebagai buronan. Lha, belum toh?
(KOMPAS, Rabu, 6 Juli 2011)
Ekspresif Kritik Tuturan tersebut mengenai pemberitaan KPK yang akan segeran menjadikan M. Nazaruddin sebagai buronan. Mang Usil menilai kerja KPK lambat dalam menjadikan politisi Partai Demokrat sebagai buronan. Padahal, selain selalu