• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Setelah melakukan kajian terhadap terhadap LPM DinamikA IAIN Salatiga dan LPM MISSI UIN Walisongo Semarang, ada beberapa saran yang penulis sampaikan, yaitu sebagai berikut:

1. Bagi Lembaga Pers Mahasiswa

Pers mahasiswa adalah organisasi yang berada di bawah naungan lembaga. Untuk itu, karena pers mahasiswa belum memiliki badan hukum yang secara jelas mengatur jalannya pers mahasiswa, maka mengakui lembaga sebagai media kontrol sosial organisasi sangat perlu dilakukan. Meski demikian, bukan berarti laju perkembangan pers terbatas. Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk menjadi pers mahasiswa yang berkualitas. 2. Bagi Lembaga yang Menaungi

Membangun sinergi antara pers mahasiswa dan lembaga dianggap perlu, karena keduanya sebenarnya saling membutuhkan. Memberikan kepercayaan kepada pers mahasiswa supaya dapat bebas berekspresi tanpa intervensi yang terlalu berlebihan.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian tentang jurnalistik perlu di angkat lagi, mengingat fakultas dakwah minim sekali dengan penelitian yang mengangkat tentang jurnalistik.

60

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, As‟ad. 2017. Penggunaan Bahasa Untuk Meningkatkan Efektivitas Peasan Khutbah Jumat. Volume 2, No. 2. Salatiga: Jurnal Inject Fakultas Dakwah IAIN Salatiga.

Ali, Mukti. 2017. Komunikasi Antarbudaya Tradisi Agama Jawa. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Amrullah, M. Amin. 2013. Panduan Menyusun Proposal Skripsi Tesis dan Disertasi. Yogyakarta: Smart Pustaka.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Ariyanti, Vivi. 2010. Kebebasan Pers dalam Perspektif Peradilan Pidana (Jurnal). Volume IV No. 1. Purwokerto: STAIN Purwokerto.

Dahlan, Abdul Choliq. 2011. Hukum, Profesi Jurnalistik dan Etika Media Massa (Jurnal). Volume XXV No. 1. Salatiga: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri.

Daulay, Hamdan. 2008. Kode Etik Jurnalistik dan Kebebasan Pers di Indonesia (Jurnal). Volume XVII No. 2. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Fajrie, Mahfudlah. 2017. Gaya Komunikasi Masyarakat Pesisir Wedung JawaTengah. Volume 2, No. 1. Salatiga: Jurnal Inject Fakultas Dakwah IAIN Salatiga.

Hajar, Ibno. 2014. Perlindungan Hukum Terhadap Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dalam Proses Peliputan Berita Ditinjau dari Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers (Skripsi). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Harahap, Krisna. 2009. Upaya Penegakan Kemerdekaan Pers di Indonesia sebagai Salah Satu Pilar Demokrasi (Jurnal). Bandung: STHB.

61

Harsono, Andreas. 2010. Agama Saya Adalah Jurnalisme. Yogyakarta: PT Kanisius Yogyakarta.

Hikmat, Mahi M. 2012. Kebebasan Pers Kaitannya dengan Penodaan Martabat Agama (Jurnal). Volume 9 No 1. Jawa Barat: Al-Tsaqaafa. Hill, David T. 2011. Pers di Masa Orde Baru (The Press in New Orde

Indonesia). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Ilyas. 2016. Strategi Pengembangan Komunikasi Masyarakat Qoryah Toyyibah di Kalibening Kecamatan Tingkir Kota Salatiga (Jurnal). Salatiga: Jurnal Inject Fakultas Dakwah IAIN Salatiga.

Kusumaningrat, Hikmat dan Purnama Kusumaningrat. 2014. Jurnalistik Teori dan Praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Luwarso, Lukas, dkk. 2008. Mengelola Kebebasan Pers. Jakarta Pusat: Dewan Pers.

Mahdi, Acan. 2015. Kebebasan Pers dan Hak Publik (Jurnal).Pontianak: Al-Hikmah.

Maslikhah. 2013. Melejitkan Kemahiran Menulis Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa. Yogyakarta: Trust Media.

Masduki. 2003. Kebebasan Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Yogyakarta: UII Press Yogyakarta.

Mondry. 2008. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor Selatan: Penerbit Ghalia Indonesia.

Musyarofah. 2016. Interelasi Pesan Multikultural Pada Organisasi Pesantren Putri STAIN Jember. Salatiga: Jurnal Inject Fakultas Dakwah IAIN Salatiga.

Pranoto, dkk. 2014. Potret Intervensi di Bilik Redaksi. Semarang: Aliansi Jurnalis Independen.

Raco. 2010. Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik, dan Keunggulan. Jakarta: Grasindo.

Rolnicki, Tom E, dkk. 2008. Pengantar Dasar Jurnalisme (Scholastic Journalism). Jakarta: Prenadamedia Group.

Saputro, Bagus. 2017. Kesetaraan Gender Dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer (Analisis Wacana Menggunakan

62

Metode sarah Mills). Skripsi. Salatiga: Fakultas Dakwah IAIN Salatiga.

Saptohadi, Satrio. 2011. Pasang Surut kebebasan Pers di Indonesia (Jurnal). Volume XI No. 1. Purwokerto: Universitas Jenderal Sudirman.

Senja, Em Zul Fajri Ratu Aprilia.____. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. ____: Difa Publisher.

Siregar, Ashadi. 2000. Media Pers dan Negara: Keluar dari Hegemoni (Jurnal). Volume IV No. 2.Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. Soeharto, Bohar. 1989. Menyiapkan Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah

(Skripsi-Thesis). Bandung: Tarsito.

Sumadiria, AS Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Suryana. 2010. Metode Penelitian: Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Buku Ajar Perkuliahan). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Suryawati, Indah. 2011. Jurnalistik Suatu Pengantar Teori dan Praktik. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Wahyuni, Isti Nursih. 2014. Komunikasi Massa. Yogyakarta: Graha Ilmu. Yusuf, Muhamad Fahrudin. 2016. Komodifikasi: Cermin Retak Agama Di

Televisi: Perspektif Ekonomi Politik Media (Jurnal). Salatiga: Jurnal Inject Fakultas Dakwah IAIN Salatiga.

Zulfa, Sri Widari. 2013. Pers Mahasiswa: Studi Deskriptif Mengenai Dinamika Pers Mahasiswa SUARA USU (Skripsi). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Zed, Mestika. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

1

2

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

FAKULTAS DAKWAH

Jalan Lingkar Salatiga KM. 2 Pulutan Sidorejo Salatiga 50716 http://www.iainsalatiga.ac.id e-mail: [email protected]

DAFTAR NILAI SKK

Nama : Alvina Fitria Jurusan : KPI

NIM : 117-14-003 Dosen PA : Dr. Mukti Ali, S.Ag., M.Hum.

No. Tanggal Nama Kegiatan Penyelenggara Sebagai Poin

1. 19 Agustus 2014

OPAK Stain Slatiga 2014 Dema Institut Peserta 5 2. 21 Agustus

2014

OPAK Jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga 2014

HMJ Tarbiyah Peserta 5 3. 23 Agustus

2014

Achievment Motivation Training (AMT), “Dengan AMT Semangat Menyongsong Prestasi.”

CEC dan JQH Peserta 2

4. 21 Agustus 2014

Orientasi Dasar Keislaman (ODK) LDK dan ITTAQO

Peserta 2 5. 28 Agustus

2014

Library User Education (Pendidikan Pemustaka) UPT Perpustakaan Peserta 1 6. 13-14 September 2014

Seminar: “Rekontruksi Karakter Mahasiswa dalam Upaya

Pembangunan Menuju Magelang yang Beretika dan Berpendidikan.”

FK-Wama Panitia 2

7. 26-29 September 2014

Pendidikan dan Pelatihan Calon Pramuka Pandega (PLCPP)

Racana Peserta 10

8. 24-25

Oktober 2014

SIBA-SIBI Training UTS Semester GanjilTahun 2014

CEC dan Ittaqo Peserta 5 9. 8 November

2014

Talk Show: “Beauty and Islamic Fashion Ma‟had Putri STAIN Salatiga.”

Ma‟had al

-Jami‟ah Peserta 2

10. 5 November 2014

Seminar Nasional: “Berkontribusi

Untuk Negeri melalui Televisi.” Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

Peserta 8

11. 16 November 2014

Seminar Nasional Enterpreneurship Racana Peserta 6 12. 7 Desember

2014

Study Club CEC Peserta 2

13. 21 Februari 2015

Pesta Siaga Ranting Grabag 2015 KWARRAN Grabag

Panitia 2 14. 19 Mei 2015 Training Kepribadian IAIN Salatiga Peserta 5 15. 1 Juli 2015 Ijazah Santri Ma‟had al-Jami‟ah 2015 Ma‟had al

3

16. 2 Juli 2015 SK Pengurus HMJ Komunikasi dan Penyiaran Islam 2015

Fakultas Dakwah Pengurus 4 17. Agustus 2015 OPAK Fakultas Dakwah IAIN

Salatiga Tahun 2015

Fakultas Dakwah Panitia 2 18. 3 Agustus

2015

Penerimaan Santri Baru Ma‟had al

-Jami‟ah 2015 Ma‟had alJami‟ah - Panitia 2

19. 19 September 2015

Workshop: “Go Recycle Training.” Ma‟had al

-Jami‟ah Panitia 2

20. 22 September 2015

Seminar Hari Hak Untuk Tahu: “Hak Untuk Tahu sebagai Basis Penguatan Masyarakat Sipil.”

Fakultas Dakwah Panitia 2

21. 26 September 2015

Diskusi Terbuka: “Indonesia Kaya?

Kok Miskin.” LPM DinamikA Peserta 2

22. 3 Oktober 2015

Bedah Buku: “Muda 7 Warna” Ma‟had al

-Jami‟ah Peserta 2

23. 12 Oktober 2015

Lomba Business Plan KSEI Finalis 2

24. 28-30

Oktober 2015

Pendidikan Pers Mahasiswa Tingkat Dasar (PPMTD)

LPM DinamikA Peserta 4 25. 19 November

2015

Seminar Nasional: “Peran Media MassaTerhadap Kelestarian Lingkungan Hidup”

HMJ KPI 2015 Panitia 8

26. 25 November 2015

Kursus Pra Nikah Tingkat Kota Salatiga Tahun 2015 BP.4 Kota Salatiga Peserta 8 27. 25 Maret 2016

Seminar Nasional: “Geliat Masyarakat

Urban” LPM DinamikA Peserta 2

28. 28April – 1 Mei 2016

Pendidikan Pers Mahasiswa Tingkat Lanjut (PJTL)

LPM DinamikA Peserta 6 29. 19 Mei 2016 Haflah Ihtitam Tahun 2015/2016 Ma‟had al

-Jami‟ah Panitia 13

30. 17 Juni 2016 Ramadhan In Campus: “Diskusi;

Ta‟aruf Sastra Timur Tengah.” LPM DinamikA Peserta 2 31. 6, 10,dan 26

Juni 2016

Ngaji Akbar Jurnalistik dan Seminar Nasional Literasi Islam

Yayasan Wali Peserta 2 32. 16 juli 2016 Sertifikat Pengurus Ma‟had al-Jami‟ah

IAIN Salatiga Tahun 2015-2016

Ma‟had al

-Jami‟ah Pengurus 8

33. 22 September 2016

SK Pengurus Ma‟had al-Jami‟ah IAIN Salatiga Tahun 2016-2017

Ma‟had al -Jami‟ah

7

Pedoman Wawancara

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

2. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? 3. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika

ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

4. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

5. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi? 6. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers

8 KODING WAWANCARA 1. NK : Nur Kholis 2. AS : Annisa Septiana 3. NF : Nurul Farida 4. DR : Dina Rahayu 5. FFS : Firdan Fadlan Sidiq 6. S : Suharsono

7. MDY : Muhammad Dafi Yusuf 8. MS : Mohamad Subekhi 9. KK : Korie Khoiriyah 10.SM : Syamsul Ma‟arief 11.SR : Saidatur Rohmah 12.AN : Ariviana Nurrahmawati

9

HASIL WAWANCARA Nama : Nur Kholis

Status : Demisioner Pimpinan Umum Organisasi : LPM DinamikA

7. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Sangat paham sekali karena ini adalah materi yang dari dulu saya masuk sampai sekarang tetap ditanamkan kepada seluruh anggota pers mahasiswa.”

8. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? Jawaban: “Ini juga paham, karena KEJ itu kalau saya asumsikan hampir seperti undang-undang baik konteks maupun penerapannya.”

9. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Banyak, intervensi intrenal dan eksternal. Internalnya ya kalau setiap anggota membawa kepentingan-kepentingan yang menyangkut luar organisasi. Kalau eksternal ya intervensi dari lembaga juga ada, pembatasan gitu.”

10.Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Sangat menghambat, karena biar bagaimanapun pers mahasiswa juga harus diberikan ruang gerak yang cukup bebas untuk mengembangkan organisasi dan produknya. Bukan hanyabuntuk menyelesaikan masalah itu.

11.Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi? Jawaban: “Kalau intervensi dari pihak anggota dalam yang membawa nama organisasi ya kita lakukan pendekatan personal. Kalau intervensi lembaga ya disaring-saring dulu, nggak langsung manut.”

12.Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers mahasiswa?

Jawaban: “Harusnya pers mahasiswa tetap memperhatikan UU, KEJ, visi, misi, tujuan dan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO).”

10

HASIL WAWANCARA Nama : Anisa Septiana

Status : Demisioner Bendahara Umum Organisasi : LPM DinamikA

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Paham, karena anak persma harus tahu dong dasar-dasar yang melandasi dunia jurnalistik. Agar saat menjalankan fungsionalnya sebagai pers mahasiswa.”

2. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? Jawaban: “Kalau undang-undang paham, KEJ akan lebih paham. Karena KEJ sudah hasil dari penjabaran UU.”

3. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Pers mahasiswa sering mengalami intervensi dari politik kampus. Intervensi itu banyak terjadi di internal organisasi karena internal pers mahasiswa juga tidak semuanya mempunyai prinsip netral, selalu ada faktor kepentingan.”

4. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Sangat mengganggu, bahkan bisa menghancurkan organisasi.” 5. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi?

Jawaban: “Ya, harus kembali pada idealisme pers mahasiswa itu sendiri.” 6. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers

mahasiswa?

Jawaban: “Jangan sampai mudah terbawa intervensi pihak luar dan tetap berpegang pada prinsip.

11

HASIL WAWANCARA Nama : Nurul Farida

Status : Demisioner Sekretaris Umum Organisasi : LPM DinamikA

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Sekedar paham, kalau untuk mendalami belum terlalu.” 13.Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik?

Jawaban: “Kalau KEJ paham, kan, langsung diaplikasikan. Semisal ketika terjun ke lapangan ada suatu konflik atau kejadian, pasti menilik kembali KEJ. ”

2. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Yang sering itu birokrat kampus. Kadang berita harus sesuai dengan kepentingan lembaga. Kalau nggak gitu ya, ancaman dana tidak keluar. Ada juga dari organisasi ekstra, kadang membawa kepentingan masuk ke organisasi kita”

3. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Ya cukup menghambat, Kan jadi pemikiran dan kretivitas persma menurun. Jadi turun juga kan kualitas persmanya.”

4. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi? Jawaban: “Harusnya pers mahasiswa kembali pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers dan Kode Etik Jurnalistik juga tetap menegakkan independensi pers mahasiswa. Karena pers mahasiswa merupakan pers yang bersandar pad idealisme, pers yang kritis dan mampu membuat perubahan.”

5. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers mahasiswa?

Jawaban: “Keberanian dalam melawan tekanan yang dihadapi dengan menjunjung tinggi independensi dalam praktik. Ketika sudah

12

memantapkan diri terjun di dunia pers, saat itulah insan pers harus menyatakan bahwa independensi itu harga mati.”

13

HASIL WAWANCARA Nama : Dina Rahayu

Status : Divisi Pendidikan Organisasi : LPM DinamikA

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Cukup paham, walaupun nggak dalam-dalam banget.”

2. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? Jawaban: “Sepertinya akan menghambat laju perkembangan pers mahasiswa. intervensi tersebut mengbuat internal organisasi menjadi lebih keruh dan hanya terfokus pada masalah intervensi tersebut.”

3. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Pernah ada, sebuah organisasi ektra kampus pernah mencoba memasukan kepentingannya di dalam pers kampus melalui jurnalis kampus.”

4. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Pasti dong, kan kita jadi harus cari solusi sama masalah tersebut.”

5. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi? Jawaban: “Pers mahasiswa perlu melakukan musyawarah agar masalah terkait intervensi itu dapat terselesaikan dengan segera. Dicari solusi terbaik dan moderat sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas masalah tersebut. Dengan meningkatkan kerjasama anggota pers mahasiswa dirasa dapat menciptakan keharmonisan pada ranah internal. Selain itu, perlu adanya transparansi internal agar tidak menimbulkan prasangka atau kecurigaan terhadap sesama anggota pers mahasiswa. Untuk menangkal intervensi, pers mahasiswa perlu melakukan musyawarah agar masalah terkait intervensi itu dapat terselesaikan dengan segera. Dicari solusi terbaik dan moderat sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas masalah tersebut.”

6. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers mahasiswa?

14

Jawaban: “Perlu disadari bahwa mahasiwa yang bergelut di bidang pers mahasiswa tentu tidak hanya mengikuti satu organisasi. Ada berbagai organisasi maupun kepentingan yang diemban seorang jurnalis kampus. Maka dari itu, bersikap profesional dalam menjalankan peran perlu di junjung tinggi. Seorang pers mahasiswa harus bisa membedakan mana kepentingan pers mahasiswa dan kepentingan yang lain. Hak-hak yang ada di dalam Kode Etik jurnalistik harus dipahami, dihayati, dan dijalankan secara sunggung-sungguh.”

15

HASIL WAWANCARA Nama : Firdan Fadlan Sidiq

Status : Anggota Baru Organisasi : LPM DinamikA

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Kalau saya jujur belum terlalu memahami, karena masih baru dan awam.”

2. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? Jawaban: “Cuma sebatas tau, kalau liputan, ya liputan aja gitu.”

3. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Saya pernah mendapat intervensi dari narasumber saat liputan. Waktu itu di acara terbuka dan umum tapi media kayak tidak diberi ruang.”

4. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Menghambat, Mbak. Kan jadi hak masyarakat untuk mendapat informasi jadi tidak ada.”

5. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi? Jawaban: “Saya coba buat tetap sabar, tenang, dan mencari jalan keluarnya.”

6. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers mahasiswa?

Jawaban: “Dengan menghilangkan kecenderungan dalam bersikap dan bertindak serta menjauhi berbagai prasangka supaya dapat bersikap adil.”

16

HASIL WAWANCARA Nama : Suharsono

Status : Reporter Organisasi : LPM DinamikA

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Paham, sudah sering dipelajari dan langsung dipraktekan soalnya.”

2. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? Jawaban: “Paham, karena KEJ bersinergi dengan UU.”

3. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Saya pribadi belum pernah merasakan atau mengalami di intervensi, tapi intervensi itu ada langsung mengarah pada organisasi biasanya.”

4. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Sebenarnya menghambat tidak menghambat, tergantung cara kita mecari problem solving-nya.”

5. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi? Jawaban: “Acuh tak acuh.”

6. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers mahasiswa?

Jawaban: “Barangkali dengan mengimplikasikan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).”

17

HASIL WAWANCARA Nama : Muhammad Dafi Yusuf

Status : Demisioner Pimpinan Umum 2016 Organisasi : LPM MISSI

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Ya pasti paham lah, anggota pers mahasiswa yang tidak paham hukum dan etika pers tidak patut dikatakan insan pers.”

2. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? Jawaban: “Ini (KEJ-red) juga paham, KEJ kan penjelasan konkritnya UU dan saling terkait juga.”

3. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Wah kalau itu ya makanan wajib pers, intervensi. Yang paling berat ya pas ada pembreidelan produk. Menyinggung sedikit tegur, atau langsung dibekukan. Misalnya pembreidelan majalah LPM Lentera Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga yang bertajuk “Salatiga Kota Merah” karena telah mengangkat isu tragedi 1965. Pada bulan Mei 2016, LPM Poros Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut dibekukan lantaran konten yang disajikan dianggap sering memberitakan keburukan kampus dan tidak bermanfaat.”

4. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Jelas! Pers mahasiswa akan merasa terkungkung dan tidak bebas bereksrpresi. Sebenarnya jika itu terjadi, pihak yang harusnya rugi adalah lembaga, mengingat pers mahasiswa adalah bagian dari pondasi kampus.”

5. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi? Jawaban: “Kembali pada hati nurani, mau bubar atau berjuang, kan gitu.” 6. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers

mahasiswa?

Jawaban: “Persma harus tetap mempunyai idealisme yang tinggi dan memperjuangkan independensi sebagai insan pers. Biarpun belum ada undang-undang khusus untuk pers mahasiswa, setiap insan mempunyai hak berekspresi.”

18

HASIL WAWANCARA Nama : Mohamad Subekhi

Status : Demisioner Pimpinan Umum 2017 Organisasi : LPM MISSI

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Wajib paham, hukum dan etika adalah dasar, jadi perlu untuk diketahui dan benar-benar dipahami.”

2. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? Jawaban: “Ini juga kan wajib paham, biar nggak dikira tumpang tindih sama UU. Kalau tau dasarnya, pers mahasiwa jadi mampu mengetahui ada atau tidaknya intervensi yang mengarah pada pers mahasiswa. Bisa jadi, karena anggota pers mahasiswa tidak paham dengan hukum dan etika pers, pers mahasiswa juga tidak menyadari bahwa di dalam organisasinya sedang ada intervensi. ”

3. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Pernah, sering, dan wajib ada. Biar persma ada kerjaan lain selain, hehehe. Biar menarik dan greget jadi anak persma.”

4. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Hambatan pers itu bukan hanya masalah intervensi. Faktor -faktor lain juga dapat menghambat laju perkembangan pers mahasiswa.” 5. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi?

Jawaban: “Hadapi! Buat sebagai tantangan.”

6. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers mahasiswa?

Jawaban: “Menyadari posisi dan kedudukan pers, sehingga tolok ukur kedewasaan dan kebijaksanaan menyelesaikan masalah akan menjadi amunisi tersendiri agar pers tidak dapat ditembus masalah-masalah yang dapat memicu kehancuran pers mahasiswa.”

19

HASIL WAWANCARA Nama : Korie Khoiriyah

Status : Demisioner Pimpinan Redaksi Organisasi : LPM MISSI

1. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers?

Jawaban: “Cukup paham.”

2. Bagaimana pemahaman Pers Mahasiswa terhadap Kode Etik Jurnalistik? Jawaban: “Paham dan teraplikasi.”

3. Apakah di Lembaga Pers Mahasiswa pernah/sering terjadi intervensi? Jika ada, apa bentuk atau kasus-kasus intervensi tersebut?

Jawaban: “Di bilik redaksi, sering sekali ditemukan intervensi. Misalnya saja intervensi kepada reporter yang mencari data, atau tuntutan kepada redaktur biar menghaluskan bahasa berita. Sehingga kadang apa yang ditulis menjadi tidak sesuai dengan fakta dan realitas lapangan yang dijumpai.”

4. Apakah dengan adanya intervensi membuat laju perkembangan persma terhambat? Berikan alasannya!

Jawaban: “Itu cukup menghambat karena kerangka berfikir pers mahasiswa jadi terbatas dan terkesan kurang bebas.”

5. Bagaimana sikap persma dalam menanggapi intervensi yang terjadi? Jawaban: “Cara mengantisipasnya yaitu dengan mendidik mental pers mahasiwa agar kuat dan tahan tekanan yang biasa ditemui di lapangan.” 6. Bagaimana cara mengaktualisasikan independensi di ranah pers

mahasiswa?

Jawaban: “Untuk aktualisasinya sendiri, pers mahasiswa harus kebal

Dokumen terkait