BAB V PENUTUP
B. Saran
Pada akhir penulisan, penulis memberikan saran yang mungkin dapat membantu dan bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan orang lain:
1. Untuk Tenaga Pendidik
Penulis memberikan saran agar kegiatan ekstrakurikuler dapat dimaksimalkan oleh pendidik untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter terhadap peserta didiknya sebagai alternatif solusi yang dapat diandalkan mengahadapi degradasi mental yang tengah terjadi di masyarakat, tentu saja pendidik juga harus memberikan teladan yang baik guna menjadi tauladan bagi peserta didiknya.
2. Untuk Seluruh Pelatih
Agar latihan dapat maksimal dan sesuai target yang diharapkan oleh pelatih, penulis memberikan saran agar para pelatih mampu untuk memperhatikan setiap siswanya, karena penulis sendiri selama mengumpulkan data, beberapa siswa mengaku kurang begitu diperhatikan oleh pelatih, Dan yang terakhir, untuk selalu
mengajarkan materi keislaman di samping agar siswa menjadi pesilat yang tangguh, namun juga agar mereka terbiasa dengan ajaran islam tentu dengan pelatih senantiasa memberikan teladan yang baik bagi siswanya.
3. Untuk Peserta Didik
Saran penulis untuk seluruh peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler Tapak Suci, yaitu agar selalu semangat dalam berlatih dan meraih prestasi, lalu dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut untuk senantiasa menerapkan karakter-karakter yang telah diajarkan dan ditanamkan pelatih ke dalam kehidupan sehari-hari baik itu saat di rumah, di sekolah, ataupun di masyarakat.
4. Untuk Dinas terkait
Saran penulis yaitu agar Pencak Silat juga dapat dijadikan ekstrakurikuler wajib di setiap sekolah seperti halnya pramuka, di samping karena pencak silat merupakan budaya asli bangsa indonesia, yang secara tidak langsung turut melestarikan budaya bangsa, namun juga sebagai jalan alternatif bagi permasalahan bangsa untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia indonesia yang bukan tangguh dalam ranah kognitif saja, namun juga afektif dan psikomotorik. Karena telah banyak sekali penelitian yang berkaitan dengan pencak silat yang mampu memberikan perubahan sikap dan perilaku seseorang, tidak hanya sebagai seorang pesilat yang tangguh, namun juga manusia yang berbudi luhur.
DAFTAR PUSTAKA
Al Munawar, Said Agil Husain. 2005. Aktualisasi Nilai-Nilai Qur’an dalam Sistem Pendidikan Islam. Ciputat : Ciputat Press.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaplin, J.P. 2005. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. Jakarta: Balai
Pustaka.
Hambali, Hamdan. 2011. Ideologi dan Strategi Muhammadiyah cetakan keenam.
Yogyakarta: Surya Sarana Grafika.
Hendri, Anifral. 2008. Ekskul Olahraga Upaya Membangun Karakter Siswa. Jambi: Jambi Pos.
Lubis, Johansyah. 2004. Pencak Silat Panduan Praktis. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Mahjudin. 2009. Akhlak Tasawuf I. Jakarta: Kalam Mulia.
Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Bekerja Sama dengan Lembaga Pustaka dan Informasi (Majelis Diktilitbang dan LPI) PP
Muhammadiyah. 2010. Satu Abad Muhammadiyah Gagasan Pembaruan
Sosial Keagamaan. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara
Majid, Abdul. & Andayani, Dian. 2013. Pendidikan Karakter Perspektif Islam cetakan ketiga. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Surabaya: Citra Media.
Mulyana, Rohmat. 2004. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung:
Munir, Abdullah. 2010. Pendidikan Karakter Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah. Yogyakarta: PT. Pustaka Insan Madani.
Naharsari, Nur Dyah. 2008. Olahraga Pencak Silat. Jakarta: Ganeca Exact.
Noor, Rohinah M. 2011. Mengembangkan Karakter Anak Secara Efektif di Sekolah dan di Rumah. Yogyakarta: PT. Pustaka Insan Madani.
Oetojo, Pandji. 2000. Pencak Silat. Semarang: Fakultas Ilmu Keolahragaan. Raco, J. R. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik, dan
Keunggulannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Samani, Muchlas & Hariyanto. 2011. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sarjono, dkk. 2004. Panduan Penulisan Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sucipto. 2009. Materi Pokok Pencak Silat. Jakarta: Universitas Terbuka Depdiknas.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
Tiswarni. 2007. Akhlak Tasawuf. Jakarta : Bina Pratama.
Tafsir, Ahmad. 2010. Filsafat Pendidikan Islami. Integrasi Jasmani, Rohani, dan
Kalbu Memanusiakan Manusia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Zuchdi, Darmiyati. 2011. Pendidikan Karakter dalam Perspektif Teori dan Praktik. Yogyakarta: UNY Press.
Kemendiknas. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa:
https://id.wikipedia.org/wiki/Tapak_Suci_Putera_Muhammadiyah 20.26 5/11/2015 https://id.wikipedia.org/wiki/Tapak_Suci_Putera_Muhammadiyah 17.41 11/11/2015 https://inginbelajarislam.wordpress.com/2014/01/16/olah-raga-dalam-pandangan- islam/ 12.01 10/08/2016
Key Informan sebagai berikut:
No Jawaban Responden
1 Iya, karena memang itu kewajiban kita sebagai umat islam misalnya ya sholat di awal waktu, ngaji dan banyak yang saya lakukan. Lalu kalau pada saat latihan, selalu rutin diawali dengan berdoa dan diakhiri dengan berdoa juga. Dan mau, karena kita asal tidak mengikuti ajaran mereka, karena meskipun beda agama kita tetaplah teman. Misalnya teman latihan yang dari kelas 7 juga ada yang dari agama Budha dan saya juga berteman (Key Informan: EP).
2 Iya, Karena wajib. Manusia kan punya tanggung jawab terhadap ajaran agamanya, dan pelatih juga mengajarkan berdoa sebelum atau sesudah latihan. Dan mau berteman, ya karena tidak perlu membeda-bedakan, saling menghormati sajalah (Key Informan: LA).
3 Iya, karena wajib. Misalnya saya melaksanakan sholat tepat pada waktunya, lalu saya juga puasa senin kamis. Dan mau, karena berteman itu bisa dengan siapa saja, termasuk yang beda agama atau teman yang non muslim (Responden: AS). 4 Iya, meskipun sholat saya kadang bolong-bolong, dan meskipun saya tahu itu
wajib saya seringkali lupa, malas. Mungkin kesadaran saya yang agak kurang. Dan contoh lain saya juga ngaji. Dan saya mau, karena memang sebagian teman sekolah dan teman latihan juga ada yang beda agama, dan yang penting untuk saling menghormati saja (Key Informan: SF).
5 Iya, saya melaksanakannya, seperti sholat lima waktu, kalau pas puasa ramadhan ya puasa, hanya saja saya jarang ngaji. Dan pelatih pun mengajarkan di awal dan di akhir latihan untuk berdoa dan diselingi nasihat yang sifatnya bermuatan agama. Dan iya, mau. Karena dengan begitu saya bisa menerima masukan atau saran dari teman yang beda agama, dan jadi mau menerima apa adanya (Key Informan: MRN).
6 Iya, karena itu kewajiban kita, misalnya ya saya sholat, ngaji dan lain-lain. Meskipun ngajinya masih kadang-kadang. Dan pelatih juga membiasakan selalu berdoa. Dan iya saya mau, karena dikelas saya sendiri banyak sekali yang non muslim, dan menurut saya itu asik-asik saja, karena saya berteman nggak pilih- pilih (Key Informan: AH).
7 Iya, saya melaksanakan. Misalnya sholat lima waktu, ngaji, sholat jumat, dan berdoa sebelum atau sesudah apapun termasuk pada waktu latihan. Dan iya, jelas saya mau, karena saya juga punya teman yang non muslim meskipun dia masih SD (Key Informan: MP).
8 Alhamdulillah, saya melaksankan. Seperti misalnya saya sering dan rutin untuk ngaji dan ikut pengajian. Dan pelatih pun selalu membiasakan berdoa. Dan iya saya mau berteman dengan siapa saja. Seperti misalnya ada andika anak 9B saya berteman juga dengannya (Key Informan: MR).
lima waktu, ngaji setiap hari dan kadang saya juga puasa senin kamis. Dan iya saya mau, karena kita tidak boleh membeda-bedakan agama soal masalah berteman, karena salah satu saudara saya pun ada juga yang non muslim (Key Informan: MFR).
11 Iya, meskipun kadang-kadang. Sholat saya sering bolong, dan ngaji pun saya kadang-kadang. Sholat yang sering bolong itu sholat subuh. Dan saya mau, karena agama tidak menjadi alasan dalam berteman dengan siapapun termasuk teman- teman yang non muslim. Dan dalam keluarga saya juga banyak yang non muslim, terutama dari keluarga kakek (Key Informan: TD).
12 Iya, saya melaksanakannya, meskipun pada saat saya malas, saya tidak melaksanakannya, dan dengan pelatih, selalu dibiasakan untuk berdoa. Dan iya, saya mau, karena memang kebanyakan teman-teman saya itu non muslim (Key Informan: LAA).
13 Iya, meskipun terkadang saya seringkali bolong di sholat ashar karena saya harus membantu orang tua untuk mengasuh adik. Saya juga ngaji dan pelatih juga membiasakan berdoa. Dan iya saya mau, karena berteman tidak perlu membeda- bedakan masalah agama (Key Informan: HN).
14 Iya, saya melaksanakannya, contohnya sholat wajib lima waktu, mengaji dan insyaallah biasa puasa senin kamis. Dan iya mau, karena kita memang harus menghargai sebuah perbedaan termasuk juga masalah agama, untuk menambah saudara juga, dan membentuk tali silaturahmi (Key Informan: NC).
15 Iya, insyaallah saya melaksanakan, misalnya sholat lima waktu, meskipun kadang juga bolong, dan saya juga ngaji kalau malam. Dan saya mau, karena kita tidak boleh merendahkan agama lain, jadi kita bebas berteman dengan siapa saja termasuk yang dari non muslim (Key Informan: SY).
16 Iya, namun kadang-kadang sholat saya bolong-bolong, yang paling sering bolong itu sholat dhuhur karena males juga pas lelah. Meskipun sudah tahu itu wajib. Pelatih juga membiasakan untuk berdoa. Dan iya, saya mau berteman. Karena kita memang harus menghargai agama orang lain dan memang teman saya banyak yang non muslim juga. Misalnya tetangga saya ada yang non muslim, saya berteman dengannya (Key Informan: SR).
17 Iya saya insyaallah melaksanakan, meskipun sholat saya terkadang juga bolong- bolong. Saya juga pada saat mau mengaji saya bingung karena tidak ada teman untuk diajak mengaji, mungkin karena saya juga sibuk bantu orang tua momong adik, dan banyaknya PR yang ada. Dan iya, saya mau berteman dengan orang- orang yang non muslim, karena keluarga saya sendiri juga banyak yang non muslim seperti adik dan paman saya (Key Informan: IP).
sama, karena pelatih juga hobi menasihati. Dangan teman pun juga jujur. Dan kadang-kadang, tergantung soal yang diberikan, kalau sudah sangat sulit, mungkin menyontek (Key Informan: EP).
2 Iya jujur itu lebih baik daripada berbohong, misal ditanya guru bawa buku paket atau tidak, ya saya jawab seadanya. Dengan pelatih pun juga sama. Terhadap teman pun saya jujur. Dan terkadang, tergantung soal dari guru. Kalau saya mampu, saya tidak menyontek (Key Informan: LA).
3 Iya, saya selalu berusaha untuk berkata jujur dengan siapapun, baik itu guru, pelatih, dan juga teman, karena dengan saya berkata jujur, hati saya akan merasa tenang. Meskipun terkadang saya juga kurang jujur. Dan terkadang, karena saya suka lupa jawaban apa yang harusnya saya jawab. Dan kecuali mata pelajaran Agama, saya tidak pernah menyontek (Key Informan: AS).
4 Iya, saya menjawabnya dengan jujur, dengan siapapun, baik itu guru, pelatih, ataupun teman. Dan kadang-kadang, dan kadang juga “ngepek” atau open book, kecuali mata pelajaran bahasa inggris, bahasa indonesia, dan Agama (Key Informan: SF).
5 Iya, karena dengan guru dan juga pelatih saya sering jujur dan jarang bohong, untuk dengan teman terkadang bohong. Dan kadang-kadang, kalau terpaksa sekali, misalnya mata pelajaran matematika, seringkali saya menyontek, tapi kalau mata pelajaran Agama saya tidak berani (Key Informan: MRN).
6 Iya, dengan guru saya selalu berkata jujur, misalnya guru tanya tentang PR, ya saya jawab se adanya, dan dengan pelatih saya juga sama. Kalau dengan teman kadang-kadang. Dan cukup sering saya menyontek, namun di mata pelajaran bahasa indonesia saya tidak pernah menyontek (Key Informan: AH).
7 Iya, saya jujur sebisa mungkin. Dan kadang-kadang, karena saya seringkali lupa, mungkin karena manusia tempatnya lupa. Dan itu untuk semua mata pelajaran (Key Informan: MP).
8 Iya, saya insyaallah selalu jujur. Dan saya tidak pernah menyontek kecuali mata pelajaran matematika (Key Informan: MSA).
9 Iya saya selalu jujur saat ditanya siapapun. Dan seringkali saya menyontek, alasannya karena saya jarang belajar dan saya sibuk ngaji (Key Informan: MR). 10 Insyaallah, dengan guru selalu jujur, dengan pelatih pun juga sama, tapi kalau
dengan sesama teman jujurnya kadang-kadang. Dan iya kadang, kalau sudah
sangat “kepepet” baru menyontek, kecuali mata pelajaran matematika, karena saya memang insyaallah bisa (Key Informan: MFR).
11 Saya kadang-kadang jujur, baik itu dengan guru, pelatih, ataupun dengan teman. Dan terkadang saya menyontek, karena bila itu sudah sangat-sangat terpaksa, paling sering menyontek di mata pelajaran matematika (Key Informan: TD). 12 Saya kadang-kadang jujur, baik itu dengan guru, pelatih, ataupun dengan teman.
Dan terkadang saya menyontek, dan ini tergantung dengan gurunya, semisal
gurunya galak, saya jadi kurang “nyantel” contoh nya pada waktu pelajaran
matematika, saya kadang menyontek (Key Informan: LAA).
13 Insyaallah saya selalu jujur. Dan terkadang saya juga menyontek, misalnya dalam mata pelajaran IPA, dan bahas inggris (Key Informan: HN).
15 Iya saya jujur baik itu dengan guru ataupun pelatih, dan kalau dengan teman masih kadang-kadang. Karena kalau saya tidak jujur bisa jadi saya terkena hukuman. Dan tidak pernah menyontek sama sekali, dengan alasan saya tidak berani untuk menyontek dan juga saya juga kurang yakin dengan jawaban milik teman (Key Informan: SY).
16 Meskipun terkadang saya tidak jujur, insyaallah saya lebih sering jujur daripada tidak. Seperti dengan guru dan teman saya terkadang bohong, namun nengan pelatih sendiri saya rasa, saya tidak pernah berbohong. Dan iya, saya sering menyontek, mungkin karena saya sulit untuk menerima pelajaran yang diberikan guru, seperti misalnya pada mata pelajaran IPA dan IPS (Key Informan: IP). 17 Bila dengan guru, saya kadang jujur, kadang juga tidak. Dengan pelatih saya
selalu jujur, dan dengan teman saya juga kadang jujur, kadang juga tidak. Dan kadang-kadang kalau saya sudah sungguh “kepepet” dan sudah tidak bisa berfikir lagi. Saya menyontek biasanya di mata pelajaran matematika dan bahasa inggris (Key Informan: SR).
Untuk item pertanyaan 3 (tiga), yaitu tentang disiplin menghasilkan jawaban dari
Key Informan sebagai berikut:
No Jawaban Responden
1 Tidak pernah sama sekali, bahkan malah menunggu datangnya pelatih. Dan guru Iya, karena merupakan orang tua kedua di sekolah. Tergantung mood saat latihan, misalnya pas materinya seni, itu kadang saya males. Tentu saja patuh juga sama pelatih (Key Informan: EP).
2 Tidak pernah sama sekali. Dan iya, pasti. Karena sekarang sudah kelas 9 saya sudah mulai sedikit sadar dan lebih patuh pada guru dan pelatih saya. Kadang- kadang, karena itu semua tergantung mood, kalau pas latihan fisik saya sangat senang, tapi kalu pas latihan seni, tidak begitu suka (Key Informan: LA).
3 Tidak pernah, dan iya, karena saya diajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua dan itu termasuk guru dan pelatih. kadang-kadang, itu senua tergantung materi apa yang diberikan, misalnya materinya materi laga atau untuk bertarung saya akan serius, tapi kalau seni saya kurang serius (Key Informan: AS).
4 Tidak pernah, kecuali pada waktu sedang ada les. Dan patuh, saya patuh pada guru siapapun yang ada di sekolah. Iya, saya serius dan santai, dan sekaligus manut sama pelatih misalnya disuruh lari, dan saya melaksanakan perintahnya (Key Informan: SF).
5 Kalau pas berangkat sekolah kadang telat, pas latihan pun sama, kadang telat. Dan iya, saya selalu patuh. Serius tapi santai, dan dengan pelatih juga patuh, namun bila tubuh sudah mulai lelah saya tidak berani memaksakan (Key Informan: AH).
6 Tidak pernah. Dan kadang-kadang, karena jujur saja saya malas mendengar nasihat guru. Kecuali pak Tri, bu Windyah, dan pak Khubaibin. Saya patuh apa yang pelatih katakan dan saya serius (Key Informan: MSA).
telat ke sekolah. Dan untuk latihan pun saya juga sama. Dan iya terkadang, namun bila sedikit galak saya malah jadi malas. kadang-kadang, karena jujur saya
sendiri seringkali “gojek”, meski seperti itu saya tetep patuh (Key Informan: MP). 9 Untuk sekolah jarang sekali telat, dan untuk masalah latihan pada waktu sebelum ada les tambahan saya jarang sekali untuk telat, namun setelah ada les tambahan saya jadi mulai berangkat telat. Dan tergantung nasihat apa yang guru berikan, semisal nasihat yang guru berikan itu baik, saya akan patuh dan menurutinya. Saya patuh pada pelatih, dan selalu serius pada saaat berlatih (Key Informan: MR).
10 Saat berangkat sekolah, saya tidak pernah telat, pada waktu latihan pernah sekali telat. Dan kadang-kadang, karena itu semua berdasarkan perasaaan sedang ingin gimana, karena saya sendiri mood-mood an. Iya saya patuh kalau berlatih dengan mas anas, namun pada saat dengan mas ema, saya kadang serius, kadang tidak (Key Informan: MFR).
11 Iya, bila berangkat ke sekolah saya tidak pernah telat. Dan untuk pada waktu latihan, saya sering telat, karena saya menunggu semangat dulu atau kalau tidak saya nunggu biar pemanasan dulu. Dan kadang-kadang, karena bergantung perasaaan sedang ingin gimana, karena saya sendiri mood-mood an dan kadang perasaan nggak jelas. Iya saya patuh kalau berlatih dengan mas anas, namun pada saat dengan mas ema, saya kadang serius, kadang juga tidak serius (Key Informan: TD).
12 Kalau pada waktu berangkat sekolah saya tidak pernah telat, saya sering telat pada saat latihan, karena saya menunggu teman dan kalau tidak saya nunggu biar pemanasannya selesai dulu. Dan dengan guru hampir semuanya saya patuh, namun bila dengan pak sus, kadang saya tidak patuh. Iya saya patuh kalau berlatih dengan mas anas, namun pada saat dengan mas ema, saya kadang serius, kadang juga tidak serius (Key Informan: LAA).
13 Pada waktu sekolah, saya pernah sekali telat. Dan untuk pada waktu latihan, saya sering telat, karena saya menunggu semangat dulu atau kalau tidak saya nunggu biar pemanasan dimulai. Dan iya saya insayaallah manut. Iya saya patuh kalau berlatih dengan mas anas, namun pada saat dengan mas ema, saya kadang serius, kadang juga tidak serius. Karena mas ema sendiri kadang kebanyakan istitrahat (Key Informan: HN).
14 Pas berangkat sekolah, pernah sekali telat, itupun juga karena sopirnya lama. Dan kalau pada saat latihan saya tidak pernah telat sama sekali. dan Iya, saya selalu patuh. Saya serius tapi juga santai, dan masalah patuh atau tidak dengan pelatih, saya sedikit bingung, kadang patuh kadang juga tidak, karena pelatih sendiri kadang sulit dimengerti maunya (Key Informan: NC).
(Key Informan: SY).
16 Pada waktu berangkat latihan saya pernah satu kali telat, dan pada waktu latihan saya tidak pernah telat, karena saya senang pada saat latihan. Dan Iya saya patuh, namun ada beberapa guru yang saya kurang patuh padanya yaitu bu Kustinah dan pak Susilo. Iya saya serius, karena kalau saya tidak serius, pasti materi yang diberikan pelatih akan sulit saya pahami (Key Informan: IP).
17 Pada waktu berangkat sekolah, saya baru satu kali telat, yaitu pada waktu saat saya beli bensin antri lama, lalu malah ban bocor. Dan pada waktu latihan, saya tidak pernah telat sama sekali. Dan iya saya insyaallah patuh dengan semua guru, namun terkadang saya tidak patuh dengan satu guru, yaitu pak Tri. Iya, saya patuh pada pelatih karena memang latihannya menyenangkan (Key Informan: SR).
Untuk item pertanyaan 4 (empat), yaitu tentang mandiri menghasilkan jawaban dari Key Informan sebagai berikut:
No Jawaban Responden
1 Iya, saya berangkat dan pulang sekolah bersama teman-teman sekolah. Dan tidak, karena sekarang sudah mulai disibukkan urusan lain seperti try out, dan soal materi latihan saya rasa kurang lengkap, terlalu sering latihan seni (Key Informan: EP).
2 Berangkat dan pulang selalu bersama teman. Dan tidak, karena masih banyak kesibukan lain seperti tugas-tugas sekolah. Dan masalah materi latihan, saya manut saja (Key Informan: LA).
3 Saya kalau berangkat sekolah diantar, dan kalau pulang sekolah, saya bersama dengan teman-teman. Dan jarang, karena tidak ada yang mengajak kalau mau belajar dan latihan paling cuma sedikit. Mengenai materi latihan tidak tahu apa yang kurang hanya saja kadang kurang greget (Key Informan: SF).
4 Dulu sering diantar namun sekarang sudah sendiri. Dan iya, soal belajar mandiri, kadang malam belajar, dan untuk latihan mandiri saya sering push up, shit up, dan kadang jogging. Mengenai materi saya manut pelatih (Key Informan: MRN). 5 Kalau berangkat sekolah masih diantar, kalu pulang saya lihat-lihat kondisinya.
Dan belajar mandiri dirumah mungkin saya jarang, namun kalu berlatih mandiri saya kadang-kadang melakukan nya seperti misalnya jogging (Key Informan: AH).
6 Kalau saya berangkat sekolah saya sering diantar, namun kalau pada saat pulang saya pulang sendiri. Dan terkadang saya belajar dan berlatih sendiri dirumah, seperti misalnya berenang untuk melatih tubuh juga agar saya kuat. Dan menurut saya materi yang diberikan sudah pas (Key Informan: MP).
7 Saya berangkat dan pulang sekolah selalu bersama teman-teman karena rumah saya dekat dengan sekolahan. Dan iya saya kadang belajar sendiri, namun untuk
seringkali melakukannya seperti misalnya berlari, push up, sit up. Mengenai materi latihan menurut saya masih kurang, kurang greget dan kadang keinginan kita untuk latihan lebih tidak bisa terlaksana (Key Informan: MR).
9 Saya berangkat dan pulang sekolah sendiri atau kalau tidak berdua dengan laili,