BAB V PENUTUP
5.2 Saran
1. Pada penelitian ini, uji antibakteri akar putri malu terhadap S. aureus dan E. coli. Perlu adanya uji toksisitas atau uji antijamur, sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat.
2. Perlu dilakukan analisa lebih lanjut untuk mengetahui senyawa pada isolat-isolat akar putri malu.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Jauziyah, I.Q., 2007, Metode Pengobatan Nabi SAW, Penerbit Griya Ilmu, Jakarta.
Ahmad, M. M., 2006, Anti Inflammatory Aetivities Of Nigella Sativa Linn . (kalogi, black seed), (online), (http:// lailanurhayati. Multiply.com/ jurnal, diakses 13 Nopember 2008.
Anonymous, 2005, Immune, http:// ptcl. Chem.. ax. Ac. UK/ MSDS? Glossary/ immune_response.html. diakses 13 Nopember 2008
Barazing, H., 2007, Pengobatan Aman Cara Nabi: Herba Sebagai Pengobatan Modern Alternatif, Tinjauan Medis Dan Syariat Islam, http://hohanb. webs.com/, diakses tanggal 02 Desember 2008 Pukul 01.35 Wib.
Brock, T.D., Madigan, M.T., Martinko, J.M., And Jack, P., 1994, Biology Of Microorganisms Seven Edition, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey, p. 571-572 .
Dzen, S.M, dkk, 2003, Bakteriologi Medik, Bayu Media Publishing, Malang David, Fankhauser, 2006, Gram Stain Protocol, http://biology.clc.
edu/fankhauser/labs/microbiology/gram_stain/gram_stain.htm
Entjang, Indan, 2003, Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Akademi Keperawatan dan sekolah tenaga kesehatan yang sederajat, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung
Faradisa, Maria, 2008, Uji Efektifitas Antimikroba Senyawa Saponin Dari Tanaman Blimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn), skripsi-UIN Malang, Malang
Fardiaz, S., 1993, Analisa Mikrobiologi Pangan, Raja Grafindo Perkasa, Jakarta. Faridah, Juliet, 2007, Putri Malu, http://eprints.undip.ac.id/view/year/2009.html.
diakses tanggal 19 januari 2008
Farooqi, M.I.H., 2005, Terapi Herbal Cara Islam Manfaat Tumbuhan Menurut Al-Quran Dan Sunnah Nabi, Penerbit Hikmah (P.T. Mizan Publika), Jakarta,
Ganiswarna, S.G, 1995, Farmakologi Dan Terapi, Gaya Baru, Jakarta,
Guenther, E., 1987, Minyak Atsiri, Jilid I, (diterjemahkan oleh Kateren. S. ), universitas jakarta, jakarta.
Gunawan, Didik dan Sri Mulyani, 2004, Ilmu Obat Alam (Farmakognosi), penerbit swadaya, jakarta.
Harbourne, J.B., 2002, Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Diterjemahkan Oleh K. Padmawinata Dan I. Soediro, Penerbit ITB, Bandung,
Hart, H., 2003, Kimia Organik, Erlangga, Jakarta
Hugo, W.B. and Russell, A.D., 1998, Pharmaceutical Microbiologi, 6th edition, blackwell science, oxford, p. 33-35, 51
Indrayani, lany, dkk, 2006, Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Daun Pucut Kuda (Stachytarpheta Jamaicensis L.Vahl) Terhadap Larva Udang, http:// journal. discoveryindonesia. Com /index. php/ hayati/ article/ view PDF Interstitial /10/11, diakses 25 Juni 2008
Irianto, K. 2006, Mikrobiologi,Yrama Widy, bandung
Jayani, Yulia, 2007, Morfologi, Anatomi, Dan Fisiologi Mimosa Pudica, Tanaman Obat Indonesia, http://toiusd. bmultiply.com/ journal/ item/ 279/ Morfologi_ Anatomi_ dan_ Fisiologi_ Mimosa_ pudica_L. diakses tanggal 29 maret 2008
Jawet, Ernest, Joseph L, Melnick., dan Edward 1996, Mikrobiologi Kedokteran, EGC, Jakarta
Khopkar, S.M, 2003, Konsep Dasar Kimia Analitik, UI-press, Jakarta
Kristianingsih, 2005, Isolasi dan Identifikasi Senyawa Triterpenoid dari Akar Tanaman Kedongdong Laut (Polyscias Fruticosa), Skripsi Mahasiswa Jurusan Kimia, F-MIPA, Universitas Brawijaya.
Moelyono M, dkk, 2007, Pemeriksaan Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Bayam Duri (Amaranthus spinosus Linn) Amaranthaceae, http:// bahan-alam. fa. itb. ac. id/ detail. php? id=157 diakses 23 Mei 2008
Pelczar, M.J, and Chan ECS., 1986, Dasar-Dasar Mikrobiologi, alih Bahasa: Hadioetomo, R.S., UI-Press, Jakarta
Prescott, L.M., and P. Harley O.A.K., 2002, Microbiology. Fifth editor McGraw-Hill Companies Inc. New York
Robinson, T, 1995, Kandungan Organik Tumbuhan Tingkat Tinggi, ITB, Bandung.
Samiran, 2006, Cara Alami Mengundang Kantuk (Buat Yang Insomnia), http://alvian.multiply.com/journal/item/55, diakses tanggal 14 maret 2008
Sastroraharjo, H., 2001, Spektroskopi, Penerbit Liberty, Yogyakarta
Savitri, Evika Sandi, 2008, Rahasia Tumbuhan Berkhasiat Obat Perspektif Islam, Uin Malng-Press, Malang
Siswono, 2005, Putri Malu Untuk Batuk Dan Bronchitis, http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1109650582, diakses tanggal 25 maret 2008
Soetan, K.O.,dkk, 2006, Evaluation Of The Antimicrobial Activity Of Saponins Extract Of Sorghum Bicolor L. Moench, African Journal Of Biotechnology Vol. 5 (23), Pp.2405-2407
Sudarmaji, S., Haryono, B., dan suhardi, 2007. Analisa Bahan Makanan Dan Pertanian, liberty, Yogyakarta.
Suwariany, Erika, 2006, Isolasi dan Identifikasi Senyawa Dari Fraksi Etil Asetat Herba Putri Malu (Mimosa Pudica.), http://farmasi. unpad.ac.id/mediadetail. aspx?id=1903 (abstrak), diakses 10 maret 2008
Syahrurachman, A., dkk., Buku ajar Mikrobiologi Kedokteran, Bina Rupa Aksara, Jakarta
Thomson, R.H., 2004, The Chemistry Of Natural Product, 2nd edition, Chapman and Hall Itd, Glasgow, UK, p. 177-185
Volk.W.A dan M.F.Wheeler, 1993, Mikrobiologi Dasar, Alih Bahasa: Markham, PT. Glora Aksara Pratama, Jakarta
Lampiran I Skema Kerja
L. 1. Diagram Alir Penelitian
L. 2. Preparasi Sampel
• dibersihkan dan ditimbang sebanyak 0,5 kg
• dimasukkan dalam oven 600C sampai berat konstan
• digiling hingga berupa bubuk halus
L. 3. Uji Pendahuluan a. Uji Busa
Akar Putri malu
Sampel
diu i efektivitas antibakteri Sampel
Isolat-isolat Ekstrak pekat Akar Putri Malu
• preparasi sampel
• dilakukan KLT Analitik
• dilakukan KLT Preparatif
Data
• diuji antibakteri
• diekstraksi dengan metode maserasi
• ditimbang sebanyak 0,5 mg
• dimasukkan dalam tabung reaksi yang berisi akuades
• dikocok selama 5 menit
• diamati busa yang timbul sampai stabil
• diukur tinggi busa yang timbul
• ditetesi dengan HCl 1 N
• diamati busa yang timbul
b. Uji warna Liebermann- Burchard (LB)
• ditimbang sebanyak 0,5 mg
• diamasukkan dalam tabung reaksi I yang berisi CHCl3 5 ml
• dipanaskan selama 5 menit sambil dikocok-kocok
• didinginkan
• diambil 1 ml
• dimasukkan dalam tabung reaksi II
• ditetesi pereaksi LB (1 ml Asam Asetat Anhidrat dan 1 tetes Asam Sulfat Pekat)
• diamati perubahan yang terjadi selama kurang lebih 30 menit
L. 4. Ekstraksi Saponin Sampel Hasil Sampel Hasil Sampel
• dimasukkan 25 gram kedalam erlenmeyer 500 ml, yang berisi 300 ml metanol 90 %.
• dikocok tiap 2 jam sekali selama 24 jam
• disaring dengan kertas saring
• di ulangi sebanyak tiga kali
• dipekatkan dengan dengan Rotary Evaporator Vacuum
• dimasukkan dalam corong pisah 250 mL
• disuspensi dengan aquades 35 mL
• dicuci dengan dietil eter (1:1)
• dikocok dan dibiarkan sampai terbentuk dua lapisan
• •
• diambil lapisan air dan diekstraksi dengan n-butanol
• diambil lapisan n-butanol dan dialirkan dengan gas N2
L. 5. Uji Antimikroba a. Pembuatan Media
• dilarutkan dalam 100 mL akuades dalam beaker glass
• dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditutup dengan kapas
• dipanaskan hingga mendidih
• dimasukkan dalam 10 tabung reaksi (masing-masing 10 mL untuk 8 tabung reaksi dan 5 mL untuk 2 tabung reaksi)
• ditutup dengan kapas dan dilakukan disamping api
• diserikan di autoklaf selama 24 jam pada suhu ruang (tabung yang berisi 5 mL larutan agar diletak miring)
b. Peremajaan Biakan Murni S. aureus dan E. coli
• digoreskan pada media padat agar miring
• ditutup dengan kapas
• diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37 0C Biakan S. aureus dan E. coli
S. aureus dan E. coli
Filtrat Endapan
Ekstrak kasar
Lapisan air Lapisan dietil eter
2 g Nutrien Agar
c. Pembuatan Larutan Bakteri S. aureus dan E. coli
• diambil 1 ose
• dimasukkan dalam tabung reaksi
• dilakukan dalam 10 mL akuades steril
d. Uji Antibakteri
• dipanaskan hingga mencair
• didinginkan
• dimasukkan dalam cawan petri
• dicampur dengan 0,1 mL larutan bakteri S.aureus dan E.coli
• dihomogenkan
• diberi kertas cakram yang sudah direndam ekstrak saponin
• diinkubasi 24 jam dengan suhu 37 0C
• diamati dan diukur lebar zona hambat
•
L. 6. Pemisahan Senyawa Isolat dengan KLT a. KLT Analitik
• ditotolkan ditepi plat silika gel 1x10 cm2 pada jarak 1 cm ditepi bawah
• dikeringkan plat dan dielusi sejauh 8 cm dengan eluen dengan fase gerak (klorofom;metanol;akudes)
• elusi dihentikan setelah gerak larutan pengembang sampai pada garis batas
• dikeringkan
Media agar padat dalam tabung reaksi
Hasil
S. Aureus dan E. Coli
Larutan S. aureus dan E. coli
Ekstrak Pekat Hasil Pemurnian
• dihitung Rf -nya.
b. KLT Preparatif
• ditotolkan ditepi plat silika gel 20x10 cm2 pada jarak 1 cm ditepi bawah
• dikeringkan plat dan dielusi sejauh 8 cm dengan eluen dengan fase gerak (eluen terbaik dari KLT Analitik)
• elusi dihentikan setelah gerak larutan pengembang sampai pada garis batas
• dikeringkan
• dihitung Rf -nya
• dikerok dan dilarutkan dalam 3 ml n-butanol;
• disentrifuge dan hasilnya diuapkan pelarutnya dengan aliran gas N2
Ekstrak Pekat Hasil Pemurnian
Lampiran 2 Perhitungan L.2.1 Preparasi Sampel
Berat akar putri malu sebelum dioven = 503, 6690 gram Berat akar putri malu setelah dioven = 248, 3761 gram
Berat kadar air = berat sampel sebelum dioven – berat sampel setelah dioven = 503, 6690 gram – 248, 3761 gram = 255,292 gram
% kadar air = x 100 %
= x 100 % = 50,7 %
l.2.2 Ekstraksi
Berat sampel sebelum diekstraksi = 25 gram Berat sampel sesudah diekstraksi = 0,2513 gram
% ekstrak saponin = x 100 %
= x 100 % = 1,0052 % = 1 %
1.2.3 KLT
Berat ekstrak sebelum diisolasi = 30 mg Berat isolat I = 6 mg
Berat isolat II = 13 mg Berat isolat III = 8 mg
% Isolat = x 100% % Isolat I = x 100 % = 20 % % Isolat II `= x 100 % = 43 % % Isolat III = x 100 % = 26,7 % L.2.4. Rf KLT Analitik Rf =
a. Rf KLTA Tanpa Sinar UV Rf (13:4:1) = 6.7/8 = 0.8375 Rf (65;50:10) = 6.8/8 = 0.85 Rf (20:60:4) = 6,0/8 = 0,75
berat kadar air
berat akar putri malu sebelum
berat ekstrak saponin berat sampel sebelum diekstrak
6 mg 30 8 mg 30 255,292 gram 503,669 gram 0,2513 gram 25 gram berat isolat berat ekstrak sebelum 13
mg
Jarak yang di tempuh oleh komponen
Rf (20:60:10) = 7,0/8 = 0.875 b. Rf KLTA dengan UV
λ
366 Rf (13:4:1) = 6,7/8 = 0,837 dan 7,8 /8 = 0,975 Rf (65;50:10) = 6,8/8 = 0,85 dan 8 /8 = 1 Rf (20:60:4) = 6,0/8 = 0,75 dan 1,3 /8 = 0,1625 Rf (20:60:10) = 7,0/8 = 0,875 dan 7,8/8 = 0,975 c. Rf KLTA dengan UVλ
254 Rf (13:4:1) = 6.9/8 = 0,862 dan 7/8 = 0,875 Rf (65;50:10) = 6,8/8 = 0,85 ; 7,2/8 = 0,9 dan 7,9/8 = 0.9875 Rf (20:60:4) = 6.5/8 = 0.8125 Rf (20:60:10) = 7,8/8 = 0,975 d. Tabel Rf KLTANo. Eluen klorofom : methanol : akuades Nilai Rf Tanpa sinar UV UV λ 254 UVλ 366 1 13:4:1 0,837 -0,837 -0,975 0,837 0,862 -2 65:50:10 0.85 -0,9 -0,85 0,9 0,987 3 20:60:4 -0,75 -0,162 0,75 -0,812 4 20:60:10 0,875 -0,875 0,975 -0,975