BAB V : PENUTUP
B. Saran
- Masjid Dua
- Surau Delapan belas
5. Jumlah Penduduk Pemeluk Agama
Penduduk desa Mejobo mayoritas beragama Islam, data tersebut penulis dapatkan dari data yang terdapat di desa Mejobo yaitu dari monografi yang ada atau berdasarkan laporan monografi penduduk desa mejobo bulan September 2005.
B. Penyajian Data
1. Tingkat pendidikan Orang Tua
Dalam penyajian data disini penulis mengambil langkah-langkah sebagai berikut
a. Memberikan tingkat perbandingan pendidikan orang tua sebagaimana tertera dalam bab satu mengenai jumlah responden orang tua yang menyekolahkan anak perempuan yaitu 50 orang kepala keluarga. Data
ini penulis dapatkan dari jawaban responden melalui angket sebagai berikut:
Tabel IV
Tingkat Pendidikan Orang tua yang Menyekolahkan Anak Perempuan di Desa Mejobo
No Tingkat Pendidikan Orang tua Jumlah Persentase
1 Perguruan Tinggi 20 40%
2 Tingkat SLTA 15 30%
3 Tingkat SLTP 10 20%
4 Tingkat SD 5 10%
Jumlah 50 100%
b. Data Nama Responden
Sebelum data hasil angket disajikan, terlebih dahulu disajikan nama responden sebagai berikut:
No Nama Responden Jenis Kelamin Pendidikan
1 Sakiyanto Lk SLTP 2 Mastuyen Lk SD 3 Sulaseni Pr SD 4 Sutrimo Lk SD 5 Sulhadi Lk SD 6 Riko Lk SMA 7 Rodhi Lk SLTP 8 Mahmudi Lk SMA 9 Triyono Lk SMA 10 Rumisih Pr SD 11 Sri Murtini Pr SLTP
57
No Nama Responden Jenis Kelamin Pendidikan
12 Santoso Lk Saijana
13 Sulimin Lk SLTP
14 Nur Khotim Lk SMA
15 Sulistiyanto Lk SMA 16 Kamo Lk SD 17 Wardi ***• Lk SLTP 18 Susanti Pr SMA 19 Maulana Lk SMA 20 Arifin lk SMA 21 Nikmah Pr SMA 22 Khomsatun Pr SLTP
23 Ani sah Pr SMA
24 Rumini Pr SD 25 Jumini Pr SD 26 Sarmini Pr SD 27 Fadlan Lk SMA 28 Muhlisin Lk SMA 29 Muntamah Pr Sarjana 30 Atminah Pr SMA 31 Solikah Pr SMA 32 Sarmijan Lk SD 33 Sun am i Pr SD
34 Maria Ulfa Pr SMA
35 Yuli Himawati Pr SMA
36 Isnaini Pr SLTP 37 Riayah Pr Saijana 38 Jamini Pr SD 39 Jamilah Pr SD 40 Zaenudin Lk SMA 41 Suraji Lk SD
No Nama Responden Jenis Kelamin Pendidikan 42 Maezun Lk SD 43 Ihsan Lk SD 44 Hambali Lk Sarjana 45 Mulyono Lk SD 46 Nardi Lk SD 47 Muhlas • Lk Saijana 48 Marian Lk SLTP 49 Kardi Lk SD 50 Sulastri Lk SLTP
59
c. Daftar Hasil Angket
1. Daftar hasil angket tentang persepsi orang tua mengenai gender
Untuk mengetahui persesepsi orang tua mengenai gender, penulis memperoleh data dari hasil angket yang telah diberikan kepada responden. Angket tentang persepsi prang tua mengenai gender tersebut terdiri dari 10 item pertanyaan, yang setiap item pertanyaan terdiri dari tiga pilihan yaitu a, b, dan c dengan bobot penilaian sebagai berikut:
a. Alternatif jawaban A dengan nilai 3 b. Alternatif jawaban B dengan nilai 2 c. Alternatif jawaban C dengan nilai 1
Adapun hasil angket yang diberikan kepada responden dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
TABEL V
Rekapitulasi Hasil Angket Tentang Persepsi Orang Tua Mengenai Gender
No No.
Responden
Hasil Jwb. Angket Nilai Jumlah Nominasi
A B C A B C 1 1 8 2 - 24 4 - 28 A 2 2 2 ' 7 1 6 14 1 21 B 3 3 6 3 1 18 6 1 25 B 4 4 ^8 2 - 24 4 - 28 A 5 5 2 7 1 6 14 1 21 B 6 6 7 2 1 21 4 1 . 26 A 7 7 6 Jo 1 18 6 n 25 A _____________ o
8 8 9 1 - 27 2 - 29 B 9 9 2 7 1 21 4 1 26 A 10 10 4 6 - 12 12 - 24 B 11 11 4 5 1 12 10 1 23 B 12 12 4 2* 4 12 4 4 20 C 13 13 6 4 - 18 8 - 26 A 14 14 7 3 - 21 6 - 27 A 15 15 V * 4 - 18 8 - 26 A 16 16 4 5 1 12 10 1 23 B 17 17 5 3 2 15 6 2 23 B 18 18 6 3 1 18 6 1 25 B 19 19 5 3 2 12 6 2 23 B 20 20 4 5 1 12 10 1 23 B 21 21 7 2 1 21 4 1 26 A 22 22 4 4 2 12 8 2 22 B 23 23 5 2 3 15 4 3 22 B 24 24 4 4 2 12 8 2 22 B 25 25 5 4 1 15 8 1 24 B 26 26 7 2 1 21 4 1 26 A 27 27 4 6 - 12 12 - 24 B 28 28 2 7 1 6 14 1 21 B 29 ____ 29 4 4 2 12 8 2 __ 22 B
61 30 30 1 6 3 3 12 3 18 C 31 31 3 6 1 9 12 1 22 B 32 32 4 6 - 12 12 - 24 B 33 33 3 3 4 9 6 4 19 C 34 34 3 4 * ... 3 9 8 3 20 C 35 35 1 6 3 3 12 3 18 C . . 36 36 7 «L» 1 21 4 1 26 A 37 37 3 4 3 9 8 3 20 C 38 38 4 5 1 12 to 1 23 B 39 39 7 3 - 21 6 - 27 A 40 40 2 5 3 6 10 3 19 C 41 41 2 7 1 6 14 1 21 B 42 42 5 4 1 15 8 1 24 B 43 43 5 5 - 15 10 - 25 B 44 44 4 4 2 12 8 2 22 B 45 45 3 4 3 9 8 3 20 C 46 46 4 5 1 12 10 1 23 B 47 47 3 6 1 9 12 1 22 B 48 48 4 5 1 12 10 I 23 B 49 49 7 3 - 21 6 - 27 A 50 50 6 4 - 12 4 16 C _j
Nominasi tersebut didasarkan pada jumlah nilai yang didapat dari masing-masing responden kemudian nilai itu diklasifikasikan pada kategori tingi, sedang dan rendah. Adapun untuk menentukan kategori tersebut di gunakan rumus interval sebagai berikut:
i = (T - R) + 1 3 = (2 9 - 16) + 1 3 = 13+1 3 =_\4 3 i = 4,6 Dibulatkan 5
setelah diketahui lebar interval 3 maka ditetapkan klasifikasi dalam kategori sebagai berikut:
a. Nominasi A adalah nominasi 26-30 : intensitas tinggi b. Nominasi B adalah nominasi 21-25 : intensitas sedang c. Nominasi C adalah nominasi 16- 20 : intensitas rendah
Dari data tersebut diatas, tingkat persepsi orang tua mengenai gender dapat dikategorikan menjadi 3 sesuai intervalnya :
a. Tingkat persepsi orang tua tinggi ada 15 orang b. Tingkat persepsi orang tua sedang ada 26 orang c. Tingkat persepsi orang tua rendah ada 9 orang
2. Daftar hasil Angket tentang Komitmen Menyekolahkan Anak Perempuan Untuk mengetahui tentang komitmen menyekolahkan anak perempuan, penulis memperoleh data dari hasil angket yang telah diberikan
63 i
responden. Angket tentang komitmen menyekolahkan anak perempuan tersebut terdiri dari 10 item pertanyaan, yang setiap item pertanyaan terdiri dari 3 pilihan yaitu a, b, dan c dengan bobot penilaian sebagai berikut:
a. Alternatif jawaban A dengan nilai 3 b. Alternatif jawaban B dengan nilai 2
% • •
c. Alternatif jawaban C dengan nilai 1
Adapun hasil angket yang diberikan kepada responden dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
TABEL VI
Rekapitulasi Hasil Angket Tentang Komitmen Menyekolahkan Anak Perempuan
No No. Hasil jwb. 4ingket Nilai Jumlah Nominasi
Responden A B C A B C 1 1 8 2 - 24 4 - 28 A 2 2 ^8 2 - 24 4 _ 28 A 3 3 4 6 - 12 12 " 24 B 4 4 9 - 1 27 i 28 A 5 5 8 2 - 24 4 - 28 A 6 6 3 5 2 9 10 2 21 B 7 7 8 2 - 24 4 _ 28 A 8 8 4 6 - 12 12 ' 21 B 9 9 8 2 24 . 4 28 A 10 10 9 - 1 27 - 1 28 A 11 11 __________ 9 1 - 27 2 v - 29 A
12 12 9 1 - 27 2 - 29 A 13 13 10 - - 30 - - 30 A 14 14 9 1 - 27 2 - 29 A 15 15 5 5 - 16 10 - 25 B 16 16 9 1 . 27 2 - 29 A 17 17 9 - 1 27 - 1 28 A 18 18 9 1 - 27 2 - 29 A 19 19 9 1 - 27 2 - 29 A 20 20 9 1 - 27 2 - 29 A 21 21 7 1 2 21 2 2 25 B 22 22 7 2 1 21 4 1 26 A 23 23 7 3 - 21 6 - 27 A 24 24 9 - 1 27 - 28 A 25 25 8 1 1 24 2 i 27 A 26 26 6 3 1 18 6 i 25 B 27 27 9 - 1 27 - i 28 A 28 28 3 1 6 9 2 6 17 C 29 29 7 2 1 21 4 1 26 A 30 30 6 2 2 18 4 2 24 B 31 31 7 2 1 21 4 1 26 A 32 32 3 6 1 9 12 1 22 B 33 ____ 33 - 6 4 12 4 16 C _________i
65 34 34 5 5 - 15 10 - 25 B 35 35 7 3 - 21 6 - 27 A 36 36 4 5 1 12 10 1 23 B 37 37 8 2 - 24 4 - 28 A 38 38 7 2 * .. 1• 21 4 1 26 A 39 39 8 1 1 24 2 1 27 A 40 40 6 4 - 18 8 - 26 A 41 41 6 4 - 18 8 - 26 A 42 42 3 6 1 9 12 1 22 B 43 43 7 3 - 21 6 - 27 A 44 44 6 4 - 18 8 - 26 A 45 45 8 1 1 24 2 1 27 A 46 46 7 3 - 21 6 - 27 A 47 47 9 1 - 27 2 - 29 A 48 48 8 2 - 24 4 - 28 A 49 49 8 2 - 24 4 - 28 A 50 50 7 3 - 21 6 - 27 A
Nominasi tersebut didasarkan pada jumlah nilai yang didapat dari masing-masing responden kemudian nilai itu diklasifikasikan pada kategori tinggi, sedang dan rendah. Adapun untuk menentukan kategori tersebut di gunakan rumus interval sebagai berikut:
i = (T - R) + 1 3 = ( 3 0 - 16 )t 1 3 = 14+1 3 = 15 3 i =5
setelah diketahui lebar interval 3 maka ditetapkan klasifikasi dalam kategori sebagai berikut:
a. Nominasi A adalah nominasi 26 - 30 : intensitas tinggi b. Nominasi B adalah nominasi 21-25 : intensitas sedang c. Nominasi C adalah nominasi 16 - 20 : intensitas rendah
Dari data tersebut diatas, tingkat komitmen menyekolahkan anak perempuan dapat dikategorikan menjadi 3 sesuai intervalnya :
a. Tingkat komitmen menyekolahkan anak perempuan tinggi ada 37 orang b. Tingkat komitmen menyekolahkan anak perempuan sedang ada 11 orang c. Tingkat komitmen menyekolahkan anak perempuan rendah ada 2 orang
67
BAB IV ANALISIS DATA
Setelah data terkumpul dengan lengkap, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. Analisis ini dimaksudkan untuk memperoleh
l . #* *• •
gambaran atas pokok-pokok permasalahan yang diajukan, atau dengan kata lain analisis ini diajukan dalam rangka mencapai tujuan penelitian
A. Analisis Pendahuluan
Analisis pendahuluan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat persepsi orang tua mengenai gender dan komitmen menyekolahkan anak perempuan dengan menggunakan rumus persentase yaitu:. 5
P =_f_ X 100% N Keterangan: P = Persentase f = Frekuensi N = Jumlah responden
1. Persepsi Orang Tua Mengenai Gender
Berdasarkan data hasil penelitian pada bab III tentang persepsi orang tua mengenai gender diketahui rekapitulasi tingkat persepsi orang tua sebagai berikut:
TABEL VII
Rekapitulasi Tingkat Persepsi Orang Tua Mengenai Gender
No Kategori Interval Frekuensi Persentase
1 Tinggi 2 6 -3 0 15 30%
2 Sedang *21-25 26 52%
3 Rendah 1 6 -2 0 9 18%
Jumlah 50 100%
Dari perhitungan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua mengenai gender pada taraf tinggi mencapai 30% atau 15 orang tua, taraf sedang 52% atau 26 orang tua, dan taraf rendah 18% atau 9 orang tua. Sehingga dengan demikian tingkat persepsi orang tua tergolong pada taraf sedang, yaitu 52%.
Selanjutnya akan penulis sajikan persentase dari masing-masing item soal dalam bentuk tabel:
69
Tabel VIII
Data Tentang Tingkat Persepsi Orang Tua Mengenai Gender di Desa Mejobo Kudus
No Item Soal Frekuensi Persentase i
A B C A B C
1 2 3 4 5 6 7 8
1
i
Sebagai orang tua, apakah anda memberikan pendidikan yang sama kepada anak anda, baik laki-laki maupun perempuan?
a. Ya, saya memberikan pendidikan yang sama kepada anak saya.
b. Tidak, karena menurut saya anak laki-laki lebih berhak memperoleh pendidikan. c. Disesuaikan dengan keadaan ekonomi keluarga. 41 2 7 (NOO vPox 4% 14%
2 Menurut anda, perlukah anak perempuan memperoleh pendidikan setinggi?
a. Perlu, pendidikan yang tinggi bagi wanita dapat membekali mereka dalam menghadapi
perkembangan zaman yang semakin global. b. Wanita cukup diberikan
pendidikan sampai tingkat dasar atau menengah saja. c. Tidak perlu, karena pada
dasarnya tugas wanita hanya di dapur saja.
35 14
1 70% 8% 2% i
3 Sampai dimanakah, anda akan memberikan pendidikan kepada putri anda kelak? a. Perguruan tinggi, b. SMA c. SMP atau SD 13 37 , 26% 74% _____
4 Apakah anda selalu memberikan kasih sayang yang sama kepada anak anda baik laki-laki maupun
perempuan ?
a. Ya, selalu memberikan kasih sayang yang sama kepada mereka
b. Tergantung pada anaknya, kalau baik maka akan disayang dan sebaliknya c. Tidak perlu, memberikan
kasih sayang yang sama kepada anak
22 16 12 44% 32% 24 %
5 Setujukah anda apabila di dalam sebuah keluarga, orang tua mendiskriminasikan anak laki-laki dan perempuan dalam segala hal ?
a. Setuju, karena laki-laki harus diutamakan dari pada perempuan
b. Tidak setuju, karena anak merupakan amanah dan Tuhan . yang harus diperlakukan sama
c. Ragu-ragu, karena persepsi orang tua berbeda-beda dalam menilai anaknya.
46 4 92% 8%
6 Apa yang anda lakukan apabila anak anda (baik laki- laki maupun perempuan) melakukan kesalahan? a. Menghukum anak laki-
laki saja karena ia telah bersalah
b. Memberikan hukuman yang sama
c. Membiarkan saja karena itu urusan mereka.
71
7 Apa yang anda lakukan sebagai orang tua apabila anak anda tidak dapat
memperoleh pendidikan yang layak?
a. Saya akan berusaha memberikan pendidikan kepada mereka walaupun dengan cara apapun (misalnya memasukkan kejar paket, sekolah gratis)
b. Saya akan membekali mereka dengan ketrampilan tertentu c. Membiarkan saja 18 27 5 36 % &" '.V' - ' § 8 54% 10%
8 Ketika anak perempuan anda melakukan kesalahan, apakah anda akan menghukum sama seperti anak laki-laki?
a. Tidak sama dengan anak laki-laki
b. Tergantung kesalahannya dalam memberikan hukuman tidak melihat jenis kelamin.
c. Sama, sebagaimana hukuman terhadap laki- laki.
14 24 12 28% 48% 24%
9 Sebagai orang tua, apakah anda punya persepsi bahwa pekerjaan anak laki-laki lebih tinggi dari pada anak
perempuan?
a. Ya, saya mempunyai persepsi bahwa pekerjaan anak laki-laki lebih tinggi dari anak perempuan b. Persepsi itu tergantung
pada jenis pekerjaannya. c. Tidak, saya tidak
mempunyai persepsi bahwa pekerjaan anak laki-laki lebih tinggi dari pada anak perempuan.
10 Menurut anda, apakah pekerjaan perempuan itu selalu dibelakang?
a. Tidak, setiap manusia
14 35 1 28% 70% 2%
mempunyai kesempatan yang sama.
b. Tergantung pada waktu pelaksanaanya.
c. Ya, bahwa pe^eqaan perempuan itu selalu dibelakang.
Interpretasi Soal:
1). Item 1, tentang alasan memberi pendidikan yang sama kepada anak 82 % responden menjawab memilih alasan memberi pendidikan yang sama kepada anak, 4 % anak laki-laki lebih berhak mendapatkan pendidikan dan 14 % disesuaikan dengan keadaan ekonomi keluarga. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas responden memilih alasan memberi pendidikan yang sama kepada anaknya.
2) . Dari jawaban perlukah anak perempuan memperoleh pendidikan setingi-tingginya, 70 % responden menjawab bahwa perempuan perlu memperoleh pendidikan tinggi untuk menghadapi perkembangan zaman, dan 28 % responden menjawab wanita cukup diberikan pendidikan sampai tingkat dasar atau menengah saja. 2 % tidak perlu, dengan alasan tugas wanita itu hanya di dapur saja. Ini menunjukkan bahwa wanita itu perlu memperoleh pendidikan yang tinggi, termasuk dalam kategori tinggi.
3) . Item 3, responden sebanyak 26 % memberi pendidikan anak perempuan sampai perguruan tinggi, 74 % responden orang tua memberikan
73
pendidikan anak perempuannya sampai tingkat SM A, dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa orang tua memberikan pendidikan anak perempuannya sampai tingkat SMA dalam kategori sedang.
4) . Item 4 tentang sikap memberikan kasih sayang kepada anak, sebanyak 44% orang tua memberi, kasih sayang kepada anak, 32 % pemberian kasih sayang itu tergantung pada anaknya, dan 24 % orang tua tidak perlu memberi kasih sayang. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kesadaran responden dalam memberikan kasih sayang kepada anaknya dalam kategori tinggi.
5) . Item 5 dari jawaban apakah orang tua mendiskriminasikan anak laki-laki dan perempuan dalam segala hal, 92 % responden menjawab ya, bahwa laki-laki harus diutamakan dari pada perempuan, 8 % responden tidak setuju, jika harus ada diskriminasi. Dan jawaban tersebut dapat diketahui bahwa tingkat deskriminasi orang tua terhadap anak laki-laki dan perempuan sangat tinggi.
6) . Item 6 tentang sikap orang tua dalam menghukum anak yang salah, sebanyak 60 % responden menjawab hanya anak laki-laki yang mendapat hukuman dari orang tuanya, 36 % responden menjawab memberi hukuman yang sama, sisanya 4 % responden membiarkan kesalahan anak tanpa memberi hukuman apa-apa. Dan hasil tersebut dapat diketahui bahwa orang tua hanya memberikan hukuman kepada anak laki-lakinya saja termasuk kategori tinggi.
7) . Dari jawaban sikap orang tua terhadap anaknya yang tidak memperoleh pendidikan yang layak, 36 % berusaha memberi pendidikan, 54 % membekali mereka cukup dengan ketrampilan, 10 % responden tetap membiarkan saja. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa orang tua selalu memberi pendidikan kepada anaknya termasuk dalam kategori sedang.
8) . Pada item 8, sebanyak 28 % responden menyatakan hukumannya tidak sama dengan anak laki-laki, 48 % responden menyatakan hukuman yang di berikan tergantung kesalahanya, sisanya 24 % responden memberikan hukuman yang sama terhadap keduanya. Ini menunjukkan bahwa responden menerapkan prinsip kesetaraan gender.
9) . Item 9, sebanyak 10 % responden mempunyai persepsi bahwa pekerjaan laki-laki lebih tinggi dari perempuan, 40 % responden menjawab persepsi itu tergantung pada jenis pekeijaanya, dan 50 % responden menjawab, tidak, maksudnya bahwa pekerjaan laki-laki dan perempuan itu sama atau tidak ada perbedaan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan sebagian orang tua berpersepsi bahwa tidak ada perbedaan antara pekerjaan laki-laki dan perempuan.
10) . Item 10 tentang posisi pekerjaan perempuan, sebanyak 28% responden menjawab bahwa setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama, 70% responden menjawab hal itu tergantung pada waktu pelaksanaanya, sisanya 2% responden menjawab bahwa pekerjaan perempuan itu selalu
75
dibelakang. Ini menunjukkan bahwa setiap manusia mempunyai pekerjaan yang sama dalam kategori sedang.
2. Komitmen Menyekolahkan Anak Perempuan
Berdasarkan data hasil penelitian pada bab 111 tentang komitmen menyekolahkan anak , .perempuan diketahui rekapitulasi tingkat menyekolahkan anak sebagai berikut:
TABEL IX
Rekapitulasi Tingkat Menyekolahkan Anak Perempuan Di Desa Mejobo Kudus
No Kategori Interval Frekuensi Persentase
1 Tinggi 2 6 -3 0 37 74% 2 Sedang 2 1 - 2 5 11 22% 3 Rendah 16- 20 2 4 % Jumlah 50 _____________ 100%
Dari perhitungan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa komitmen menyekolahkan anak pada taraf tinggi mencapai 74% atau 37 orang tua, taraf sedang 22% atau 11 orang tua, dan taraf rendah 4 % atau 2 orang. Sehingga dengan demikian komitmen menyekolahkan anak tergolong pada taraf tinggi, yaitu 74%.
Selanjutnya akan penulis sajikan persentase dari masing-masing item soal dalam bentuk tabel.
Tabel X
Data Tentang Tingkat Komitemen Menyekolahkan Anak
di Desa Mejobo Kudus
No Item Soal
• ., AFrekuensiB C APersentaseB 1 C
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Sebagai orang tua, apakah anda menyuruh anak perempuan untuk sekolah a. Ya, saya akan menyuruh
untuk bersekolah.
b. Saya sesuaikan dengan kemampuan anak.
c. Tidak menyuruh untuk sekolah
37 12 1 74% 24% 2%
2 Apa yang anda lakukan jika anak perempuan anda tidak mau sekolah?
a. Memberikan nasehat akan pentingnya sekolah b. Membiarkan saja c. Agak sedikit memaksa
47 2 1 94% 4% 2%
3 Jika anak perempuan anda mengalami kegagalan dalam pendidikan, sebagai orang tua apa usaha yang anda
lakukan?
a. Selalu membenkan semangat untuk terus berusaha.
b. Memarahinya karena dianggap anak yang bodoh
c. Membiarkan saja tanpa memberikan bantuan yang dapat menumbuhkan semangat baru kepada anak.
28 18 4 56% 36% 8%
77
4 Apakah anda membiayai sepenuhnya pendidikan anak perempuan?
a. Ya, karena merupakan kewajiban orang tua b. Tidak tentu, tergantung
siapa yang punya uang untuk biaya pendidikan. c. Tidak, karena melatih
anak untuk hidup mandiri
34 14 2 68% 28% 4%
5 Apabila suatu saat anda memperoleh surat dari sekolah bahwa anak perempuan anda belum membayar SPP beberapa bulan, padahal anda sudah memberikan uang kepadanya, bagaimana sikap anda kepada anak
a. Memarahi anak karena telah bersalah
b. Menyelidiki untuk apa uang digunakan
c. Memberikan lagi uang untuk membayar SPP
44 5 1 88% 10% 2%
6 Apabila dalam keluarga anda ternyata anak perempuan anda lebih pintar daripada anak laki-laki dalam hal pendidikan, bagaimana sikap anda terhadap anak anda tersebut?
a. Memberi dorongan atau semangat kepada anak perempuan anda lebih pintar.
b. Memuji-muji anak perempuan dengan mengabaikan anak laki- laki.
c. Memarahi anak laki-laki dan menganggap dia bodoh
7 Pendidikan merupakan hal yang sangat vital bagi seseorang. Bagaimana menurut anda jika anak laki- laki lebih diutamakan daripada seperti yang terjadi dipedesaan?
a. Setuju karena anak laki- laki akan menjadi pemimpin rumah tangga. b. Saya rasa keputusan
orang tersebut baik karena mungkin potensi anak laki-laki lebih baik dan pada anak perempuan c. Membiarkan saja karena
itu urusan mereka
30 17 3 60% 34% 6%
8 Bagaimana menurut anda, jika ada orang tua yang menyekolahkan anak laki-laki di sekolah favorit sedangkan anak perempuan di sekolah biasa ?
a. Saya merasa orang tersebut berlaku tidak adil kepadanya anaknya
b. Saya rasa keputusan orang tersebut baik karena mungkin potensi anak laki-laki lebih baik dari pada anak perempuan. c. Membiarkan saja karena
itu urusan mereka
43 6
■
1 86% 12% 2%
9 Apabila suatu hari anda memergoki anak perempuan bolos sekolah apa yang anda lakukan?
a. Melaporkan kepada guru sekolah agar
menghukumnya.
b. Mengusulkan agar anak tersebut tidak dihukum. j
c. Membiarkan saja karena j
merasa kasihan. 46 i 15 3 92% * 6% | j 1 2%
79
10 Bagaimana sikap anda jika pada waktu belajar, anda melihat anak laki-laki anda
32 15 3 64% 30% 6%
belajar sedangkan anak perempuan anda sedang menonton tv?
a. Mematikan TV dan menyuruh dia untuk belajar *
b. Memukulnya karena tidak belajar.
c. Membiarkan saja karena dia adalah anak
kesayangan. _ J
Interpretasi Soal:
1) . Item 1, tentang sikap orang tua menyekolahkan anak perempuan untuk sekolah, dari 50 responden sebanyak 74 % selalu menyuruh anaknya untuk sekolah, 28 % responden menyekolahkan anak tapi masih harus melihat kemampuannya, dan 2 % tidak menyuruh anak perempuannya untuk sekolah. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua menyuruh anak perempuannya untuk sekolah.
2) . Dari jawaban apa yang akan responden lakukan jika anak perempuan tidak mau sekolah, 94 % responden menyatakan akan memberikan nasehat akan pentingnya sekolah, 4 % menyatakan akan dibiarkan saja dan sisanya 2 % akan sedikit memaksa. Hal ini menunjukkan bahwa responden akan menasehati anak perempuannya untuk sekolah.
3) . Pada item 3, sebanyak 56 % responden akan berusaha untuk selalu memberikan semangat kepada anak perempuannya ketika ia mengalami kegagalan, 36 % responden akan memarahinya karena dianggap anak
yang bodoh, dan 8 % responden membiarkan saja tanpa memberikan bantuan yang dapat menumbuhkan semangat baru kepada anak. Ini berarti bahwa semangat responden untuk memberikan nasehat kepada anak perempuannya sangat tinggi.
4) . Item 4, sebanyak 68.%. responden menjawab bahwa biaya pendidikan merupakan kewajiban orang tuanya, 28 % responden menjawab bahwa biaya pendidikan tidak hanya di bebankan kepada orang tua, melainkan siapa yang memiliki uang, dan sisanya 4 % responden menjawab bahwa oiang tua tidak berkewajiban membiayai anaknya, dengan alasan untuk mendidik anaknya menjadi mandiri. Ini menunjukkan bahwa biaya pendidikan merupakan kewajiban orang tuanya termasuk dalam kategori tinggi.
5) . Berhubungan dengan sikap anda orang tua jika melihat anaknya belum membayar SPP sedangkan anda sudah memberinya, 88 % responden menjawab memarahi anak karena telah bersalah, 10 % responden masih menyelidiki untuk apa uang SPP di gunakan, dan 2 % memberikan lagi uang untuk membayar SPP. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan orang tua adalah memarahi anaknya jika uang SPP tidak di bayarkannya termasuk dalam kategori tinggi.
6) . Item 6 tentang tindakan apa yang dilakukan orang tua jika menemui anak perempuannya lebih pintar dan pada anak laki-lakinya, sebanyak 14 % responden akan memberi dorongan / semangat kepada anak perempuannya agar lebih pintar. 48 % responden menjawab, akan
81
memuji-muji anak perempuan dan mengabaikan anak laki-lakinya dan 38 % responden akan memarahinya dan menganggap dia bodoh. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa orang tua yang akan memberikan semangat kepada orang perempuannya agar lebih pandai masih rendah. 7) . Jawaban item 7 mengenai pendapat orang tua jika yang di dahulukan
adalah pendidikan anak laki-laki, sebanyak 60 % menjawab setuju karena laki-laki akan menjadi pemimpin rumah tangga, 34 % responden menjawab ragu-ragu, sisanya 6 % tidak setuju, karena laki-laki dan perempuan sama saja. Ini berarti bahwa orang tua setuju jika pendidikan anak laki-laki di dahulukan dalam kategori tinggi.
8) . Pada item 8, tentang orang tua yang membedakan lembaga pendidikan bagi anak perempuan dan laki-laki, sebanyak 86 % responden menjawab orang tua semacam itu telah berlaku tidak adil kepada anaknya sendiri, 12 % keputusan orang tua semacam itu baik dengan alasan potensi anak laki-laki lebih baik dari pada anak perempuan, dan 2 % membiarkan saja karena itu urusan mereka. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa orang tua telah berlaku tidak adil bagi anak-anaknya dalam kategori tinggi.
9) . Item 9, sebanyak 92 % responden akan melaporkan kepada guru sekolah agar menghukumnya jika suatu saat memergoki anak perempuan bolos sekolah, 6 % responden mengusulkan agar anak tersebut tidak di hukum, dan sisanya sebanyak 2 % responden membiarkan akan saja jika melihat anak perempuan bolos sekolah karena merasa kasihan. Berdasarkan hasil
No X Y X2 Y2 XY 24 22 28 484 784 616 25 24 27 576 729 648 26 26 25 676 625 650 27 24 28 576 784 672 28 21 . .!7 441 289 357 29 22 26 484 676 572 30 18 24 324 576 432 31 22 26 484 676 572 32 24 22 576 484 528 33 19 16 361 256 304 34 20 25 400 625 500 35 18 27 324 729 486 36 26 23 676 529 598 37 20 28 400 784 560 38 23 26 529 676 598 39 27 27 729 729 729 40 19 26 361 676 494 41 21 26 441 676 546 42 24 22 576 484 528 43 25 27 625 729 675 44 22 26 484 676 572 45 20 22 400 484 440 46 23 22 529 484 506 47 22 29 484 841 638 48 23 28 529 784 644 49 27 28 729 784 756 50 16 27 256 729 432 ■ 1160 1304 26724 32421 30490
85
Dari tabel di atas dapat diketahui
Setelah mengetahui semua data yang diperlukan, kemudian data dimasukkan ke dalam rumus korelasi product moment sebagai berikut : Diketahui : i ., « - • I X : 1160 S Y : 1304 I X 2 :26724 £ Y 2 :32421 EXY : 30490
jjc r - v m n
„ N
ILY2 ( ^ ) 2] L F 2 c m 2 ]
vr
~ i r r
3 0 4 9 0 - (1160)(1304) 50 2 6 7 2 4 - ^ ^ - |3 2 4 2 1 - (1304X 50 30490- l ^ 12640 50 2 6 7 2 4 - l ^ ° ° } { 3 2 4 2 1 - 1700446 50 __________ 30490-30252,80________ " y/{26724 - 26912} {32421 - 34008,32} 237,20 n ~ V (-188) {-1587,32)237,20 xy ~ ^298416,16
_ 237,20 x> “ 546,275
87
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana telah dijabarkan pada bab- bab sebelumnya, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut •
1. Persepsi orang tua mengenai gender berada pada kategori tinggi mencapai ^30% ^)berada dalam kategori sedang 52 % dan pada kategori rendah ada
18%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat persepsi orang tua mengenai gender dalam kategori sedang. Hal ini mungkin disebabkan oleh latar belakang orang tua yang berbeda-beda sehingga tidak semua orang tua paham tentang konsep gender.
2. Komitmen menyekolahkan anak perempuan dalam kategori tinggi mencapai 74%, berada dalam kategori sedang 22 % dan pada kategori rendah ada 4 %. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat komitmen menyekolahkan anak perempuan dalam kategori tinggi. Hal ini dapat disebabkan karena kesadaran orang tua dalam menyekolahkan anak perempuan. Oleh karena itu para orang tua lebih suka menyekolahkan anak perempuannya dari pada untuk bekerja.
3. Dari hasil penelitian yang telah dianalisis secara statistik, diperoleh hasil akhir yang menunjukkan bahwa ada persepsi orang tua mengenai gender pengaruhnya terhadap komitmen menyekolahkan anak perempuan. Hal ini terbukti dengan koefisien korelasi produk moment yaitu hasil r hitung (rh)
sebesar 0,49 berada di atas r produk moment pada taraf signifikasi 1 %= 0,361 dan taraf signifikansi 5 %= 0, 279 dengan N= 50. Dengan demikian hipotesa yang telah penulis ajukan dapat diterima bahwa ada pengaruh antara persepsi orang tua mengenai gender pengaruhnya terhadap komitmen