• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KEKUATAN CINTA DAN PENYEBABNYA DALAM NOVEL

5.2 Saran

1. Interpretasi penulis bukanlah satu-satunya kebenaran yang sah. Mengingat banyaknya pemahaman yang berbeda tentang makna kekuatan cinta. Maka dari itu, penulis menyarankan agar penelitian kekuatan cinta diperluas karena dapat membentuk interpretasi yang berbeda dari setiap orang yang menggunakan ilmu ini.

2. Novel ini sangat perlu dibaca oleh setiap pria dan wanita sebelum melanjutkan pernikahan karena novel ini dapat memberi inspirasi untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Novel dapat memberi inspirasi untuk mmenjaga keharmonnisan rumah tangga.

DAFTAR PUSTAKA

Al Jauziyyah Ibnu Qayyim. 1417 H. Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu. Jakarta Timur: Darul Falah.

Brahmanto. 2010. Definisi Laki-Laki dan Perempuan. Juni 2015.

Dusi. 2010. “Warta RSUD”. 2015

Faruk. 1994. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Harriyadi, Mathias. 1994. Membina Hubungan Antarpribadi. Yogyakarta: Kanisius. Hasann, Alwi. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai

Pustaka.

Istiningdias dan Yani. ”Implikatur dalam Percakapan Habibie dan Ainun Kaya Bacharuddin Jusuf Habibie”. Dalam skripsi Universitas Padjajaran Bandung. Muhyiddin, Muhammad. 2007. The True Power of Heart. Yogyakarta: Diva Press. Muller, Johanes. 2005. Perkembangan Masyarakat Lintas Ilmu. Yogyakarta:

Gramedia.

Munawar, Budhy. 2010. Argumen Islam untuk Pluralisme. Bandung: Gramedia. Pramesti, Yogi. 2010. ”Nilai-Nilai Kejujuran dan Optimisme dalam Buku Habibie

dan Ainun serta Relevansinya terhadap Kompetensi Kepribadian Guru PAI Karya Bacharuddin Jusuf Habibie”. Skripsi Universitas Islam Negeri Kalijaga. Ratna, Nyoman Kutha. 2003. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Ratna, Nyoman Kutha2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Ricky. 2014. Tanda Menemukan Cinta Sejati. April 2015.

Syafie’ie. Muhammad. 2008. Berani Hidup Berani Sukses. Jakarta: Republika. Tantawi, Isma. 2014. Bahasa Indonesia Akademik. Bandung: Citapustaka Media.

INTERNET

file:///D:/contoh%20skripsi/7%20Tanda%20Anda%20Menemukan%20Cinta%20Seja ti.htm. diakses pada Tanggal 22 April 2015.

Lampiran:

SINOPSIS NOVEL HABIBIE DAN AINUN

Dalam novel ini, diceritakan tentang kisah cinta, karir, politik, dan juga bagaimana perjalanan hidup tokoh Habibie dan Ainun. Cerita dimulai dari pertemuan pertama mereka di sekolah yang saling mengejek hingga detik-detik maut yang memisahkan cinta keduanya.

Cinta mereka lahir dengan tulus dan sederhana. Sebenarnya, Ainun dan Habibie saat duduk di bangku sekolah dasar, bersekolah di tempat yang sama. Namun, karena mereka yang masih kecil dan belum memahami tentang kehidupan. Mereka pun suka saling mengejek karena Ainun berbadan gemuk dan kulitnya berwarna gelap. Habibie pun suka mengejek Ainun bahkan menjuluki Ainun dengan sebutan gula jawa. Karena sifat mereka berdua, guru-guru mereka juga ingin menjodohkan mereka.

Rasa cinta Habibie pada Ainun lahir ketika mereka melanjutkan cita-cita masing-masing. Habibie yang melanjutkan sekolah jurusan teknik di Jerman dan Ainun yang menjadi seorang dokter muda yang cantik. Namun, mereka berhasil dipertemukan pada saat Fanny, saudara Habibie, mengajaknya untuk berkunjung ke kediaman keluarga Ainun. Ainun pun berubah menjadi seorang gadis cantik. Saat pertama kali melihat Ainun, Habibie langsung merasakan getaran hatinya. Cinta Habibie juga disambut oleh Ainun, karena Ainun juga mencintainya. Mereka pun langsung pacaran, pada malam hari di dalam becak dengan ditutupi jok (seperti sebuah kain agar tidak terkena hujan) walaupun sebenarnya tidak hujan. Keduanya

sering bertemu di Bandung dan Jakarta. Cuti Habibie tidak berlangsung lama tetapi mereka mengusahakan untuk saling bertemu. Setiap pertemuan dan perpisahan yang disertai pandangan mata mereka, mencerminkan kerinduan untuk pertemuan yang akan datang dan perasaan yang menggetarkan hati.

Tidak lama kemudian, keduanya merencanakan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang lebih serius lagi. Habibie datang di bulan Januari atau Februari. Mereka akhirnya memulai hidup baru untuk saling bersama bulan Mei.

Mereka pindah ke Jerman. Di sinilah perjuangan mereka dimulai. Habibie merintis karirnya mulai dari nol. Berkat kegigihan dan cinta dari Ainun kepadanya, mereka berhasil melalui masa-masa sulit yang menguras tenaga dan emosi. Akhirnya Habibie memperlihatkan prestasi yang membuat ia dikagumi banyak orang di Jerman dengan behasil membuat sebuah pesawat yang sudah merupakan cita-citanya sejak lama.

Kisah di dalam novel ini juga menyisipkan nilai nasionalisme. Bapak Habibie bercerita mengenai kepeduliannya pada bangsa, hanya saja beberapa kendala politik sehingga membuatnya susah. Namun, berkat niatnya yang tulus dan usaha yang tidak kenal lelah, Habibie kemudian berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia.

Kisah ini tidak fokus mengisahkan bagaimana Habibie memimpin Indonesia, tetapi seberapa kuat Ainun mendampingi beliau yang sangat sibuk. Perannya sebagai istri dan juga Ibu Negara dijalankan dengan baik. Walaupun mereka tidak sering lagi bersama, mereka saling mendoakan karena hanya dengan tatapan mata saja tanpa

berbicara sering mereka dapat berkomunikasi langsung dan mengerti isi hati dan kehendak mereka masing-masing.

Kisah ini menggambarkan keberhasilan cinta yang terjalin dan berkembang sampai 48 tahun 10 hari dari sepasang intelektual muda hingga lanjut usia, menjadi eyang dari enam orang cucu. Hal yang menonjol dari perjalanan bahtera cinta Habibie dan Ainun adalah bukan saja perubahan kehidupan atau karir tetapi juga materi, keilmuan, profesi, dan kedudukan yang begitu luar biasa. Di samping juga, bagaimana pasangan ini telah menyatu. Habibie menyebutkannya sebagai ”kemanunggalan” dalam jiwa, roh, batin, dan nurani mereka yang terjadi karena cinta yang Tuhan anugerahkan kepada mereka.

Mereka tidak dapat saling bersama, akibat kematian Ainun, akibat kanker yang dideritanya selama bertahun-tahun. Salah satu kisah paling mengharukan dalam kisah ini adalah pada saat Ibu Ainun hendak dioperasi. Biasanya Habibie selalu datang menjenguknya di waktu yang sama. Hanya saja karena hari itu Habibie tidak diperkenankan masuk ruangan tempat Ibu Ainun dirawat. Hal ini kemudian mengguncang jiwa Ainun. Habibie menangis sedih karena ia berpikir ada hal buruk yang membuat suaminya belum datang. Ainun adalah sosok wanita penyabar, masih mengkhawatirkan suaminya meski ia sedang sekarat. Begitulah cinta yang terjadi tulus untuk ikhlas.

Pada tanggal 22 Maret 2010 Ainun meninggal dunia. Ainun harus pergi meninggalkan Habibie dan kedua anak yang disayanginya Ilham dan Thareq. Mengakhiri hidup yang tidak kenal menyerah, yang disetai dengan kesetiaan dan

ketabahan Habibie yang selalu mendampigi istrinya sampai Ainun meninggal dunia. Usaha di tangan manusia dan keputusan di tangan Tuhan.

Dokumen terkait