• Tidak ada hasil yang ditemukan

I V. HASI L DAN PEMBAHASAN

V. KESI MPULAN DAN SARAN

5.2. Saran

1. Perlu adanya komunikasi yang lebih intensif antara Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kepahiang dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu dalam rangka pembinaan dan pendampingan kepada petugas dan peternak dilapangan.

2. Agar Grand Design pembibitan kambing PE di Kabupaten Kepahiang berhasil dengan baik perlu adanya kerjasama yang baik antara pemangku kebijakan di daerah dengan pelaksana dilapangan.

KI NERJA HASI L

1. Pembuatan Grand Design pembibitan kambing PE di Kabupaten Kepahiang untuk lima tahun yang akan datang dengan tujuan untuk menjadikan Kabupaten Kepahiang sebagai daerah sumber bibit kambing PE di Provinsi Bengkulu.

2. Pembuatan dan penyebarluasan media informasi berupa folder sebanyak 4 judul masing-masing 250 lembar.

3. Demplot budidaya ternak kambing di kelompok Sidomulyo Desa Mekarsari Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang menghasilkan peningkatan populasi ternak kambing, bobot lahir dan bobot sapih, penurunan angka mortalitas anak dan induk.

4. Pembinaan kelembagaan dengan meningkatkan frekuensi pertemuan anggota kelompok, membenahi buku adimistrasi (buku keanggotaan kelompok, buku tamu, buku surat masuk dan surat keluar, notulen rapat, rencana kerja kelompok, buku besar catatan keuangan dan buku inventaris kelompok) dan pembentukan paguyupan peternak kambing di Kecamatan Kabawetan yang bernama Gugus Perwakilan Pemilik Ternak Manunggal Jaya dengan Akta Notaris tanggal 27 Oktober 2015. Paguyupan ini beranggotakan dari 10 desa yang terdiri dari 12 kelompok peternak kambing di Kecamatan Kabawetan.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbang Pertanian. 2005. Kumpulan Teknologi Unggulan pendukung PRI MA TANI . Badan Litbang Pertanian. Jakarta. 75 p.

BPS Provinsi Bengkulu. 2012. Provinsi Bengkulu dalam Angka. Bengkulu 496 p. Disnakkan Kab. Kepahiang, 2014. Data dan Potensi Ternak Kabupaten Kepahiang

Tahun 2009-2014. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kepahiang. Kepahiang.

Ditjen Perternakan dan Kesehatan Hewan. 2011. Statistik Perternakan dan Kesehatan Hewan 2011. Direktorat Jenderal Perternakan dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Hendayana R. 2011. Mempercepat Pembangunan Perdesaan dengan I novasi Pertanian. http: / / ekonomi.kompasiana.com/ agrobisnis/ 2011/ 02/ 13/ mempercepat-pembangunan-perdesaan-dengan-inovasi-pertanian [ Diakses 22 Juni 2011]

Kementerian Pertanian, 2012. Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian. Permentan no.50 tahun 2012, Jakarta.

Kementerian Pertanian, 2014. Rancangan Model Pengembangan Kawasan Pertanian Tahun 2015-2019. Jakarta.

Pambudi, R., T. Sipayung, W.B. Priatna, Burhanuddin, A. Kriswantriyono dan A. Satria. 2001. Kumpulan Pemikiran. Bias dan Kewirausahaan Dalam Sistem Agribisnis. Penerbit Pustaka Wirausaha Muda, cetakan ketiga (edisi revisi). Bogor.

Puslitbangtan, 2009. Petunjuk Pelaksanaan Pendampingan SL-PTT. Kerjasama Puslitbangtan, BBP2TP, BPTP Jawa Barat dan BPTP Bali. 20 p.

Tjitropranoto, P. 2000. Strategi Diseminasi Teknologi dan I nformasi Pertanian.

ANALI SI S RI SI KO

Analisis risiko diperlukan untuk mengetahui berbagai risiko yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pengkajian. Dengan mengenal risiko, penyebab dan dampaknya, maka akan dapat disusun strategi ataupun cara penanganan risiko baik secara antisipatif maupun rensponsif.

Tabel 6. Daftar Risiko Pelaksanaan Pendampingan Kawasan Ternak Kambing di Kabupaten Kepahiang Tahun 2015

No Risiko Penyebab Dampak

1 Jadwal kegiatan pendampingan tidak sesuai dengan program Dinas Peternakan

Program Dinas belum berjalan

Kegiatan pendampingan tidak berjalan dengan baik

2 Peternak tidak mau menerapkan inovasi yang baru

Tingkat pendidikan dari peternak yang rendah

I novasi kurang di terapkan dengan baik

Tabel 7. Daftar Penanganan Risiko dalam Pelaksanaan Pendampingan Kawasan Ternak Kambing di Kabupaten Kepahiang Tahun 2015

No Risiko Penyebab Penanganan

1 Jadwal kegiatan pendampingan tidak sesuai dengan program Dinas Peternakan

Program Dinas Belum berjalan

Melakukan koordinasi yang lebih intensif dengan dinas dan instansi terkait lainnya.

2 Peternak tidak mau menerapkan inovasi yang baru

Tingkat pendidikan dari peternak yang rendah

Melakukan pembinaan yang lebih intensif dengan melibatkan petugas setempat

JADWAL KERJA

Tabel 8. Jadwal Kerja Kegiatan

No Uraian kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Penyusunan RDHP 2 Penyusunan/ pembahasan perbaikan RODHP 3 Koordinasi 4 Pelaksanaan 5 Laporan bulanan 6 Laporan tengah tahun 7 Laporan akhir tahun

PEMBI AYAAN

Tabel 9. Rencana Anggaran Belanja Kegiatan

No Uraian Volume Harga

Satuan (Rp.(000)

Jumlah (Rp.000)

1. Belanja Bahan (521211)

• Bahan pendampingan dan pendukung lainnya

• ATK dan Komputer Supllies

• Fotocopy, jilid, cetak dan dokumentasi

• Materi I nformasi teknologi

1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Peket 6.740 2.000 1.000 1.000 10.740 6.740 2.000 1.000 1.000 2. Honor Terkait Output Kegiatan (521213)

• UHL

• Honor petugas lapang

50 OH 10 OH 35 100 2.750 1.750 1.000 3. Belanja Perjalanan Biasa (524111)

• Perjalanan dalam rangka pelaksanaan kegiatan (berkisar antara Rp. 365.000 s/ d Rp. 5.000.000).

3 OP 5.000

15.000 15.000

4. Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota

• Uang harian dan transportasi perjalanan keluar provinsi/ pusat dalam rangka pelaksanaan kegiatan

• Penginapan perjalanan ke luar provinsi/ pusat dalam rangka pelaksanaan kegiatan

• Uang harian dalam temu lapang, ekspose dan pertemuan tingkat perani

• Paket kegiatan dalam rangka temu lapang, ekspose dan petemuan tingkat petani 1 OH 3 OP 21 OH 21 OH 2.900 700 130 180 11.510 2.900 2.100 2.730 3.780 Jumlah 40.000

Tabel 10. Realisasi Anggaran Belanja Kegiatan

No Jenis Pengeluaran Realisasi Anggaran (Rp) Persentase Keuangan (% ) Persentese Fisik (% ) 1 Belanja Bahan • Bahan pendampingan dan pendukung lainnya

• ATK dan komputer supplies

• Fotocopy, jilid, cetak dan dokumentasi • Materi I nformasi teknologi 6.737.000 1.997.900 1.000.000 1.000.000 99,95 99,89 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

2 Honor Output Kegiatan

• UHL

• Honor petugas lapang

1.470.000 975.000 84,00 97,50 100,00 100,00 4 Belanja Perjalanan Biasa

• Perjalanan dalam rangka pelaksanaan kegiatan (berkisar antara Rp. 365.000 s/ d Rp. 5.000.000) 14.948.350 99,65 100,00

5 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota

• Uang harian dan transportasi perjalanan keluar provinsi/ pusat dalam rangka pelaksanaan kegiatan

• Penginapan perjalanan ke luar provinsi/ pusat dalam rangka pelaksanaan kegiatan

• Uang harian dalam temu lapang, ekspose dan pertemuan tingkat perani

• Paket kegiatan dalam rangka temu lapang, ekspose dan petemuan tingkat petani 2.900.000 2.100.000 2.710.000 3.780.000 100,00 100,00 99,26 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 TOTAL 39.618250 99,04 100,00

PERSONALI A

Tabel 11. Personalia Kegiatan

No Nama/ NI P Uraian Tugas Keterangan 1 Zul Efendi, S.Pt/ - Bertanggung jawab terhadap

pelaksanaan kegiatan penelitian

- Menyusun dan merencanakan operasional kegiatan

Mengkoordinir anggota Tim - Menyusun Laporan

- Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan.

Penanggung jawab

2. I r. Ruswendi, MP/ - Membantu pelaksanaan kegiatan pendampingan - Membantu analisis data

- Membantu pembuatan laporan bulanan, tengah tahun dan akhir tahun.

Anggota

3. I r. Siswani DD/ - Membantu pelaksanaan kegiatan pendampingan - Membantu analisis data

- Membantu pembuatan laporan bulanan, tengah tahun dan akhir tahun.

Dalam dokumen pendampingan kawasan ternak 2015 (Halaman 34-42)

Dokumen terkait