• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen GEMINSAH PUTRA H. SIREGAR /IKM (Halaman 95-144)

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

6.2. Saran

1. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang sebagai pembuat kebijakan diharapkan agar lebih mendorong puskesmas-puskesmas di wilayah kerjanya untuk melaksanakan upaya kesehatan kerja (UKK) melalui penyuluhan-penyuluhan khususnya metode diskusi kelompok dalam meningkatkan pengetahuan kepada pekerja sektor informal mengenai Alat Pelindung Diri (APD), dan Dinas Tenaga Kerja agar lebih aktif memonitoring para pekerja sektor informal khususnya pekerja las dalam pemakaian Alat Pelindung Diri (APD).

2. Kepada pemilik bengkel diharapkan agar melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja sesuai dengan pekerjaannya dan agar mengawasi pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri saat bekerja.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahmah, L. 2012. Pengaruh Metode Diskusi Kelompok Fungsional terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Balita (Studi Kasus di Posyandu Margirahayu IV Desa Pekalongan Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga), Unnes Journal of Public Health, Vol 2. No 1

Angelina, C. dan Oginawati, K. 2009. Paparan Fisis Pencahayaan Terhadap MataDalam Kegiatan Pengelasan (Studi Kasus : Pengelasan di Jalan Bogor).

Arifah, S. 2010. Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Modul dan Media Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Wanita Dalam Menghadapi Menopause (Studi Eksperimen Pada Wanita Premenopause di Desa Sumber Mulyo).

Ban, AW. and HS ,Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Kanisius Jakarta.

Bintaria, D.S. 2011. Pengaruh Penyuluhan Dengan Metode Ceramah Dan Poster Terhadap Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan Murid Di SD Kelurahan Pincuran Kerambil Kecamatan Sibolga Sambas Kota Sibolga Tahun 2011. (Tesis)

Budiono, A.M.S. 2002. Bunga Rampai Hiperkes Dan Kesehatan Kerja, Jakarta : Tri Tunggal Tata Fajar.

Cholifah, M. 2010. Blog spot.com/2010/07/pengertian-hand out-modul-buku-dan html (11 Juli 2010) diakses tanggal 24 Maret 2013.

Citerawati,Y.W, SY. 2012. Media Penyuluhan

http://adingpintar.files.wordpress.com/2012/03/media-penyuluhan.pdf pukul 23.32 Wib, diakses 13 januari 2013.

________, 2005. Peningkatan Produktifitas Kerja Melalui Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Jakarta

Depkes RI. 2008. Direktorat Bina Kesehatan Kerja “Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar”, Jakarta.

DK3N, 2007. Visi, Misi dan Strategi Kebijakan dan Program Keselamatan dan Kesehatan Nasional http://www.DK3N.go.id. Diakses pada tanggal 20 April 2013.

Girsang, J. 2009.Pengaruh Penyuluhan Pestisida Terhadap Pengetahuan dan Sikap Penyemprot Pestisida di Desa Perteguhen Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo Tahun 2009 (Tesis).

Harian Pos Kota Jakarta. 2012. Akibat Kecelakaan Kerja Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia rugi Rp. 280 triliun http : // www. Poskotanews . com /2012/10/16/pdbindonesia-rugi rp 280 triliun/tahun, diakses tanggal 29 Januari 2013.

Hariyanto. 2010. http;//belajarpsikologi.com RSS Feed dikutip pada tanggal 8 Mei 2013.

Hidayat, A.A. 2010. Metode Penelitian Kesehatan “Paradigma Kuantitatif” cet. Pertama Kelapa Pariwara, Surabaya.

Irmawati, A. 2009. Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Di Bengkel Las Sidomukti Kraksaan (studi kasus).

Kartasapoetra, A.G. 1994. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara, Jakarta. Malino, J. 2012. Jupri Malino.blog

spot.com/2012/04/pengertian-defenisi-diskusi-jenis.html diakses tanggal 24 Maret 2013

Maulana, D. dan Wignjosoebroto, S. 2011. Evaluasi dan Perbaikan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk Menekan Unsafe Behavior Pekerja (Studi Kasus PT.DPS)Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Murtiyani. 2011. Pengaruh Metode Ceramah Dengan Leaflet Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Keluarga Dalam Pemberantasan Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Mojokerto (Tesis).

______, 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta. ______, 2003. Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

______, 2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi cet. Pertama PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan PT. Rineka Cipta. Jakarta. Nurdin, A. 1999. Peralatan Las Busur Manual. Bandung. Angkasa.

Pasaribu, L.M. 2012. Pengaruh Metode Ceramah Dengan Menggunakan Media Realia Terhadap peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Semester II SDN Kutowinangun 07 Tahun Pelajaran 2011/2012 (Skripsi).

Permatasari, A.T. 2010. Efektivitas Metode Ceramah Dan Diskusi Kelompok Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di Yayasan Pendidikan Harapan Mekar Medan (Tesis).

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.08/Men/VII/2010 Tentang Alat Pelindung Diri.

Pratomo dan Sudarti. 1986. Pedoman Pembuatan usulan Penelitian Bidang Kesehatan Masyarakat dan KB. Jakarta. PMU Pengembangan FKM di Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I.

Putra, B.V. 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pekerja Pengelasan Industri Informal Dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di Jalan Raya Bogor-Dermaga, Kota Bogor (Skripsi).

Prasetya, A. A. E. 2007. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Pada Tenaga Pengelas Bengkel Las Teralis Di Kawasan Barito Semarang. Undergraduate thesis, Diponegoro University. http:eprints.undip.ac.id/7027.

Riadi, M. 2013. www.kajianpustaka.com/2013/03/pengertian-kelebihan-kelemahan-modul pembelajaran.html?m=1 diakses tanggal 11Mei 2013

Rijanto, B. 2010. Pedoman Praktis Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L), Jakarta : Mitra Wacana Media

Sari, Y.H. 2010. Efektivitas Metode Diskusi Dan Ceramah Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Perawat Dalam Membuang Limbah Medis Padat Di Puskesmas Kota Medan (Tesis).

Sastraatmadja, E. 1993. Penyuluhan Pertanian (Falsafah, Masalah dan Strategi). Alumni. Bandung

Setiawati L. 1996. Kesehatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan Kerja. Pelatihan Keahlian Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Bagi Guru-guru SMK DIY.

Soebandono. 2009. MODUL 1 Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Alat Pelindung Diri (APD) Tingkat X Program Keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMKN Probolinggo. http : // www . scribd . com / mobile /doc / 55946045?width=533.

Sonawan. 2003. Pengantar untuk Memahami Proses Pengelasan Logam. Bandung : Alfabeta.

Sujito, P. 2008. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemakaian Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Pekerja Bengkel Las Listrik Di Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu (Tesis).

Sutjahjo, K.H. 1997. Gangguan Saluran Napas pada Tenaga Kerja Pengelas, Studi Kasus di Pabrik Semen PT. X Jawa Barat, 1997

Syafrudin, F dan Y. 2009. Promosi kesehatan untuk mahasiswa kebidanan cet. Pertama CV. Trans Info Media.

Tarwaka, 2008. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ”Manajemendan Implementasi K3 di Tempat Kerja”.http://safelindo.blogspot.com/2008/11/pada-bulan-juli-2008-buku-keselamatan.html?m=1 penerbit Harapan Press Surakarta.

______, 1996. Petunjuk Kerja Las, PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

Widharto, S. 2007. Menuju Juru Las Tingkat Dunia PT. Pradnya Paramita, Jakarta. Wiryosumitro dan Okumura, 2004. Teknologi Pengelasan Logam cet. 9 Jakarta

KUESIONER

PENGARUH PENYULUHAN METODE CERAMAH DAN DISKUSI KELOMPOK TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PEKERJA LAS DI KECAMATAN

PERCUT SEI TUAN TAHUN 2013

Nama Responden : ……….

Lama bekerja : ……….

Pendidikan : ……….

Umur : ……….

Pilihlah jawaban yang paling benar menurut Bapak/saudara, dengan memberi tanda silang (X) pada lembar pertanyaan yang disediakan.

PENGETAHUAN

1. Menurut Bapak/saudara, apa manfaat dari Alat Pelindung Diri (APD) ?

A. alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. B. Alat yang berguna menjaga kesehatan saat bekerja

C. Alat yang mempunyai kemampuan melindungi diri dari kecelakaan kerja 2. Menurut Bapak/saudara, apa saja alat pelindung diri (APD) yang digunakan pada

pekerjaan pengelasan di bengkel las ?

A. Kaca mata las, Helm pengaman, sarung tangan, apron, dan pakaian pelindung B. Kaca mata las, helm pengaman, sarung tangan, apron, pelindung kaki (sepatu) dan

pakaian pelindung.

C. Safety helmet, kaca mat alas, pelindung muka, sarung tangan, pelindung telinga, pelindung pernafasan, pelindung kaki (sepatu), apron, dan pakaian pelindung 3. Menurut Bapak/saudara, dimana alat pelindung diri (APD) disimpan setelah digunakan ?

A. Di lemari peralatan agar mudah diambil

B. Di tempat khusus yang kering dan mudah pengambilannya C. Disangkutkan di dekat tempat kerja agar mudah diambil

4. Menurut Bapak/saudara, apa kegunaan kaca mata las (gogel) pada saat melakukan pengelasan ?

B. Untuk melindungi dari cahaya dan sinar serta debu

C. Untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet dan infra merah

5. Menurut Bapak/saudara, bagaimanakah syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam memilih kaca mata las (gogel) ?

A. Nyaman dipakai, kuat, dan tidak melelahkan mata

B. Punya daya penerus yang tepat terhadap cahaya tampak, kuat dan tahan benturan, terbuat dari fibre glass

C. Mampu menahan cahaya dan sinar berbahaya, punya daya penerus yang tepat terhadap cahaya tampak, mempunyai sifat-sifat yang tidak melelahkan mata, tahan lama dan mempunyai sifat yang tidak mudah berubah dan memberikan rasa nyaman

6. Safety helmet (helm pengaman) adalah merupakan salah satu alat pelindung diri yang dianjurkan untuk dipakai oleh pekrja las. Menurut Bapak/saudara, apa kegunaan safety helmet (helm pengaman) tersebut ?

A. Untuk menghindari dari tumbukan langsung benda keras dengan kepala

B. Menghindari kejatuhan langsung benda keras terhadap kepala, Untuk menghindari dari tumbukan langsung benda keras dengan kepala

C. Menghindari kejatuhan langsung benda keras terhadap kepala, Untuk menghindari dari tumbukan langsung benda keras dengan kepala dan melindungi kepala dari cipratan ledakan-ledakan kecil dari cairan las

7. Menurut Bapak/saudara, apa jenis pelindung muka yang digunakan pada pekerjaan pengelasan ?

A. Helm las (helmet welding), masker B. Kedok las (handshield welding)

C. Helm las (helmet welding) dan Kedok las (handshield welding)

8. Menurut Bapak/saudara, apa guna dipakainya pelindung muka pada saat melakukan pengelasan ?

A. Untuk melindungi muka dari terbakarnya kulit dari cahaya busur dan percikan api B. Untuk melindungi muka dari terbakarnya kulit dan debu

C. Untuk melindungi muka dari terbakarnya kulit

9. Didalam alat pelindung muka terdapat kaca penyaring (filter) Menurut Bapak/saudara, apa kegunaan kaca penyaring (filter) tersebut ?

A. Untuk menyaring dan menghilangkan debu dan gas

B. Untuk menghilangkan dan menyaring sinar infra merah dan ultraviolet C. Untuk menyaring dan menghilangkan debu, gas dan cahaya tampak

10. pada saat melakukan pengelasan tangan adalah salah satu organ tubuh yang harus dilindungi, Menurut Bapak/saudara, apa kegunaan alat pelindung tangan (sarung tangan) tersebut ?

A. Untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam dan sengatan listrik B. Untuk melindungi dari terbakarnya tangan dan sengatan listrik

C. Untuk melindungi tangan dari panas, sengatan listrik dan sudut-sudut yang tajam 11. Menurut Bapak/saudara, bagaimanakah syarat-syarat dari pemilihan sarung tangan

tersebut ?

A. Enak dipakai, lembut dan tahan panas

B. Tahan panas dan bersifat isolasi, harus lemas, didalamnya dilapisi sarung tangan katun C. Enak dipakai, Tahan panas, bersifat isolasi dan harus lemas

12. Pada saat melaksanakan pengelasan dada adalah merupakan salah satu organ tubuh yang harus dilindungi, menurut Bapak/saudara, alat pelindung diri apakah yang dipakai untuk melindungi dada tersebut ?

A. Apron

B. Pakaian pelindung C. Respirator

13. Pakaian pelindung adalah merupakan salah satu alat pelindung diri yang digunakan oleh pekerja las saat bekerja, menurut Bapak/saudara bagaimanakah syarat-syarat dari pakaian pelindung tersebut ?

A. Tebal, terbuat dari polyster dan sintetis, enak dipakai dan tidak berlipat dibagian bawah

B. Terbuat dari kain katun atau kulit, tidak terlalu longgar atau terlalu sempit, tidak berlipat dibagian bawah

C. Tebal, nyaman dipakai dan tidak terlalu longgar atau terlalu sempit

14. Pada saat mengelas dengan menggunakan las listrik, radiasi ultra violet yang dihasilkan sangat tajam sehingga dapat mengeringkan retina mata, menurut Bapak/saudara kacamata nomor berapakah yang digunakan apabila mengelas menggunakan electrode diameter 4mm, 4,8- 6,4mm dan > 6,4 mm ?

A. Nomor 10, 11, dan 12 B. Nomor, 12, 14, dan 16 C. Nomor 10, 12 dan 14

15. Menurut Bapak/saudara, pada saat kapankah alat pelindung telinga digunakan ? A. Pada saat mengelas bahan

C. A dan B benar

16. Didalam memilih alat pelindung diri ada beberapa macam persyaratan, menurut Bapak/saudara, apa saja persyaratan yang dimaksud ?

A. Memberikan perlindungan yang baik, memenuhi standar, tidak menimbulkan bahaya tambahan yang lain.

B. jangka pemakaian yang cukup lama dan bersifat fleksibel, C. a & b Benar

17. Menurut Bapak/saudara bagaimanakah syarat-syarat dalam pemilihan helm pengaman yang baik ?

A. Terbuat dari kulit, Nyaman dipakai, Kuat dan tahan dari benturan, panas dan goresan benda tajam, dan Daya kalor panasnya relatif kecil.

B. Terbuat dari fibre glass, Nyaman dipakai, Kuat dan tahan dari benturan, panas dan goresan benda tajam, dan Daya kalor panasnya relatif kecil.

C. Terbuat dari aluminium, Nyaman dipakai, Kuat dan tahan dari benturan, panas dan goresan benda tajam, dan Daya kalor panasnya relatif kecil.

18. Menurut Bapak/saudara, bila ditinjau dari segi kesehatan panca indera apa saja yang terpenting dilindungi pada saat melakukan pengelasan ?

A. Mata, kulit, dan pernafasan B. Mata, kulit, pernafasan dan kaki C. Mata, kulit dan telinga

19. Menurut Bapak/saudara, Helm las sebaiknya digunakan pada saat mengelas ? A. Posisi dibawah

B. Posisi diatas C. Posisi bebas

20. Menurut Bapak/saudara, semakin gelap kaca mata las maka ? A. Semakin tinggi kesilauan

B. Semakin besar cahaya yang masuk C. Semakin kuat daya saring cahaya

Beri tanda check list (√) dilembar jawaban pilihan yang telah disediakan sesuai dengan persepsi (tanggapan) yang sebenarnya menurut Bapak/saudara.

Keterangan :

SS = Sangat setuju S = Setuju

TS = Tidak setuju STS = Sangat tidak setuju SIKAP

PERNYATAAN SS S TS STS

1. Menggunakan alat pelindung diri adalah suatu kebutuhan bukan kewajiban

2. Menggunakan alat pelindung diri akan memperlambat pekerjaan

3. Menggunakan alat pelindung diri agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja

4. Alat pelindung diri sangat mengganggu bila dipakai

5. Sebaiknya mengelas dilakukan di tempat yang banyak ruang udara bukan tertutup

6. Alat pelindung diri bebas disimpan dimana saja

7. Sebaiknya menggunakan masker atau respirator saat mengelas

8. Alat pelindung diri tidak ada pengaruhnya terhadap kesehatan

9. Sarung tangan kulit dan asbes sangat cocok digunakan saat mengelas

10. Alat pelindung diri tidak begitu penting dipakai saat bekerja

11. Alat pelindung diri diperiksa dan dibersihkan dulu sebelum digunakan

12. Memakai kaca mata las sangat penting untuk melindungi mata

13. Helm pengaman sangat baik digunakan saat bekerja

14. Alat pelindung diri harus dicuci dan disimpan di tempat yang khusus setelah digunakan

15. Sebaiknya memakai sepatu kerja saat bekerja

16. Pada saat bekerja harus memakai pakaian kerja khusus 17. Selain pakaian kerja, apron (pelindung dada) juga harus

dipakai

18. Sebaiknya menggunakan sumbat telinga atau tutup telinga pada saat menggerinda dan memotong bahan

19. Sebaiknya memakai kaca mata bening (spectaceles) pada saat membersihkan kerak besi

20. Cahaya dan Sinar, Listrik, Debu dan Gas Dalam Asap Las, Percikan dan Terak Las, Ledakan dan Kebakaran adalah merupakan jenis bahaya dalam pengelasan

Lampiran 2 :

POSTER APD BENGKEL LAS

Gbr. Safety Helmet

Gbr. Sepatu pelindung (safety shoes)

Gbr. Ear Plug

Gbr. Safety Glasses (Pelindung Mata)

Gbr. Pelindung Muka

Gbr. Pakaian Kerja

MODUL

ALAT KESELAMATAN DAN

KESEHATAN KERJA

(ALAT PELINDUNG DIRI /APD)

PADA BENGKEL LAS

ALAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA A. ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Badan kita terdiri dari beberapa bagian. Semuanya harus terlindung diwaktu melaksanakan pekerjaan. Alat-alat pelindung tersebut antara lain :

1. Alat pelindung mata

Mata harus terlindung dari panas, sinar yang menyilaukan dan debu. Berbagai jenis kacamata pengaman mempunyai kegunaan yang berbeda.

Kacamata debu berguna melindungi mata dari bahaya debu, bram (tatal) pada saat menggerinda, memahat dan mengebor. Kacamata las berguna melindungi mata dari bahaya sinar yang menyilaukan (kerusakan retina mata) pada saat melaksanakan pengelasan. Kacamata las dapat dibedakan terutama pada kacanya, antara pekerjaan las asetilin dan las listrik. Kacamata las listrik lebih gelap dibandingkan dengan kacamata las asetilin. Hal-hal yang penting harus diperhatikan dalam memilih gogel adalah :

 Harus mempunyai daya penerus yang tepat terhadap cahaya tampak.

 Harus mampu menahan cahaya dan sinar yang berbahaya.  Harus mempunyai sifat-sifat yang tidak melelahkan mata.  Harus tahan lama dan mempunyai sifat yang tidak mudah

berubah.

Kaca penyaring cahaya mempunyai gradasi kegelapan seperti No. 10 untuk electrode diameter hingga 5/32” (4 mm), No. 12 untuk electrode diameter 3/16 hingga 1/4" (4,8 hingga 6,4 mm), No. 14 untuk electrode diameter diatas 1/4 “ (6,4 mm). Makin besar nomor gradasi, makin gelap kaca tersebut sehingga daya saring cahayanya juga makin kuat.

Berikut gambar dari kaca mata las.

Gbr. Jenis-jenis Kacamata

1. Safety Helmet (Helm Pengaman)

Helm pengaman sangat penting penggunaannya, yaitu untuk menghindari:

1) Tumbukan langsung benda keras dengan kepala. 2) Kejatuhan langsung benda keras terhadap kepala. 3) Cipratan ledakan-ledakan kecil dari cairan las yang

mengakibatkan terbakarnya bagian kepala Syarat-syarat dari helm pengaman yaitu: 1) Nyaman dipakai.

2) Kuat dan tahan dari benturan, panas dan goresan benda tajam.

3) Daya kalor panasnya relatif kecil. 4) Terbuat dari fibre glass

2. Alat Pelindung Telinga

Alat pelindung telinga digunakan untuk melindungi telinga dari kebisingan pada waktu menggerinda, meluruskan benda kerja, persiapan pengelasan dan lain sebagainya. Dan berguna untuk mengurangi intensitas suara yang masuk kedalam telinga yang tingkat kebisingannya melebihi 85 db.

Jenis-jenis pelindung telinga : - Ear plug (sumbat telinga) - Ear muff (tutup telinga)

Gbr. Alat Pelindung Telinga

3. Alat Pelindung Pernafasan (hidung)

Paru-paru harus dilindungi manakala udara tercemar atau ada kemungkinan kekurangan oksigen dalam udara. Pencemar-pencemar mungkin berbentuk gas, uap logam, kabut, debu, dan lain-lainnya. Alat pelindung pernafasan dapat dibedakan atas:

 Masker

Untuk melindungi, mengurangi debu dan partikel lebih besar masuk kedalam pernafasan, biasanya terbuat dari kain.

 Respirator

Berguna untuk melindungi pernafasan dari debu, kabut, uap, logam, asap dan gas.

4. Alat Pelindung Tangan

Untuk melindungi jari-jari tangan dari benda panas dan sengatan listrik, maka tukang las harus memakai sarung tangan yang tahan panas dan bersifat isolasi. Sarung tangan harus lemas sehingga tidak mengganggu pekerjaan jari-jari tangan.

Jenis-jenis sarung tangan : - Sarung tangan asbes - Sarung tangan kulit

Gbr. Jenis-jenis Sarung Tangan

5. Alat Pelindung Dada (Apron)

Apron kulit dipakai untuk perlindungan dari rambatan panas nyala api dan sinar yang tajam, karena sinar las listrik termasuk sinar yang sangat tajam. Apron dapat dibuat dari kain, kulit, plastik, asbes atau kain yang dilapisi aluminium.

Apron pelindung harus dibiasakan digunakan diluar baju kerja

Gbr. Apron dari Kulit

6. Alat Pelindung Muka

Pelindung muka dipakai untuk melindungi seluruh muka terhadap kebakaran kulit sebagai akibat dari cahaya busur, percikan dan lainnya. Bentuk dari pelindung muka, dapat berbentuk helm las (helmet welding) dan kedok las (handshield welding).

- Kedok las yang dipegang dengan tangan, digunakan pada waktu mengelas di bawah tangan, vertikal maupun horizontal.

- Helm las dipakai pada kepala sehingga kedua tangan bisa bebas. Alat ini digunakan terutama pada waktu mengelas posisi di atas kepala.

Gbr. Kedok Las Gbr. Helm Las

7. Alat Pelindung Kaki (Sepatu Kerja)

Untuk menghindarkan kerusakan kaki dari tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia, tertimpa benda, maka sebagai pelindung digunakan sepatu.

Jenis-jenis sepatu :

 Sepatu karet anti elektostatik digunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya listrik hubungan pendek, sepatu ini harus tahan terhadap arus listrik 10.000 volt selama 3 menit.

 Sepatu dari kulit yang dilengkapi baja diujungnya untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam, kejatuhan benda-benda berat dan untuk melindungi jari-jari kaki.

9. Pakaian Pelindung

Dengan menggunakan pakaian pelindung yang dibuat dari kulit, maka pakaian biasa akan terhindar dari percikan api terutama pada waktu mengelas dan menempa. Lengan baju jangan digulung, sebab lengan baju akan melindungi tangan dari sinar api.

Syarat-syarat pakaian kerja yaitu :

Bahan pakaian kerja harus terbuat dari kain katun atau kulit, karena katun atau kulit tidak akan cepat bereaksi bila bersentuhan dengan panas.

Menghindari pakaian kerja yang terbuat dari polyster atau sintetis, karena bahan tersebut akan cepat bereaksi dan mudah menempel pada kulit badan apabila kena loncatan bunga api.

Pakaian kerja tidak terlalu longgar dan terlalu sempit.

Hindarkan celana dari lipatan bagian bawah, hal ini berguna untuk menghindari dari tersangkut dengan benda lain dan masuknya bunga api

Gbr. Pakaian Pelindung

Alat Pelindung Diri selanjutnya disingkat APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.

Pemilihan Alat Pelindung Diri :

1. APD harus memberikan perlindungan yang baik terhadap bahaya-bahaya yang dihadapi tenaga kerja

2. APD harus memenuhi standar yang telah ditetapkan

3.APD tidak menimbulkan bahaya tambahan yang lain bagi pemakaiannya yang dikarenakan bentuk atau bahannya yang tidak tepat atau salah penggunaan

4. APD harus tahan untuk jangka pemakaian yang cukup lama dan bersifat fleksibel.

Penyimpanan Alat Pelindung Diri :

Untuk menjaga daya guna dari APD, hendaknya disimpan ditempat khusus sehingga terbebas dari debu, kotoran, gas beracun, dan gigitan serangga/binatang. Tempat tersebut hendaknya kering dan mudah dalam pengambilannya.

Kesehatan Dalam Pekerjaan Las :

Yang terpenting harus dilindungi dalam pengelasan adalah keselamatan indera penglihatan (mata), alat pernafasan (paru-paru) dan kulit.

- Mata perlu dilindungi dari radiasi busur nyala listrik yang berupa sinar ultra ungu dan infra merah yang berintensitas sangat tinggi. -Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah alat pernafasan.

Pengelasan selain menghasilkan (shielding gas) yang berasal dari lapisan luar elektroda (coating), juga menghasilkan gas-gas hydrogen, ozon dan lain-lain yang jika terhirup dalam jangka waktu yang panjang akan merusak kesehatan, bahkan dapat meracuni darah.

- Kulit muka, lengan dan kaki harus pula dilindungi dari panas dan radiasi ultra ungu yang mengakibatkan kulit terbakar. Rasa kulit terbakar radiasi suhu panas dan ultra ungu adalah pedih dan panas Bahaya Pengelasan

Ada 5 jenis bahaya yang penting diperhatikan dalam pengerjaan pengelasan yaitu :

1. Kecelakaan Karena Cahaya dan Sinar 2. Kecelakaan Karena Listrik

3. Debu dan Gas Dalam Asap Las 4. Bahaya Percikan dan Terak Las 5. Bahaya Ledakan dan Kebakaran.

DAFTAR PUSTAKA

Nurdin, A (1999). Peralatan Las Busur Manual. Bandung. Angkasa.

Dalam dokumen GEMINSAH PUTRA H. SIREGAR /IKM (Halaman 95-144)

Dokumen terkait