• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen KONSEP DIRI REMAJA INDIGO (Halaman 85-94)

BAB V. Kesimpulan dan Saran

C. Saran

1. Bagi peneliti selanjutnya:

a. Konsep indigo merupakan konsep yang relatif baru, sehingga belum banyak penelitian yang dapat ditemukan. Masih terbuka

atas ide-ide penelitian mengenai konsep indigo yang bisa ditelusuri, misalnya penyesuaian diri pada anak atau remaja

indigo, kecemasan pada anak atau remaja indigo.

b. Hasil penelitian ini dibuat berdasarkan data wawancara dengan

subjek penelitian saja, sehingga masih terbuka untuk

melengkapi data penelitian dengan menggunakan wawancara

terhadap orang yang dekat dengan subjek atau dengan cara lain

yang sesuai.

2. Bagi ketiga remaja indigo yang menjadi subjek penelitian:

a. Ketiga subjek dapat meningkatkan kesadaran akan pemahaman

diri dengan memperhatikan informasi yang didapat dari hasil

mengamati dan menilai diri.

b. Ketiga subjek yang memiliki kesadaran akan kelemahan diri

dapat mengurangi kelemahan dengan menggunakan informasi

yang terdapat pada diri, sehingga dapat menjadi seorang remaja

indigo yang lebih baik

penyesuaian diri pada remaja. Bandung : PT. Refika Aditama. Anak anda indigo child. (Mei 2003). Ayah Bunda No.09.

Anak-anak indigo mampu melihat masa lalu dan masa depan. Sartika. No. 19 Anak indigo adakah di sekitar kita. (Januari 2003). Nirmala.

Anak indigo. (2005, 30 Januari). Diunduh tanggal 1 Februari 2006. http://www.kumaraqulmi.blog.friendster.com/

Are they here to save the world? (2006, 12 Januari). The New York Times. Diunduh tanggal 22 November 2007 dari

http://www.nytimes.com/2006/01/12/fashion/thursdaystyles/12INDIGO. html?ei=5088&en=277fb750ad762ed9&ex=1294722000&partner=rssnyt &emc=rss&pagewanted=all

Berbeda tapi bukan anak aneh. (2004, Juni 27). Diunduh tanggal 1 Februari 2006 dari http://juriglagu.multiply.com/journal/item/79

Berzonsky, M.D. (1981). Adolescence development. New York : Macmillan Publishing, Co.

Burns, R.B. (1993). Konsep diri: teori, pengukuran, perkembangan dan perilaku; alih bahasa Eddy; editor, Surya Satyanegara. Jakarta : Arcan.

Calhoun, J.F dan Aocella, J.R. (1990). Psychology of adjustment and human relationship (3rd ed). New York: McGraw-Hill.

Clairevoyance.(2007). Diunduh tanggal 29 Juli 2008 dari

http://www.answers.com/topic/clairvoyance?cat=health Elkins, D.P. (1979). Self concept sourcebook: Ideas and

activities for building self-esteem. New York: Growth Associates Common traits of indigo children.(2001).Diunduh pada tanggal 5 Februari 2006 dari

http://www.metagifted.org/topics/metagifted/indigo/indigoChildCharac teristics.html

Carrol, Lee & Tober, Jan. (2001). The indigo children: The new kids have arrived. Canada: Hay-House, Inc.

Creswell, J.W. (1997). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five traditions. California: Sage Publication

Creswell, J.W. (2003). Reseearch design quaitative, quantitative and mixed methods approach (2nd ed). London: Sage Publications

Chapman, W. (2005). Indigo child: Cakra mata ketiga pembawa harapan baru. Yogyakarta : Jaka Pring

Danim, S. (2002). Menjadi peneliti kualitatif: Rancangan metodologi, presentasi dan publikasi hasil penelitian untuk mahasiswa dan peneliti pemula bidang ilmu-ilmu sosial, pendidikan dan humaniora. Bandung: CV. Pustaka Setia

Dariyo, A. (2004). Psikologi perkembangan remaja. Bogor : Ghalia Indonesia

Dari sixth sense sampai mampu melihat dimensi lain. (2007, 28 Januari) Diunduh pada 26 Juni 2008 dari http ://www.pro-vclinic.web.id/articles/dari-sixth-sense-sampai-mampu-melihat-dimensi-lain.html

Datanglah, anak-anak zaman baru. (2004, 1 Agustus) Tempo.

Definitions-clairvoyance, clairaudience and clairsentience. (1999).Diunduh pada 26 Juni 2008 dari http://www.spiritual.com.au/articles/psychics_mediums/ defclairvoyance_gfallon.htm

Ditunggu lahirnya pemimpin bersorban biru. (2004, 10 April). Gatra. Extrasensory Perception (ESP). (1991).Diunduh pada tanggal 26 Juni 2008.

http://www.themystica.com/mystica/articles/e/esp_extrasensory_percepti on.html

Extrasensory Perception (ESP). (1997, 1 Juli). Diunduh pada tanggal 26 Juni 2008 dari http://www.williamjames.com/Science/ESP.htm

darihttp://parapsych.org/historical_terms.html

Horrocks, J.E. (1976). The psychology of adolescence. Boston: Houghton Miffin Company.

Jayson, S. (2005). Indigo kids: does the science fly?. Diunduh tanggal 22 November 2007 dari

http://www.usatoday.com/news/religion/2005-05-31-indigo-kids_x.htm

Jersild, A.T, Judith. S.B & David. W.B. (1978). The psychology of adolescence (3rd ed). New York: Macmillan Publishing. Co

Kusuma, T.E. (2005). Mengenal generasi indigo. Tidak diterbitkan, Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tim AuraPrimatama. (tanpa tahun). Indigo-aura Color: Mind/body. Tidak diterbitkan.

Moelong, L.J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif ( ed. Revisi). Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Mukhtar, Niken. A, & Erna. S. (2001). Konsep diri remaja. Jakarta : PT. Rakasta Samasta.

Mungkinkah ia indigo? (Oktober 2007). Mother & Baby.

Publication manual of the American psychological association(5th ed).(2001). Washington, DC: American Psychological Association.

Poerwandari, K. (2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: LPSP3 Universitas Indonesia.

Purwadi. (2004). Proses pembentukan identitas diri remaja. Humanitas.1, 1. Rice, P.F & Dolgin, Kim.G. (2000). The adolescence: Development, relationship

and culture (10th ed). Boston: Allyn and Bacon.

Santrock, J.W. (1997). Life-span development (6th ed). USA: Brown

and Benchmark

Sarwono, S.W.(2006). Psikologi remaja (ed. Revisi 10). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Self concept. (2008, November). Diunduh tanggal 8 Juli 2006, dari http://en.wikipedia.org/wiki/Self_concept

Sixth sense vs. indigo child. (2007, 30 April). Hai. No.18/XXXI/.

Supratiknya, A. (1995). Mengenal perilaku abnormal. Yogyakarta: Kanisius

Sui, Choa Kok. (1994). Ilmu dan seni psikoterapi dengant tenaga prana. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo

Sui, Choa Kok. (2006). Mukjizat penyembuhan prana: Panduan praktis penyembuhan dengan energi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.

Steinberg, L.D. (2002). Adolescence (6th ed). New York: McGraw-Hill.

Vanden Bos, Gary R. (2006). Dictionary of psychology (1st ed). Washington DC: American Psychological Association

Kartu ini lazim disebut sebagi kartu ESP atau kartu Zener. Dalam tes ESP, digunakan sebuah set atau materi standard yang mirip dengan tumpukan kartu permainan. Kartu ini didesain untuk percobaan pada extrasensory perception

(ESP) serta fenomena parapsikologi. Materi ini berjumlah 25 buah kartu dengan 5 buah pola yang berbeda yaitu bintang, garis ombak, simbol tambah, lingkaran dan kotak.

DETEKSI KARTU ZENER

Lingkaran(Li), bintang(B), segi empat(S), tambah(T), air(A)

Benar Salah sebenarnya hasil deteksi Deteksi ke I II III I II III I II III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Dalam dokumen KONSEP DIRI REMAJA INDIGO (Halaman 85-94)

Dokumen terkait