• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 41-60)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Berdasarkan temuan penelitian diatas terdapat beberapa saran yang diajukan pada penelitian ini. Saran tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Pada pemilukada mendatang, sebaiknya KPU Kabupaten Bangli bersinergi dengan relawan yang akan membantu aktifitas sosialisasi hingga ke tingkat dusun, terutama sosialisasi tahapan pemilukada, penjadwalan sampai pelaksanaan.

2. Pada pemilukada mendatang, KPU Kabupaten Bangli lebih memperhatikan kalangan pemilih kelompok marginal, seperti penyandang disabilitas dan kelompok pedagang kecil di pasar, agar hak politiknya masih tetap bisa terjamin sebagaimana tercantum dalam amanat konstitusi.

3. Terkait perilaku pemilih yang diwakilkan sangat penting untuk diperhatikan oleh KPU Kabupaten Bangli karena hal ini akan menimbulkan maraknya praktek jual beli suara.

KPU Kabupaten Bangli harus lebih tegas menegakkan aturan main dalam penyelengaraan pemilihan umum. Salah satunya adalah melalui peningkatan pendidikan politik pemilih supaya lebih sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

4. Aturan main kepemiluan terkait sosialisasi calon khususnya pemasangan atribut yang terpusat di KPU pada pemilukada mendatang benar-benar bisa ditegakan. Hal ini karena terkait dengan prinsip keadilan bagi peserta pemilihan. Penghindaran zona-zona larangan pemasangan baliho, spanduk termasuk kemungkinan zona-zona yang salah, seperti di tempat fasilitas umum, seperti, sekolah, tempat ibadah dan sarana kesehatan perlu diantisipasi dengan aturan baru tersebut. Hal ini sekaligus bisa mereduksi tingkat kesalahan terkait pemasangan atribut calon yang pernah terjadi sebelumnya di Kabupaten Bangli.

5. KPU Kabupaten Bangli harus bisa mengambil tindakan tegas dan jelas terhadap potensi terjadinya peraturan yang saling kontradiktif, seperti antara aturan KPU dengan Peraturan Bupati, maupun kesepakatan warga setempat terutama dalam pemanfaatan zona-zona pemasangan alat peraga kampanye.

6. Terkait perilaku politik uang yang berpotensi dengan beragam media, menuntut upaya yang lebih tegas dari pihak penyelenggara mengklasifikasikan jenis-jenis pelanggaran politik uang dalam pemilu maupun pemilukada. Hal ini seperti terdapatnya indikasi penggunaan dana punia sebagai salah satu bentuk penyalahgunaan politik uang yang sebagian besar ditolak oleh calon dalam pemilu.

DAFTAR PUSTAKA Buku

Ananta, Aris et.al., 2004 Indonesian Electoral Behaviour: A Statistical Perspective, Singapore: ISEAS

Bone, Hugh A dan Austin Ranney, 1981, Politics and Voters, USA: McGraw-Hill Cambell, Angus et. al., 1966 The American Voter USA: Jhon Wiley and Sons, Inc

Clarke, Harold D. et.al., 2004Political Choice in Britain, New York: Oxford University Press Erb, Maribeth dan Priyambudi Sulistiyanto (Ed.), 2009 Deepening Democracy in Indonesia:

Direct Election for Local Leaders, Singapura: Institute of Southeast Asian Studies Evans, Jocelyn A. J., 2004, Voting and Voters: An Introduction, London: SAGE Publications Fitriyah, 2005, “Menggagas Akuntabilitas Politik Lokal Menuju Kepengelolaan yang Baik di

Daerah,” dalam Jamil Gunawan, et. al. (Eds.), Desentralisasi, Globalisasi dan Demokrasi LokalJakarta: LP3ES

Gaffar, Afan, 1992 Javanese Voters: A Case Study of Election Under a Hegemonic Party System, Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Harison, Lisa, 2009, Metode Penelitian Politik, terj. Jakarta: Kencana

Kavanagh, Denis, 1983, Political Science and Political Behaviour, London: George Allen &

Unwin

King, Dwight Y., 2003, Half Harted Reform: Electoral Institution and Strugle for Democracy in Indonesia, USA: Praeger Publishers

Henk Schulte Nordholt, 2010,Bali: Benteng Terbuka 1995-2005 (terj.), Jakarta: KITLV Nursal, Adman, 2004, Political Marketing: Strategi Memenangkan Pemilu, Jakarta Gramedia Nuryanti, Sri, 2006, “Pilkada Langsung Memperkuat Demokrasi Lokal?,” Pusat Penelitian

Politik: Year Book 2006

Roth, Dieter, 2008, Studi Pemilu Empiris: Sumber, Teori, Instrumen, dan Metode, terj.

Jakarta: Friedrich-Naumann Stiftung fur die Freiheit

Shenkman, Rick, 2008, Just How Stupid Are We?: Facing the Truth about American Voter, New Yosrk: Basic Book

Upe, Ambo, 2008, Sosiologi Politik Kontemporer: Kajian Tentang Rasionalitas Perilaku Politik Pemilih diEra Otonomi Daerah, Jakarta: Prestasi Pustaka

Jurnal

Eriyanto et.al., “Mesin Partai atau Popularitas Kandidat?”, dalam Kajian Bulanan Lingkaran Survei Indonesia, No 12, (April 2008)

Ikeda, Ken’ichi et.al, “Dynamics of interpersonal Political Environment and Party Identificatin: Longitudinal Studies of Voting in Japan and New Zeland”, dalam Political Psycology, Vol 26 No 4, (Aug. 2005)

Kaspin, Deborah, “The Politics of Ethnicity in Malawi’s Democratic Transition”, dalam Journal of Modern Afrikan Studies, Vol. 33 No. 4 (Desember, 1995)

Kinzo, Maria D’Alva Gin, “The 1989 Presidential Election: Electoral Behaviour in Brazilian City”, dalam Journal of Latin American Studies, Vol. 25 No. 3 (May, 1993)

Liddle, R.William dan Saiful Mujani,“Leaderships, Party,and Religion: Explaining Voting Behavior In Indonesia” dalam Journal Of Democrcy,Vol. 21 No. 2 (April 2010)

Rood, Steven, “Perspective on the Electorals Behaviour of Baguio City (Philipines) Voters in Transition Era”, dalam Journal of Southeast Asian Studies, Vol. 22 No. 1, (Maret 1991)

Tesis

Agusmawanda, Perilaku Memilih Masyarakat Adat Ternate dalam Pemilihan Legislatif Kota Ternate 2009, Tesis Magister, (Jakarta: FISIP UI, 2011)

Adnyana, Yudistira, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Memilih dalam Pilkada Badung 2005, Tesis Magister, (Jakarta: FISIP UI, 2006)

Toruan, Jhonsar L., Perilaku Memilih Pada Pemilihan Kepala Daerah 2005: Studi Kasus Kemenangan Mardin Sihombing/Marganti Manullang Sebagai Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatra Utara, Tesis Magister, (Jakarta:

FISIP UI, 2006) Dokumen

Berita Acara Nomor 900/1569/KPU tentang Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Terpilih dalam Pilkada Provinsi Bali Tahun 2008

Artikel

Kompas, Kamis 16 Mei 2013, Puspayoga dan Pastika Imbang: Setiap Kubu Klaim Kemenangan”

http://jogja.okezone.com/read/2013/03/27/340/782195/dikeroyok-banyak-partai-pdip-pede-di-pilgub-bali

Nama Narasumber Penelitian

1. Nengah Pasti (Usia 47 tahun) Petugas

Pemutakhiran

10. Putu Windu Eka Suryantini

16. Manggala (Usia 21 tahun) Pemilih Pemula Warga Desa

18. I Nyoman Basma, S.H Wakil Ketua

23. Nyoman Bilawan Kelian Adat

Desa Katung

Desa Katung, Kecamatan Kintamani

8 Juli 2015

24. Dewa Gde Adiputra Kelian Dinas Desa Katung

Desa Katung, Kecamatan Kintamani

8 Juli 2015

25. Ketut Rimpin Pedagang Toko Desa Belancan, Kecamatan

28. Made Sukradani Pedagang Br. Desa Kuta

Dalem, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani

8 Juli 2015

29. Wayan Dirka Pedagang, Caleg

DPRD Bangli

30. Ni Made Ratni Petani Kecamatan Kintamani

8 Juli 2015 31. Luh Gde Ardhani Mahasiswi Desa Belancan,

Kecamatan Kintamani

8 Juli 2015

32. Ketut Belawan Petani Banjar

Kintamani, Desa Kintamani Kecamatan Kintamani

8 Juli 2015

FOTO NARASUMBER

Proses Wawancara dengan Narasumber Nengah Pasti, Desa Landih dan Nengah Darma, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli tanggal 11 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Narasumber I Wayan Rajen Desa Pengotan, Bangli tanggal 11 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Narasumber I Ketut Carem Kecamatan Bangli tanggal 11 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Narasumber I Wayan Suartika, Yayasan Bunga Bali Cabang Bangli tanggal 11 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Narasumber Samroni, Pedagang Pasar Bangli tanggal 11 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Narasumber Wayan Sujana, Warga Kecamatan Susut. Wawancara tanggal 12 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Narasumber Anak Agung Ketut Anggradiguna, Perbekel Desa Susut, Kecamatan Susut. Wawancara tanggal 12 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Narasumber Sekretaris Desa Taman, Kecamatan Bangli dan Narasumber Putu Sang Kompyang Mangku, Pensiunan Guru sekaligus warga Desa Taman. Wawancara tanggal 12 Juli 2015

Narasumber Perbekel Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, I.B Made Rencana, wawancara tanggal 20 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Nengah Darmada, Ketua KPPS dan Ketua Dusun Antugan, Desa Jehem Kecamatan Tembuku. Wawancara tanggal 20 Juli 2015

Proses Wawancara dengan Narasumber DPRD Kabupaten Bangli, I Nyoman Basma, S.H, I Komang Charles, S.E, dan Ni Nengah Dwi Madya Yani tanggal 27 Juli 2015

Proses Wawancara Pemilih Pemula, Ni Wayan Santiasih, Manggala dan Ida Bagus Restu Surya, tanggal 29 Juli 2015

DAFTAR PERTANYAAN PENELITIAN

Petunjuk proses wawancara

1. Responden dipilih secara acak berdasarkan juknis yang mencakup keterwakilan kelompok usia dan profesi dan gender

2. Awali wawancara dengan penuh senyuman, ramah, tidak mencurigakan dan tidak menyita waktu

3. Tanyakan semua pertanyaan sesuai urutan yang tertulis dalam daftar pertanyaan

4. Daftar pertanyaan ditanyakan langsung kepada repsonden dengan cara membaca secara jelas 5. Identitas responden ditanyakan diakhir wawancara yang terdiri dari nama lengkap, alamat,

pekerjaan/profesi

6. Pertanyaan disesuaikan dengan kapasitas dan latarbelakang responden.

7. Akhiri wawancara dengan ucapan terima kasih dan menyerahkan souvenir DAFTAR PERTANYAAN

I. Pra Pemilu dan Pemilukada

A. Terkait dengan persiapan dan Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu) 1. Bagaimana Pendapat Bapak/Ibu mengenai persiapan pemilukada 2015?

2. Bagaimana kinerja KPU/KPUD dalam pemilu legislatif dan pilpres beberapa waktu lalu?

3. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu mengenai tahapan pemilukada yang telah disosialisasikan oleh KPUD?

4. Penyampaian sosialisasi seringkali dilakukan dengan pemasangan spanduk, baliho, menyebar brosur, leaflet, pamflet, iklan radion dan tv, media massa dan cetak serta internet, serta penyuluhan tokoh adat. Media mana yang paling mudah dipahami?

5. Bagaimana penilaian Bapak/Ibu mengenai peran KPU/KPUD dalam mensosialisasikan tahapan pemilukada (Seperti jadwal tahapan pemilukada, pendaftaran calon, penetapan calon, kampanye, masa tenang, pemungutan suara, penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penetapan calon terpilih, penyelesaian pelanggaran sengketa dan pengusulan pengesahan pengangkatan calon)?

6. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu mengenai peran KPUD dalam mensosialisasikan tahapan dan pemilu legisltatif dan pilpres beberapa waktu lalu seperti pendaftaran caleg, penetapan nama caleg, kampanye, pemungutan suara hingga penetapan pemenang?

7. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu terkait kinerja KPU/KPUD dalam pendistribusian logisitik pemilu dalam pemilu legislatif, pilpres dan pilkada yang akan datang?

8. Bagaimana tanggapan bapak/Ibu terkait kinerja KPU/KPUD terhadap pengangkatan anggota PPK, PPS dan KPPS.

9. Bagaimana pandangan Bapak/Ibu tentang kesiapan KPU/KPUD terkait pemutahiran daftar pemilih (DPT)?

B. Terkait Pelaksanaan Kampanye Pemilu

1. Selama ini penyampaian pesan kampanye calon dilakukan melalui rapat akbar, menyebar brosur, memasang spanduk dan baliho, hingga pemanfaatan jasa internet (jejaring medsos).

Bagaimana pendapat Bapak/Ibu terkait metode kampanye seperti ini?

2. Bagaimana pandangan Bapak/Ibu terhadap calon peserta pemilu yang memasang alat peraga kampanye pada pohon dan tempat-tempat umum yang tidak dibenarkan dalam undang-undang.

3. Menurut Bapak/Ibu kampanye calon sebaiknya diadakan dalam bentuk apa ? (Debat Terbuka, Debat Tertutup, Panggung Hiburan atau pawai / arak-arakan). Bisa disebutkan alternatif lain yang diharapkan ………

4. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu mengenai politik uang yang seringkali muncul dalam penyelenggaraan pemilukada?

5. Menurut Bapak/Ibu salah atau wajarkah peserta Pemilukada membagi-bagikan uang / sembako/ sandang/perbaikan fasilitas umum jelang pelaksanaan pemilukada? Apa alasannya?

Kalau dianggap salah, sanksi apa yang pantas diberikan bagi peserta yang terbukti melakukan politik uang?

6. Apakah Bapak/Ibu meyakini bahwa penghindaran terhadap politik uang dapat mengantisipasi tindak kasus korupsi yang marak terjadi di daerah?

C. Terkait Dengan Institusi (Aturan Main) Pemilukada, termasuk Politik Uang

1. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu mengenai efektifitas aturan main dalam penyelenggaraan Pemilukada 2015 berikut ini?

g. Aturan yang mewajibkan kandidat melaporkan harta kekayaannya sebelum pemilu diadakan

h. Aturan yang melarang seseorang yang pernah dihukum karena pidana di atas lima tahun untuk mencalonkan diri dalam pemilu

i. Aturan yang mewajibkan kandidat untuk melaporkan dana kampanye

j. Aturan yang membatasi jumlah sumbangan kampanye baik perorangan maupun korporasi k. Aturan yang melarang kandidat, parpol dan atau tim kampanye menjanjikan dan atau

memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih

l. Aturan yang dapat membatalkan seseorang sebagai kandidat karena diketahui menjanjikan dan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih m. Aturan main penyelenggaraan pemilu yang dipusatkan di KPU/KPUD.

2. Bagaimana pandangan Bapak/Ibu dihapuskannya uji publik dalam aturan main peraturan komisi pemilihan umum (PKPU)

3. Bagaimana pandangan Bapak/Ibu terhadap sistem pemilihan calon kepala daerah, apakah hanya memilih calon kepala daerah atau dilakukan dengan sistem paket (pemilihan kepala dan wakilnya)?

4. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu mengenai pemilu dan pemilukada yang seringkali terdapat calon yang berstatus keluarga petahana (politik dinasti).

D. Perilaku Pemilih

1. Menurut pandangan Bapak/Ibu sosialisasi yang dilakukan KPU/KPUD saat ini sudah mempengaruhi perilaku Bapak/Ibu pada pemilu yang akan datang?

2. Media-media yang digunakan dalam sosialisasi untuk pemilu seperti Iklan pada media elektronik contohnya televisi, radio, dan internet, Iklan pada media cetak seperti media massa, koran, tabloid, majalah, media penyampaian melalui tokoh-tokoh masyarakat seperti para tokoh agama dan lain sebagainya. Media manakah menurut Bapak/Ibu yang turut membentuk pilihan atau mempengaruhi dalam memberikan suara.

3. Pertimbangan utama apa saja yang menjadi dasar pertimbangan Bapak/Ibu dalam memilih seorang calon kandidat dalam pemilukada (Jawaban Pilih salah satu):

a. Partai pendukung, jelaskan…….

b. Asal daerah, jelaskan……….

4. Program kandidat seperti apakah yang Bapak/Ibu harapkan dari peserta pemilukada?

(Jawaban boleh lebih dari satu)

5. Seringkali program yang ditawarkan peserta terlepas dari kerangka RPJP D (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah), (pasal 64) sehingga mengakibatkan ketidaksinkronan program pembangunan pada saat dirinya terpilih dan menjabat sebagai Kepala Daerah.

Bagaimana pendapat Bapak/Ibu mengenai hal ini?

6. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu apabila ada seorang pemilih menerima pemberian dari calon jelang pemilukada dengan alasan masyarakat bisa mendapatkan sesuatu secara langsung dari calon hanya saat pemilu?

7. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu apabila ada seorang pemilih yang menerima pemberian dari calon menjelang pemilu dengan alasan kebutuhan ekonomi sehari-hari

8. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu apabila ada seorang pemilih yang memberikan suaranya kepada calon yang dapat memberikan/menjanjikan sesuatu yang paling besar kepadanya menjelang pemilukada

9. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu apabila ada seorang pemilih yang menerima pemberian dari calon jelang pemilukada namun tidak memberikan suaranya kepada calon bersangkutan?

10. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu apabila ada seorang pemilih yang menerima pemberian calon karena calon bersangkutan memang pilihan nuraninya?

11. Apakah Bapak/Ibu akan berusaha melakukan pencarian informasi mengenai rekam jejak seluruh calon kandidat dalam pemilukada untuk menentukan pilihan dukungannya? Mohon penjelasannya

12. Apakah Bapak/Ibu akan berusaha melakukan pencarian informasi mengenai visi, misis, program seluruh calon kandidat dalam pemilukada untuk menentukan pilihan dukungannya?

Mohon penjelasannya?

II. Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada

1. Bagaimana dengan Pemilukada yang akan datang, apakah Bapak/Ibu akan ikut serta memberikan suara? Atau akan berpartipsasi dalam bentuk lain, sebutkan………. Kalau tidak berpartisipasi dalam bentuk apapun terlebih dalam memberikan suara sebutkan alasannya!

2. Bagaimana pandangan Bapak/Ibu terkait aturan main yang dilaksanakan KPU/KPUD dalam pemilukada saat ini?

3. Bagaimana pandangan Bapak/Ibu terkait ketegasan KPU/KPUD terhadap partai politik dan peserta pemilu saat ini,

4. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu tentang kepatuhan peserta pemilu terhadap berbagai aturan kampanye, seperti kampanye diluar jadwal, kampanye ditempat yang dilarang, pelibatan PNS, kampanye hitam (black campaign) dan politik uang.

5. Bagaimana pandangan Bapak/Ibu terhadap pengaruh keterpilihan seseorang dengan praktek politik uang jelang pemilukada?

III. Pasca Pemilu dan Pilkada

1. Bagaimana pandangan bapak/ibu mengenai efektifitas sosialisasi jadwal pelaksanaan tahapan pelaksanaan pemilu yang dilakukan KPU/KPUD selama pileg, pilpres dan pilkada yang akan datang.

2. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu secara umum mengenai pelaksanaan pemilu maupun pemilukada selama ini, apakah sudah menampung aspirasi masyarakat?

3. Bagaimana dengan keikutsertaan Bapak/Ibu dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun lalu ? Apakah ikut dalam memberikan suara/tidak. Apakah terlibat aktif dalam penyelenggaraan pemilu (Seperti panitia pemilihan, atau kampanye (tim sukses) salah satu calon tertentu. Kalau menjawab tidak, apa alasannya ……….

4. Bagaimana pandangan bapak/Ibu terhadap fenomena kandidat yang lupa janji saat kampanye yang dulu pernah dijanjikan?

Dalam dokumen LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 41-60)

Dokumen terkait