• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

C. Saran

1. Saran Metodologis

Berdasarkan hasil penelitian ini bagi pihak-pihak yang berminat melakukan penelitian sejenis atau unutuk mengembangkan penelitian ini lebih jauh, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut :

a. Dalam penelitian ini peneliti menyadari bahwa hasil yang diperoleh mengenai loneliness dan internet addiction belum tergali secara mendalam. Oleh karena itu, untuk melengkapi penelitian selanjutnya peneliti menyarankan agar metode pengambilan data menggunakan metode observasi dan wawancara yang lebih mendalam untuk

memperkaya hasil penelitian. Melalui metode penelitian kualitatif agar dapat menggali lebih dalam mengenai loneliness dan internet addiction yang dirasakan oleh pengguna internet aktif tersebut. Dengan demikian penelitian dapat menunjukkan sejauhmana loneliness dan internet addiction yang dirasakan serta dinamika loneliness dan internet addiction tersebut.

b. Penelitian selanjutnya juga hendaknya memperhatikan metode yang paling sesuai untuk mendapatkan subjek penelitian yang benar-benar representatif. Selain itu, peneliti menyarankan agar jumlah dan variasi subjek penelitian lebih beragam dapat digunakan menggunakan penyebaran kuesioner yang diletakkan di World Wide Web secara online sehingga lebih mudah diakses oleh banyak orang.

c. Penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi internet addiction yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Faktor-faktor lain tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Graham (dalam Nakken, 2002), diantaranya: faktor genetik, biologis, pengaruh keluarga (cinta, pola asuh, pembekalan kecakapan hidup), pengaruh budaya, dan pengaruh sosial (role model, pendidikan, agama, norma, dan tekanan teman sebaya).

2. Saran praktis

a. Individu harus menyadari kemungkinan mengalami internet addiction, terutama bagi mereka yang merupakan pengguna internet aktif. Internet addiction merupakan penggunaan internet yang bersifat

patologis yang ditandai dengan ketidakmampuan individu untuk mengontrol waktu menggunakan internet, merasa dunia maya lebih menarik dibandingkan kehidupan nyata, dan mengalami gangguan dalam hubungan sosialnya. Individu pengguna internet diharapkan dapat mulai menyadari pentingnya mengontrol pola penggunaan internetnya dan mengupayakan agar kehidupan sosial di dunia nyatanya juga tidak terganggu dengan kebiasaannnya menggunakan internet.

b. Individu yang mengalami loneliness hendaknya menggunakan berbagai cara lain dalam mengatasi perasaan loneliness yang dialaminya. Diantaranya dengan melakukan kegiatan-kegiatan aktif dan membangun terhadap diri sendiri, seperti: belajar atau bekerja, menulis, mendengarkan musik, melakukan olahraga, melakukan hobi, pergi ke bioskop, membaca atau memainkan alat musik. Selain itu dapat pula dengan cara membuat kontak sosial dengan orang lain seperti: menelepon teman, mengunjungi seseorang. Mengggunakan internet bagi individu loneliness sebenarnya memiliki efek positif, seperti mengurangi loneliness, mengembangkan perasaan mendapat dukungan sosial, dan membentuk persahabatan secara online, namun berkurangnya waktu yang digunakan unruk berinteraksi secara langsung dengan orang-orang lain sebenarnya tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah, ditambah lagi dengan rentannnya individu loneliness mengalami kecanduan terhadap internet tersebut.

c. Keluarga, teman, terapis dan orang-orang lain disekitar individu yang mengalami loneliness dan internet addiction hendaknya membantu individu tersebut mengatasi loneliness dan internet addiction yang dialaminya dengan berbagai upaya yang telah disebutkan sebelumnya, termasuk membawanya ke psikolog atau terapis. Individu yang mengalami loneliness dan internet addiction memerlukan peranan dan bantuan orang-orang sekitarnya dalam mengatasi loneliness dan internet addiction yang dialaminya.

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association. (2000) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fourth Edition Text Revision, DSM-IV-TR. Arlington, VA: American Psychiatric Association.

Baron & Byrne (2000). Social Psychology (9th edition) Massachusetts: A Pearson Education Company.

Brage, Meredith & Woodward. (1998). Correlates of Loneliness among

Midwestern Adolescents.

http://www.questia.com/PM.qst?a=o&d=5001351952. Tanggal akses: 11 Januari 2007.

Brehm, S. (2002). Intimate Relationship. New York. Mc. Graw Hill.

Bruno, F. J., (2000). Conquer Loneliness, Menaklukkan Kesepian. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Center for Online Addiction. (1998). What is Internet Addiction?. http://www.netaddiction.com/whatis.htm. tanggal akses: 17 Januari 2008. Craig, G.J. (1996). Human Development. New Jersey: Prentice Hall.

Dayakisni, T. & Hudaniah. (2003). Psikologi Sosial. Edisi revisi. Malang: UMM Press.

Deaux, Dane & Wrightsman, S. (1993). Social Psychology in the 90’s (2nd Edition). California : Wadsworth Publishing Company Inc.

Duran, M. G., (2003). Internet Addiction Disorder.

http://allpsych.com/journal/internetaddiction.html. tanggal akses: 17 Januari 2008

Ferris, J. R. (1997). Internet Addiction Disorder: Causes, Symptoms,and Consequences. http://www.chem.vt.edu/chem- dept/dessy/honors/papers/ferris.html. tanggal akses: 17 Januari 2008. Grohol, J. M. (2003). Dr. Grohol’s Psych Central. Internet Addiction Guide.

http://www.psychcentral.com/netaddiction/ . tanggal akses: 17 Januari 2008

Haditono,S.R.,Knoers,A.M.P.dan Monks, F.J. (1996). Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Hidayat, I. W., (2003). Presentasi Diri dan Desepsi dalam Komunikasi Media- Komputer pada Pengguna Internet Relay Chat.

Hurlock. E.B. (1990). Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.

Irmawati, Meutia, Lili dkk (2003). Pedoman Penulisan Skripsi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Medan

McCullough, C. J., & Mann, R. W. (1985). Managing Your Anxiety. Los Angeles: Jeremy P. Tharcher Inc.

Musfirah, dkk. (2003). Hubungan antara Computer Self-Efficacy dan Kecemasan Menggunakan Komputer. Jurnal Psikologika. Nomor 15, tahun VIII, 37- 46.

Peluang Usaha Bisnis Internet Online di Indonesia. (2007). http://peluangbisnisindonesia.blogspot.com/2007/01/peluang-bisnis-

internet-online-di.html. tanggal akses: 17 Januari 2008.

Rahmawati, D.V, dkk. (2002). Hubungan antara Kecenderungan Perilaku Mengakses Situs Porno dan Religiusitas pada Remaja. Jurnal Psikologi, 1, 1-13.

Santrock, J. W. (2002). Life-span Development (alih bahasa : Juda Damanik & Ahmad Chusairi). Jakarta : Penerbit Erlangga.

__________. (2003). Adolescence, Perkembangan Remaja (alih bahasa : Shinto B. Adelar & Sherly Saragih). Jakarta : Penerbit Erlangga.

Sarwono, S.W. (2006). Psikologi Remaja. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada. Sears, Freedman, Peplau (1991). Psikologi Sosial. Edisi Kelima. Jilid2. Jakarta :

Penerbit Erlangga.

Sopyan, Y. (2003). Romansa Cyber, Liku-liku Hubungan Romansa di Internet. Jakarta: Gagas Media.

Suler (1997). Psychology of Cyberspace.

www.rider.ed/suler/psycyber.html.Tanggal akses: 17 Januari 2008.

Tubbs, L. S & Moss, S. (2003). Human Communication Principles and Contexts. New York: McGraw Hill.

Weiten, W & Lloyd, M. Psychology Applied to Modern Life: Adjustment in the 21st Century. Eighth Edition. Canada : Thomson Wadsworth

Young, K. S., (1996). Pathological Internet Use: The Emergence Of A New Clinical Disorder, Presentation, University of Pittsburgh at Bradford, Session 2127, 11:00-11:50 AM, 10 August,1996, Metro Toronto Convention Centre, Exhibit Hall (D-14). APA Monitor, American Psychological Association. http://www.apa.org/releases/internet.html. Tanggal akses: 17 januari 2008.

Young, K.S., & Rodgers, R.C., (1998). The Relationship Between Depression and Internet Addiction. CyberPsychology & Behavior, 1(1), 25-28. http://209.85.175.104/search?q=cache:9Ab2KVg1YhYJ:www.netaddictio n.com/articles/cyberpsychology.pdf+journal+psychology+Internet+Addict ion+Disorder:+Causes,+Symptoms+and+Consequences(pdf)&hl=id&ct=cl nk&cd=17&gl=id. Tanggal akses : 17 Januari 2008.

Dokumen terkait