• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

C. Saran

Dari kesimpulan yang telah dipaparkan maka diajukan beberapa saran yang perlu disampaikan sebagai berikut:

1. Bagi sekolah, peneliti mengharapkan agar penelitian ini menjadi sumbangan pemikiran dalam meningkatkan kreatifitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan multiple intelligences. Apabila pihak sekolah ingin mengembangkan MIA masuk ke dalam kurikulum, peneliti menyarankan pihak sekolah dapat belajar dari sekolah-sekolah yang sudah menerapkan MIA dalam kurikulumnya, seperti SDS Juara Jakarta Barat, SDIT Buah Hati Jakarta, dan lainnya yang menerapkan MIA.

2. Bagi guru, peneliti mengharapkan agar selalu meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran dengan menggunakan metode yang bervariasi sehingga siswa tidak jenuh dan lebih termotivasi dalam belajar. Selain itu, guru dapat belajar mengenai MIA melalui buku-buku yang membahas MIA, seperti buku karya Thomas Amstrong, Munif Chatib, dan penulis lainnya.

3. Bagi peserta didik, dalam proses pembelajaran sebaiknya peserta didik terus diberi motivasi yang bersifat ekstrinsik, menghargai kemampuannya yang beragam, serta memberikan ruang untuk siswa bereksplorasi dalam menyelesaikan permasalahannya menurut cara mereka sendiri atau cara yang disukainya.

86

DAFTAR PUSTAKA

A. M, Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2003.

Amstrong, Thomas. Kecerdasan Multiple di Dalam Kelas Edisi Ketiga. Jakarta: Indeks. 2013.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2013.

Chatib, Munif. Gurunya Manusia. Bandung: Kaifa. 2018.

Chatib, Munif. Sekolah Anak-Anak Juara: Berbasis Kecerdasan Jamak dan Pendidikan Berkeadilan. Bandung: Kaifa. 2014

Chatib, Munif. Sekolahnya Manusia. Bandung: Kaifa. 2016.

Direktorat Jendral Kelembagaan Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Emda, Amna. Kedudukan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran. Latanida Journal. 5. 2017.

Firlina, “Penerapan Strategi Pembelajaran Multiple Intelegences Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Pantun Siswa Kelas IV MIN Tungkob Aceh Besar”, Skripsi pada Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh: 2017.

Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. 2014. Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2014. Irham, Muhammad dan Novan Ardy Wiyani. Psikologi Pendidikan: Teori dan

Aplikasi dalam Proses Pembelajaran. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2016. Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan

Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers. 2010.

Legowo, Edy. Model Pembelajaran Berbasis Penstimulasian Multiple Intelligences Siswa. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling. 2. 2017.

Muali, Chusnul. Konstruksi Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intellegences sebagai Upaya Pemecahan Masalah Belajar, Pedagogik; Jurnal Pendidikan. 3. 2016.

Musab, Ibrahim dan Gustimal Witri. Faktor Ekstrinsik yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Se-Gugus 2 Kecamatan Sail Pekanbaru. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Vol 8. 2019. Musab, Ibrahim dan Gustimal Witri, Faktor Ekstrinsik yang Mempengaruhi

Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Se-Gugus 2 Kecamatan Sail Pekanbaru, Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Vol 8, 2019.

Ronis, Diane. Asesmen sesuai Cara Kerja Otak. Jakarta: PT Indeks. 2011.

Said, Alamsyah dan Andi Budimanjaya. 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligeces. Jakarta: Kencana. 2015.

Samatowa, Usman. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks. 2011.

Schunk, Dale H, Paul R. Pintrich and Judith L. Meece. Motivation in Education: Theory, Research, and Aplications, Third Edition. New Jersey: Pearson Education. 2010.

Sriyanti, Lilik. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Penerbit Ombak. 2013Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. 2006.

Suharsaputra, Uhar. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Tindakan. Bandung: PT Refika Aditama. 2014.

Suprijono, Agus. Cooperative learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2016.

Susanto, Ahmad. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana. 2013.

Uno, Hamzah B. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 2018.

Wafiqni, Nafia dan Asep Ediana Latip. Psikologi Perkembangan Anak Usia MI/SD. Jakarta: UIN PRESS. 2015.

Wijaya, I Komang Wisnu Budi. Mengembangkan Kecerdasan Majemuk Siswa Sekolah Dasar (SD) Melalui Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Mutu Lulusan Sekolah Dasar, Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Jurnal Penjaminan Mutu. 4. 2018.

Lampiran 6

Catatan Lapangan

Catatan lapangan merupakan catatan selama pelaksanaan observasi pendahuluan di SD Negeri Kampung Bulak II Tangerang Selatan. Dalam proses observasi ini, peneliti melakukan pengamatan terkait motivasi belajar siswa pada pembelajaran pada siswa kelas V 2 SD Negeri Kampung Bulak II Tangerang Selatan. Observasi dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus 2019. Adapun hasil observasi yang telah peneliti lakukan sebagai berikut.

A. Observasi 1

Sekolah/kelas : SD Negeri Kampung Bulak II Tangerang Selatan/V 2 Hari/Tanggal : Selasa, 6 Agustus 2019

Nama Guru Kelas: Siti Wahyuni, S.Pd

Pada observasi hari pertama, peneliti melakukan pengamatan aktivitas belajar siswa yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa pada saat pembelajaran tematik. Observasi dilaksanakan pada saat jam pelajaran tematik. Pembelajaran tematik yang dipelajari adalah tema 1 subtema 2 pembelajaran 2, yaitu Rangka Organ Gerak Hewan dan Manusia. Pada pelaksanaannya, guru menjelaskan materi organ gerak pada manusia dengan metode ceramah dan tanya-jawab. Guru menjelaskannya dari buku dan siswa menyimaknya serta melihat gambarnya dari buku. Guru juga menulis hal-hal penting dipapan tulis dan siswa mencatatnya. Setelah itu, siswa diminta guru untuk mengerjakan soal pada LKS. Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa masih belum aktif merespon guru dan ada yang melakukan beberapa aktivitas lain, seperti mengobrol, bermain dengan benda-benda di atas meja, jahil pada temannya dengan mendorong kursi, melamun dengan menempelkan kepalanya di atas meja, dan mengantuk. Selain itu, siswa terlihat pasif ketika pembelajaran hanya mendengar, mencatat dan mengerjakan tugas. Siswa juga sesekali mengeluh kapan waktunya istirahat dan mengeluh capek ketika sudah banyak menulis serta mengerjakan tugas. Setelah mengerjakan tugas di LKS, siswa diminta untuk menyelesaikannya dilain waktu dan dikumpulkan dan dikumpulkan dihari berikutnya. Setelah itu, pembelajaran ditutup dan siswa segera istirahat.

B. Observasi 2

Sekolah/kelas : SD Negeri Kampung Bulak II Tangerang Selatan/V 2 Hari/Tanggal : Rabu, 7 Agustus 2019

Nama Guru Kelas: Siti Wahyuni, S.Pd

Pada observasi hari kedua, peneliti melakukan pengamatan aktivitas belajar siswa yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa pada saat pembelajaran tematik. Observasi dilaksanakan pada saat jam pelajaran tematik. Pembelajaran tematik yang dipelajari adalah tema 1 subtema 2 pembelajaran 3, yaitu potensi kekayaan alam bangsa Indonesia. Pada pelaksanaannya, guru menjelaskan materi tersebut melalui buku dengan metode ceramah dan tanya-jawab. Guru menjelaskannya dari buku dan siswa menyimaknya serta melihat gambarnya dari buku. Siswa diminta melihat gambar peta tentang kepadatan penduduk Indonesia dan peta daerah-daerah persebaran agama di Indonesia. Kemudian guru melakukan tanya jawab bersama siswa. Setelah itu, siswa diminta membaca teks Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Guru selanjutnya melakukan tanya-jawab sambil menulis hal-hal penting dipapan tulis. Setelah itu, siswa diminta guru untuk mengerjakan soal pada LKS. Pada pembelajaran berlangsung, siswa masih belum aktif merespon guru dan ada yang melakukan beberapa aktivitas lain, seperti mengobrol, bermain dengan benda-benda di atas meja, jahil pada temannya, melamun dengan menempelkan kepalanya di atas meja, dan mengantuk. Selain itu, siswa terlihat pasif ketika pembelajaran hanya mendengar, mencatat dan mengerjakan tugas. Hanya beberapa siswa saja yang fokus mengerjakan tugas dengan baik. Setelah mengerjakan tugas di LKS, siswa yang belum selesai diminta untuk menyelesaikannya dilain waktu dan dikumpulkan dihari berikutnya. Setelah itu, pembelajaran ditutup dan siswa segera istirahat.

Lampiran 7

Hasil Wawancara Guru Pra Penelitian

Nama Sekolah : SD Negeri Kampung Bulak II Tangerang Selatan Nama Guru Kelas : Siti Wahyuni, S.Pd

Hari/Tanggal : Rabu, 7 Agustus 2019

Tempat : Ruang Guru SD Negeri Kampung Bulak II 1. Pertanyaan : Bagaimana motivasi belajar siswa di kelas V.2?

Jawaban : Motivasi belajar siswa sangat beragam, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Namun, hanya sedikit saja siswa yang memiliki motivasi yang tinggi, yang lainnya termasuk dalam kategori rendah. Hanya siswa yang berkemampuan tinggi saja yang memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Sedangkan anak dengan kemampuan yang rendah memiliki motivasi yang rendah pula, bahkan cenderung diam dan sudah menganggap dirinya sulit dan tidak bisa untuk memahami. Sudah dicoba untuk dimotivasi, namun memang sulit karena kurang ada kemauan dari dirinya sendiri dan kurang dukungan juga dari orang tua.

2. Pertanyaan : Metode pembelajaran apa saja yang biasa digunakan? Jawaban : Saya lebih sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Pernah juga, mengadakan permainan cerdas cermat.

3. Pertanyaan : Apakah ibu sering menggunakan alat peraga atau media pembelajaran pada saat mengajar?

Jawaban : Saya tidak menggunakan alat peraga karena sulit untuk dijangkau, letaknya ada di gudang sekolah. Untuk media pembelajaran, saya lebih sering pakai gambar yang ada dibuku atau LKS.

4. Pertanyaan : Apa saja bentuk penghargaan belajar yang biasa diberikan pada siswa?

Jawaban : Saya hanya menggunakan kata bagus atau pintar untuk memuji siswa yang berhasil melakukan sesuatu. Untuk hadiah sangat jarang, hanya pernah memberikan hadiah berupa makan gratis di kantin.

5. Pertanyaan : Bagaimana suasana kelas pada saat pembelajaran?

Jawaban : Ya seperti yang anda amati beberapa hari ini. Hanya sedikit yang serius memperhatikan, sedikit yang mengerjakan tugas sampai tuntas, tidak fokus karena melakukan aktivitas lain seperti mengobrol, bercanda, dan lain-lain. Terkadang ada yang mengeluh, sudah ingin cepat-cepat istirahat.

Lampiran 8

Lampiran 9

Hasil Angket Motivasi Belajar Siklus I

Lampiran 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SD Negeri Kampung Bulak II Kelas / Semester : V / 2

Bidang Studi : IPA Pertemuan Ke- : 1

Materi pokok : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita (cara perpindahan kalor secara konduksi)

Alokasi Waktu : 2 x 35 JP

A. KOMPETENSI INTI

1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

No Kompetensi Indikator

3.6 Menerapkan konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari

3.6.1. Menyebutkan cara-cara perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari

3.6.2. Menjelaskan pengertian perpindahan kalor secara konduksi

3.6.3. Mengidentifikasi contoh-contoh perpindahan kalor secara konduksi dalam kehidupan sehari-hari

3.6.4. Mendiskusikan peristiwa perpindahan kalor secara konduksi dalam percobaan sendok di

dalam gelas berisi air panas 4.6 Melaporkan hasil

pengamatan tentang perpindahan kalor

4.6.1 Melaksanakan percobaan dan pengamatan mengenai peristiwa perpindahan kalor secara konduksi

4.6.2 Menyajikan laporan hasil pengamatan percobaan dan pengamatan mengenai peristiwa perpindahan kalor secara konduksi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Dengan melalui gambar, siswa mampu menjelaskan cara-cara perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari secara tepat.

2. Dengan membuat peta konsep (mindmap), siswa dapat menjelaskan pengertian dan mengidentifikasi contoh-contoh perpindahan kalor secara konduksi secara percaya diri.

3. Dengan melakukan percobaan mengggunakan sendok dan air panas, siswa mampu membuktikan perpindahan kalor secara konduksi secara benar.

D. MATERI PEMBELAJARAN 1. Perpindahan panas atau kalor 2. Perpindahan kalor secara konduksi E. METODE PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Multiple Intelligences Approach (MIA) 2. Strategi : Active Learning

3. Metode : Tanya-jawab, mind map, bernyanyi, percobaan (eksperimen), pengamatan, menulis laporan, kerja kelompok dan diskusi. F. MEDIA/ALAT PEMBELAJARAN

Media Pembelajaran : Teks bacaan, gambar, audio

Alat : HVS, papan tulis, spidol, pensil warna, gelas, sendok, air panas dan termos.

G. SUMBER BELAJAR

1. Buku Guru dan Buku Siswa Kelas V, Tema 6: Panas dan Perpindahannya.

Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pembelajaran Multiple Intelligences Approach Menggosokan kedua tangan untuk membuktikan panas Kinestetik

Tanya-jawab mengenai materi Linguistik

Membuat kesimpulan dengan mind map bertema menjaga kelestarian hutan

Spasial-visual, linguistik, naturalistik

Mendengarkan dan bernyanyi bersama tentang perpindahan panas

Musikal

Melakukan percobaan dan pengamatan tentang perpindahan panas secara konduksi secara berkelompok

Logis matematis, interpersonal

Berdiskusi dalam mencatat dan menjawab pertanyaan-pertanyan mengenai hasil percobaan dan pengamatan tentang perpindahan panas secara konduksi yang telah dilakukan

Logis matematis, linguistik, interpersonal

Menulis laporan hasil percobaan dan pengamatan secara mandiri

Linguistik, intrapersonal

Menulis refleksi Intrapersonal

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Guru memberikan salam dan menanyakan kabar serta

kesiapan siswa untuk belajar

2. Guru mengajak berdoa untuk memulai pembelajaran 3. Guru melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa 4. Guru melakukan ice breaking panas-dingin-hujan bersama

siswa (Alpha zona)

5. Guru menyampaikan cara bermain panas-dingin-hujan, yaitu:

a. Siswa akan dikelompokan sesuai dengan baris tempat duduknya.

b. Setiap anggota kelompok harus bergerak sesuai dengan gerakan panas-dingin-hujan, yaitu gerakan mengipas dan berkata” hah” untuk kata panas, gerakan menggigil dan berkata “brr” untuk kata dingin, serta gerakan melindungi kepala dan berkata

“alhamdulillah” untuk kata hujan.

c. Ketika guru akan memberikan aba-aba dengan

“panas-15 menit

dingin-hujan, 1.. 2.. 3..”

d. Ketika sudah sampai hitungan tiga, maka kelompok tersebut harus kompak bergerak sesuai dengan peraturan.

e. Jika semua anggota kelompok melakukan gerakan yang sama, maka kelompok tersebut menang dan berhak mendapatkan reward.

6. Guru melakukan scene setting dengan bercerita tentang suhu udara di Tangerang mencapai hampir 40oC pada bulan Oktober 2019 akibat gerakan semu matahari.

“Teman-teman pernah ga merasa tahun lalu sekitar bulan Oktober itu panasnya luar biasa dan hujan jarang sekali turun? Ada yang tahu tidak kenapa bisa panas sekali? Ternyata teman-teman, menurut BMKG panasnya itu disebabkan oleh gerakan semu matahari dan pada bulan Oktober lalu wilayah Tangerang adalah wilayah yang tertinggi suhunya, yaitu hampir 40oC.

Nah, sumber panas yang kita rasakan pada saat itu berasal dari mana ya? Iya betul, dari matahari. Kenapa ya panas tersebut bisa kita rasakan? padahalkan matahari itu jauh. Iya betul, karena panas tersebut berpindah/mengalir. Perpindahan panas tersebut mengalir dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah.

Sumber energi panas selain matahari itu apa lagi ya teman-teman?

Coba teman-teman gosokan kedua tangannya dan rasakan apa yang terjadi? Iya kita akan merasakan panas. Panas tersebut timbul akibat gesekan kedua permukaan benda.(Kinestetik)

7. Guru menyampaikan pokok materi pembelajaran.

“Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana caranya panas dapat berpindah”

Inti 1. Guru memulai penyampaian materi dengan meminta siswa mengamati gambar ibu yang sedang memasak.

2. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai gambar tersebut yang berkaitan dengan perpindahan panas. (menanya)

3. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai cara perpindahan panas, yaitu dengan konduksi, konveksi, dan radiasi pada halaman 69-70. (mengamati)

4. Guru menjelaskan tiga cara perpindahan panas tersebut dengan menunjukan contoh gambar dan peta konsep yang guru buat dipapan tulis. (Spasial-Visual)

5. Guru menjelaskan lebih mendalam tentang perpindahan

45 menit

panas secara konduksi. Lalu memberikan perumpamaan peristiwa konduksi dengan kegiatan memindahkan buku secara estafet bersama-sama siswa seperti pada halaman 73-74 (mencoba - kinestetik, interpersonal, logis-matematis)

6. Siswa diminta membuat kesimpulan dengan cara membuat peta konsep/mind map selama 15 menit. Saat membuat mind map, guru memandu siswa dengan cara membuat

mind map dipapan tulis. Lalu siswa diminta menyalin

ditambahkan dengan kreativitas masing-masing yang bertema menjaga kelestarian hutan. Apabila belum selesai dapat dilanjutkan di rumah. (menalar - linguistik, spasial-visual, naturalistik)

7. Ketika siswa mengerjakan mind map, guru memutar musik tentang perpindahan panas. (Musikal)

8. Setelah waktu mengerjakan mind map habis, guru meminta siswa mendegarkan lagu dan diperbolehkan untuk bernyanyi bersama tentang perpindahan panas. (Musikal) 9. Guru meminta siswa melakukan percobaan dan

pengamatan tentang perpindahan panas secara konduksi secara berkelompok. (mencoba - logis matematis, interpersonal)

10. Guru menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan percobaan tersebut. (pre-teach)

11. Siswa melakukan percobaan dengan memasukkan sendok ke dalam gelas berisi air panas, siswa memegang sendok tersebut selama 2 sampai 3 menit dan mengamati apa yang terjadi.

12. Siswa berdiskusi dalam mencatat dan menjawab pertanyaan-pertanyan mengenai hasil percobaan dan pengamatan tentang perpindahan panas secara konduksi yang telah dilakukan di dalam LKS. (menalar - logis matematis, linguistik, interpersonal)

13. Siswa menulis laporan hasil percobaan dan pengamatan tersebut pada lembar yang telah disediakan secara mandiri. (mengomunikasikan – linguistik, intrapersonal)

Penutup 1. Guru menanyakan bagaimana perasaan siswa hari ini setelah menerima beberapa pengetahuan yang baru dengan strategi pembelajaran yang bervariasi.

2. Siswa dan Guru bersama-sama merangkum materi 10 menit

pembelajaran. (Kesimpulan)

“Siapa yang bisa menyebutkan kita sudah belajar apa saja hari ini?”. Guru merespon jawaban siswa dengan merangkum pokok-pokok materi yang telah dipelajari siswa “hebat, benar semuanya! Kita sudah mempelajari tentang cara perpindahan panas secara konduksi.”

3. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang materi yang telah dipelajari agar siswa mengungkapkan kembali pemahamannya terhadap materi yang telah dipelajari, yaitu dengan menanyakan apa itu perpindahan panas secara konduksi beserta contohnya.

4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa bertanya tentang materi yang belum dipahami, atau perlu kejelasan lebih lanjut dari guru.

“Baik, sudah paham semuanya? Atau ada yang belum paham dan ingin ditanyakan?”

5. Guru menyampaikan hikmah materi pembelajaran hari ini. (hikmah setiap materi)

6. Guru memberikan lembar refleksi kepada siswa. (refleksi) 7. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membaca doa.

I. PENILAIAN HASIL BELAJAR Rubrik Laporan Pengamatan Bentuk Penilaian : Penugasan Instrumen Penilaian : Daftar Periksa KD IPA 3.6 dan 4.6.

Kriteria Ya Tidak

Siswa mampu menjelaskan perpindahan panas yang dirasakan setelah memegang sedok yang dimasukan dalam air hangat

Siswa mampu menjelaskan alasan mengapa ujung sendok yang dipegang terasa panas.

Siswa mampu menjelaskan peristiwa perpindahan panas pada percobaan yang telah dilakukan.

Penilaian (penskoran): total nilai maksimaltotal nilai siswa × 10 J. PENGAYAAN DAN REMEDIAL

1. Pengayaan

Apabila memiliki waktu, siswa dapat melanjutkan menemukan contoh-contoh peristiwa konduksi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Remedial

a. Siswa yang belum memahami cara perpindahan panas dengan konduksi dapat mencari informasi dan menemukan contoh peristiwa konduksi baik melalui buku maupun internet.

b. Membimbing siswa yang belum paham mengenai materi. Refleksi guru Catatan Guru 1. Masalah :………. 2. Ide Baru :……….. 3. Momen Spesial :…………. Mengetahui, Wali Kelas Stiti Wahyuni, S.Pd NIP. 198510212014082001

Tangerang Selatan, 18 Januari 2020

Peneliti Kelas V.2

Karina Mahdalia NIM. 11150183000040

Lampiran 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SD Negeri Kampung Bulak II Kelas / Semester : V / 2

Bidang Studi : IPA Pertemuan Ke- : 2

Materi pokok : Perpindahan Kalor di Sekitar Kita (Cara perpindahan kalor secara konveksi)

Alokasi Waktu : 2 x 35 JP

A. KOMPETENSI INTI

1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

No Kompetensi Indikator

3.6 Menerapkan konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari

3.6.5. Menyebutkan cara-cara perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari

3.6.6. Menjelaskan pengertian perpindahan kalor secara konveksi

3.6.7. Mengidentifikasi contoh-contoh perpindahan kalor secara konveksi dalam kehidupan sehari-hari

3.6.8. Mendiskusikan peristiwa perpindahan kalor secara konveksi dalam percobaan percobaan dan

pengamatan yang dilakukan 4.6 Melaporkan hasil

pengamatan tentang perpindahan kalor

4.6.1 Melaksanakan percobaan dan pengamatan mengenai peristiwa perpindahan kalor secara konveksi

4.6.2 Menyajikan laporan hasil pengamatan percobaan dan pengamatan mengenai peristiwa perpindahan kalor secara konveksi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Dengan melalui gambar, siswa mampu menyebutkan cara-cara perpindahan kalor dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari secara tepat.

2. Dengan membuat peta konsep (mindmap), siswa dapat menjelaskan pengertian dan mengidentifikasi contoh-contoh perpindahan kalor secara konveksi secara percaya diri.

3. Dengan melakukan percobaan mengggunakan es batu berwarna dan air, siswa mampu membuktikan perpindahan kalor secara konveksi secara benar.

4. Dengan mengisi laporan percobaan, siswa mampu membuat laporan percobaan tentang perpindahan panas secara konveksi dengan benar.

D. MATERI PEMBELAJARAN 1. Perpindahan panas atau kalor 2. Perpindahan kalor secara konveksi

E. METODE PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Multiple Intelligences Approach (MIA) 2. Strategi : Active Learning

3. Metode : Tanya-jawab, mind map, bernyanyi, percobaan (eksperimen) , pengamatan, menulis laporan, kerja kelompok dan diskusi. F. MEDIA/ALAT PEMBELAJARAN

Media Pembelajaran : Teks bacaan, gambar, audio

Alat : HVS, papan tulis, spidol, pensil warna, gelas, es batu berwarna, air panas dan termos.

G. SUMBER BELAJAR

1. Buku Guru dan Buku Siswa Kelas V, Tema 6: Panas dan Perpindahannya.

Dokumen terkait