BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
C. Saran
1. Untuk Mahasiswa
a. Penelitian ini harus dikembangkan kembali dan diperluas kembali. 2. Untuk Guru
a. Saling bekerjasama dalam rangka peningkatan keagamaan siswa b. Jangan menitik beratkan budaya beragama yang ada di sekolah kepada
guru Pendidikan Agama Islam saja
c. Senantiasa mengontrol perkembangan keagamaan siswa d. Selalu memberikan teladan yang baik terhadap siswa 3. Untuk Sekolah
a. Melengkapi sarana dan prasana yang belum ada
b. Mengontrol para guru dalam pelaksanaan budaya beragama c. Meningkatkan kualitas sekolah baik dari segi guru maupun siswa 4. Untuk Pemerintah
a. Tingkatkan kualitas pendidikan bangsa dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dan memperbaiki moral anak bangsa.
LAMPIRAN 1
Foto Kegiatan Keberagamaan Siswa SMK Triguna Utama
Siswa sedang berwudhu untuk menjalankan solat dzuhur Siswa sedang berwudhu untuk
menjalankan solat dzuhur
Siswa putri sedang menjalankan solat dzuhur berjama’ah Siswa putra sedang menjalankan
Siswa sedang bersalaman dengan guru
Siswa hendak bersalaman dengan guru
Pembacaan QS. Yasin di hari Jum’at
Pelaksanaan Pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) di kelas
LAMPIRAN II Instrumen Penelitian
A. Observasi
1. Gambaran umum sekolah
2. Kondisi umum sekolah, guru, siswa, kariyawan dll 3. Proses pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) 4. Proses kegiatan keberagamaan di sekolah
B. Dokumentasi
1. Data dan profil sekolah 2. Struktur organisasi
3. Data guru dan staff karyawan 4. Sarana dan prasarana
5. Foto-foto tentang kegiatan keagamaan di SMK Triguna Utama C. Wawancara
1. Wawancara Kepala Sekolah
2. Wawancara Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan 3. Wawancara Guru PAI (Pendidikan Agama Islam) 4. Wawancara Siswa
LAMPIRAN III
Catatan Lapangan dan Hasil Wawancara Catatan Lapangan 1
Metode Pengumpulan Data : Wawancara
Hari dan Tanggal : Rsbu, 17 September 2014
Jam : 09.00
Lokasi : Ruang Kepala Sekolah
Sumber Data : Bpk. Nirachmat S.Pd.
Deskripsi Data :
Peneliti berkunjung ke SMK Triguna Utama bertujuan untuk meminta izin melaksanakan peneletian kepada Kepala Sekolah SMK Triguna Utama yaitu Bpk. Nirachmat S.Pd. Disini peneliti menjabarkan ingin meneliti tetang budaya beragama di SMK Triguna Utama.
Interpretasi Data :
Peneliti memperoleh izin untuk melaksanakan penelitian di SMK Triguna Utama. Peneliti memperoleh sedikit informasi tentang adanya budaya beragama di SMK Triguna Utama
Catatan Lapangan 2
Metode Pengumpulan Data : Wawancara
Hari dan Tanggal : Kamis, 18 September 2014
Jam : 14.30
Lokasi : Ruang Masjid
Sumber Data : Bpk. Drs. Robbani A.R
Deskripsi Data :
Wawancara yang dilakukan adalah tanya jawab tentang bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat merubah akhlak siswa dan peran guru Pendidikan Agama Islam terhadap Budaya beragama di Sekolah.
Interpretasi Data :
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di dalam kelas saja secara teori tidak dapat merubah akhlak siswa, maka perlu adanya budaya beragama yang di terapkan di sekolah.
Catatan Lapangan 3
Metode Pengumpulan Data : Observasi
Hari dan Tanggal : Kamis, 18 September 2014
Jam : 08.30
Lokasi : Ruang Kelas XI
Sumber Data : Bpk. Drs. Robbani A.R
Deskripsi Data :
Peneliti melakukan pengamatan budaya apa saja yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam di dalam kelas.
Interpretasi Data :
Sholawat yang diajarkan oleh guru Pendidikan Agama Islam harus diterapkan secara teratur, karena seseorang yang besholwat akan mendekatkan dirinya kepada Allah dan Nabi-Nya.
Catatan Lapangan 4
Metode Pengumpulan Data : Wawancara
Hari dan Tanggal : Jum’at, 19 September 2014
Jam : 10.10
Lokasi : Ruang Kepala Sekolah
Sumber Data : Bpk. Nirachmat S.Pd
Deskripsi Data :
Wawancara yang dilakukan menanyakan mengenai peran Kepala Sekolah terhadap Budaya Beragama di SMK Triguna Utama dan budaya beragama itu berpengaruh atau tidak kepada akhlak siswa.
Interpretasi Data :
Budaya beragama sangatlah mampu untuk merubah akhlak siswa, karena budaya adalah suatu pekerjaan yang dijadikan kebiasaan dan dari kebiasaan tersebut terbentuklah akhlak.
Catatan Lapangan 5
Metode Pengumpulan Data : Observasi
Hari dan Tanggal : Senin, 22 September 2014
Jam : 11.45
Lokasi : Masjid Baitul Hikamah SMK Triguna Utama
Sumber Data : SMK Triguna Utama
Deskripsi Data :
Penelitian Melakukan Pengamatan terhadap pelaksanaan sholat dzuhur berjama’ah di SMK Triguna Utama. Pada sholat dzhuhur masjid tampak penuh sehingga siswa putra sholat di masjid dan siswa putri sholat berjama’ah di perpustakaan.
Intrepretasi Data :
Sholat berjama’ah apabila dilaksanakan terus menerus akan menjadi kebiasaan dari kebiasaan ini akan menjadi akhlak.
CatatanLapangan 6
Metode Pengumpulan Data : Wawancara
Hari dan Tanggal : Kamis, 23 September 2014
Jam : 11.00
Lokasi : Ruang Tata Usaha
Sumber Data : Bpk. Choiruddin S.Pd.
Deskripsi Data :
Wawancara yang dilakukan oleh peneliti yaitu berdiskusi mengenai faktor pendukung dan penghambat penerapan budaya beragama di sekolah.
Interpretasi Data :
Guru serta staff karyawan haruslah bekerjasama guna terlaksananya budaya beragama di sekolah.
CatatanLapangan 7
Metode Pengumpulan Data : Dokumentasi
Hari dan Tanggal : Rabu, 24 September 2014
Jam : 10.00
Lokasi : Ruang Tata Usaha
Sumber Data : SMK Triguna Utama
Deskripsi Data :
Peneliti mengambil dokumen berupa profil sekolah, struktur organisasi, sarana dan prasarana, ,kondisi siswa dan guru.
SMK Triguna Utama memiliki sarana dan prasarana yang memadai, guru yang memadai sesuai bidangnya, dan struktur organisasi.SMK Triguna Utama memiliki siswa 1023 dan staf guru 57.
Interpretasi Data :
Peneliti mengetahui profil sekolah, sarana dan prasarana, dan kondisi siswa serta guru.
Catatan Lapangan 8
Metode Pengumpulan Data : Wawancara
Hari dan Tanggal : Jum’at, 26September 2014
Jam : 09.30
Lokasi : Depan Ruang Kelas
Sumber Data : Dede Rasman
Deskripsi Data :
Peneliti melakukan diskusi dengan siswa mengenai budaya yang ada di sekolah.
Interpretasi Data :
Budaya yang ada di sekolah harus diterapkan dengan rapih, agar siswa dapat menjalankannya tanpa dengan baik dan tanpa paksaan.
LAMPIRAN IV Hasil Wawancara
Wawancara 19 sep 2014
Kepala Sekolah Bpk. Nirachmat S.Pd.
1. Apa itu budaya beragama?
Budaya beragama adalah budaya positif yang bersifat keagamaan yang diterapkan di sekolah
2. Bagaimana proses penerapan budaya beragama di sekolah?
Prosesnya dari awal masuk sekolah sudah diterapkan budaya beragama kepada siswa
3. Apa saja bentuk budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Dari awal meraka masuk ke sekolah sudah kita terapkan budaya bersalaman atau berjabat tangan dengan guru. Adapun budaya beragama di SMK Triguna Utama antara lain: bersalaman, solat zuhur dan ashar berjama’ah, muhadhoroh, marawis, mengaji QS. Yasin, memakai baju muslim, dan perayaan hari besar Islam.
4. Kapan pelaksanaan budaya-budaya tersebut?
Untuk solat dzuhur dan ashar berjama’ah kita lakukan setiap hari, muhadhoroh dan marawis dilakukan seminggu sekali di hari sabtu, mengaji QS. Yasin setiap jum’at pagi sebelum memulai pembelajaran, memakai baju muslim juga pada hari jum’at, dan untuk PHBI kami lakukan setahun sekali seperti maulid Nabi besar Muhammad Saw. dan Isra’ Mi’raj.
5. Tujuan apa yang hendak dicapai dari pelaksanaan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Tujuan yang hendak saya capai sesuai dengan visi kota Tangerang Selatan yaitu, cerdas, trampill, dan religius. Jadi saya ingin menjadikan pribadi siswa yang religius, tentunya menjadikan anak berakhlakul karimah. 6. Apakah dengan adanya budaya beragama mampu manjadikan pribadi siswa
yang lebih baik?
Iya menurut saya sudah mampu menjadikan pribadi siswa yang lebih baik, walaupun tidak sepenuhnya siswa menjadi lebih baik.
7. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Faktor pendukung: hampir semua guru dan karyawan turut serta mendukung dan melaksanakan budaya beragama di sekolah ini, sarana dan prasarana yang mendukung, dan kurikulum yang mendukung pula, seperti adanya BTQ untuk kelas X (sepuluh).
Faktor penghambat: latar belakang siswa yang berbeda-beda, kesibukan beberapa guru, menyamakan presepsi siswa, dan masjid yang kurang luas. 8. Bagaimana peran bapak dalam pelaksanaan budaya beragama di SMK
Triguna Utama?
Saya hanya mengawasi guru-guru saja, untuk siswa guru PAI yang paling berperan dalam pelaksanaan budaya beragama ini.
9. Apakah seluruh warga sekolah terlibat dalam penerapan dan pelaksanaan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Seluruh warga terlibat dalam penerapan dan pelaksanaan budaya beragama di sekolah
10.Bagaimana untuk siswa yang beda agama atau non muslim, apakah ada toleransi dalam budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Tentu ada, siswa yang non muslim sangat toleran terhadap budaya beragama yang ada di sekolah ini misalnya, ketika solat dzuhur berjama’ah siswa yang non muslim ini menjaga tas teman-temannya di kelas. Karena ketika mereka mendaftarkan diri untuk menjadi siswa di
sekolah ini kami memberi pengertian tentang adanya budaya beragama di sekolah SMK Triguna utama.
11.Menurut bapak sudah sejauh mana keberhasilan penerapan budaya beragama di sekolah dalam rangka menjadikan pribadi siswa yang lebih baik?
Dari tahun 2001 sampai saat ini yang saya lihat sudah ada keberhasilannya, untuk di kelas X (sepuluh) mungkin belum terlihat bahwa budaya beragama itu berpengaruh untuk diri siswa, akan tetapi ketika mereka kelas XII (dua belas) dan bahkan alumni sikap mereka sudah berubah menjadi lebih baik, ini pertanda bahwa budaya itu sudah berhasil menjadikan siswa menjadi pribadi yang lebih baik.
12.Untuk kedapannya apa yang ingin bapak perbaharui dari budaya beragama di sekolah ini?
Untuk kedepannya saya ingin memberi penghargaan bagi siswa yang mampu menghapal surat-surat pilihan seperti, QS. Yasin, QS. Al-Mulk, QS. Al-Waqi’ah, dan lain-lain.
Wawancara 23 September 2014
Wakapsek Bidang Kesiswaan Bpk. Choiruddin S.Pd.
1. Kapan budaya beragama dimulai?
Budaya beragama sudah dimulai sejak awal masuk sekolah.
2. Apakah hanya dengan pelajaran PAI sudah mampu membentuk pribadi siswa menjadi pribadi yang baik?
Belum bisa membentuk pribadi siswa menjadi lebih baik jika hanya teori Pendidikan Agama Islam saja yang diberikan di dalam kelas.
3. Perlukah adanya budaya beragama di sekolah?
Sangat perlu, karena budaya itu adalah cerminan. Dengan adanya budaya beragama di sekolah siswa dapat beretika baik dan sopan santun.
4. Bagaimana antusias siswa dalam pelaksanaan budaya beragama di sekolah? Siswa kurang antusias karena menurut mereka ini hanya sebuah peraturan
sekolah. Pelaksanaan budaya beragama di sekolah ini harus ada paksaan dari paksaan itu mereka akan terbiasa karena di sini pun kami hanya niat untuk mendidik anak.
5. Apa saja budaya beragama yang ada di SMK Triguna Utama?
Budaya yang kami terapkan bersifat etika dan ibadah, jadi ada beberapa budaya di sekolah ini, seperti: memberi salam atau berjabat tangan dengan guru, memberi salam setiap masuk ruangan, solat dzuhur berjama’ah, pelaksanaan PHBI (Perayaan Hari Besar Islam), membaca QS. Yasin pada jum’at pagi, dan lain-lain.
6. Apa tujuan dari budaya beragama yang diterapkan di SMK Triguna Utama? Tujuannya adalah untuk meningkatkan keimanan siswa dan agar siswa
7. Apakah ada siswa yang melanggar penerapan budaya beragama? Apa konsikuensinya?
Pasti ada saja siswa yang melanggar. Apabila mereka melanggar mereka akan dapat hukuman baik dari guru PAI atau pun dari bidang kesiswaan. 8. Apakah budaya beragama memberikan pengaruh yang positif bagi siswa?
Sangat memberi pengaruh yang positif bagi siswa.
9. Apa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Faktor pendukungnya adalah hampir seluruh guru mendukung adanya budaya beragama di sekolah, yayasan pun mendukung budaya yang ada di sekolah, sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambatnya adalah masih adanya guru yang kurang perhatian atas penerapan budaya beragama dan latar belakang siswa yang berbeda baik dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.
10.Bagaimana peran bapak dalam pelaksanaan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Saya sangat berperan dalam pelaksanaan budaya beragama di sekolah ini, karena saya terlibat langsung dalam pelaksanaan budaya beragama di sekolah ini.
11.Menurut bapak, sudah sampai mana keberhasilan penerapan budaya beragama dalam pembentukkan pribadi siswa yang lebih baik?
Menurut saya, keberhasilan itu ada tetapi belum menyeluruh ke semua siswa.
12.Kedepannya apa yang ingin bapak perbaiki dari penerapan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Untuk kedepannya saya ingin siswa tidak terpaksa dalam menjalankan ibadah. Jadi saya ingim tanpa harus ada paksaan atau pukulan untuk melakukan ibadah.
Wawancara 18 September 2014
Guru PAI (Pendidikan Agama Islam) Bpk. Drs. Robbani A.R
1. Apakah hanya dengan pembelajaran PAI di kelas sudah mampu membentuk pribadi siswa menjadi yang lebih baik?
Belum cukup hanya dengan pembelajaran PAI di kelas membentuk pribadi siswa yang lebih baik.
2. Apakah perlu adanya budaya beragama di sekolah?
Iya, sangat perlu karena dengan budaya beragama tersebut sangat membantu untuk pembentukan pribadi siswa.
3. Bagaimana proses penerapan budaya beragama di SMK Triguna Utama? Untuk saya sendiri menerapkan budaya beragama di dalam kelas saya
mulai sejak tahun 2005. Untuk budaya di luar kelas kami selaku guru PAI mengajukannya ke atasan (yayasan) agar budaya-budaya ini berjalan dengan baik.
4. Apa saja budaya tersebut dan kapan waktu pelaksanaannya?
Budaya tersebut ada di setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun.
Budaya yang berlaku setiap hari seperti: membaca sholawat dan do’a sebelum dan sesudah pembelajaran, senyum, sapa, salam, dan solat dzuhur berjama’ah.Budaya yang berlaku setiap minggu seperti: marawis, muhadhoroh, tilawah Al-Qur’an, membaca surat Yasin pada hari jum’at pagi sebelum memulai pembelajaran, tadarus sebelum mulai solat jum’at, keputrian, dan infak setiap jum’at.Budaya yang berlaku setiap bulan seperti: pengajian bulanan di masjid.Budaya yang berlaku setiap tahun seperti: pelaksanaan PHBI (Perayaan Hari Besar Islam) seperti, Isra’
Mi’raj, Maulid Nabi, sedekah untuk hewan qurban dan pesantren kilat saat bulan Ramadhan.
5. Bagaimana respon siswa terhadap penerapan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Sejauh saya lihat ada beberapa siswa yang ikhlas menjalankannya dan ada beberapa pula yang terpaksa menjalankannya. Sebenarnya siswa itu dipaksa karena apabila tidak dipaksa sulit untuk siswa menaatinya, akan tetapi paksaan ini niatnya untuk mendidik siswa tersebut.
6. Apa tujuan dari penerapan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Tujuannya kami ingin siswa yang sebelumnya pasif dengan keagamaan menjadi aktif, karena yang biasa menjadi terbiasa dan bisa.
7. Apakah penerapan budaya beragama di SMK Triguna Utama sudah membantuk pribadi siswa yang lebih baik?
Perlahan mulai terlihat, ketika mereka kelas X karakternya yang sebelumnya keras ketika kelas XII menjadi sedikit lembut dan sopan, dan mereka terlihat sudah dewasa.
8. Apa saja faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Faktor pendukung: hampir semua guru mendukung adanya budaya beragama di sekolah, dan yayasan pun mendukung. Adapun faktor penghambatnya: kurang kepedulan dari beberapa guru, dan kurang motivasi siswa.
9. Bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut?
Untuk guru kami hanya bisa mengajaknya dan untuk siswa kami beri motivasi untuk menjalankan budaya tersebut.
10.Apakah budaya beragama memberikan pengaruh yang positif untuk siswa? Sangat memberikan pengaruh yang positif, setidaknya mereka spontan
11.Apakah ada yang melanggar pembiasaan budaya beragama di SMK Triguna Utama? Bagaimana konsikuensinya?
Ada saja, jika siswa yang melanggar dapat hukuman dari guru PAI dan bidang kesiswaan. Apabila guru yang melanggar hukuman akan diberikan dari kepala sekolah terlebih dahulu lalu yayasan.
12.Bagaimana peran guru PAI dalam pelaksanaan budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Kami salah satu penggerak yang utama untuk terlaksananya budaya-budaya beragamam yang ada di sekolah.
13.Menurut bapak, sudah sejauh mana keberhasilan pelaksanaan budaya beragama di SMK Triguna Utama dalam upaya pembentukkan karakter siswa?
Kami hanya bisa menilai mereka di sekolah, sejauh yang saya lihat sudah agak berhasil untuk pembentukan karakter siswa. Sekarang ini anak sudah terbiasa untuk menyapa dan memberi salam baik terhadap guru maupun sesama siswa.
Wawancara 26 September 2014
Wawancara Siswa
Ria kelas XI AP (Administrasi Perkantoran)
1. Apakah kamu tahu ada budaya beragama di SMK Triguna Utama? Iya saya tahu
2. Apa saja yang kamu ketahui dari budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Muhadhoroh, marawis, solat dzuhur berjama’ah, mengaji QS. Yasin
setiap hari Jum’at., dan lain-lain
3. Apakah kamu terpaksa menjalankan buday aberagama di SMK Triguna Utama?
Untuk saya tidak berat dan tidak terpaksa sama sekali untuk melakukannya, karena saya tahu ini adalah sebuah kewajiaban
4. Apakah ada perubahan dalam diri kamu dari budaya beragama yang diterapkan di SMK Triguna Utama? Seperti apa perubahan itu?
Alhamdulillah ada, sekarang saya menjalankan solat fardhu 5 waktu tanpa disuruh oleh orang tua atau guru
5. Apakah yang ingin kamu perbaiki dari budaya beragama yang sudah diterapkan di SMK Triugna Utama?
Tidak ada, saya hanya mengikuti saja dari apa yang dirancang oleh sekolah.
Wawancara 26 September 2014
Wawancara Siswa
Rahma kelas XI AP (Administrasi Perkantoran)
1. Apakah kamu tahu ada budaya beragama di SMK Triguna Utama? Iya saya tahu
2. Apa saja yang kamu ketahui dari budaya beragama di SMK Triguna Utama? Muhadhoroh, marawis, solat dzuhur berjama’ah, infak setiap Jum’at,
mengaji QS. Yasin setiap hari Jum’at., dan lain-lain
3. Apakah kamu terpaksa menjalankan buday aberagama di SMK Triguna Utama?
Saya tidak berat dan tidak terpaksa sama sekali untuk melakukannya, karena saya tahu ini adalah sebuah kewajiaban
4. Apakah ada perubahan dalam diri kamu dari budaya beragama yang diterapkan di SMK Triguna Utama? Seperti apa perubahan itu?
Ada, saya sekarang sadar akan solat lima waktu.
5. Apakah yang ingin kamu perbaiki dari budaya beragama yang sudah diterapkan di SMK Triugna Utama?
Tidak ada, saya hanya mengikuti saja dari apa yang dirancang oleh sekolah.
Wawancara 26 September 2014
Wawancara Siswa
Suryana kelas XI TKJ (Teknik Komputer Jaringan)
1. Apakah kamu tahu ada budaya beragama di SMK Triguna Utama? Iya saya tahu
2. Apa saja yang kamu ketahui dari budaya beragama di SMK Triguna Utama?
Solat dzuhur berjama’ah, membaca sholawat sebelum dan sesudah
pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam), bersalaman dengan guru ketika memasuki gerbang sekolah, dan mengaji QS. Yasin pada Jum’at. 3. Apakah kamu terpaksa menjalankan buday aberagama di SMK Triguna
Utama?
Untuk solat dzuhur pasti ada paksaan dari guru, tetapi dari pribadi saya menjalankannya tanpa terpaksa.
4. Apakah ada perubahan dalam diri kamu dari budaya beragama yang diterapkan di SMK Triguna Utama? Seperti apa perubahan itu?
Iya ada, sekarang saya solat lima waktu tepat pada waktunya, dan tidak terpaksa untuk menjalankannya.
5. Apakah yang ingin kamu perbaiki dari budaya beragama yang sudah diterapkan di SMK Triugna Utama?
Untuk kedepannya yang saya inginkan maximalkan budaya beragama di sekolah ini, dan untuk mengaji QS. Yasin di hari Jum’at saya ingin mengajinya disatukan di masjid atau di lapangan tidak sendiri-sendiri di kelas masing-masing.
Wawancara 26 September 2014
Wawancara Siswa
Dede Rasman kelas XII AK (Akutansi)
1. Apakah kamu tahu ada budaya beragama di SMK Triguna Utama? Iya saya tahu ada budaya beragama di sekolah
2. Apa saja yang kamu ketahui dari budaya beragama di SMK Triguna Utama? Tadarus, solat dzuhur berjama’ah, belajar tilawah kepada guru PAI
(Pendidkan Agama Islam), membaca sholawat sebelum dan sesudah pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam), dan lain-lain.
3. Apakah kamu terpaksa menjalankan buday aberagama di SMK Triguna Utama?
Guru pasti memaksa siswa untuk menjalankan budaya-budaya yang ada di sekolah ini, tetapi untuk saya tidak ada keterpaksaan untuk menjalankannya, karena saya sadar selaku umat muslim saya wajib menjalankan itu.
4. Apakah ada perubahan dalam diri kamu dari budaya beragama yang diterapkan di SMK Triguna Utama? Seperti apa perubahan itu?
Tentu ada, saya merasa lebih rajin beribadah dan lebih religius.
5. Apakah yang ingin kamu perbaiki dari budaya beragama yang sudah diterapkan di SMK Triugna Utama?
Saya ingin mengadakan tadarus setiap hari, agar bisa membuka hati teman-teman saya yang masih belum sadar akan agama.
90 Kompetensi Keahlian Pendaftaran Siswa Baru (PSB) SISWA Pendaft ar Diterim a R omb el Tk. 1 R omb el Tk. 2 R omb el Tk.3 R omb el Tk.4 Total Siswa L P L P L P L P L P L P L+P
Teknik Instalasi Tenaga
Listrik 55 - 41 1 1 41 1 1 37 2 49 -
128 Teknik Pemeliharaan
Mekanik Industri 50 - 42 - 1 43 - 1 32 1 26 -
101
Teknik Kendaraan Ringan 150 1 144 1 3 15
5 1 4 16
1 4 151 -
468
Teknik Jaringan Komputer 50 4 44 4 1 46 4 1 34 2 - - - 87
Akutansi 9 30 9 25 1 9 25 1 11 28 1 7 20 100 Administrasi Perkantoran 8 40 8 32 1 8 32 1 10 30 2 10 50 140 TOTAL 322 75 288 63 30 2 63 28 5 60 243 70 1023 Keterangan : Rombel diisi dengan jumlah kelas per tingkat dan per kompetensi keahlian sesuai spektrum 2008
DATA SISWA MENURUT AGAMA DAN UMUR
Agama JUMLAH SISWA Umur JUMLAH SISWA
Tk. 1 Tk. 2 Tk. 3 Tk. 4 Tk. 1 Tk. 2 Tk. 3 Tk. 4
Islam 356 338 307 ≤15 221 24 -
Protestan 7 7 5 16 107 207 17
Katolik 2 - 1 17 31 85 219
91
DATA EKONOMI ORANG TUA SISWA DAN ASAL SEKOLAH SISWA BARU
Ekonomi Orang Tua Siswa
JUMLAH SISWA Sekolah Jumlah
Siswa
Tk.1 Tk. 2 Tk.3 Tk.4 Asal Pendaftar Diterima
Tk.1
Pra-sejahtera 1 (Miskin) SMP 299
Menengah & Sejahtera MTs 44
TOTAL Paket B 7
TOTAL 350
92 N o Tenaga Kependidikan Total Pegaw ai
Kepegawaian Kelamin Pegawai
PNS NON PNS SL TA Di p S1/ D4 S 2 <35 35-50 >51 L P Ideal +/- P T P T T P T P T T
1. Kepala tata usaha 1 1 1 1 1
2 Tenaga teknis keuangan 2 2 1 1 1 3 Tenaga perpustakaan 1 1 1 1 1 4 Tenaga laboratorium 1 1 1 1 1 5 Tenaga teknis