• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.2. Saran

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dari tanaman ini untuk memperoleh senyawa-senyawa metabolit sekunder, karena dimungkinkan masih banyak senyawa lain yang belum teridentifikasi pada penelitian ini.

Analisa dengan metode instrumentasi FTIR, LCMS, 13C-NMR, HMBC dan HMQC sangat diperlukan untuk memperoleh informasi lebih lengkap dan akurat dalam mengidentifikasi struktur molekul senyawa isolat.

31 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DAFTAR PUSTAKA

Ayoola, GA., et al., Phytochemical Screening and Antioxidan Activities of Some Selected Medicinal Plants Used for Malaria Therapy in Shouthwestrn Nigeria, Tropical Journal of Pharmaceutical Research, September 2008; 7 (3).

Basset, J.et.al, A. Hadayana Pudjaatmaka dan L.Setiono (Alih bahasa). (1994). Buku Ajar Vogel, Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Edisi 4. jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Dachriyanus., 2004. Analisis Struktur Senyawa Organik Secara Spektroskopi, Padang: Andalas University Press.

Departemen Kesehatan RI., 1995. Materia medika Indonesia jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan RI. 2000. Parameter Standard Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.

Dewi, F.R. 2013. Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Lumut Hati Mastigophora diclados

terhadap Kultur Sel Kanker Payudara (MCF-7 Cell Line) secara In Vitro. Skripsi. Program Studi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Giulietti, A. M., R. M. Harley, L. P.De Queiroz, M. D. G. L Wanderley, and V. D. Berg, C. 2005. Biodiversity and Conservation of Plants in Brazil, Conservation Biology. vol :19 no. 3, Brazil.

Gradstein & Culmsee. Bryophyte diversity on tree trunks in montane forests of Central Sulawesi, Indonesia. Tropical Bryology 31:, 2010

Gradstein et al. 2011. Bryophytes of Mount Patuha, West Java, Indonesia. Reinwardtia, A journal on Taxonomic Botany Plant sociology and ecology Vol 13, No 2.

Gritter, R, J., Bobbits, J.M.,and A. E. Schwarting, 1991. Introduction to Chromatography (Pengantar Kromatografi), Edisi ke-2, diterjemahkan oleh K. Padmawinata, Bandung: Penerbit ITB.

Hajnos, M.W., Sherma, J. 2011. High performance liquid chromatography in phytochemical analysis. Boca Raton : CRC Press

32

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Harborne, J.B., 1987. Metode Fitokimia. Ed II., Diterjemahkan Oleh Kosasih Patmawinata dan Iwang Sudiro. Bandung: ITB.

Ida, H., dan Gradstein, S.R . 2011. Liverworts and hornworts of Mt. Slamet, Central Java (Indonesia). Hikobia 16.

Khopkar, S.M. 2003. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta UI : Press.

Komala, I., 2010. Phytochemical Studies on the Selected Indonesian, Japanase & Tahitian Liverworth 2. Desertasi. Fakultas pharmaceutical science, Tokushima Bunri University.

Purnamasari, Endah. 2013. Uji Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Lumut Hati Mastigophora diclados (Bird. ex Web.) Nees secara In Vivo. Skripsi. Program Studi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sastrohamidjojo,Hardjono . 1985 . Kromatografi . Yogyakarta : Liberty Yogyakarta.

Semple, J. C. 1999. An Introduction to Fungi, Algae, Plants, 2th edition, Pearson Custom Publising.

Svehla, 1979, Buku Ajar Vogel: Analisis Anorganik Kuantitatif Makro dan Semimikro, PT Kalman Media Pusaka, Jakarta.

Stahl, E., 1969. Apparatus and general techniques in TLC. Dalam : Stahl, E. (ed).

Thin layer chromatography a laboratory handbook. Terj. dari Dunnschicht chromatographie, oleh Ashworth, M.R.F. Berlin: Springer-Verlag.

Stahl, E. 1985. Analisis Obat Secara Kromatografi dan Mikroskopi. Penerjemah : Kosasih Padmawinata. Bandung: Penerbit ITB.

Sudjadi, 1985. Penentuan Struktur Senyawa Organik, cetakan 1, Jakarta : Ghalia Rohman, Abdul. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar: Yogyakarta Williamson. 1999. Macroscale and Microscale Organic Experiments. Houghton

Mifflin Company, USA.

Windadri, F. I. 2007. Lumut (Musci) di Kawasan Cagar Alam Kakenauwe dan Suaka Margasatwa Lambusango, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Jurnal Biodiversitas, vol : 8 no 3. Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 1. Hasil Determinasi Lumut Hati Mastigophora diclados (Bird. Ex Web.) Nees

34

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 2. Hasil Penapisan Fitokimia Ekstrak n- Heksana Lumut Hati Mastigophora diclados (Bird. Ex Web.) Nees

Hasil Pengamatan Alkaloid (-) Dragendorf (-) Meyer (-) Fenolik (-) Flavonoid (-) Saponin (-)

(sebelum) (sesudah dikocok) Terpenoid (+) Tanin (-)

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 3. Profil KLT Senyawa Fraksi 1-244

A

36

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Keterangan :

A. Profil KLT senyawa fraksi 1 – 169, dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1).

B. Profil KLT senyawa fraksi 172 - 226, dengan eluen n-heksana : etil asetat (8:2).

C. Profil KLT senyawa fraksi 229 – 244, dengan eluen n-heksana : etil asetat (6:4).

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 4. Profil KLT Senyawa Gabungan Fraksi

Keterangan :

A. Profil KLT senyawa gabungan fraksi dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1).

B. Profil KLT senyawa gabungan fraksi, dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1) dan diamati di bawah UV 254 nm.

A

38

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 5. Profil KLT Senyawa 5 (33-41), Fraksi 1-111

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Keterangan :

A. Profil KLT senyawa 5 (33-41), fraksi 1 – 111, dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1).

B. Profil KLT senyawa 5 (33-41), fraksi 1 – 111, dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1) dan ditambah dengan penampak bercak berupa Pereaksi Godin (reagen A ; 1% vanilin dilarutkan dalam etanol : 3% HClO3 dalam aquadest, 1:1 dan reagen B ; 10% H2SO4).

40

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 6. Profil KLT Gabungan Fraksi Senyawa 5.

Keterangan :

A. Profil KLT gabungan fraksi senyawa 5.

B. Profil KLT gabungan fraksi senyawa 5, diamati di bawah UV 254 nm C. Profil KLT gabungan fraksi senyawa 5, ditambah pereaksi Godin.

A

B

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 7. Skema Pemurnian Ekstrak n-Heksana Lumut Hati Mastigophora diclados (Bird. Ex Web.) Nees

Keterangan : 1 : (1-2) : 0,003 gram 2 : (3-17) : 0,548 gram 3 : (18-26) : 0,026 gram 4 : (27-32) : 2,011 gram 5 : (33-41) : 1,925 gram 6 : (42-56) : 0,928 gram 7 : (57-68) : 0,84 gram 8 : (69-77) : 0,268 gram 9 : (78-101) : 1,59 gram 10 : (102-110) : 0,124 gram 11 : (111-125) : 0,155 gram 12 : (126-152) : 0,238 gram 13 : (153-170) : 0,023 gram 14 : (171-244) : 0,091 gram 5-A : (1-4) : 0,089 gram 5-B : (5-9) : 0,426 gram 5-C : (10-16) : 0,054 gram 5-D : (17) : 0,161 gram 5-E : (18) : 0,218 gram 5-F : (19) : 0,11 gram 5-G : (20) : 0,061 gram 5-H : (21) : 0,031 gram 5-I : (22) : 0,018 gram 5-J : (23-37) : 0,058 gram 5-K : (38-56) : 0,019 gram 5-L : (57-75) : 0,021 gram 5-M : (76-89) : 0,003 gram 5-N : (90-104) : 0,002 gram 5-C : (105-111) : 0,003 gram Kromatografi Kolom Pelarut n-heksan : etil asetat Uji KLT (Rf sama digabung)

M. diclados (15 gram) 3 2 1 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 B A C D E F G H I J K L M N O D C B A Kromatografi Kolom Pelarut n-heksan : etil asetat Uji KLT (spot sama digabung)

244 fraksi

111 fraksi

104 fraksi

Kromatografi Kolom Pelarut n-heksan : etil asetat Uji KLT (spot sama digabung)

42

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

9-A : (1-23) : 0,686 gram

9-B : (24-35) : 0,188 gram

9-C : (36-67) : 0,257 gram

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 8. Profil KLT Senyawa Fraksi 5-B, 5-D, 5-F dan 5-J

Keterangan :

D. Profil KLT senyawa fraksi fraksi 5-9 (5-B), fraksi 17 (5-D), fraksi 18 (5-F) dan fraksi 23-37 (5-J) dilihat di atas Lampu UV 254 nm dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1).

E. Profil KLT senyawa fraksi 5-B, 5-D, 5-F dan 5-J, dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1) dan ditambah dengan penampak bercak berupa Pereaksi Godin; Rf = 0,45.

44

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 9. Profil KLT Senyawa Fraksi 5-B

Keterangan :

A. Profil KLT senyawa fraksi fraksi 5-9 (5-B), dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1) dan diamati di bawah Lampu UV 254 nm.

B. Profil KLT senyawa fraksi fraksi 5-9 (5-B), dengan eluen n-heksana : etil asetat (9:1) dan ditambah dengan penampak bercak berupa Pereaksi Godin; Rf = 0,45.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

46

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lampiran 11. Spektrum 1H-NMR Senyawa Fraksi 5-B δH = 0,64 ppm, 0,99 ppm dan 1,25 ppm

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dokumen terkait