• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Bagi Komunitas Suster PI

Pelayanan PIA yang didirikan suster PI sangat dibutuhkan di jaman sekarang, dimana kehidupan kurang dihargai. Semoga tetap dipertahankan dan dikembangkan walaupun banyak tantangan yang harus dihadapi.

2. Bagi pendamping PIA

Pendampingan kepada perempuan hamil di luar nikah membutuhkan kesabaran dalam mendengarkan sepenuh hati karena banyaknya konflik batin yang dialami.

3. Bagi Perempuan muda

Bersikap hati-hati dalam pergaulan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Bagi Orang Tua

a. Orang tua yang anak perempuannya tidak mengalami kehamilan di luar nikah

1) Komunikasi yang baik dan terbuka sangat diperlukan dalam keluarga, agar anak-anak memiliki kemampuan untuk berani jujur dan terbuka kepada orang tua.

2) Orang tua perlu terbuka untuk menerima teman anak-anaknya di rumah, agar perkembangan mereka dalam berelasi dengan lawan jenis lebih mudah untuk didampingi.

3) Orang tua perlu mendengar dengan penuh perhatian dan

pengertian agar anak merasa diterima dan dipahami sehingga tidak mencari orang lain yang bersedia mendengar dan menerima dirinya di luar rumah.

b. Orang tua yang anak perempuannya mengalami kehamilan di luar nikah.

1) Dukungan dan pengampunan dari keluarga khususnya orang tua sangat dibutuhkan bagi perempuan hamil di luar nikah, agar mereka dapat memiliki motivasi kembali untuk meraih masa depan dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan (menggugurkan kandungan, bunuh diri, membuang bayi).

2) Bayi merupakan anugerah Tuhan dan akan membawa berkat bagi keluarga maka perlu diselamatkan.

3) Kepekaan orang tua sangat penting dalam melihat perubahan sikap dan perilaku anak-anaknya.

5. Bagi pendidik atau konselor sekolah

a. Pendidik atau konselor sekolah perlu menyelenggarakan

program bimbingan sex education yang berfungsi sebagai tindakan pencegahan agar mereka tidak mengalami kehamilan di luar nikah, yaitu dengan topik “bahaya pergaulan bebas.”

123

b. Pendidik atau konselor sekolah menyelenggarakan retret bersama sehingga terbuka forum untuk sharing kelompok atau pun sharing pribadi sehingga dapat memantau permasalahan-permasalahan yang dialami para siswa.

c. Sekolah menyediakan konselor yang terbuka melayani siswa setiap hari untuk konsultasi maupun bimbingan.

d. Sekolah bekerja sama dengan orang tua guna memantau

perkembangan siswa baik dalam akademik maupun pergaulan dan perilaku.

6. Bagi peneliti lain

a. Pada penelitian ini wawancara yang diselenggarakan kurang mendalam, maka bagi peneliti lain wawancara dapat dilengkapi dengan instrumen lain berupa kuesioner.

b. Pada penelitian ini subyek penelitian terlalu banyak yaitu berjumlah enam belas orang, maka bagi peneliti lain sebaiknya dibatasi dengan mengambil subyek sebagai perwakilan SMP, SMA, mahasiswa dan karyawati sehingga dapat digunakan untuk menggali kebutuhan dan hasilnya akan lebih mendalam.

124 Hidup Katolik.

Arikunto. 2008. Evaluasi Program Pendidikan; pedoman teoritis praktis bagi mahasiswa dan praktisi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Dedi Nurhadiat. 2004. Seni Rupa SMA Kelas 3. Jakarta : Penerbit Grasindo. Djohan. 2009. Psikologi musik. Yogyakarta: Penerbit Best Publisher.

Geldard, Kathryn & Gildard David. Membantu Memecahkan Masalah Orang Lain dengan Teknik Konseling. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. Goleman, Daniel. 2003. Kecerdasan Emosional. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka

Utama.

Goleman, Daniel. 2004. Kepemimpinan Berdasarkan Kecerdasan Emosi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gould, Bill. 2006. Transformational Thinking. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Heuken, Adolf. 1987. Eduard Michelis Pengabdi Gereja pada Zaman bergolak. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka

Honore, Carl. 2006. In Praise in Slow, Sepuluh Mitos Keliru tentang Kecepatan.

Yogyakarta: Penerbit B-First (PT. Bentang Pustaka).

Hurlock, Elisabeth B. 2004. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kadek Sugiharto. 2007. Dalam: Tumbuh Kembang Remaja dan

125

Kaplan, Harold. 1997. Sinopsis Psikiatri. Jakarta: Binarupa Aksara (edisi ketujuh).

Krispurwana Cahyadi. 2010. Benediktus XVI . Yogyakarta: Kanisius.

Linggar Anggoro. 2002. Teori & Profesi Kehumasan; serta aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Lily Yulaikhah. 2009. Seri Asuhan Kebidanan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Manz, Charles. 2007. Menata Emosi untuk Merasa lebih Baik Setiap Hari. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.

Mc. Leod, John. 2006. Pengantar Konseling Teori dan Studi Kasus. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Miles & Huberman. 2009. Analisis Data Kualitatif. Jakarta :Penerbit Universitas Indonesia (UI-PRESS).

Moelong. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.

Nurheti Yuliarti. 2010. Panduan Lengkap Olah Raga bagi Wanita Hamil dan Menyusui. Yogyakarta: Penerbit C.V. Andi.

Osho. 2008. Emotional Learning. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Baca.

Petra. 2009. Perjalanan Misi Para Suster Penyelenggaraan Ilahi di Indonesia.

Semarang: Suster Penyelenggaraan Ilahi.

Restu Kartiko Widi. 2010. Asas metodologi Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.

Segal, Jeanne. 2001. Meningkatkan Kecerdasan Emotional. Jakarta: Citra Aksara Publishing.

Sudjana. 2000. Manajemen Program Pendidikan untuk pendidikan luar sekolah dan pengembangan sumber daya manusia. Bandung: Penerbit Falah Production.

Surinah. 2008. Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Suster PI. 1984. Konstitusi Tarekat Suster Penyelenggaraan Ilahi. Munster: Tarekat Suster-Suster Penyelenggaraan Ilahi.

Suster PI. 2008. Garis Besar Haluan Propinsi Suster Penyelenggaraan Ilahi.

Semarang: Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi.

Utami Munandar. 1992. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Videbeck, Sheila L. 2008. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Winkel. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi

127 LAMPIRAN 1

WAWANCARA LELY SUBYEK I Pengantar :

Langkah pembukaan dimulai dengan penjelasan tentang maksud pertemuan dan wawancara ini. Penulis menjelaskan bahwa wawancara ini untuk melihat manfaat program pembinaan yang diselenggarakan di tempat ini bagi para penghuni sementara di tempat ini.

P : Bagaimana perasaan Anda hari ini ?

S : Saya kurang kerasan tinggal di sini. Jadi saya masih merasa sedih, karena saya tidak pernah tinggal terpisah dengan orang tua.

P : Maksudnya apakah baru pertama kali ini kamu jauh dari orang tua?

S : Benar sekali baru pertama kali ini saya jauh dari orang tua dan hal itulah yang membuat saya tidak kerasan.

P : Bagaimana perasaanmu pada waktu pertama kali datang ke PIA ?

S : Perasaan saya saat itu sangat sedih karena merasa dicampakkan oleh teman pria saya, teman-teman dan juga orang tua saya. Saya merasa tertekan dan malu atas kehamilan saya. Saya marah dan benci pada teman pria saya yang tidak mau bertanggung jawab dan justru meminta saya untuk menggugurkan kandungan.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perasaan tersebut?

S : Saya belum mengikuti semua program pembinaan di tempat ini, selama tiga hari di sini saya baru mulai mengamati dan sedikit terlibat dengan membantu merawat bayi

128

P : Apa pikiran yang dominan menguasaimu ketika menyadari kehamilanmu? S : Saya berpikir masa depan saya hancur karena kehamilan saya, Semua orang

membenci saya, saya anak yang tidak berguna, semua tidak peduli pada saya semuanya itu karena kebodohan saya, saya sendirian dan orang yang paling menderita.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi pikiran tersebut?

S : Seperti yang saya katakan tadi bahwa saya belum mengalami perubahan pikiran selama tiga hari di sini.

P : Perilaku apa saja yang kamu lakukan saat menyadari kehamilanmu?

S : Saya sering menangis sendirian di kamar, saya juga sering melamun memikirkan nasib saya, dan menolak janin dalam kandungan saya dengan mencoba menggugurkannya, saya juga menarik diri dari pergaulan.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perilaku tersebut?

S : Saya belum merasakan manfaat program pembinaan yang mempengaruhi perilaku saya. Karena dalam tiga hari ini saya belum mengalami perubahan. mungkin karena sejak awal saya menolak berada di tempat ini. Saya ke sini karena permintaan orang tua saja, dan saya hanya terpaksa mengikuti permintaan mereka.

P : Apakah arti dari perkataanmu itu kamu merasa terpaksa mengikuti kemauan orang tua karena kamu merasa tak berdaya menolak keinginan orang tua karena kamu merasa telah mengecewakan mereka?

S : Ya benar sekali. Saya telah mengecewakan mereka dan mereka ingin menjauhkan saya dari mereka, anggap saja sebagai sebuah hukuman buat saya atas kesalahan saya.

P : Apakah kamu membicarakan hal itu pada orang tua kamu?

S : Saya belum pernah mengungkapkan hal itu pada mereka, ini hanya dugaan saya saja.

P : Apakah selama di tempat ini mereka tidak pernah menanyakan keadaanmu? S : Mereka mengantar saya dan setiap hari menanyakan bagaimana kabar saya di

sini?

P : Dari hal tersebut apa yang kamu tangkap tentang orang tua kamu?

S : Saya menyadari bahwa orang tua menyayangi saya, dan memperhatikan saya, mereka bermaksud melindungi saya dengan menempatkan saya ditempat ini. P : Saya senang mendengar ungkapanmu. Terima kasih atas kesediaan dan

130

LAMPIRAN 2

WAWANCARA DEVA SUBYEK II Pengantar :

Langkah pembukaan dimulai dengan penjelasan tentang maksud pertemuan dan wawancara ini. Penulis menjelaskan bahwa wawancara ini untuk melihat manfaat program pembinaan yang diselenggarakan di tempat ini bagi para penghuni sementara di tempat ini.

P : Bagaimana perasaan Anda hari ini ? S : (sambil tersenyum) Saya baik-baik saja.

P : Maksudnya baik-baik saja itu, apakah kamu merasa senang dan bahagia? S : Tidak juga, maksudnya saya dalam kondisi baik dan sehat.

P : Bagaimana perasaanmu pada waktu pertama kali datang ke PIA ?

S : Saya diliputi kesedihan yang mendalam, saya masih tertekan dengan kehamilan saya. Saya bingung harus bagaimana sementara teman pria saya tidak bersedia bertanggungjawab. Saya malu pada tetangga dan teman-teman sekolah saya.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perasaan tersebut?

S : Berdoa pribadi memberi saya ketenangan sehingga saya menjadi lebih kuat. Saya merasa Tuhan setia menemani saya dalam situasi seperti ini sehingga perasaan saya menjadi ringan. Jalan-jalan pagi menikmati udara pagi dengan seorang teman meringankan ketegangan dalam diri saya. Perasaan tenang, ringan, kuat memampukan saya untuk dapat menerima situasi hidup saya dengan segala resiko.

P : Apa pikiran yang dominan menguasaimu ketika menyadari kehamilanmu? S : Saya sangat bodoh sehingga saya begitu mudah diperdaya orang lain, semua

orang pasti mencemooh saya, masa depan saya hancur berantakan.

P : Pada waktu berada di PIA program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi pikiran tersebut?

S : Konseling individual telah membantu pikiran saya semakin terbuka melihat masalah secara tepat. Saya memang melakukan kesalahan namun saya memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dan tidak semua orang mencemooh saya, bahkan banyak orang-orang baik di sekitar saya. Mereka mengerti situasi saya dan memberi dukungan yang berarti buat saya. Saya akan membangun masa depan saya kembali.

P : Perilaku apa saja yang kamu lakukan saat menyadari kehamilanmu?

S : Muka masam dan sulit tersenyum, kadang menangis, melamun, mengurung di kamar, menolak janin dalam kandungan saya.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perilaku tersebut?

S : Merawat bayi setiap hari mempengaruhi perilaku saya dengan menjaga dan bermain dengan bayi-bayi itu telah menumbuhkan perasaan sayang pada calon bayi dalam kandungan saya. Saya bisa bersyukur karena janin saya selamat. Saya sekarang sudah bisa tersenyum bahkan tertawa, saya sudah bisa menerima janin dalam kandungan saya dengan merawat kehamilan saya baik-baik.

P : Terima kasih atas kesediaan dan keterlibatannya karena Anda bersedia untuk diwawancara.

132

LAMPIRAN 3

WAWANCARA DEVI SUBYEK III Pengantar :

Langkah pembukaan dimulai dengan penjelasan tentang maksud pertemuan dan wawancara ini. Penulis menjelaskan bahwa wawancara ini untuk melihat manfaat program pembinaan yang diselenggarakan di tempat ini bagi para penghuni sementara di tempat ini.

P : Bagaimana perasaan Anda hari ini ?

S : Perasaan saya hari ini bahagia, karena bayi saya telah lahir dengan sehat dan normal.

P : Bagaimana perasaanmu pada waktu pertama kali datang ke PIA ?

S : Saya cemas dan bingung dengan situasi kehamilan saya. Saya sedih karena harus keluar dari sekolah sedangkan saya sudah kelas tiga SMA. Saya marah pada diri saya sendiri dan pada teman pria saya. Saya dipenuhi perasaan bersalah. Saya merasa tertekan dengan semua itu.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perasaan tersebut?

S : Berdoa pribadi itu sangat mempengaruhi perasaan saya karena saya merasa tenang, dicintai, diterima apa adanya, dan diampuni. Merawat bayi mempengaruhi hati saya untuk berempati dengan janin yang saya kandung, dengan melihat dan bercanda membuat saya bisa tertawa dan mengurangi kesedihan saya. Konseling pribadi membuat perasaan saya lebih lega karena saya bisa mengungkapkan masalah saya tanpa takut dihakimi.

S : Semua orang menyalahkan saya, setiap orang memandang hina pada saya, hidup saya hancur, saya orang berdosa, saya telah menghancurkan harapan orang tua. Bayi ini membawa bencana dalam hidup saya.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi pikiran tersebut?

S : Sharing dalam perjumpaan kelompok bersama teman-teman sering membuka pikiran saya bahwa masih ada terang dan harapan bagi hidup saya selanjutnya. Merawat bayi membuat saya berpikir bahwa bukan salah janin dalam kandungan saya yang membawa bencana, mereka justru menderita karena orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Setelah dua bulan ditempat ini dan mengikuti program pembinaan saya dapat berpikir dengan realistis tentang hidup saya. Saya lebih optimis menjalani hidup sehari-hari. Saya dapat membangun hidup saya kembali. Saya punya kesempatan untuk memperbaiki hidup saya. Saya memiliki orang-orang yang baik dalam hidup saya.

P : Perilaku apa saja yang kamu lakukan saat menyadari kehamilanmu?

S : Saya menutup diri dan hanya diam dalam bersosialisasi dengan orang lain, menangis dalam kamar, melamun, muka masam dan kusut.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perilaku tersebut?

S : Rekreasi bersama teman membuat sosialisasi saya dengan teman-teman lebih dekat sehingga saya dapat terbuka dengan mereka, percaya pada mereka. Berdoa pribadi mempengaruhi saya untuk mencintai janin yang saya kandung sebagai anugerah Allah karena saya sangat dicintai Allah melalui

134

orang-orang yang telah membantu dan mencintai saya apa adanya. Konseling individual mengubah perilaku saya untuk mendengarkan hati nurani dan peka pada emosi yang saya alami. saya menyadari perilaku saya berubah setelah beberapa bulan disini, saya sudah menerima keadaan saya sehingga tidak sering menangis. Saya senang bertemu dengan orang lain dan berani terbuka menceritakan masalah saya. Saya menerima janin saya maka saya berusaha menjaga kesehatan dengan makan yang baik dan rajin olah raga.

P : Terima kasih atas kesediaan dan keterlibatannya karena Anda bersedia untuk diwawancara.

LAMPIRAN 4

WAWANCARA RINDA SUBYEK IV Pengantar :

Langkah pembukaan dimulai dengan penjelasan tentang maksud pertemuan dan wawancara ini. Penulis menjelaskan bahwa wawancara ini untuk melihat manfaat program pembinaan yang diselenggarakan di tempat ini bagi para penghuni sementara di tempat ini.

P : Bagaimana perasaan Anda hari ini ?

S : Saya masih bingung dan sedih, karena sampai saat ini saya masih belum berani mengungkapkan kondisi saya yang sebenarnya pada kedua orang tua saya, walaupun saya sudah merasa tenang dapat diterima di tempat ini. Saya merasa bahagia bisa tinggal di PIA, karena saya dapat tenang untuk mempersiapkan kelahiran bayi yang ada dalam kandungan saya. Karena di tempat ini saya mendapatkan perhatian yang maksimal untuk proses kelahiran bayi saya, misalnya periksa ke dokter kandungan secara rutin, pelatihan senam hamil, vitamin dan juga makanan yang menunjang kehamilan, juga waktu untuk berjalan-jalan pagi di halaman kompleks, kesempatan untuk berdoa sesuai dengan keyakinan saya. Saya bersyukur sekali tinggal di sini bahkan ada kegiatan-kegiatan yang membantu saya menyadari hidup saya dan saya semakin kuat menghadapi masalah saya. Jika saya tidak tinggal di sini saya tidak tahu apa yang terjadi dengan hidup saya, karena saya harus menghadapi semuanya sendirian.

136

S : Wah saya sangat tertekan dan putus asa seakan-akan dunia begitu gelap dan tak tahu harus bagaimana bahkan saya berniat menggugurkan kandungan saya karena tidak menemukan jalan keluar. Saya malu dan merasa bersalah karena telah membuat aib bagi keluarga. Saya sedih harus berpisah dengan orang yang saya cintai dengan cara yang menyakitkan seperti ini. Saya marah karena dibohongi selama ini bahkan meninggalkan saya dan tidak mau bertanggungjawab. Saya merasa tidak berdaya. Saya sedih karena membohongi orang tua akan situasi yang saya alami. Saya takut pada orang tua saya karena saya telah mengandung.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perasaan tersebut?

S : Merawat bayi, bergaul dan menjaga bayi membuat saya merasa bersyukur dan mengurangi perasaan bersalah saya karena berniat menggugurkan kandungan saya. Berdoa pribadi menenangkan perasaan saya karena Allah telah mengirimkan orang-orang untuk membantu saya. Rekreasi bersama mengurangi kesedihan saya karena saya dapat bercanda dan tidak fokus pada penderitaan saya. Periksa ke dokter kandungan memberi saya perasaan tenang, karena saya dapat melihat perkembangan janin. Terus terang saya cemas dengan janin saya karena pernah berusaha menggugurkannya.

P : Apa pikiran yang dominan menguasaimu ketika menyadari kehamilanmu? S : Teman saya jahat. Tak ada jalan keluar untuk mengatasi masalah saya ini.

Allah tidak mencintai saya karena ia membiarkan semua ini menimpa saya. Saya selalu membuat malu dan susah keluarga. Hidupku selalu penuh

penderitaan. Saya merasa seorang diri menghadapi penderitaan ini. Hidup ini menakutkan dan tidak ramah untuk saya.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi pikiran tersebut?

S : Membaca buku telah membuka pikiran saya bahwa hidup saya masih panjang dan disanalah terbentang masa depan yang cerah dan layak untuk saya perjuangkan. Selama berada di sini dengan mengikuti program yang diselenggarakan saya mengalami perkembangan yang baik. Pikiran-pikiran negatif saya menjadi lebih positif dan jernih. Saya yakin selalu ada jalan keluar yang baik bagi masalah saya. Kejadian ini bukan karena Allah membiarkan semuanya terjadi namun karena saya kurang hati-hati dalam berelasi. Hidup saya banyak mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan namun saya kurang menyadarinya.

P : Perilaku apa saja yang kamu lakukan saat menyadari kehamilanmu?

S : Saya lebih banyak diam bila sedang bersama teman-teman. Saya berbohong pada keluarga dan orang tua. Saya menolak janin dalam kandungan saya. Saya menutup diri dari orang lain. Saya menangis secara diam-diam. Saya mengutuk orang yang telah membuat saya menderita.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perilaku tersebut?

S : Berdoa pribadi telah membuka hati saya untuk dapat mengampuni orang yang telah menyakiti hati saya. Saat memasak bersama saya merasakan kebaikan teman-teman sehingga saya tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah saya. Dalam situasi yang sedang mereka hadapi, mereka tetap semangat dalam

138

menjalani hidup bahkan selalu memberi dukungan untuk saya hal ini mendorong saya untuk tetap semangat. Saya sadar perilaku saya banyak mengalami kemajuan yang baik. Saya mulai dapat bercerita bila bersama teman-teman. Saya berniat untuk mengatakan yang sejujurnya situasi saya pada orang tua pada saat yang tepat. Saya menerima dan berniat merawat bayi saya sendiri apa pun resikonya. Saya sudah tidak menangisi nasib saya namun saya lebih fokus pada masa depan saya dan bayi saya. Saya mulai sedikit demi sedikit mengampuni orang yang menyakiti saya walaupun melalui proses yang panjang.

P : Terima kasih atas kesediaan dan keterlibatannya karena Anda bersedia untuk diwawancara.

LAMPIRAN 5

WAWANCARA REVI SUBYEK V Pengantar :

Langkah pembukaan dimulai dengan penjelasan tentang maksud pertemuan dan wawancara ini. Penulis menjelaskan bahwa wawancara ini untuk melihat manfaat program pembinaan yang diselenggarakan di PIA “Bethlehem” bagi penghuni sementara di tempat ini.

P : Bagaimana perasaan Anda hari ini ?

S : Saya merasa lebih baik dan tenang karena berada di tempat ini. Saya merasakan banyak pengalaman di PIA membantu saya lebih kuat menghadapi masalah saya ini. Saya sedikit cemas menghadapi kelahiran seminggu lagi, karena memang ada sesuatu dengan janin saya. Saya berharap semoga dapat melahirkan normal tanpa operasi.

P : Bagaimana perasaanmu pada waktu pertama kali datang ke PIA ?

S : Saya sangat sedih karena mengalami kehamilan ini. Saya marah pada situasi hidup saya dan teman pria saya. Saya benci pada janin saya. Saya takut, cemas dan khawatir akan masa depan saya. Saya bingung harus bagaimana mengatasi masalah saya ini.

P : Pada waktu berada di PIA, program-program apa saja yang membantumu untuk mengatasi perasaan tersebut?

S : Olah raga dengan berjalan-jalan pagi dan senam hamil telah menumbuhkan

Dokumen terkait