• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas maka dapat diajukan beberapa saran sebagai

berikut:

1. Bagi pengelola museum diharapkan dapat menambah fasilitas yang ada

sehingga para pengunjung tidak merasa bosan. Menambah strategi dalam

mensosialisasikan dan menyebarkan informasi kepada masyarakat luas

mengenai Museum Dirgantara Mandala.

2. Bagi para guru diharapkan dapat memanfaatkan Museum Dirgantara Mandala

sebagai sumber belajar sejarah sehingga peserta didik tidak bosan dengan

pelajaran yang diberikan didalam kelas.

3. Bagi para siswa diharapkan lebih menumbuhkan motivasi belajar dengan

berwisata sambil belajar ke Museum Dirgantara Mandala.

4. Bagi masyarakat umum diharapkan untuk lebih menumbuhkan lagi minat

berkunjung ke Museum Dirgantara Mandala dan mampu mengambil nilai-nilai

serta semangat juang para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan

DAFTAR PUSTAKA

Amir Stuarga. 1991. Studi Museologia. Jakarta: Direktorat Jendral Kebudayaan

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan

Branen Julia. 2005. Memadu Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset

Kansil, C.S.T. 1985. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Balai Pustaka

Katalog Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Marsono. 20118. Bahan Kuliah Pengantar Pariwisata. Yogyakarta: Program

Studi Kepariwisataan Fakultas Ilmu Budaya UGM

Panduan Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala

Peter Salim. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer Edisi Pertama.

Jakarta: Modern English Press

Poerwodarminta. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai

Pustaka

Schouten. 1991. Pengantar Deduktif Museum. Jakarta: Proyek Pembinaan

Museum Jakarta

Sedarmayanti. 2002. Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju

Sitepu. 2014. Pengembangan Sumber Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sutopo, H.B. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Sugiyono. 2012. Penelitian Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suharismi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Rineka Cipta

_______________. 2012. Managemen Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Tjahjopurnomo R. 2011. Sejarah Permuseuman Di Indonesia. Jakarta: Direktorat

Permuseuman, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Kementrian

Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

Usman Husaini. 2008. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara

Sumber Wawancara:

Wawancara dengan Bapak Asep Samsoedin pada tanggal 13 Desember 2018

Wawancara dengan Bapak Kwaraseto pada 13 Desember 2018

Wawancara dengan Bapak Makmur pada tanggal 13 Desember 2018

Wawancara dengan Ibu Letkol Ninuk Herlina pada 13 Desember 2018

Wawancara dengan Azhar Hamidah pada tanggal 13 Desember 2018

Wawancara dengan Bapak Yuda Satria Pada tanggal 13 Desember 2018

Wawancara dengan Arlen Putri Pratiwi pada tanggal 13 Desember 2018

Wawancara dengan Raras Ruming Melati pada tanggal 13 Desember 2018

Wawancara dengan Bapak Dony Setiawan pada tanggal 13 Desember 2018

Wawancara dengan Bapak Dion Perwira Sakti pada tanggal 13 Desember 2018

Sumber Penelitian, Skripsi, dan Disertasi:

Bachtiar S Bachri. 2010. “Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada

Penelitian Kualitatif”. Jurnal. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya

Ilham Junaid. 2017. “Museum Dalam Perspektif Pariwisata Dan Pendidikan”.

Jurnal. Makasar: Politeknik Pariwisata

Erza Setiana Sirait. 2017. “Pemanfaatan Museum Misi Muntilan Sebagai Sumber

Belajar”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma (tidak

diterbitkan)

Jummy Antony. 2001. “Museum Dan Pusat Informasi Kedirgantaraan Di

Yogyakarta”. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro Semarang (tidak

Sumber Internet:

www.sejarahperkembanganmuseum.net diakses pada hari Selasa, 4 September

2018 pukul 12.20

Direktori Online Museum di Indonesia, 2018, Jenis Museum,

(https://direktorionlinemuseumdiindonesia.wordpress.com/jenis-museum/)

diakses pada 1 Mei 2019

www.Direktorionlinemuseumdiindonesia.wordpress.com/jenis-museum/ diakses

pada selasa 4 september 2018 pukul 23.02

www.museumindonesia.com, Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Yogyakarta, diakses pada 4 september 2018 pukul 21.10 WIB

www.direktorionlinemuseumdiindonesia.com , Museum Pusat TNI AU

Dirgantara Mandala diakses pada 4 september 2018 pukul 21.30

Harnovinsah. Metodologi Penelitian. e learning hlm 1. diakses pada 6 September

2018 pukul 17.51

www.Ciputrauceo.net/2016/2/18 “Metode Pengumpulan Data Dalam Penelitian” diakses pada 6 Sep. 18 pukul 18.16 WIB

www.Teorionline.wordpress.com Metode Pengumpulan Data diakses pada 6 Sep.

18 pukul 18.30 WIB

www.Eprintis.rclis.org.com 4 september 2018 pukul 20.15

www.eurapendidikan.com instrument pendidikan diakses pada 4 september pukul

https://eprints.uny.ac.id kajian morfosemantik pada istilah-istilah pertukangan

kayu di desa Lebak Kabupaten Jepara. Diakses pada minggu 2 Juni 2019

pukul 19.35

www.lanud-adisutjipto.mil.id Sejarah Perkembangan Museum Dirgantara

85

Nama Museum : Museum Dirgantara Mandala

Waktu Pelaksanaan : 7 November 2018

No Obyek Yang Diamati Hasil

Ya Tidak

1 Lokasi museum strategis √

2 Museum memiliki bangunan pokok (permanen tetap, permanen temporer, auditorium kantor, laboratorium konservasi, perpustakaan, bengkel, preparasi, dan ruang penyimpanan)

3 Museum memiliki bangunan penunjang (lobby, tempat parkir, toilet, dan pos keamanan)

√ 4 Koleksi museum memiliki nilai-nilai sejarah dan nilai-nilai

ilmiah

√ 5 Koleksi museum dijelaskan secara historis dan fungsinya √

6 Museum memiliki alat pengamanan (CCTV) √

7 Museum memiliki keamanan yang ketat terhadap koleksi √

8 Ruang penataan museum terjaga kebersihannya √

9 Museum memiliki pengaturan suhu ruangan untuk menjaga koleksi

√ 10 Pencahayaan ada disetiap ruang koleksi museum √ 11 Museum memiliki ruang penyimpanan koleksi yang luas √ 12 Museum memiliki daftar inventaris koleksi yang

diperbaharui secara rutin

13 Museum memiliki curator √

14 Museum memiliki tim edukasi √

15 Museum memiliki tenaga administrasi √

16 Museum memiliki sarana promosi (FB, Instagram, Email, Katalog, dan Bosur)

No Obyek Yang Diamati Hasil

Ya Tidak

1 Dokumen Data Pengunjung √

2 Museum Dirgantara Mandala memiliki brosur √ 3 Museum Dirgantara Mandala memiliki katalog √ 4 Buku pedoman mengenai Museum Dirgantara

Mandala

Daftar Pengunjung Museum Dirgantara Mandala

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Buku Panduan Museum

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Brosur Musem Dirgantara Mandala

A. Wawancara dengan pengelola museum 1. Bagaimana sejarah berdirinya Museum?

2. Apa saja jenis koleksi permuseuman yang dimiliki dan bagaimana

pemanfaatannya?

3. Apakah ada manfaat koleksi yang dimiliki tersebut bagi kegiatan pendidikan?

4. Apa bentuk kegiatan Edukasi yang dilakukan di Museum dan bagaimana

pelaksanaannya?

5. Bagaimana persepsi masyarakat Yogyakarta terutama mengenai keberadaan

museum?

6. Apakah pemanfaatan Museum oleh Massyarakat sudah optimal? Mengapa?

7. Menurut Bapak/Ibu, apakah kalangan pendidikan telah memanfaatkan museum

ini sebagai sumber pembelajaran? Mengapa?

B. Wawancara dengan pengunjung/ masyarakat. 1. Bagaimana kesan anda saat berkunjung ke Museum?

2. Apakah Museum tersebut cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar terutama

sejarah? Mengapa?

3. Apakah koleksi-koleksi yang ada di Museum dapat memberikan manfaat sebagai

sumber belajar, khususnya sejarah?

4. Bagaimana pendapat anda mengenai keberadaan Museum tersebut?

5. Menurut Anda, bagaimana cara yang seharusnya dilakukan pihak museum guna

TS : Tidak Setuju S : Setuju

KS : Kurang Setuju SS : Sangat Tidak Setuju

No PERNYATAAN TS KS S SS

1 Saya senang mengunjungi museum-museum sebagai objek wisata

2 Saya berkunjung ke museum untuk tujuan sebagai sumber belajar

3 Saya sering berkunjung ke Museum Dirgantara Mandala

4 Saya mengetahui sejarah berdirinya Museum Dirgantara Mandala

5 Saya senang berkunjung ke museum yang mengoleksi benda-benda sejarah seperti Museum Dirgantara Mandala

6 Menurut saya koleksi Museum Dirgantara Mandala sangat lengkap

7 Koleksi Museum Dirgantara Mandala sangat cocok untuk bahan belajar dan objek berwisata 8 Menurut saya koleksi yang ada di Museum

Dirgantara Mandala mampu menjadi daya tarik tersendiri dalam hal sumber belajar

9 Saya lebih tertarik mempelajari sejarah lewat museum daripada melalui pembelajaran formal (dalam kelas)

10 Banyak kegiatan edukasi yang dilaksanakan di Museum Dirgantara Mandala.

11 Saya sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi yang diadakan oleh pihak museum

12 Kegiatan-kegiatan edukasi yang diadakan pihak museum sangat membantu saya dalam memahami berbagai koleksi yang tersimpan di Museum Dirgantara Mandala

13 Saya lebih suka belajar sejarah didalam kelas dari pada melihat langsung objek

14 Saya senang dengan keberadaan Museum Dirgantara Mandala sebagai destinasi wisata di Yogyakarta

15 Saya sering menambah ilmu pengetahuan dengan cara datang langsung dan melihat ke museum

Pengunjung

1. Arlen Putri Pratiwi

2. Azhar Hamidah

3. Bapak Dony setiawan

4. Bapak Dion Perwira Sakti

5. Raras Rumung Melati

6. Bapak Yuda Satria

7. Bapak Asep Samsoedin

8. Bapak Makmur

Pengelola Museum Dirgantara Mandala 1. Ibu Letkol Ninuk Herlina

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Ibu Letkol Ninuk Herlina

Hari, Tanggal : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana sejarah berdirinya Museum?

I: MUSPUSDIRLA pada awalnya terletak di Jakarta, kemudian alasan tertentu dipindahkan ke Yogyakarta. Museum pada awalnya merupakan bekas gudang senjata Jepang dan sekaligus pabrik gula yang direnovasi oleh TNI AU kemudian dijadikan museum ini.

P: Apa saja jenis koleksi permuseuman yang dimiliki dan bagaimana pemanfaatannya?

I: Museum ini akan menjadikan museum terbesar di asia tenggara alutsista ada 59 jenis pesawat mulai dari cureng hercules tempur kolaksinya hampir 3400 untuk semua dari foto uniform dari tni au pakaian seragam mulai dari penerbang untuk wara pakaian dinas, foto foto kepala staf pertama bapak suryadarma sampai sekarang juga bapak kepala staf AU yang jadi panglima Bapak Hadi Tjahjanto ada perintis TNI AU koleksi patung bapak Iswahyudi, Adisucipto, Abdurahman Saleh ada senjata rudal pesawat latih, intai, helikopter, hercules, latih, tempur, angkut. Dalam pemanfaatanya saya rasa sudah cukup baik dalam berbagai hal mulai dari pendidikan hingga bagi TNI AU sendiri

P: Apakah ada manfaat koleksi yang dimiliki tersebut bagi kegiatan pendidikan?

I: Muspurdila (Museum Pusat Dirgantara Mandala) merupakan museum pusat milik TNI AU kaitanya untuk mengembangkan rasa herois rasa kebangsaan selaku warga negara bangsa Indonesia, jadi salah satu fungsinya untuk pendidikan dari paud sampai mahasiswa memberikan informasi tentang keberadaan koleksi yang ada di museum terutama alutsista berkaitan dari indonesia merdeka hingga kini.

P: Apa bentuk kegiatan Edukasi yang dilakukan di Museum dan bagaimana pelaksanaannya?

Mandala kepada para pelajar yang ada di Yogyakarta, dalam pelaksanaanya kita memanggil beberapa perwakilan sekolah yang ada di Yogyakarta kemudian melakukan kegiatan Out Bond

P: Bagaimana persepsi masyarakat Yogyakarta terutama mengenai keberadaan museum?

I: Alhamdulillah jogja adanya muspurdila sangat mendukung sekali sebagai wisata sangat berperan untuk jogjakarta tempat wisata disenangi ada nilai didalam fungsi museum adanya daya tarik pesawat landing, take off, akrobatik dan ini langsung di area museum di area 12 hektar sangat menakjubkan menurut para pengunjung dan digolongkan sangat murah adanya adanya dana kebersihan inilah cirikhas TNI AU semua punya tanggung jawab masing masing

P: Apakah pemanfaatan Museum oleh Massyarakat sudah optimal? Mengapa?

I: Ya allhamdulilah dikatakan maksimal menurut saya sebagai kasibimluh humas dalama museum pengunjung menggunakan museum sangat antusias sebagai tempat pebelitian, silaturahmi, wahana rekrrasi untuk melapas penat. Menurut saya sudah optimal.

P: Menurut Bapak/Ibu, apakah kalangan pendidikan telah memanfaatkan museum ini sebagai sumber pembelajaran? Mengapa?

I: Iya, sudah karena dalam koleksi Museum Dirgantara Mandala ini banyak sekali yang berkaitan tentang perjuangan bangsa Indonesia salah satu contoh peninggalan radar NYSA yang saat itu digunakan dalam Agresi Militer Belanda II dari situ bisa dilihat sebagai peninggalan sejarah dan nilai-nilai perjuangannya.

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Bapak Kwaraseto

Hari, Tanggal : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana sejarah berdirinya Museum?

I: Museum Dirgantara Mandala ini pada awalnya terletak di dekat AAU, karena disana tempatnya kurang strategis kemudian merenovasi bekas pabrik gula dan dijadikan Museum. Akan tetapi disini ada yang terbalik yang museum itu ada koleksi kemudian lokasi akan tetapi ini lokasi dulu baru adanya koleksi.

P: Apa saja jenis koleksi permuseuman yang dimiliki dan bagaimana pemanfaatannya?

I: Penataanya belum selesai ditata sewaktu koleksi baru 47 itu penataan sudah seperti itu, sifat ada kronologis akhirnya pake tematis, setelah Bapakpak Hadi Tjahjanto kepala Stang TNI AU yang sangat memperhatikan sekarang koleksi menjadi 59 sehingga ditata seadanya karena kurang tempat. Ada pesawat dari 9 negara ada juga pesawat dari blok barat dan blok timur hingga non blok

P: Apakah ada manfaat koleksi yang dimiliki tersebut bagi kegiatan pendidikan?

I: Ada, didalam ruang seragam ada seragam perintis TNI AU yang di bom di ambarawa saat mengantarkan logistik, dari situ bisa dilihat bahwa perjuangan yang dilakukan oleh TNI AU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan itu merupakan salah satu pendidikan.

P: Apa bentuk kegiatan Edukasi yang dilakukan di Museum dan bagaimana pelaksanaannya?

I: Kegiatan edukasi untuk anggota museum ada forum komunikasi komando sejak tahun 2015 seperti rapat dan memberikan materi tapi untuk sekarang sedang libur, di sisi lain adanya pemanduan atau yang sering dikenal dengan tour guide juga merupakan sebuah kegiatan edukasi yang dilakukan Museum.

P: Bagaimana persepsi masyarakat Yogyakarta terutama mengenai keberadaan museum?

koleksi, akan tetapi lucunya masyarakat sekitar malah kurang mengetahui keberadaan museum.

P: Apakah pemanfaatan Museum oleh Masyarakat sudah optimal? Mengapa?

I: Pemanfaatan sudah optimal sudah di manfaatkan oleh masyarakat dan pengunjung sekolah, ada soft skil SMA se kota Yogyakarta ada baris berbaris kedisiplinan dan pemberian materi kebangsaan menyampaikan secarik peran pesawat pada misinya.

P: Menurut Bapak/Ibu, apakah kalangan pendidikan telah memanfaatkan museum ini sebagai sumber pembelajaran? Mengapa?

I: iya, karena museum kami dari berbagai kalangan usia sehingga secara tidak langsung sudah telah dimanfaatkan sebagai sumber belajar, didalam museum juga diberikan keterangan yang bisa dibaca mengenai koleksi yang ada.

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Bapak Makmur

Hari, Tanggal : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana kesan anda saat berkunjung ke Museum?

I: Bagus untuk anak anak sd smp sma untuk menambah wawasan dan imajinasi mereka agar tau dan mengerti tentang apa itu sejarah

P: Apakah Museum tersebut cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar terutama sejarah? Mengapa?

I: Sangat cocok contohnya pesawat yang ada bisa dijadikan sejarah mengerti pesawat dari tahun ke tahun supaya terimajinasi

P: Apakah koleksi-koleksi yang ada di Museum dapat memberikan manfaat sebagai sumber belajar, khususnya sejarah?

I: Untuk menambah wawasan memacu imajinasi dan menambah ilmu, supaya melihat langsung menunjang pendidikan

P: Bagaimana pendapat anda mengenai keberadaan Museum tersebut?

I: Bagus, memang diperlukan supaya tidak hanya melihat dari buku saja dengan berkunjung memper jelas bagi peserta didik

P: Menurut Anda, bagaimana cara yang seharusnya dilakukan pihak museum guna meningkatkan jumlah pengunjung?

I: Menurut saya harus di share lagi ke sosmed bisa internet koran dan lain sebagainya supaya tertarik dan mengetahui isi dari museum ini

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Bapak Asep Samsoedin

Hari, Tanggal : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana kesan anda saat berkunjung ke Museum?

I: Bagus dan nyaman dalam pemeliharaanya serta bisa mengetahui sejarah pesawat di Indonesia

P: Apakah Museum tersebut cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar terutama sejarah? Mengapa?

I: Bisa, karena didalam museum banyak sekali peninggalan sejarah tentang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari situ kita bisa mengambil sebagai sumber belajar sejarah.

P: Apakah koleksi-koleksi yang ada di Museum dapat memberikan manfaat sebagai sumber belajar, khususnya sejarah?

I: Bisa, khusunya anak anak tau kondisi pesawat dan perkembanganya dan koleksi didalamnya ada keterangannya

P: Bagaimana pendapat anda mengenai keberadaan Museum tersebut?

I: Cukup bagus mulai berkembang dan mulai ramai setelah diluar banyak pesawat

P: Menurut Anda, bagaimana cara yang seharusnya dilakukan pihak museum guna meningkatkan jumlah pengunjung?

I: Tetep memperbaiki lokasi ini memberi tukisan keterangan setiap pesawat yang ada diluar dan memasang di internet

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Bapak Dion

Waktu : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana kesan anda saat berkunjung ke Museum?

I: Bagus, mereka mengenang masa lalu tentang kedirgantarann pesawat jaman dulu yang ada di indonesia sehingga tidak penasaran

P: Apakah Museum tersebut cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar terutama sejarah? Mengapa?

I: Sangat cocok dari tk sampai kuliah, karena didalam banyak sumber belajar sejarah contohnya ada pesawat yang di bom di ambarawa dan itu bisa digunakan sebagai sumber belajar sejarah.

P: Apakah koleksi-koleksi yang ada di Museum dapat memberikan manfaat sebagai sumber belajar, khususnya sejarah?

I: Bermanfaat karena suatu sejarah juga kedirgantaran, selain sejarah kedirgantaraan juga merupakan sejarah TNI AU dan perintis dari TNI AU

P: Bagaimana pendapat anda mengenai keberadaan Museum tersebut?

I: Bagus fasilitas dan semua keadaan baik dan bagus, lokasi juga mudah dijangkau dan tempat parkir yang luas.

P: Menurut Anda, bagaimana cara yang seharusnya dilakukan pihak museum guna meningkatkan jumlah pengunjung?

I: Adanya suatu pemandu baik dari TK, SD, SMP, SMA supaya mereka bisa menambah wawasan baru, selain itu juga menambah promosi ke media sosial.

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Bapak Yuda Satria

Waktu : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana kesan anda saat berkunjung ke Museum?

I: Sangat bagus, selain bisa sebagai tempat rekreasi Museum Dirgantara Mandala ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran diluar kelas.

P: Apakah Museum tersebut cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar terutama sejarah? Mengapa?

I: Sangat cocok karena didalam museum itu terdapat koleksi banyak pesawat yang memiliki sejarah masing masing serta dengan museum ini kita dapat belajar mengenai kedirgantaraan di Indonesia

P: Apakah koleksi-koleksi yang ada di Museum dapat memberikan manfaat sebagai sumber belajar, khususnya sejarah?

I: Iya dapat, karena disini kita melihat banyak nilai perjuangan dan sisa melalui koleksi peninggalan sejarah yang telah diberikan oleh para pahlawan pendahulu kita.

P: Bagaimana pendapat anda mengenai keberadaan Museum tersebut?

I: Sangat bermanfaat sekali selain untuk media sumber sejarah juga bisa dijadikan salah sattu alternatif dalam berwisata

P: Menurut Anda, bagaimana cara yang seharusnya dilakukan pihak museum guna meningkatkan jumlah pengunjung?

I: Alangkah baiknya lebih lagi dalam mempromosikan ke dalam sosial media karena era sekarang sudah modern dan semoga museum ini semakin maju.

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Raras Ruming Melati

Waktu : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana kesan anda saat berkunjung ke Museum?

I: Senang, karena bisa menambah wawasan tentang kedirgantaraan

P: Apakah Museum tersebut cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar terutama sejarah? Mengapa?

I: Sangat sesuai sebagai sumber belajar sejarah, karena dapat mempelajari sejarah bangsa sendiri, terutama sejarah penerbangan atau kedirgantaraan, dan kemiliteran Indonesia

P: Apakah koleksi-koleksi yang ada di Museum dapat memberikan manfaat sebagai sumber belajar, khususnya sejarah?

I: Menurut saya, koleksi museum sangat bermanfaat sebagai sumber belajar sejarah karena di museum tersebut banyak pesawat yang digunakan oleh Indonesia untuk mempertahankan NKRI

P: Bagaimana pendapat anda mengenai keberadaan Museum tersebut?

I: Lokasi museum mudah dijangkau oleh kendaraan umum, apabila menggunakan kendaraan pribadi bisa dipermudah dengan adanya bantuan dari google maps yang diarahkan ke museum tersebut.

P: Menurut Anda, bagaimana cara yang seharusnya dilakukan pihak museum guna meningkatkan jumlah pengunjung?

I: Membuat kegiatan-kegiatan yang dapat diikuti oleh pengunjung dan meningkatkan promosi melalui media sosial

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Arlen Putri Pratiwi

Waktu : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana kesan anda saat berkunjung ke Museum?

I: Kesan pertama saat datang ke museum tentunya sangat menarik, karena akan ada hal baru yang akan dipelajari dan didapatkan disana, disatu sisi terkadang museum terlihat menyeramkan karena ada bagian dari museum yang gelap, lembab, dan kurang terawat

P: Apakah Museum tersebut cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar terutama sejarah? Mengapa?

I: Ya, karena kita bisa melihat barang-barang, foto tentang kejadian masa lalu secara langsung, kita tidak perlu membayangkan bagaimana kejadian atau apa saja yang ada saat kejadian itu dengan mendatangi museum bisa melihat gambaran secara nyata peristiwa sejarah yang pernah terjadi

P: Apakah koleksi-koleksi yang ada di Museum dapat memberikan manfaat sebagai sumber belajar, khususnya sejarah?

I: Tentu, karena dengan datang ke museum kita bisa melihat secara langsung gambaran tentang peristiwa sejarah, dan melihat langsung benda bersejarah yang tentu saja memiliki peranan berarti saat peristiwa bersejarah itu terjadi

P: Bagaimana pendapat anda mengenai keberadaan Museum tersebut?

I: Keberadaan museum sebenarnya sudah bagus, namun karena letaknya yang kurang strategis dan tidak di pinggir jalan utama serta kurangnya penunjuk arah ke museum membuat orang yang tidak berkepentingan tidak tahu letak museum tersebut

P: Menurut Anda, bagaimana cara yang seharusnya dilakukan pihak museum guna meningkatkan jumlah pengunjung?

WAWANCARA

Judul/Topik : Pemanfaatan Museum Dirgantara Mandala sebagai Sumber Belajar dan Destinasi Wisata

Nama Peneliti : Dandhy Satria

Informan : Bapak Dony Setyawan

Waktu : 13 Desember 2018

Keterangan P : Peneliti

I : Informan

P: Bagaimana kesan anda saat berkunjung ke Museum?

I: Bagus, di dalam museum tempatnya bersih dan nyaman serta pencahayaanya bagus

P: Apakah Museum tersebut cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar terutama sejarah? Mengapa?

Dokumen terkait