• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.3. Saran

Beberapa saran yang dapat dikemukakan peneliti berkaitan dengan hasil

penelitian ini antara lain:

1. Hasil penelitian menunjukkan inventory turnover dan total assets

turnover berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, jadi jika

perusahaan ingin meningkatkan laba operasi disarankan untuk

mengelola persediaan dan seluruh aktiva seefektif dan seefesien

mungkin.

2. Hasil koefisien determinansi pada model menunjukkan bahwa

kontribusi variabel bebas inventory turnover dan total assets turnover

hanya 35,9% menjelaskan nilai profitabilitas, maka bagi peneliti

selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian sejenis, dapat

menambahkan variabel bebas lain yang dapat dipakai untuk

memprediksi tingkat profitabilitas dan memperbanyak periode yang

digunakan dalam penelitiannya agar penelitian dapat lebih

digeneralisasi dan memberikan kesimpulan yang lebih baik.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1 Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (Hery, 2012:3).

Sedangkan menurut Brigham dan Houston (2001:36), laporan keuangan adalah beberapa lembar kertas yang bertuliskan angka-angka, tetapi sangat penting juga untuk memikirkan aktiva riil di balik angka-angka tersebut.

Tujuan khusus laporan keuangan menurut Hery (2012:3) adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengenai posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan lain dalam posisi keuangan. Sedangkan dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dijelaskan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2.1.2 Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan menurut Van Horne dan Wachowics (2012:154) adalah seni untuk mengubah data dari laporan keuangan ke informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan. Berdasarkan Hery (2012:17) terdapat tiga analisis laporan keuangan, yaitu :

1. Analisis laporan keuangan komparatif

Analisis laporan keuangan komparatif dilakukan dengan cara menelaah neraca, laporan laba rugi, atau laporan arus kas secara berurutan dari satu periode ke periode berikutnya. Analisis ini meliputi penelaahan atas perubahan saldo tiap-tiap akun dari tahun yang satu ke tahun berikutnya, atau selama beberapa tahun.

2. Analisis laporan keuangan common-size

Dalam laporan keuangan common-size, seluruh akun dinyatakan dalam persentase dan tidak ditunjukkan jumlah moneternya. Dalam analisis neraca, total aktiva atau total kewajiban ditambah total ekuitas dinyatakan sebagai 100 persen. Akun-akun yang ada dalam kelompok ini selanjutnya akan dinyatakan sebesar persentase tertentu dari total jumlah kelompok bersangkutan.

3. Analisis Rasio

Analisis rasio merupakan operasi aritmatika sederhana yang memerlukan interpretasi yang tidak mudah. Agar hasil perhitungan rasio menjadi bermakna, sebuah rasio sebaiknya mengacu pada hubungan ekonomis yang penting.

2.1.3 Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah salah satu untuk menilai kinerja dan

kondisi keuangan perusahaan (Sawir, 2009:6). Sedangkan menurut Van

Horne dan Wachowics (2012:190) rasio keuangan adalah alat yang

digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.

Menurut Van Horne dan Wachowics (2012:190) terdapat lima jenis

rasio dasar, yaitu:

1. Rasio likuiditas

2. Rasio utang (leverage)

3. Cakupan (coverage)

4. Rasio aktivitas

5. Rasio profitabilitas

2.1.4 Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas mengukur keefektifitasan perusahaan dalam mengelola aktivanya (Martono dan Harjito, 2001:56,59). Hal tersebut sejalan dengan pendapat Van Horne dan Wachowics (2012:172) bahwa rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan berbagai asetnya.

Terdapat tiga rasio aktivitas yang dapat digunakan,yaitu :

1. Total Assets Turnover 2. Inventory Turnover

3. Account Receivable Turnover 2.1.5 Aktiva

Menurut Niswonger, Fess dan Warren aktiva adalah harta yang dimiliki oleh perusahaan (1992:20). Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi termasuk juga pengeluaran –

pengeluaran yang belum dialokasikan (deffered charges) atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya (intangible assets) misalnya goodwill, hak patent, hak menerbitkan dan sebagainya (Munawir, 2000:14).

Pada dasarnya aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu :

1. Aktiva lancar 2. Aktiva tidak lancar

Menurut Munawir (2000:14) menyatakan aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumsi dalam periode berikutnya (paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal).

Menurut Munawir (2000:16) menyatakan bahwa aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan).

2.1.6 Total Assets Turnover

Perputaran total aset (total assets turnover) merupakan rasio yang

menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aset perusahaan

dalam menghasilkan volume penjualan tertentu (Syamsuddin, 2009:19).

Total assets turnover ratio diukur dari volume penjualan, artinya

rasio ini mengukur kemampuan seluruh aktiva yang dimiliki oleh

perusahaan untuk menciptakan penjualan, semakin tinggi rasio ini berarti

semakin baik. Apabila total assets turnover pada jumlah total aktiva

yang sama meningkat artinya penjualan meningkat, hal ini menunjukkan

semakin efisien pemanfaatan total aktiva untuk meningkatkan penjualan.

Total assets turnover ratio dapat dirumuskan sebagai berikut (Harahap,

2007:309):

2.1.7 Persediaan

Ikatan Akuntan Indonesia (2007:14.1) menyatakan bahwa

persediaan adalah aset yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha

normal, aset dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan, atau

dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan

dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Persediaan merupakan sejumlah barang atau bahan yang dimiliki

oleh suatu perusahaan yang tujuannya untuk dijual ataupun diolah

kembali (Sutrisno, 2000:103).

Persediaan dapat dibagi atas tiga jenis, yaitu bahan baku, barang

dalam proses dan barang jadi.

2.1.8 Inventory Turnover

Menurut Van Horne dan Wachowics (2012:191) inventory turnover mengukur berapa banyak persediaan berputar (dijual) selama tahun terkait, memberikan pandangan mengenai likuiditas persediaan dan kecenderungan kelebihan persediaan. Semakin banyak pergantian persediaan dalam satu periode akan semakin baik, karena banyaknya pergantian persediaan tersebut menunjukkan kualitas penjualan suatu perusahaan. Perputaran persediaan

(inventory turnover) mengukur berapa kali jumlah persediaan dijual dan diganti dalam satu periode.

Inventory Turnover dapat dirumuskan sebagai berikut (Harahap, 2007:308) :

Rata – rata persediaan dapat dihitung dengan rumus :

2.1.9 Rasio Profitabilitas

Menurut Van Horne dan Wachowics (2012:180) rasio profitabilitas adalah rasio yang menghubungkan laba dengan penjualan dan investasi. Sedangkan menurut Harahap (2007:304) rasio profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya.

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dengan seluruh modal yang dipergunakan dalam suatu periode tertentu, dan untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah menggunakan modalnya secara produktif dan efesien atau belum, hal ini dilihat dengan menggunakan analisis profitabilitas (Munawir, 2000:165).

Berdasarkan Hery (2012:23) analisis profitabilitas terbagi atas :

Rasio yang digunakan untuk menilai kompensasi finansial atas penggunaan aktiva atau ekuitas terhadap laba.

2. Rasio kinerja operasi

Rasio yang digunakan untuk mengevaluasi marjin laba dari aktivitas operasi (penjualan).

3. Rasio pemanfaatan aktiva

Rasio yang digunakan untuk menilai efektifitas dan intensitas aktiva dalam menghasilkan penjualan, yang disebut juga sebagai perputaran.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rasio marjin laba kotor (gross profit margin) sebagai ukuran rasio profitabilitas. Gross profit margin merupakan bagian dari rasio kinerja operasi (Hery, 2012:24). Peneliti menggunakan rasio gross profit margin sebagai ukuran rasio profitabilitas karena peneliti ingin mendapatkan hasil yang menunjukkan pengaruh langsung terhadap penjualan tanpa adanya pengaruh dari faktor-faktor lain.

Gross profit margin merupakan persentase laba kotor dibandingkan dengan sales. Semakin besar gross profit margin semakin baik keadaan operasi perusahaan, karena hal ini menunjukkan bahwa harga pokok penjualan relatif lebih rendah dibandingkan dengan sales, demikian pula sebaliknya, semakin rendah gross profit margin semakin kurang baik operasi perusahaan (Syamsuddin, 2009:61).

Gross profit margin dapat dirumuskan (Hery, 2012:24) sebagai berikut:

2.2 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Peneliti Judul Variabel Kesimpulan

Ellys

(2009)

Pengaruh Perputaran

Persediaan Terhadap

Tingkat Profitabilitas

Perusahaan Pada

Perusahaan Otomotif yang

Terdaftar di Bursa Efek

Indonesia

Perputaran

Persediaan,

Rentabilitas

Ekonomi

perputaran

persediaan tidak

memiliki pengaruh

yang signifikan

terhadap

profitabilitas

Fitry

(2010)

Analisis Hubungan

Receivable Turnover Ratio,

Inventory Turnover Ratio,

dan Total Asset Turnover

Ratio dengan

Kemampulabaan

Perusahaan pada PTPN III

(Persero) Medan

Receivable

Turnover

Ratio,

Inventory

Turnover

Ratio, Total

Asset

Turnover

Ratio,

kemampula

baan

perusahaan

inventory turnover

ratio tidak

berhubungan secara

signifikan dengan

Return on

Investment (ROI),

total asset turnover

ratio tidak

berhubungan secara

signifikan dengan

Return on

Investment (ROI)

Hotma

(2011)

Analisis Hubungan

Perputaran Modal Kerja dan

Perputaran

Total Aktiva Terhadap

Return on Assets Pada

Perusahaan Kosmetik dan

Barang Keperluan Rumah

Tangga yang Terdaftar di

Bursa Efek Indonesia

Perputaran

Modal

Kerja,

Perputaran

Total

Aktiva,

Return on

Assets

total assets

turnover tidak

berpengaruh

signifikan terhadap

return on assets

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2013

Adapun persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian–penelitian sebelumnya adalah:

Tabel 2.2

Persamaan dan perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu

Persamaan Perbedaan

 Variabel yang digunakan berdasarkan penelitian– penelitian sebelumnya yaitu Inventory Turnover, Total Assets Turnover dan Profitabilitas

 Jangka waktu penelitian 3 tahun dari tahun 2009 -2011.

 Pengukuran profitabilitas menggunakan Gross Profit Margin

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2013

2.3 Kerangka Konseptual

Dalam penelitian ini, dilakukan terhadap 2 (dua) variabel rasio aktivitas yang diduga berpengaruh terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun variabel rasio aktivitas yang diprediksikan berpengaruh terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur adalah Inventory Turnover dan Total Assets Turnover.

Berdasarkan uraian di atas, hubungan masing-masing variabel independen terhadap Profitabilitas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Hubungan Inventory Turnover terhadap Profitabilitas

Persediaan merupakan salah satu aset yang paling penting dalam kebanyakan bisnis, karena persediaan merupakan salah satu sumber utama untuk menciptakan pendapatan dan laba generasi berikutnya. Saat persediaan terjual maka perusahaan akan mendapat kas yang dapat digunakan untuk membeli persediaan kembali. Semakin cepat persediaan terjual maka akan semakin cepat pula perusahaan dapat membeli persediaan baru untuk dijual.

Tingkat inventory turnover yang tinggi menunjukkan persediaan telah berganti berulang kali, yang berarti persediaan telah banyak terjual, hal ini

berdampak terhadap perkembangan volume penjualan perusahaan. Semakin banyak persediaan terjual maka semakin besar pula volume penjualan, yang juga meningkatkan laba yang didapat, sehingga dengan memaksimalkan inventory turnover (perputaran persediaan) perusahaan dapat memaksimalkan laba yang diperoleh.

2. Hubungan Total Assets Turnover terhadap Profitabilitas

Aktiva digunakan oleh perusahaan dalam upaya memperoleh laba. Oleh sebab itu apabila perusahaan dapat memanfaatkan aktiva secara maksimal maka perusahaan dapat memperoleh laba yang maksimal. Total assets turnover digunakan untuk mengukur efektifitas penggunaan seluruh aktiva perusahaan untuk menghasilkan penjualan. Semakin tinggi tingkat Total assets turnover berarti semakin efektif penggunaan seluruh aktiva untuk menghasilkan penjualan, sehingga laba yang didapat pun semakin maksimal.

Gambar 2.1

Model Analisis Pengaruh Inventory Turnover dan Total Assets Turnover Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar

di Bursa Efek Indonesia

H1

H2

H3

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2013

Berdasarkan model pada Gambar 2.1. tersebut menunjukkan bahwa variable independen terdiri dari Inventory Turnover (X1) dan Total Assets Turnover (X2) dan variable dependennya Profitabilitas (Y).

Inventory Turnover (X1)

Profitabilitas

(Y)

Total Assets Turnover (X2)

2.4 Hipotesis

Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 : Diduga bahwa variabel independen Inventory Turnover (X1) secara parsial

mempunyai pengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009- 2011.

H2 : Diduga bahwa variabel independen Total Assets Turnover (X2) secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009- 2011.

H3 : Diduga bahwa variabel-variabel independen Inventory Turnover (X1) dan Total Assets Turnover (X2) secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009- 2011.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mengelola sumber daya (input) untuk menghasilkan barang atau jasa (output) kepada pelanggan. Hampir semua perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu menghasilkan laba. Penting bagi perusahaan untuk memaksimalkan laba dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Untuk memaksimalkan laba perusahaan diperlukan kemampuan dalam mempergunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Efektif yang berarti perusahaan dapat mencapai tujuannya, sedangkan efisien berarti perusahaan tidak mengeluarkan biaya yang tidak berguna dalam mencapai tujuan. Efisiensi perusahaan dapat dilihat dengan membandingkan laba yang dihasilkan perusahaan dengan modal yang digunakan untuk menghasilkannya.

Rasio aktivitas mengukur keefektifitasan perusahaan dalam mengelola aktivanya (Martono dan Harjito, 2001:56,59). Rasio aktivitas yang dapat digunakan diantaranya rasio perputaran persediaan (inventory turnover ratio), dan rasio perputaran total aktiva (total assets turnover ratio).

Persediaan adalah barang dagang yang disimpan untuk dijual dalam operasi normal perusahaan, dan bahan yang terdapat dalam proses produksi atau yang disimpan untuk tujuan itu (Niswonger, Fess dan Warren, 1992:388). Memiliki jumlah persediaan yang tinggi untuk jangka waktu yang lama biasanya tidak baik untuk

bisnis karena akan menyebabkan perusahaan perlu mengeluarkan biaya penyimpanan, usang dan kerusakan. Namun, memiliki persediaan terlalu sedikit juga tidak baik, karena dapat menyebabkan resiko kehilangan penjualan yang potensial.

Keefesiensian persediaan dapat dilihat dari berapa kali persediaan diganti dalam satu periode. Inventory turnover menunjukkan kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam suatu periode tertentu, atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock (Riyanto, 2008:334)

Perputaran total aset (total assets turnover) merupakan rasio yang menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aset perusahaan dalam menghasilkan volume penjualan tertentu (Syamsuddin, 2009:19). Total assets turnover yang cepat berarti seluruh aktiva perusahaan dimanfaatkan secara efisien dalam menghasilkan penjualan untuk meraih laba. Jumlah aktiva yang sama dapat menghasilkan laba yang lebih besar dengan meningkatkan total assets turnover.

Rasio profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya (Harahap, 2007:304). Rasio profitabilitas yang dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas salah satunya adalah gross profit margin.

Gross profit margin merupakan persentase laba kotor dibandingkan dengan penjualan. Semakin besar gross profit margin maka semakin baik keadaan operasi perusahaan, karena hal ini menunjukkan bahwa harga pokok penjualan relatif lebih rendah dibandingkan dengan penjualan, demikian pula sebaliknya, semakin rendah gross profit margin semakin kurang baik operasi perusahaan (Syamsuddin, 2009:61).

Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli bahan baku dan memprosesnya menjadi barang jadi yang kemudian dijual kepada pelanggan. Karena kegiatannya mencakup memproses bahan baku untuk dijadikan barang jadi untuk dijual, perusahaan manufaktur sangat erat kaitannya dengan perputaran persediaan (inventory turnover) dan perputaran total aset (total assets turnover) sebagai ukuran dalam pemanfaatan aktivanya.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti melakukan penelitian dengan judul

“Pengaruh Inventory Turnover dan Total Assets Turnover Terhadap

Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011”.

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dipaparkan, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :

1. Apakah variabel independen Inventory Turnover secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.

2. Apakah variabel independen Total Assets Turnover secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.

3. Apakah variabel-variabel independen Inventory Turnover dan Total Assets Turnover secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap

variabel dependen Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Bertolak pada latar belakang permasalahan diatas maka tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen Inventory Turnover secara parsial terhadap variabel dependen Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.

2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen Total Assets Turnover secara parsial terhadap variabel dependen Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.

3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel-variabel independen Inventory Turnover dan Total Assets Turnover secara bersama-sama terhadap variabel dependen Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.

1.4 MANFAAT PENELITIAN

1. Bagi Investor

Bagi investor, hasil dari penelitian ini dapat membantu mereka dalam menentukan apakah akan menjual, membeli, ataukah menahan saham yang mereka miliki berkenaan dengan prospek profitabilitas perusahaan.

2. Bagi Perusahaan

Sebagai informasi tambahan tentang pengaruh inventory turnover dan total assets turnover terhadap profitabilitas, yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk pengambilan keputusan di masa depan.

3. Bagi Peneliti dan Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti sendiri, penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan serta wawasan tentang pengaruh inventory turnover dan total assets turnover terhadap profitabilitas.

Bagi peneliti selanjutnya, hasil dari penelitian ini bisa dijadikan dasar dan juga bisa dikembangkan secara luas lagi dengan mengambil faktor-faktor lainnya yang berpengaruh terhadap profitabilitas.

ABSTRAK

PENGARUH INVENTORY TURNOVER DAN TOTAL ASSETS TURNOVER

TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah inventory turnover dan total

assets turnover berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap

profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia

periode 2009 sampai dengan 2011.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random

sampling dan diperoleh sampel sebanyak 30 perusahaan manufaktur. Data yang

digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel yang

dipublikasikan melalui situs www.idx.co.id. Adapun variabel yang berkaitan

dengan penelitian ini adalah inventory turnover dan total assets turnover sebagai

variabel bebas dan profitabilitas (gross profit margin) sebagai variabel terikat.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode

analisis statistik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan inventory

turnover dan total assets turnover berpengaruh secara signifikan terhadap

profitabilitas. Dan secara parsial, inventory turnover dan total assets turnover juga

berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.

ABSTRACT

THE IMPACT OF INVENTORY TURNOVER AND TOTAL ASSETS

TURNOVER TO PROFITABILITY OF THE MANUFACTURING

COMPANIES THAT LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE

The purpose of this research was to examine the impact of inventory

turnover and total assets turnover to profitability of the manufacturing companies

that listed in Indonesia Stock Exchange in 2009 until 2011 partially and

simultaneously.

Sampling method that used was simple random sampling and determines

30 companies as sample. Data that used in this research was financial statement

from each sample company, which was published through website www.idx.co.id.

As for variables in this research was inventory turnover and total assets turnover

as independent variable and profitability (gross profit margin) as dependent

variable. Research methodology that used was descriptive analysis method and

the method of statistical analysis.

The results of this research were confirmed that inventory turnover and

total assets turnover had significant influence to profitability simultaneously.

Examine partially, inventory turnover and total assets turnover had significant

influence to profitability.

Keywords : Inventory Turnover, Total Assets Turnover and Profitability.

SKRIPSI

PENGARUH INVENTORY TURNOVER DAN TOTAL ASSETS TURNOVER

TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

OLEH

Harris Aditya

090503196

PROGRAM STUDI STRATA-1 AKUNTANSI

DEPARTEMEN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Inventory

Turnover dan Total Assets Turnover Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan

Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya

saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau

diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks skripsi Program Reguler S-1

Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. Semua sumber data

dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas dan benar apa adanya.

Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar saya bersedia menerima

sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan, Juli 2013

Yang Membuat Pernyataan,

Harris Aditya

NIM : 090503196

ABSTRAK

PENGARUH INVENTORY TURNOVER DAN TOTAL ASSETS TURNOVER

TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah inventory turnover dan total

assets turnover berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap

profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia

periode 2009 sampai dengan 2011.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random

sampling dan diperoleh sampel sebanyak 30 perusahaan manufaktur. Data yang

digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel yang

dipublikasikan melalui situs www.idx.co.id. Adapun variabel yang berkaitan

dengan penelitian ini adalah inventory turnover dan total assets turnover sebagai

variabel bebas dan profitabilitas (gross profit margin) sebagai variabel terikat.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode

analisis statistik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan inventory

Dokumen terkait