BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Berdasarkan hasil wawancara serta membandingkan data dan fakta yang ditemukan dilapangan, maka penulis mencoba mengemukakan saran sebagai berikut :
1. Pengembangan koleksi dilakukan untuk menjaga agar pengunjung tidak merasa bosan dengan koleksi perpustakaan. Sebaiknya pihak perpustakaan keliling melakukan kerjasama dengan instansi lain untuk melakukan pengembangan terhadap koleksi perpustakaan.
2. Keterbatasan dana anggaran yang dimiliki perpustakaan dapat menghambat seluruh aktivitas yang dilakukan termasuk kegiatan pelayanan perpustakaan keliling. Sebaiknya dilakukan kerjasama dengan instansi yang lain untuk memperoleh dana dalam mendukung kegiatan perpustakaan.
3. Sistem pelayanan terbuka yang diterapkan oleh Perpustakaan Keliling Kabupaten Nias memiliki kelemahan khususnya terhadap keamanan koleksi perpustakaan. Sebaiknya dilakukan koordinasi terhadap pihak sekolah untuk memberikan pengarahan terhadap para siswa atau pengguna agar dapat menjaga kelestarian koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan keliling.
4. Jenis layanan yaitu peminjaman dan pengembalian yang dijalankan oleh Perpustakaan Keliling Kabupaten Nias sebaiknya terus dikembangkan lagi sehingga dimasa mendatang jenis layanan lainnya dapat dilakukan. Hal tersebut di anjurkan untuk menambah daya tarik
pengguna untuk melakukan banyak kegiatan di perpustakaan sehingga pelayanan dapat dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
5. Pemilihan tempat pelayanan perpustakaan keliling masih kurang efektif, sebaiknya perlu dilakukan evaluasi terhadap pemilihan tempat pelayanan sehingga tidak terjadi ketimpangan antara jumlah kunjungan yang diterima oleh masing-masing sekolah.
6. Waktu kunjungan perpustakaan dilakukan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu terhadap pihak sekolah yang akan dikunjungi, sebaiknya sebelum melakukan kunjungan, pihak perpustakaan keliling melakukan komunikasi terhadap pihak sekolah untuk menentukan waktu yang tepat bagi kunjugan perpustakaan keliling sehingga tidak mengganggu kegiatan yang berlangsung di sekolah tersebut.
7. Hambatan yang ditemukan dalam setiap pelayanan perpustakaan keliling sebaiknya dimasukkan ke dalam agenda setiap rapat yang dilakukan oleh pihak perpustakaan untuk dapat memperoleh solusi sehingga pelayanan dilakukan dengan lebih baik.
8. Publikasi yang jarang dilakukan dapat menimbulkan kebutaan informasi pengguna terhadap layanan perpustakaan keliling. Untuk itu sebaiknya dilakukan kerjasama dengan instansi lain untuk menyebarluaskan informasi mengenai perpustakaan keliling.
BAB II
KAJIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum merupakan lembaga yang didirikan oleh pemerintah untuk masyarakat umum dalam upaya menghimpun, menyimpan, mengoorganisir, memelihara dan melestarikan serta menyebarkan seluruh hasil budaya karya manusia yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan informasi dan pengetahuan masyarakat yang berada di wilayah perpustakaan umum tersebut.
Perpustakaan umum (public library) menurut Reitz (2004, 77) adalah “A library or library system that provides unrestricted access to library resources and services free of charge to all the resident of a given community, district, or geographic region, supported wholly or in part publics funds”. Pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa perpustakaan umum merupakan suatu perpustakaan atau sistem perpustakaan yang memberikan akses tidak terbatas terhadap sumber daya perpustakaan dan layanan gratis terhadap masyarakat di wilayah tertentu dengan dukungan penuh atau sebagian dari biaya pajak oleh masyarakat.
Sedangkan Sulistiyo-Basuki (1993, 46) menyatakan bahwa “perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani umum.”
Selain pendapat di atas Sutarno (2006, 38) menyatakan bahwa ”Perpustakaan umum adalah Perpustakaan yang didanai dari sumber yang berasal
dari masyarakat seperti pajak dan retribusi, yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk layanan”.
Dalam UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Bab I pasal (1) dinyatakan bahwa “perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, rasa, agama dan status sosial-ekonomi.”
Berdasarkan uraian di atas dapat diperoleh pemahaman bahwa perpustakaan umum adalah perpustakaan yang didirikan oleh pemerintah dengan akses yang tidak terbatas terhadap masyarakat dan sumber daya perpustakaan yang diselenggarakan secara penuh atau sebagian dari dana umum dengan tujuan untuk melayani masyarakat umum tanpa perbedaan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama dan status sosial-ekonomi.
2.1.1 Misi Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum memiliki misi menumbuhkan minat baca masyarakat yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi budaya baca bagi masyarakat yang berada di lingkungan sekitarnya.
Adapun misi perpustakaan umum menurut Santoso (2006, 160) adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan dan menguatkan kebiasaan membaca sejak usia dini. 2. Mendukung pelaksanaan bagi pendidikan formal maupun bagi
perorangan yang belajar mandiri.
3. Memberikan peluang bagi pemgembangan kreativitas perorangan. 4. Merangsang imajinasi serta kreativitas perorangan.
5. Mempromosikan warisan budaya, penghargaan atas seni penemuan ilmiah dan inovasi.
7. Membina dialog antar budaya dan mendukung keanekaragaman budaya.
8. Membantu budaya lisan.
9. Menjamin akses atas semua jenis informasi kemasyarakatan bagi semua warga.
10. Menyediakan cukup informasi bagi perusahaan, asosiasi dan kelompok pemerhati setempat.
11. Memberi kemudahan dalam pengembangan keterampilan akan ketidak butaan informasi dan komputer.
12. Membantu dan aktif dalam kegiatan pemberantasan buta huruf pada semua tingkatan umur, dan akan memulainya apabila diperlukan. Sedangkan dalam Manifesto Perpustakaan Umum Unesco 1994, misi utama perpustakaan umum yang dikaitkan dengan informasi, melek huruf, pendidikan dan kebudayaan ialah :
1. Menciptakan dan memperkuat kebiasaan membaca di kalangan anak-anak sejak usia dini
2. Menciptakan individual dan pendidikan swatindak dan pendidikan formal pada semua tingkat
3. Menyediakan kesempatan bagi pengembangan kreasi pribadi 4. Merangsang imajinasi dan kreativitas anak-anak dan kawula muda 5. Mempromosikan kesadaran akan warisan budaya, apresiasi seni,
keberhasilan ilmiah dan inovasi
6. Menyediakan akses untuk ungkapan kultural dari semua seni pertunjukan
7. Membina dialog antar-budaya dan menghormati keanekaragaman budaya
8. Menunjang tradisi lisan
9. Menjamin akses bagi warganegara pada semua informasi komunitas 10. Menyediakan jasa informasi yang cukup bagi perusahaan lokal,
asosiasi dan kelompok yang berkepentingan
11. Memfasilitasi pengembangan keterampilan literasi informasi dan melek komputer
12. Membantu dan ikut serta dalam aktivitas dan program literasi bagi semua kelompok umur dan memulai aktivitas tersebut bilamana perlu. Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa misi perpustakaan umum adalah memberikan dukungan untuk pendidikan secara mandiri dan imajinatif dalam mengembangkan potensi melalui kebiasaan membaca,
mempromosikan serta membina keberagaman budaya, menjamin akses serta kecukupan informasi dan membantu secara aktif terhadap pemberantasan buta huruf, buta informasi dan komputer.
2.1.2 Tujuan Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang terdidik, memiliki minat yang tinggi untuk menggunakan seluruh sumber daya perpustakaan yang disediakan untuk mengembangkan kemampuan diri dan memiliki daya saing yang tinggi.
Sulistyo–Basuki (1993, 48) merumuskan tujuan perpustakaan umum sebagai berikut :
1. Pendidikan, perpustakaan umum bertugas memelihara dan menyediakan sarana untuk pengembangan perorangan atau kelompok pada semua tingkat kemampuan pendidikan.
2. Informasi, perpustakaan menyediakan kemudahan bagi pemakai berupa akses yang cepat terhadap informasi yang tepat mengenai seluruh jutaan pengetahuan manusia.
3. Kebudayaan, perpustakaan merupakan pusat kehidupan kebudayaan dan secara aktif mempromosikan partisipasi dan apresiasi semua bentuk seni.
4. Rekreasi, perpustakaan memainkan peran penting dalam mendorong penggunaan secara aktif rekreasi dan waktu senggang dengan menyediakan bahan bacaan.
Sedangkan di dalam buku Pedoman Penyelengaraan Perpustakaan Umum (1992, 6) tujuan perpustakaan umum dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Tujuan umum perpustakaan adalah membina dan mengembangkan kebiasaan membaca dan belajar sebagai suatu proses yang berkesinambungan seumur hidup serta kesegaran jasmani dan rohani masyarakat yang berada dalam jangkauan layanannya, sehingga berkembang daya kreasi dan inovasinya bagi peningkatan martabat dan produktivitas setiap warga masyarakat secara menyeluruh dalam menunjang perkembangan nasional.
2. Tujuan fungsional perpustakaan umum adalah:
a. Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca khususnya, serta mendayagunakan budaya tulisan segala sektor kehidupan.
b. Mengembangkan kemampuan mencari, mengolah serta memanfaatkan informasi.
c. Menggigih masyarakat pada umumnya agar dapat memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat guna dan berhasil guna. d. Meletakkan dasar - dasar ke arah belajar mandiri.
e. Memupuk minat dan bakat masyarakat.
f. Menumbuhkan apresiasi terhadap pengalaman imajinatif.
g. Mengembangkan kemampuan masyarakat untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan atas tangguna jawab dan usaha sendiri dengan mengembangkan kemampuan membaca masyarakat.
h. Berpartisipasi aktif dalam menunjang pembangunan nasional dengan menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan dalam pembangunan sesuai dengan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
3. Tujuan operasional perpustakaan umum merupakan pernyataan formal yang terperinci tentang sasaran yang harus dicapai serta cara mencapainya, sehingga tujuan tersebut dapat dimonitor, diukur dan dievaluasi keberhasilannya.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa tujuan perpustakaan umum adalah membina dan mengembangkan masyarakat dalam bidang pendidikan, informasi, rekreasi serta kebudayaan membaca untuk belajar menjadi masyarakat mandiri dan ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa.
2.1.3 Fungsi Perpustakaan Umum
Fungsi dari suatu perpustakaan selalu dihubungkan dengan jenis, misi dan tujuan perpustakaan. Dalam Standar Nasional Perpustakaan Umum Indonesia (SNI7495-2009) dinyatakan bahwa fungsi perpustakaan umum kabupaten/kota adalah:
1. Mengembangkan koleksi
2. Menghimpun koleksi muatan lokal 3. Mengorganisasi materi perpustakaan
4. Mendayagunakan koleksi
5. Menyelenggarakan pendidikan pengguna
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
7. Membantu penigkatan sumberdaya perpustakaan di wilayahnya. Sedangkan dalam buku Pedoman Perlengkapan Perpustakaan Umum (1992, 2) perpustakaan umum berfungsi sebagai pusat untuk:
1. Menyediakan bahan pendidikan (educating)
2. Menyediakan dan menyebarluaskan informasi (informatif)
3. Menyediakan bahan-bahan yang berfungsi rekreasi (rekreatif)
4. Menyediakan bahan yang berisi petunjuk, pedoman dan
bahan-bahan rujukan bagi anggota masyarakat (referensif)
5. Melestarikan bahan pustaka dan hasil budaya bangsa untuk dapat
dimanfaatkan masyarakat umum (dokumentatif)
6. Menyediakan layanan penelitian (riset kualitatif dan kuantitatif).
Berdasarkan hal tersebut di atas dapat diketahui bahwa fungsi dari perpustakaan umum adalah menghimpun dan melestarikan seluruh bahan pustaka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
2.1.4 Tugas Perpustakaan Umum
Sebagai salah satu fasilitas publik, perpustakaan umum mengemban tugas yang sangat banyak terutama dalam memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan dan informasi masyarakat.
Dalam buku Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (1999,6) tugas pokok perpustakaan umum adalah “Menyediakan, mengolah, memelihara dan mendayagunakan koleksi bahan pustaka, menyediakan sarana pemanfaatannya dan melayani masyarakat pengguna yang membutuhkan informasi dan bahan bacaan”.
Tugas pokok perpustakaan adalah menghimpun, menyediakan, mengolah, memelihara dan mendayagunakan semua koleksi bahan pustaka, menyediakan sarana pemanfaatannya dan melayani masyarakat pengguna yang membutuhkan informasi dan bahan bacaan. Masyarakat pengguna tersebut adalah sesuai dengan jenis perpustakaan, kebijakan penyelenggara, dan kelompok atau segmen pemakai/ pelanggannya. Tugas pokok itu dapat dijabarkan ke dalam beberapa rincian kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan melalui fungsi-fungsi yang lebih besifat teknis. Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa tugas perpustakaan umum adalah menghimpun, menyediakan, mengolah, memelihara, mengatur dan mendayagunakan semua koleksi bahan pustaka, menyediakan sarana pemanfaatannya serta melayani masyarakat penggunannya untuk kepentingan pendidikan, penerangan, penelitian, pelestarian suatu pengembangan kebudayaan dan rekreasi seluruh golongan masyarakat.
Perpustakaan keliling memiliki peran yang penting dalam melaksanakan misi, tujuan, fungsi serta tugas dari perpustakaan umum yang telah dipaparkan.Alasannya karena perpustakaan keliling merupakan bagian dari perpustakaan umum. Perpustakaan keliling bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tidak dapat menjangkau pelayanan yang diberikan perpustakaan umum.
2.2 Perpustakaan Keliling
Pentingnya peranan perpustakaan keliling mampu menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai kelemahan penyelenggaraan layanan perpustakaan umum di beberapa daerah pelosok di seluruh wilayah di Indonesia. Perpustakaan keliling merupakan salah satu perangkat penyelenggaraan pendidikan secara non formal yang berupaya ikut serta dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa sebagaimana telah di amanatkan oleh Undang-Undang Dasar RI tahun 1945.
Menurut Hardjoprakoso dalam buku Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Keliling (1992, 4), perpustakaan keliling adalah “perpustakaan yang bergerak dengan membawa bahan pustaka seperti buku dan lain-lain untuk melayani masyarakat dari suatu tempat ke tempat lain yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap (perpustakaan umum).”
Sedangkan pengertian perpustakaan keliling menurut Sulistyo-Basuki (1991, 48) adalah “bagian dari perpustakaan umum yang mendatangi atau mengunjungi pembacanya dengan menggunakan kendaraan, baik darat (mobil) maupun air (perahu).”
Dalam UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Bab VII pasal (22) dinyatakan bahwa “perpustakaan keliling menjadi bagian dari perpustakaan umum yang melaksanakan layanan perpustakaan bagi daerah yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap.”
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang membawa bahan pustaka berupa buku dan bahan pustaka lainnya dengan menggunakan kendaraan, baik darat maupun air yang bergerak mendatangi masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan dari perpustakaan menetap pada suatu tempat (perpustakaan umum).
Undang-undang yang mendasari pendirian perpustakaan keliling adalah Keputusan Presiden No.11 Tahun 1989, Tanggal 6 Maret 1989 tentang Tata Kerja Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dalam keputusan ini, khususnya pasal
3, ayat (c), dinyatakan bahwa “Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan pembinaan atas semua jenis perpustakaan. Baik perpustakaan instansi/ lembaga pemerintah ataupun swasta yang ada di pusat dan di daerah”. Selanjutnya Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 001/Org/9/1990 Tanggal 2 September 1990 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI. Dalam keputusan ini, khususnya BAB VII pasal 81, ayat (c) tentang Perpustakaan Daerah dinyatakan bahwa:
Perpustakaan Daerah mempunyai fungsi melaksanakan pembinaan dan pengembangan semua jenis perpustakaan, termasuk perpustakan keliling. Dalam pelayanan perpustakaan keliling mengunjungi pusat pemukiman masyarakat. Pada hakikatnya perpustakaan keliling merupakan usaha peningkatan perluasan pelayanan Perpustakaan Derah/ Perpustakaan Umum daerah tingkat II.
2.2.1 Tujuan Perpustakaan Keliling
Perpustakaan keliling memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang belum terjangkau oleh perpustakaan umum.
Dalam buku Panduan Perpustakaan Keliling (1999, 6) dinyatakan bahwa perpustakaan keliling mempunyai tujuan utama yaitu:
1. Memeratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai daerah terpencil dan belum/ tidak mungkin didirikan perpustakaan menetap.
2. Membantu perpustakaan umum dalam mengembangkan pendidikan informal kepada masyarakat.
3. Memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainnya kepada masyarakat.
4. Memperkenalkan jasa perpustakaan kepada masyarakat, sehingga tumbuh budaya untuk memanfaatkan jasa perpustakaan kepada masyarakat.
5. Meningkatkan minat baca dengan mengembangkan cinta buku pada masyarakat.
6. Mengadakan kerjasama dengan lembaga masyarakat sosial,pendidikan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kultural masyarakat.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa tujuan perpustakaan keliling adalah untuk memeratakan pelayanan informasi, membantu perpustakaan umum meningkatkan minat baca serta kemampuan masyarakat dengan memanfaatkan jasa perpustakaan.
2.2.2 Fungsi dan Tugas Perpustakaan Keliling
Salah satu fungsi dan tugas dari perpustakaan keliling adalah untuk mendukung perluasan layanan perpustakaan umum bagi masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan perpustakaan menetap di daerah pelosok.
Berikut ini merupakan beberapa fungsi dan tugas perpustakaan keliling yang tercantum di dalam buku Panduan Perpustakaan Keliling (1999, 5), diantaranya :
1. Melayani masyarakat yang belum terjangkau oleh pelayanan perpustakaan menetap, karena di lokasi tersebut belum dapat didirikan perpustakaan karena belum ada dana yang tersedia.
2. Melayani masyarakat yang oleh situasi dan kondisi tertentu tidak dapat datang atau mencapai perpustakaan menetap, misalnya karena sedang dirawat dirumah sakit, menjalani hukuman di LP, berada di panti asuhan atau di rumah jompo dan lain-lain.
3. Mempromosikan layanan perpustakaan kepada masyarakat yang belum pernah mengenal perpustakaan.
4. Memberikan pelayanan yang bersifat sementara sampai perpustakaan menetap dapat didirikan.
5. Sebagai sarana untuk membantu menemukan lokasi yang tepat bagi pelayanan perpustakaan menetap, atau perpustakaan umum yang berencana dibangun.
6. Sebagai jembatan antara Perpustakaan Umum Dati II dengan cabang-cabangnya (dalam hal ini perpustakaan keliling tidak langsung melayani masyarakat, tetapi melayani perpustakaan cabang).
7. Menggantikan fungsi perpustakaan menetap apabila karena situasi tertentu tidak memungkinkan didirikan perpustakaan menetap di tempat tersebut (misalnya penduduknya terlalu sedikit).
Sedangkan menurut Ali (2006, 108) fungsi dan tugas perpustakaan keliling adalah:
1. Melayani masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap, karena di lokasi tersebut belum terdapat gedung perpustakaan.
2. Melayani masyarakat yang oleh situasi dan kondisi tertentu tidak dapat datang atau tercapai perpustakaan menetap, misalnya karena sedang di rawat dirumah sakit, menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan, berada di panti asuhan atau rumah jompo dan lain sebagainya.
3. Mempromosikan layanan perpustakaan umum kepada masyarakat yang belum pernah mengenal perpustakaan.
4. Memberikan layanan yang bersifat sementara sampai di tempat tersebut didirikan gedung perpustakaan umum menetap.
5. Sebagai sarana untuk membantu menemukan lokasi yang tepat untuk membangun perpustakaan menetap, atau perpustakaan umum yang akan direncanakan untuk dibangun.
6. Menggantikan fungsi perpustakaan menetap apabila situasi tertentu memungkinkan didirikan perpustakaan menetap di tempat tersebut. 7. Melakukan tugas-tugas kepustakawan, seperti : mendata/ membuat
lokasi secara berkala, satu sampai dua bulan sekali, agar pengunjung tidak bosan dan membuat laporan kegiatan bulanan, tribulanan dan tahunan.
Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa perpustakaan keliling memiliki tugas dan fungsi untuk membantu melayani, mengenalkan layanan yang bersifat sementara atau menjadi sarana pengganti dari perpustakaan menetap bagi masyarakat di daerah pelosok yang tidak dapat menjangkau pelayanan perpustakaan menetap.
2.2.3 Jenis Perpustakaan Keliling
Karena luasnya jangkauan perpustakaan keliling, maka harus dilakukan upaya penyesuaian dengan kebutuhan dan keadaan medan yang dilalui oleh
layanan perpustakaan keliling. Sebagai mana dikemukakan dalam Pandun Perpustakaan Keliling (1999, 13), dapat dibedakan tiga jenis perpustakaan yakni :
1. Perpustakaan Keliling Darat, yaitu perpustakaan keliling yang dalam memberikan layanan mempergunakan layanan kendaraan beroda dua, beroda tiga, atau yang lazim dipakai adalah kendaraan beroda empat. 2. Perpustakaan Keliling Terapung (Floating Library), yaitu
perpustakaan keliling yang mempergunakan sarana kapal motor. Yang dilayani oleh perpustakaan ini adalah daerah yang dialiri sungai atau daerah pantai yang hanya mungkin dilayani dengan kendaraan yang dapat melalui air.
3. Perpustakaan Keliling Terbang (Air Library), yaitu sejenis perpustakaan keliling yang melayani daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau oleh kedua jenis perpustakaan keliling di atas. Jenis perpustakaan ini belum popular dan belum diselenggarakan di Indonesia.
Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa perpustakaan keliling dapat dibedakan atas tiga jenis yaitu perpustakaan keliling darat, laut dan terbang.
2.3 Koleksi Perpustakaan Keliling
Unsur terpenting yang dimiliki oleh perpustakaan adalah koleksi atau bahan pustaka. Tanpa adanya koleksi yang memadai, perpustakaan tidak dapat melakukan pelayanan terhadap pengguna.
Dalam buku Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Keliling (1999, 14) koleksi perpustakaan keliling dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu :
1. Bahan pustaka yang tercetak.
Yang termasuk kelompok ini antara lain adalah : buku, surat kabar, majalah, buletin, selebaran, pamflet. Khusus untuk buku dapat dikelompokkan kedalam buku sirkulasi, yaitu buku yang dipinjamkan kepada anggota perpustakaan untuk dibawa pulang, dan buku referensi, yaitu buku yang digunakan hanya diperpustakaan saja sebagai acuan, misalnya ensiklopedia, kamus, direktori, almanak, indeks, bibliografi, buku tahunan, buku pedoman/ panduan/ petunjuk, terbitan pemerintah/ organisasi/ lembaga.
Yang termasuk kedalam kelompok ini adalah antara lain adalah : slide, “filmstrip”, kaset-audio, kaset-video, dan film. Untuk perpustakaan keliling yang telah berkembang bahkan sudah memiliki bahan pustaka yang terekam dalam bentuk mikro (microform), seperti microfilm dan microfishe.
3. Bahan pustaka yang tidak tercetak dan tidak terekam.
Mengingat perpustakaan keliling melayani segala lapisan masyarakat termasuk melayani anak-anak, maka ada perpustakaan keliling yang menyediakan koleksi berupa: kumpulan mainan anak-anak, berbagai jenis batu-batuan, manik-manik, dan lain-lain. Koleksi ini dapat merupakan pusat sumber belajar yang bermanfaat bagi anak-anak yang tidak sempat belajar di rumah maupun disekolah.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas dalam buku Pedoman Penyelenggaran Perpustakaan Keliling (1999, 16) ditentukan bahwa “Perpustakaan Keliling yang baik minimal memiliki koleksi 2500 jilid atau 1000 judul. Koleksi perpustakaan setiap tahun diusahakan untuk ditambah agar pemakai tidak terasa bosan karena tidak ada judul-judul baru.”
Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa jenis koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan keliling adalah bahan pustaka tercetak, bahan pustaka terekam dan bahan pustaka yang tidak tercetak dan terekam. Sementara itu jumlah koleksi perpustakaan keliling minimal 2500 jilid atau 1000 judul.
2.3.1 Pengadaan Koleksi Perpustakaan Keliling
Pengadaan bahan koleksi perpustakaan merupakan salah kegiatan yang harus dilakukan untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengguna. Dalam buku Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan keliling (1992, 12) dinyatakan bahwa “pengadaan buku-buku untuk perpustakaan keliling dilakukan oleh perpustakaan daerah atau perpustakaan umum yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.” Sementara dalam buku Panduan Perpustakaan Keliling tahun 1999
disebutkan bahwa : “pengadaan koleksi perpustakaan keliling dilakukan oleh Perpustakaan Nasional Provinsi atau Perpustakaan umum Dati II. Koleksi perpustakaan keliling diolah dan disiapkan, sehingga semua koleksi sudah dalam keadaan siap layan.”
Dari uraian tersebut dapat dinyatakan bahwa kegiatan pengadaan koleksi bahan perpustakaan adalah bagian yang terpenting yang harus dilakukan.
2.3.2 Kriteria Pemilihan Koleksi Perpustakaan Keliling
Pemilihan koleksi perlu dilakukan oleh pihak perpustakaan agar dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Kebutuhan pengguna dapat terpenuhi apabila koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Di dalam buku Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Keliling (1992,