• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.2 Saran

Melalui skripsi ini penulis berharap agar pembaca lebih mengetahui tentang karya satra, khususnya tentang analisis sastra yang berhubungan dengan pragmatik sastra. Karena semakin banyak kita mengetahui tentang menganalisis suatu karya sastra maka pengetahuan tentang karya satra pun akan semakin luas.

Melalui skripsi ini, penulis juga berharap agar pembaca semakin mempunyai minat untuk membaca karya-karya sastra, seperti Novel. karena novel merupakan salah satu karya sastra yang menarik untuk dibaca karena cerita dalam novel dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan membuat kita semakin penasaran karena cerita yang disajikan. Karena dengan membaca novel kita dapat terhibur dan juga dapat memperoleh nilai-nilai pragmatif yang berguna bagi pembaca dalam menjalani kehidupannya sehari-hari sekalipun pembaca belum mengalami seccara langsung.

Salah satu novel yang berguna bagi penulis ataupun pembaca adalah novel

“Samurai Kazegatana” karya Ichirou Yukiyama. karena di dalam novel ini banyak terkandung nilai-nilai positif yang sangat berguna bagi penulis dan pembaca, sehingga novel ini dapat diteliti dengan pendekatan pragmatik. Selain pendekatan pragmatik novel “Samurai Kazegatana” karya Ichirou Yukiyama ini juga sangat menarik apabila diteliti dengan menggunakan pendekatan lain, salah satunya adalah pendekatan sosiologis. Karena novel ini menceritakan tentang mantan samurai yang jatuh miskin dan dililit banyak hutang pada Zaman Edo.

Sehingga para mantan samurai tersebut harus mencari jalan yang lain untuk menghidupi dirinya sendiri. Para mantan samurai tersebut bekerja dan mengabdi kepada saudagar kaya yang sanggup memenuhi kebutuhannya serta meninggalkan Tokugawa. Hal ini lah yang membuat Novel “Samurai Kazegatana” karya Ichirou Yukiyama juga akan menarik jika diteliti dengan menggunakan pendektan sosiologis.

DAFTAR PUSTAKA Aceng, Hasani. 2005. Ihwal Menulis. Banten: Untirta Press.

Aminuddin. 2000. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: MedPress

Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra, cet.2. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Jabrohim (Ed.). 2012. Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nazir, Muhammad. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nursisto. 2000. Kiat Menggali Kreativitas. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya Pradopo, Rachmad Djoko. 2005. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan

Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pranusa, Reynaldi. 2016. “Analisis Budaya Balas Budi Dalam Novel Samurai Kazegatana karya Ichirou Yukiyama Tinjauan Sosiologi Sastra ”. Padang:

Universitas Andalas

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudjiman, Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya Sudjiman, Panuti dan Aart Van Zoest. 1996. Serba-serbi Semiotika. Jakarta:

Gramedia.

Sugihastuti, 2007. Teori Apresiasi sastra. Jogjakarta: Pustaka Pelajar Suharianto, S. 1982. Berkenalan dengan Cipta Seni. Semarang: Mutiara

Permatawidya.

Sumardjo, Jacob & Saini K.M. 1997. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.

Suroto, 1989. Teori dan Bimbingan Apresiasi Sastra Indonesia untuk SMU.

Jakarta: Erlangga.

Suryanto, Alex dan Agus Haryanta. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Tangerang: Erlangga.

Tarigan, Henry Guntur. 1984. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa Wiyatmi.2006. Pengantar Kajian Sastra. Pustaka: Jogjakarta

Yukiyama, Ichirou. 2009. Samurai Kazegatana, Jakarta: Qanita

ABSTRAK

ANALISIS NILAI PRAGMATIK DALAM NOVEL “SAMURAI KAZEGATANA”

KARYA ICHIROU YUKIYAMA

Novel adalah karangan dalam bentuk prosa yang mengungkapkan tentang kehidupan sehari-hari para tokoh yang memungkinkan terlahirnya suatu konflik sehingga dapat mengubah kehidupan para tokoh. Setiap cuplikaan dalam novel, mampu memberikan hal-hal positif yang berguna bagi kehidupan penulis ataupun pembaca. Salah satu novel yang mengandung nilai positif adalah novel “Samurai Kazegatana” karya Ichirou Yukiyama. Novel ini merupakan novel yang menceritakan tentang hubungan antara atasan (saudagar) dengan bawahan (mantan samurai) yang membentuk kelompok Kazegatana dalam menumpas para perampok Chigatana.

Novel “Samurai Kazegatana” karya Ichirou Yukiyama ini merupakan novel yang banyak digemari dikalangan pemuda di Jepang dan di Indonesia. Sehingga penulis tertarik untuk membaca novel ini. Setelah penulis membaca dan menganalisis novel tersebut, penulis menemukan hal-hal positif yang berguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari penulis, Hal-hal positif tersebut adalah nilai pembelajaran yang bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Si pengarang dalam novel ini mencoba untuk mengungkapkan sisi kehidupan samurai pada Zaman Edo, yang kesulitan dalam perekonomian sehingga para samurai akhirnya banyak yang keluar dari Pemerintahan Tokugawa. Para mantan samurai tersebut lebih memilih untuk berbakti kepada saudagar dan mantan samurai yang lainnya memilih untuk manjadi perampok.

Sehingga kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh Saudagar Akazawa untuk menumpas

para perampok Chigatana yang juga merupakan mantan samurai. Sehingga Saudagar Akazawa membentuk kelompok bernama Kazegatana yang beranggotakan beberapa mantan samurai untuk menumpas para perampok Chigatana. Dari pembentukan kelompok samurai Kazegatana ini terlihat adanya hubungan antara saudagar kaya dengan para mantan samurai di Zaman Edo. Dalam hubungan ini khususnya para mantan samurai tetap memegang teguh prinsip-prinsip samurai yang dimiliki sewaktu dipimpin oleh Tokugawa. Hubungan antara atasan (saudagar) dan bawahan (mantan samurai) inilah yang menurut penulis memiliki nilai-nilai pragmatik yang sangat berguna bagi penulis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari penulis.

1) Nilai-nilai pragmatik yang terkandung dalam Novel “Samurai Kazegatana”

karya Ichirou Yukiyama yang bermanfaat bagi penulis diantaranya adalah:Bagaimana memperlakukan bawahan dengan selayaknya serta memperhatikan dan mengayomi bawahan, agar hubungan antara atasan dan bawahan menjadi lebih harmonis.

2) Bagaimana memperlakukan bawahan serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan bawahan layaknya keluarga, sehingga hubungan atasan dengan bawahan tersebut tidak menjadi jauh dan kaku.

3) Untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak disukai dan mengalahkan keras kepala dan rasa egois demi menyenangkan hati orang-orang disekitar.

4) Untuk menanamkan rasa kepercayaan dan menghilangkan rasa curiga terhadap rekan kerja serta supaya saling percaya satu dengan yang lain untuk membangun hubungan kerja sama yang lebih baik antara atasan dan

bawahan ataupun antara sesama rekan kerja.

5) Untuk menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan mementingkan keselamatan bawahannya, sekalipun dalam kondisi dan keadaan apapun.

6) Mengajarkan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi kenyataan hidup dan tetap melanjutkan hidup sekalipun dengan bawahan dan orang-orang disekitar yang sudah pergi.

Sehingga nilai-nilai pragmatik dari poin-poin inilah yang akan diterapkan penulis dalam kehidupannya sehari-hari manakala penulis menjadi pemimpin dimasa yang akan datang.

ようし

じょうし

ごうとうしゅうだん

にちじょうせいかつ

4.

Dokumen terkait