1. Hasil pengujian parameter model Ordinary Least Square (OLS) dan
Geographically Weighted Regression (GWR) diperoleh bahwa faktor yang
berpengaruh signifikan terhadap kejadian balita gizi buruk di Kota Medan adalah diare.
2. Hasil uji kesesuaian model (goddness of fit) diperoleh bahwa model Ordinary Least Square (OLS) yang terbentuk adalah model yang fit untuk menjelaskan
kejadian balita gizi buruk di Kota Medan dengan nilai p < 0,001. Sedangkan model Geographically Weighted Regression (GWR) bukanlah model yang fit untuk menjelaskan kejadian balita gizi buruk di tiap kecamatan di Kota Medan dengan nilai p = 0,517.
6.2 Saran
1. Diharapkan kepada masyarakat untuk siaga dan acuh saat anak mengalami diare.
2. Diharapkan kepada petugas puskesmas dan posyandu untuk memberikan penyuluhan tentang diare, ciri-ciri anak mengalami diare, bahaya diare pada anak, cara pencegahan agar tidak terjadi diare dan pertolongan yang dapat diberikan apabila anak mengalami diare.
3. Pemodelan balita gizi buruk pada penelitian ini terbatas hanya pada beberapa aspek kesehatan saja. Kecilnya nilai R2 menunjukkan bahwa variabel lain diluar model cukup besar berpengaruh pada kejadian balita gizi buruk di Kota Medan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor yang
Universitas Sumatera Utara mungkin berpengaruh seperti BBLR, pemeriksaan Antenatal Care (ANC),
Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA
Ahira, A. 2013. Mengenal Gizi Seimbang. Diperoleh pada 14 Februari 2014, dari http://www.anneahira.com/gizi-seimbang.htm
Almatsier, S. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum.
Almatsier, S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum.
Anonim. 2011. Faktor Penyebab Gizi Buruk Pada Balita. Diperoleh pada 5 Juni 2013, dari http://alwaysnutritionist.blogspot.com/2012/02/faktor-penyebab-gizi-buruk-pada-balita.html
_______. 2013. Medan ‘Juara’ Kasus Gizi Buruk. Diperoleh pada 17 Februari 2014, dari http://www.starberita.com/index.php?option=com_content& view=article&id=90392:medan-juara-kasus-gizi-buruk&catid=37:meda n&Itemid457
_______. 2013. Program R dan Statistika. Diperoleh pada 7 Agustus 2014, dari http://dataflow-stat.blogspot.com/2013/06/program-r-dan-statistika.html Anselin, L. 1988. Spatial Econometrics: Methods and Models. Netherland:
Kluwer Academic Publisher.
________. 2003. An Introduction to Spatial Regression Analysis in R. Diperoleh pada 8 Februari 2014, dari http://geodacenter.asu.edu/drupal_files/ spdepintro.pdf
Ayu, S.D. 2008. Pengaruh Program Pendampingan Gizi Terhadap Pola Asuh, Kejadian Infeksi dan Status Gizi Balita Kurang Energi Protein. Tesis Magister Gizi Masyarakat UNDIP, Semarang.
Bappenas. 2010. Laporan Akhir Evaluasi Pelayanan Keluarga Berencana Bagi Masyarakat Miskin (Keluarga Prasejahtera/KPS dan Keluarga Sejahtera-I/KS-I. Jakarta: Direktorat Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kedeputian Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan.
BPS. 2013. Medan City In Figure 2013. Medan: Dinas Informasi Komunikasi & Pengolahan Data Elektronik Kota Medan.
Universitas Sumatera Utara Brundson, Fotheringham and Charlton. 1998. Geographically Weighted
Regression. UK: Blackwell Publishers Ltd.
Clark P.J and Evans F.C. 1954. Distance to Nearest Neighbour As A Measure of Spatial Relationship in Population. Diperoleh pada 17 Januari 2015 dari http://www.csun.edu/
Depkes RI. 2002. Pedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita. Jakarta: Depkes RI.
Depkes RI. 2006. Glosarium Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Depkes RI.
Desni, J.S. 2010. Hubungan Antara Tingkat Keparahan ISPA dengan Status Gizi Anak Balita di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Medan.
Dewi, N.A. 2012. Faktor-Faktor Risiko Kejadian Gizi Buruk pada Balita yang Dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. KTI Fakultas Kedokteran UNDIP, Semarang.
Didi. 2012. Software R dan Fitur-Fiturnya. Diperoleh pada 7 Agustus 2014, dari http://didi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13706/BabII.pdf Draper N.R and Smith H. 1992. Analisa Regresi Terapan, Second Edition. New
York: John Wiley & Sons, Inc.
Ernawati, A. 2006. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi, Higiene Sanitasi Lingkungan, Tingkat Konsumsi dan Infeksi dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Kabupaten Semarang. Tesis Magister Gizi Masyarakat UNDIP, Semarang.
Esri. 2013. Average Nearest Neighbour (Spatial Statistics). Diperoleh pada 16 Januari 2015, dari http://resources.arcgis.com/en/help/main/10.1/index. html#//005p00000008000000
Faiza, R. 2007. Faktor Risiko Kejadian Gizi Buruk pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Diperoleh pada 6 Februari 2015, dari http://www.google.com/url?sa= t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB 4QFjAA&url=http%3A%2F%2Frepository.ipb.ac.id%2Fbitstream%2F 123456789%2F52917%2F1%2FFaktor%2520resiko%2520kejadian%2
Universitas Sumatera Utara 520gizi%2520buruk%2520pada%2520anak%2520balita%2520%25281 2-59%2529.pdf&ei=zRIdVerCHJPX8gXD0YGIBQ&usg=AFQjCNHN MGCcZXPQtnDWJRSU7t_GuFFwwQ&bvm=bv.89744112,d.dGc Fotheringham, A.S. dkk. 2002. Geographically Weighted Regression: The
Analysis of Spatially Varying Relationships. Wiley, Chichester. Diperoleh pada 16 Januari 2015, dari http://www.google.com/url?sa =t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0C DgQFjAD&url=http%3A%2F%2Fcran.r-project.org%2Fweb%2Fpacka ges%2Fspgwr%2Fvignettes%2FGWR.pdf&ei=DgzwVOvzHcLuASS3 YHwBg&usg=AFQjCNGxFLGGUB0BWrsB8Pbk3wEvWhV8JA&sig 2=qbq4qHaZz17Kuj0wWngbdA&bvm=bv.87269000,d.c2E
Ghozali, I. 2008. Structural Equation Modeling. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Gibney, M.J. dkk. 2005. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Hadju, V. 1999. Penilaian Status Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar.
Hamzah A. 2000. Pola Asuh Anak pada Etnik Jawa Migran dan Etnik Mandar. Tesis Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar.
Hartati, Sri. 2003. Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Status Gizi Bayi 4-11 Bulan di Daerah Perkotaan dan Pedesaan Kabupaten
Temanggung. Diperoleh pada 4 Februari 2015, dari
http://www.fkm.undip.ac.id/data /index.php?action=4&idx=210
Hartono, A. 1997. Asuhan Nutrisi Rumah Sakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Hidayat, T.S. 2012. Perilaku Pemanfaatan Posyandu Hubungannya dengan Status Gizi dan Morbiditas Balita. Diperoleh pada 6 Februari 2015, dari http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/2702/6 16
Universitas Sumatera Utara Kemenag Sumut. 2014. Geografis Markaz Kecamatan Se-Provinsi Sumatera Utara. Diperoleh pada 5 Mei 2014, dari http://sumut.kemenag.go.id/ file/file/DataUrais/wmyp1328253161.pdf
Kemenkes RI. 2011. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi Kesehatan Ibu dan Anak.
_________. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Diperoleh pada 23 Februari 2014, dari http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Ris kesdas%202013.pdf
_________. 2014. Database Kesehatan Perkabupaten. Diperoleh pada17 Februari 2014, dari http://www.bankdata.depkes.go.id/propinsi/public/report/ Krisnansari, D. 2010. Nutrisi dan Gizi Buruk.Skripsi Fakultas Kedokteran dan
Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Kurniawati, M. 2014. Bagaimana Pengaruh Penyuluhan Tentang Asi Eksklusif
Terhadap Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kecamatan Batubrak Kabupaten Lampung Barat Tahun 2013. Diperoleh pada 5 Februari 2015, dari http://digilib.esaunggul. ac.id/public/UEU-Undergraduate-2280-BABI.pdf
Lestari, R.L. 2011. Pemodelan Kejadian Balita Gizi Buruk di Provinsi Jawa Timur dengan Pendekatan Geographically Weighted Regression. Tugas Akhir Jurusan Statistika FMIPA ITS, Surabaya.
Lingga, N.K. 2010. Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Balita di Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Medan.
Maulani, Atiya. 2013. Penggunaan Thoriqoh Mubasyiroh Terhadap Peningkatan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Arab. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UPI, Bandung.
Nawangsari, A.Y. 2011. Structural Equation Modelling Pada Perhitungan Indeks Kepuasan Pelanggan dengan Menggunakan Software AMOS. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY, Yogyakarta.
Pangastuti, D. 2011. Hubungan Tingkat Konsumsi Energi dan Tingkat Konsumsi Vitamin A dengan Status Gizi Anak Balita di Desa Wangandalem Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Diperoleh pada 6 Februari 2015, dari http://digilib.unimus.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jtpt uni mus-gdl-alfiyahgob-5974
Universitas Sumatera Utara Pemko Medan. 2012. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) Kota Medan T.A 2012. Medan: Pemerintah Kota Medan.
Rati, M. 2013. Aplikasi Model Regresi Spasial dalam Menganalisis Anak Tidak Bersekolah Usia di Bawah 15 Tahun di Kota Medan. Skripsi Jurusan Matematika FMIPA USU, Medan.
Rochmawati, L. 2009. Konsep Gizi Seimbang. Diperoleh pada14 Februari 2014, dari http://www.lusa.web.id/konsep-gizi-seimbang/
Rosari, A. 2013. Hubungan Diare dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Diperoleh pada 6 Februari 2015, dari http://portalgaruda.org/?ref=browse&mod=view article&article=135128
Suhartono. 2008. Analisis Data Statistik Dengan R. Surabaya: Lab Statistik Komputer.
Sulaeman, A. 2003. Mutu Gizi Produk Makanan dari Bahan Dasar Tepung Singkong dan Tepung Pisang yang Diperkaya dengan Tepung Ikan dan Tepung Tempe. Media Gizi Indonesia dan Keluarga.
Sumantri, S. 1994. Survei Kesehatan Rumah Tangga 1992: Keragaman dan Kecenderungan Sebab Kematian di Indonesia. Jakarta: Risalah Widyakarya Pangan dan Gizi V, LIPI.
Supariasa, dkk. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran. UNICEF. 1998. The State of The World’s Children. NewYork: UNICEF(Online).
Diperoleh pada 14 Agustus 2014, dari http://www.unicef.org/sowc98/ fs01. htm
Wahyuni, R.S. 2005. Hubungan Kelengkapan Imunisasi dan Pemberian Vitamin A dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Titi Rantai dan Kelurahan Babura Kecamatan Medan Baru. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Medan.
WHO. 2012. Global Health Observatory (GHO). Diperoleh pada 2 September 2014, dari http://www.who.int/gho/child_health/mortality/mortality_ under_five_ text/en/
Universitas Sumatera Utara Nilai Korelasi
Universitas Sumatera Utara Nilai VIF Model OLS Alternatif 1 Alternatif 2 Lampiran 4
Universitas Sumatera Utara Alternatif 3
Universitas Sumatera Utara Uji Asumsi Residual
*Uji Homogenitas
*Uji Independen
*Uji Normalitas
*Uji Linearitas Lampiran 5
Universitas Sumatera Utara Nilai Bandwidth Tiap Kecamatan
Universitas Sumatera Utara Matriks Pembobot Tiap Kecamatan di Kota Medan
W (u1,v1) = [1,000; 0,3126; 0,4230; 0,2522; 0,2748; 0,3079; 0,3184; 0,3400; 0,3686; 0,9184; 0,3605; 0,2945; 0,3202; 0,3159; 0,2343; 0,4217; 0,1875; 0,1682; 0,0855; 0,1316; 0,0572] W (u2,v2) = [0,1573; 1,000; 0,6079; 0,6169; 0,5596; 0,6866; 0,5307; 0,5060; 0,3989; 0,1782; 0,2253; 0,1982; 0,3678; 0,3491; 0,3654; 0,2849; 0,3391; 0,1529; 0,0513; 0,0886; 0,0271] ... W (u21,v21) = [0,1029; 0,0861; 0,1362; 0,1480; 0,1282; 0,1432; 0,1397; 0,1425; 0,0583; 0,1578; 0,1930; 0,1640; 0,1683; 0,1934; 0,1341; 0,1920; 0,3247; 0,6624; 0,4336; 0,0568; 1,000] Lampiran 7
Universitas Sumatera Utara Estimasi Parameter Model
Uji Goodness Of Fit Lampiran 8
Universitas Sumatera Utara Estimasi Parameter Model GWR
Thitung Lampiran 9
Universitas Sumatera Utara Estimasi R2 Model GWR Kecamatan R2 Medan Tuntungan 62,84% Medan Johor 64,71% Medan Amplas 63,67% Medan Denai 66,58% Medan Area 67,09% Medan Kota 66,19% Medan Maimun 66,97% Medan Polonia 66,89% Medan Baru 67,23% Medan Selayang 62,71% Medan Sunggal 68,51% Medan Helvetia 69,55% Medan Petisah 68,00% Medan Barat 68,18% Medan Timur 68,74% Medan Perjuangan 67,37% Medan Tembung 68,81% Medan Deli 71,67% Medan Labuhan 75,04% Medan Marelan 73,26% Medan Belawan 76,72% Lampiran 10