BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN
5.3. Saran
Saran dalam penelitian ini adalah:
5.3.1. Untuk siswa yang belum terbiasa menggunakan metode inkuiri
terbimbing, sebaiknya siswa perlu dibiasakan dilatih untuk bertanya, karena ketika siswa belum terbiasa untuk bertanya atau merumuskan masalah dalam tahap inkuiri, proses pembelajaran memakan waktu yang lama.
5.3.2. Percobaan tentang salah satu peristiwa pelapukan batuan secara kimia yang menggunakan cuka dan batu kapur dapat menimbulkan reaksi panas, sehingga diperlukan pendampingan untuk menjaga keselamatan siswa.
DAFTAR REFERENSI
A. Buku:
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Asrori, Mohammad. 2009. Psikologi Pembelajaran. Bandung: CV Wacana
Prima.
Azmiyawati, Choiril dkk. 2008. IPA 5 Salingtemas untuk Kelas V SD/MI.
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Azwar, Saifuddin. 2007. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Daryanto. 2011. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah Beserta contoh-contohnya. Yogyakarta: Gava Media.
Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia
(edisi 4). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri & Zain, Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rineka Cipta.
Fudyartanta, Ki RBS. 2002. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.
Jogjakarta: Global Pustaka Utama.
Hakiim, Lukmanul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Wacana
Prima.
Hanafiah, Nanang & Suhana, Cucu. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.
Hermana, Dodo. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Alam IPA Kelas 5
SD.Yogyakarta: Kanisius.
Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai
Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Kusumah, Wijaya & Dwitagama, Dedi. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan
Kelas. Jakarta: Indeks.
Masidjo. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.
Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2008. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
__________. 2007. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran
Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004 Pertanyaan & Jawaban. Jakarta: Grasindo. Ozdilek, Zehra & Bulunuz, Nermin. 2009. The Effect of a Guided Inquiry
Method on Pre-Service Teachers’ Science Teaching Self-Efficacy Beliefs.
Journal of Turkish Science Education, Volume 6, Issue 2.
Purbatin, Wiyan. 2010. EfektifitasPembelajaran IPA Tentang Sifat-sifat Cahaya melaluiMetode Inquiry Terbimbing Pada Siswa Kelas V SD Kanisius Kalasan Dalam Hal Pencapaian Hasil Belajar. Skripsi: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana.
__________. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Siregar, Syofian. 2010. Statistika Deskriptif untuk Penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Bandung:
Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Metode Penelitian Pendidikan .Bandung:
Remaja Rosdakarya.
___________. 2008. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.Bandung:
Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.
Tim-IAD-UI. 2001. Ilmu Alamiah Dasar. Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi, dan
Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.
Umiarso & Gojali, Imam. 2010. Manajemen Mutu Sekolah di Era Otonomi Pendidikan. Jogjakarta: IRCiSoD.
Uno, Hamzah B & Koni, Satria. 2012. Assessment Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Widyaningsih, Yuli. 2010. Efektivitas Pembelajaran IPA pada Materi Pokok
Proses Pembentukan Tanah karena Pelapukan pada Siswa Kelas V SD Kanisius Kitelan I melalui Metode Inkuiri Terbimbing dalam Hal Pencapaian Hasil Belajar. Skripsi: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.
Yamin, Martimis. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada
Press Jakarta.
Zubaidah, S., dan Chairuddin, Khasanah U. 2008. Penerapan Metode Inkuiri dan ReciprocalTeaching untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa
Kelas V MI Wahid Hasyim III Malang. Jurnal Sekolah Dasar, Nomor 2,
Tahun 17.
B. Sumber Internet:
Gambar model PTK Kemis & Mc Taggart
http://dc136.4shared.com/doc/jzgq694z/preview_html_bd45cc6.jpg (diakses pada tanggal 19 Desember 2012 pukul 19.00)
112
SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SD Negeri Plaosan 1
Mata Pelajaran : Ilmu PengetahuanAlam
Kelas/Semester : V/II
Waktu : 7 JP
Standar Kompetansi :7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
5.1Mendeskripsi kan proses pembentukan tanah karena pelapukan Pelapukan batuan Sub materi pokok: jenis-jenis batuan Pertemuan 1 - Siswa dan guru
bertanya jawab tentang jenis batuan yang ada disekitar
- Siswa didorong oleh
guru untuk merumuskan
pertanyaan dari jenis- jenis batuan yang ditunjukkan oleh guru, misalnya dengan pertanyaan
7.1.1 Menyebutkan tiga jenis batuan berdasarkan cara terbentuknya 7.1.2 Menyebutkan tiga contoh batuan
beku
7.1.3 Menyebutkan dua ciri batu obsidian
7.1.4 Menyebutkan tiga ciri batu granit 7.1.5 Menyebutkan tiga ciri batu basalt 7.1.6 Menyebutkan tiga ciri batu
apung
7.1.7 Menjelaskan kegunaan batuan beku
Tes Tertulis Terlampir 2 x 35’ Buku
sumber: ChoirilAz miyawati, dkk. 2008. IPA 5 Salingtema suntukkela s V SD/MI. Jakarta: Departeme nPendidika nNasional Lampiran 2
113 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
“Bagaimanakah warna dari batuan
tersebut?”
- Siswa merumuskan
jawaban sementara dari pertanyaan yang telah diajukan. - Siswa dibagikan LKS - Siswa mengamati batuan secara berkelompok - Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok - Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil (halaman: 98 – 108) Yousnelly, Putty dkk. 2010. IPA 5 Ilmu Pengetahu an Alam SD Kelas 5. Bogor: Yudhistira. (halaman: 125-136) Media/alat /bahan a. Media: KIT batuan
114 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
pengumpulan data
- Siswa dibimbing
dengan guru menyimpulkan pembelajaran tentang jenis-jenis batuan dan kegunaannya
Pertemuan 2 - Siswa dan guru
bertanya jawab tentang jenis batuan dan cirinya
- Siswa didorong oleh
guru untuk merumuskan
pertanyaan dari jenis- jenis batuan yang ditunjukkan oleh guru yaitu contoh batuan
7.1.8 Menjelaskan tiga jenis batuan berdasarkan cara terbentuknya 7.1.9 Menyebutkan tiga contoh batuan
endapan
7.1.10 Menyebutkan dua contoh batuan malihan
7.1.11 Menyebutkan dua ciri batuan endapan
7.1.12 Menyebutkan satu kegunaan batu kapur
7.1.13 Menyebutkan satu kegunaan
Tes Tertulis Terlampir 2 x 35’
b. Alat: Lup Media/alat /bahan c. Media: KIT batuan d. Alat: Lup
115 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
endapan dan batuan malihan, misalnya dengan pertanyaan
“Bagaimanakah
warna dari batuan tersebut?
- Siswa merumuskan
jawaban sementara dari pertanyaan yang telah diajukan. Kemudian guru menulis jawaban yang diajukan oleh siswa di papan tulis.
- Siswa dibagikan LKS - Siswa mengamati batuan secara berkelompok - Siswa mengerjakan batu sabak
7.1.14 Menyebutkan dua kegunaan batu marmer
116 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
LKS secara berkelompok
- Siswa membaca buku
tentang jenis batuan
- Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil pengumpulan data - Siswa berdiskusi dalam kelompok menyimpulkan hasil pengamatan - Siswa bersama dengan guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang jenis batuan endapan
117 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
dan malihan
Pertemuan 3
- Siswa melakukan
tanya jawab dengan guru. Guru
menunjukkan kepada siswa sebuah batu yang melapuk.
- Siswa didorong oleh
guru untuk bertanya mengenai peristiwa melapuknya batu yang ditunjukkan oleh guru. Siswa dipancing oleh guru untuk bertanya mengenai batu yang melapuk yang telah ditunjukkan oleh
7.1.15 Menjelaskan salah satu contoh proses pelapukan secara kimia 7.1.16 Menjelaskan salah satu contoh
proses pelapukan secara biologi 7.1.17Menjelaskan salah satu contoh proses pelapukan secara fisika 7.1.18 Mengerjakan soal evaluasi
Tes Tertulis Terlampir 3 x 35’ Media/alat
/bahan a. Media: Batu kapur, batu berlumut, batu padas b. Alat dan bahan: arang, korek api, cuka, minyak tanah, air es.
118 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
guru, misalnya dengan pertanyaan
“Disebut peristiwa apakah ini?” atau
dengan pertanyaan
“Apa yang
menyebabkan batu ini
melapuk?”
- Siswa didorong oleh
guru untuk mencari jawaban sementara dari pertanyaan yang telah diajukan oleh siswa.
- Siswa
mengemukakan jawaban sementara dari pertanyaan yang telah diajukan
119 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
sebelumnya.
- Siswa dibagikan LKS
- Siswa mengamati
salah satu proses pelapukan secara biologi, dengan melakukan pengamatan pada batu yang telah ditumbuhi oleh lumut
- Siswa melakukan
percobaan dengan bimbingan guru salah satu proses pelapukan secara kimia, yaitu dengan mengamati peristiwa yang terjadi pada batu kapur yang ditetesi oleh air cuka.
120 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
- Siswa melakukan
percobaan mengenai batu yang dibakar kemudian
dimasukkan kedalam air es.
- Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menguji hasil hipotesis, yaitu menjawab pertanyaan berdasarkan hasil pengumpulan data (pengamatan) atau percobaan yang telah dilakukan
- Siswa
mempresentasikan hasil kerja kelompok
121 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
Indikator Penilaian Alokasi waktu
Sumber Belajar Jenis Teknik Instrumen
dan menyimpulkan hasil pengamatan dan hasil percobaan - Siswa menyimpulkan proses pelapukan batuan Yogyakarta, 20 Maret 2013 Mengetahui,
Siklus I
Pertemuan 1
Satuan Pendidikan : SD Negeri Plaosan 1 Mata pelajaran : IPA
Kelas/Semester : V/ II
Hari/Tanggal : Selasa/26 Maret 2013 Waktu : 2 X 35 menit
A.Standar Kompetensi
Bumi dan Alam Semesta
7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam
B.Kompetensi Dasar
7.2 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan
C.Indikator
Menyebutkan tiga jenis batuan berdasarkan cara terbentuknya Menyebutkantiga contoh batuan beku
Menyebutkan dua ciri batu obsidian Menyebutkan tiga ciri batu granit Menyebutkan tiga ciri batu basalt Menyebutkan tiga ciri batu apung Menjelaskan kegunaan batuan beku
D.Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca buku siswa mampu menyebutkan tiga jenis batuan berdasarkan cara terbentuknya dengan benar.
Setelah membaca buku siswa mampu menyebutkan tiga contoh batuan beku dengan benar. Setelah mengamati batu siswa mampu meyebutkan dua ciri batu obsidian dengan tepat. Setelah mengamati batu siswa mampu menyebutkan tiga ciri batu granit dengan tepat. Setelah mengamati batu siswa mampu menyebutkan tiga ciri batu kali dengan tepat. Setelah mengamati batu siswa mampu menyebutkan tiga ciri batu apung dengan tepat. Setelah membaca buku siswa mampu menyebutkan kegunaan batuan beku dengan benar
Berdasarkan cara terbentuknya batuan dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku, endapan, dan malihan.
Contoh batuan beku adalah batu basalt, obsidian, granit, apung.
Ciri batu obsidian adalah berwarna hitam, mengilap seperti kaca, tidak berkristal.
Ciri batu granit adalah warna batuan putih, warna kristal putih dan hitam, ukuran kristalnya besar.
Ciri batu basalt adalah berwarna abu-abu gelap, ukuran kristal besar.
Ciri batu apung adalah berwarna putih kotor atau abu-abu muda, tidak berkristal, berongga, terapung di permukaan air.
F. Metode Pembelajaran Inkuiri terbimbing G.Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan awal a) Salam pembuka b) Doa c) Apersepsi
Guru bercerita bahwa disekitar kita terdapat banyak batuan. Guru bertanya kepada
siswa “Pernahkah anak-anak mengamati batuan yang ada di lingkungan sekitar?” d) Motivasi
Guru memotivasi siswa bahwa pada hari ini anak-anak akan belajar seperti seorang ilmuwan yang tugasnya untuk menyelidiki batuan yang ada disekitar kita
e) Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yaitu mengenal jenis-jenis batuan
2. Kegiatan inti
Eksplorasi
Orientasi
a. Guru membagi siswa menjadi lima kelompok, dengan menggunakan nama-nama
ilmuwan sebagai nama kelompok. Misalnya kelompok Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Alexander Graham Bell, Piere Curry, dan Michael Faraday
b. Siswa dan guru bertanya jawab tentang jenis batuan yang ada disekitar
Merumuskan Masalah
c. Siswa didorong oleh guru untuk merumuskan pertanyaan dari jenis-jenis batuan
yang ditunjukkan oleh guru, misalnya dengan pertanyaan “Bagaimanakah warna dari
batuan tersebut?”
d. Guru menuliskan semua pertanyaan yang ingin diketahui oleh siswa di papan tulis
Merumuskan Hipotesis
e. Siswa merumuskan jawaban sementara dari pertanyaan yang telah diajukan.
Kemudian guru menulis jawaban yang diajukan oleh siswa di papan tulis.
Elaborasi
Mengumpulkandata
f. Siswa dibagikan LKS
g. Siswa mengamati batuan secara berkelompok
h. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok
i. Siswa membaca buku paket tentang jenis-jenis batuan
Mengujihipotesis
j. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil pengumpulan data
Merumuskan kesimpulan
k. Siswa berdiskusi dalam kelompok menyimpulkan hasil pengamatan
l. Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok
3. Kegiatan akhir
Konfirmasi
m. Siswa dibimbing dengan guru menyimpulkan bahwa berdasarkan cara terbentuknya
batuan dibedakan menjadi tiga jenis yaitu batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan. Contoh batuan beku yaitu batu obsidian, granit, basalt, basalt, dan batu apung. Ciri-ciri dan kegunaan dari batu obsidian,granit, basalt, basalt, dan batu apung.
n. Guru memberi tugas siswa untuk mempelajari lagi materi yang telah diberikan
o. Siswa mengerjakan refleksi
H. Sumber Belajar
Buku Sumber:
Azmiyawati, Choiril dkk. 2008. IPA 5 Salingtemas untuk Kelas V SD/MI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. (Hal. 124-128)
Hermana, Dodo. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Alam IPA Kelas 5
Yudhistira.(Hal. 125-128) Media:
Batu basalt, obsidian, granit, apung, lup
I. Penilaian
Jenis penilaian : tes
Bentuk penilaian : LKS
Instrumen penilaian : LKS dan kunci jawaban (terlampir)
Skor soal : terlampir
Yogyakarta, 26 Maret 2013
Refleksi
1. Apakah saya sudah memahami materi tentang jenis-jenis batuan, ciri-ciri batuan, dan kegunaan dari batuan yang dipelajari pada hari ini?
... ...
2. Apabila saya belum memahami materi tentang jenis-jenis batuan,ciri-ciri batuan, dan kegunaan dari batuan, apa yang akan saya lakukan?
... ...
3. Apabila saya sudah memahami materi tentang jenis-jenis batuan, ciri-ciri batuan, dan kegunaan dari batuan, apa yang akan saya lakukan?
... ...
Nama : No. Absen :
Siklus I
Pertemuan II
Satuan Pendidikan : SD Negeri Plaosan 1 Mata pelajaran : IPA
Kelas/Semester : V/ II
Hari/Tanggal : Rabu/27 Maret 2013 Waktu : 2 X 35 menit
A. Standar Kompetensi
Bumi dan Alam Semesta
7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam
B. Kompetensi Dasar
7.2 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan
C. Indikator
Menjelaskan tiga jenis batuan berdasarkan cara terbentuknya Menyebutkan tiga contoh batuan endapan
Menyebutkan dua contoh batuan malihan Menyebutkan dua ciri batuan endapan Menyebutkan satu kegunaan batu kapur Menyebutkan satu kegunaan batu sabak Menyebutkan dua kegunaan batu marmer
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca buku siswa mampu menjelaskan tiga jenis batuan berdasarkan cara terbentuknya dengan benar.
Setelah mengamati batuan siswa mampu menyebutkan tiga contoh batuan endapan dengan benar.
Setelah mengamati batuan siswa mampu menyebutkan dua contoh batuan malihan dengan benar.
Setelah mengamati batuan siswa mampu menyebutkan dua ciri batuan endapan dengan benar.
Setelah membaca buku siswa mampu menyebutkan satu kegunaan batu kapur dengan benar.
benar.
Setelah membaca buku siswa mampu menyebutkan dua kegunaan batu marmer dengan benar.
E. Materi Ajar
Berdasarkan cara terbentuknya, ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, endapan, dan malihan. Batuan beku terbentuk karena proses pembekuan magma yang mengalir ke permukaan bumi. Batuan endapan adalah batuan yang terbentuk akibat proses pengendapan. Batuan malihan merupakan batuan beku dan endapan yang mengalami perubahan. Contoh batuan endapan adalah batu pasir, gamping, konglomerat.Contoh batuan malihan adalah batu sabak dan marmer.Batuan endapan memiliki ciri berbulir, berlapis, dan berfosil.Batu kapur dapat digunakan untuk bahan dasar pembuatan semen dan bahan bangunan.Batu sabak dapat digunakan sebagai alat tulis sebelum menggunakan kertas.Batu marmer dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan bahan kerajinan seperti meja dan hiasan dinding.Berdasarkan cara terbentuknya, batu sabak dan marmer dapat dikelompokkan kedalam batuan malihan. Batu pasir, kapur, konglomerat, pasir kuarsa dapat dikelompokkan ke dalam batuan endapan. Batu granit, basal, apung, dan obsidian dapat dikelompokkan ke dalam batuan beku.
F. Metode pembelajaran Inkuiri terbimbing G. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan awal a) Salam pembuka b) Doa c) Presensi d) Apersepsi
Guru mengulang pelajaran hari kemarin tentang jenis-jenis batuan.
e) Motivasi
Guru memotivasi siswa bahwa pada hari ini anak-anak akan belajar seperti seorang ilmuwan yang tugasnya untuk menyelidiki batuan seperti pertemuan hari kemarin
f) Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran tentang jenis-jenis batuan endapan
2. Kegiatan inti
Eksplorasi
Orientasi
a. Guru membagi siswa menjadi lima kelompok, dengan menggunakan nama-
nama ilmuwan sebagai nama kelompok. Misalnya kelompok Albert Einstein, Issac Newton, Thomas Alfa Edison, Jamess Watt dan Michael Faraday
b. Siswa dan guru bertanya jawab tentang jenis batuan dan cirinya
Merumuskan Masalah
c. Siswa didorong oleh guru untuk merumuskan pertanyaan dari jenis-jenis batuan yang ditunjukkan oleh guru yaitu contoh batuan endapan dan batuan
malihan, misalnya dengan pertanyaan “Bagaimanakah warna dari batuan
tersebut? atau “Bagaimanakah kekerasan dari batu tersebut?” atau dengan pertanyaan “Apakah semua batu memiliki tingkat kekerasan yang sama?” “Bagaimanakah permukaan dari batuan tersebut?”
d. Guru menuliskan semua pertanyaan yang ingin diketahui oleh siswa di papan
tulis.
Merumuskan Hipotesis
e. Siswa merumuskan jawaban sementara dari pertanyaan yang telah diajukan. Kemudian guru menulis jawaban yang diajukan oleh siswa di papan tulis.
Elaborasi
Mengumpulkandata
f. Siswa dibagikan LKS
g. Siswa mengamati batuan secara berkelompok
h. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok
i. Siswa membaca buku tentang jenis batuan
Mengujihipotesis
j. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil pengumpulan data
Merumuskan kesimpulan
k. Siswa berdiskusi dalam kelompok menyimpulkan hasil pengamatan
Konfirmasi
m. Siswa bersama dengan guru menyimpulkan bahwa contoh batuan endapan
yaitu batu pasir, gamping, konglomerat. Contoh dari batuan malihan yaitu batu sabak dan marmer. Ciri batuan endapan yaitu berbulir, berlapis dan berfosil. Batu kapur dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan semen. Batu sabak dapat digunakan sebagai alat tulis sebelum menggunakan kertas. Batu marmer digunakan sebagai hiasan dinding dan bahan kerajinan. Mengelompokkan tiga jenis batuan berdasarkan cara terbentuknya yaitu batu marmer dan sabak digolongkan ke dalam batuan malihan, batu pasir, kapur, konglomerat digolongkan ke dalam batuan endapan, sedangkan batu granit, basal, apung, dan obsidian di kelompokkan ke dalam batuan beku.
n. Guru memberikan tugas untuk mempelajari materi yang telah disampaikan
o. Siswa mengerjakan refleksi
H. Sumber Belajar
Buku Sumber:
Azmiyawati, Choiril dkk. 2008. IPA 5 Salingtemas untuk Kelas V SD/MI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. (Hal. 124-128)
Hermana, Dodo. 2009. Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Alam IPA Kelas 5
SD.Yogyakarta: Kanisius. (Hal. 159-163)
Yousnelly, Putty dkk. 2010. IPA 5 Ilmu Pengetahuan Alam SD Kelas 5. Bogor: Yudhistira.(Hal. 125-128)
Media:
Jenis penilaian : tes
Bentuk penilaian : LKS
Instrumen penilaian : LKS dan kunci jawaban (terlampir)
Skor soal : terlampir
Yogyakarta, 27 Maret 2013
Mengetahui,
Refleksi
4. Apakah saya sudah memahami materi tentang jenis-jenis batuan, ciri-ciri batuan, dan kegunaan batuan pada hari ini?
... ...
5. Apabila saya belum memahami materi tentang jenis-jenis batuan,ciri-ciri batuan, dan kegunaan dari batuan, apa yang akan saya lakukan?
... ...
6. Apabila saya sudah memahami materi tentang jenis-jenis batuan, ciri-ciri batuan, dan kegunaan dari batuan, apa yang akan saya lakukan?
... ...
Nama : No. Absen :
Siklus I
Pertemuan 3
Satuan Pendidikan : SD Negeri Plaosan 1 Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : V/ II
Hari/Tanggal : Selasa/ 13 April 2013 Waktu : 3 X 35 menit
A. Standar Kompetensi
Bumi dan Alam Semesta
7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam
B. Kompetensi Dasar
7.2 Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan
C. Indikator
Menjelaskan salah satu contoh proses pelapukan secara kimia Menjelaskan salah satu contoh proses pelapukan secara biologi Menjelaskan salah satu contoh proses pelapukan secara fisika Mengerjakan soal evaluasi
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan percobaan siswa mampu menjelaskan salah satu contoh proses pelapukan secara kimiadengan benar.
Setelah mengamati batu yang ditumbuhi oleh lumut siswa mampu menjelaskan salah satu contoh proses pelapukan secara biologi dengan benar.
Setelah melakukan percobaan siswa mampu menjelaskan salah satu contoh proses pelapukan secara fisika dengan benar.
Siswa mampu mengerjakan sembilan belas soal evaluasi dengan benar tanpa melihat buku.
E. Materi Ajar
Pelapukan kimia adalah pelapukan yang disebabkan oleh bahan kimia yang bersifat melapukkan.
Pelapukan biologi adalah pelapukan yang terjadi karena aktivitas tumbuhan, hewan, dan manusia.
suhu, air, dan angin.
F. Metode pembelajaran
Inkuiri terbimbing
G. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan awal (5 menit)
a) Salam pembuka
b) Doa
c) Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab tentang materi minggu lalu.
d) Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran tentang proses pelapukan batuan.
2. Kegiatan inti (55 menit)
Eksplorasi
Orientasi
a) Siswa dibagi menjadi lima kelompok seperti kelompok sebelumnya
b) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Guru menunjukkan kepada
siswa sebuah batu yang melapuk.
Merumuskan Masalah
c) Siswa didorong oleh guru untuk bertanya mengenai peristiwa melapuknya batu yang ditunjukkan oleh guru. Siswa dipancing oleh guru untuk bertanya mengenai batu yang melapuk yang telah ditunjukkan oleh guru, misalnya