BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, saran untuk pelaksana program kemitraan yaitu Pegadaian Kanwil IX adalah dalam pelaksanaan program kemitraan yang menggunakan metode pengembangan masyarakat bisa bermitra dengan lembaga lain dalam menjalankan program kemitraan agar sesuai dengan metode dan tujuan yang sudah ditetapkan agar mitra binaan mampu menangkap dan mencerna maksud besar dari tujuan program kemitraan melalui pengembagan masyarakat yang diiringi oleh pendampingan dalam menjalankan program kemitraan, yang mana program ini agar bisa diakses oleh masyarakat luas dengan baik dan tujuan yang bisa diterima oleh masyarakat luas. Maka dari itu bermitra dengan pihak lain bisa menjadi solusi mengurangi masalah SDM mengenai kertersediaan pendampingan untuk memenuhi unsur ketersediaan pendamping. Kemudian Pegadaian memberikan solusi kepada masyarakat mengenai persyaratan yang harus dipenuhi seperti SIUP dan sertifikat untuk masyarakat yang tidak memiliki syarat tersebut dan ingin bergabung dengan program kemitraan hal ini dimaksud untuk memberikan unsur keterjangkauan calon mitra binaan untuk bisa ikut dalam program kemitraan dan mampu di akses oleh semua masyarakat guna menciptakan maksud dan tujuan dari CSR itu sendiri.
97
Daftar Pustaka 1. Buku
Adi, Isbandi Rukminto. Pemberdayaan,Pengembanan Masyarkat dan Intervesi Komunitas,Jakarta: Fakultas Ekonomi UI,2001.
Arikunto, Suharsimi. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta:PT. Bumi Aksara,2008.
Arikunto, Suharsimi,Jabar, Cepi Syarifudi Abdul. Evaluasi Program Pendidikan, Jakarta:Bumi Aksara,2009.
Azheri, Busyra Corporate Social Responsibility: Dari Voluntary menjadi Mandatory. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2012.
Diah, Marwah M. Restrukturisasi BUMN Di Indonesia: Privatisasi Atau Korporatisasi, Jakarta: Literata Lintas Media, 2003.
Ghony, M. Djunaidi dan Almanshur, Fauzan.Metodelogi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Arr-Ruzz Media, 2012.
Harris, Herdiansyah.Metodelogi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial, cet. 3. Jakarta: Salemba Humanika, 2012.
Meleong, J Lexy. Metodelogi Penelitian Kualitatif, cet 28. Bandung:PT.Remaja Rosdakarya,2010.
Nursahid, Fajar. Tanggung Jawab Sosial BUMN: Model Kedermawanan Sosial PT Krakatau Steel, PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia, Depok: Piramedia, 2006
Pramuwito. Pengantar Ilmu Kejahteraan Sosial. Yogyakarta:Departeman Sosial R.I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial,1996.
Ruditio, Bambang dan Famiola, Melia. CSR (Corporate Social Resposibility). Bandung: Rekayasa Sains, 2013.
Saidi, Zaim.dkk. Membangun Kemandirian Berkarya, Potensi dan Pola kedermawanan Serta Penggalannya di Indonesia. Jakarta:PIRAC,2004.
Satyanugraha, Heru. Etika Bisnis Prinsip dan Aplikasi. Jakarta:LPFE Universitas Trisakti 2003.
Solihin, Ismail. Corporate Social Responsibility: From Charity to Sustainability. Jakarta: Salemba Empat, 2009.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D , cet 19. Bandung: Alfabeta, 2013.
________. Metode Penelitian Manajemen , Bandung: Alfabeta, 2014.
Suharto, Edi. CSR & Comdev: Investasi Kreatif Perusahaan Di Era Globalisasi. Bandung: Alfabeta, 2010.
__________. Pekerjaan Sosial di Dunia Industri Memperkuat CSR. Bandung:Alfabeta, 2009.
Sumodiningrat, Gunawan. 40 tahun CSR Astra Melangkah Maju Bersama Indonesia. Bogor: Sains Press, 2012.
Widjaya, Gunawan. Risiko Hukum & Bisnis Perusahaan Tanpa CSR.Jakarta:Forum Sahabat,2008.
Wirawan, Evaluasi Teori,Model,Standar,Aplikasi, dan Profesi ,Jakarta: Raja Grafindo,2011.
Yusuf, Farida. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi untuk Program Pendidikan dan Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
2. Skripsi
Fiqih Fauzi “Implementasi Corporate Social Reponsibility Pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia”,( Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,2015).h.33.
Muslikhah, Noviani. “Implementasi Corporatee Social Responsibility ( CSR) Melalui Program Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat PT Indocement Tuggal Prakarsa TBK Di Kabupaten Bogor” , Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,2014.
3. Jurnal
Maimunah Ismail,"Corporate Social Responsibility and its role in community development an Internasional Perspective.”, (Uluslararası Sosyal Aratırmalar Dergisi The Journal of International Social Research,2009),h.207.
Muhammad Tariq Khan, “Corporate Social Responsibility (CSR) - Definition, Concepts and Scope (A Review)”, (Department of Management Sciences University of Haripur, 2012) . h.43.
Richard E. Smith,” Corporate Social Responsibility: A Systems Approach For Socially Responsible Capitalism” (University of Pennsylvania,2011),h.1.
4. Undang-Undang
Undang-Undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 Undang-Undang Republik Indonesia No. 25 Tahun 2007 Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2003 Peraturan Menteri PER05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007
Mengamati segala sesuatu yang peneliti lihat dalam proses pengumpulan data penelitian:
1. Mengunjungi rumah mitra binaan program kemitraan. 2. Mengamati usaha mitra binaan program kemitraan
Hasil Observasi Ke Penerima Program Kemitraan (PK) Pegadaian Kanwil IX Informan: Bapak Tulus
Hari/Tanggal : Senin, 23 Mei 2016
Tempat : Kediaman Rumah Bapak Tulus
Pada hari Senin, tanggal 23 Mei 2016 Peneliti melakukan observasi dan wawancara ke salah satu penerima manfaat program kemitraan yang diberikan oleh PT.Pegadaian Kanwil IX. Dimana alamat rumah bapak Tulus beralamat di Jalan parung benying RT02/18 No.27,Serua ciputat Kota Tangsel. Pada awal kedatangan peneliti tidak tahu alamat yang tersebut dikarenakan kediaman bapak tulus berada didalam gang sempit yang dimana hal tersebut membingunkan peneliti dalam menemukan alamat tersebut. Tetapi ada salah satu tetangga bapak tulus yang memberikan informasi kepada peneliti mengenai lokasi tepatnya kediaman bapak Tulus. Kemudian peneliti sampai dikediaman bapak tulus dan peneliti mulai berbincangan dengan bapak tulus mengenai program kemitraan yang dimana bapak tulus menjadi penerima manfaat dari program tersebut. Ditemukan sebuah fakta dimana bapak tulus sudah
hanya disaat dia merasakan bahwasannya tempat usaha yang sedang dijalankan sedang membutuhkah modal untuk menjalankan usahanya. Usaha yang sedang dijalankan bapak Tulus adalah usaha sembako dan jual pakaian dimana kediaman rumah bapak tulus menjadi tempat usaha dengan begitu banyak sembako dan baju yang berada di kediaman bapak Tulus. Yang dimana bapak tulus memberikan informasi kepada peneliti bahwasannya syarat untuk mendapatkan program bantuan kemitraan dari pegadaian hanya diwajibkan memiliki usaha saja dan apabila tidak memiliki usaha maka pegadaian tidak akan memberikan bantuan kepada calon penerima manfaat tersebut dan apabila sudah memenuhi syarat seperti usaha maka mudah untuk mendapatkan bantuan dari program kemitraan, untuk tanggung jawab penerima manfaat kepada pegadaian bapak tulus sangat senang dengan suku bunga yang rendah membuat bapak tulus sudah menjadi mitra binaan sejak tahun 2004. Pada tahun 2015 bapak Tulus tercatat selaku mitra binaan dimana dana yang diberikan oleh Pegadaian kepada bapak tulus sebesar Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah). Dana tersebut diperuntukan untuk mengembangkan usaha bapak tulus karena memang tujuan awal dari program kemitraan pegadaian ini adalah untuk mampu mengembangkan usaha kecil agar mereka tetap mampu menjalankan usaha mereka.
Dari hasil observasi yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwasannya bapak Tulus sangat terbantu dengan program kemitraan
bunga yang rendah mempermudah untuk penerima manfaat. Kondisi usaha bapak tulus dilihat sangat ramai barang sembako dan pakaikan kemudian akses usaha bapak tulus juga berada disamping jalan gang rumah bapak tulus yang dimana itu mempermudah pembeli dalam membeli di tempat usaha bapak tulus.
Hasil Observasi Ke Penerima Program Kemitraan (PK) Pegadaian Kanwil IX
Informan : Ibu Sujana
Hari/Tanggal : Senin, 23 Mei 2016
Tempat : Kediaman Rumah Bapak Sujana
Pada hari Senin, tanggal 23 Mei 2016 Peneliti melakukan observasi dan wawancara ke salah satu penerima manfaat program kemitraan yang diberikan oleh PT.Pegadaian Kanwil IX yaituibu Sujana yang dimana beralamaat di Pondok Maharta Blok C13 No.35 RT01/011 Kelurahan Pondok Kacang Timur Kecamatan Pondok Aren Tangsel. Sama dengan penerima manfaat sebelumya yaitu bapak Tulus dimana ibu Sujana juga menjalankan usaha nya dalam sektor sembako yang dimana menurut keterangan usaha ini hanya melengkapi kebutuhan sehari hari saja dan membantu dalam proses pendanaan anak untuk pendidikan. Dan usaha sembako yang sekarang di geluti hanya bersifat pelengkap saja, karena
yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Dan awal mula bapak sujana ikut program kemitraan diketahui tahun pastinya dikarenakan pada saat ini ibu Sujana lupa untuk tepat tahun awal ikut program kemitraan ini tetapi dalam prosesnya ibu Sujana mengatakan bahwasannya sudah 2 kali mereka mengajukan pinjaman kepada pegadaian, alasan yang sama dikemukakan adalah mereka sangat dimudahkan dan suku bunga yang rendah menjadi alasan yang kuat untuk ibu Sujana mengikuti program kemitraan dari pegadaian.
Pada tahun 2015 bapak sujana tercatat meminjam dana bantun dari pegadaian sejumlah Rp.40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah) tetapi ada yang menarik dari angka tersebut, bapak sujana awalnya mengajukan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta) tetapi dalam proeses pencairan dana hanya didapatkan Rp.40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah) hal ini sempat megecewakan ibu Sujana dan tetapi pada akhirnya ibu Sujana menerima bantuan tersebut dengan nominal yang tidak sesuai dengan pengajuan. Rumah ibu Sujana menjadi sarana untuk menjalankan usaha sembako mereka yang dimana sebagian pintu depan dan samping digunakan untuk menaruh barang dagangan mereka yang membuat akses untuk masuk kedalam menurut peneliti kurang begitu nyaman. Dan dengan bantuan yang pegadaian berikan kepada ibu Sujana, usaha mereka semakin berkembang dan terlihat lebih lengkap segi kebutuhan untuk berusaha sembako dan penghasilan yang didapatkan juga mampu
mereka tidak bisa melengkapi kebutuhan usaha mereka dan banyak barang yang tidak lengkap di warung sembako mereka, tetapi dengan bantuan yang diberikan Pegadaian melalui program kemitraan dengan hasil obervasi yang peneliti lakukan hasil nya adalah dimana usaha ibu Sujana semakin lengkap dan barang yang dijual semakin bervariasi.
Awal mula ibu Sujana mengetahui program kemitraan dikarenakan tetangga dari ibu Sujana adalah pegawai dari Pegadaian yang dimana memudahkan ibu Sujana untuk memimjam bantuan dengan informasi awal yang diberikan oleh tetangganya yang bekerja di Pegadaian dan dilingkungan yang sama ada salah satu mitra binaan lagi yang ikut program kemitraan tetapi ibu Sujana tidak kenal dengan mitra binaan tersebut. Bisa disimpulkan dengan banyaknya warung sembako di lingkungan ibu Sujana, ibu Sujana mencoba untuk melengkapi barang dagangan dia dan hasilnya pada saat peneliti melakukan observasi banyak pembeli yang membeli dan barang yang diinginkan pembeli juga tersedia di warung ibu Sujana.
Informan : Ibu Ruslia Marbun
Hari/Tanggal : Selasa, 24 Mei 2016
Tempat : Kediaman Rumah Ibu Ruslia Marbun
Pada hari Selasa, tanggal 24 Mei 2016 Peneliti melakukan observasi dan wawancara ke salah satu penerima manfaat program kemitraan yang diberikan oleh PT.Pegadaian Kanwil IX yaitu Ibu Ruslia Marbun yang beralamat di jalan Danau Limbroto Raya no.74 Jalan Danau Limbroto no.74 RT05//31 Perumnas Karawaci. Peneliti mencoba melakukan observasi ke penerima manfaat ke 3 untuk melakukan wawancara lebih mendalam mengenai bantuan program kemitraan yang diberikan oleh Pegadaian. Dari segi tempat tinggal ibu Ruslia bisa dikatakan katagori orang mampu dengan rumah yang dimilikinya dan usaha dijalankan oleh ibu ruslia adalah agen ice cream campina yang dimana awalnya ibu ruslia memiliki 10 agen ice cream yang saat ini tersisa hanya 6 agen ice cream. Pada hari peneliti mendatangi agen ice cream yang dimiliki ibu Ruslia yang berada tepat di depan rumah ibu Ruslia. Dimana ibu ruslia menyewa satu rumah untuk menjadi lokasi agen ice creamnya. Proses penjualan ice cream ibu Ruslia dengan cara berkeliling dengan sepeda dan box ice cream, yang dimana bisa dikatakan usaha ibu Ruslia berjalan dengan sangat baik dan pada moment tertentu ibu Ruslia
kepada pegadaian dan pada tahun 2015 ibu Ruslia meminjam bantuan kepada Pegadaian.
Dana program kemitraan yang diberikan oleh Pegadaian juga sering digunakan untuk memenuhi stok usaha ibu Ruslia, seperti moment- moment menuju ramadhan dan lebaran ibu Ruslia dituntut untuk stok barang sehingga dana yang diberikan digunakan untuk stok barang dan bahkan terkadang dana tersebut untuk membukan cabang baru menurut penjelasan ibu ruslia. Obervasi yang peneliti lakukan ibu ruslia memiliki banyak karyawan yang setiap agen nya bisa 10 hingga 15 orang karyawan. Bisa dikatakan bahwasannya usaha ibu Ruslia sudah berjalan dengan baik dan sangat berkembang.
Ibu ruslia merupkan lulusan strata 1 akutansi disalah satu universitas dan dari latar belakang akutansi ini ibu Ruslia mencoba sangat teliti dalam bidang keungan usaha yang dia jalankan kemudian dengan suku bunga yang rendah dari Pegadain juga sangat masuk akal sehingga ibu Ruslia tidak berfikir panjang untuk menjadi mitra binaan pegadaian. Disimpulkan bahwasanya pegadaian sudah sangat membantu ibu ruslia dalam menjalankan usahanya dam mengembangkan usahaya dengan bantuan yang diberikan pada program kemitraan dari pegadaian kanwil IX dan dirasakan sangat bermanfaat bantuan tersebut.
Pertanyaan untuk pelaksana program kemitraan
Tahap Pengajuan
1.Apa saja yang menjadi syarat untuk mengajukannya bantuan?
2.Pada saat proses pengajuan apakah pelaksana tugas menawarkan masyarakat atau masyarakat yang datang sendiri ke pegadaian?
3.kemana masyarakat harus mengajukan bantuan calon mitra binaan? Tahap Analisa kelengkapan
1. Apa saja yang menjadi perhatian untuk kelengkapan?
2. Bagaimana jika kelengkapan persyaratan kurang? Apakah menghambat bantuan itu diberikan?
Tahap Survei lapangan
1. Apa saja yang di lihat dalam proses survei lapangan?
2. Apakah proses itu menyamakan dokumen yang sudah di analisa? 3. Siapa yang melakukan survei tersebut? Petugas pelaksana PK?
4.Apa yang di maksud dengan menginventarisasi dan meregister permohonan calon mitra binaan dari cabang masing masing? Bagaimana yang datang langsung ke kantor wilayah?
Tahap Analisa hasil survei
1. Apa saja yang di analisa setelah melakukan survei?
2. Apakah hasil survei menentukan berapa pinjaman yang diberikan?
3. Apakah hasil survei bisa membatalkan pengajuan mitra binaan? Kalau iya kenapa?
1. Bagaimana proses pencarian tersebut? 2. Dalam bentuk apa bantuan diberikan? Pelatihan
1. Apakah ada nya pelatihan untuk pelaksana pk dalam menjalankan kegiatan mitra binaan?
2.Kalau ada pelatihan berapa orang yang ikut dalam pelatihan tersebut? 3.Apakah pelatihan kepada pelaksana bantuan sudah terjadwal apa belum? Pendidikan
1. Apakah ada pendidikan untuk pelaksana pk?
2. Pendidikan apa yang diberikan kepada pelaksana pk untuk menjalankan program?
3. Apakah itu sebuah kewajiban yang harus di ikuti apabila ada kegiatan tsb? Promosi
1. Bagaimana pelaksana meningkatkan usaha mitra binaan?
2. Strategi apa yang di gunakan untuk meningkatkan atau mengurangi hal tersebut?
3.Bagaimana pegadaian melihat usaha yang ada saat ini?
Pertanyaan untuk mitra binaan Tahap Pengajuan
1. Apa syarat jika ingin mengajukan bantuan?
1. Apakah Anda merasa bahwasannya kelengkapan yang Anda penuhi sudah sesuai aturan?
2. Dan bagaimana Anda melihat syarat yang menjadi acuan untuk mendapatkan bantuan, sulit atau tidak?.
Tahap Survei lapangan
1. Apa saja yang dilakukan ketika survei oleh pihak pegadaian?
2.apakah yang survei orang yang sama ketika Anda pengajuan bantuan?
Tahap Analisa Hasil survei
1.Menurut anda apakah pada proses analisa hasil survei bisa menentukan bantuan yang akan diberikan kepada anda?
2.Mengapa hal ini bisa terjadi dalam proses analisa hasil survei? Tahap Pencarian dana
1. Berapa lama proses Anda mulai dari pengajuan hingga pencarian dana? 2. Dalam bentuk apa Anda mendapatkan bantuan?
Pelatihan
1. Selama Anda menjadi mitra binaan apakah Anda pernah ikut dalam pelatihan? 2. Dan pelatihan seperti apa jika Anda pernah ikut dalam pelatihan?
3. Apakah pelatihan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan? Pendidikan
1.Apakah Anda pernah ikut pendidikan mengenai manajemen usaha oleh pegadaian?
Promosi
1. Apakah pegadaian pernah memberikan fasilitas untuk memperkenalkan usaha Anda?
IX
Informan (Ketua Program PK) PT.Pegadaian (Persero) Kanwil IX Waktu dan Tempat : Kantor Wilayah Pegadaian IX Hari & Tanggal :07 Juni 2016
Identitas Informan
Nama : Dian Pujiastuti
Tempat/Tgl Lahir :Jakarta, 12 April 1969 Jenis Kelamin :Perempuan
Agama :Islam
Pendidikan :S1
Tahap Pengajuan
1.Apa saja yang menjadi syarat untuk mengajukannya bantuan?
Enggak bisa mas, syarat utama untuk mendapatkan bantuan PK itu Usaha mas kalau gak ada usaha tidak bisa mendapatkan bantuan dari kita, kemudian juga mereka harus memiliki pembukuan sederhana supaya kita memiliki gambaran di awal seperti apa, dan yang paling pasti juga proposal mas sama surat usaha dari pihak lingkungan, intinya sama saja mas kayak yang di SOP, dan ada karatker si calon penerima juga
2. Pada saat proses pengajuan apakah pelaksana tugas menawarkan masyarakat atau masyarakat yang datang sendiri ke pegadaian?
petugas mas yang menawarkan, karena kan Pegadaian juga memiliki program yang hampir sama ya mas nama nya itu kreasi, terkadang ada yang bisa di kreasi dan tidak bisa di PK, tapi karena kita fokusnya pemberdayaan yaa jadi kita lebih mendorong ke arah PK terutama yang ada disekitar kantor kita.
kanwil dan ke cabang juga bisa tetapi kalau memang ada yang ke kanwil kita limpahkan data nya ke cabang atau area terdekat biasnya mas,dan nanti analis yang di area yang akan mensurvei calon mitra binaan tersebut, jadi cabang hanya sisi administrasi dan kemudian area yang akan survei dan analisis. karena setiap cabang kita targetkan setahun untuk dana program kemitraan, karena kita sudah mengatur bahwasannya setiap Kantor Cabang dibatasi jumlah pengeluaran dana untuk Program Kemitraan (PK) dalam setahun targetnya itu sebesar Rp.60.000.000,00 (enam puluh juta)).dan selama ini jumlah yang sudah diatur tidak kekurangan dan itu cukup dan kita di kanwil IX memiliki 52 Cabang
Tahap Analisa kelengkapan
3. Apa saja yang menjadi perhatian untuk kelengkapan?
yang penting usaha nya ada kemudian di kuatkan dengan surat izin usaha,kemudian dari sisi pembukuan sederhana juga kita cek untuk gambaran pembukuan kita, dan syarat administrasi lainnya sih mas.
4. Bagaimana jika kelengkapan persyaratan kurang? Apakah menghambat bantuan itu diberikan?
Tidak sih mas tidak pernah kita batalkan atau menghambat, tapi kita lihat juga bagaimana kekuragannya contohnya saja misal ada surat persetujuan dari suami atau istri ya kurang itu masih kita berikan,tapi kalau untuk SIUP tidak ada kita tidak bisa bantu”
Tahap Survei lapangan
4. Apa saja yang di lihat dalam proses survei lapangan?
Yang sudah pasti usaha nya benar ada mas, dan terkadang juga kita menanyakan dengan masyarakat sekitar mengenai usaha kita dan melihat gambaran pendapatan dia, terkadang ada yang mengaku usaha tetapi kenyataan dilapangan tidak ada transaksi.
5. Apakah proses itu menyamakan dokumen yang sudah di analisa?
Iya benar mas untuk memastikan data dengan disaat pengajuan dan dipastikan melalui survei
jumlahnya saya ambil contoh di kebayoran lama itu analis nya jumlahnya 5 di bantu dengan pembantu satu orang satu, dan analis ini selalu dilapangan.
4.Apa yang di maksud dengan menginventarisasi dan meregister permohonan calon mitra binaan dari cabang masing masing? Bagaimana yang datang langsung ke kantor wilayah?
Kalau memang ke kanwil pasti kita teruskan ke cabang atau area asal calon mitra binaan tersebut, kemudian area dan cabang yang survei karena kita di kanwil tidak melakukan kegiatan survei.
Tahap Analisa hasil survei
1. Apa saja yang di analisa setelah melakukan survei?
Kroscek data mas dari pengajuan hingga survei kita cek semuanya, analisa mengenai pendapatan dia berapa dan kesanggupan pinjaman yang dia pinjam berapa karena nanti itungannya masuknya ke besarnya pinjaman itu.
2. Apakah hasil survei menentukan berapa pinjaman yang diberikan?
Menentukan mas kan kita sudah melalui proses yang panjang dan kroscek data mengenai calon mitra binaan, karena kan semuanya sudah ada hitung- hitungannya mas, takutnya misal kita selalu memberikan bantuan sesuai dengan pengajuan dan mitra binaan tidak sanggup untuk membayar itu jadi masalah lagi.
3. Apakah hasil survei bisa membatalkan pengajuan mitra binaan? Kalau iya kenapa?
Bisa ko mas, pernah ada di kita area kebayoran baru ternyata waktu di survei itu berkas limpahan itu dia awalnya kreasi dan ingin ke PK, dan analis nya akhirnya mengugurkan karena kita tidak ingin memakan program lainnya.
Tahap Pencairan
1. Bagaimana proses pencarian tersebut?
Kalau pengajuan hingga pencarian itu biasanya tergantung dengan analis itu sendiri cepat atau lambat, dan biasanya kalau sudah di survei dan sudah di setujui oleh area biasanya lewat hp atau email dana itu bisa cair kemudian dari situ kanwil yang mengeluarkan dana tersebut kerena sudah di dropping dari pusat sehari 75 juta, dan 75 juta itu di luar modal cabang tersebut yang 60 Juta targetnya, intinya mas kanwil yang mengeluarkan bantuan tersebut dan cabang komunikasi dengan kanwil apabila pengajuan bantuan PK.
2. Dalam bentuk apa bantuan diberikan?
Kalau memang cabangnya memiliki rekening kitra transfer ke cabang nanti cabang yang mencairkan, tapi karena ada beberapa cabang yang tidak memiliki rekening kita berikan cek dari sini dengan nama mitra binaan dan hanya bisa di cairkan oleh mitra binaan.
Pelatihan
1.Apakah ada nya pelatihan untuk pelaksana pk dalam menjalankan kegiatan