• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen HERBETH TARULI YOHANES MARPAUNG (Halaman 76-83)

5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.2. Saran

Perancangan suatu wilayah larang ambil (No-Take Area) dengan

menggunakan perangkat lunak Marxan membutuhkan masukan/input data yang dinamakan fitur konservasi dan fitur pemanfaatan/cost. Saran untuk penelitian selanjutnya diperlukan penambahan fitur konservasi yang lebih detail lagi seperti spesies-spesies yang dilindungi. Data oseanografi seperti arus dan pasang surut secara real time untuk melihat pengaruh kondisi ekologi yang terdapat pada wilayah larang ambil terhadap arus dan pasang surut. Pada satuan unit

perencanaan managament unit ID poligon dibagi berdasarkan data perbatasan administratif daerah juga diperlukan untuk memudahkan pengelolaan terhadap wilayah larang ambil tersebut.

62

DAFTAR PUSTAKA

Balai Taman Nasional Wakatobi. 2008. Rencana Pengelolaan Taman Nasional Wakatobi 1998-2003. Balai Taman Nasional Wakatobi. Jakarta.

Ball, I.R, dan Possinghamm, H.M. 2000. Marxan (v1. 8.2). Manual Book. New York.

Ball, I. R, dan Possingham, H. P. 2004. Marxan-A Resesrve System Tool http://ecology.uq.edu.aumarxan.htm [24 Maret 2011]

Barmawi, M., dan Darmawan, A. 2007. Tutorial Mrxan 1.8.2. dengan Arcview 3.3 dan CLUZ untuk Perencanaan Jejaring Kawasan Perlindungan Laut. The Nature Conservancy-Coral Triangle Center. Bogor.

Bengen, D. G. 2002. Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut serta Prinsip Pengelolaannya. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut-IPB.

Bogor.

Done T. J. dan R. E. Reichelt. 1998. Integrated coastal zone dan fisheries

ecosystem management: generic goals dan performance indices. Ecological Applications 8 (Supplement): S110-118.

Herdiana, Y., S. L. Campbell, dan A. Baird. 2008. Systematic Marine

Conservation Planning Towards a Representative Areas Networks in Aceh, Indonesia. Proceedings of the 11th International Coral Reef Symposium, Ft.

Lauderdale, Florida.

Loss, S. A. 2006. Exploration of Marxan Utility in Marine Protected Area Zoning.

[Tesis] University of Victoria. Melbourne.

Meerman, J. C. 2005. NPASP-Protected Areas System Assesment &

Analysis:MARXAN Analysis. Ministry of Natural Resources.

Peterborough. Ontario.

Mora, C., S. Andréfouët, M.J. Costello, C. Kranenburg, A. Rollo, J. Veron, K.J.

Gaston, and R.A. Myers. 2006. Coral Reefs and The Global Network of Marine Protected Areas. Science 312:1750-1751.

Mous, P. 2006. Guidelines and principles for spatial planning of Marine Protected Areas in Indonesia – MARXAN-supported network design and zoning.

Draft Report. The Nature Conservancy. Australia

Palumbi, S. R. 2003. Population Genetics, Demographic Connectivity, dan the Design of Marine Reserves. Ecological Applications. 13: S146-S158.

63

Purwadhi, S. H., Susanto, dan Hidayat. 1998. Sistem Informasi Geografis (SIG).

LAPAN. Jakarta.

P, Puntodewo., S. Dewi., dan J. Tarigan., 2003. Sistem Informasi Geografis Untuk Sumberdaya Alam. Center for International Foresty Research (CIFOR).

Bogor.

Roberts, C.M. dan J.P. Hawkins. 2000. Fully-protected marine reserves: a guide.

WWF Endangered Seas Campaign, 1250 24th Street, NW, Washington, DC 20037, USA dan Environment Department, University of York, York.

Salatalohi, A., A. Efendi., A. Budiyanto., A. Dendi., D. Zulfianita., J. Picasowu., N. Dhewani., Winardi., Yahmantoro. 2006. Studi Baseline Ekologi Di Kabupaten Wakatobi-Sulawesi Tenggara. Coral Reef Information dan Tranning Center (CRITC) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Jakarta.

Sihite, J., Darmawan, A., dan Subijanto, J. 2007. Marxan Untuk Perancangan Jejaring Wilayah larang ambil Di Wilayah Lesser Sunda (Bali, NTB, NTT, NTT, Tiomr Leste). Proceeding Geo-Marine Research Forum. Hal 373 – 384.

Shanks, A.L., Grantham, B.A. and M.H. Carr. 2003. Propagule Dispersal Distance and The Size And Spacing of Marine Reserves. Ecological Applications.

13(1 Supplement). S159-S169.

Wahyuni, S., Darjamuni, Litasari, L., Sutrisno., Krisnanti., R., Agus., S.B., Sunuddin, A., dan Triana, T. 2008. Panduan Pengelolaan Daerah

Perlindungan Laut/Area Perlindungan Laut (DPL/APL) Kepulauan Seribu.

Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Provinsi DKI Jakarta. Jakarta.

Wiyawan, B. 2007. Panduan Penyusunan Rencana Zonasi dan Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut. COREMAP. Jakarta.

64

LAMPIRAN

65

Lampiran 1. Tabel Skenario Wilayah Larang Ambil Satuan Unit Perencanaan Heksagon SkenarioFitur KonservasiFitur CostBLMIterationRun Fitur TargetSPFFitur Skor 1Terumbu karang30%100Perikanan tradisional11000100000010 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000 2Terumbu karang30%100Perikanan tradisional11000100000050 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000 3Terumbu karang30%100Perikanan tradisional110001000000100 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000 4Terumbu karang30%100Perikanan tradisional110001000000500 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000 5Terumbu karang30%100Perikanan tradisional1100010000001000 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000

Lampiran 2. Tabel Skenario Wilayah Larang Ambil Satuan Unit Perencanaan Managament Unit SkenarioFitur KonservasiFitur CostBLMIterationRun Fitur TargetSPFFitur Skor 1Terumbu karang30%100Perikanan tradisional11000100000010 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000 2Terumbu karang30%100Perikanan tradisional11000100000050 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000 3Terumbu karang30%100Perikanan tradisional110001000000100 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000 4Terumbu karang30%100Perikanan tradisional110001000000500 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000 5Terumbu karang30%100Perikanan tradisional1100010000001000 Padang Lamun30%100Rumput laut 410001000000 Mangrove30%100Sero510001000000 SPAGs 100%100Keramba jaring apung610001000000 Burung pantai 100%100Jaring angkat310001000000 Penyu bertelur 100%100Rumpon210001000000

67

Lampiran 3. Analysis Report Planning Unit Heksagon Analysis Report:

--> Hexagon Diameter = 1.24080648 Kilometers --> Hexagon Width = 1.07456993 Kilometers --> Hexagon Orientation = 0 Degrees

--> Hexagon Theme Extent = Intersecting the selected features of Park_border.shp

--- Hexagon Shape File saved to:

--> d:\heksagon\hexagons.shp

Hexagon Theme 'Hexagons.shp' added to View 'View1' --> Theme has 14,142 records...

--- Analysis Began: March 6, 3:03:26 PM Analysis Complete: March 6, 3:04:49 PM Time Elapsed: 1 minutes, 23 second

68

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Belawan, 11 Oktober 1987 dari ayah bernama St. Rusman Hery Marpaung dan ibu bernama Meryati Makmur br. Manurung. Penulis merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Pada tahun 2006 penulis menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah di SMA Swasta HKBP 2 Tarutung. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Ujian Seleksi Masuk IPB), dan tahun 2007 masuk di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,

Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan.

Selama proses perkuliahan penulis aktif dalam organisasi kemahasiswan baik yang bersifat internal kampus maupun eksternal kampus. Penulis berperan aktif didalam organisasi Fisheries Diving Club (FDC)-IPB, Komisi Persekutuan PMK-IPB, Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (HIMITEKA)-IPB, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bogor. Selain perkuliahan dan berorganisasi penulis juga aktif sebagai Asisten mata kuliah Metode Observasi Bawah Air selama 2 tahun.

Untuk menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Kelautan di Fakultasi Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, penulis menyusun skripsi dengan judul “Perbandingan Dua Planning Unit Berbeda (Heksagon dan Managament Unit) Perangkat Lunak Marxan Dalam Perancangan Wilayah Larang Ambil Taman Nasional Wakatobi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Dalam dokumen HERBETH TARULI YOHANES MARPAUNG (Halaman 76-83)

Dokumen terkait