• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

2. Saran

1. Pendidikan Keperawatan

Dalam pendidikan keperawatan perlu diberikan penekanan materi mengenai pola makan yang dikhususkan pada kebutuhan gizi remaja, sehingga perawat dapat memberikan informasi yang benar dan memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada remaja.

2. Pelayanan Keperawatan

Dalam pelayanan keperawatan komunitas perlu memberikan informasi yang lengkap mengenai pola makan pada remaja terutama bagi siswa (remaja) yang tinggal mandiri di kost atau terpisah dari keluarga sehingga diharapkan dapat merubah pola makan remaja menjadi pola mkan yang sehat dalam memenuhi kebutuhan gizinya.

3. Penelitian Keperawatan

Dalam penelitian ini, peneliti hanya meneliti hubungan pola makan dengan Indeks Massa Tubuh, sementara ada faktor lain yang dapat mempengaruhi Indeks Massa Tubuh. Disarankan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian

lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor lain seperti aktivitas fisik, faktor keturunan, dll.

4. Pihak Sekolah

Diharapkan kepada pihak sekolah untuk bekerja sama dengan unit pelayanan kesehatan untuk memberikan informasi dan melakukan pembinaan kepada siswa mengenai pola makan yang baik.

5. Orang tua dan siswa

Diharapkan peran orang tua dalam mengawasi dan mengontrol pola makan anaknya serta partisipasi dari siswa agar menerapkan pola makan yang baik.

Almatsier, S. (2005). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Centers for Disease Control (CDC). (2009). Body Mass Index. Diakses 20 Desember 2014, dari http://www.cdc.gov/obesity/downloads/BMIforPactitioners.pdf.

Centers for Disease Control (CDC). (2011). Body Mass Index. Diakses 20 Desember

2014, dari

http://www.cdc.gov/healthyweight/assessing/bmi/childrens_bmi/about_child rens_bmi.html.

Destyana, dkk. (2009). Hubungan Antara Indeks Masa Tubuh dengan Tekanan Darah dan Golongan Darah di Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur. Jurnal Keperawatan Volume 4 No.2.

Ginting, N. (2003). Hubungan Pengetahuan Gizi dengan Pola Makan pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan yang Kos di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kotamadya Medan Tahun 2002. Skripsi. Hasiana, R. (2013). Hubungan Pola Tidur dengan Indeks Massa Tubuh pada

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2010, 2011. Skripsi.

Hidayat, A. (2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika. Khairina, D. (2008). Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi

Berdasarkan IMT pada Pembantu Rumah Tangga (PRT) Wanita di Perumahan Duta Indah Bekasi Tahun 2008. Skripsi.

Kristina, D. (2010). Hubungan Kebiasaan Makan dan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kegemukan pada Pedagang Sayur di Lingkungan XIII Kelurahan Kwala Bekala Medan Tahun 2010. Skripsi.

Matondang, M. (2007). Status Gizi dan Pola Makan pada Anak Taman Kanak-Kanak di Yayasan Muslimat R.A Al-Ittihadiyah Medan Tahun 2007. Skripsi.

Matzo, Marianne. (2008). Diet and Weight Loss in Children. American Journal Nursing. Vol. 108 No. 3.

Muckelbauer et al. (2012). Promotion and Provision of Drinking Water in Schools for Overweight Prevention. Nutrition Today Journal.Vol. 45 No. 4S.

Mulia, A. (2010). Pengetahuan Gizi, Pola Makan dan Status Gizi Mahasiswa Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. Skripsi.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Nurachmah, E. (2001). Nutrisi dalam Keperawatan. Jakarta: Indomedika.

Okviani, W. (2011). Hubungan Pola Makan dengan Gastritis pada Mahasiswa S1 Keperawatan Program A FIKKES UPN“Veteran” Jakarta. Skripsi.

Rakhmawati, A. (2009). Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Usia Awal Andropause. Skripsi.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Diakses 22 November 2014, dari http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/rkd2013/Laporan_Riskesdas 2013.PDF.

Sari, D. (2012). Hubungan Pola Makan Siswa Obesitas Kelas XI dengan Aktivitas Fisik di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Skripsi.

Sediaoetama, A. (2006). Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta: Dian Rakyat.

Soekirman. (2000). Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Tarigan, S. (2013). Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dan Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja di SMA Santo Thomas 1 Medan. Skripsi.

Van Horn, L. et al. (2005). Children’s Adaptations to a Fat-Reduced Diet: The Dietary Intervention Study in Children (DISC). Pediatrics Journal. Vol. 115 No. 6.

Wate, et al. (2013). Adolescent Dietary Patterns in Fiji and Their Relationships with Standardized Body Mass Index. Diakses 28 Desember 2014, dari http://www.ijbnpa.org/content/10/1/45.

World Health Organization (WHO). (2010). BMI for Age 5 – 19 Years. Diakses 18

Desember 2014, dari

http://www.who.int/growthref/who2007_bmi_for_age/en/.

World Health Organization (WHO). (2013). Obesity and Overweight WHO Media

centre. Diakses 18 Desember 2014, dari

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/index.html.

Yoanda, P. (2014). Hubungan Karies yang Tidak Dirawat dengan Indeks Massa Tubuh pada Murid Sekolah Dasar di Perumnas II Kecamatan Medan Denai. Skripsi.

Lampiran 1

Penjelasan Tentang Penelitian

Judul : Hubungan Pola Makan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Siswa SMAN 2 Balige yang Tinggal di Kost

Saya bernama Elisabeth N A L, NIM 111101079, adalah mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan pola makan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) siswa SMAN 2 Balige yang tinggal di kost.

Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Dalam penelitian ini, peneliti mengidentifikasi pola makan siswa melalui pengisian formulir dan IMT melalui pengukuran berat dan tinggi badan. Mengidentifikasi jenis makanan dan jumlah konsumsi energi dan protein melalui formulir Food Recall 24 Hours, dan untuk frekuensi makan dengan Food Frequency Questionnaire.

Peneliti berharap jawaban yang diberikan sesuai dengan apa yang terjadi tanpa dipengaruhi orang lain. Peneliti menjamin kerahasiaan jawaban dan identitas responden. Informasi yang peneliti peroleh hanya akan dieprgunakan untuk pengembangan ilmu keperawatan dan tidak akan dipergunakan untuk maksud lain. Partisipasi responden dalam penelitian ini bersifat bebas untuk ikut menjadi peserta penelitian atau menolak tanpa ada sanksi apapun.

Peneliti

Dokumen terkait