BAB IV UPAYA YANG DILAKUKAN OLEH BADAN KEPEGAWAIAN
B. Upaya Yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan
Pemeritah Daerah Kabupaten Dairi
Semua hal-hal yang merupakan hasil pengalaman dalam operasinya itu baik yang merupakan yang keberhasilan (success) maupun yang merupakan kegagalan (failure) menjadi bahan masukan (inputs) dan umpan balik (feed back), bagi keperluan penilaian (evaluasi) dan selanjutnya bahan bagi perumusan kebijakan berikutnya di masa depan (the next policy). Untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang menjadi visi atau goal dari kebijakan itu perlu di tetapkan kebijakan umum atau publik policy yang menyangkut beberapa hal, yaitu pengaturan dan pembagian (distribution) atau alokasi sumber-sumber yang ada51.
50
Sri Hartini, Hj.Setiajeng Kadarsih, Tedi Sudrajad, Op.cit,. Halaman 142-143
51
Untuk melaksanakan kebijakan itu perlulah kekuasaan (power) dan kewenangan (authority), baik untuk membina kerjasama maupun untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses itu. Cara yang dipakai bisa secara persuasif (meyakinkan orang) dan bila perlu ialah cara coersive (paksaan). Setiap proses proses pembentukan kebijakan umum atau kebijakan pemerintah adalah hasil dari suatu proses pengambilan suatu keputusan. Sebenarnya proses pengambilan keputusan itu adalah proses pemilihan diantara beberapa alternatif atau paradigma (paradigms) yakni pemikiran-pemikiran yang akhirnya ditetapkan sebagai kebijakan pemerintah52.
Proses komunikasi ekfektif diperlukan dalam pelaksanaan kebijakan. Itu artinya pemimpin harus mengkomunikasikan kepada bidang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kebijakan agar memahami kebijakan yang menjadi tenggung jawabnya, maka untuk mengimplementasikan kebijakan secara tepat, ukuran implementasi mesti tidak hanya diterima, namun kebijakan yang di laksanakan bagi mereka harus juga jelas.
Selain itu, sumber daya yang tersedia harus mendukung agar tidak menghambat pelaksanaan kebijakan. Adapun pentingnya sumber daya ini mencakup: jumlah staf yang tepat, keahlian yang di perlukan, informasi yang relevan tentang cara melaksanakan kebijakan dan berbagai penyesuaian lainnya. Jika sumber daya tidak cukup, berarti kebijakan tidak akan terlaksana karena prosedur kerja, kegiatan yang ditetapkan tidak dapat dibumikan dalam memenuhi tujuan dan harapan.
Negara kita memiliki jumlah organisasi yang sangat banyak, baik yang diolah oleh pihak swasta maupun milik negara. Setiap instansi ataupun badan pemerintahan yang berdiri di bawah pimpinan Negara merupakan sarana pendukung demi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang merupakan cita-cita bangsa yang tertuang dalam UUD 1945. Salah satu badan yang berada di dalam naungan pemerintahan Negara Kesatuan Repulik Indonesia adalah Badan Kepegawaian Negara. Badan inilah yang memiliki fungsi untuk
52
memperhatikan kondisi kepegawaian Indonesia. Badan ini memiliki unit yang lain salah satunya adalah Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD).
Dalam hal ini, Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) yang memiliki Tugas Pokok dan Fungsi BKPPD Kabupaten Dairi, berdasarkan pada Peraturan Daerah untuk mengoptimalkan kinerja secara efisien, efektif dan professional kepegawaian dan Diklat daerah. Tugas Pokok yaitu melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang kepegawaian yang menjadi kewenangan daerah yang diserahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dan fungsi, yaitu :
1. Penyampaian penyusunan peraturan perundang-undangan Daerah di bidang Kepegawaian sesuai dengan norma, standard an prosedur yang ditetapkan dalam Peraturan Perundang-undangan ;
2. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian Daerah;
3. Penyiapan Kebijakan Teknis Pengembangan Kepegawaian Daerah;
4. Penyiapan dan Pelaksanaan Pengangkatan, kenaikan pangkat, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Daerah sesuai dengan norma, standart dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan;
5. Penyelenggaraan Administrasi Pegawai Negeri Sipil Daerah;
6. Pengelolaan Sistem Informasi Kepegawaian Daerah;
7. Penyampaian sistem informasi Kepegawaian Daerah kepada BKN;
8. Penyedian calon pejabat struktural dan fungsional tertentu bagi semua satuan perangkat daerah;
9. Penyelenggaraan diklat di bidang kepegawaian dengan perangkat daerah; peran besar dalam mengimplementasikan kebijakan moratorium tentang efektivitas program kerja Pemerintahan Kabupaten Dairi. Selain itu Badan Kepegawaian Dan Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) di Kabupaten Dairi Dalam meningkatkan efektivitas program kerja Pemeritah Daerah Kabupaten Dairi dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :
1. Penghitungan Jumlah PNS
Pelaksanaan penghitungan jumlah kebutuhan pegawai negeri sipil di Kabupaten Dairi dilakukan secara bersama melalui pedoman yang dikeluarkan Menteri PAN&RB Nomor 26 Tahun 2011, yaitu digabungkan beberapa unsur instansi terkait dan melakukan analisis Pegawai Negeri Sipil. Tahapan penghitungan jumlah kebutuhan pegawai tercantum dalam Kep.Men.PAN Nomor KEP/75/M.PAN/7/2004, dan tugas dari pemerintah kabupaten yaitu :
a. Mengumpulkan dan menyajikan data perumusan jumlah kebutuhan pegawai dilingkungannya
b. Merumuskan jumlah pegawai dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten. c. Menyampaikan hasil perumusan kebutuhan pegawai Pemerintah Daerah
Kabupaten kepada Tim Provinsi.
Tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam melakukan penghitungan jumlah kebutuhan pegawai negeri sipil di Kabupaten Dairi, melalui pedoman Peraturan Menteri PAN&RB Nomor 26 tahun 2011, yaitu :
a. Adanya analisis jabatan
b. Memperkirakan persediaan pegawai c. Menghitung kebutuhan pegawai
d. Menghitung keseimbangan antara kebutuhan dan persediaan53
.
2. Pembinaan Karier PNS
Pembinaan karir Pegawai Negeri Sipil merupakan upaya yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD). Dalam pasal 12 UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, secara tegas disebutkan Pembinaan PNS diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdayaguna dan berhasilguna. Pembinaan ini dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem kerja.
Adapun yang dimaksud dengan sistem karier adalah sistem kepegawaian dimana untuk pengangkatan pertama didasarkan atas kecakapannya, sedangkan dalam pengembangan lebih lanjut, masa kerja, pengalaman, kesetiaan, pengabdian, dan syarat-syarat objektif lainnya turut menentukan. Dalam sistem karier dimungkinkan naik pangkat tanpa ujian jabatan, dan pengangkatan dalam jabatan dilaksanakan berdasarkan jenjang yang telah ditentukan. Sistem karier dapat dibagi dua, yaitu sistem karier terbuka dan tertutup.
Sistem karier terbuka, yaitu bahwa untuk menduduki sebuah jabatan yang lowong dalam suatu unit organisasi, terbuka bagi setiap warga negara asalkan ia mempunyai kecakapan dan pengalaman yang diperlukan untuk jabatan itu. Sistem karier tertutup, adalah bahwa suatu jabatan yang lowong dalam suatu organisasi hanya dapat diduduki oleh pegawai yang telah ada dalam organisasi itu, tidak boleh diduki oleh orang luar54.
Guna untuk mendukung proses penataan pegawai negeri sipil dalam kerangka moratorium CPNS ini, pemerintah daerah melaksanakan pembinaan karier di dalam lingkup SKPD Kabupaten Dairi yaitu dengan memberikan Pendidikan dan pelatihan
53
Hasil wawancara dengan Drs. J. Sigalingging sebagai Kepala BKPPD Kabupaten Dairi
54
(Diklat). Diklat berperan dalam mengembang dan meningkatkan kemampuan pegawai sehingga diharapkan agar setiap pegawai terampil dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada.
3. Melakukan Perputaran (Roling) Jabatan PNS
Dalam pelaksanaan kebijakan moratorium CPNS ini, Pemerintah Kabupaten Dairi melakukan roling jabatan guna untuk efektifitas kinerja birokrasi, dan salah satu alasan yaitu untuk menguji produktifitas dan keseriusan kerja dari para PNS yang ada. Hal-hal yang perlu dirumuskan dalam mempertimbangkan PNS untuk melakukan roling jabatan, diantaranya adalah:
a. Penilaian pelaksaan pekerjaan, yaitu suatu penilaian dalam jangka waktu tertentu yang dapat menggambarkan tentang kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan seseorang PNS.
b. Keahlian, dimana penempatan seorang PNS harus selalu diusahakan agar sesuai dengan keahliannya, misalnya dengan memperhatikan latar belakang pendidikan formal maupun keahlian yang secara nyata.
c. Perhatian (interst), dimana bakat seorang PNS perlu diperhatikan untuk dikembangkan sesuai bidang yang ditekuni.
d. Daftar urut kepangkatan, hal ini perlu disebabkan bahwa PNS yang lebih tinggi daftar urut kepangkatannya akan diprioritaskan untuk dipertimbangkan lebih dahulu apabila ada jabatan yang lowong.
e. Kesetiaan, adalah merupakan unsur penting dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan. Kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Negara, dan Pemerintah, bukan kesetiaan dan pengabdian yang semu.
f. Dapat dipercaya, yaitu kepercayaan bahwa ia akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak akan menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, seseorang atau golongan. Dan syarat-syarat objektif lainnya, misalnya pengalaman, kemungkinan pengembangan, dan lain-lain.55
4. Meningkatkan Disiplin PNS Di Kabupaten Dairi
Dalam hal ini, upaya yang perlu ditempuh Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi dalam rangka meningkatkan kedisiplinan PNS yaitu:
1) Memberikan sanksi atau tindakan tegas bilamana seorang PNS terbukti melakukan pelanggaran disiplin yang tujuan memberikan efek jera sehingga PNS lain tidak meniru dan melakukannya dan juga agar tidak melakukan pelanggaran yang hukumannya lebih berat
2) Menghimbau agar setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bertanggungjawab mengawasi dan melakukan pembinaan secara dini dilingkungan kerjanya mengenai kedisiplinan.
3) Menghimbau agar setiap PNS intropeksi diri dan sadar akan tugasnya dan juga mensyukuri bahwa tidak semua orang bisa berkesempatan menjadi PNS.
Disiplin pegawai perlu dioptimalkan kembali dengan cara perlu adanya ketegasan aturan dalam organisasi yang mempengaruhi kedisiplinan para pegawainya misalnya pada aturan jam kerja, tanggung jawab terhadap pekerjaan dan keseriusan dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga sekecil apapun permasalahan yang menyangkut pelanggaran disiplin seorang PNS, segera tindak, tangani tangani dan selesaikan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.
Peraturan disiplin mengharuskan setiap PNS wajib setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah; mengutamakan kepentingan negara
55
diatas kepentingan sendiri atau golongan, menjunjung tinggi kehormatan atau martabat negara, pemerintah dan PNS; mengangkat dan menaati sumpah/janji PNS dan sumpah/janji jabatan; menyimpan rahasia negara/jabatan; memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan pemerintah; melaksanakan tugas kedinasan;bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat; memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan dan kesatuan Korps PNS56.
C. Hambatan-Hambatan Yang Dialami Pemerintah Kabupaten Dairi Dalam Meningkatkan Efektivitas Program Kerja Pemeritah Daerah Kabupaten Dairi
1. Sasaran kebijakan yang menimbulkan multiintepretasi
Standar kebijakan Moratorium Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ini secara hukum telah jelas dan tepat berdasarkan tujuan dilaksanakannya kebijakan ini yaitu dalam rangka reformasi birokrasi. Permasalahan yang terjadi dari kebijakan ini yaitu sasaran kebijakan yang belum sepenuhnya menyentuh titik permasalahan yang ada. Multiintepretasi terjadi diantara pelaksana (implementor) kebijakan moratorium CPNS di Kabupaten Dairi, banyak pegawai yang mengetahui bahwa kebijakan ini sasarannya yaitu kepada masyarakat karena dengan melakukan pemberhentian penerimaan calon pegawai negeri sipil, setiap masyarakat yang ingin berkarir dalam birokrasi dapat dipastikan harus beralih untuk mencari kerja di tempat lain atau dalam hal ini terpaksa harus menunggu hingga penerimaan CPNS dibuka kembali. Persoalan multiintepretasi yang terjadi dikalangan Badan Kepegawaian Daerah yaitu karena beberapa pegawai tidak mengetahui secara rinci penjelasan dalam peraturan bersama tiga menteri tentang moratorium calon pegawai negeri sipil ini. Kebijakan ini
56
dipahami setelah adanya komunikasi yang intensif dengan pihak pengelola kebijakan57.
2. Sumber Daya Manusia Kurang Produktif
Di era sekarang, manajemen sumber daya manusia yang berbasis kompetensi dimana sumber daya manusia dituntut untuk terus berkembang dan memiliki kemampuan yang handal untuk menjawab tantangan globalisasi. Sumber daya manusia didalam suatu organisasi haruslah memiliki kompetensi yang dibutuhkan agar organisasi tersebut dapat tetap hidup dan berkembang, sehingga pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dari rekruitment haruslah berorientasi pada model kompetensi. Peran Manajemen SDM sendiri sangat berpengaruh terhadap produktivitas kinerja pegawai , karena sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling penting dan sangat menentukan dalam kelangsungan hidup suatu organisasi.
Produktivitas kinerja pegawai menunjukkan kemampuan seorang pegawai untuk menghasilkan sejumlah output dalam satu satuan waktu tertentu. Produktivitas tenaga kerja tersebut dapat merupakan ukuran efisiensi pemanfaatan tenaga kerja. Hal ini mengingat bahwa secara nyata, seorang pekerja dalam melakukan pekerjaannya belum tentu memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimilikinya.
Kurangnya produktivitas kinerja pegawai mengakibatkan tujuan-tujuan yang yang telah ditentukan menjadi tidak tercapai. Oleh karena itu, sumber daya manusia yang ada hendaklah dikembangkan sedemikian rupa guna mencapai kesejahteraan. Pengembangan SDM ini amat diperlukan karena memiliki aspek yang penting bagi peningkatan produktivitas SDM dan juga memiliki tujuan-tujuan terntentu yang pastinya harus dicapai.
57
3. Disiplin PNS Masih Rendah
Masalah disiplin di kalangan PNS masih tetap mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Rendahnya tingkat disiplin kerja pegawai sering sekali dikeluhkan oleh berbagai pihak kerena menyebabkan rendahnya kualitas pelayanan yang mereka dapatkan. Salah satu contohnya peleyanan perizinan misalnya, masyarakat sering sekali mengeluhkan adanya pelayanan yang lambat, pegawainya sering tidak ada ditempat, dan cenderung berbelit-belit sehingga menghambat aksebilitas masyarakat. Rendahnya kualitas pelayanan menunjukkan bahwa birokrasi belum efektif dalam menjalankan fungsi pelayanan masyarakat.
Masih banyaknya pegawai yang tidak mematuhi jam kerja menyebabkan tingkat disiplin kerja masih kurang, beberapa pegawai kadang hadir terlambat dan pulang mendahului sebelum waktunya bahkan terkadang terdapat pegawai yang keluar pada jam kerja dikarenakan urusan pribadi.
Gaji kecil ataupun gaji besar tidak banyak pengaruhnya, sebab ini sudah menyangkut mental. Justru itu, perlu peraturan disiplin yang memuat pokok-pokok kewajiban, larangan, dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar. Sayangnya, jumlah PNS yang dikenakan sanksi relatif sangat kecil.
Salah satu masalah dalam penerapan peraturan disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah, tidak adanya tolak ukur atau batasan terhadap penjatuhan hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil. Artinya terhadap pelanggaran apa hukumannya apa. Hal ini telah menimbulkan ketidakseragaman penerapannya. Lebih jauh, penjatuhan hukuman disiplin akan banyak dipengaruhi oleh unsur subyektivitas dari pejabat yang berwenang menghukum.
Apabila ditelaah dan dicermati semua kewajiban dan larangan, sebenarnya sudah mencakup semua gerak-gerik, tindakan, kelakuan, perbuatan,sikap, ucapan
PNS. Dengan kata lain, semua pola kehidupan PNS sudah diatur sedemikian rupa, yang apabila tidak sesuai dengan ketentuan, dianggap melanggar peraturan disiplin, dan karenanya dapat dijatuhi hukuman disiplin58.
4. Komunikasi Yang Kurang Efektif
Komunikasi menjadi kendala dalam implementasi kebijakan moratorium CPNS di Kabupaten Dairi, komunikasi yang kurang efektif terjadi karena unsur pelaksana yang terdiri dari berbagai pihak dan instansi, hal ini mengakibatkan komunikasi menjadi tidak efektif, seringkali informasi yang masuk tertahan pada pihak pelaksana lain59.
58 Ibid., halaman 175
BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian-uraian tersebut, dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni:
1. Implementasi kebijakan moratorium CPNS terhadap efektivitas program kerja Pemerintahan Kabupaten Dairi sudah berjalan dengan baik dan dapat dilaksanakan. Sumber daya yang ada dimanfaatkan sebaik-baiknya dan berpengaruh positif terhadap program kerja Pemerintahan Kabupaten Dairi. Latar Belakang Diberlakukannya Moratorium Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Dairi dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. Penghitungan Jumlah PNS b. Pembinaan Karier PNS
c. Melakukan Roling Jabatan PNS
2. Dampak Moratorium Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Terhadap Efektivitas Kerja Pemerintahan Di Kabupaten Dairi
1 . Dampak Positif
a. Untuk melakukan penataan atau rekonstruksi pegawai pemerintah yang lebih baik
b. Menghemat Anggaran Belanja Pegawai
2 . Dampak Negatif
a. Kurang efektifnya pelaksanaan program kerja karena kekurangan sumber daya manusia akibat moratorium calon pegawai negeri sipil.
b. Semakin meningkatnya pengangguran
3. Upaya Yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Dairi dalam Meningkatkan Efektivitas Program Kerja Pemeritah Daerah Kabupaten Dairi
Pengembangan Kualitas dan Kompetensi PNS dengan melakukan pendidikan dan latihan. Dasar Pertimbangan instansi dalam melaksanakan diklat untuk para pegawainya adalah pembinaan dan pengembangan karier pegawai yang bersangkutan, kepentingan promosi, tersedianya anggaran dan syarat-syarat yang dipenuhi oleh pegawai untuk mengikuti diklat. Untuk pemilihan pegawai yang di ikutsertakan dalam diklat diasarkan pada kebutuhan organisasi, alasan peningkatan kinerja, kemampuan dan keterampilan pegawai, kepangkatan dan sebagainya
c. Meningkatkan Disiplin PNS dengan cara
i. Memberikan sanksi atau tindakan tegas bilamana seorang PNS terbukti melakukan pelanggaran disiplin yang tujuan memberikan efek jera sehingga PNS lain tidak meniru dan melakukannya dan juga agar tidak melakukan pelanggaran yang hukumannya lebih berat
ii. Menghimbau agar setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bertanggungjawab mengawasi dan melakukan pembinaan secara dini dilingkungan kerjanya mengenai kedisiplinan.
iii. Menghimbau agar setiap PNS intropeksi diri dan sadar akan tugasnya dan juga mensyukuri bahwa tidak semua orang bisa berkesempatan menjadi PNS.
B. SARAN
1. Kebijakan moratorium CPNS terhadap efektivitas program kerja Pemerintahan Kabupaten Dairi dapat berjalan dengan baik dan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini adalah sebagai goal dari suatu sistem dan pengelolaan aparatur yang baik. Kedepannya perlu lebih ditingkatkan komunikasi dan kerjasama tim untuk mencapai keberhasilan program kerja.
2. Pada dasarnya masih banyak Pegawai Negeri Sipil yang tidak bekerja dengan sharusnya. Rendahnya tingkat disiplin kerja pegawai yang berakibat terhadap rendahnya kualitas pelayanan yang masyarakat dapatkan. Kedepannya perlu ditingkatkan pengawasan dan penanaman kesadaran terhadap para Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kerja Pemerintahan Kabupaten Dairi.
3. Upaya yang dilakukan oleh Badan Kepeawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah Kabupaten Dairi sudahlah baik, akan tetapi melihat hambatan-hambatan yang juga dialami oleh BKPPD Kabupaten Dairi maka sebenarnya moratorium CPNS perlu dikaji ulang.
BAB II
LATAR BELAKANG DIBERLAKUKANNYA MORATORIUM CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
A. Pengertian Moratorium CPNS
Dalam suatu bidang hukum, moratorium (dari Latin, morari yang berarti penundan) otorisasi legal untuk menunda pembayaran utang atau kewajiban tertentu selama batas waktu yang ditentukan. Istilah ini juga sering digunakan untuk mengacu ke waktu penundaan pembayaran itu sendiri28. Moratorium Calon Pegawai Negeri Sipil adalah bentuk kebijakan pemerintah untuk menata PNS dengan melakukan penundaan sementara penerimaan PNS di Indonesia. Moratorium Calon Pegawai Negeri Sipil tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Negara Pendayaguaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan Nomor 02/SPB/M.PAN-RB/8/2011,Nomor 800-632 Tahun 2011, Nomor 141/PMK.01/2011 Tentang Penundaan Sementara Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil.
Bentuk moratorium atau penundaan sementara yang dilakukan adalah menunda melakukan penerimaan CPNS terhitung dari 1 September 2011 sampai 31 September 2012 sehingga pada jangka waktu tersebut setiap instansi baik pusat maupun daerah tidak dapat melakukan penambahan formasi PNS, namun dalam penundaan penambahan formasi PNS ini ada beberapa hal yang dikecualiakan, yaitu :
1. Bagi kementerian/lembaga yang membutuhkan PNS untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik, tenaga dokter dan perawat pada UPT Kesehatan, jabatan yang bersifat khusus dan mendesak dan memiliki lulusan ikatan dinas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
28
2. Pemerintahan daerah yang besaran anggaran belanja pegawai dibawah atau kurang dari 50% dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) Tahun 2011 untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik,tenaga dokter,bidan,perawat dan jabatan yang bersifat khusus dan mendesak.
3. Tenaga honorer yang telah bekerja dilembaga pemerintah pada atau sebelum tanggal 1 Januari 2005 dan telah diverifikasi dan divalidasi berdasarkan kriteria yang diatur dalam Peraturan Pemrintah Nomor 48 Thun 2005 jo Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2007 sesuai kebutuhan organisasi,redistribusi,dan kemampuan keuangan negara yang akan ditetapkan dalam peraturan pemerintah.
Moratorium CPNS ini tetap dapat dilakukan penerimaan PNS sesuai dengan pengecualian yang telah ditetapkan dalam Peraturan Bersama Menteri Negara Pendayaguaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri,Menteri Keuangan Nomor 02/SPB/M.PAN-RB/8/2011, Nomor 800-632 Tahun 2011, Nomor 141/PMK.01/2011 Tentang Penundaan Sementara Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil, yaitu untuk tenaga pendidik, tenaga kesehatan seperti dokter, bidan atau perawat,dan tenaga khusus dan mendesak baik di kementrian/lembaga maupun pemerintah daerah, tenaga honorer yang telah bekerja sebelum tanggal 1 Januari 2005 pun tetap dapat diangkat menjadi PNS. Oleh karena itu, penerimaan PNS hanya dapat dilakukan sebatas pengecualian yang telah ditetapkan oleh peraturan bersama tersebut.
B. Dasar Hukum Moratorium CPNS
Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok- Pokok Kepegawaian.
Peraturan Bersama Menteri Negara Pendayaguaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan Nomor
02/SPB/M.PAN-RB/8/2011, Nomor 800-632 Tahun 2011, Nomor
141/PMK.01/2011 Tentang Penundaan Sementara Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipi.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calom Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975 Tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil.
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 Tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 Tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2006 Tentang Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil Janda/Duda.
Beberapa daerah di Indonesia telah mengalami pembengkakan jumlah dalam pegawai negeri sipil yang tidak di ikuti dengan pelayanan yang efektif dan efisien. Sistem perekrutan CPNS yang tidak efisien, analisis jabatan dan kebutuhan pegawai negeri sipil