• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Saran penulis bagi guru pendidikan Agama Islam dan Kepala sekolah sebagai berikut:

1. Guru agama islam dapat dengan mudah untuk mengindikasi kenakalan siswa dengan upaya preventif seperti memberikan permodelan sedangkan jika siswa telah terlanjur melakukan kenakalan maka perlu adanya upaya kuratif berupa hukuman tetapi bukan bersifat kekerasan seperti pemberian surat peringatan dan surat panggilan untuk orang tua.

2. Kepala Sekolah membuat peraturan yang memberikan kewenangan kepada guru Agama Islam dalam membuat program untuk melakukan upaya preventif atau pencegahan kenakalan siswa di sekolah maupun melakukan upaya penangan secara kuratif terhadap siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Afif Affan, Muhammad. “Skripsi Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi Perilaku Menyimpang Siswa Di SMAN 1 Jatinom Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta,” T.T.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendeka tan Praktek. Jakarta:

Rineka Cipta, 1993.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

AS. Dan Yulia Rahmawati, A. Syafi‟. “Upaya Guru Agama Islam Dalam Mengatasi Problematika Kenakalan Remaja (Studi Kasus Di SMA Avicenna Mojongapit Jombang).” Sumbula 4, No. 1 (Juni 2019): 3.

Fathoni, Abdurahmat. Metodologi Penelitian Dan Tekhnik Penyusunan Skripsi.

Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Fuadah, Nur. “Gambaran Kenakalan Siswa Di SMA Muhammadiyah 4 Kendal.”

Jurnal Psikologi Volume 9, No. 1 (Juni 2011): 29.

Ghazali, M. Bahri. Konsep Ilmu Menurut Al-Ghozali. Jakarta: Pedoman Ilmu Yaya, 2002.

Hadi, Mukhtar. “Agama Di Tengah Arus Globalisasi (Sebuah Pendekatan Multikultural).” Jurnal MSI 16, No. 1 (2011): 1.

Hartono, Kartini. Pengantar Metodologi Rised Sosial. Bandung: Mandar Maju, 1996.

Imam, Sapari. Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Usaha Nasional, 1981.

J. Meolong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Cet. 2. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.

Kasiram, Moh. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: UIN-Maliki Pres, 2010.

Kusnandi, Edi. Metodologi Penelitian. Jakarta, Metro: Ramayana Press Dan STAIN Metro, 2008.

Nur Masruha, Siti. “Pola Interaksi Guru Dan Siswa Pada Pendidikan Islam Klasik.” Jurnal Qathrunâ 3, No. 2 (Juli 2016): 143–58.

Oktaviani, Lukmawati, Desy. “Keharmonisan Keluarga Dan Kenakalan Remaja Pada Siswa Kelas 9 Mts Negeri 2 Palembang.” Psikis : Jurnal Psikologi Islami 4, No. 1 (Juni 2018): 52–60.

Setyo Widodo, Hariyono Dan Fattah Hanurawan, Ganjar. “Persepsi Guru Tentang Kenakalan Siswa: Studi Kasus Di Sekolah Dasar „Raja Agung.‟” JURNAL Pendidikan Dan Pembelajaran 23, No. 2 (Oktober 2016): 143.

Singarimbun Dan Sofian Effendi, Masri. Metode Penelitian Survai. Jakarta:

JP3ES, 1987.

Subagyo, Joko. Metodologi Penelitian Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: PT.

Raja Graffindo Persada, 2006.

Suryabrata, Sumadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Graffindo Persada, 2008.

Wawancara, Dwi Rahayu, S.Pd Guru Kelas X SMK Praja Utama, Tanggal 4 Maret 2020., T.T.

Yulinda Sari, Yetty. “Skripsi Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa Di Smp N 02 Banjar Baru Tulang Bawang Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Lampung,” T.T.

LAMPIRAN 1

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.1 Hasil Wawancara dengan Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 6 Metro

LAMPIRAN 2

HASIL WAWANCARA DENGAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.2 Hasil Wawncara Dengan Kepala Sekolah Sma Negeri 6 Metro

LAMPIRAN 3

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU LAIN DI SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.3 Hasil Wawancara dengan Guru Lain yang Berinisial WY di SMA Negeri 6 Metro

LAMPIRAN 4

HASIL WAWANCARA DENGAN SISWA BERINISIAL MA SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.4 Hasil Wawancara dengan Siswa Berinisial MA SMA Negeri 6 Metro

LAMPIRAN 5

HASIL WAWANCARA DENGAN SISWA BERINISIAL DA di SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.5 Hasil Wawancara dengan Siswa Berinisial DA

LAMPIRAN 6

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU PAI

Tabel 1.1 Transkip Wawancara dengan Guru PAI

Informan Pertanyaan dan Jawaban

Peneliti Bentuk kenakalan apa saja yang sering dilakukan oleh siswa di SMA Negeri 6 Metro?

Informan 1 Guru PAI

“Jenis kenakalan siswa di SMA Negeri 6 Metro itu apa ya… ya paling standarlah kayak misalnya dia alasannya keluar dari kelas ternyata mereka ke kantin atau bolos sebelum jam pelajaran selesai atau merokok berjamaah di toilet. Ya, paling hanya pengarahan yang baik dan mengingatkan mereka apa tujuan mereka sekolah itu, agar mereka nggak melakukan hal yang negative selain itu ada bimbingan untuk misalnya ada siswa yang bermasalah kayak pengaduan ke BK, kalau dari sisi guru pendidikan agama islamnya ya hanya membimbing secara agama supaya tidak melakukan hal-hal negative lagi”

Peneliti Selain tugas guru sebagai pengajar dan pendidik, upaya-upaya apasaja yang dapat dilakukan seorang guru dalam mengatasi kenakalan siswa?

Informan 1 Guru PAI

“Dipanggil dulu di kumpulkan di ruang BK dan Wali Kelasnya dipanggil juga dan di tanyain dan kalau kenakalan itu bersifat bener-bener yang fatal ya kami memanggil orangtua kemudian bareng-bareng diselesaikan sampai masalah itu selesai”

Peneliti Langkah-langkah apa saja yang dilakukan guru untuk menangani dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada siswa nakal?

Informan 1 Guru PAI

“Ya seperti yang saya katakana tadi mbak, langkah-langkah untuk mencegah dan mengatasi kenakalan siswa di Sekolah ini begitu. Pencegahan yang pertama saya sebisa mungkin tidak terlambat masuk ke dalam kelas karena kalau saya telah masuk kelas maka kelas itu ribut, rame gitu mbak. Terus kalau di sekolahan saya bener-bener jaga sikap, yang pasti itu menyisipkan pendidikan karakter setiap belajar

kan memang pelajaran agama identik seperti itu ya meskipun memang semua mata pelajaran wajib sih mbak, selain itu juga mengadakan kegiatan keagamaan tapi kalau sudah keterlaluan ya saya lapor ke BK kalau tetap tidak berubah di berikan surat panggilan orang tua.”

Peneliti Secara umum, menurut bapak/ibu apa saja faktor penyebab terjadinya kenakalan siswa di SMA Negeri 6 Metro?

Informan 1 Guru PAI

“Kayaknya kalau seperti itu karena kurangnya perhatian kalik ya, mungkin kasih sayang yang mereka dapatkan di rumah kurang sehingga mereka mencari pelampiasan, mungkin saya juga kurang melakukan pendekatan dengan siswa sehingga mereka mungkin merasa kurang nyaman hingga membuat ulah atau gimana mereka tidak ikut pelajaran. Ya intinya mereka mencari perhatian karena setelah ditelusuri memang keadaan keluargaa kurang memperhatikan seperti orangtuanya terlalu sibuk hingga tidak perduli ya.. secara garis besarnya seperti itu”

LAMPIRAN 7

HASIL WAWANCARA DENGAN KEPALA SEKOLAH

Tabel 1.2 Transkip Wawancara dengan Kepala Sekolah

Informan Pertanyaan dan Jawaban

Peneliti Bentuk kenakalan apa saja yang sering dilakukan oleh siswa di SMA Negeri 6 Metro?

Informan 2 Kepala Sekolah

“Namanya kenakalan pada tahap remaja itu masih perkembangan mencari jati diri, sebenarnya anak-anak itu tidak nakal tapi memang posisinya pada fase itu dia masih mencari jati diri sebagai pendidik tugas guru memang untuk mengarahkan. Kalau misalkan ada yang telat ini mungkin perjalanannya jauh itu bukan merupakan suatu kenakalan atau mungkin pas gurunya pergantian jam mereka keluar nah seperti itu tidak dapat dikatakan sebagai kenakalan remaja. Saya yakin disini tidak ada yang namanya kenakalan remaja kita belum mengarahkannya saja” terkait dengan gurunya, pendidik disini sangat dikonsep dalam pembinaan di SMA Negeri 6 Metro ini selalu disisipkan dalam mata pelajaran sehingga itu juga kan mengarah pada pendidikan karakter siswa agar tidak terjadi kenakalan siswa”

Peneliti Selain tugas guru sebagai pengajar dan pendidik, upaya-upaya apasaja yang dapat dilakukan seorang guru dalam mengatasi kenakalan siswa?

Innforman 2 Kepala sekolah

“Mmm… yang dilakukan dengan guru Mapel agama islam apabila memang menjumpai anak-anak seperti itu tentunya dengan pendekatan secara pribadi ya, ya dipanggil nah kemudian ya ditanya secara ya pribadi juga, supaya memang kita bisa menjaga privasi mereka jangan sampai orang lain atau temannya tahu”

Peneliti Secara umum, menurut bapak/ibu apa saja faktor penyebab terjadinya kenakalan siswa di SMA Negeri 6 Metro?

Innforman 2 Kepala sekolah

“Sebenarnya banyak faktor ya mbak Tania, tidak hanya dari dalam diri dia sendiri, lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat nah ini tidak bisa

diabaikan. Pendidikan anak itu kan harus ada sinergi antara lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat nah saya yakin kalau misalnya ini sudah terbentuk ya lingkungannya baik, keluarganya baik, sekolahnya baik maka anak-anak akan berkembang dengan bahagia, dengan tenang dan itu yang diharapkan tetapi kalau mungkin tidak menutup kemungkinan dalam keluarga ada masalah dibawa kesekolah atau mungkin dengan teman-temannya tidak mendukung. Nah disini sekolah memang wajib untuk memberikan kenyamanan kepada semua siswa sehingga mereka merasa nyaman dan tidak kemana-mana dalam artian mereka tidak keluar rumah atau keluar sekolah yang mereka dianggap bisa menyenangkan mereka, nah ini nerupakan tugas sekolah sehingga mereka betah di sekolah”

LAMPIRAN 8

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU LAIN

Tabel 1.3 Transkip Wawancara dengan Guru Lain

Informan Pertanyaan dan Jawaban

Peneliti Bentuk kenakalan apa saja yang sering dilakukan oleh siswa di SMA Negeri 6 Metro?

Informan 3 Guru Lain

“Ada kenakalan yang pakek kelas gitukan, kayak kelas atas, menengah dan bawah. Kalau kelas menengah yang berkaitan dengan moral seperti pengucapan kata yang kurang sopan dan mereka juga sering mengambilin buku temennya itu termasuk kenakalan yang ringan kalau kenakalan yang sedang itu merokok walaupun di luar area sekolah dengan nyumput-nyumput”

Peneliti Langkah-langkah apa saja yang dilakukan guru untuk menangani dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada siswa nakal?

Informan 3 Guru Lain

“Dinasehati yang pertama mbak, kemudian dibiasakan untuk melakukan kegiatan yang baik di sekolah kalau sudah tidak bisa dan tetap saja ya kita bawa ke BK nanti diselesaikan bersama dengan orangtuanya.”

Peneliti Secara umum, menurut bapak/ibu apa saja faktor penyebab terjadinya kenakalan siswa di SMA Negeri 6 Metro?

Informan 3 Guru Lain

“Pertama penyebabnya adalah lingkungan tempat tinggal yang dapat mempengaruhi siswa karena siswa hanya pukul 07.00 hingga pukul 15.00 setelah itu mereka kembali lagi ke lingkungan temapat tinggal di masyarakat kemudian lingkungan keluarga temasuk jenis pekerjaan orang tuanya ayah and ibunya mempengaruhi karakter anak juga”

LAMPIRAN 9

HASIL WAWANCARA DENGAN SISWA MA DAN DA

Tabel 1.4 Transkip Wawancara dengan Siswa MA dan DA

Informan 4 Siswa MA “Tidak mengerjakan tugas, mencontek saat ujian dan membolos jam mata pelajaran”

Informan 5 Siswa DA “Bolos saat jam pelajaran, kalua saya izin ke toilet kadangan melihat siswa laki-laki banyak yang nongkrong di sekitaran WC

Informan 4 Siswa MA “Menegur”

Informan 5 Siswa DA “Guru memberikan motivasi kepada siswa dan guu

Informan 4 Siswa MA “Menasehati dan diberikan arahan khusus untuk tidak mengulangi kenakalan”

Informan 5 Siswa DA “Memberikan bimbingan kepribadian di sekolah”

LAMPIRAN 10

HASIL WAWANCARA OTENTIK DENGAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Gambar 1.6 Hasil Wawancara Otentik dengan Guru Pendidikan Agama Islam

LAMPIRAN 11

HASIL WAWANCARA OTENTIK DENGAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.7 Hasil Wawancara Otentik dengan Kepala Sekolah

LAMPIRAN 12

HASIL WAWANCARA OTENTIK DENGAN GURU LAIN BERINISIAL WY SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.8 Hasil Wawancara Otentik dengan Guru Lain berinisial WY

LAMPIRAN 13

HASIL WAWANCARA OTENTIK DENGAN SISWA BERINISIAL MA DI SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.9 Hasil Wawancara Otentik dengan Siswa berinisial MA di SMA Negeri 6 Metro

LAMPIRAN 14

HASIL WAWANCARA OTENTIK DENGAN SISWA BERINISIAL DA DI SMA NEGERI 6 METRO

Gambar 1.10 Hasil Wawancara Otentik dengan Siswa Berinisial DA di SMA Negeri 6 Metro

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Tania Hela Aldila lahir pada tanggal 11 April 1997 di Metro, dari pasangan Bapak Talman dan Ibu Hermayati yang berdomisili di Metro. Peneliti merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Peneliti menempuh pendidikan awal di SD Negeri 5 Metro Pusat, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Metro, kemudian melanjutkan pendidikan ke SMA Kartika Tama, lalu melanjutkan pendidikan formal di Perguruan Tinggi IAIN Metro Lampung, Fakultas Tarbiyah, Jurusan S1 Pendidikan Agama Islam pada tahun 2016.

Dokumen terkait