• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Suatu hal yang tidak dapat disangkal lagi, bahwa setiap instansi/perusahaan mempunyai permasalahan masing-masing yang harus diatasi. Akan tetapi penulis melihat pada instansi ini sudah sangat baik dalam melakukan tugas-tugasnya dan penulis berharap instansi ini tetap mempertahankan kinerja baik, tetap disiplin dalam melakukan tugas-tugasnya agar penyelewengan dan permasalahan yang lain tidak akan terjadi.

BAB II

DINAS PERIDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA

A. Sejarah Ringkas

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2001 tentang Dinas-dinas Daerah Provinsi Sumatera Utara. Kemudian tugas funsi dan tata kerja diatur berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 06.256.K Tahun 2002 tanggal 12 Mei 2002.

Sebelum terbentuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara pada Era Otonomi Daerah, ada 2 (dua) lembaga instansi pemerintah, yang digabung/demerger menjadi 1 (satu) instansi, yaitu :

1. Kanwil Departemen Perindustrian dan Pedagangan Provinsi Sumatera Utara 2. Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Utara.

Kanwil Departemen Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara adalah Instansi Pemerintah Pusat yang berada di daerah, yang sebagai perpanjangan tangan Menteri di Derah Provinsi. Sedangkan Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Utara , adalah Instansi Pemerintah Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah dan Induk kepada Gubernur Sumatera Utara.

Pada awal terbentuknya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, yang menjadi Kepala Dinas adalah :

2. Drs. T. Azwar Aziz (Wakil Kepala Dinas)

Pada tanggal 26 Maret 2002 Ir.Himanuddin Nasution meninggal dunia, dan jabatan beliau digantikan oleh Drs. T. Azwar Aziz, sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 821.23/33522/2002 tanggal 27 Desember 2002.

Sedangkan jabatan Wakil Kepala Dinas, dijabat oleh Drs. T. Zulkarnaen Damanik, MM yang diangkat berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 821.23/3522/2002 tanggal 27 Desember 2002.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 800/1485/2005 tanggal 09 September 2005 tentang memberhentikan Sdr. Drs. T. Zulkarnaen Damanik, MM dari jabatan sebagai Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, karena yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah di Kabupaten Simalungun.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 821.23/1019/2006 tanggal 1 Mei 2006 jabatan Wakil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara diangkat Rommel Sembiring, Msc menggantikan Drs. T. Zulkarnaen Damanik, MM.

Selanjutnya berdasarkan keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 821.23/1019/2007 tanggal 01 Februari 2007 jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara diserah terimakan dari Drs. T. Azwar Aziz kepada Drs. H. Mohd. Hasbi Nasutio, Msi.

B. Struktur Organisasi

hubungan tugas atau kerjasama dari orang-orang yang menggerakkan orang untuk mencapai tujuan. Dengan adanya Struktur Organisasi maka setiap tugas dan Tanggung jawab dapat dikerjakan dan diselesaikan oleh masing-masing individu yang ada dalam organisasi tersebut.

BIDAR ALAMSYAH,SH  PEMBINA UTAMA MUDA (IV/c) 

SEKRETARIAT Ir. HERIZAL A.PULUNGAN, 

Msi  KELOMPOK JABATAN  FUNGSIONAL  SUB BAGIAN  KEUANGAN  SUB  BAGIAN  UMUM  SUB BAGIAN  PROGRAM  KEPALA BIDANG PERDAGANGAN DALAM NEGERI 

Ir.ROULY THERESIA AGUSTINA  TAMBUNAN   PEMBINA (IV/ ) KEPALA BIDANG PERDAGANGAN LUAR  NEGERI  Ir.SUJATMIKO,MSi SEKSI

PENGAWASAN BARANG BEREDAR,  JASA & PERLINDUNGAN KONSUMEN 

SEKSI

KESEIMBANGAN USAHA DAN  PENDAFTARAN PERUSAHAAN 

SEKSI

PEMBINAAN PENGADAAN  PENYALURAN & INFORMASI PASAR

SEKSI

EKSPOR HASIL PERTANIAN,  INDUSTRI &  PERTAMBANGAN

SEKSI IMPOR BARANG MODAL  BAHAN BAKU DAN  KONSUMSI SEKSI KERJASAMA  PERDAGANGAN 

UPTD

KEPALA BIDANG  INDUSTRI LOGAM, MESIN  ELEKTRONIKA DAN ANEKA  Dra. M . ELLY SILALAHI, MSi 

PEMBINA (IV/a)  SEKSI  LOGAM DASAR FERO 

DAN NON FERO 

SEKSI 

MESIN PERALATAN REKAYASA DAN  RANCANG BANGUNAN 

SEKSI  TEKSTIL, ELEKTRONIK 

 DAN ANEKA 

KEPALA BIDANG INDUSTRI KECIL AGRO  HASIL HUTAN (IKAHH)  Ir. IDA YANI PANE, MT 

PEMBINA (IV/A) SEKSI AGRO DAN HASIL  

HUTAN  SEKSI KIMIA HULU   DAN HILIR  SEKSI INDUSTRI KECIL  DAN MENENGAH Gambar 2.1       

C. Job Description

Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan instansi pemerintah sebagai penyelenggara sebagai kewenangan pemerintah provinsi dan tugas desentrelisasi khususnya di bidang perindustrian dan perdagangan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan dikepalai oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas onotomi, tugas deknsentrasi dan tugas pembantu di bidang perindustrian dan perdagangan. Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dibantu oleh :

a. Sekretaris Dinas

b. Kepala Bagian Tata Usaha

c. Kepala Sub Dinas Rencana dan Program

d. Kepala Sub Dinas Bina Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan

e. Kepala Sub Dinas Bina Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka f, Kepala Sub Dinas Bina Perdagangan Dalam Negeri

g. Kepala Sub Dinas Bina Perdaganagan Luar Negeri h. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas

i. Kelompok Jabatan Fungsional

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas otonomi, tugas dekonsentrasi dan tugas pembantu di bidang Perindustrian dan Perdagangan.

Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai tugas membantu Kepala Dinas di bidang Kepegawaian, Keuangan, Umum, Organisasi dan Hukum. Untuk

melaksanakan tugas dan fungsinya, Kepala Bagian Tata Usaha dibantu oleh : a. Kepala Sub Bagian Kepegawaian

b. Kepala Sub Bagian Keuangan c. Kepala Sub Bagian Umum

d. Kepala Sub Bagian Organisasi dan Hukum

Kepala Sub Dinas Rencana dan Program mempunyai tugas melaksankan sebagian tugas Dinas di bidang penyusunan rencana dan program industri penyusunan program predagangan, iklim usaha dan lingkungan serta evaluasi dan laporan. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Kepala Sub Dinas Rencana dan Program dibantu oleh :

a. Kepala Seksi Penyusunan Rencana dan Program Industri b. Kepala Seksi Penyusunan Rencana dan Program Perdagangan c. Kepala Seksi Iklim Usaha dan Lingkungan

Kepala Sub Dinas Bina Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan (IKAHH), mempunyai tugas membantu kepala Dinas dalam bidang pemberian bimbingan sarana, usaha, produksi, pembinaan industry kecil dan menengah serta promosi dan investasi industry Kimia, Agro dan Hasil Hutan. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Kepala Dinas Bina Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan dibantu oleh ;

a. Kepala Seksi Bimbingan Sarana b. Kepala Seksi Bimbingan Usaha c. Kepala Seksi Bimbingan Produksi

Kepala Sub Dinas Bina Industri Logam, Mesi, Elektronika dan Aneka (ILMEA), mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam pembinaan dan fasilitas sarana, usaha, produksi serta industry kecil menengah, promosi dan investasi industri logam, mesin, elektronika, dan aneka. Untuk mrlaksanakan tugas dan fungsinya, Kepala Sub Dinas Bina ILMEA dibantu oleh :

a. Kepala Seksi Bimbingan Sarana b. Kepala Seksi Bimbingan Usaha

c. Kepala Seksi Bimbingan Industri Kecil, Menengah, Promosi dan Investasi Kepala Dinas Bina Perdagangan Dalam Negeri (PDN), mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang pembinaan usaha perdagangan,pengadaan, dan penyaluran, pendaftaran perusahaan, serta sarana, perdagangan, promosi dan perlindungan konsumen. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya.

Kepala Sub Dinas PDN dibantu oleh :

a. Kepala Seksi Pembinaan Usaha Perdagangan b. Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran c. Kepala Seksi Pendaftaran Perusahaan

d. Kepala Seksi Sarana, Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Kepala Sub Dinas Bina Perdagangan Luar Negeri (PLN),mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang ekspor dan hasil industri, ekspor hasil pertanian dan pertambangan, impor serta pengembangan ekspor dan kerja sama luar negeri. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, Kepala Sub Dinas Bina PLN dibantu oleh :

a. Kepala Ekspor Hasil Hutan

b. Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Perdagangan c. Kepala Seksi Impor

d. Kepala Seksi Pengembangan Ekspor dan Kerjasama Luar Negeri

Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terdiri dari :

a. Balai Metrologi Rantau Prapat b. Balai Metrologi Medan

c. Balai Metrologi P. Siantar

d. Balai Metrologi Sertifikasi Mutu Barang

Unit Pelaksanaan Teknis yaitu Balai Metrologi Rantau Prapat, Medan, P.Siantar dan Sibolga adalah unsure pelaksanaan dinas, masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Balai yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Wakil Kepala Dinas.

Kepala Balai Metrologi mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam pengujian, penerapan, kalibrasi, verifikasi, sertifikasi serta pengawasan dan penyuluhan kemetrologian. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, kepala UPT metrology dibantu oleh :

a. Kepala Sub Bagian Tata Usaha

b. Kepala Seksi Ukuran Atas, Panjang dan Volume c. Kepala Seksi Massa dan Timbangan

d. Kepala Seksi Pengawasan dan Penyuluhan

membantu Kepala Dinas dalam pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Industri Kimia Agro, Hasi; Hutan, Logam Mesin, Elektronika dan Aneka. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, Kepala Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang dibantu oleh :

a. Kepala Sub Bagian Tata Usaha

b. Kepala Sekis Jaminan Mutu dan Sarana Teknis c. Kepala Seksi Pengujian

d. Kepala Seksi Bimbingan Teknis dan Kalibarasi

D. Jaringan Kegiatan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan instansi pemerintah sebagai penyelenggara sebagai kewenangan pemerintah provinsi dan tugas desentrelisasi khususnya di bidang perindustrian dan perdagangan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan dikepalai oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas onotomi, tugas deknsentrasi dan tugas pembantu di bidang perindustrian dan perdagangan.

Dalam pembangunan sector ekonomi kota Medan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan memiliki peran untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, menumbuhkembangkan industri kecil dan menengah maupun industri rumah tangga, pengembang daya saing sector industri dan dagang, sehingga diharapkan produk-produk sector industri mampu bersaing di pasar global dan mandiri sehingga mampu meningkatkan volume ekspor kota Medan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara menciptakan iklim usaha yang kondusif yang mampu mendorong dan memberikan konstribusi dalam membangun perekonomian daerah Sumatera Utara, memperdalam struktur komoditas dengan memperluas struktur ekspor dari produk primer kepada produk hilir, mendorong dan mmngembangkan ekonomi kerakyatan melalui ekonomi kerakyatan melalui penumbuhan agro industri berbasis sumber daya alam dan teknologi ramah lingkungan, meningkatkan kualitas aparat Pembina sehingga mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, profesionalisme dan peran serta pelaku dunia usaha yang mendukung adanya koordinasi secara sinergis dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, mengembangkan lembaga dan sarana perdagangan dan distribusi dalam negeri yang efektif untuk tercapainya pelaku usaha yang professional, dalam mendukung peningkatan dan pengembangan produksi dalam negeri serta perlindungan konsumen, meningkatkan mutu jasa pelayanan industri dan perdagangan.

F. Rencana Kegiatan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara memiliki rencana kegiatan yang disusun setiap tahunnya, namun pada kesempatan saat ini untuk tahun yang sedang berjalana ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara belum bisa memberikan data rencana kegiatan kepada penulis dikarenakan rencana kegiatan tersebut masih dalam penyusunan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pada umumnya instansi/perusahaan yang besar selalu dihadapkan pada masalah bagaimana cara mengelola instansi secara efektif dan efisien sesuai dengan rencana yang akan dihadapi.

Salah satu harta instansi/perusahaan yang sangat penting adalah kas. Kas ini sangat penting karena setiap instans/iperusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan uang kas, dimana kas diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi instansi/perusahaan sehari-hari dll.

Apabila kita memperhatikan kas, mempunyai sifat yang istimewa jika dibandingkan dengan harta-harta lainnya, oleh karena itu sifat-sifat kas ini biasanya menjadi objek penyelewengan dan pabila sudah terjadi penyelewengan biasanya sukar untuk menemukannya kembali, sehingga perlu dibuat suatu cara pengawasan terhadap kas.

Sebagaimana yang dimaksud diatas, DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA juga merupakan instansi yang perlu adanya suatu penganalisaan mengenai sistem pengawasan intern kas yang ketat dan akurat agar beberapa aspek instansi dapat dihindari, seperti kekurangan perusahaan itu dalam mengadakan pengawasan terhadap kegiatan perusahaan tersebut. Sistem akuntansi merupakan salah satu fungsi penting yang dilakukan pimpinan atau manajemen dalam rangka

aktivitas-aktivitas instansi terhadap rencana-rencana yang telah ditetapkan terlebih dahulu, dengan demikian rencana instansi dapat berjalan secara efektif, efesien, dan terarah.

Dengan kata lain apabila ada sistem akuntansi yang memadai dalam suatu instansi khususnya yang berhubungan dengan pengawasan intern kas, penerimaan dan pengeluaran kas maka perusahaan dapat terhindar dari keinginan pihak-pihak tertentu, seperti penyelewengan, penipuan, penggelapan serta pemborosan terhadap harta kekayaan perusahaan/instansi dan juga akan memperkecil seminimal mungkin penyalahgunaan dari prosedur-prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.

Informasi keuangan ini berisikan data-data akuntansi yang dapat dipercaya dan bersifat rahasia karena merupakan bahan untuk mengambil keputusan pimpinan instansi. Kas merupakan aktiva lancar yang paling liquid, yang setiap saat dapat diselewengkan. Pada umumnya setiap transaksi yang ditemui dalam kegiatan perusahaan/instansi selalu berhubungan dengan kas baik dari penerimaan hasil penjualan maupun dengan pengeluaran yang berupa biaya kegiatan perusahaan/instansi sehari-harinya. Untuk itu sangat diperlukan sekali pengawasan yang benar-benar ketat.

Pengawasan diartikan sebagai alat untuk mengkordinasi aktivitas-aktivitas perusahaan/instansi agar sesuai dengan rencana semula. Salah satu cara untuk melaksanakan pengawasan adalah melalui penyusunan sistem pengawasan intern. Karena ruang lingkup dari pengawasan intern itu cukup luas maka dalam pembahasannya terperinci. Alasan lainnya karena

pengawasan memerlukan salah satu fungsi manajemen yang memegang peranan sangat penting dalam aktivitas perusahaan/instansi. Perusahaaan yang baik akan memungkinkan pimpinan dengan cara yang efektif mengamankan harta kekayaan perusahaan/instansi serta mengatur pekerjaan sekarang dan membuat rencana di masa yang akan datang.

Adapun penulis memilih pengorganisasian sistem akuntansi sebagai sarana untuk menciptakan sistem akuntansi pengawasan intern kas adalah dengan beberapa alasan pertimbangan yaitu :

1. Mengingat pentingnya sistem akuntansi sebagai sarana untuk menciptakan sistem pengawasan, penulis ingin mencoba mendalami serta meneliti sistem akuntansi dalam suatu perusahaan/instansi. Selama ini penulis hanya mendengar dan mempelajari teori saja yang didapat dari bangku perkuliahan dan buku-buku yang erat hubungannnya dengan prosedur sistem akuntansi perusahaan/instansi.

2. Dengan mencoba menganalisa sistem-sistem akuntansi pengawasan intern kas, mencakup penerimaan dan pengeluaran kas akan sangat membantu dan sangat berguna bagi perusahaan/instansi maupun bagi saya sendiri. Bagi perusahaan dengan menganalisa sistem akuntansi pengawasan intern kas akan memberikan informasi yang penting dalam pengambilan keputusan dan mengadakan ramakan tentang masa depan perusahaan/instansi serta kebijaksanaan perusahaan/instansi untuk menjaga kemungkinan penyalahgunaan kas sehingga perusahaan/instansi dapat terhindar dari kemungkinan menderita kerugian yang cukup besar di

masa-masa yang akan datang

3. Alasan lainnya adalah agar dapat mengetahui setiap keputusan dan peraturan yang telah ditetapkan dan dapat menunjang beroperasinya suatu perusahaan/instansi dengan suatu sistem yang baik dan dapat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan/instansi.

Berdasarkan alasan di atas maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan serangkaian penelitian tentang penerapan pelaksanaan pengawasan penerimaan dan pengeluaran kas yang dilaksanakan oleh perusahaan/instansi dengan judul “ INTERNAL KONTROL KAS PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA “

B. Rumusan Masalah

Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan instansi pemerintah sebagai penyelenggara sebagai kewenangan pemerintah provinsi dan tugas desentrelisasi khususnya di bidang perindustrian dan perdagangan, tentunya banyak melakukan transaksi kas, untuk itu diperlukannya internal kontrol kas agar perusahaan/instansi dapat terhindar dari keinginan pihak-pihak tertentu, seperti penyelewengan, penipuan, penggelapan serta pemborosan terhadap harta kekayaan instansi dan juga akan memperkecil seminimal mungkin penyalahgunaan dari prosedur-prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Masalah pokok yang dibahas dalam paper ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah pengawasan intern terhadap kas yang diterapkan oleh DINAS

UTARA mampu mengamankan kas dengan baik ?

2. Bagaimana metode yang dilakukan oleh DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SUMATERA UATARA dalam mengawasi kas perusahaan?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah :

a. Bagi penulis sendiri adalah untuk mengetahui apakah pengawasan intern terhadap kas yang diterapkan oleh DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA mampu mengamankan kas dengan baik ?

b. Agar penulis lebih memahami dan mengetahui bagaimana metode yang dilakukan oleh DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SUMATERA UATARA dalam mengawasi kas perusahaan?

2. Manfaat Penelitian

a. Bagi pendidikan dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan informasi bagi rekan-rekan yang akan melakukan penelitian selanjutnya. b. Bagi perusahaan/instansi dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat

perencanaan dan kebijaksanaan yang tepat untuk masa yang akan datang c. Bagi penulis sendiri tulisan ini berguna dalam pengembangan ilmu

pengetahuan yang telah diterima selama di bangku perkuliahan dan member bahan untuk membandingkan teori-teori dengan masalah yang dihadapi di lapangan.

d. Bagi pembaca yaitu sebagai masukan dan pertimbangan yang nantinya dapat bermanfaat sebagai referensi bagi rekan-rekan mahasiswa dalam membuat paper ditahun-tahun mendatang yang berkaitan dengan internal control kas.

D. Rencana Penulisan

1. Jadwal Penelitian/Observasi

Tabel 1.1

Jadwal penelitian dan penyusunan tugas akhir

No Keterangan

Juni Juli I II III IV I II III IV 1. Pengesahan Tugas Akhir

2. Pengajuan judul 3. Permohonan Izin Riset

4.

Penunjukan Dosen Pembimbing

5. Pengumpulan Data

6. Penyusunan Tugas Akhir 7. Bimbingan Tugas Akhir 8. Penyelesaian tugas akhir

2. Rencana Isi

Laporan penelitian ini terdiri 4 bab, yang dianggap cukup memadai untuk mengemukakan hal yang dianggap penting dan relevan dengan judul Tugas Akhir. Adapun uraiannya adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Merupakan Bab pendahuluan yang akan membahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, rencana penulisan, jadwal penelitian/observasi, rencana isi.

BAB II DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

PROVINSI SUMATERA UTARA

Pada Bab ini diuraikan sejarah ringkas, struktur organisasi, job description, jaringan kegiatan, kinerja kini, rencana kegiata

BAB III INTERNAL KONTROL KAS PADA DINAS

PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGA PROVINSI SUMATERA UTARA

Dalam Bab ini penulis menguraikan pengertian pengawasan intern, pengawasan kas, unsur pengawasan intern, pengawasan intern kas, prosedur penerimaan kas dan pengawasannya, prosedur pengeluaran dan pengawasannya.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam Bab ini penulis akan memberikan kesimpulan yang didasarkan dari penjelasan dari bab-bab terdahulu dengan cara menganalisa data yang tersedia. Dan penulis juga mencoba memberikan saran-saran yang dirasakan perlu untuk meningkatkan efektifitas instansi di masa yang akan datang.

TUGAS AKHIR

INTERNAL KONTROL KAS PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

PROVINSI SUMATERA UTARA

Oleh :

T ALHUMAIRAH 112102071

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2014

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA  FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS  MEDAN 

PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK 

 

NAMA  :      T ALHUMAIRAH 

NIM  112102071 

PROGRAM STUDI  DIPLOMA III AKUNTANSI  JUDUL TUGAS AKHIR  INTERNAL KONTROL KAS PADA 

DINAS  PERINDUSTRIAN DAN 

PERDAGANGAN  PROVINSI SUMATERA UTARA  Tanggal       2014   Dosen Pembimbing Tugas Akhir 

 

  (Dra. Nurzaimah MM.Ak) 

       NIP. 19581114 198703 2 001 

 

Tanggal       2014          Ketua Program Studi D‐III Akuntansi   

 

( Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA ) 

          NIP. 19511114 198203 1 002 

 

Tanggal       2014         Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU   

 

(Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec. Ac, Ak) 

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS 

MEDAN 

PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR   

NAMA  T ALHUMAIRAH 

NIM  112102071 

PROGRAM STUDI  DIPLOMA III AKUNTANSI 

JUDUL TUGAS AKHIR  INTERNAL KONTROL KAS PADA DINAS 

PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI  SUMATERA UTARA      Medan,      2014        (T ALHUMAIRAH)       112102071 

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan magang pada DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA. Adapun laporan magang ini dibuat oleh penulis dengan tujuan untuk melengkapi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan pada program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Dalam menyelesaikan tugas akhir ini, penulis banyak menerima bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Allah SWT dan Rasulallah SAW yang telah memberikan hidayah serta kesehatan kepada penulis untuk menyelesaikan tugas akhir.

2. Kedua orang tua tercinta, Ayahanda H.T. Zuanir,SE dan Ibunda Hj. Masjidah Lubis yang menyemangati dan mendoakan penulis.

3. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec. Ac, Ak, CA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Fahmi Natigor Nasution, SE, M.Acc, Ak selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. 5. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA selaku ketua program studi

Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Sumatera Utara.

7. Ibu Dra. Nurzaimah MM,Ak selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dalam penulisan Tugas Akhir ini.

8. Kakak T. Ainul Mardiah, SE, Abang T. Mhd Husyairi, S. Stp, T. Mhd Ramadhansyah,SH Adik T. Mhd Alkhadri yang telah banyak membantu serta memberikan semangat kepada saya.

9. Ibu Kepala Bidang Industri Kecil Agro Hasil Hutan (IKAHH) Ir. Ida Yani, MT dan Seluruh staff Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara yang membantu penulis dalam penyelesaian tugas akhir ini.

10.Teman seperjuangan Nadila Humairoh Lbs, Annisa, Nur Afifah, Arief Rudiansyah dan sahabat Alsugi Novtiara Sari, Asrini Nur Ilmi dan seluruh temen-teman khususnya stambuk 2011 D III Akuntansi.

Dokumen terkait