BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan pembahasan terhadap permasalahan dan kesimpulan di dalam
penelitian ini, maka saran yang diharapkan adalah:
1. Diharapkan terhadap putusan hakim dalam kasus merek kinotakara tidak bersifat
subjektif sebab pihak PT. Royal Body Care adalah perusahaan yang ada di
Indonesia dan K-Link Sendirian Berhad adalah perusahaan yang berpusat di
Malaysia. Diharapkan pula terhadap putusan hakim dalam kasus merek prada
yang membatalkan merek prada milik Fahmi Babra tidak disertai dengan putusan
ganti rugi sebab dari tuntutan/gugatan ganti rugi yang diajukan PREFEL S.A.,
hakim semestinya harus dipengaruhi oleh pertimbangan hati nurani, terlebih
bahwa masing-masing pihak penggugat sebenarnya belum terlalu mengalami
kerugian yang berarti atas penggunaan merek tanpa hak dari pengusaha lain,
misalnya sengketa merek prada dalam hal PREFEL S.A. sebagai pemilik sah
merek Prada, tidak terlalu mengalami kerugian karena merek prada milik
PREFEL S.A. baru mulai dipasarkan di Indonesia pada tahun 1995 melalui
distributor resminya PT. Mahagaya Perdana. Sementara Fahmi Babra sebagai
pengusaha yang beritikad tidak baik baru mendaftarkan merek prada miliknya
pada kisaran tahun yang sama.
2. Diharapkan kepada Direktorat Jenderal HKI harus lebih cermat dalam mengamati
terhadap pendaftaran maupun pemakaian selanjutnya merek dagang baik yang
asing maupun yang lokal dengan mengacu pada SK Menteri Kehakiman Nomor:
Nomor: M.03.HC.02.01 tahun 1991, sehingga menjadi pedoman dalam setiap
permohonan pendaftaran merek. Secara hierarkis Departemen Hukum dan HAM
sebagai instansi yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan pengawasan
terhadap segala proses pendaftaran merek yang dilakukan oleh Direktorat
Jenderal HKI agar tidak terulang kembali kasus-kasus merek yang didaftarkan
karena itikad tidak baik.
3. Upaya hukum dalam perkara merek dilakukan dengan cara langsung kasasi ke
Mahkamah Agung, Hakim-hakim di Pengadilan Niaga dan Hakim-hakim di
Mahkamah Agung dalam mengadili perkara merek diharapkan memiliki perspesi
yang sama dengan kualitas pengetahuan yang memadai dalam memutus sengketa
merek sehingga tidak terjadi perbedaan substansi dalam putusan. Diharapkan pula
agar pihak-pihak yang bersengketa mengenai itikad tidak baik dari pihak ketiga
dalam pendaftaran mereknya, dapat memilih penyelesaian sengketa melalui non
litigasi sebab cara seperti ini lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-Buku
Astarini, Dwi Rezki Sri, Penghapusan Merek Terdaftar, Bandung: Alumni, 2009.
Butarbutar, Elisabeth N., Hukum Acara Perdata, Medan: Fakultas Hukum Universitas ST. Thomas, 2005.
Cavendish, Routledge, Intellectual Property Law, Fifth Edition, New York: Cavendish Publishing, 2006.
Darmadi Durianto, dkk., Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas Perilaku Merek, Jakarta: Gramedia Utama Pustaka, 2001.
Damian, Eddy, Hak Kekayaan Intelektual (Suatu Pengantar), Bandung: Alumni, 2003.
Direktorat Merek, Perlindungan Hukum Hak Atas Merek Berdasarkan Undang- Undang Merek Baru, Jakarta, Departemen Kehakiman Republik Indonesia. Emsen, Reymond, Evidence, New York: MacMillan, 1999.
Friedman, W., Teori dan Filsafat Hukum-Telaah Kritis Atas Teori-Teori Hukum, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1993.
Gautama, Sudargo, Hak Merek Dagang Menurut Perjanjian TRIPs-GATT dan Undang-Undang Merek RI, Bandung: Citra Aditya Bakti: 1994.
______dan Rizawato Winata., Undang-Undang Merek Baru Tahun 2001, Bandung: Citra Adtya Bakti, 2002.
______dan Rizwanto Winata, Pembaharuan Hukum Merek Indonesia (Dalam rangka WTO, TRIPs), Bandung: Citra Aditya Bakti, 1997.
Godpaster, Gary, Negosiasi dan Mediasi: Sebuah Pedoman Negosiasi dan Penyelesaian Sengketa Melalui Negosiasi, Jakarta: Elips Project, 1993.
Haley, Jaqualine M. Nolan, Alternative Dispute Resolution in a nutshell, St. Paaul, Minn: West Publising Co, 1992.
Harahap, M. Yahya, Tinjauan Merek Secara Umum dan Hukum Merek di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1992, Bandung: Citra Adtya Bakti, 1996.
______Hukum Acara Perdata, Jakarta: Sinar Grafika, 2006.
______Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali, Edisi Kedua, Jakarta: Sinar Grafika, 1985.
Hasbullah, Frieda Husni, Hukum Kebendaan Perdata Jilid I (Hak-Hak yang Memberi Kenikmatan), Jakarta: Penerbit Ind, Hil-Co, 2002.
Hasibuan, H.D. Effendy, Perlindungan Merek (Studi Mengenai Putusan Amerika Serikat, Jakarta: Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003. John J. Cound, C.S., Civil Procedure: Cases & Material, St. Paul Minn: West
Publishing, 1985.
Kaligis, O.C., Teori & Praktik Hukum Merek Indonesia, Bandung: Alumni, 2008.
Koto, Desi Rizki, Penerapan Prinsip Itikad Baik Dalam Penyelesaian Sengketa Desain Industri, Tesis, Medan: Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 2008.
Lindsey, Tim, Hak Kekayaan Intelektual Suatu Pengantar, Bandung: Alumni, 2006.
Mahkamah Agung RI, Yurisprudensi Indonesia, Jakarta: PT. Ichtiar Baru-Van Hoeven, 1989.
Maulana, Insan Budi, Kompilasi Undang-Undang Hak Cipta, Paten, Merek dan Terjemahan Konvensi-Konvensi di Bidang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Bandung: Citra Aditya Bakti, 2005.
Mertokusumo, Sudikno, Hukum Acara Perdata Indonesia, Cetakan Kelima, Bandung: Liberty, 1999.
Miru, Ahmadi, Hukum Merek (Cara Mudah Mempelajari Undang-Undang Merek), Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2002.
______dan Sutarman Yodo, Hukum Perlindungan Konsumen, Yakarta: RajaGrafindo Persada, 2004.
Muhammad, Abdulkadir, Kajian Ekonomi Hak Kekayaan Intelektual, Bandung: Cipta Aditya Bakti, 2001.
______Hukum Perusahaan Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2010.
Mulyadi, Kartini dan Gunawan Widjaya, Kebendaan Pada Umumnya: Seri Hukum Harta Kekayaan, Jakarta: Prenada Media Group, 2003.
Priamsari, RR. Putri Ayu, Penerapan Itikad Baik Sebagai Alasan Pembatalan Merek Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek (Di Tingkat Peninjauan Kembali), Tesis, Semarang: Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, 2010.
Priapantja, Cita Citrawinda, Perlindungan Merek Terkenal Di Indonesia, Bogor: Biro Oktroi Rooseno, 2000.
Pitlo, A., Pembuktian dan Daluarsa, Jakarta: Internusa, 1986.
Rizaldi, Julius, Perlindungan Kemasan Produk Merek Terkenal Terhadap persaingan Curang, Bandung: Alumni, 2009.
Saidin, O.K., Aspek Hukum Kekayaan Intelektual, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004.
Samudera, Teguh, Hukum Pembuktian Dalam Acara Perdata, Bandung: Alumni, 1992.
Sembiring, Sentosa, Prosedur dan Tata Cara Memperoleh Hak Kekayaan Intelektual di Bidang Hak Cipta Paten dan Merek, Bandung: Yrama Widya, 2002.
Soekanto, Soerjono, Ringkasan Metodologi Penelitian Hukum Empiris, Jakarta: Indonesia Hillco, 1990.
______dan Sri Mumadji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2001.
Soesilo, HIR/RBG Dengan Penjelasannya, Bogor: Politeia, 1985.
Subekti, Hukum Pembuktian, Jakarta: Pradnya Paramita, 1987.
______dan R. Tjitrosudibio, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Cetakan ke-25, Jakarta: Pradnya Paramita, tanpa tahun.
Sumarjono, Maria S.W., dkk., Mediasi Sengketa Tanah, Potensi Penerapan Alternatif Penyelesaian Sengketa /ADR di Bidang Pertanahan, Jakarta: Kompas, 2008. Sumartono, Gatot, Arbitrase dan Mediasi di Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka, 2006.
Sunggono, Bambang, Metode Penelitian Hukum (Suatu Pengantar), Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001.
Supramono, Gatot, Pendaftaran Merek Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1992, Jakarta: Djambatan, 1996.
Syahraini, Riduan, Seluk Beluk dan Asas-Asas Hukum Perdata, Bandung: Alumni, 2004.
Tim Penyusun ELIPS, Kamus Hukum Ekonomi, Jakarta: Elips Project.
______Hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual (Perlindungan Dan Dimensi Hukumnya Di Indonesia), Bandung: Alumni, 2003.
Waluyo, Bambang, Penelitian Hukum dalam Praktek, Jakarta: Sinar Grafika, 1996.
B. Makalah, Jurnal, dan Artikel
Alkostar, Artidjo, “Alternative Dispute Resolution Sebagai Salah Satu Bentuk Mekanisme Pemecahan dan Penanganan Masalah dalam Proses Penegakan Hukum Polri”, Makalah Seminar, Jakarta, 28 Februari 2007.
Mulyanto, “Sisi Lain Berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1992 Tentang Merek”, Varia Peradilan, No. 111.
Nasution, Bismar, ”Metode Penelitian Hukum Normatif dan Perbandingan Hukum”, Makalah, disampaikan pada dialog interaktif tentang Penelitian Hukum dan Hasil Penulisan Hukum pada Majalah Akreditasi, Fakultas Hukum USU, Tanggal 18 Februari 2003.
______”Penyelesaian Sengketa Alternatif Melalui Mediasi”, Makalah disampaikan pada Dialog Interaktif PERMA No. 2 Tahun 2003 Tentang Mediasi di Pengadilan, Medan: Tanggal 21 November 2003.
Purba, Rahngena, “Lembaga Masyarakat Adat (Runggun) dan Perdamaian Desa Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan di Tanah Karo”, Butir-Butir Pemikiran Hukum guru Besar dari Masa ke Masa, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Fakultas Hukum, USU, 1979-2001, disunting Tan Kamelo, Medan: Pustaka Bangsa Press, 2003.
Rahardjo, Satjipto, “Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan”, Jurnal Hukum Progresif, Vol. 1, No. 1, tanggal April 2005.
Rahman, Abdul, “Memburu Merek-Merek Global”, Informasi dan Peluang Bisnis, Majalah Swasembada, No. 18/XIII/25 September-Oktober, 1997.
Sitepu, Runtung, ”Alternative Dispute Resolution dan Arbitrase”, Makalah dalam Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Kerjasama DPC IKADIN Medan dengan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 2008.
Umar, Ahmad Zen, “Arbitrase Pasar Modal Indonesia”, Makalah disampaikan pada Ceramah Umum BABMI dan Penyelesaian Sengketa Pasar Modal, di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan 5 Juli 2003.
C. Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (UU Merek).
Putusan Nomor 69/Merek/2003/PN.Niaga.Jkt.Pst tentang Merek Kinotakara.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.200/Pdt.G/1998/PN.Jkt.Pst, dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 274 PK/Pdt/2003, tentang Merek Prada S.A.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Alternatif Penyelesaian Sengketa (UU APS).
D. Internet
www.wipo.int/ip-dev/en, diakses tanggal 14 April 2011.
http://organisasi.org/strategi-jenis-macam-dan-pengertian-merek-merk-brand-produk- barang-dan-jasa-manajemen-pemasaran, diakses tanggal 2 Januari 2011.
http://kuliahade.wordpress.com/2010/06/16/hukum-perdata-kedudukan-berkuasa- bezit/, diakses tanggal 18 April 2011.
http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=927, diakses tanggal 18 April 2011.