• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Kriteria keberhasilan suatu proses mediasi belum dijabarkan secara rinci dalam PERMA No. 1 Tahun 2008, sehingga mediator dalam menjalankan fungsinya tidak memiliki suatu pedoman yang jelas.

2. Untuk memotivasi para mediator khususnya mediator hakim, hendaklah PERMA lanjutan yang mengatur masalah insentif bagi hakim yang berhasil membantu para pihak mencapai kesepakatan segera direalisasikan.

3. Mediasi seharusnya dilaksanakan dengan penuh kesukarelaan, tanpa adanya paksaan, karena bagaimanapun juga jika para pihak sudah membawa persoalannya ke pengadilan berarti menandakan perkaranya sudah tidak bisa

lagi diselesaikan secara damai. Memaksakan mediasi di pengadilan akan berimplikasi pada pelaksanaan mediasi yang “setengah hati” dan hanya formalitas belaka.

4. Tersedianya laporan perkara perdata (lampiran 14/berkas panitera) yang diproses melalui mediasi berdasarkan PERMA No.1 Tahun 2008. Hal ini memudahkan untuk melihat jumlah perkara perdata dalam frekuensi waktu tertentu, misalnya dalam 1 (satu) bulan atau dalam 1 (satu) tahun. Padahal dari Mahkamah Agung telah menyediakan format/blanko213 yang sangat jelas untuk ditindaklanjuti.

5. Diharapkan kedepannya agar lebih mudah mengakses informasi di Mahkamah Agung untuk mengetahui dan mengikuti pelatihan sertifikasi mediator khususnya mediator dari kalangan nonhakim.

       213

DAFTAR PUSTAKA

I. Buku

Abbas, Syahrizal, Mediasi dalam Perspektif Hukum Syari;ah, Hukum Adat, & Hukum

Nasional, Jakarta: Kencana, 2009.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1996.

Atmasasmita, Romli, Reformasi Hukum, Hak Asasi Manusia Dan Penegakan Hukum, Bandung: Mandar Maju, 2001.

Black, Henry Campbell, Black’s Law Dictionary, Contennial Edition (1891-1991) Sixth Edition, St. Paul Minn: West Publishing Co, 1991.

Echols, Jhon dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, Cetakan XXVI, Jakarta: Gramedia, 2005.

Lawrence, Friedman, American Law An Introduction 2nd Edition, Penerjemah: Wisnu

Basuki, Hukum Amerika Sebuah Pengantar, Jakarta: Tatanusa, 2001. ____________________, The Legal System, Newyork: Russel Sage Foundation,

1975.

Goodpaster, Garry, Tinjauan Terhadap Penyelesaian Sengketa, Seri Dasar-Dasar Hukum Ekonomi 2 Arbitrase di Indonesia dalam Felix O. Soebagjo, ed., Jakarta: Ghalia Indonesia, 1995.

_______________, Panduan Negoisasi Dan Mediasi, Jakarta: Elips, 1999.

Hadikusuma, Hilman, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, Bandung: CV. Mandar Maju,1992.

Hamzah, Andi, Penegakan Hukum Lingkungan, Cetakan I, Jakarta: Sinar Grafika, 2005.

Harahap, M. Yahya, Beberapa Tinjauan Mengenai Sistem Peradilan Dan Penyelesaian Sengketa, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1997.

__________________, Hukum Acara Perdata, Cetakan VI, Jakarta: Sinar Grafika, 2007.

Kamil, Ahmad dan Fauzan, M., Ke Arah Pembaruan Hukum Acara Perdata dalam

SEMA dan PERMA, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Kusano, Yoshiro, Wakai Terobosan Baru Penyelesaian Sengketa, Jakarta: Grafindo, 2008.

Lubis, M. Solly, Filsafat Ilmu dan Penelitian, Bandung: CV. Mandar Maju, 1994. Margono, Suyud, ADR dan Arbitrase, Proses Pelembagaan dan Aspek Hukum,

Jakarta: Ghalia Indonesia, 2000.

Marzuki, Peter Mahmud, Penelitian Hukum, Cetakan IV, Jakarta: Kencana, 2008. Mertokusumo, Soedikno, Hukum Acara Perdata, Jakarta: Rajawali Press, 1999.

Perwataatmaja, Karnaen, dkk., Bank dan Asuransi Islam di Indonesia, Jakarta: Prenada Media, 2005.

Rahardjo, Satjipto, Ilmu Hukum, Jakarta: Citra Aditya Bakti, 1998.

Rahardjo, Satjipto. Wajah Hukum Di Era Reformasi, Kumpulan Karya Ilmiah

Menyambut 70 Tahun Prof. Satjipto Rahardjo, Bandung: Citra Aditya Bakti,

2000.

Runtung, Pemberdayaan Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Di

Indonesia, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu

Hukum Adat pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Medan: USU, 2006

________, Keberhasilan Dan Kegagalan Penyelesaian Sengketa Alternatif: Studi

Mengenai Masyarakat Perkotaan Batak Karo di Kabanjahe dan Brastagi

Disertasi, Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara, Medan: USU, 2002. Saleh, K. Wantjik, Hukum Acara Perdata RBG/HIR, Cetakan VII, Jakarta: Ghalia

Indonesia, 1990.

Sinaga, Maurid, Penyelesaian Sengketa Melalui Mediasi (Studi Tentang Perma No. 2

Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi), Tesis, Fakultas Hukum, Universitas

Subekti, R. Hukum Perjanjian, Jakarta: Intermasa, 2005.

Soekanto, Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, Cetakan III, Jakarta: UI Press, 1986.

_________________, Ringkasan Metodologi Penelitian Hukum Empiris, Jakarta: Indhilco, 1990.

_________________, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.

Soesilo, R., RBG/HIR Dengan Penjelasan, Bogor: Politea, 1985.

Suherman, Ade Maman, Pengantar Perbandingan Sistem Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.

Tim Penyusun Kamus Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2007.

Widjaja, Gunawan, Alternatif Penyelesaian Sengketa, Jakarta: Raja Grafindo Press, 2001

II. Makalah

Arwan, Firdaus Muhammad, “Cara Mudah Memahami Dan Melaksanakan PERMA

No. 1 Tahun 2008 Tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan”, Pusdiklat

MARI, April 2010.

Dewi, DS., “Implementasi PERMA No. 1 Tahun 2008 Tentang Prosedur Mediasi Di

Pengadilan”, Pusdiklat MARI, April 2010.

H. Soeharto, Pengarahan Dalam Rangka Pelatihan Mediator dalam “Mediasi dan

Perdamaian, Mahkamah Agung RI, April 2004.

Indonesian Institute for Conflict Transformation (IICT), “Pengantar Mediasi”,

Mahkamah Agung RI, April 2010.

Indonesian Institute for Conflict Tranformation (IICT), “Keterampilan Dan Teknik

Mediator, Mahkamah Agung RI, April 2010.

Pusdiklat Teknis Peradilan, “Materi Pelatihan Mediasi”, Mahkamah Agung RI, April 2010.

Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Teknis Peradilan, “Pelatihan Mediasi”, Mahkamah Agung RI, April 2010.

Pusdiklat Teknis Peradilan, “Bentuk-bentuk Penyelesaian Sengketa Pada Umumnya”, Pusdiklat MARI, April 2010.

Sunarmi, “Penemuan Hukum”, Medan, USU, September 2009.

III. Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Dasar 1945

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Undang-Undang N0. 30 Tahun 1999 Tentang Alternatif Penyelesaian Sengketa Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaaan Kehakiman

Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang Jenis dan Hierarki Perundang-undangan. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 2 Tahun 2003 tentang Prosedur

Mediasi di Pengadilan.

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

IV. Sumber dari Internet

Adhitya Johan Rahmadan, “Negoisasi dan Mediasi”, http://pedulihukum.blogspot.com/2009/02/negoisasi-dan-mediasi.html, diakses 28 Juni 2009

Siddiki, “Mediasi Di Pengadilan Dan Asas Peradilan Sederhana, Cepat Dan Biaya Ringan”,http://www.badilag.net/data/ARTIKEL/mediasi%20pengadilan%20dan %20asas%20peradilan.pdf, diakses 28 Juni 2009

Toni Budidjaya, “Tanpa Mediasi Wajib, Putusan Hakim Bisa Batal Demi Hukum”, http://www.cicods.org/upload/database/mediasi_database.pdf, diakses 28 Juni 2009

http://www.hukbis.files.wordpress.com/2008/05/mediasi.ppt, diakses 09 Mei 2010

http://www.usu.ac.id/id/files/pidato/ppgb/2006/ppgb_2006_runtung.pdf,diakses 28 Juni 2009

Dokumen terkait