BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
V.2. SARAN
Saat ini sudah seharusnya tidak terjadi pembedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama lahir dari rahim seorang ibu. Orangtua tidak perlu melakukan pembedaan yang mengakibatkan kerugian di salah satu pihak.
Anak perempuan bekerja dalam kegiatan produktif dan reproduktif. Ia diwajibkan membayar utang adat bila telah menikah. Anak laki-laki sebelum menikah hanya memberikan sumbangan dalam kegiatan produktif dan tidak dibebani utang adat oleh keluarganya. Anak laki-laki bertanggungjawab terhadap orang tuanya di masa tua. Kontribusi yang diberikan seharusnya sama-sama dihargai antara anak laki-laki dengan anak perempuan.
Keinginan yang tinggi untuk memiliki salah satu jenis kelamin anak tertentu mengakibatkan besarnya jumlah anak dalam keluarga. Pada saat ini, penduduk telah dianjurkan untuk mengukuti program KB (Keluarga Berencana). Program ini menghimbau penduduk untuk memiliki dua orang anak saja serta anak laki-laki dan anak perempuan sama saja. Orangtua harus memikirkan bagaimana masa depan dan pendidikan anaknya tidak hanya memikirkan bagaimana supaya memiliki anak laki-laki.
Dalam pembagian harta warisan ada satu nilai positif yang perlu diperhatikan dimana ada yang memberikan sebagian kecil harta warisan kepada anak perempuan. Pemberian ini seharusnya tetap dilakukan oleh setiap keluarga
dan perlu dilakukan pengembangan. Anak perempuan mempunyai hak yang sama terhadap harta warisan karena anak perempuan juga ikut berusaha mengolah dan mengusahakan harta warisan tersebut.
Kedudukan anak laki-laki dan anak perempuan harus sama dalam keluarga agar tidak terjadi pembedaan nilai antara anak laki-laki dan anak perempuan. Sudah saatnya bagi anak perempuan untuk tidak berdiam diri dan menerima nasib apa adanya. Anak perempuan harus maju dan bersekolah agar dapat mengembangkan kreatifitas dan pengalamannya. Perempuan yang melahirkan keturunan dalam keluarga dan yang paling banyak terlibat dalam proses pengasuhan anak. Pengetahuan perempuan perlu ditingkatkan agar dapat memberi didikan yang baik terhadap anaknya dan menghasilkan generasi penerus yang dapat diandalkan.
DAFTAR PUSTAKA
Bossen, Laurel.
1989 Women and Economic Institutions, dalam Stuart Plattner.
Economic Anthropology. Stanford California, Stanford University Press.
Fakih, Mansour.
1996 Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta,
Pustaka Pelajar. Graafland.N.
1994 Kaum Wanita di Minahasa, dalam
Subadio.M.U,Ihromi.T.O.Peranan dan Kedudukan Wanita Indonesia. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press. Haviland,William.A.
1985 Antropologi. Jilid 2. Jakarta, Penerbit Erlangga.
Terjemahan. Koentjaraningrat
1984 Masalah-masalah Pembangunan Bunga Rampai
Antropologi Terapan LP3ES.
1989 Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta, Gramedia.
1996 Pengantar Antropologi I. Jakarta, PT Rineka Cipta.
1996 Pengantar Antropologi, Pokok-pokok Etnografi II. Jakarta,
PT.Rineka Cipta. Laiya, Bambowo.
1975 Solidaritas Kekeluargaan. Yogyakarta, Gadjah Mada
University Press. Listiani,dkk
2002 Gender dan Komunitas Perempua Pedesaan. Medan,
BITRA Indonesia. Mansur,Yahya.M,dkk
1988 Sistem Kekerabatan dan Pola Pewarisan. Jakarta,
PT.Pustaka Grafika Kita. Megawangi, Ratna.
Mendrofa.S.W
1996 Upacara-upacara Tradisional Sosial Budaya dalam
Masyarakat Ono Niha. Gunungsitoli. Moore,Henrieta.L.
1998 Feminisme & Antropologi. Jakarta, Penerbit Obor Mosse,Julian.C
1996 Gender dan Pembangunan. Yogyakarta, Rifka Annisa
Women’s Crisis Centre dan Pustaka Pelajar. Moleng.Lexi.J
1989 Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung, PT.REMAJA
ROSDAKARYA Murniati, Nunuk.A
2004 Getar Gender. Magelang, INDONESIATERA
Singarimbun,Masri
1996 Penduduk dan Perubahan. Yogyakarta, Pustaka Pelajar
Offset.
Soewondo,Nani
1984 Kedudukan Wanita Indonesia Dalam Hukum Dan
Masyarakat. Jakarta, Ghalia Indonesia Zulkarnain,W
1995 Peranan Anak Dalam Nilai Ekonomi Rumah Tangga
Masyarakat Nelayan. Medan, Skripsi Sarjana Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Tidak Diterbitkan)
Sumber Lainnya:
Peran Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Keluarga
diakses tgl 27 Agustus 2007
Gender: Perempuan = Laki-laki ? Nata'alui Duha)
Memahami Gender dan Kekerasan terhadap Perempuan
Utami, SH)
diakses tgl 29 Agustus 2007
Merancang Desa yang Layak bagi Perempuan dan Anak http://pemberdayaanperempuanbrr.wordpress.com/ diakses tgl 29 Agustus 2007
Fondrakõ Moro’õ Si Lima Ina
UU No. 4 Tahun 1997 Tentang Kesejahteraan Anak. F:\Pusaka Indonesia.htm diakses tgl 5 oktober 2007
Kantor Kementrian Urusan Peranan Wanita (KUPW). Jakarta,1993.
DAFTAR ISTILAH
Ama : Ayah, bapak. Kata ama juga digunakan sebagai kata
sapaan. Seorang laki-laki yang telah berkeluarga dan memiliki anak tidak disapa berdasarkan nama kecil/nama
aslinya. Ia akan di panggil ama disusul nama anak
pertamanya. Misalnya Ama Eka, Eka adalah nama anaknya yang pertama.
Alisi : Satuan ukur asli Nias untuk mengukur lingkaran dada babi. Sistem ukuran ini disebut dengan afore, cara mengambil ukurannya dengan mempergunakan pita dari daun kelapa muda yang dililitkan pada batas ketiak tungkai depan.
Awai : Selesai.
Awe : Nenek.
Bosi : Tingkatan atau tahta dalam suatu wilayah adat (negri).
Beto : Kandungan.
Balaki : Emas.
Balõ ndrela : Penghubung antara pihak pengantin laki-laki dan pengantin perempuan.
Bõwõ : Mahar/mas kawin. Bulu nohi safusi : Daun kelapa muda.
Dalõ : Talas.
Fadono : Anak perempuan.
Fangokafu : Mendinginkan, menyejukkan. Fangoroma’õ : Menampakkan, menunjukkan. Famatõrõ : Penunjuk jalan.
Fanika gõra-era : Penghitungan mahar. Famokai : Membuka.
Famatõla : Penghubung, yang menjadi jembatan. Fangali : Pengganti.
Fabualasa : Pemberian hadiah/hibah.
Firõ : Perak.
Fulu : Sepuluh.
Gõ : Makanan.
Gõmõ : Utang.
Halõwõ : Pekerjaan. Howu-howu : Berkat, anugrah.
Hõnõ : Ribuan.
Ibu’a : dibayar.
Idanõ : Air.
Ina : Ibu.
Kata ina juga digunakan sebagai kata sapaan. Seorang
perempuan yang telah berkeluarga dan memiliki anak tidak disapa berdasarkan nama kecil/nama aslinya. Ia akan di panggil ina disusul nama anak pertamanya. Misalnya Ina Eka, Eka adalah nama anaknya yang pertama.
Lakha : Janda.
Lafatõrõ tõi : Pemberian nama.
La’ohe : Dibawa.
Matua : Mertua. Ono matua: anak laki-laki. Monõnõ : Bertambah. Mangawuli : Kembali. Mado : Marga. Ma’uwu : Cucu. Maho : Cicit. Mbanua : Kampung. Nuwu : Paman. Nga’õtõ : Keturunan. Ngambatõ : Keluarga.
Sangambatõ : Satu keluarga, keluarga inti. Sangambatõ sebua: keluarga luas.
Ono : Anak. Ono alawe: Anak perempuan. Sia’a : Sulung.
Sitatalu : Yang tengah (anak ke dua).
Siakhi : Bungsu.
Sitoroi : Yang tinggal.
Sitosai : Yang masih tersangkut.
Sondrino : Yang memasak. Mondrino: memasak. Siwa : Sembilan.
Si lima ina : Terdiri dari lima marga.
Tarawatõ : Babi pesta yang dimasak dan dibagi-bagikan kepada orang banyak.
Sara : Satu.
Sibaya : Paman.
Solohe : Dukun beranak, yang membantu persalinan.
Tufo : Tikar.
Õri : Gabungan dari beberapa banua (desa) dan setiap banua
DAFTAR INFORMAN
1. Nama : Sariati Hia (Ina Neta)
Umur : 44 tahun
Pendidikan : SD Pekerjaan : Petani
Status : Menikah
Jumlah anak: - 1 orang anak laki-laki - 4 orang anak perempuan
2. Nama : Elisa Hia (Ama Neta)
Umur : 41 tahun
Pendidikan : SLTP Pekerjaan : Tukang
Status : Menikah
Jumlah anak: - 1 orang anak laki-laki - 4 orang anak perempuan
3. Nama : Adida Hia (Ina Sari)
Umur : 51 tahun
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Wiraswasta
Status : Janda
Jumlah anak: - 3 orang anak laki-laki - 3 orang anak perempuan
4. Nama : Sonifati Hia (Ama Imi)
Umur : 46 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Petani
Jumlah anak: - 2 orang anak laki-laki - 4 orang anak perempuan
5. Nama : Etimina Hia (Ina Ovi)
Umur : 29 tahun
Pendidikan : - Pekerjaan : Petani
Status : Janda
Jumlah anak: 2 orang anak laki-laki
6. Nama : Rawati Gulo (Ina Eka)
Umur : 34 tahun
Pendidikan : SLTP Pekerjaan : Petani
Status : Menikah
Jumlah anak: - 1 orang anak laki-laki - 2 orang anak perempuan
7. Nama : AT.Hia (Ama Fama)
Umur : 48 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : TNI-AD
Status : Menikah
Jumlah anak: - 4 orang anak laki-laki - 1 orang anak perempuan
8. Nama : Masajati Hia
Umur : 37 tahun
Pendidikan : - Pekerjaan : Petani
9. Nama : Manisa Hia
Umur : 58 tahun
Pendidikan : - Pekerjaan : Petani
Status : Belum menikah
10. Nama : Beriang Hia
Umur : 31 tahun
Pendidikan : SLTP Pekerjaan : Petani
Status : Belum menikah
11. Nama : Kalebi Hia (Ama Etika Hia)
Umur : 58 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Petani
Status : Menikah
Jumlah anak: 4 orang anak laki-laki
12. Nama : Jernih Mawati Hia
Umur : 11 tahun
Pendidikan : SD, Kelas 5 Pekerjaan : -
Status : Belum menikah
13. Nama : Ododogo Hia (Ama Eka Hia)
Umur : 36 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Sekdes
Jumlah anak: - 1 orang anak laki-laki - 2 orang anak perempuan
14. Nama : Neta Hia
Umur : 15 tahun
Pendidikan : SLTP kelas 3 Pekerjaan : -
Status : Belum menikah
15. Nama : Neni Hia
Umur : 12 tahun
Pendidikan : SD kelas 6 Pekerjaan : Petani
Status : Belum menikah
16. Nama : Yuniman Hia
Umur : 20 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : -
Status : Belum menikah
17. Nama : Kadidi Hia
Umur : 24 tahun
Pendidikan : SLTP Pekerjaan : Penjahit
DAFTAR INFORMAN
1. Nama : Sariati Hia (Ina Neta)
Umur : 44 tahun
Pendidikan : SD Pekerjaan : Petani
Jumlah anak: - 1 orang anak laki-laki - 4 orang anak perempuan
2. Nama : Elisa Hia (Ama Neta)
Umur : 41 tahun
Pendidikan : SLTP Pekerjaan : Tukang
Jumlah anak: - 1 orang anak laki-laki - 4 orang anak perempuan
3. Nama : Adida Hia (Ina Sari)
Umur : 51 tahun
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Wiraswasta
Jumlah anak: - 3 orang anak laki-laki - 3 orang anak perempuan
4. Nama : Sonifati Hia (Ama Imi)
Umur : 46 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Petani
Jumlah anak: - 2 orang anak laki-laki - 4 orang anak perempuan
5. Nama : Etimina Hia (Ina Ovi)
Umur : 29 tahun
Pendidikan : - Pekerjaan : Petani
Jumlah anak: - 2 orang anak laki-laki
6. Nama : Rawati Gulo (Ina Eka)
Umur : 34 tahun
Pendidikan : SLTP Pekerjaan : Petani
Jumlah anak: - 1 orang anak laki-laki - 2 orang anak perempuan
7. Nama : AT.Hia (Ama Fama)
Umur : 48 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : TNI-AD
Jumlah anak: - 4 orang anak laki-laki - 1 orang anak perempuan
8. Nama : Masajati Hia
Umur : 37 tahun
Pendidikan : - Pekerjaan : Petani
Status : Belum Menikah
9. Nama : Manisa Hia
Umur : 58 tahun
Pendidikan : - Pekerjaan : Petani
Status : Belum menikah
10. Nama : Beriang Hia
Umur : 31 tahun
Pendidikan : SLTP Pekerjaan : Petani
Status : Belum menikah
11. Nama : Kalebi Hia (Ama Etika Hia)
Umur : 58 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Petani
Jumlah anak: - 4 orang anak laki-laki
12. Nama : Jernih Mawati Hia
Umur : 11 tahun
Pendidikan : SD, Kelas 5 Pekerjaan : -
Status : Belum menikah
13. Nama : Ododogo Hia (Ama Eka Hia)
Umur : 36 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Sekdes
Jumlah anak: - 1 orang anak laki-laki - 2 orang anak perempuan
14. Nama : Neta Hia
Umur : 15 tahun
Pekerjaan : -
Status : Belum menikah
15. Nama : Neni Hia
Umur : 12 tahun
Pendidikan : SD kelas 6 Pekerjaan : Petani
Status : Belum menikah
16. Nama : Yuniman Hia
Umur : 20 tahun
Pendidikan : SLTA Pekerjaan : -
Status : Belum menikah
17. Nama : Kadidi Hia
Umur : 24 tahun
Pendidikan : SLTP Pekerjaan : Penjahit
INTERVIEW GUIDE
NILAI ANAK PEREMPUAN DALAM EKONOMI KELUARGA SUKU NIAS
(Suatu analisis gender di Desa Sisobambowo Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias)
ISU UTAMA VARIABEL ASPEK/PARAMETER METODE SUMBER
DATA/INFORMASI Gambaran
umum lokasi penelitian
Lokasi dan letak desa
- Letak desa
- Jarak desa ke kecamatan dan ke
kabupaten
- Identifikasi batas-batas desa Alat transportasi yang melalui desa -
Mencatat isi dokumen yang dianggap penting dan bermanfaat, wawancara dan observasi
Data monografi desa, sekertaris desa, dan penduduk desa.
Sejarah desa - Asal penduduk
- Daerah-daerah yang dilalui sebelum
tiba di sisobambowo,
- Sudah berapa generasi penduduk
tinggal di Desa Sisobambowo,
- Siapa saja yang pernah menjabat
Wawancara Sekertaris Desa, Tokoh adat
sebagai kepala desa.
Keadaan alam - Letak ketinggian dari permukaan laut,
- Identifikasi Lahan yang digunakan
penduduk,
- Identifikasi sungai yang melalui desa
Mencatat isi dokumen yang dianggap penting dan obsevasi.
Data monografi desa, sekertaris desa, dan penduduk desa.
Kependudukan - Jumlah penduduk secara keseluruhan,
- Jumlah kepala keluarga (KK),
- Komposisi penduduk berdasarkan jenis
kelamin,
- Komposisi penduduk menurut usia dan
kelompok pendidikan,
- Identifikasi agama yang dianut oleh
penduduk desa,
- Komposisi penduduk menurut agama,
- Komposisi penduduk di tingkat
pendidikan (berdasarkan sekolah yang ada di desa).
Mencatat isi dokumen yang dianggap penting dan wawancara
Data monografi desa dan guru SD,SLTP,SLTA.
Sistem
perekonomian
- Komposisi penduduk menurut mata
pencaharian,
Mencatat isi dokumen yang dianggap penting
Data monografi desa dan penduduk desa.
- Sumber-sumber hasil produksi pertanian, dan pendistribusiannya
dan wawancara
Sistem kekerabatan
Keluarga - Bentuk Keluarga (keluarga batih dan
keluarga luas),
- Identifikasi bentuk perkawinan yang
ideal,
- Fungsi mado dan batasannya dalam
perkawinan,
- Identifikasi adat menetap setelah
menikah.
Wawancara dan observasi
Tokoh adat, penduduk desa
Anak - Identifikasi acara yang dilakukan pra
kelahiran anak,apa fungi acara tersebut dan siapa saja yang terlibat dalam upacara,
- Identifikasi acara yang dilakukan pasca kelahiran anak,
- Apakah ada pemberian dari orangtua
kepada dukun yang membantu kelahiran anak?,
wawancara Tokoh adat, Informan kunci
- Mengapa terjadi pengangkatan anak?
- Bagaimana posisi anak angkat dan cara
pengangkatannya? Kelompok
kekerabatan
Identifikasi kelompok-kelompok kekerabatan wawancara Tokoh adat dan penduduk
desa. Sistem pelapisan
sosial
- Identifikasi pelapisan sosial menurut
umur,
- Identifikasi pelapisan sosial menurut
bosi,
- Identifikasi mahar yang akan dibayar
menurut tingkatan bosi,
- Identifikasi mahar seorang perempuan
yang telah janda.
wawancara Tokoh adat dan penduduk
desa.
Harta warisan - Identifikasi siapa yang berhak
menerima harta warisan dalam
keluarga,
- Identifikasi cara pembagian harta
warisan,
- Identifikasi apakah ada warisan yang
wawancara Tokoh adat dan Informan
diterima oleh anak perempuan. Nilai anak
perempuan
Nilai ekonomi anak
- Mengapa anak perempuan dan anak
laki-laki disebut sebagai sumber tenaga kerja dan penghasilan keluarga,
- Apa kontribusi anak perempuan dan
anak laki-laki dalam kegiatan produksi dan reproduksi,
- Anak perempuan dan anak laki-laki
sebagai investasi.
Wawancara dan observasi
Informan kunci dan informan biasa
Nilai sosial anak - Mengapa anak perempuan dianggap
sebagai pengembang hubungan keluarga,
- Mengapa anak laki-laki dianggap
sebagai penerus keturunan dan pewaris.
Wawancara dan observasi
Tokoh adat dan Informan kunci
Nilai psikologis anak
- apakah anak membawa kebahagiaan
bagi orangtua
- apakah anak menjadi tumpuan harapan
dan tempat bernaung di hari tua.
Wawancara dan observasi
Tokoh adat dan Informan kunci
FOTO PENELITIAN
Gambar 1.Seorang informan anak perempuan yang sedang menyuci
kain dan piring.
Gambar 2.Seorang anak laki-laki yang sedang memarut kelapa dengan menggunakan parutan kelapa tradisional.
Gambar 3.Seorang anak laki-laki sedang menyusun kayu bakar.
Gambar 4.Seorang anak perempuan yang sedang mempersiapkan tungku untuk memasak.
Gambar 5. Seorang informan (Beriang Hia) yang sedang membelah kayu bakar.
Gambar 7.Pengantin perempuan yang ditandu pada acara famasao.
Gambar 8.Seorang informan (Rawati Gulo) ketika diwawancarai sedang mengolah jantung pisang menjadi sayur.