BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Bagi guru, diharapkan untuk selalu meningkatkan profesionalisme baik melalui pendidikan formal, maupun kegiatan-kegiatan pengembangan professional dalam jabatan (in service training), seperti MGMP, workshop, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang menunjang terhadap pengembangan profesionalisme. Diantaranya dengan terus mengikuti perkembangan terakhir inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Sehingga guru dapat mengikuti semua perubahan paradigma pendidikan yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan siswa, masyarakat, pemerintah dan pengguna jasa pendidikan lainnya.
2. Bagi kepala sekolah, diharapkan dapat memberikan motivasi dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada guru untuk mengembangkan potensinya dalam melaksanakan pembelajaran, serta memberi pelatihan berbagai model pembelajaran yang aktual, termasuk model pembelajaran cooperative learning, baik melalui pengembangan wadah professional guru seperti kegiatan MGMP maupun kegiatan-kegiatan lain seperti penataran, workshop, dan sebagainya. 3. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya mengkaji terus dan menelaah
masalah-masalah mengenai metode pembelajarn e-learning secara lebih luas dan mendalam, pada mata pelajaran yang lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pengalaman yang lebih luas kepada guru-guru IPS khususnya, dan guru-guru yang lain pada umumnya tentang pembelajaran yang dapat merancang aktivitas dan kreativitas siswa untuk meningkatkan hasil belajar dan membangun pengetahuan mereka sendiri, sehingga kualitas proses dan hasil pembelajaran dapat lebih meningkat dan membuat para siswa lebih siap menghadapi tantangan zaman yang dengan cepat berubah.
DAFTAR PUSTAKA
Andika, Dodi. 2007. Pendidikan di Tengah Gelombang Perubahan. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.
Arifin, Zaenal. 2009. Evaluasi Pembelajaran (Prinsip, Teknik, Prosedur). Bandung : Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Bahri Djamarah, Syaiful, dkk. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar.Jakarta: PT Bumi Aksara.
Isjoni. 2007. Saatnya Pendidikan Kita Bangkit.Yogyakarta: Pustaka pelajar. Khoiru Ahmadi, Iif, dkk. 2011. Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu.
Jakarta: PT. Prestasi Pusta Karaya.
Kusumah, Wiajaya, dkk. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Indeks.
Mulyana, Rohmat. 2004. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: CV. Alfabeta.
Nurdin, Syafruddin. 2005 Model Pembelajaran yang Memperhatikan Keragaman Individu Siswa dalam Kurikulum Berbagai kompetensi. Ciputat: PT. Ciputat Pres.
Purwanto, Ngalim. 2000. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
---. 2006. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
---. 2002. Strategi Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Salma Prawiradilaga, Dewi, dkk. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sapriya, dkk. 2006. Pembelaajran dan Hasil Evaluasi Hasil Belajar IPS. Bandung: UPI Press.
Slameto. 1998. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara.
Syah, Muhibbin. 2001. Psikologi Belajar. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.
Warsita, Bambang. 2008. Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya. Jakarta: PT Asdi mahasatya.
---. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
---. 2001. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Yusuf, Syamsu. 2005. Psikologi Belajar Agama. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
( RPP )
Nama Sekolah : SMP IT Al-atiqiyah Mata Pelajaran
Siklus
: :
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) I
Kelas/Semester : VII / 2
Standar Kompetensi : Memahai manusia dalam mengenali perkembangan lingkungannya
Kompetensi Dasar : Menggunakan peta, alas, dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan Alokasi Waktu : 2x 35 menit
A. Indikator Pembelajaran.
1. Mengidentifikasi perbedaan antara peta, atlas, dan Globe. 2. Mengidentifikasi jenis-jenis peta.
3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk peta. 4. Mengidentifikasi pemanfaatan peta. B. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai pembelajaran, siswa dapat:
1. Mengidentifikasi perbedaan antara peta, atlas, dan Globe. 2. Mengidentifikasi jenis-jenis peta.
3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk peta. 4. Mengidentifikasi pemanfaatan peta.
Peta tematik (khusus) 3. Bentuk peta: Peta datar Peta timbul E. Metode Metode e-learning
F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan: (15 menit)
Kegiatan yang dilakukan Nilai Karakter
1. Memberi salam, memeriksa kebersihan siswa, dan mengabsen siswa.
Rasa hormat 2. Menjelaskan tujuan pembelajaran dan
metode pembelajaran yang akan digunakan
Perhatian
3. Guru mengkondisikan dan menyiapkan alat media elektronik, seperti infokus dan laptop
Disiplin
4. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
Keberanian
5. Guru menginformasikan hal-hal yang akan dipelajari dan hasil belajar siswa yang di
Kegiatan Inti 40 menit Eksplorasi
Kegiatan yang dilakukan Nilai Karakter
1. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi tentang peta, atlas dan globe.
Perhatian
2. Guru menerangkan materi tentang peta, atlas dan globe dengan menggunakan media elektronik seperti laptop dan infokus.
Perhatian, ketekunan
3. Melatih siswa dalam penerapan metode pembelajaran e-learning.
Keaktifan, kedisiplinan 4. Guru sebagai narasumber atau fasilitator Disiplin
Elaborasi 1. Guru memberi pengarahan kepada siswa
setelah melakukan pembelajaran dengan metode pembelajaran e-learning
Setelah menggunakan metode pembelajaran e-learning.
Kofirmasi 1. Memberikan penghargaan kepada siswa
yang telah maju memberikan komentar.
Perhatian 2. Siswa diberikan kesempatan untuk
bertanya mengenai hal-hal yang belum paham
Keberanian, keaktifan
3. Melakukan tanya jawab mengenai materi pelajaran
Perhatian, keberanian 4. Membangkitkan motivasi kepada siswa
yang kurang atau belum berpartisipasi akatif
Kesungguhan
Kegiatan penutupan 15 menit 1. Guru harus mendorong agar sisiwa dapat
memberikan kritik dan tanggapan terhadap proses simulasi
2. Bersama dengan peserta didik dan atau sendiri membuat kesimpulan pelajaran
Perhatian
3. Guru memberikan review dan umpan balik terhadap materi yang dibahas oleh siswa
Perhatian
4. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh siswa, agar siswa termotivasi.
Kesungguhan 5. Seluruh siswa melaksanakan ulangan Tanggung jawab
G. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Ruhiman, Mamat. 2010. Geography & Sosiology 1 (kelas VII). Jakarta:Grafindo Media Tama
2. Nurdin, Muh dkk, 2008. IPS untuk SMP/MTs Kelas VII. 2008: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
H. Penilaian 1. Tekhnik
Pada pembelajaran IPS pada materi peta, atlas dan globe ini menggunakan teknik tes tertulis.
2. Bentuk
Bentuk instrumen dari penilaian ini berupa tes pilihan ganda (PG). 3. Soal ( Terlampir lengkap ).
4. Proses
Penilaian menggunakan test tertulis dengan soal yang sama terkait dengan materi yang diajarkan.
Sukabumi, 06 Februari 2013
Mengetahui,
Kepala SMP IT Al-atiqiyah Guru Mata Pelajaran IPS
Nama Sekolah : SMP IT Al-ATIQIYAH Mata Pelajaran
Siklus
: :
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) II
Kelas/Semester : VIII / 2
Standar Kompetensi : Memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan lingkungannya.
Kompetensi Dasar : Membuat sketsa dan peta wilayah yang menggambarkan objek geografi.
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 x pertemuan)
A. Indikator Pembelajaran.
1. Membuat sketsa wilayah objek geografi
2. Mengidentifikasi objek-objek geografi pada peta 3. Melakukan observasi objek-objek geografi di lapangan 4. Menghitung dan menentukan skala peta
5. Mengidentifikasi simbol-simbol geografi pada peta 6. Mengartikan berbagai simbol geografi pada peta.
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesaipembelajaran, siswa dapat: 1. Membuat sketsa wilayah objek geografi
5. Mengidentifikasi simbol-simbol geografi pada peta 6. Mengartikan berbagai simbol geografi pada peta.
C. Materi Pembelajaran
1. Sketsa wilayah objek geografi 2. Objek-objek geografi pada peta 3. Objek-objek geografi di lapangan 4. Skala peta
5. Identifikasi simbol-simbol geografi pada peta 6. Arti simbol geografi pada peta
D. Metode
Metode e-learning
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan: (15 menit)
Kegiatan yang dilakukan Nilai Karakter
1. Memberi salam, memeriksa kebersihan siswa, dan mengabsen siswa.
Rasa hormat
2. Menjelaskan tujuan pembelajaran dan metode pembelajaran yang akan digunakan.
Perhatian
4. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
Keberanian
5. Guru menginformasikan hal-hal yang akan dipelajari dan hasil belajar siswa yang di harapkan
Perhatian
6. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
Perhatian
Kegiatan Inti 40 menit Eksplorasi
Kegiatan yang dilakukan Nilai Karakter
1. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi tentang sketsa wilayah objek geografi, dsb.
Perhatian
2. Guru menerangkan materi dengan menggunakan media elektronik seperti laptop, infokus, dan juga menggunakan Peta, Atlas, dan globe.
bagi kedalam beberapa kelompok, disesuaikan dengan metode e-learning. 5. Guru sebagai narasumber atau
fasilitator
Elaborasi 1. Guru memberi pengarahan kepada
siswa setelah melakukan pembelajaran dengan metode pembelajaran e-learning
Perhataian, keatifan
2. Guru melakukan dialog dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan pendapat dan pertanyaan. Setelah menggunakan metode pembelajaran e-learning.
Perhatian, kebranian, keaktifan.
Kofirmasi 1. Memberikan penghargaan kepada
siswa yang telah maju memberikan komentar.
Perhatian
2. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum paham
Keberanian, keaktifan
3. Melakukan tanya jawab mengenai materi pelajaran
Perhatian, keberanian 4. Membangkitkan motivasi kepada siswa
yang kurang atau belum berpartisipasi
F. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Ruhiman, Mamat. 2010. Geography & Sosiology 1 (kelas VII). Jakarta:Grafindo Media Tama
2. Nurdin, Muh dkk, 2008. IPS untuk SMP/MTs Kelas VII. 2008: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
G. Penilaian 1. Tekhnik
Pada pembelajaran IPS pada materi peta, atlas dan globe ini menggunakan teknik tes tertulis.
2. Bentuk
Bentuk instrumen dari penilaian ini berupa tes pilihan ganda (PG). dapat memberikan kritik dan
tanggapan terhadap proses simulasi 2. Bersama dengan peserta didik dan atau
sendiri membuat kesimpulan pelajaran 3. Guru memberikan review dan umpan
balik terhadap materi yang dibahas oleh siswa
Perhatian
4. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh siswa, agar siswa termotivasi.
Kesungguhan 5. Seluruh siswa melaksanakan ulangan Tanggung jawab 6. Guru mengahiri kegiatan pembelajaran
dengan mengucapkan salam kepada murid
materi yang diajarkan.
Sukabumi, 01 Maret 2013 Mengetahui,
Kepala SMP IT Al-atiqiyah Guru Mata Pelajaran IPS
Tempat Wawancara :SMP IT Al-ATIQIYAH, Cipanengah, Bojonggenteng, Sukabumi
Hari/tanggal : Senin 04 februari 2013
Tujuan Wawancara : Ingin mengetahui metode yang sering digunakan dalam proses pemebelajaran IPS, sebelum
responden digantikan jabatannya oleh peneliti. Peneliti: Metode dan model pembelajaran apa yang sering anda pakai sewaktu masih mengajar IPS?
Responden: Metode yang sering saya pakai adalah ceramah, dan metode konvesional saja.
Peneliti: bagaimana menurut anda mengenai metode pembelajaran e-learning yang akan saya terapkan di kelas nanti?
Responden: menurut saya sangat bagus bila diterapkan pada mata pelaran IPS, mungkin metode yang seperti itu bisa saya tiru untuk di terapkan jika saya mengajar. Peneliti: Bagaimana respon siswa sewaktu anda mengajar dengan menggunakan meteode ceramah, sebelum saya menggantikan posisi anda sebagai guru mata Pelajaran IPS?
Responden: siswa merasakan jenuh, jika pembelajaran IPS menggunakan metode ceramah.
Wawancara dengan siswa setelah tindakan:
Peneliti: Bagaimana menurut kalian belajar dengan menggunakan infokus dan laptop, yang telah kita lakukan dalam pembelajaran IPS?
Sulis: kalau menurut saya sangat bagus sekali dan menyenagkan sekali, karena saya baru pertama kali belajar seperti itu, dengan menggunakan infokus dan laptop. Nurpratiwi: saya juga merasakan hal yang sama seperti Sulis, sangat cocok sekali buat mata pelajaran IPS.
Yusuf: ya benar apa yang dikatakan Tiwi dan Sulis.
Ikhsan: biasanya saya suka ngantuk, tapi belajar dengan menggunakan laptop dan infokus tidak membuat saya mengantuk.
Peneliti: apa kalian tahu apa itu metode pembelajaran? Sulis: tidak pak.
Nurpratiwi: saya juga tidak tahu
Yusuf: kalau tidak salah metode pembelajaran itu cara guru mengajar Ikhsan: saya tidak tahu apa itu metode pembelajaran.
Peneliti: apakah kalian senang belajar IPS dengan menggunakan metode seperti itu? Sulis: senang, tidak membosankan
metode dengan e-learning (media elektroni seperti infokus dan laptop)? Sulis: saya suka metode e-learning
Nurpratiwi: sama saya juga suka e-learing Yusuf: saya suka diskusi dan e-learning Ikhsan: metode e-learning
Peneliti: apakah kalian merasa termotivasi belajar menggunakan metode e-learning? Sulis: ya termotivasi
Nurpratiwi: ya Yusuf: ya
Ikhsan: termotivasi
Peneliti: apa kalian punya saran mengenai metode e-learning? Sulis: harus sering digunakan dalam belajar
Nurpratiwi: mudah-mudahan mata pelajaran lain juga menggunakannya Yusuf: jangan hanya sekali, harus terus dipakai
Nurpratiwi: ya harus sering-sering pake metode itu
Peneliti: apakah kalian mengalami kesulitan belajar menggunakan metode itu? Sulis: tidak
Karakteristik Peta, Atlas, dan Globe 1. Peta
Pernahkah kalian mengunjungi suatu tempat atau berwisata ke suatu tempat yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya ? Selain membawa perbekalan uang saku , apa yang perlu kalian bawa? Ya, Peta tepat sekali jawaban kalian. Karena peta dapat menyajikan informasi keruangan yang kita butuhkan. Kalianpun dapat memanfaatkan peta untuk menyuguhkan informasi-informasi keruangan seperti persebaran tambang, kependudukan dan lainnya. Peta adalah gambar konvensional muka bumi yang diperkecil dengan menggunakan skalamtertentu dan dituangkan pada bidang datar. Untuk menggambar peta tentunya ada kaidah-kaidah Kartografi ( ilmu yang mempelajari perpetaan ). Adapun kaidah kartografi antara lain :
a. Syarat peta yang baik secara umum sebagai berikut:
Conform, sama bentuk yaitu peta yang digambar harus sesuai dengan bentuk sebenarnya di muka bumi. Equidistance, sama jarak yaitu objek pada peta harus sama jaraknya di muka bumi. Equivalent, sama bidang / luas daerah yang digambar sama luasnya dengan sebenarnya.
Dalam membuat peta tentu ada penyimpangan-penyimpangan (distorsi) seperti penggambaran daerah kutub pada peta dunia terjadi penyimpangan jarak dan luas, tetapi penyimpangan tersebut diusahakan sekecil mungkin. Selain syarat diatas karena peta disajikan untuk umun, maka dalam membuat peta juga harus memperhatikan rapi, keindahan, dan menarik.
b. Unsur – unsur yang harus dicantumkan pada peta : 1) Judul Peta.
Peta harus diberi judul untuk mempermudah pengguna peta, karena dari judul kita dapat mengeatahui informasi yang disajikan pada peta. Penempatan judul umumnya
Petunjuk arah pada peta pada umumnya dibuat dengan anak panah mengarah ke atas yang menunjukkan arah utara dan dapat divariasi arah mata angin lainnya.
3) Simbol Peta.
Simbol digunakan pada peta untuk mewakili kemampakan alam dan kenampakan budaya yang ada di muka bumi. Kemampakan yang digambar pada peta tidaklah keseluruhan muka bumi tetapi hasil pemilihan. Tentunya sesuai tema yang akan disajikan.
Macam-macam simbol peta, dilihat dari bentuknya , ada simbol yang berbentuk titik, garis dan area. Sedangkan dilihat dari ujudnya ada simbol piktografi (gambar), geometri dan huruf/angka. Selain itu juga dapat ditampilkan dengan warna.
4) Legenda Peta.
Legenda peta merupakan informasi tepi, berisi keterangan dari simbol-simbol yang ada di peta. Peletakan legenda disesuaikan dengan gambar peta dan berada diluar gambar peta sehingga menganggu tampilan peta.
5) Garis Astronomis.
Garis astronomi (grid) adalah garis khayal yang ada pada peta untuk mempermudah mencari objek pada peta. Garis astronomi terdiri dari garis bujur (meridian) dan garis lintang (parallel). Garis astronomi hanya ada di peta .
6) Skala Peta.
Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya dimuka bumi. Ada bermacam-macam jenis skala antara lain :
6.1) Skala angka (Numeric), adalah skala yang perbandinganya ditulis dengan menggunakan angka, misalnya skala 1: 5.000.000 artinya setiap jarak 1 cm di peta sama dengan jarak 5.000.000 cm atau 50 km di muka bumi atau jarak sebenarnya.
skalanya menjadi 1 : 50.000.
6.3) Skala garis (grafis/Linear) adalah skala yang perbandingannya digambarkan dengan menggunakan garis.
7) Nama Tempat ( lettering )
lettering adalah bentuk tulisan pada peta yang berupa pemberian nama tempat pada objek-objek di peta. Objek pada peta yang berupa daratan ditulis tegak sedang yang berupa perairan ditulis miring ( italic ).
8) Garis Tepi dan Garis Border.
Pada peta dibatasi dengan garis, garis yang terdiri dari dua garis. Garis yang letaknya didalam tempat meletakkan angka derajat lintang dan bujur disebut garis border. Sedangkan garis yang di luar biasanya lebih tebal kita sebut garis tepi peta. 9) Inset Peta.
Inset merupakan peta yang berukuran kecil dari peta utama. Inset berguna untuk menunjukkan lokasi daerah yang digambarkan dengan daerah sekitarnya agar lebih detail. Dapat juga inset untuk menggambar sambungan peta untuk daerah kecil yang tidak tergambar di peta. Misal pulau Bawean yang termasuk dari wilayah propinsi Jawa Timur.
10) Sumber dan Tahun Pembuatan Peta.
Mengapa tahun pembuatan peta perlu dicantumkan? Hal ini karena agar si pengguna peta dapat mengetahui apakah informasinya masih relevan atau sudah usang. Atau dengan kata lain untuk menunjukkan tingkat kevalidan data pada peta.
c. Bentuk-bentuk peta
Peta timbul adalah peta yang dibuat sesuai bentuk yang ada di muka bumi. Tinggi rendah muka bumi dibuat dengan menggunakan skala tinggi. Digambar secara tiga dimensi.
3) Peta Digital
Peta yang dibuat dengan alat bantu komputer.
d. Berdasarkan skalanya peta dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Peta Kadaster, yaitu peta yang mempunyai skala 1: 10.000 sampai 1 : 5.000.000. Peta ini biasanya berupa peta teknik, seperti peta tanah, peta telkom dan sebagainya.
2) Peta skala besar, yaitu peta yang mempunyai skala 1: 5.000.000 sampai dengan 1: 2500.000000. Peta ini untuk menggambarkan wilayah yang agak sempit seperti Kelurahan dan kecamatan.
3) Peta skala menengah adalah peta yang mempunyai skala 1: 2.500.000.000 sampai 1: 50.000.000.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas misalnya propinsi.
4) Peta kecil adalah yang mempunyai skala 1: 50.000.000.000 sampai 1 : 1.000.000.000.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas. Seperti pulau, negara.
5) Peta geografi atau peta topografi adalah peta yang menggunakan skala lebih dari 1: 1.000.000.000.000. misalnya peta benua dan peta dunia.
e. Berdasarkan isinya, peta dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh kenampakan di muka bumi, baik yang berupa kenampakan alam maupun budaya. Kenampakan alam seperti
semua kenampakan muka bumi ditampilkan. Yang digambar hanya peta dasar dan kenampakan yang penting saja sesuai dengan tema. Contoh peta khusus antara lain peta kepadatan penduduk, peta curah hujan, peta persebaran barang tambang dan lain-lain.
f. Cara memperbesar atau memperkecil peta antara lain :
1) Dengan menggunakan alat Pantograf. Alat ini sudah ada skala untuk memperbesar atau memperkecil.
2) Dengan cara Grid yaitu membuat kotak-kotak pada peta yang akan diperbesar/ diperkecil, satu kotak 1 cm. Sedangkan pada keras yang akan digunakan untuk perbesaran dibuat kotak-kotak, kalau kita akan memperbesar 3 kali maka tiap kotak dibuat 3 cm. tentunya skala peta-pun berubah. Misalnya skala peta asal 1: 50.000.000.000 maka setelah diperbesar menjadi 1: 50.000.000.000. Begitu pula jika kita memperkecil peta dengan cara sebaliknya.
“ Coba kalian ambil atlas , carilah peta untuk kalian perbesar 2 kali perbesaran dan ubah skala petanya”.
g. Manfaat Peta
Secara umum, peta dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti di bawah ini :
1) Penunjuk Arah, Letak, Luas, Jarak, dan Bentuk Permukaan Bumi Informasi arah dapat kamu peroleh dengan menggunakan komponen penunjuk arah. Lihatlah komponen peta yang lain! Dengan menggunakan skala, kamu dapat mengetahui jarak antardua tempat dan menghitung luas suatu wilayah.
permukaan Bumi dengan menggunakan peta. Peta merupakan salah satu alat pembelajaran. Peta digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperti geografi dan sejarah.
2. Atlas
a. Pengertian dan Fungsi Atlas
Atlas merupakan kumpulan peta yang dibukukan. Nama Atlas diambil dari nama Dewa Yunani, yaitu dewa yang mengangkat bumi di pundaknya. Pada umumnya penyusunan peta-peta di dalam atlas diatur berdasarkan kawasan benua, wilayah suatu negara. Hal ini bermaksud untuk memudahkan pengguna atlas mencari informasi. Atlas berfungsi sebagai sumber data. Data yang dapat diperoleh dari atlas antar lain ; data kependudukan, jalur transportasi, daerah wisata, dan lainnya.
b. Jenis-jenis Atlas
Adapun jenis atlas dapat dibedakan menurut cakupan wilayahnya dan tujuan penggunaannya.
1) Berdasarkan cakupan wilayahnya atlas dibedakan atas :
1.1) Atlas Nasional ialah atlas yang isinya lembaran-lembaran peta wilayah dalam satu negara. Misalnya atlas Indonesia, di dalamnya hanya berisi peta-peta propinsi Indonesia.
1.2) Atlas Regional adalah atlas yang berisikan lembaran-lembaran peta negara yang ada di satu kawasan, misalnya atlas Asean, berisi peta-peta negara yang ada di Asia Tenggara.
1.3) Atlas Dunia adalah atlas yang memuat peta-peta negara, kawasan, dan benua yang ada di dunia.
2.1) Atlas Referensi, adalah atlas yang digunakan untuk mengetahui kenampakan geografi dan atau batas negara. Atlas ini biasanya dimilki oleh instansi-instansi tertentu misalnya milik TNI atau atlas sumberdaya alam yang merupakan rahasia negara.
2.2) Atlas Pendidikan, adalah atlas yang digunakan untuk menjelaskan mata pelajaran yang membutuhkan informasi keruangan. Atlas ini dibuat sederhana dan tidak terlalu komplek, untuk keperluan pendidikan di sekolah.
2.3) Atlas Tematik , adalah atlas yang berisi lembaran-lembaran peta tertentu, misalnya atlas sejarah, atlas pariwisata , dan lainnya.
c. Syarat-syarat Atlas
Adapun atlas dapat dikatakan baik , apabila memenuhi beberapa persyaratan antara lain:
1) Judul Atlas
Judul atlas dapat dilihat pada sampul atlas, judul dapat menunjukkan peta-peta. Apa saja yang ada di dalam atlas tersebut. Misal atlas dunia berarti atlas tersebut berisi peta-peta negara di dunia.
2) Daftar Isi
Daftar isi memuat judul peta dan halamannya. Oleh karena itu apabila kalian akan menggunakan atlas dapat dimulai dengan melihat daftar isi, sehingga kalian dapat mengetahui peta apa saja yang ada di dalam atlas tersebut.
3) Legenda .
Legenda pada atlas berisikan keterangan simbol – simbol pada peta. Untuk peta tematik legendanya tercantum pada lembar peta yang bersagkutan.