A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan umum yaitu penerapan model cooperative learning tipe think pair share mampu meningkatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) siswa pada pembelajaran PKn di kelas X-2 SMA KHZ Musthafa Sukamanah.
Adapun kesimpulan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Persiapan guru dalam implementasi model Cooperative Learning tipe Think
Pair Share pada pembelajaran PKn di kelas X-2 adalah menyiapkan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu tentang suprastruktur dan infrastruktur politik di Indonesia, perbedaan sistem politik di berbagai negara, dan peran serta dalam sistem politik di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Think Pair Share, media pembelajaran yang digunakan pada siklus I dan II adalah kartu masalah yang berisi artikel dan pada siklus III adalah artikel dari internet, dan alat penilaian berupa pedoman observasi guna mengamati aktivitas pembelajaran dan penilaian individu serta penilaian kelompok.
2. Pelaksanaan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share dalam meningkatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) siswa pada pembelajaran PKn diterapkan sesuai dengan langkah-langkah penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan atau observasi, dan refleksi. Dalam pelaksanaan model pembelajaran Think Pair Share Siswa berpikir sendiri mengenai permasalahan yang diberikan oleh guru selama beberapa menit, kemudian berpasangan dan mendiskusikan apa yang diperoleh masing-masing, setelah itu setiap pasangan berbagi dengan keseluruhan kelas mengenai permasalahan yang telah didiskusikan. Pelaksanaan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share pada siklus I belum menunjukkan hasil yang optimal, siswa yang berpartisipasi dan aktif dalam pembelajaran hanya sebagian kecil. Pada siklus II mulai muncul beberapa siswa lain yang aktif dan pada siklus III mayoritas siswa bisa berpartisipasi dan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga penerapan model Cooperative Learning tipe
Think Pair Share pada proses pembelajaran PKn mengalami kenaikan pada setiap siklusnya.
3. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus I, II, dan III bahwa keterampilan kewarganegaraan (civic skills) siswa meningkat setelah diterapkannya model Cooperative Learning tipe Think Pair Share pada pembelajaran PKn di kelas X-2. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil observasi aktivitas pembelajaran siswa pada siklus I, II, dan III adanya peningkatan. Pada siklus I masih banyak siswa yang pasif dalam pembelajaran, kemudian pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan siswa yang tadinya pasif menjadi aktif dan pada siklus III mayoritas siswa aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, penilaian individu dan kelompok menunjukkan hasil positif dan peningkatan pada setiap siklusnya, sehingga penerapan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share pada pembelajaran PKn mampu meningkatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) siswa kelas X-2. 4. Kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan model Cooperative Learning
tipe Think Pair Share pada pembelajaran PKn adalah guru kurang menguasai keterampilan dalam mengelola kelas, guru kurang memotivasi siswa untuk ikut berpartisipasi dalam pembelajaran, guru kurang menguasai keterampilan dalam membimbing diskusi kelas maupun diskusi kelompok, dan terkadang hal-hal yang sudah direncanakan tidak sesuai dengan pelaksanaan di lapangan.
5. Upaya guru mengatasi hambatan dalam menerapkan model Cooperative
Learning tipe Think Pair Share pada pembelajaran PKn adalah guru melakukan refleksi setiap selesai menerapkan model, sehingga hal-hal yang belum optimal dapat diperbaiki pada proses pembelajaran selanjutnya. Selain itu guru mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator, membimbing, dan dapat membangun kelas yang demokratis sehingga dapat mengelola kelas dengan baik. Kemudian guru harus memotivasi siswa salahsatunya dengan memberikan reward apabila siswa dapat berpartisipasi, memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi sehingga siswa dapat mengikuti proses diskusi dengan baik. Upaya-upaya tersebut dilakukan oleh guru guna
memperbaiki proses pembelajaran pada setiap siklus, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
B.Saran
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan, ada beberapa saran yang dapat peneliti berikan yaitu sebagai berikut:
1. Bagi Guru
a. Model Cooperative Learning tipe Think Pair Share dapat meningkatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) siswa. Oleh karena itu, diharapkan guru dapat mengembangkan dan mengimplementasikan Cooperative Learning tipe Think Pair Share sesuai dengan tahapan-tahapannya.
b. Guru diharapkan dapat termotivasi dan menciptakan model-model baru yang lebih kreatif, inovatif, dan variatif agar mampu menumbuhkan semangat siswa dan meningkatkan partisipasi belajar siswa.
c. Keberhasilan guru dalam menerapkan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share salah satunya ditentukan oleh keterampilan guru dalam mengelola kelas dan diskusi. Oleh karena itu, guru harus menguasai keterampilan-keterampilan tersebut agar dapat berjalan secara maksimal.
2. Bagi Siswa
a. Walaupun siswa sudah mengalami peningkatan dalam keterampilan
kewarganegaraan (civic skills) melalui model Cooperative Learning tipe Think Pair Share, namun alangkah baiknya agar siswa dapat meningkatkan kemampuan belajar PKn misalnya dengan membaca dan memahami materi dari buku teks dengan berbagai sumber maupun mencari informasi baik itu dari televisi, internet, majalah, koran, dll.
b. Siswa diharapkan dapat ikut berperan aktif dalam pembelajaran PKn, sehingga pembelajaran PKn dapat lebih interaktif dan siswa dapat mengembangkan kreativitasnya.
3. Bagi Sekolah
Agar proses pembelajaran di sekolah berjalan secara maksimal, maka hendaknya sekolah memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan mendukung dalam rangka mengoptimalkan pembelajaran agar lebih berkualitas. Sekolah juga harus memberikan keleluasaan guru mata pelajaran untuk menerapkan metode baru yang lebih inovatif dan kreatif sehingga dapat menimbulkan semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran.
4. Bagi Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan
Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai model-model pembelajaran untuk bekal mengajar ketika sudah menjadi guru dan memberikan fasilitas yang menunjang mahasiswa untuk berkreasi dalam mengembangkan model pembelajaran sehingga dapat diimplementasikan di sekolah.
5. Bagi Peneliti Selanjutnya
Mengingat keterampilan kewarganegaraan (civic skills) sangat penting dimiliki oleh siswa, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share untuk meningkatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) siswa dalam pembelajaran PKn. Selain untuk meningkatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) siswa, peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengaitkan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share dengan variabel lain, seperti penerapan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share dalam pembelajaran PKn untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, kemudian dapat menggunakan metode eksperimen untuk melihat pengaruh model Cooperative Learning tipe Think Pair Share terhadap keterampilan kewarganegaraan (civic skills) siswa.
Tia Athiyyah, 2014
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN DAFTAR PUSTAKA
A.Sumber Buku
Arikunto, S. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Studi Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Aryani, I. K. dan Susatim, M. (2010). Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai. Bogor: Ghalia Indonesia.
Branson, M. S. (1999). Belajar “Civic Education” dari Amerika. Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS).
Danial, E. dan Wasriah, N. (2009). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.
Depdiknas. (2006). Panduan Pengembangan Silabus Kurikulum 2006 Mata Pelajaran Kewarganegaraan: Departemen Pendidikan Nasional.
Djahiri, A. K. (2006). PKN Sebagai Strategi Pembelajaran Demokrasi di Sekolah. Bandung: Jurusan PMPKn FPIPS UPI.
Gatara, A. S. dan Sofhian, S. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education). Bandung: Fokusmedia.
Hassoubah, Z. I. (2004). Cara Berpikir Kreatif dan Kritis. Bandung: Nuansa. Huda, M. (2013). Cooperative Learning: Metode, Teknik, Struktur dan Model
Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ibrahim, M., dkk. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press Unesa.
Isjoni. (2007). Cooperative Learning: Mengembangkan Kemampuan Belajar Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Isjoni. (2010). Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Julianti. (2000). Implementasi Model Cooperative Learning dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Bandung: UPI.
Komalasari, K. (2010). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama.
Tia Athiyyah, 2014
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN Kunandar. (2007). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai
Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Lie, A. (2004). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Moleong, L. J. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa. (2012). Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasution. (2003). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Rahmat, dkk. (2009). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung:
Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.
Sa’dijah, C. (2006). Penerapan Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS). Malang: Lembaga Penelitian UM.
Sapriya. (2002). Studi Sosial Konsep dan Model Pembelajaran. Bandung: Buana Nusantara.
Sapriya. (2008). Pendidikan IPS. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.
Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Slavin, R. E. (2009). Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktik. Bandung:
Nusa Media.
Solihatin, E. dan Raharjo. (2008). Cooperative Learning: Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara.
Somantri, M. N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sudjana, N. (1989). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D). Bandung: Alfabeta.
Tia Athiyyah, 2014
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN Surya, M. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka
Bani Quraisy.
Suryabrata, S. (2013). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Usman, U. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Winardi. (2002). Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Jakarta: PT
Grafindo Persada.
Winataputra, U. (2001). Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi. Disertasi Doktor pada Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak diterbitkan.
Wiriaatmadja, R. (2008). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wuryan, S. dan Syaifullah. (2008). Ilmu Kewarganegaraan (Civics). Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.
B.Sumber Jurnal dan Prosiding Seminar
Komalasari, K. (2012). The Effect of Contextual Learning in Civic Education on Students Civic Skills. Educare Journal: International Journal for Educational Studies, 4(2), hlm.179-189.
Maftuh, B. dan Sapriya. (2005) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Pemetaan Konsep. Jurnal Civicus: Implementasi KBK Dalam Pendidikan Kewarganegaraan dalam Berbagai Konteks, 1(5), hlm. 319-328.
Setiawan, D. (2008) Inovasi Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Pemberdayaan Warga Negara dan Implikasinya terhadap Restrukturisasi Isi Kurikulum. Jurnal Civicus: Inovasi Pendidikan Kewarganegaraan dan Kemasyarakatan. 2(11), hlm. 749-762.
Zuriah, N. (2009). Pengembangan Kompetensi Kewarganegaraan Multikultural di Era Global (Peluang dan Prospeknya pada Perkuliahan PKn di Lingkungan Perguruan Tinggi). Dalam: Dr. Hj. Kokom Komalasari, M.Pd.
(penyunting) Prosiding Seminar Internasional Pendidikan
Kewarganegaraan. Bandung, Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI, hlm. 146-162.
Tia Athiyyah, 2014
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN C.Sumber Peraturan Perundang-Undangan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.