BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Dari keseluruhan kegiatan penelitian yang telah dilakukan, diajukan beberapa saran, diantaranya:
1. Pengajaran strategi membaca komprehensif sebaiknya diajarkan kepada siswa secara rutin minimal seminggu sekali selama penelitian.
2. Pemilihan dan penerapan strategi membaca sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli bahasa atau guru bahasa di sekolah secara rutin setiap pertemuan.
3. Pengujian penguasaan konten materi siswa SMP sebaiknya mengacu pada ranah yang ada di TIMSS.
DAFTAR PUSTAKA
Arifia, Iqlima. (2008). Perbandingan Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Tugas Terstruktur Berbasis Aktivitas dengan Metode Konvensional. Skripsi sarjana UPI Bandung: tidak diterbitkan
Arikunto, Suharsimi. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik) (edisi revisi VI). Jakarta: Rineka Cipta
Bozdoğan, Aykut Emre dan Yalçin, Necati. (2009). “Determining the Influence of a Science Exhibition Center Training Program on Elementary Pupils’ Interest and Achievement in Science “. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 2009, 5 (1), 27-34
Dahar, Ratna Wilis. (1989). Teori-Teori Belajar. Bandung: Erlangga Daryanto. (2008). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Elianur, Rosita. (2011). Indonesia Peringkat 10 besar terbawah dari 65 Negara
Peserta PISA [Online]. Tersedia:
http://emiliannur.wordpress.com/2010/06/20/literacy-science/ [26 Juni 2012]
Fang, Zhihui dan Wei, Youhua. (2010). ”Improving Middle School Students’ Science Literacy Through Reading Infusion”. The journal of Educational Research, 103:262-273, 2010
Hanafiah, Nanang dan Suhana, Cucu. (2012). Konsep Straregi Pembelajaran (cetakan ketiga). Bandung: Refika Aditama
Hanrahan, Mary. (2009). ”Bridging the Literacy Gap: Teaching the Skills of
Readning and Writing as They Apply in School Science”. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 2009, 5 (3), 289-304 Hayat, Bahrul dan Yusuf, Suhendra. (2010). Benchmark Internasional Mutu
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Holbrook. (2009). ”The Meaning of Scientific literacy”. International Journal of Environmental & Science Education, Vol. 4, No. 3, July 2009, 275-288
Isnaniah. (2011). Literasi Sains [online]. Tersedia: http://isnaniah2.wordpress.com/2011/03/23/literasi-sains/ [28 Agustus 2012]
Joyce, B. et al. (2009). Models of Teaching Model-Model Pengajaran terjemahan (edisi kedelapan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kunandar. (2008). Guru Profesional (Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru) (edisi revisi). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Maharshak, Arie dan Pundak, David. (2004). ” Active Physics Learning Combining The Marketing Concept With Information Technology”. J. Educational Technology Systems, Vol. 32(4) 399-418, 2003-2004
Masyhuri dan Zainuddin, M. (2008). Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dan Aplikatif. Bandung: Refika Aditama
Maulana, Rizal. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Ranah Kognitif Siswa SMA [online]. Skripsi sarjana UPI Bandung. Tersedia: http://repository.upi.edu/skripsiview.php?no_skripsi=10004 [09 Januari 2012]
Narbuko, Cholid dan Achmadi Abu. (2009). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
Muslich, Masnur. (2010). Authentic Assessment: Penilaian Berbasis Kelas dan Kompetensi. Bandung: Refika Aditama
Purwanto. (2012). Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sanjaya, Wina. (2010). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (edisi pertama cetakan ketiga). Jakarta: Kencana
Sudijono, Anas. (2007). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Sugiono. (2008). Metode Penelitian Administrasi (edisi ke 16). Bandung: ALFABETA
Sukardi. (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan (Kompetensi dan Praktiknya). Jakarta: Bumi Aksara
Surapranata, Sumarna. (2004). Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes (Implementasi Kurikulum 2004). Bandung: Remaja Rosdakarya Susetyo, Budi. (2010). Statistika untuk Analisis Data Penelitian. Bandung: Refika
Aditama
Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif (edisi kedua). Jakarta: Kencana
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu (Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Jakarta: Bumi Aksara
Umar, Husein. (2008). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Wenning. (2007). ”Assessing inquiry skills as a component of scientific literacy”.
J. Phys. Tchr. Educ. Online, 4(2), Winter 2007
Wenning. (2007). ”Assessing nature of science literacy as one component of
scientific literacy”. J. Phys. Tchr. Educ. Online, 3(4), Summer 2006
Wenning. (2011). “Experimental inquiry in introductory physics courses”. J. Phys. Tchr. Educ. Online, 6(2), Summer 2011
Wenning. (2005). “Levels of inquiry: Hierarchies of pedagogical practices and inquiry processes (revised 2/12)”. J. Phys. Tchr. Educ. Online 2(3),
February 2005
Wirartha. I Made. (2006). Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: ANDI
FORMAT OBSERVASI KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED SCIENCE PLUS READING
Satuan Pendidikan : SMPN 12 Bandung Kelas/Semester : VII/1
Mata Pelajaran : Fisika
Konsep : Pemuaian Zat Padat Alokasi Waktu : 2 x 40’ (1 x pertemuan)
KEGIATAN GURU Keterlaksanaan KEGIATAN SISWA
Keterlaksanaan
Keterangan
Ya Tidak Ya Tidak
Pendahuluan Pendahuluan
Memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa.
Membalas salam dari guru dan menyiapkan diri untuk menerima pelajaran.
Apersepsi
Menceritakan fenomena-fenomena yang berkaitan dengan pemuaian zat padat dan memberikan pertanyaan terkait fenomena tesebut.
Apersepsi
Memperhatikan dan aktif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru.
Motivasi
Memotivasi siswa dengan menanyakan manfaat dari pembelajaran pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.
Motivasi
Menyebutkan manfaat dari pemuaian dalam keidupan sehari-hari.
Konflik Kognitif
Menunjukkan pemuaian zat padat
Konflik Kognitif
menggunakan uang logam yang dipanaskan. yang dipanaskan.
Konsepsi Awal
Memberikan pertanyaan tentang konsep pemuaian.
Memberikan permasalahan tentang pemuaian dua batang logam yang berbeda namun memiliki panjang yang sama.
Mengarahkan siswa untuk berhipotesis terkait permasalahan.
Konsepsi Awal
Mendefinisikan konsep pemuaian Merumuskan permasalahan pemuaian
dua batang logam berbeda yang memiliki panjang awalnya sama. Merumuskan hipotesis terkait
permasalahan.
Menyampaikan tujuan pembelajaran. Mengetahui tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti Kegiatan Inti
Eksplorasi
Membimbing siswa dalam pembentukan kelompok.
Membagikan LKS kepada setiap kelompok. Memberikan pertanyaan arahan mengenai
variabel yang akan diamati dan alat & bahan yang diperlukan dalam percobaan.
Membimbing siswa menyusun prosedur.
Eksplorasi
Siswa duduk secara berkelompok. Setiap kelompok menerima LKS. Merumuskan variabel-variabel yang
akan diteliti, alat dan bahan yang diperlukan.
Siswa menyusun prosedur percobaan.
Elaborasi
Mendemonstrasikan percobaan menggunakan muschenbroek.
Mendemonstrasikan percobaan keping bimetal. Memberikan pertanyaan & arahan saat
demonstrasi agar siswa dapat melihat memperoleh data.
Elaborasi
Memperhatikan demostrasi percobaan muschenbroek.
Memperhatikan demostrasi percobaan keeping bimetal.
Menjawab pertanyaan arahan dari guru agar dapat mengambil data .
Memfasilitasi siswa untuk melakukan presentasi hasil diskusi terkait percobaan.
Membimbing siswa untuk berdiskusi dan melakukan tanya jawab tentang data yang telah diperoleh.
Memberikan koreksi atau penguatan tentang konsep yang dipelajari.
Mempresentasikan hasil diskusi terkait demostrasi percobaan.
Melakukan diskusi kelas melalui tanya jawab.
Memperhatikan penguatan dari guru dan merumuskan kesimpulan.
Penutup Penutup
Memberi reward kepada kelompok yang memiliki kinerja & kerja sama yang baik.
Menerima reward bagi siswa yang memiliki kinerja paling baik
Melakukan evaluasi berupa latihan soal Mengerjakan soal evaluasi.
Membimbing siswa untuk melakukan refleksi. Siswa berefleksi terkait pembelajaran. Menyuruh siswa untuk mengumpulkan reading
task 1
Mengumpulkan tugas reading task 1 Menginformasikan materi pelajaran untuk
pertemuan berikutnya, sambil memberikan reading task 2 (tugas membaca) sebagai bahan pembelajaran berikutnya.
Menerima tugas reading task 2
Memberi tugas berupa proyek sains yang sudah ditentukan untuk setiap kelompok.
Memperhatikan petunjuk pembuatan proyek sains.
Menutup pelajaran dengan ucapan salam. Membalas salam dari guru
Bandung, …… November 2012
Observer,
FORMAT OBSERVASI KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED SCIENCE PLUS READING
Satuan Pendidikan : SMPN 12 Bandung Kelas/Semester : VII/1
Mata Pelajaran : Fisika
Konsep : Pemuaian Zat Cair Alokasi Waktu : 2 x 40’ (1 x pertemuan)
KEGIATAN GURU Keterlaksanaan KEGIATAN SISWA
Keterlaksanaan
Keterangan
Ya Tidak Ya Tidak
Pendahuluan Pendahuluan
Memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa.
Membalas salam dari guru dan menyiapkan diri untuk menerima pelajaran.
Apersepsi
Menceritakan fenomena-fenomena yang berkaitan dengan pemuaian zat cair dan memberikan pertanyaan terkait fenomena tesebut.
Apersepsi
Memperhatikan dan aktif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru.
Motivasi
Memotivasi siswa dengan menanyakan manfaat dari pembelajaran pemuaian zat cair dalam kehidupan sehari-hari.
Motivasi
Menyebutkan manfaat dari pemuaian zat cair dalam keidupan sehari-hari.
Menunjukkan pemuaian zat cair menggunakan termometer.
Mengamati pemuaian zat cair menggunakan termometer.
Konsepsi Awal
Memberikan permasalahan tentang
pemuaian dua zat cair yang berbeda, air dan minyak.
Mengarahkan siswa untuk berhipotesis terkait permasalahan yang diberikan.
Konsepsi Awal
Merumuskan permasalahan mengenai besar pemuaian zat cair.
Siswa berhipotesis terkait permasalahan.
Menyampaikan tujuan pembelajaran. Mengetahui tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti Kegiatan Inti
Eksplorasi
Membimbing siswa dalam pembentukan kelompok.
Membagikan LKS kepada setiap kelompok. Memberikan pertanyaan arahan mengenai
variabel yang akan diamati dan alat & bahan yang diperlukan.
Membimbing siswa untuk menyusun prosedur percobaan.
Eksplorasi
Siswa duduk secara berkelompok.
Setiap kelompok menerima LKS. Merumuskan variabel-variabel
yang akan diteliti, alat dan bahan yang diperlukan.
Siswa menyusun prosedur percobaan.
Elaborasi
Mendemonstrasikan percobaan
menggunakan labu erlenmeyer berpipa kapiler yang dipanaskan.
Memberikan pertanyaan dan arahan selama demonstrasi agar siswa dapat melihat fenomena dan memperoleh data.
Elaborasi
Mengamati demonstrasi percobaaan.
Berperan aktif dalam menjawab dan memperhatikan arahan dari guru.
Membimbing siswa untuk berdiskusi dan melakukan tanya jawab tentang hasil eksperimen yang telah diperoleh.
Memberikan koreksi atau penguatan tentang konsep yang dipelajari.
Melakukan diskusi kelas melalui tanya jawab.
Memperhatikan penguatan dari guru dan merumuskan kesimpulan.
Penutup Penutup
Member reward kepada kelompok yang memiliki kinerja & kerja sama yang baik.
Menerima reward bagi siswa yang memiliki kinerja paling baik Melakukan evaluasi berupa latihan soal. Mengerjakan soal evaluasi. Membimbing siswa untuk melakukan
refleksi.
Siswa berefleksi terkait pembelajaran.
Menyuruh siswa untuk mengumpulkan reading task 2
Mengumpulkan tugas reading task 2
Menginformasikan materi pelajaran untuk pertemuan berikutnya, sambil memberikan reading task 3 (tugas membaca) sebagai bahan pembelajaran berikutnya.
Menerima tugas reading task 3
Memberi tugas berupa proyek sains yang sudah ditentukan untuk setiap kelompok.
Memperhatikan petunjuk pembuatan proyek sains.
Menutup pelajaran dengan ucapan salam. Membalas salam dari guru
Bandung, …… November 2012 Observer,
FORMAT OBSERVASI KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED SCIENCE PLUS READING
Satuan Pendidikan : SMPN 12 Bandung Kelas/Semester : VII/1
Mata Pelajaran : Fisika
Konsep : Pemuaian Gas
Alokasi Waktu : 2 x 40’ (1 x pertemuan)
KEGIATAN GURU Keterlaksanaan KEGIATAN SISWA
Keterlaksanaan
Keterangan
Ya Tidak Ya Tidak
Pendahuluan Pendahuluan
Memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa.
Membalas salam dari guru dan menyiapkan diri untuk menerima pelajaran.
Apersepsi
Menceritakan fenomena-fenomena yang berkaitan dengan pemuaian gas dan memberikan pertanyaan terkait fenomena tesebut.
Apersepsi
Memperhatikan dan aktif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru.
Motivasi
Memotivasi siswa dengan menanyakan manfaat dari pembelajaran pemuaian gas dalam kehidupan sehari-hari.
Motivasi
Menyebutkan manfaat dari pemuaian zat cair dalam keidupan sehari-hari.
Menunjukkan pemuaian gas menggunakan labu didih.
Mengamati demostrasi pemuaian gas.
Konsepsi Awal
Memberikan permasalahan tentang pemuaian gas.
Mengarahkan siswa untuk berhipotesis terkait permasalahan yang diberikan.
Konsepsi Awal
Merumuskan permasalahan mengenai besar pemuaian zat cair. Siswa berhipotesis terkait
permasalahan.
Menyampaikan tujuan pembelajaran. Mengetaui tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti Kegiatan Inti
Eksplorasi
Membimbing siswa dalam pembentukan kelompok.
Membagikan LKS kepada setiap kelompok. Memberikan pertanyaan arahan mengenai
variabel yang akan diamati dan alat & bahan yang diperlukan untuk menyelidiki pemuaian gas.
Membimbing siswa untuk menyusun prosedur percobaan.
Eksplorasi
Siswa duduk secara berkelompok. Setiap kelompok menerima LKS. Merumuskan variabel-variabel
yang akan diteliti, alat dan bahan yang diperlukan.
Siswa menyusun prosedur percobaan.
Elaborasi
Mendemonstrasikan percobaan
menggunakan labu didih yang dipanaskan. Memberikan pertanyaan dan arahan selama
demonstrasi agar siswa dapat melihat fenomena dan memperoleh data.
Elaborasi
Mengamati demonstrasi percobaaan.
Berperan aktif dalam menjawab dan memperhatikan arahan dari guru.
Konfirmasi
Membimbing siswa untuk berdiskusi dan
Konfirmasi
melakukan tanya jawab tentang hasil eksperimen yang telah diperoleh. Memberikan koreksi atau penguatan
tentang konsep yang dipelajari.
tanya jawab.
Memperhatikan penguatan dari guru dan merumuskan kesimpulan.
Penutup Penutup
Member reward kepada kelompok yang memiliki kinerja & kerja sama yang baik.
Menerima reward bagi siswa yang memiliki kinerja paling baik
Melakukan evaluasi berupa latihan soal. Mengerjakan soal evaluasi. Membimbing siswa untuk melakukan
refleksi.
Siswa berefleksi terkait pembelajaran.
Menyuruh siswa untuk mengumpulkan reading task 3
Mengumpulkan tugas reading task 3
Memberi tugas berupa proyek sains yang sudah ditentukan untuk setiap kelompok.
Memperhatikan petunjuk pembuatan proyek sains.
Menutup pelajaran dengan ucapan salam. Membalas salam dari guru.
Bandung, …… November 2012 Observer,