• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka terdapat beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti, diantaranya:

1. Bagi Guru

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai aktivitas tambahan dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat membantu mengatasi hambatan pada kemampuan menulis permulaan anak autistik terutama yang mengalami kekakuan pada tangan ketika menulis.

2. Bagi Kepala Sekolah

Hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa penggunaan senam otak

arm activation dapat mempengaruhi kemampuan menulis permulaan anak autistik, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menerapkan program tambahan sebagai penunjang proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Al Razak. (2014). Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Bagi Anak Kesulitan Belajar Melalui Brain Gym. E-JUPEKhu (Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus), 3 (1), 234-244.

Bambang Tri Sulo, dkk. (2013). Panduan Asesmen Bahasa Indonesia Untuk Siswa Dengan Kesulitan Belajar. Jakarta: Kemendikbud Dirjen Dikdas. Bonny Danuatmaja. (2003). Terapi Anak Autis di Rumah. Jakarta: Puspa Swara,

Anggota Ikapi.

Eva Imania Eliasa. (2007). Brain Gym, Brain Games (Mari Bermain Otak Dengan Senam Otak). Makalah (26-27 Desember 2007). Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

Franc. Andri Yanuarita. (2013). Memaksimalkan Otak Melalui Senam Otak (Brain Gym). Yogyakarta: Teranova Books.

Hallahan, Daniel, P., James, M., Kauffman & Paige, C., Pullen. (2009).

Exceptional Learners: An Introduction to Special Education. United States of America: Pearson Education, Inc.

Husaini Usman. dkk. (2006). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara. Ihwan Sidiq Nugroho, dkk. (2009). Pengaruh Pelatihan Brain Gym Terhadap Perkembangan Kemampuan Literacy Pada Anak Kelas Satu Sekolah Dasar.

Jurnal Wacana Psikologi, 1 (2), 1-10.

Indah Wulandari. (2014). Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Huruf Awas Bagi Anak Low Vision Melalui Modifikasi Huruf. Jurnal Ilmiah PG-PAUD IKIP Veteran Semarang, 2 (2), 28-42.

Ismidar Rahman. (2013). Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Huruf Awas Bagi Anak Low Vision Melalui Modifikasi Huruf. E-JUPEKhu (Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus), 1 (1), 319-331.

Joko Yuwono. (2012). Memahami Anak Autistik (Kajian Teoritik dan Empirik). Bandung: Alfabeta.

Juang Sunanto, dkk. (2005). Pengantar Penelitian Dengan Subyek Tunggal. Universitas of Tsukuba: Center of Research on International Cooperation in Educational Development (CRICED).

Juang Sunanto, dkk. (2006). Penelitian Dengan Subyek Tunggal. Bandung: UPI Press.

Morrison, George S. (2012). Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jakarta: PT Indeks.

Munawir Yusuf. (2005). Pendidikan Bagi Anak Dengan Problema Belajar. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikti.

Munawir Yusuf & Edy Legowo. (2007). Mengatasi Kebiasaan Buruk Anak Dalam Belajar Melalui Modifikasi Perilaku. Jakarta: Depdiknas Dirjen Perguruan Tinggi.

Nichen & Usep Kustiawan. (2013). Penerapan Brain Gym Untuk Meningkatkan Kemampuan Menggambar Anak TK PKK Bandulan Kota Malang. Jurnal PAUD, 1 (1), 19-26.

Nera Insan Nurfadillah. (2013). Pengaruh Metode Senam Otak Melalui Gerakan Arm Activation Terhadap Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Anak Cerebral Palsy Spastic Di SLB-D YPAC Bandung. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Paul E. and Gail E. Dennison. (2002). Brain Gym (Senam Otak) Gerakan Sederhana untuk Belajar dengan Keseluruhan Otak. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Petrin Kasdanel. (2013). Efektifitas Sensori Integrasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Pada Anak Autis Di TI-JI Home Schooling Padang. E-JUPEKhu (Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus), 1 (2), 248-255. S.M. Lumbantobing. (2003). Epilepsi dan ASD. Makalah. Jakarta: Konferensi

Nasional Autisme-I.

Sasanti Yuniar. (2003). Masalah Perilaku Pada Gangguan Spectrum Autisme (GSA). Makalah. Jakarta: Konferensi Nasional Autisme-I.

Setiyo Purwanto, dkk. (2009). Manfaat Senam Otak (Brain Gym) Dalam Mengatasi Kecemasan dan Stres Pada Anak Sekolah. Jurnal Kesehatan, 2 (1), 81-90.

Siti Maslakhah, dkk. (2011). Bahasa Indonesia (Panduan Menulis Karya Ilmiah). Yogyakarta: Kanwa Publisher.

Sudji Munadi. (2010). Penilaian Hasil Belajar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rhineka Cipta. Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sujarwanto. (2005). Terapi Okupasi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: DEPDIKNAS.

Sumiati, dkk. (2014). Peningkatan kemampuan menulis permulaan melalui aneka media pada anak usia 4-5 tahun. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(10), 1-15.

Tin Suharmini. (2009). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Kanwa Publisher.

Titi S. Sularyo & Setyo Handryastuti. (2002). Senam Otak. Sari Pediatri, 4 (1),36-44.

Tri Budi Santoso. (2003). Keterampilan Menulis dan ‘Sensory Integration’.

Makalah. Jakarta: Konferensi Nasional Autisme-I.

Tri Gunadi. (2003). Pre Writing Skill Dipandang Dari Berbagai Metode. Makalah. Jakarta: Konferensi Nasional Autisme-I.

Ulfah Saefatul Mustaqimah. (2013). Efektivitas Penggunaan Media Fondant Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Dalam Menulis Permulaan Siswa Cerebral Palsy Sedang Di SLBD YPAC Bandung. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Viccy Eliez Triandini. (2009). Pengaruh Senam Otak Terhadap Keterampilan Menulis Pada Anak Prasekolah. Skripsi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Wina Sanjaya. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Yeni Rachmawati. (2013). Pengaruh Aktivitas Kolase Terhadap Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Pada Siswa Cerebral Palsy Tipe Spastik.

Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Yoga Puspa Umbara. (2014). Penggunaan Brain Gym Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Pada Anak Autis Kelas IV di SLB

Marsudi Putra II Pandak Bantul Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: PLB FIP UNY.

Yoswan Azwandi. (2005). Mengenal dan Membantu Penyandang Autisme. Jakarta: Depdiknas Dirjen Perguruan Tinggi.

LAMPIRAN 1 INSTRUMEN TES KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN

Pertemuan Ke- :

Tanggal :

Tempat :

Observer :

Menebalkan Berbagai Bentuk Pola Dasar 1) Menebalkan pola garis vertikal.

2) Menebalkan pola garis horizontal.

4) Menebalkan dua pola garis vertikal dan satu pola garis horizontal.

5) Menebalkan dua pola garis vertikal dan dua pola garis horizontal

6) Menebalkan pola garis miring ke kanan.

7) Menebalkan pola garis miring ke kiri.

9) Menebalkan pola garis miring ke kanan dan pola garis horizontal

10) Menebalkan pola garis miring ke kanan, garis miring ke kiri, dan garis horizontal

11) Menebalkan pola garis lengkung atas.

12) Menebalkan pola garis lengkung bawah.

14) Menebalkan pola garis lengkung kanan

Menyalin Berbagai Bentuk Pola Dasar 1) Menyalin garis vertikal.

2) Menyalin garis horizontal.

3) Menyalin garis vertikal dan horizontal

5) Menyalin dua garis vertikal dan dua garis horizontal

6) Menyalin garis miring ke kanan.

7) Menyalin garis miring ke kiri.

8) Menyalin garis miring ke kiri dan garis horizontal.

9) Menyalin garis miring ke kanan dan garis horizontal

11) Menyalin garis lengkung atas.

12) Menyalin garis lengkung bawah.

13) Menyalin garis lengkung kiri

14) Menyalin garis lengkung kanan

15) Menyalin garis lingkaran

LAMPIRAN 2 PANDUAN OBSERVASI PADA SESI INTERVENSI

Pertemuan Ke- :

Tanggal :

Tempat :

Observer :

No. Item Observasi Hasil observasi Keterangan

Ya Tidak

1. Subyek membuka dan menutup telapak tangannya.

2. Subyek mengepalkan salah satu tangannya lalu diangkat ke atas. 3. Subyek mendorong tangan yang

diangkat ke atas dengan bantuan tangan yang lain.

4. Subyek mendorong tangan ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

5. Subyek memegang pensil dengan benar dan baik.

6. Posisi duduk sudah benar (jarak mata dengan kertas)

7. Subyek mengabaikan baris (tidak beraturan atau tulisan cenderung naik/turun).

8. Besar tulisan subyek cenderung berlebihan.

9. Kondisi subyek tidak tegang dan emosional saat menulis

10. Tidak menunjukkan sikap negatif, bosan, atau terganggu saat menulis.

LAMPIRAN 3 PANDUAN OBSERVASI PENCATATAN KEJADIAN

(MENGHITUNG FREKUENSI) Nama Subyek : Tanggal:

Pengamat : Perilaku Sasaran: kesalahan dalam mengerjakan soal tes menulis permulaan Sesi ke :

Waktu :

Turus (Tally) banyaknya kejadian:

Banyaknya kejadian : . . . . kali

Pengamat :

Perilaku Sasaran: Kesalahan dalam mengerjakan soal tes menulis permulaan Tanggal Waktu start-stop Terjadinya perilaku sasaran Total kejadian

LAMPIRAN 4 HASIL TES KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN

PADA BASELINE-1 A. Sesi I

LAMPIRAN 5 HASIL TES KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN

PADA INTERVENSI A.Sesi I

LAMPIRAN 6 HASIL OBSERVASI PADA SESI INTERVENSI

Pertemuan Ke- : I

Tanggal : 19 - 01 - 2015

Tempat : SLB Autisma Dian Amanah Observer : Cynthia Aristiyani

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

1. Subyek membuka dan menutup telapak tangannya.

Subyek sudah cukup mampu melakukan gerakan ini, meskipun gerakannya cenderung kaku dan terbata-bata.

2. Subyek mengepalkan salah satu tangannya lalu diangkat ke atas.

Subyek mampu melakukan gerakan ini dengan baik dan benar.

3. Subyek mendorong tangan yang diangkat ke atas dengan bantuan tangan yang lain.

Subyek cukup mampu melakukan gerakan ini namun masih terlihat bingung dan membutuhkan bantuan.

4. Subyek mendorong tangan ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

Subyek cukup mampu untuk mendorong tangan ke atas, ke bawah, meskipun gerakannya terlihat masih kaku dan cenderung meremas. Selain itu, ketika akan mendorong tangan ke kanan dan ke kiri, subyek mengalami kebingungan megenai arah dan membutuhkan bantuan. 5. Subyek memegang

pensil dengan benar dan √

Subyek cukup mampu untuk memegang pensil dengan baik, namun terkadang

No. Item Observasi Hasil Observasi

Keterangan Ya Tidak

6. Posisi duduk sudah benar (jarak mata dengan kertas)

Posisi duduk subyek ketika mengerjakan soal tes sudah cukup baik, yaitu duduk dengan posisi tegak dan kertas berada tepat di depannya.

7. Subyek mengabaikan baris (tidak beraturan atau tulisan cenderung naik/turun).

Pada beberapa garis lurus subyek mampu melakukannya dengan cukup baik, namun ketika menebalkan garis lengkung cenderung mengalami kesulitan karena gerakan subyek terbatas.

8. Besar tulisan subyek

cenderung berlebihan. √

Dalam aktivitas menebalkan ini, tulisan subyek sudah cukup baik dan tidak melebihi pola, hanya saja belum teratur dan cenderung tebal.

9. Kondisi subyek tidak tegang dan emosional saat menulis

Ketika diberikan soal untuk menulis, pada awalnya subyek dapat melakukan dengan cukup baik, namun ketika mengalami kesulitan subyek memunculkan perilaku handflapping dan sulit berkonsentrasi.

10. Tidak menunjukkan sikap negatif, bosan, atau terganggu saat menulis.

Setelah mengalami beberapa hambatan dalam menulis, subyek cenderung bosan dan memunculkan sikap negatif (seperti: menggigit pensil dan memukul meja).

HASIL OBSERVASI PADA SESI INTERVENSI Pertemuan Ke- : II

Tanggal : 20 - 01 - 2015

Tempat : SLB Autisma Dian Amanah Observer : Cynthia Aristiyani

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

1. Subyek membuka dan menutup telapak tangannya.

Subyek dapat melakukan gerakan ini dengan cukup baik, meskipun terlihat sedikit kaku.

2. Subyek mengepalkan salah satu tangannya lalu diangkat ke atas.

Subyek mampu melakukannya dengan baik dan benar tanpa mengalami hambatan.

3. Subyek mendorong tangan yang diangkat ke atas dengan bantuan tangan yang lain.

Subyek sudah cukup mampu melakukan gerakan ini, meskipun masih membutuhkan bantuan untuk menghasilkan gerakan yang baik dan benar

4. Subyek mendorong tangan ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

Subyek sudah cukup mampu melakukan gerakan ini, namun masih mengalami kebingungan dalam mendorong tangan ke kanan dan ke kiri sehingga diberikan bantuan.

5. Subyek memegang pensil dengan benar dan baik.

Kemampuan subyek dalam memegang pensil sudah cukup baik, namun ketika menulis masih terlihat adanya kekakuan

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

6. Posisi duduk sudah benar (jarak mata dengan kertas)

√ Ketika menulis, posisi duduk subyek sudah baik dengan duduk secara tegak dan tidak membungkuk.

7. Subyek mengabaikan baris (tidak beraturan atau tulisan cenderung naik/turun).

Kemampuan subyek dalam menebalkan garis lurus (vertikal/horizontal)sudah cukup mampu, namun dalam menebalkan gabungan dari dua garis (segitiga/persegi) subyek masih mengalami kesulitan, selain itu dalam menebalkan garis lengkung tulisan subyek cenderung tidak beraturan. 8. Besar tulisan subyek

cenderung berlebihan.

√ Dalam menebalkan berbagai bentuk pola dasar, tulisan subyek tidak terlalu berlebihan. Hanya saja pada saat menebalkan bentuk lingkaran, penulisannya tidak beraturan.

9. Kondisi subyek tidak tegang dan emosional saat menulis

Subyek terlihat tegang dan cenderung menolak untuk mengerjakan soal tes, namun setelah diberikan arahan maka subyek kembali mengikuti seperti biasa. 10. Tidak menunjukkan

sikap negatif, bosan, atau terganggu saat menulis.

Ketika menulis, subyek cenderung mengabaikan tugasnya dan berperilaku negatif (memukul dada).

HASIL OBSERVASI PADA SESI INTERVENSI Pertemuan Ke- : III

Tanggal : 21 - 01 - 2015

Tempat : SLB Autisma Dian Amanah Observer : Cynthia Aristiyani

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

1. Subyek membuka dan menutup telapak tangannya.

Subyek mampu melakukan gerakan ini dengan cukup baik dan benar.

2. Subyek mengepalkan salah satu tangannya lalu diangkat ke atas.

Subyek mampu melakukan gerakan ini dengan baik dan benar tanpa mengalami hambatan.

3. Subyek mendorong tangan yang diangkat ke atas dengan bantuan tangan yang lain.

Subyek sudah cukup mampu melakukannya, namun terkadang memerlukan bantuan untuk memulainya.

4. Subyek mendorong tangan ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

Dalam melakukan aktivitas ini, subyek sudah cukup mampu melakukannya dengan baik, namun untuk mendorong tangan ke kanan dan ke kiri masih membutuhkan bantuan.

5. Subyek memegang pensil dengan benar dan baik.

Subyek sudah cukup mampu untuk memegang pensil dengan benar, namun ketika menggerak pensil untuk menulis masih belum optimal.

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

6. Posisi duduk sudah benar (jarak mata dengan kertas)

Posisi duduk subyek sudah benar, kertas soal tes yang akan dikerjakan berada di depannya, sehingga subyek dapat menulis dengan nyaman.

7. Subyek mengabaikan baris (tidak beraturan atau tulisan cenderung naik/turun).

Subyek masih mengalami sedikit kesulitan dalam menulis, dikarenakan subyek kurang luwes dalam menggerakkan pensil dalam menebalkan beberapa bentuk pola sehingga tulisannya kurang optimal. 8. Besar tulisan subyek

cenderung berlebihan. √

Tulisan subyek cenderung normal dan tidak berlebihan, dikarenakan tulisan subuek tidak keluar dari batas kolom yang telah disediakan.

9. Kondisi subyek tidak tegang dan emosional saat menulis

Ketika mengerjakan soal, subyek cenderung kurang relaksasi dan cenderung tegang, namun setiap kali subyek terlihat tegang peneliti memintanya untuk meremas kedua tangannya agar kondisinya kembali

relaks. 10. Tidak menunjukkan

sikap negatif, bosan, atau terganggu saat menulis.

Subyek sering memunculkan perilaku

handflapping sehingga menghambat kegiatan mengerjakan soal tes.

HASIL OBSERVASI PADA SESI INTERVENSI Pertemuan Ke- : IV

Tanggal : 22 - 01 - 2015

Tempat : SLB Autisma Dian Amanah Observer : Cynthia Aristiyani

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

1. Subyek membuka dan menutup telapak tangannya.

Subyek dapat melakukan gerakan ini dengan cukup baik.

2. Subyek mengepalkan salah satu tangannya lalu diangkat ke atas.

Subyek dapat melakukan gerakan ini dengan benar secara mandiri.

3. Subyek mendorong tangan yang diangkat ke atas dengan bantuan tangan yang lain.

Subyek sudah cukup mampu melakukan gerakan ini dengan baik, meskipun masih mengalami sedikit hambatan.

4. Subyek mendorong tangan ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

Subyek dapat mendorong tangan ke atas dan ke bawah dengan cukup baik, namun dalam mendorong tangan ke kanan dan ke kiri masih membutuh bantuan untuk mengarahkannya.

5. Subyek memegang pensil dengan benar dan baik.

Kemampuan subyek dalam memegang pensil sudah baik, namun dalam menggerakkannya terkadang mengalami sedikit kekakuan.

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

6. Posisi duduk sudah benar (jarak mata dengan kertas)

Ketika menulis, posisi duduk subyek sudah baik dan benar yaitu posisi duduk tegak dan sejajar dengan kertas soal. 7. Subyek mengabaikan

baris (tidak beraturan atau tulisan cenderung naik/turun).

Dikarenakan subyek kurang luwes

dalam menggerakkan tangan untuk menulis, menyebabkan tulisan yang dihasilkannya pun menjadi tidak beraturan.

8. Besar tulisan subyek cenderung berlebihan.

√ Hasil tulisan subyek cenderung normal dan tidak berlebihan.

9. Kondisi subyek tidak tegang dan emosional saat menulis

Ketika menulis, subyek terlihat tegang sehingga cenderung ragu-ragu untuk untuk melakukannya.

10. Tidak menunjukkan sikap negatif, bosan, atau terganggu saat menulis.

Meskipun subyek terlihat tegang, namun subyek dapat berfokus dalam mengerjakan soal tes yang diberikan.

HASIL OBSERVASI PADA SESI INTERVENSI Pertemuan Ke- : V

Tanggal : 26 - 01 - 2015

Tempat : SLB Autisma Dian Amanah Observer : Cynthia Aristiyani

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

1. Subyek membuka dan menutup telapak tangannya.

Subyek mampu melakukan gerakan ini dengan cukup baik dan benar, meskipun belum terlalu lancar.

2. Subyek mengepalkan salah satu tangannya lalu diangkat ke atas.

Subyek mampu melakukan gerakan ini dengan baik secara mandiri.

3. Subyek mendorong tangan yang diangkat ke atas dengan bantuan tangan yang lain.

Subyek sudah cukup mampu melakukan gerakan ini, meskipun terkadang membutuhkan bantuan.

4. Subyek mendorong tangan ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

Subyek sudah cukup mampu melakukan gerakan ini, namun terkadang mengalami hambatan dalam mendorong tangan ke kanan dan ke kiri sehingga membutuhkan bantuan.

5. Subyek memegang pensil dengan benar dan baik.

Kemampuan subyek dalam memegang pensil sudah cukup baik dan benar, meskipun terkadang terlihat kaku dalam menggerakkannya ketika menulis.

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

6. Posisi duduk sudah benar (jarak mata dengan kertas)

Posisi duduk subyek sudah benar dengan duduk tegak. Selain itu, posisi kertas soal berada dihadapannya dengan tepat sehingga memudahkan aktivitas menulisnya.

7. Subyek mengabaikan baris (tidak beraturan atau tulisan cenderung naik/turun).

Tulisan subyek cenderung tidak beraturan pada beberapa bentuk dikarenakan ketika menulis subyek kurang luwes dalam menggerakkan tangannya.

8. Besar tulisan subyek cenderung berlebihan.

√ Hasil tulisan subyek cenderung normal dan tidak berlebihan.

9. Kondisi subyek tidak tegang dan emosional saat menulis

Ketika mengerjakan soal, subyek terlihat tegang dan ragu-ragu untuk mengerjakannya sehingga tulisannya menjadi kurang optimal.

10. Tidak menunjukkan sikap negatif, bosan, atau terganggu saat menulis.

Subyek terlihat kurang bersemangat untuk mengerjakan soal tes. Selain itu, subyek merasa terganggu dengan kondisi kelas yang tidak kondusif.

HASIL OBSERVASI PADA SESI INTERVENSI Pertemuan Ke- : VI

Tanggal : 27 - 01 - 2015

Tempat : SLB Autisma Dian Amanah Observer : Cynthia Aristiyani

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

1. Subyek membuka dan menutup telapak tangannya.

Subyek mampu melakukan gerakan ini dengan baik, meskipun belum terlalu lancar.

2. Subyek mengepalkan salah satu tangannya lalu diangkat ke atas.

Subyek mampu melakukan gerakan ini dengan baik secara mandiri.

3. Subyek mendorong tangan yang diangkat ke atas dengan bantuan tangan yang lain.

Dalam melakukan gerakan ini, subyek sudah cukup mampu melakukannya dengan baik secara mandiri.

4. Subyek mendorong tangan ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

Subyek sudah cukup mampu untuk melakukan gerakan ini secara mandiri.

5. Subyek memegang pensil dengan benar dan baik.

Cara subyek dalam memegang pensil sudah baik, namun dalam menggerakkannya terkadang terlihat sedikit kaku.

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

6. Posisi duduk sudah benar (jarak mata dengan kertas)

Posisi duduk subyek ketika menulis sudah benar, yaitu dengan posisi duduk tegak dan sejajar dengan kertas soal.

7. Subyek mengabaikan baris (tidak beraturan atau tulisan cenderung naik/turun).

Pada beberapa bentuk, subyek mengalami hambatan dalam menyalin tulisan, sehingga tulisan tersebut cenderung tidak beraturan.

8. Besar tulisan subyek cenderung berlebihan.

√ Tulisan subyek cenderung normal dan tidak berlebihan, dikarenakan tulisannya tersebut tidak keluar dari kolom pembatas.

9. Kondisi subyek tidak tegang dan emosional saat menulis

Subyek cenderung ragu dalam mengerjakan soal tes dan sesekali menjadi marah dengan menggigit kedua tangannya lalu disertai dengan memukul meja.

10. Tidak menunjukkan sikap negatif, bosan, atau terganggu saat menulis.

Ketika mengerjakan soal, subyek kurang berkonsentrasi dan cenderung menyakiti dirinya dengan cara menggigit kedua tangannya.

HASIL OBSERVASI PADA SESI INTERVENSI Pertemuan Ke- : VII

Tanggal : 28 - 01 - 2015

Tempat : SLB Autisma Dian Amanah Observer : Cynthia Aristiyani

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

1. Subyek membuka dan menutup telapak tangannya.

Subyek dapat melakukan gerakan ini dengan baik dan benar.

2. Subyek mengepalkan salah satu tangannya lalu diangkat ke atas.

Subyek dapat melakukannya dengan benar sesuai instruksi yang diberikan.

3. Subyek mendorong tangan yang diangkat ke atas dengan bantuan tangan yang lain.

Subyek dapat melakukannya secara mandiri dengan baik dan benar sesuai instruksi yang diberikan.

4. Subyek mendorong tangan ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri.

Subyek mampu melakukan gerakan ini dengan cukup baik secara mandiri.

5. Subyek memegang pensil dengan benar dan baik.

Subyek mampu memegang pensil dengan benar, namun sedikit masih mengalami hambatan ketika menggerakkannya.

No. Item Observasi Hasil observasi

Keterangan Ya Tidak

6. Posisi duduk sudah benar (jarak mata dengan kertas)

Posisi duduk subyek ketika menulis sudah tepat dan benar, serta posisi kertas sudah benar dengan berada tepat dihadapan subyek.

7. Subyek mengabaikan baris (tidak beraturan atau tulisan cenderung naik/turun).

Tulisan subyek cenderung tidak beraturan, terutama pada beberapa bentuk yang merupakan gabungan dari dua garis.

8. Besar tulisan subyek cenderung berlebihan.

√ Tulisan subyek tidak berukuran besar atau berlebihan, cenderung normal karena tidak ada yang keluar dari kolom pembatas.

9. Kondisi subyek tidak tegang dan emosional saat menulis

Ketika menulis subyek cenderung menunjukkan emosi yang berlebihan dengan cara berteriak tanpa sebab serta kurang optimalnya dalam menulis dikarenakan subyek cenderung ragu dalam melakukannya.

10. Tidak menunjukkan sikap negatif, bosan, atau terganggu saat menulis.

Pada saat subyek mengerjakan soal tes, sesaat subyek terlihat bosan dengan

Dokumen terkait