VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.2 Saran
Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai upaya untuk membantu mengatasi masalah perilaku konsumen dalam mengkonsumsi buah lokal di kawasan industri di Jakarta Utara sebagai berikut :
1. Dari sisi akademis :
a. Melakukan penelitian dengan variabel bebas yang berbeda atau dengan menambah jumlah variabel bebas yang lain
c. Menambah jenis buah selain buah lokal yaitu dengan buah non lokal (buah impor) sebagai objek penelitian, namun menggunakan alat analisis yang berbeda sehingga penelitian lebih bervariasi
d. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan di berbagai banyak tempat yang memiliki potensi unggul lainnya
2. Seorang pemasar hendaknya memberikan stimulus kepada konsumen secara intensif terkait dengan kelebihan dan kekurangan dari kualitas buah lokal yang berada di kawasan industri di Jakarta Utara untuk menarik perhatian konsumen. 3. Pemegang kebijakan daerah diharapkan aktif untuk membantu pemasar buah lokal mensosialisasikan iklan atau bentuk promosi lain di public area sebagai bentuk rangsangan stimulus konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier. Prinsip-prinsip ilmu gizi. Jakarta : PT Gramedia Pusaka Utama. 2003 Amirullah. Perilaku Konsumen. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2002
Anggasari, Popy. Pengaruh Ethnosentrisme terhadap Sikap, Preferensi dan Perilaku Pembelian Buah Lokal dan Impor. [Tesis]. Program Studi Manajemen dan Bisnis. Sekolah Pascasarjana IPB. 2012
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi V. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 2002
Azizah, Imarotul. Analisis Pengaruh Persepsi dan Preferensi Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Buah Lokal (Studi Kasus pada Lailai Market Buah Malang). [Skripsi]. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. 2008.
Bachtiar,Wardi. Sosiologi Klasik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2006 Baliwati. Status Gizi Anak Usia pra Sekolah. Bogor: IPB Press. 2004
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta. 2004. Ketersediaan dan Kebutuhan Konsumsi Buah – buahan di Provinsi DKI Jakarta Tahun 1999 – 2003.
Diakses pada 18 Agustus 2014 pkl 17.15 dari
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=55 ¬ab=13
Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Utara. 2007. Jenis dan Nilai Ekspor Komoditi Unggulan serta PDRB Menurut Harga Konstan Kota Jakarta Utara di Jakarta Utara Tahun 2006. Diakses pada 18 Agustus 2014 pkl 17.15 dari http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/ekonomiekspor.php?ia=31
. 2009. Jumlah Industri Sedang atau Besar dan Jumlah Industri Terbesar di Jakarta Utara Tahun 2008. Diakses pada 18 Agustus 2014 pkl 17.15 dari http://www.bps.go.id/booklet/Booklet_Agustus_2012.pdf
. 2009. Kecamatan dan Kelurahan serta Jenis Pekerjaan Penduduk di Kotamadya Jakarta Utara Tahun 2008. Diakses pada 25 Agustus 2014 pkl 20.00 dari http://www.bakosurtanal.go.id/jakarta-utara
. 2009. Pendidikan Penduduk di Kotamadya Jakarta Utara Tahun 2008 Berdasarkan Usia 10 Tahun ke Atas Tahun 2008. Diakses pada 25 Agustus 2014 pkl 20.00 dari http://jakartautara.bps.go.id
Dumairy. Perekonomian Indonesia Cetakan ke – 5. Jakarta: Erlangga. 2004 Firdaus, Muhammad. SIKUH: Integrasi Analisis Ekonomi, Teknologi Budidaya
dan Sistem Informasi untuk Menunjang Kewirausahaan di Bidang Hortikultura. Orange Book 2. IPB Press. 2011
Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: BP Undip. 2001
Hasan, Iqbal. Metode Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2006 Kementerian Keuangan. 2010. Tinjauan Ekonomi dan Keuangan Daerah DKI
Jakarta Tahun 2009. Diakses pada 30 Agustus 2014 pkl 08.00 dari http://www.djpk.depkeu.go.id/attachments/article/257/09.%20DKI%20JA KARTA.pdf
Kementerian Perindustrian. 2012. Perdagangan Bebas Indonesia dengan ACFTA Tahun 2002. Diakses pada 30 Agustus 2014 pkl 10.00 dari http://www.lemhannas.go.id/portal/images/stories/humas/jurnal/jurnal_inte rnasional.pdf
. 2012. Peranan Sektor Industri dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2011. Diakses pada 30 Agustus 2014 pkl 10.00 dari http://www.kemenperin.go.id/artikel/5422/Peran-Sektor-Industri-dalam-Mendorong-Pertumbuhan-Ekonomi-Nasional
Kementerian Pertanian. 2010. Produksi Buah- buahan di Indonesia Tahun 2006 – 201o. Diakses pada 30 Agustus 2014 pkl 10.00 dari http://www.pertanian.go.id/ap_pages/mod/datahorti
. 2012. Perkembangan Volume Impor Buah – buahan di Indonesia Tahun 2007 – 2011. Diakses pada 30 Agustus 2014 pkl 10.00 dari http://www.pertanian.go.id/ap_pages/mod/datahorti.
. 2012. Rata – rata Pengeluaran per Kapita untuk Buah – buahan dari Hasil Susenas Tahun 2011. Diakses pada 26 Agustus 2014 pkl 21.00 dari pusdatin.setjen.pertanian.go.id/.../Buletin-Konsumsi
Kotler, Philiph. Manajamen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia. 2005
Lukman. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: UIN Jakarta Press. 2007 Makhfudli dan Effendi. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktek
Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. 2009
Ma’ruf, Hendri. Pemasaran Ritel. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2005 Moeleong, Lexy, J. 2000. Metodologi Penenlitian Kualitatif. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Muzdalifah. Kajian Preferensi Konsumen terhadap Buah – buahan Lokal di Kota Banjarbaru. [Skripsi]. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. 2012.
Nazir, M. Metode Penelitian Cetakan 5. Jakarta: Ghalia: Indonesia. 2005 Notoatmodjo, S. Perkembangan Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi Aksara. 2007 Nur Hidayat, Dedy. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada. 2006
Peter, JP dan Olson DW. Consumer Behavior and Marketing Strategy Edisi ke- 4. Chicago (US): Irwin Inc 1999
Ritonga,dkk. Pelajaran Ekonomi Jilid 1. Jakarta : Erlangga. 2003
Riduwan dan Akdon. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung: Alfabeta. 2010
Robbin, Stephent. Perilaku Organisasi. Jakarta: Binarupa Aksara. 1996
Santoso, Singgih. Statistik Multivariat Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. 2010
Santoso dan Tjiptono. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta: Elex Media Komputindo. 2001
Sarwono, J. Teori dan Praktek Riset Pemasaran dengan SPSS. Yogyakarta: Andi, 2006
Schiffman dan. Kanuk. Costumer behavior. Prentice Hall. 2000
Sediaoetama. Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi di Indonesia. Jakarta: PT Dian Rakyat. 1999
Setiadi, Nugroho, J. Perilaku Konsumen. Jakarta: PT. Kencana Prenanda Media. 2003
Simamora, Bilson. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2003
Singarimbun, M dan Effendi, S. Metode Penelitian Survei Edisi Revisi. Jakarta: PT. Pustaka LP3S Indonesia. 1995
Suartining, Ni Ketut. Struktur, Perilaku dan Kinerja Pemasaran Anggur (Studi Kasus di Desa Banjar Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng). [Skripsi]. Universitas Udayana. 2010
Sudiyarto. Sikap Kepercayaan Konsumen Sebagai Tolak Ukur Daya Saing Antara Buah Apel Lokal dan Impor. [Tesis]. Surabaya: Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. 2005
Sudjana. Metode Statistika Edisi ke – 6. Bandung: Tarsito. 2001
Sudiyarto dan Hanani, Nuhfil. Kajian Faktor - faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Membeli dan Mengonsumsi Buah Lokal. [Tesis]. Universitas Lampung, Jurnal Bisnis dan Manajemen, Vol. 5, No. 2, Januari 2007
Sugihartono, dkk. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. 2007
Sugiyono. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2004
Suharso dan Retnoningsih. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya. 2001
Sukmadinata, Nana S. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2007
Sumarwan, Ujang. Perilaku Konsumen. Bogor: Ghalia Indonesia. 2003 Sunaryo. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC. 2004
Sunny, T.H dan Kheng Hor. Marketing Wise Pendekatan Inkonvensional terhadap Strategi Pemasaran di Asia Cetakan 2. Jakarta, Bhuana Ilmu Populer. 2008
Sutisna. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. Remaja Rodaskaya. 2003
Suprayitno, Eko. Ekonomi Mikro Perspektif Islam. Yogyakarta: UIN Malang Press 2008
Tarigan, Hadi dan Sayamar. Analisis Perilaku Konsumen dalam Pembelian Buah Lokal di Pasar Tradisional Arengka Kota Pekanbaru. [Tesis]. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Riau. 2013
Taylor.Pengantar Metode Penelitian Kualitatif: Suatu Pendekatan Fenomenologis terhadap Ilmu – ilmu Sosial. Diterjemahkan oleh Arief Furchan. Surabaya: Usaha Nasional. 1995
Widarjono, Agus. Ekonometrika Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonesia. 2007 Widodo, Winarso, Drajat. Pemangkasan Pohon Buah-buahan. Jakarta: Penebar
Swadaya. 1996
Zulkarnain. Kultur Jaringan Tanaman: Solusi Perbanyakan Tanaman Budi Daya. Jakarta: Bumi Aksara. 2009
Lampiran 1 : Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel Sub Variabel
(Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Kesadaran Konsumen (X1)
Pengetahuan
Tingkat pendidikan
Responden menunjukkan pengaruh latar belakang tingkat pendidikan
terhadap pengetahuan produk
B1
Media masa Responden menunjukkan sumber informasi mengenai buah lokal
B2
Kondisi ekonomi
Responden menunjukkan pengaruh kondisi ekonomi terhadap
pengetahuan produk B3
Hubungan sosial
Responden menunjukkan perhatian sosial terhadap permasalahan buah
lokal B4
Pengalaman
Responden menunjukkan pengalaman dari manfaat
mengkonsumsi buah lokal B5
Kondisi fisik
Responden menunjukkan kesehatan fisik setelah mengkonumsi buah
lokal B6
Kondisi psikis Responden menunjukkan kondisi psikis saat mengkonsumsi buah lokal
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Kesadaran Konsumen (X1)
Sikap
Kesediaan menerima Responden menerima kualitas rasa buah lokal
B8
Kesediaan merespon tanggapan mengenai potensi Responden menunjukkan
kualitas buah lokal B9
Kesediaan menghargai kualitas rasa buah lokal kepada Responden mempromosikan
kerabat atau rekan terdekat B10 Kesediaan bertanggung
jawab
Responden menunjukkan perhatian terhadap apa yang akan
dikonsumsi B11
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Kesadaran Konsumen (X1)
Tindakan
Pandangan responden Responden menunjukkan pandangan dalam mengkonsumsi buah lokal
B12 Respon terpimpin Responden bertindak secara benar
untuk mengkonsumsi buah lokal
B13
Mekanisme (inisiatif)
Responden menunjukkan tindakan inisiatif untuk mengkonsumsi buah
lokal
B14 Adopsi Responden menunjukkan tindakan
yang sudah berkembang dengan baik terkait konsumsi buah lokal
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Persepsi Konsumen (X2)
Pelaku Persepsi
Motif
Responden menunjukkan motif
dalam mengkonsumsi buah lokal C1
Pengalaman Responden menunjukkan
pengalaman mengkonsumsi buah lokal di masa lalu
C2
Pengharapan
Responden menunjukkan pengharapan dalam hal konsumsi
buah lokal
C3
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Persepsi Konsumen (X2)
Target
Hal baru
Responden menunjukkan tujuan yang baru dalam mengkonsumsi
buah lokal
C4 Suara Responden menunjukkan suara yang
membentuk perilaku mengkonsumsi buah lokal
C5
Ukuran
Responden menunjukkan
pengharapan ukuran buah lokal C6 Latar belakang Responden menunjukkan latar
belakang mengkonsumsi buah lokal
C7 Kedekatan Responden menunjukkan kedekatan
lokasi sehingga memudahkan mengkonsumsi buah lokal
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Persepsi Konsumen (X2)
Situasi
Waktu
Responden menunjukkan waktu
dalam mengkonsumsi buah lokal C9
Persepsi/ pandangan terhadap buah lokal
Responden menunjukkan pandangannya terhadap daya saing
buah lokal
C10
Kebiasaan sosial
Responden menunjukkan kebiasaan sosial dalam mengkonsumsi buah
lokal
C11
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Preferensi Konsumen (X3)
Pengalaman Kesukaan karena
pengalaman sebelumnya
Responden menjukkan pengalaman yang disukai terkait buah lokal
D1
Kepercayaan Kesukaan karena
kepercayaan kualitas keamanan produk
Responden menunjukkan kesukaan karena kepercayaan buah lokal
D2
Atribut Produk Kesukaan responden terhadap atribut buah
lokal
Responden menunjukkan kesukaan
terhadap atribut buah lokal D3
Kepentingan Kesukaan responden karena kepentingan
tertentu
Responden menunjukkan kepentingan mengkonsumsi buah
lokal bagi tubuh
D4
Kepuasan Kesukaan karena
kepuasan
Responden menunjukkan kepuasan dan pembelian buah lokal secara
berulang
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Perilaku Konsumen dalam
Mengkonsumsi Buah Lokal (Y)
Budaya
Kebudayaan
Responden menunjukkan kebudayaan yang mempengaruhi dalam mengkonsumsi buah lokal
E1
Sub budaya Responden menunjukkan peranan kelompok kebangsaan yang
mempengaruhi dalam mengkonsumsi buah lokal
E2
Kelas sosial
Responden menunjukkan status sosial dalam mengkonsumsi buah
lokal
E3
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Perilaku Konsumen dalam
Mengkonsumsi Buah Lokal (Y)
Sosial
Kelompok acuan
Responden menunjukkan kelompok acuan yang mempengaruhi dalam
mengkonsumsi buah lokal
E4
Keluarga Responden menunjukkan peranan keluarga yang mempengaruhi dalam
mengkonsumsi buah lokal
E5
Peran dan status
Responden menunjukkan peranan status sosial dalam mengkonsumsi
buah lokal
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Perilaku Konsumen dalam
Mengkonsumsi Buah Lokal (Y)
Pribadi
Usia Responden menunjukkan usia yang mempengaruhi perilaku mengkonsumsi buah lokal
E7
Pekerjaan Responden menunjukkan peranan pekerjaan yang mempengaruhi perilaku mengkonsumsi buah lokal
E8
Keadaan ekonomi Responden menunjukkan keadaan ekonomi yang mempengaruhi perilaku mengkonsumsi buah lokal
E9
Gaya hidup Responden menunjukkan gaya hidup yang mempengaruhi perilaku mengkonsumsi buah lokal bagi
tubuh
E10
Konsep diri Responden menunjukkan konsep diri yang dibangun ketika mengkonsumsi
buah lokal
Variabel Sub Variabel (Dimensi)
Indikator Parameter Kode Pernyataan
Perilaku Konsumen dalam
Mengkonsumsi Buah Lokal (Y)
Psikologi
Motivasi Responden menjukkan kebutuhan yang mendorong dalam perilaku
mengkonsumsi buah lokal
E12
Pandangan responden Responden menunjukkan pandangan perilaku mengkonsumsi buah lokal
E13
Proses belajar Responden menunjukkan proses
belajar mengkonsumsi buah lokal E14 Keyakinan Responden menunjukkan keyakinan
pada kualitas buah lokal
Lampiran 2 : Lembar Kuesioner Penelitian
Nomor Responden : ………
PENGARUH KESADARAN, PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI
BUAH LOKAL STUDI KASUS KAWASAN INDUSTRI DI JAKARTA UTARA
Dengan hormat,
Sehubungan dengan penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S1) pada Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN) Jakarta, maka saya mohon kesediaan kepada Bapak/ Ibu untuk berkenan mengisi seluruh pertanyaan yang ada pada kuesioner. Atas kerjasama dan bantuan yang Bapak/ Ibu berikan, saya ucapkan terima kasih.
A. IDENTITAS RESPONDEN Petunjuk : *) lingkari salah satu
1. Nama : ………..…...
2. Jenis Kelamin* : L / P
3. Usia :………. tahun
4. Status Pernikahan* : a) Belum menikah b) Menikah 5. Tingkat Pendidikan :
a) SD c) SMU
b) SMP d) Sarjana
e) Pasca Sarjana
6. Pekerjaan* : a) Karyawan Industri Besar milik Swasta b) Karyawan Industri milik Negara c) Karyawan Industri Kecil
7. Pendapatan (Gaji) /bulan : +………. 8. Rutinitas Pendapatan :
a) Per Jam c) Mingguan
9. Pengeluaran Total/ bulan : + Rp ……….
10. Besaran Pengeluaran untuk Buah Lokal/ bulan : + Rp ………. 11. Besaran Pengeluaran untuk Non Buah/ bulan : + Rp ……….
Petunjuk Pengisian
Bapak/ibu/saudara/i cukup memberikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara/i. Setiap pernyataan mengharapkan hanya ada satu jawaban. Setiap angka akan mewakili tingkat kesesuaian dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara/I, sehingga benar – benar menggambarkan keadaan diri Anda. Skor/Nilai jawaban adalah sebagai berikut :
Skor/Nilai 1 : Jika sangat tidak setuju (STS) dengan pernyataan Skor/Nilai 2 : Jika tidak setuju (TS) dengan pernyataan
Skor/Nilai 3 : Jika ragu – ragu (R)dengan pernyataan Skor/Nilai 4 : Jika setuju (S) dengan pernyataan
Skor/Nilai 5 : Jika sangat setuju (SS) dengan pernyataan B. Komponen Variabel Kesadaran Konsumen (X1)
No. Pernyataan Skor/ Nilai
STS TS R S SS
Bagaimana pendapat Bapak/ Ibu mengenai pernyataan berikut : Indikator : Tingkat Pendidikan
1. Faktor pendidikan mempengaruhi pengetahuan seseorang terhadap sebuah produk (buah lokal)
Indikator : Media Masa
2. Promosi produk buah lokal sudah banyak dilakukan media cetak dan elektronik Indikator : Keadaan Ekonomi
3. Kondisi ekonomi seseorang akan mempengaruhi produk yang akan dikonsumsi
Indikator : Hubungan Sosial
4. Saya merasa prihatin dengan membanjirnya buah impor di pasaran Indikator : Pengalaman
5. Saya mengkonsumsi buah lokal karena telah merasakan manfaatnya dalam tubuh
Indikator : Kondisi Fisik
merasa lebih segar
Indikator : Kondisi Rohani/ Psikis
7. Saya bangga mengkonsumsi buah lokal Indikator : Menerima
8. Buah lokal memiliki pilihan rasa yang beragam
Indikator : Merespon
9. Kualitas rasa buah lokal mampu bersaing dengan rasa buah impor
Indikator : Menghargai
10. Ketika saya mengkonsumsi buah lokal, saya mempromosikan kualitas rasa buah lokal kepada orang terdekat
Indikator : Bertanggung jawab
11. Saya memperhatikan atas apa yang akan saya konsumsi, termasuk untuk konsumsi buah
Indikator : Persepsi/ Pandangan
12. Mengkonsumsi buah lokal menunjukkan jiwa Nasionalisme dalam hal konsumsi pangan
Indikator : Respon Terpimpin
13. Saya mengkonsumsi buah lokal secara berkala
Indikator : Mekanisme
14. Saya mengkonsumsi buah lokal atas insiatif sendiri
Indikator : Adopsi
15. Saya mengkonsumsi buah lokal untuk membantu kesejahteraan petani buah lokal
C. Komponen Variabel Persepsi Konsumen (X2)
No. Pernyataan Skor/ Nilai
STS TS R S SS
Bagaimana pendapat Bapak/ Ibu mengenai pernyataan berikut : Indikator : Motif
1. Saya mengkonsumsi buah lokal karena mampu memenuhi selera saya
Indikator : Pengalaman
2. Saya sudah terbiasa mengkonsumsi buah lokal sejak dahulu
menjadi primadona di negeri sendiri Indikator : Hal yang Baru
4. Saya mengkonsumsi buah lokal untuk hidup yang lebih sehat
Indikator : Suara
5. Saya mengkonsumsi buah lokal karena pengaruh lingkungan terdekat
Indikator : Ukuran
6. Saya mengkonsumsi buah lokal karena ketertarikan ukuran yang ditawarkan Indikator : Latar Belakang
7. Konsumsi buah lokal dapat menyegarkan dan menyehatkan tubuh Indikator : Kesamaan dan Kedekatan
8. Saya mengkonsumsi buah lokal karena lokasi yang strategis sehingga memudahkan
Indikator : Waktu
9. Saya mengkonsumsi buah lokal setiap waktu
Indikator : Pandangan
10. Buah lokal mampu bersaing dengan buah impor dalam hal rasa yang khas Indikator : Kebiasaan sosial
11. Buah lokal dijadikan menu penutup (dessert) dalam sajian 4 sehat 5 sempurna
D.Komponen Variabel Preferensi Konsumen (X3)
No. Pernyataan Skor/ Nilai
STS TS R S SS
Bagaimana pendapat Bapak/ Ibu mengenai pernyataan berikut : Indikator : Pengalaman
1. Saya mengkonsumsi buah lokal karena rasa yang cocok di lidah dan kondisi pencernaan
Indikator : Kepercayaan
2. Saya mengkonsumsi buah lokal karena yakin minim penggunaan bahan kimia/ lilin sebagai pengawet Indikator : Atribut Produk
3. Saya mengkonsumsi buah lokal karena kemudahan memperoleh di
Indikator : Kepentingan
4. Mengkonsumsi buah lokal baik untuk mencukupi vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh
Indikator : Kepuasan
5. Saya puas ketika mengkonsumsi buah lokal dan akan mengulangi pembelian
E. Komponen Variabel Perilaku Konsumen dalam Mengkonsumsi Buah Lokal (Y)
No. Pernyataan Skor/ Nilai
STS TS R S SS
Bagaimana pendapat Bapak/ Ibu mengenai pernyataan berikut : Indikator : Kebudayaan (Adat Istiadat)
1. Mengkonsumsi buah lokal sudah menjadi adat istiadat di lingkungan Indikator : Sub Budaya (Kelompok Kebangsaan)
2. Saya mengkonsumsi buah lokal sebagai wujud kebangsaan
Indikator : Kelas Sosial
3. Harga buah lokal terjangkau bagi saya Indikator : Kelompok Acuan
4. Rekan pekerjaan menjadi kelompok yang mempengaruhi saya untuk mengkonsumsi buah lokal
Indikator : Keluarga
5. Keluarga menjadi pengambil keputusan dalam hal pengeluaran konsumsi (buah lokal)
Indikator : Peran dan status
6. Aktivitas dan kedudukan di lingkup sosial mempengaruhi saya untuk mengkonsumsi buah lokal
Indikator : Usia
7. Usia mempengaruhi saya dalam mengkonsumsi produk (buah lokal) Indikator : Pekerjaan
8. Saya mengkonsumsi buah lokal karena pengaruh lingkungan pekerjaan
Indikator : Keadaan Ekonomi
9. Keadaan ekonomi mempengaruhi saya dalam mengkonsumsi buah lokal
Indikator : Gaya Hidup
10. Saya mengkonsumsi buah lokal karena tuntutan gaya hidup
Indikator : Konsep Diri
11. Saya mengkonsumsi buah lokal untuk membangun citra diri
Indikator : Motivasi
12. Mengkonsumsi buah lokal
menjadikan tubuh lebih sehat Indikator : Pandangan
13. Saya mengkonsumsi buah lokal karena tertarik pada warna, bau dan rasa buah yang khas
Indikator : Proses Belajar
14. Perilaku mengkonsumsi buah lokal adalah salah satu cara hidup sehat Indikator : Keyakinan
15 Saya mengkonsumsi buah lokal karena berkualitas
Lampiran 3 : Karakteristik Responden pada Penelitian Pengaruh Kesadaran, Persepsi dan Preferensi Konsumen terhadap Perilaku Konsumen dalam Mengkonsumsi Buah Lokal Studi Kasus Kawasan Industri di Jakarta Utara Tahun 2014
No. Nama Jenis
Kelamin
Usia Status Pernikahan Pendidikan Pekerjaan Pendapatan Pengeluaran
Buah Lokal
Pengeluaran Non Buah
1 Erick. A Laki – laki 23 Belum menikah SMU Industri Swasta 2.400.000 100.000 2.300.000
2 Phutut. P Laki – laki 24 Menikah Sarjana Industri BUMN 2.500.000 200.000 2.300.000
3 Aden Laki – laki 42 Menikah SD Industri BUMN 3.200.000 220.000 2.980.000
4 Rian Laki – laki 34 Menikah Sarjana Industri BUMN 4.000.000 175.000 3.825.000
5 Ully Perempuan 30 Menikah Sarjana Industri BUMN 5.000.000 150.000 4.850.000
6 Efendi. Z Laki – laki 30 Menikah Sarjana Industri BUMN 3.000.000 150.000 2.850.000
7 Doni Laki – laki 23 Belum menikah Sarjana Industri BUMN 2.500.000 75.000 2.425.000
8 Lili Perempuan 42 Menikah Sarjana Industri BUMN 3.900.000 200.000 3.700.000
9 Sifit. R Laki – laki 20 Belum menikah SMU Industri Swasta 2.500.000 100.000 2.400.000
10 Supriyadi Laki – laki 38 Menikah SMU Industri Swasta 5.000.000 120.000 4.880.000
11 Catur. A Laki – laki 25 Menikah Sarjana Industri Swasta 3.000.000 150.000 2.850.000
12 Diani Perempuan 28 Menikah Sarjana Industri Swasta 6.500.000 300.000 6.200.000
13 Rita. R Perempuan 45 Menikah Sarjana Industri Swasta 6.000.000 300.000 5.700.000
14 Widya Perempuan 36 Menikah SMU Industri Swasta 3.500.000 250.000 3.475.000
15 Bagus. M Laki – laki 28 Menikah Sarjana Industri Swasta 4.000.000 200.000 3.800.000
16 Toto Laki – laki 39 Menikah Sarjana Industri Swasta 7.000.000 200.000 6.800.000
17 Budi. S Laki – laki 26 Menikah Sarjana Industri Swasta 5.000.000 220.000 4.780.000
18 Naning Perempuan 25 Menikah SMU Industri Swasta 5.000.000 250.000 4.750.000
20 Panji. H Laki – laki 21 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 2.500.000 150.000 2.350.000
21 Luthfan Laki – laki 21 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 3.000.000 150.000 2.850.000
22 Hari . Laki – laki 22 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 4.000.000 130.000 3.870.000
23 Fikri Laki – laki 20 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 3.500.000 100.000 3.400.000
24 Shafi. N Perempuan 23 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 3.500.000 150.000 3.350.000
25 Satrio .D Laki – laki 21 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 3.000.000 100.000 2.850.000
26 Denny. O Laki – laki 22 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 4.000.000 200.000 3.900.000
27 Febrika. Perempuan 22 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 5.500.000 200.000 5.100.000
28 Rusuk. G Laki – laki 22 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 2.600.000 100.000 2.500.000
29 M. Arya Laki – laki 22 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 4.000.000 200.000 3.800.000
30 Catur. A Laki – laki 23 Belum Menikah Pasca Industri Swasta 6.000.000 550.000 5.450.000
31 Ari. S Laki – laki 21 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 3.000.000 250.000 2.750.000
32 Vindy. I Perempuan 31 Menikah Sarjana Industri Swasta 8.000.000 600.000 7.400.000
33 Ilman. D Laki – laki 28 Menikah Pasca Industri Swasta 6.000.000 200.000 5.800.000
34 Meili Perempuan 28 Menikah Sarjana Industri Swasta 4.000.000 300.000 3.700.000
35 Emma. G Perempuan 26 Belum Menikah Sarjana Industri BUMN 2.500.000 150.000 2.350.000
36 Zikri Laki – laki 27 Belum Menikah Sarjana Industri BUMN 3.000.000 175.000 2.825.000
37 Zeva Laki – laki 29 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 3.200.000 175.000 3.025.000
38 Novita Perempuan 27 Belum Menikah SMU Industri BUMN 2.400.000 150.000 2.250.000
39 Dimas Laki – laki 26 Menikah SMU Industri Swasta 2.500.000 200.000 2.300.000
40 Ari Laki – laki 28 Menikah Sarjana Industri Swasta 5.000.000 200.000 4.800.000
41 Adi. S Laki – laki 23 Belum Menikah SMU Industri Swasta 2.400.000 150.000 2.250.000
42 Ali Laki – laki 24 Menikah SMU Industri Swasta 2.500.000 250.000 2.250.000
44 Dudi Laki – laki 36 Menikah Sarjana Industri Swasta 7.000.000 230.000 6.770.000
45 Toto. S Laki – laki 32 Menikah SMU Industri Swasta 2.500.000 200.000 2.300.000
46 Agung. G Laki – laki 31 Menikah SMU Industri Swasta 2.400.000 200.000 2.200.000
47 M. Yusuf Laki – laki 38 Menikah SMU Industri Swasta 3.000.000 150.000 2.850.000
48 Sarwadi Laki – laki 38 Menikah SMU Industri Swasta 3.000.000 150.000 2.850.000
49 Redo Laki – laki 32 Menikah SMU Industri Swasta 2.500.000 180.000 2.320.000
50 Devi Perempuan 31 Menikah SMU Industri BUMN 2.600.000 650.000 1.950.000
51 Ryiadhy Laki – laki 24 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 2.500.000 180.000 2.320.000
52 Hardian. Laki – laki 33 Belum Menikah Sarjana Industri Swasta 4.000.000 200.000 3.800.000
53 Diana. R Perempuan 62 Menikah SMU Industri Kecil 5.000.000 600.000 4.400.000
54 Liston. S Laki – laki 24 Belum Menikah SMU Industri Swasta 2.200.000 150.000 2.050.000
55 Buchori Laki – laki 55 Menikah Pasca Industri Swasta 8.000.000 550.000 7.450.000
56 Imam Laki – laki 57 Menikah Pasca Industri Swasta 4.000.000 550.000 3.450.000
57 Yudi. S Laki – laki 29 Menikah Sarjana Industri BUMN 2.500.000 600.000 1.900.000
58 Yudhis Laki – laki 27 Menikah Sarjana Industri Swasta 7.000.000 650.000 6.350.000
59 Gito. T Laki – laki 28 Menikah SMU Industri Swasta 3.000.000 150.000 2.850.000
60 Eko. S Laki – laki 26 Menikah Sarjana Industri Swasta 6.000.000 200.000 5.800.000
61 Ferry. H Laki – laki 27 Menikah Sarjana Industri Swasta 3.000.000 250.000 2.750.000
62 Sugi Laki – laki 29 Menikah Sarjana Industri Swasta 7.000.000 280.000 6.720.000