6. KESIMPULAN DAN SARAN
6.2 Saran
Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Perlu dilakukan penelitian studi kasus dengan jumlah objek studi yang lebih dari
satu dengan target pencapaian rating yang sama. Sehingga dapat diperoleh data pembanding.
b. Dapat dilakukan penelitian mengenai pengaruh aspek material resources and cycle terhadap metode konstruksi suatu bangunan.
DAFTAR ACUAN
[1] (t.thn.). Dipetik Desember 1, 2011, dari Apa Itu Pemanasan Global: http://pemanasanglobal.net/faq/apa-itu-pemanasan-global.htm
[2] Institut Studi Arus Informasi (ISAI). (2004). Potret Buram Hutan
Indonesia. Dipetik Desember 1, 2011, dari Institut Studi Arus Informasi: http://www.isai.or.id/?q=node/10
[3] Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian
Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2009). Tentang Ozon: Latar Belakang Perlindungan Ozon. Dipetik Desember 6, 2011, dari Perlindungan Lapisan Ozon Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia: http://www.ozon-indonesia.org/index.php?table=lbozon&view=true&no=1
[4] Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2011, November 25).
Home: Pengertian Lapisan Ozon, Bahan Perusak Ozon & Dampaknya Bagi Kesehatan. Dipetik Desember 10, 2011, dari Kementerian Lingkungan
Hidup Republik Indonesia:
http://www.menlh.go.id/pengertian-lapisan-ozon-bahan-perusak-ozon-dampak-bagi-kesehatan/
[5] Tam, V. W., Tam, C., Zeng, S., & Ng, W. C. (2007). Towards adoption of prefabrication in construction. Building and Environment 42 , 3642–3654
[6] Green Building Council Indonesia. (2010). GREEN BUILDING COUNCIL
INDONESIA turut mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Jakarta, hal. 2
[7] Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
[8] Green Building Council Indonesia. (2010). Panduan penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia
[9] Green Building Council Indonesia. (2010). Panduan penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia
[10] Kementerian ESDM RI. (2010, April 14). Arsip Berita: Umum: Green Building Hemat Konsumsi Energi Hingga 50%. Dipetik Desember 6, 2011,
dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral:
http://esdm.go.id/berita/umum/37-umum/3301-green-building-hemat-konsumsi-energi-hingga-50.html
[11] PT. HD Capital, Tbk. (2008). Hemat biaya jangka panjang, green building
belum terlalu diminati. Dipetik Desember 25, 2011, dari HD Capital:
http://www.hdx.co.id/id/news/2011/december/5/hemat-biaya-jangka-panjang-green-building-belum-terlalu-diminati
[12] Data Biaya Proyek Pembangunan Dahana
[13] Hardjono, R. D. (2009). Pengelolaan gedung Perkantoran dengan Konsep Green Building di Surabaya. Surabaya: Program Manajemen Keuangan, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Petra
[14] Tahari, I. (2010, Juli). Juli 2010: Analisis Pemenuhan Syarat-Syarat Green Building Pada Rumah Susun dengan Metode LEED. Dipetik Desember 8,
2011, dari Skripsi S1 Teknik Sipil:
http://karyailmiah.tarumanagara.ac.id/index.php/S1TS/article/view/2613
[15] Wartawarga Gunadarma. (2009). Pengertian Bangunan Gedung
[16] Hardjono, R. D. (2009). Pengelolaan gedung Perkantoran dengan Konsep Green Building di Surabaya. Surabaya: Program Manajemen Keuangan, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Petra
[17] Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2010 Tentang
Kriteria dan Sertifikasi Bangunan Ramah Lingkungan
[18] Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2010 Bab II
Pasal 4
[19] Green Building Council Indonesia. (2010). Panduan penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia
[20] Green Building Council Indonesia. (2010). Panduan penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia
[21] Green Building Council Indonesia. (2010). Panduan penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia
[22] Undang-undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung Pasal 60
[23] Ashby, M., Shercliff, H., & Cebon, D. (2007). Materials - Engineering, Science, Processing and Design
[24] Peta Indonesia. (2012). Sumber Daya. Dipetik Januari 30, 2012, dari Peta
Indonesia: Geoportal Indonesia:
http://www.petaindonesia.org/bumi/sumber-daya/
[25] Green Building Council Indonesia. (2010). Panduan penerapan Perangkat
Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia
[26] Green Building Council Indonesia. (2010). Panduan penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia
[27] Green Building Council Indonesia. (2010). P1: Fundamental Refrigerant. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 44). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[28] Dreepaul, R. Alternative Refrigerants. Institut Superieur de Technologie
[29] Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor
33/M-IND/PER/4/2007 Tentang Larangan Memproduksi Barang yang
Menggunakan Bahan Perusak Lapisan Ozon Pasal 1
[30] Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Negara
Jenis-Jenis BPO. Dipetik Desember 6, 2011, dari Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik
Indonesia:
http://www.ozon-indonesia.org/index.php?table=jenbpo&view=true&no=2
[31] Ennis, C. A. (2009). Br-Co: CFCs (Chlorofluorocarbons). Dipetik
November 28, 2011, dari Pollution Issues:
http://www.pollutionissues.com/Br-Co/CFCs-Chlorofluorocarbons.html
[32] Ministry of Economy, Trade, and Investment Japan. History of
Chlorofluorocarbons. Ministry of Economy, Trade, and Investment Japan
[33] Ennis, C. A. (2009). Br-Co: CFCs (Chlorofluorocarbons). Dipetik
November 28, 2011, dari Pollution Issues:
http://www.pollutionissues.com/Br-Co/CFCs-Chlorofluorocarbons.html
[34] Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2011, November 25).
Home: Pengertian Lapisan Ozon, Bahan Perusak Ozon & Dampaknya Bagi Kesehatan. Dipetik Desember 10, 2011, dari Kementerian Lingkungan
Hidup Republik Indonesia:
http://www.menlh.go.id/pengertian-lapisan-ozon-bahan-perusak-ozon-dampak-bagi-kesehatan/
[35] Green Building Council Indonesia. (2010). P1: Fundamental Refrigerant. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 44). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[36] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-1: Building and Material Reuse. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 45). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[37] Permana, L. A. (2008). Re-use Material Bekas dalam Desain Bangunan. Depok: Departemen Arsitektur FTUI
[38] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-1: Building and Material Reuse. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 45). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[39] US Green Building Council. (2002). Green Building Rating System For New Construction and Major Renovation LEED NC Version 2.1. USGBC Leadership in Energy and Environmental Design
[40] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-2: Environmentally
Process Product. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 46). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[41] Kristiningrum, M. S. (t.thn.). KAJIAN MANFAAT PENERAPAN ISO
14001 PADA 12 PERUSAHAAN
[42] Ball, J. (2002). Can ISO 14000 and eco-labelling turn the construction industry green? Building and Environment 37 , 421-428
[43] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-2: Environmentally
Process Product. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 46). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[44] Permana, L. A. (2008). Re-use Material Bekas dalam Desain Bangunan. Depok: Departemen Arsitektur FTUI
[45] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-3: Non-ODS Usage.
Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 47). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[46] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-4: Certified Wood. Dalam
G. B. Indonesia, Pedoman Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 48). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[47] Lembaga Ekolabel Indonesia. (2009). Akreditasi LEI. Dipetik November 22,
2011, dari LEI: Sertifikasi untuk Keadilan dan Kelestarian:
[48] SUCOFINDO. (2011). Sertifikasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari. Dipetik November 22, 2011, dari SUCOFINDO: http://www.sucofindo.co.id/?lev=2&services=140§or=32&id=229
[49] SUCOFINDO. (2011). Sertifikasi Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari.
Dipetik November 22, 2011, dari SUCOFINDO:
http://www.sucofindo.co.id/?lev=2&services=140§or=32&id=228
[50] Lembaga Ekolabel Indonesia. (2009). Pedoman Sertifikasi PHAPL. Dipetik
November 22, 2011, dari LEI: Sertifikasi untuk Keadilan dan Kelestarian: http://www.lei.or.id/id/dokumen-sertifikasi-phapl
[51] Lembaga Ekolabel Indonesia. (2009). Sertifikasi PHAPL. Dipetik
November 22, 2011, dari LEI: Sertifikasi untuk Keadilan dan Kelestarian: http://www.lei.or.id/id/sertifikasi-phapl
[52] Lembaga Ekolabel Indonesia. (2009). Setifikasi CoC. Dipetik November 22,
2011, dari LEI: Sertifikasi untuk Keadilan dan Kelestarian:
http://www.lei.or.id/id/sertifikasi-coc
[53] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-4: Certified Wood. Dalam
G. B. Indonesia, Pedoman Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 48). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[54] Amalia, A. (2008). Prafabrikasi Antara Arsitektur, Teknologi, dan Sosial Ekonomi. Depok: Departemen Arsitektur FTUI
[55] Tam, V. W., Tam, C., Zeng, S., & Ng, W. C. (2007). Towards adoption of prefabrication in construction. Building and Environment 42 , 3642–3654
[56] Tam, V. W., Tam, C., Zeng, S., & Ng, W. C. (2007). Towards adoption of prefabrication in construction. Building and Environment 42 , 3642–3654
[57] Tam, V. W., Tam, C., Zeng, S., & Ng, W. C. (2007). Towards adoption of prefabrication in construction. Building and Environment 42 , 3642–3654
[58] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-5: Modular Design. Dalam G. B. Indonesia, Pedoman Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 49). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[59] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-6 Regional Material. Dalam G. B. Indonesia, Pedoman Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 50). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[60] timeforchange.org. (2007). What is a carbon footprint - definition. Dipetik Desember 6, 2011, dari Time for Change: http://timeforchange.org/what-is-a-carbon-footprint-definition
[61] Puspasari, N. Studi Carbon Footprint (CO2) Dari Kegiatan Permukiman di
Surabaya Timur dan Utara. Surabaya
[62] Tugaswati, A. T. Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Dan Dampaknya
Terhadap Kesehatan
[63] Tugaswati, A. T. Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Dan Dampaknya
Terhadap Kesehatan
[64] Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002
[65] Muttaqin, Z. (2010, Agustus 15). Mendongkrak Penggunaan Produk Dalam
Negeri. Dipetik Desember 25, 2011, dari LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: http://www.lkpp.go.id/v2/contentlist-detail.php?mid=3556899059&id=6294860568
[66] Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-6 Regional Material. Dalam G. B. Indonesia, Pedoman Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 50). Jakarta: Green Building Council Indonesia
[67] Project Management Institute, Inc. (2008). Chapter 7: Project Cost Management. Dalam I. Project Management Institute, A Guide To The Project Manajement Body of Knowledge (PMBOK GUIDE) Fourth Edition (hal. 165-178). Pennsylvania: Project Management Institute, Inc
[68] Project Management Institute, Inc. (2008). Chapter 7: Project Cost Management. Dalam I. Project Management Institute, A Guide To The Project Manajement Body of Knowledge (PMBOK GUIDE) Fourth Edition (hal. 165-178). Pennsylvania: Project Management Institute, Inc
[69] Project Management Institute, Inc. (2008). Chapter 7: Project Cost Management. Dalam I. Project Management Institute, A Guide To The Project Manajement Body of Knowledge (PMBOK GUIDE) Fourth Edition (hal. 165-178). Pennsylvania: Project Management Institute, Inc
[70] Ir. Asiyanto, M. I. (2005). Construction Project Cost Management. Jakarta: PT. Pradnya Paramita
[71] Trypuji Santoso, S. (2011). Optimasi Kinerja Proyek Dengan Penggunaan Metode Beton Pracetak Terhadap Biaya Dan Waktu (Studi Kasus: Kebagusan City). Depok: Departemen Teknik Sipil FTUI
[72] Project Management Institute, Inc. (2008). Chapter 7: Project Cost Management. Dalam I. Project Management Institute, A Guide To The Project Manajement Body of Knowledge (PMBOK GUIDE) Fourth Edition (hal. 165-178). Pennsylvania: Project Management Institute, Inc
[73] Ir. Asiyanto, M. I. (2005). Construction Project Cost Management. Jakarta: PT. Pradnya Paramita
[74] Data Pembangunan Gedung Dahana
[75] Yin, P. D. (2002). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: Rajawali Press
[76] Yin, P. D. (2002). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: Rajawali Press
[77] Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
[78] Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
[79] Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta
[80] Dajan, D. A. (1973). Pengantar Metode Statistik Deskriptif. Jakarta: PT. Repro International
[81] Daniel, W. W. (1989). Statistik Nonparametrik. Jakarta: Gramedia
[82] Arikunto, S. (1997). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta
[83] Adikusumo, B. (2010). Pengaruh Penerapan Konsep Green Construction. Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia
[84] Ario, D. (2010, Juni 4). Metode Delphi
[85] Walpole, R. E. (1993). Pengantar Statistika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
[86] Sugiarto, D. S. (2002). Metode Statistika untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
DAFTAR REFERENSI
(t.thn.). Dipetik Desember 1, 2011, dari Apa Itu Pemanasan Global: http://pemanasanglobal.net/faq/apa-itu-pemanasan-global.htm
Adikusumo, B. (2010). Pengaruh Penerapan Konsep Green Construction. Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Aguilar, F., & Vlosky, R. (2007). Consumer willingness to pay price premiums for environmentally certified wood products in the U.S. Forest Policy and Economics , 1100-1112.
Amalia, A. (2008). Prafabrikasi Antara Arsitektur, Teknologi, dan Sosial Ekonomi. Depok: Departemen Arsitektur FTUI.
Arikunto, S. (1997). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ario, D. (2010, Juni 4). Metode Delphi.
Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2009). Tentang Ozon: Latar Belakang Perlindungan Ozon. Dipetik Desember 6, 2011, dari Perlindungan Lapisan Ozon Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian
Lingkungan Hidup Republik Indonesia:
http://www.ozon-indonesia.org/index.php?table=lbozon&view=true&no=1
Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2009). BPO: Jenis BPO: Jenis-Jenis BPO. Dipetik Desember 6, 2011, dari Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Republik Indonesia: http://www.ozon-indonesia.org/index.php?table=jenbpo&view=true&no=2
Ashby, M., Shercliff, H., & Cebon, D. (2007). Materials - Engineering, Science, Processing and Design.
Asiyanto. (2010). Construction Project Cost Management. Jakarta: Pradnya Paramitha.
Ball, J. (2002). Can ISO 14000 and eco-labelling turn the construction industry green? Building and Environment 37 , 421-428.
Dajan, D. A. (1973). Pengantar Metode Statistik Deskriptif. Jakarta: PT. Repro International.
Daniel, W. W. (1989). Statistik Nonparametrik. Jakarta: Gramedia.
Dreepaul, R. Alternative Refrigerants. Institut Superieur de Technologie.
Ennis, C. A. (2009). Br-Co: CFCs (Chlorofluorocarbons). Dipetik November 28, 2011, dari Pollution Issues: http://www.pollutionissues.com/Br-Co/CFCs-Chlorofluorocarbons.html
Green Building Council Indonesia. (2010). GREEN BUILDING COUNCIL INDONESIA turut mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Jakarta.
Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-1: Building and Material Reuse. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 45). Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-1: Building and Material Reuse. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 45). Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-2: Environmentally Process Product. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 46). Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-3: Non-ODS Usage. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 47). Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-4: Certified Wood. Dalam G. B. Indonesia, Pedoman Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 48). Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-5: Modular Design. Dalam G. B. Indonesia, Pedoman Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 49). Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Green Building Council Indonesia. (2010). MRC-6 Regional Material. Dalam G. B. Indonesia, Pedoman Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 50). Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Green Building Council Indonesia. (2010). P1: Fundamental Refrigerant. Dalam G. B. Indonesia, Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0 (hal. 44). Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Green Building Council Indonesia. (2010). Panduan penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau GREENSHIP Versi 1.0. Jakarta: Green Building Council Indonesia.
Hardjono, R. D. (2009). Pengelolaan gedung Perkantoran dengan Konsep Green Building di Surabaya. Surabaya: Program Manajemen Keuangan, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Petra.
Howe, R. (1997, November). ISO 14001: The Green Standard. hal. 133-134.
Institut Studi Arus Informasi (ISAI). (2004). Potret Buram Hutan Indonesia. Dipetik Desember 1, 2011, dari Institut Studi Arus Informasi: http://www.isai.or.id/?q=node/10
Ir. Asiyanto, M. I. (2005). Construction Project Cost Management. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
Irland, L. C. (2007). Developing Markets for Certified Wood Products: Greening the Supply Chain for Construction Materials. Journal of Industrial Ecology , 201-216.
ISO 14001 Certification. (2005). National Driller , 31.
Kementerian ESDM RI. (2010, April 14). Arsip Berita: Umum: Green Building Hemat Konsumsi Energi Hingga 50%. Dipetik Desember 6, 2011, dari
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral:
http://esdm.go.id/berita/umum/37-umum/3301-green-building-hemat-konsumsi-energi-hingga-50.html
Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2011, November 25). Home: Pengertian Lapisan Ozon, Bahan Perusak Ozon & Dampaknya Bagi Kesehatan. Dipetik Desember 10, 2011, dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia: http://www.menlh.go.id/pengertian-lapisan-ozon-bahan-perusak-ozon-dampak-bagi-kesehatan/
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002.
Kristiningrum, M. S. (t.thn.). KAJIAN MANFAAT PENERAPAN ISO 14001 PADA 12 PERUSAHAAN.
Langston, C., Wong, F. K., Hui, E. C., & Shen, L.-Y. (2008). Strategic assessment of building adaptive reuse opportunities in Hong Kong. Building and Environment 43 , 1709-1718.
Lembaga Ekolabel Indonesia. (2009). Akreditasi LEI. Dipetik November 22, 2011,
dari LEI: Sertifikasi untuk Keadilan dan Kelestarian:
http://www.lei.or.id/id/akreditasi-lei
Lembaga Ekolabel Indonesia. (2009). Pedoman Sertifikasi PHAPL. Dipetik November 22, 2011, dari LEI: Sertifikasi untuk Keadilan dan Kelestarian: http://www.lei.or.id/id/dokumen-sertifikasi-phapl
Lembaga Ekolabel Indonesia. (2009). Sertifikasi PHAPL. Dipetik November 22,
2011, dari LEI: Sertifikasi untuk Keadilan dan Kelestarian:
http://www.lei.or.id/id/sertifikasi-phapl
Lembaga Ekolabel Indonesia. (2009). Setifikasi CoC. Dipetik November 22, 2011,
dari LEI: Sertifikasi untuk Keadilan dan Kelestarian:
http://www.lei.or.id/id/sertifikasi-coc
Ministry of Economy, Trade, and Investment Japan. History of
Chlorofluorocarbons. Ministry of Economy, Trade, and Investment Japan. Murray, B., & R.C.Abt. (2001). Estimating price compensation requirements for
eco-certified forestry. Ecological Economics 36 , 149-163.
Muttaqin, Z. (2010, Agustus 15). Mendongkrak Penggunaan Produk Dalam Negeri. Dipetik Desember 25, 2011, dari LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: http://www.lkpp.go.id/v2/contentlist-detail.php?mid=3556899059&id=6294860568
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2010 Bab II Pasal 4.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Kriteria dan Sertifikasi Bangunan Ramah Lingkungan Bab I Pasal 1. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor
33/M-IND/PER/4/2007 tentang Larangan Memproduksi Barang yang Menggunakan Bahan Perusak Lapisan Ozon Pasal 1.
Permana, L. A. (2008). Re-use Material Bekas dalam Desain Bangunan. Depok: Departemen Arsitektur FTUI.
Peta Indonesia. (2012). Sumber Daya. Dipetik Januari 30, 2012, dari Peta
Indonesia: Geoportal Indonesia:
http://www.petaindonesia.org/bumi/sumber-daya/
Project Management Institute, Inc. (2008). Chapter 7: Project Cost Management. Dalam I. Project Management Institute, A Guide To The Project Manajement Body of Knowledge (PMBOK GUIDE) Fourth Edition (hal. 165-178). Pennsylvania: Project Management Institute, Inc.
PT. HD Capital, Tbk. (2008). Hemat biaya jangka panjang, green building belum terlalu diminati. Dipetik Desember 25, 2011, dari HD Capital: http://www.hdx.co.id/id/news/2011/december/5/hemat-biaya-jangka-panjang-green-building-belum-terlalu-diminati
Puspasari, N. Studi Carbon Footprint (CO2) Dari Kegiatan Permukiman di Surabaya Timur dan Utara. Surabaya.
Rocha, C. G., & Sattler, M. A. (2008). A discussion on the reuse of building components in Brazil: An analysis of major social, economical and legal factors. Resources, Conservation and Recycling 54 , 104-112.
Siagian, I. S. (2010). Bahan Bangunan yang Ramah Lingkungan. Program Studi Arsitektur FT USU.
SUCOFINDO. (2011). Sertifikasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari.
Dipetik November 22, 2011, dari SUCOFINDO:
http://www.sucofindo.co.id/?lev=2&services=140§or=32&id=229 SUCOFINDO. (2011). Sertifikasi Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari. Dipetik
November 22, 2011, dari SUCOFINDO:
http://www.sucofindo.co.id/?lev=2&services=140§or=32&id=228 Sugiarto, D. S. (2002). Metode Statistika untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Tam, V. W., Tam, C., Zeng, S., & Ng, W. C. (2007). Towards adoption of prefabrication in construction. Building and Environment 42 , 3642–3654. timeforchange.org. (2007). What is a carbon footprint - definition. Dipetik
Desember 6, 2011, dari Time for Change: http://timeforchange.org/what-is-a-carbon-footprint-definition
Trypuji Santoso, S. (2011). Optimasi Kinerja Proyek Dengan Penggunaan Metode Beton Pracetak Terhadap Biaya Dan Waktu (Studi Kasus: Kebagusan City). Depok: Departemen Teknik Sipil FTUI.
Tugaswati, A. T. Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan.
US Green Building Council. (2002). Green Building Rating System For New Construction and Major Renovation LEED NC Version 2.1. USGBC Leadership in Energy and Environmental Design.
Walpole, R. E. (1993). Pengantar Statistika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Wartawarga Gunadarma. (2009). Pengertian Bangunan Gedung.
KUISIONER TAHAP 1 VALIDASI PAKAR KUISIONER TAHAP 1 VALIDASI PAKARKUISIONER TAHAP 1 VALIDASI PAKAR
PENGARUH ASPEK MATERIAL RESOURCES AND CYCLE TERHADAP KINERJA BIAYA KONSTRUKSI GREEN BUILDING DIBANDINGKAN DENGAN GEDUNG KONVENSIONAL
KUESIONER PENELITIAN SKRIPSI KEPADA PAKAR GREEN BULDING
(ANALISA VARIABEL ASPEK MATERIAL RESOURCES AND CYCLE PADA GREEN BUILDING)
ZIDNI AULIYA 0806454531
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL DEPOK
ABSTRAK
Belakangan ini isu pemanasan global yang disebabkan kerusakan lingkungan menjadi marak diperbincangkan. Oleh karena itu, pembangunan berkonsep ramah lingkungan (green building) menjadi kebutuhan di masyarakat. Untuk menjadikan suatu bangunan menjadi green building, proses pembangunan harus sesuai dengan aturan yang ada. Untuk mencapainya dibutuhkan biaya konstruksi yang berbeda dibandingkan dengan pembangunan konvensional. Untuk itu, penelitian ini akan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya khususnya dalam aspek material resources and cycle(MRC) dan menganalisa seberapa besar pengaruh aspek MRC terhadap biaya konstruksi green building dengan hipotesa awal bahwa secara umum terdapat peningkatan biaya konstruksi.
TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk:
a. Identifikasi faktor-faktor dalam aspek material resources and cycle yang mempengaruhi biaya proyek pada pembangunan green building.
b. Menganalisa pengaruh material resources and cycle terhadap perubahan dan peningkatan biaya proyek pada green building dibandinngkan dengan pembangunan konvensional.
KERAHASIAAN INFORMASI
Seluruh informasi yang Bapak/Ibu berikan dalam penelitian ini akan dijamin kerahasiaannya INFORMASI HASIL PENELITIAN
Setelah seluruh informasi yang masuk dianalisis, temuan dari studi ini akan di sampaikan kepada perusahaan Bapak/Ibu. Apabila Bapak/Ibu memiliki pertanyaan mengenai penelitian ini, dapat menghubungi
1. Peneliti/Mahasiswa : Zidni Auliya pada Hp 087877225285 atau pada [email protected]
2. Dosen Pembimbing 1 : Dr. Ir. Yusuf Latief, MT pada HP 08128099019 atau pada [email protected]
3. Dosen Pembimbing 2 : Suratman, S.T, MT pada HP 081586107414 atau e-mail:[email protected]
Terimakasih atas kesediaan Bapak/Ibu meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner penelitian ini. Semua informasi yang Bapak/Ibu berikan dalam penelitian ini dijamin kerahasiaannya dan hanya akan dipakai untuk keperluan penelitian saja
Hormat saya, Zidni Auliya
DATA RESPONDEN
1. Nama Responden :
2. Jenis Kelamin :
3. Umur :
4. Nama Proyek :
5. Jabatan Pada Proyek :
6. Perusahaan :
7. Pengalan Kerja : (tahun)
8. Pendidikan Terakhir : SLTA/D3/S1/S2/S3/ (coret yang tidak perlu)
PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER
1. Pengisian Ya/Tidak cost component apa saja dalam aspek material resources and cycle yang mempengaruhi peningkatan biaya konstruksi green building apabila dibandingkan dengan conventional building
2. Jawaban merupakan komentar/presepsi/pendapat Bapak/Ibu mengenai cost component apa saja dalam aspek material resources and cycle yang mempengaruhi peningkatan biaya konstruksi green building apabila dibandingkan dengan conventional building.
Tabel Kuisioner Tahap 1
NO Variabel Sub Variabel Indikator Referensi
Faktor Yang Berpengaruh Komentar dan tanggapan Ya Tidak X1 Prasyarat Fundamental Refrigerant
X1.1 Penggunaan refirigeran non-CFC dan pemadam kebakaran non-halon
(Green Building Council Indonesia, 2010) Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 33/M-IND/PER/4/2007 X2 MRC 1 (building and material reuse) X2.1
Penggunaan kembali semua material bekas, baik dari bangunan lama maupun tempat lain, berupa bahan struktur utama, fasad, plafon, lantai, partisi, kusen, dan dinding
minimal 10% total biaya material baru yang bersangkutan
(Green Building Council Indonesia, 2010) LEED USGBC
(Rocha & Sattler, 2008) (Langston, Wong, Hui, & Shen, 2008)