BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Guru fisika supaya menggunakan metode eksperimen terbimbing dalam pembelajaran fisika karena metode ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
2. Guru lebih mengaktifkan siswa laki-laki agar prestasi belajar lebih meningkat.
3. Instrumen penelitian pretest-posttest dalam bidang fisika mengenai gender dikembangkan untuk mengukur ketrampilan siswa menggunakan alat.
DAFTAR PUSTAKA
Fisika, Lab. 2013. Praktikum Optika. Yogyakarta: Laboratorium Fisika USD.
Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad
21: Kunci Sukses Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia.
Indrastuti, V. 2008. Perbedaan Prestasi Belajar antara Siswa Putra dan Putri
pada Subpokok Bahasan Perpindahan Kalor dengan Metode Eksperimen bagi Siswa Kelas XA dan XC SMA Negeri 1 Ngemplak. Dalam Skripsi.
Kanginan, Marthen. 2013. Fisika untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga.
Mansour, Fakih. 2012. Analisis Gender dan Transformasi Sosial.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyasa, H. E. 2013. Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Oktavia, Magdalena. 2014. Pengaruh perbedaan gender terhadap hasil belajar
fisika aspek produk dan proses pada siswa kelas IX \"Honesty\" SMP Joannes Bosco semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada pokok bahasan hukum ohm dan rangkaian seri-paralel melalui metode inkuiri terbimbing. Dalam Skripsi.
Ormrod, J. E. 2009. Psikologi Pendidikan: Membantu Siswa Tumbuh dan
Berkembang (Edisi keenam/Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Raharja dkk. 2013. Panduan Belajar Fisika 1B SMA Kelas X sesuai Kurikulum
Raja, Paulus. 2013. Pengaruh Gender dalam Hal Minat, Sikap, dan Pemahaman
Fisika Siswa pada Pokok Bahasan Kinemtaika dengan Analisis Vektor di SMA Frater Makassar Tahun Ajaran 2012/2013. Dalam Skripsi.
Santrock, J. W. 2014. Psikologi Pendidikan (Edisi kelima/Buku 1). Jakarta: Salemba Humanika.
Suparno, P. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.
Suparno, P. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Suparno, P. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
(R P P)
Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Klaten Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/Satu
Materi : Pembiasan Cahaya pada Lensa Alokasi Waktu : 6 JP (2 pertemuan)
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindaksecara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik matahari dan bumi sehingga memiliki gaya gravitasi, orbit, dan temperatur yang sesuai untuk kehidupan manusia di muka bumi
1) Menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan yang menganugerahkan alat-alat sebagai alat-alat bantu penglihatan yang menggunakan prinsip pembiasan pada lensa.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
Karakter
1) Siswa dapat menunjukkan rasa ingin tahu dalam eksperimen dan diskusi. 2) Siswa dapat menunjukkan sikap
disiplin dalam eksperimen dan diskusi.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
Keterampilan Sosial
1) Siswa dapat berkomunikasi dengan kelompok.
2) Siswa dapat bekerjasama dalam kelompok.
3.9 Menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pencerminan dan pembiasan cahaya oleh cermin dan lensa.
1) Siswa dapat menjelaskan pengertian lensa dan menyebutkan jenis-jenisnya.
2) Siswa dapat menggambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cembung-cekung dan menyatakan sifat-sifat bayangan. 3) Siswa dapat menyelesaikan soal
hitungan mengenai pembiasan pada lensa.
1. menjelaskan pengertian dari lensa; 2. menyebutkan jenis-jenis lensa;
3. menganalisis perbedaan antara lensa cembung dan cekung; 4. menyebutkan tiga sinar istimewa lensa cekung;
5. menyebutkan tiga sinar istimewa lensa cembung;
6. menggambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cembung dan menyatakan sifat-sifat bayangannya;
7. menggambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cekung dan menyatakan sifat-sifat bayangannya;
8. menyelesaikan soal hitungan mengenai pembiasan pada lensa.
D. Materi Pembelajaran
Lensa adalah benda yang bening atau transparan yang memiliki 1 atau 2 permukaan lengkung. Sebuah lensa dapat terdiri dari satu bidang lengkung dan satu bidang datar atau juga dapat terdiri dari dua bidang lengkung (Raharja, 2013: 133).
1. Jenis-Jenis Lensa
Lensa terbagi menjadi 2 macam, yaitu lensa cembung (lensa kovergen atau lensa konveks) dan lensa cekung (lensa divergen atau lensa konkaf).
a. Lensa Cembung
Lensa cembung ialah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dan bagian tepiannya lebih tipis. Berdasarkan bentuknya, lensa cembung dikelompokkan menjadi:
1) lensa cembung-cembung (bikonveks); 2) lensa cembung-datar (plan-konveks); 3) lensa cembung-cekung (konveks-konkaf).
Gambar 1. Jenis Lensa Cembung
Berdasarkan bentuknya, lensa cekung dikelompokkan menjadi: 1) lensa cekung-cekung (bikonkaf);
2) lensa cekung-datar (plan-konkaf); 3) cekung-cembung (konkaf-konveks).
Gambar 2. Jenis Lensa Cekung
2. Istilah dalam Pembahasan Lensa
a. Sumbu utama adalah garis yang menghubungkan pusat kedua bola yang membentuk permukaan lensa.
b. Jari-jari kelengkungan merupakan jarak antara pusat kelengkungan dan pusat optik lensa.
c. Pusat optik adalah titik pada lensa yang merupakan pertemuan antara gari diameter lensa dan sumbu utama.
Lensa bersifat tembus cahaya sehingga energi cahaya dapat masuk dari kedua sisinya. Oleh sebab itu, ada dua titik fokus yang berjarak sama dari pusat optik dengan anggapan kedua sisi lensa berada pada medium yang sama. Titik-titik itulah yang sering disebut dengan titik fokus pertama F1 dan titik fokus kedua F2.
1) Lensa Cembung
Titik fokus pertama F1adalah titik pada sumbu utama dimana sinar datang yang sejajar sumbu utama setelah dibiaskan seolah-olah menuju titik itu. Sedangkan, titik fokus kedua F2 adalah titik pada sumbu utama dengan sinar yang melewatinya akan merambat sejajar sumbu utama setelah dibiaskan.
itu. Sedangkan, titik fokus kedua F2adalah titik pada sumbu utama dengan sinar yang menuju kearahnya akan merambat sejajar sumbu utama setelah dibiaskan.
3. Tiga Sinar Istimewa a. Lensa Cembung
1) Sinar datang sejajar dengan sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus F1.
2) Sinar datang melalui titik fokus F2dibiaskan sejajar sumbu utama. 3) Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa membias.
Gambar 3. Tiga Sinar Istimewa Lensa Cembung
b. Lensa Cekung
1) Sinar datang sejajar dengan sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan melalui titik fokus F1.
F1
F2 F1
F2
F1
3) Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa membias.
Gambar 4. Tiga Sinar Istimewa Lensa Cekung
4. Pembentukan Bayangan pada Lensa
Dengan menggunakan ketiga sinar istimewa pada lensa cembung yang telah dipaparkan pada penjelasan diatas maka dapat digambarkan pembentukan bayangan oleh lensa cembung. Berikut adalah contoh pembentukan bayangan pada lensa cembung untuk salah satu posisi benda.
Jarak benda lebih besar dari 2 kali jarak fokus lensa kedua (2F2) maka, dengan menggunakan sinar istimewa lensa cembung, diperoleh bayangan yang bersifat nyata, terbalik, diperkecil, dan letak bayangannya di antara titik fokus pertama (F1) dan 2 kali jarak fokus lensa pertama (2f1).
Gambar 5. Contoh Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung
5. Perbesaran Bayangan oleh Lensa
Perbesaran lensa didefinisikan sebagai perbandingan antara ukuran bayangan dengan ukuran benda, atau jarak bayangan dibagi jarak benda
dengan h adalah tinggi benda, h’adalah tinggi bayangan, s adalah jarak benda ke lensa, dans’adalah jarak bayangan ke lensa.
F1 F2 F1 F2 F1
Tabel 1. Letak Bayangan pada Lensa Cembung
Letak Benda Letak Bayangan Sifat Bayangan
Di tak berhingga Di titik fokus F1 pada sisi seberang lensa
Nyata, terbalik, diperkecil
Di antara pusat kelengkungan lensa dan tak berhingga
Di antara titik fokus F1
dan pusat kelengkungan di seberang posisi benda Nyata, terbalik, diperkecil Di pusat kelengkungan lensa Di pusat kelengkungan pada sisi seberang lensa
Nyata, terbalik, sama besar
Di antara titik fokus dan jari-jari kelengkungan lensa
Di belakang pusat kelengkungan pada sisi seberang lensa
Nyata, terbalik, diperbesar
Di titik fokus kedua F2 Di jarak tak berhingga pada sisi seberang lensa
Nyata, terbalik, sangat diperbesar
Di antara titik fokus dan pusat optik
Pada sisi yang sama dari lensa dan di belakang benda
Maya, tegak, diperbesar
b. Letak Relatif Bayangan pada Lensa Cekung
Tabel 2. Letak Bayangan pada Lensa Cekung
Letak Benda Letak Bayangan Sifat Bayangan
Di tak berhingga
Di titik fokus F1pada sisi lensa yang sama dengan benda Nyata, tegak, sangat diperkecil Di manapun di antara pusat kelengkungan lensa dan tak berhingga
Di antara pusat optik dan titik fokus F1 pada sisi yang sama dengan benda
Maya, tegak, diperbesar
7. Rumus Umum Lensa Tipis
Lensa tipis merupakan lensa yang memiliki ketebalan dapat diabaikan terhadap diamater kelengkungan lensa, sehingga sinar-sinar sejajar sumbu utama tepat difokuskan ke suatu titik, yaitu titik fokus (Kanginan, 2013: 412).
rumus tersebut sama seperti pada rumus cermin. Rumus di atas juga berlaku untuk lensa tipis. Lensa cekung merupakan lensa divergen, jarak fokusnya dianggap negatif. Ketentuan yang berhubungan dengan perjanjian tanda pada penggunaan rumus umum lensa tipis ditunjukkan pada tabel 3.
Tabel 3. Ketentuan Penggunaan Rumus Lensa
Besaran Simbol Bernilai Postif Bernilai Negatif
Jarak benda s Benda di depan lensa Benda di belakang lensa
Jarak bayangan s’ Bayangan di belakang lensa (nyata)
Benda di depan lensa (maya)
Tinggi Bayangan h’ Bayangan tegak Bayangan terbalik
Jari-jari kelengkungan
R Di belakang lensa Di depan lensa
Jarak fokus f Lensa cembung Lensa cekung
Selain rumus yang tertera di atas, dikenal juga rumus pembuat lensa. Untuk lensa tipis, persamaan pembuat lensa yaitu:
dengan
n = indeks bias bahan lensa;
R1 = jari-jari kelengkungan lensa yang dekat sumber cahaya; R2 = jari-jari kelengkungan lensa yang dekat sumber cahaya.
Besaran disebut kekuatan lensa yang biasa dilambangkan dengan P. Jika f diukur dalam meter, kekuatan lensa (P) bersatuan dioptri.
E. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan Pembelajaran : Pendekatan Saintifik
2. Model Pembelajaran : Pengajaran Langsung (Direct Instructional = DI) 3. Metode Pembelajaran : Eksperimen Terbimbing
Kegiatan Rincian Kegiatan Waktu
Pendahuluan Persiapan Situasi Kelas
• Mengkondisikan situasi kelas.
• Berdoa.
• Berkenalan dengan peserta didik dan menyampaikan maksud kedatangan.
Apersepsi
• Siswa mengingat kembali tentang pembiasan cahaya. (Guru bertanya apa itu pembiasan cahaya)
Motivasi
• Siswa diminta memberikan contoh pemanfaatan pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
Orientasi (Tujuan dan Kegiatan)
• Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
20 menit
Inti • Siswa dibagikan soal pretest.
• Siswa dibagi dalam kelompok, masing-masing terdiri atas 5-6 orang
Mengamati
• Siswa dalam kelompok mengamati alat-alat yang akan digunakan dalam percobaan.
Menanya
• Siswa diberikan pertanyaan mengenai istilah-istilah dalam pembahasan lensa.
Mencoba
• Siswa melakukan percobaan “Lensa Cembung” dengan menggunakan LKS sebagai pedoman.
Mengasosiasi
• Siswa melakukan diskusi membandingkan prediksi dengan hasil percobaan yang telah dilakukan.
• Siswa melakukan diskusi dalam menyelesaikan soal tentang pembiasan cahaya pada lensa cembung.
•
Penutup Umpan balik dan rangkuman
• Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran mengenai pembiasan pada lensa cembung.
Evaluasi
• Bersama siswa mengevaluasi proses berlangsungnya kegiatan pembelajaran
Refleksi
• Bersama siswa merefleksikan hasil pembelajaran mengenai manfaat lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari
Tugas-tugas
• Menyampaikan informasi materi pada pertemuan berikutnya, yaitu: pembiasan pada lensa cekung.
15 menit
Pertemuan kedua (3 x 45 menit)
Kegiatan Rincian Kegiatan Waktu
Pendahuluan Persiapan Situasi Kelas
• Mengkondisikan situasi kelas.
• Berdoa.
Apersepsi
• Siswa mengingat kembali tentang pembiasan cahaya pada lensa cembung.
Motivasi
• Siswa diminta memberikan contoh pemanfaatan pembiasan cahaya pada lensa cekung dalam kehidupan sehari-hari.
Orientasi (Tujuan dan Kegiatan)
• Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
15 menit
Inti • Siswa dibagi dalam kelompok, masing-masing terdiri atas 5-6 orang
Mengamati
• Siswa dalam kelompok mengamati lensa cembung dan
• Siswa diberikan pertanyaan mengenai perbedaan lensa cembung dengan lensa cekung.
Mencoba
• Siswa melakukan percobaan “Lensa Cekung” dengan menggunakan LKS sebagai pedoman.
Mengasosiasi
• Siswa melakukan diskusi membandingkan prediksi dengan hasil percobaan yang telah dilakukan.
• Siswa melakukan diskusi dalam menyelesaikan soal tentang pembiasan cahaya pada lensa cekung.
Mengkomunikasikan
• Siswa mempresentasikan hasil diskusi.
Penutup Umpan balik dan rangkuman
• Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran mengenai pembiasan pada lensa cekung.
Evaluasi
• Bersama siswa mengevaluasi proses berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
• Siswa diberikan soal posttest.
Refleksi
• Bersama siswa merefleksikan hasil pembelajaran mengenai manfaat lensa cekung dalam kehidupan sehari-hari.
45 menit
G. Sumber Belajar, Media, Alat/Bahan
1. Sumber Belajar: Buku Fisika SMA, Buku yang relevan, LKS.
LENSA CEMBUNG
A. Tujuan
1. Menentukan fokus lensa cembung.
2. Mengenal sifat-sifat pembentukan bayangan oleh lensa cembung.
B. Alat-alat yang Digunakan
1. Lensa Cembung 2. Lampu 3. Layar 4. Benda 5. Mideline 6. Mistar 7. Bangku Optik 8. Kertas Milimeter C. Dasar Teori
Tiga sinar istimewa pada lensa cembung ialah:
1. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus F1; 2. Sinar datang melalui titik fokus F2dibiaskan sejajar sumbu utama;
3. Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa membias.
Gambar 1. Tiga Sinar Istimewa Lensa Cembung
F2
F2
F1 F1
F1
1. Susunlah alat dengan urutan seperti pada gambar di bawah ini!
2. Geserlah layar sampai menghasilkan bayangan yang tajam! 3. Ukurlah jarak benda ke lensa dan jarak bayangan ke lensa! 4. Ukurlah tinggi benda dan tinggi bayangannya!
5. Masukkan data tersebut dalam tabel percobaan! Menentukan fokus lensa cembung.
No. s (cm) s’ (cm) h (cm) h’ (cm) f (cm) 1. 2. 3. 4. 5.
Fokus lensa rata-rata
Bagaimana cara kalian menentukan nilai fokus (f ) ?
... ... ... ...
Sifat bayangan apa yang terbentuk?
... ... 6. Ulangi langkah 2 s/d 5 sebanyak 5 kali untuk berbagai nilai jarak benda!
Lampu BendaBenda LensaLensa Layar
benda di ruang II!
Sebuah benda yang diletakkan di ruang II artinya apa?
... ... ... ...
Prediksikanlah terlebih dahulu sifat bayangan yang terbentuk, apabila benda diletakkan di ruang II!
... ... ... ... ... ... 2. Cari bayangan oleh lensa!
Sifat bayangan apa yang terbentuk?
... ... 3. Ukurlah jarak benda ke lensa dan jarak bayangan ke lensa!
4. Ukurlah tinggi benda dan bayangan! 5. Masukkan data dalam tabel percobaan!
No. s (cm) s’(cm) h (cm) h’ (cm) f (cm) 1. 2. 3. 4. 5.
... ... ... 6. Ulangi langkah 1 s/d 5 sebanyak 4x!
7. Lakukan seperti langkah 1 s/d 6 tetapi dengan meletakkan benda di ruang III!
Sebuah benda yang diletakkan di ruang III artinya apa?
... ... ... ...
Prediksikanlah terlebih dahulu sifat bayangan yang terbentuk, apabila benda diletakkan di ruang III
... ... ... ... ... ... 8. Cari bayangan oleh lensa!
Sifat bayangan apa yang terbentuk?
... ... 9. Masukkan dalam tabel percobaan.
No. s (cm) s’ (cm) h (cm) h’ (cm) f (cm)
1. 2. 3. 4.
Fokus lensa rata-rata
E. Diskusi Kelompok
Dengan menggunakan kertas milimeter:
1. Gambarkanlah jalannya sinar untuk masing-masing percobaan diatas dan tuliskan sifat bayangannya!
2. Sebuah benda yang tingginya 20 cm terletak pada jarak 50 cm dari sebuah lensa cembung yang panjang fokusnya 20 cm.
a. Dengan menggambar diagram sesuai skala, tentukan jarak bayangan ke lensa, sifat, dan perbesaran bayangan!
b. Dengan menggunakan rumus umum lensa tipis yaitu
Tentukan jarak bayangan (s’).
Bandingkan hasil perhitungan dengan hasil diagram, apakah jarak bayangan (s’) sama?
LENSA CEKUNG
A. Tujuan
1. Menentukan fokus lensa cekung.
2. Mengenal sifat-sifat pembentukan bayangan oleh lensa cekung.
B. Alat-alat yang Digunakan
1. Lensa Cekung 2. Lensa Cembung 3. Lampu 4. Layar 5. Benda 6. Mideline 7. Mistar 8. Bangku Optik 9. Kertas Milimeter C. Dasar Teori
Tiga sinar istimewa pada lensa cekung ialah:
1. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan melalui titik fokus F1.
2. Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus F2dibiaskan sejajar sumbu utama. 3. Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa membias.
Gambar 1. Tiga Sinar Istimewa Lensa Cekung D. Langkah Kerja
1. Tentukan fokus lensa cembung! Seperti pada percobaan yang lalu.
Fokus lensa cembung
F1 F2 F1 F2 F1
2. Berdasarkan fokus lensa tersebut letakkan benda di ruang III! 3. Carilah bayangan lensa cembung!
Bagaimana sifat bayangannya...
Dimana bayangan lensa cembung tersebut akan digunakan sebagai benda oleh lensa cekung.
4. Catat tinggi bayangan tersebut sebagai h!
5. Letakkan lensa cekung diantara lensa cembung dan layar! 6. Ukurlah jarak lensa cekung ke layar. Jarak ini sebagai s! 7. Geserlah layar tersebut hingga terlihat bayangan nyata! 8. Ukurlah jarak lensa cekung ke bayangan. Jarak ini sebagais’! 9. Ukurlah tinggi bayangan tersebut sebagai h’!
10. Masukkan data dalam tabel percobaan!
No. s (cm) s’ (cm) h (cm) h’ (cm) f (cm) 1. 2. 3. 4. 5.
Fokus lensa rata-rata
Bagaimana cara kalian menentukan nilai fokus (f ) ?
... ... ...
Bagaimana sifat bayangannya yang terbentuk ?
... ... 11. Ulangi langkah 1 s/d 6 sebanyak 4 x dengan s yang berbeda!
1. Gambarkanlah jalannya sinar untuk percobaan diatas!
2. Sebuah benda yang tingginya 5 cm terletak pada sumbu utama sebuah lensa divergen yang mempunyai panjang fokus 15 cm. Benda diletakkan pada jarak 10 cm dari lensa.
a. Dengan menggambar diagram sesuai skala, tentukan jarak bayangan ke lensa, sifat, dan perbesaran bayangan!
b. Dengan menggunakan rumus umum lensa tipis yaitu
Tentukan jarak bayangan ke lensa (s’).
Bandingkan hasil perhitungan dengan hasil diagram, apakah jarak bayangan (s’) sama?
MATERI PEMBIASAN CAHAYA PADA LENSA
1. a. Apakah yang dimaksud dengan lensa?
... ... ...
b. Lensa dibagi menjadi 2 macam yaitu:
... ... 2. Sebuah benda terletak pada jarak 18 cm dari sebuah lensa cembung yang panjang
fokusnya 6 cm dan tinggi benda 6 cm. Tentukan: a. Jarak bayangan ke lensa (s’)
... ... b. Tinggi bayangan (h’)
... ... 3. Sebuah benda setinggi 5 cm terletak pada jarak 10 cm dari sebuah lensa cekung yang
panjang fokusnya 15 cm. Tentukan: a. Jarak bayangan ke lensa (s’)
... ... b. Tinggi bayangan (h’)
... ...
Kerjakan di kertas milimeter
4. Gambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cembung dan nyatakan sifat-sifat bayangan ketika benda berada di:
a. Benda di antara pusat kelengkungan lensa dan titik fokus lensa. b. Benda di antara tak berhingga dan pusat kelengkungan lensa.
5. Gambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cekung dan nyatakan sifat-sifat bayangan ketika benda berada di antara pusat kelengkungan lensa dan tak berhingga.
MATERI PEMBIASAN CAHAYA PADA LENSA
1. a. Apakah yang dimaksud dengan lensa?
... ... ...
b. Lensa dibagi menjadi 2 macam yaitu:
... ... 2. Sebuah benda terletak pada jarak 50 cm dari sebuah lensa cembung yang panjang
fokusnya 20 cm dan tinggi benda 20 cm. Tentukan: a. Jarak bayangan ke lensa (s’)
... ... b. Tinggi bayangan (h’)
... ... 3. Sebuah benda setinggi 6 cm terletak pada jarak 36 cm dari sebuah lensa cekung yang
panjang fokusnya 12 cm. Tentukan: a. Jarak bayangan ke lensa (s’)
... ... b. Tinggi bayangan (h’)
... ...
Kerjakan di kertas milimeter
4. Gambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cembung dan nyatakan sifat-sifat bayangan ketika benda berada di:
a. Benda di antara pusat kelengkungan lensa dan titik fokus lensa. b. Benda di antara tak berhingga dan pusat kelengkungan lensa.
5. Gambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cekung dan nyatakan sifat-sifat bayangan ketika benda berada diantara pusat kelengkungan lensa dan tak berhingga.
MATERI PEMBIASAN CAHAYA PADA LENSA
1. Lensa dalah benda yang bening atau transparan yang memiliki 1 atau 2 permukaan lengkung.
Lensa dibagi menjadi 2 macam yaitu: lensa cembung (lensa konvergen atau lensa konveks) dan lensa cekung (lensa divergen atau lensa konkaf).
2. Diketahui :
s = 18 cm; f = 6 cm; h = 6 cm
Ditanyakan
Jarak bayangan ke lensa (s’)
. Dari rumus diatas dapat dihitung berapas’yakni: 9 cm
Tinggi bayangan (h’)
Dengan mengetahui nilai h, s, dans’maka dari rumus diatas dapat dihitung berapah’
yakni: 3 cm 3. Diketahui :
s = 10 cm; f = 15 cm; h = 5 cm
Ditanyakan
Jarak bayangan ke lensa (s’)
.
Dari rumus diatas dapat dihitung berapas’yakni: -6 cm (tanda negatif berarti bayangan terletak di depan lensa dan bersifat maya)
Tinggi bayangan (h’)
Dengan mengetahui nilai h, s, dans’maka dari rumus diatas dapat dihitung berapah’
yakni: 3 cm.
4. Menggambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cembung dan nyatakan sifat-sifat bayangan ketika benda berada di:
Nyata, terbalik, diperbesar b. Benda di antara tak berhingga dan pusat kelengkungan lensa.
Nyata, terbalik, diperkecil
5. Gambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cekung dan nyatakan sifat-sifat bayangan ketika benda berada di antara pusat kelengkungan lensa dan tak berhingga.
MATERI PEMBIASAN CAHAYA PADA LENSA
1. Lensa dalah benda yang bening atau transparan yang memiliki 1 atau 2 permukaan lengkung.
Lensa dibagi menjadi 2 macam yaitu: lensa cembung (lensa konvergen atau lensa konveks) dan lensa cekung (lensa divergen atau lensa konkaf).
2. Diketahui :
s = 50 cm; f = 20 cm; h = 20 cm
Ditanyakan
Jarak bayangan ke lensa (s’)
. Dari rumus diatas dapat dihitung berapas’yakni: 33 cm
Tinggi bayangan (h’)
Dengan mengetahui nilai h, s, dans’maka dari rumus diatas dapat dihitung berapah’
yakni: 13 cm 3. Diketahui :
s = 36 cm; f = 12 cm; h = 6 cm
Ditanyakan
Jarak bayangan ke lensa (s’)
.
Dari rumus diatas dapat dihitung berapas’yakni: -9 cm (tanda negatif berarti bayangan terletak di depan lensa dan bersifat maya)
Tinggi bayangan (h’)
Dengan mengetahui nilai h, s, dans’maka dari rumus diatas dapat dihitung berapah’
yakni: 1,5 cm.
4. Menggambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cembung dan nyatakan sifat-sifat bayangan ketika benda berada di:
Nyata, terbalik, diperbesar
b. Benda di antara tak berhingga dan pusat kelengkungan lensa.
Nyata, terbalik, diperkecil
5. Gambarkan diagram pembentukan bayangan pada lensa cekung dan nyatakan sifat-sifat bayangan ketika benda berada di pusat kelengkungan lensa dan tak berhingga.