• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diajukan beberapa saran bagi: 1. Siswa, dapat menemukan sendiri model-model yang menarik sesuai minat

mereka untuk membantu dalam proses pembelajaran menulis karangan.

2. Guru, sebaiknya menggunakan model pembelajaran webbed pada pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menulis karangan.

3. Sekolah, diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran webbed pada pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa, khususnya di kelas IV. 4. Karena beberapa keterbatasan dalam melaksanakan penelitian ini, maka

disarankan ada penelitian lanjutan yang meneliti tentang pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran webbed pada materi keterampilan lain atau mengukur aspek yang lain.

90

DAFTAR PUSTAKA

A., Alek. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana, 2010.

A. S., Nadjua. Bahasa Indonesia. Surabaya: Triana Media. Tanpa tahun.

Alfiah, Pengaruh Pembelajaran Terpadu Model Webbed (Jaring Laba-Laba) Dan

Model Fragmanted (Penggalan) Terhadap Hasil Belajar Unggah- Ungguhing

Bahasa Jawa Di Kelas Awal Sekolah Dasar”, Jurnal Edukasi, Vol. 1. No. 1, 2012.

Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi Cet. Ke-9).

Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009.

Cahyani, Isah dan Hodijah. Kemampuan Berbahasa Indonesia di Sekolah Dasar.

Bandung: UPI Press. 2007.

Djiwandono, Soenardi. Tes Bahasa: Pegangan Bagi Pengajar Bahasa (Jakarta: PT. Indeks. 2011.

Febri Setyowati, Dwi . Pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning) terhadap keterampilan menulis argumentasi siswa kelas X SMA Negeri 7 Tangerang Tahun Pelajaran 2012/2013.

Jakarta: Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah, 2014.

Fitriyah, Mahmudah dan Ramlan Abdul Gani. Pembinaan Bahasa Indonesia.

Jakarta: UIN Jakarta Press, 2007.

Guntur Tarigan, Henry. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung: Angkasa, 2008.

Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

Jauharoti, dkk, Bahasa Indonesia I (paket 11). Surabaya: Aprinta, 2008.

Jauharoti, dkk, Pembelajaran Bahasa Indonesia MI (edisi pertama, paket 14).

Kurniawan, Khaerudin. Bahasa Indonesia Keilmuan Untuk Perguruan Tinggi. Bandung: PT Refika Aditama, 2012.

Komaidi , Didik. Panduan Lengkap Menulis Kreatif Teori dan Praktek (Cetakan ke-1). Yogyakarta: Sabda Media, 2011.

Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia, 2011.

Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

Nurhasanah, Peningkatan keterampilan menulis melalui penerapan pendekatan pembelajaran tematik pada Siswa Kelas II SDN Leuwinanggung I Tapos- Depok, Jakarta: Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah, 2014. Nurgiyantoro, Burhan. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi,

Yogyakarta: BPFE Yogyakarta, 2010.

Nurudin, Dasar-dasar Penulisan. Malang: UMM Press, 2010.

Permata, Ulfiana. Pengaruh Model Pembelajaran Webbing dalam Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMPN 2 Tangerang Selatan Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013. Jakarta: Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah, 2013.

Purwanto, Ngalim. Psikologi Pendidikan. (Cet 24). Jakarta: Remaja Rosdakarya, 2010.

Rahayu, Minto. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi “Mata Kuliah

Pengembangan Kepribadian”. Jakarta: PT Grasindo, 2007.

Ratna Tanjung dan Raudhatul Kamal, “Pengaruh Model Pembelajaran Model Webbed Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Sub Materi Pokok Hukum Pascal Di Kelas VIII Semester II SMP Swasta IKAL Medan T.P.

2011/2012” Jurnal Edukasi, Vol. 1. No. 1, 2013.

Resmini , Novi dan Dadan Juanda, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Di Kelas Tinggi. Bandung: UPI PRESS, 2007.

Resmini, Novi dkk., Membaca dan Menulis di SD “Teori dan Praktek”. Bandung: UPI PRESS, 2008.

Ridwanudin, Dindin. Bahasa Indonesia. Ciputat: UIN Press. 2014.

Rizka Pratiwi Jaya. http://rizkapratiwijaya.blogspot.com/2013/04 /pembelajaran - terpadu-model-webbed.html, diakses pada pukul 08.55 tanggal 19 Januari 2015.

Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2011. Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Cet 15 edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.

Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Ed.1. Cet. 7). Jakarta: Kencana, 2010.

Soemanto, Wasty. Psikologi Pendidikan (Cet. 5). Jakarta: PT Rineka Cipta. 2006.

Sondang Atmaja Samosir, “Pengaruh Model Penggunaan Peta Pikiran (Mind Map) Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Oleh Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sidikalang Kab. Dairi Tahun Pembelajaran 2013/

2014”, Electronic Jurnal Edukasi, 2013.

Sudijono, Anas . Pengantar Evaluasi Pendidikan (Cet. Ke-11). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011.

Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. Ke-16). Bandung: Alfabeta, 2013.

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif . Jakarta:Kencana. 2009.

Trianto, Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik Jakarta: Prestasi Pustaka. 2010.

Trianto. Model Pembelajaran Terpadu Konsep,Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: PT Bumi Aksara, 2010.

Terpadu Al Mubarak yang bertugas di bawah bimbingan Yayasan Wakfiah Al Mubarak.

Sekolah Islam Terpadu pada hakekatnya adalah sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan Alquran dan Assunnah. Dalam aplikasinya Sekolah Islam Terpadu sebagai sekolah yang memadukan pendidikan umum dan agama menjadi jalinan kurikulum. Sekolah Islam terpadu juga memadukan pendidikan aqliyah, ruhiyah, dan jasadiyah. Dalam penyelenggaraannya memadukan keterlibatan dan partisipasi aktif lingkungan belajar yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat.

A.Sekilas tentang Yayasan Wakfiah Al Mubarak

Yayasan Wakfiah Almubarak merupakan suatu yayasan yang berpusat di Masjid Almubarak Rawasari Jakarta Pusat yang diapit oleh beberapa daerah seperti; Cempaka Putih, Johar Baru, Paseban, Matraman, Utan Kayu dan Rawamangun.. Tepatnya di jalan I atau dikenal dengan nama kampung Jawa. Berkat bimbingan K.H. Usman Abidin, semua kegiatan masjid dan madrasah Al Mubarak makin berkembang, akhirnya pada tahun 1976 diadakan

musyawarah pengurus Masjid serta para jama’ah Masjid Al Mubarak, dan

disepakati untuk membentuk Yayasan Wakfiah Al Mubarak yang akan mengurus tanah wakaf, mengelola dan mengembangkan kegiatan di Masjid dan Madrasah Al Mubarak.

Dengan Akte Notaris Raden Muhammad Hendramawan No. 176 tanggal 20 september 1976 secara resmi Yayasan Wakfiah Al Mubarak berdiri, dan ditetapkannya K.H. Usman Abidin, H.M. Cholid Aidi dan H.M.Sholeh Suprapto sebagai dewan presidium Yayasan Wakfiah Al Mubarak.

a.Tanah seluas 2.518 m2 b.Bangunan yang terdiri dari:

i. Masjid

ii. Gedung kelas sebanyak 10 lokal

Pada wilayah-wilayah ini sangat banyak berdiri taman kanak-kanak. Umumnya, di TK mereka sudah diperkenalkan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Jadi keberadaan SDIT Al Mubarak diharap mampu menjawab kebutuhan mereka akan pendidikan yang komprehensi dan terpadu untuk melanjutkan pendidikan yang telah diterima anak di TK.

Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Mubarak, didirikan pada Juli 2003. Ada beberapa pertimbangan yang menjadi landasan bagi Yayasan Wakfiah Al Mubarak untuk mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Mubarak. Pertimbangan-pertimbangan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Aspek Hukum & Legalitas

Bahwa peraturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia, khususnya yang terkait dengan pendidikan, memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri akan pendidikan. Berikut beberapa peraturan tersebut yang bisa kami kutip. a. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 Ayat 1.

b. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. i. Bab III Pasal 4 ayat (6); “Pendidikan diselenggarakan dengan memberda-yakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyeleng-garaan dan pengendalian mutu layanan pendidikan”.

meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam

penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan”.

iv. Bab XV Pasal 54 ayat (2); “Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan”.

2. Aspek Kebutuhan Masyarakat

Saat ini ada beberapa kecendrungan di masyarakat akan pendidikan, yakni: a. Makin banyaknya orang tua muda usia yang dua-duanya bekerja, berangkat pagi dan pulang petang. Karena kesibukannya ini, mereka tidak punya cukup waktu untuk mengurusi anak.

b. Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan agama untuk bekal hidup anak dimasa yang akan datang.

c. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang komprehensif dan terpadu. Komprehensi karena tidak hanya menggunakan kurikulum nasional tapi juga memasukkan kurikulum agama dan life skill dalam proses pendidikannya. Terpadu maksudnya bukan hanya menambah kurikulum nasional dengan tambahan kurikulum agama dan life skill, tapi juga memadukannya dalam satu bangunan kurikulum yang tak terpisahkan.

1. Pendidikan Taman Kanak- Kanak (Raudhatul Athfal) • Memberikan layanan kepada masyarakat di lingkungan Masjid Al Mubarak dalam hal pendidikan usia pra sekolah.

• Menyiapkan anak usia

pra sekolah (dasar)

guna menghadapi

persiapan masa

sekolah

•Dilaksanakan

setiap hari kerja,

mulai pukul 07.00 – 11.00. •Program ini sudah berjalan sejak tahun 1997 Proses perijinan dilakukan ke Departemen Agama Republik Indonesia 2. Taman Pendidikan Al Qur’an • Memberikan layanan kepada masyarakat di lingkungan Masjid Al Mubarak dalam hal

pendidikan agama

Islam untuk usia

sekolah dasar.

•Dilaksanakan

setiap hari kerja,

mulai pukul 14.00 – 18.00. •Program ini sudah berjalan sejak tahun 1997 Proses perijinan dilakukan ke Departemen Agama Republik Indonesia 3. Madrasah Diniyah • Memberikan layanan kepada masyarakat berupa pendidikan khusus agama •Program ini merupakan cikal bakal terbentuknya lingkungan kegamaan di Masjid Al Mubarak Mulai tahun 1987 telah di daftarkan pada Departemen Agama 4. Sekolah Dasar Islam Terpadu • Memberikan layanan kepada masyarakat di lingkungan Masjid Al Mubarak dalam hal

pendidikan dasar dengan memadukan antara kurikulum nasional dengan kurikulum tambahan seperti pendidikan

agama, life skill, seni dan sebagainya.

•Dilaksanakan

setiap hari kerja,

mulai pukul 07.00 – 16.00. •Program ini sudah berjalan sejak tahun 2003 Proses perijinan dilakukan ke Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia

5. Majlis ta’lim • Memberikan layanan

kepada masyarakat

dalam hal membentuk

dakwah dan

pembinaan rohani.

•Dilaksanakan

setiap pekan pada siang hari untuk

ibu-ibu dan

malam hari untuk

Tidak ada

diproses perijinannya, karena

terbentuknya Yayasan 6. Layanan Pelaksanaan Ibadah • Memberikan layanan kepada masyarakat di lingkungan Masjid Al Mubarak dalam hal

ibadah, baik yang

berisfat harian seperti

shalat lima waktu,

pekanan seperti shalat

jum’at, maupun

tahunan seperti

pelaksanaan shalat

tarawih dan Idul Fitri serta Idul Adha.

•Disesuaikan

dengan jenis

ibadah yang akan dilaksanakan •Masjid Al Mubarak didirikan pada tahun 1954 7. Santunan Yatim Piatu • Memberikan layanan yatim piatu di lingkungan Masjid Al Mubarak dalam hal kebutuhan hidupnya khususnya masalah pendidikan. • Dilaksanakan secara rutin setiap tahun, mulai tahun 1992

8. Bazaar amal • Memberikan layanan

kepada masyarakat di lingkungan Masjid Al Mubarak dalam hal mendapatkan

kebutuhan pokok

dengan harga yang terjangkau. • Dilaksanakan secara rutin setiap tahun, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Iedul Fitri. Pelaksanaannya berkoordinasi dengan pengelola TK dan SDIT. 9. Pengelolaan Dana Zakat, Infak & Shadaqah • Mengumpulkan, mengelola dan menyalurkan dana

zakat, infak dan

shadaqah dari

masyarakat.

• Menyalurkan dana

ZIS tersebut sesuai

dengan kondisi

masyarakat yang ada

dan program yang

akan dilaksanakan oleh Yayasan. • Dilaksanakan sepanjang tahun dan dibentuk panitia khusus pada bulan Ramadhan. •Pelaporan dilaksanakan setiap minggu melalui forum shalat Jum’at. •Penyaluran dilaksanakan dalam bentuk program •Hasil pengumpulan Zakat, Infak, Mal dan Shadaqah dilaporkan

B. Profil sekolah yang dijadikan tempat penelitian

Karakteristik guru yang bertugas di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Mubarak Jakarta Pusat, memiliki dinamika yang dinamis, terlebih sejak bergulirnya pemberdayaan guru sebagai tenaga profesional.

Dalam penelitian ini ditetapkan 30 orang guru sebagai sampel penelitian yang dipilih secara acak. Lebih lanjut dapat disampaikan kondisi sekolah penelitian diantaranya:

1.Visi dan Misi Sekolah Dasar islam Terpadu Al Mubarak

Sekolah Dasar Islam Terpadu Almubarak merupakan sekolah lanjutan pertama setelah taman kanak-kanak Islam Almubarak. Sebagai sekolah lanjutan yang berbasis terpadu pertama di Jakarta Pusat. Sekolah Dasar Islam Terpadu Almubarak berlokasi di Jl. Pramuka Sari III No 28 Rawasari Jakarta Pusat. Letaknya yang strategis menjadi pilihan banyak orang tua dalam menyekolahkan anaknya.

Visi SDIT Al Mubarak

“Mewujudkan sekolah berkarakter dalam membangun peradaban bangsa

sehingga mampu membentuk siswa Cerdas, Kreatif, Mandiri dan Bertaqwa

kepada Allah SWT”.

Indikator Visi yang ada di SDIT AL MUBARAK adalah sebagai berikut : 1. Terwujudnya perkembangan kurikulum yang inovatif dan adaptif 2. Terwujudnya proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif dan

menyenangkan.

3. Terwujudnya lulusan yang cerdas, kreatif, mandiri dan bertakwa. 4. Terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional.

7. Terwujudnya sistem penilain yang objektif dan outentik. Misi SDIT Al Mubarak

1.Mengintegrasikan kurikulum, metodologi dan program pendidikan. 2.Menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan

menyenangkan .

3.Mempersiapkan murid yang berprestasi, cerdas, kreatif, mandiri dan bertaqwa.

4.Melakukan pembinaan keagamaan, pengembangan potensi dan bimbingan konseling.

5.Memberikan jaminan pelayanan yang prima dalam berbagai hal untuk mendukung proses belajar dan bekerja yang harmonis dan selaras.

2.Program Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Mubarak

Program kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu Almubarak antara lain:

1. Program Harian

a. Salam pagi b. Tilawah pagi c. Inspirasi pagi d. Shalat dhuha

e. Piket guru dan siswa f. KBM ala PAKEMI g. Askarus shalat

h. Dzhuhur jama’i

i. Kultum siswa dan guru j. Lunch together

k. Ashar jama’i

l. Pendampingan/pengayaan m. infaqKu

c. Rekap kegiatan siswa (pemantauan)

d. Dokter cilik

e. Dokter pribadi (tim SMS)

h. Jumat sehat i. Senin membaca j. Infaq jumat

3.Program Bulanan a. Studen of the month b. Renang kelas 4, 5 & 6 c. Ifthar jama’i

d. Mabit

e. Fieldtrip

f. Kajian tsaqafah islamiyah (komite) g. Up grading 4.Program Semesteran a. Assembelay b. Market day c. Funcooking d. Outing class e. Parsami f. Loketa g. Family gethering h. Bulan bahasa i. Evaluasi siswa 5.Program Tahunan a. Renang 1 s/d 6 b. PHBI •Muharram •Maulid •Ramadhan •Idul qurban d. Porseni e. Open house f. Bazar & santunan g. Khatmul quran

h. Evaluasi kenaikan kelas i. Tutup tema

Terpadu Al Mubarak bekerjasama dengan orang tua. Peran serta keluarga adalah faktor utama yang mempunyai pengaruh terbesar bagi perkembangan anak-anak. Orang tua adalah pendidik atau guru dalam keluarga yang pertama dan utama.

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum pemerintah ditambah dengan kurikulum agama milik Sekolah Dasar Islam Terpadu. Dalam penerapannya kurikulum tersebut diintegritaskan dalam kegiatan sehari-hari dikelas. Dengan tujuan menciptakan siswa yang memiliki kecerdasan intelektual (Intelegence Quotions), kecerdasan emosional (Emotional Questions), dan kecerdasan spiritual (Spritual Quotions) yang tinggi serta kemampuan beramal (kerja) yang ihsan. Sebagai pencapaiannya sekolah menentukan target pembelajaran yang diinformasikan kepada orang tua murid.

Untuk mendapatkan gambaran perkembangan anak, sekolah melakukan penilaian melalui observasi, respon secara verbal, nilai harian, nilai uji kompetensi, proyek anak, hasil karya, porto folio, dan saat proses berlangsungnya pembelajaran yang diharapkan dapat memberikan gambaran seimbang tentang kemajuan anak. Hasil permajuan dan perkembangan anak ini dirangkum dalam laporan perkembangan anak yang akan diberikan pada orang tua setiap 3 bulan sekali (Term).

3. Fasilitas yang ada di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Mubarak

Dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, dan untuk kenyamanan pembelajaran bagi siswa maka perlu adanya fasilitas pendukung. Adapun fasilitas yang disediakan di sekolah antara lain:

e.Ruang computer f. Laboratorium sains

g.Ruang permainan indoor dan outdoor h.Ruang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)

i.Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) j.Aula Serbaguna k.Toilet putra l.Toilet putrid m.Tempat wudhu n.Kantin sekolah o.Masjid

4. Data Perkembangan Siswa

Dari awal berdiri perkembangan siswa SDIT Al Mubarak. Hal ini dilihat dari nilai kebutuhan dan antusias masyarakat terhadap sekolah lanjutan setelah taman kanak-kanak terutama yang berbasis terapan antara pelajaran umum dan pelajaran berbasis agama.

Siswa Baru 1 2003-2004 7 6 13 13 - 2 2004-2005 17 21 38 25 31,58% 3 2005-2006 33 36 69 31 8,70% 4 2006-2007 61 56 117 48 14,53% 5 2007-2008 85 84 169 52 2,37% 6 2008-2009 123 118 241 72 8,30% 7 2009-2010 137 139 274 35 -13.50% 8 2010-2011 160 158 336 62 8,04% 9 2011-2012 195 185 400 64 0,5% 10 2012-2013 255 243 498 98 6,83% 11 2013-2014 287 280 567 69 -5.11% 12 2014-2015 334 328 662 95 3,93%

Sumber: SDIT Al Mubarak

5. Data Kepegawaian

Para guru Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Mubarak adalah guru- guru yang kompeten dibidangnya dengan kualifikasi pendidikan sarjana dan D3. Adapun data guru tersebut tercantum dalam tabel 4.2

Tabel 4.3 Daftar Pegawai 2014-2015

No Nama Pendikan Jabatan

1 YayanSupiana, SH,M.M S2 ManajemenPendidkan KepalaSekolah

2 Betta Widjajanti, S.Si S1 Matematika Wakepsek Bid.

Kesiswaan

&Karakter

6 SyahrulIchsan SLTA WaliKelas

7 SitiRomelah, S.Pd S1 Geografi WaliKelas

8 Mokh. Afiyanto, S.Pd.I S1 PAI GuruKelas

9 ErniPurnaningsih, S.Kom S1 SistemInformasi Guru BidangStudi

10 AzizahNur „Aini, S.Pd.I S1 PAI WaliKelas

11 Hasanah,S.Pd.I S1 PAI WaliKelas

12 SitiHajijah SMK Guru BidangStudi

13 LinaSusanti,Amd.KomAk S 1 PAI Guru BidangStudi

14 FaizahZarcasih, S.Pd.I S1 PAI Guru Kelas

15 DanilIlyas, S.Pd S1 PAI Guru Penjaskes

16 DwiRachmawati, S.Pd S1 Kepelatihanolahraga Wali Kelas

17 Dian Parikesit, S.Pd, M.Kom S1 Ekonomi Wali Kelas

18 Sulistriani,S.Pd,I S1 Pendidikan Tehnik

Sipil Guru Pendamping

19 Lely Fathonah, S.Pd.I Madrasah Aliyah WaliKelas

20 Eni, S.Pd.I S1 PAI Guru Pendamping

21 Dartim DIII Teknik Komputer Guru Pendamping

22 Diah Saptarini, AMG DIII Gizi Guru Bidang Studi

23 Amang Suryaman, S.Pd.I S1 PAI WaliKelas

24 Ira Widian, S.Pd S1 Bahasa Inggris Guru BidangStudi

25 Ukah Fatimah, S.Pd S1 Bahasa Arab Guru BidangStud

30 Wiwiek Nuraini, S.Pd S1 PAI Guru BidangStudi

31 Asriani DII PAI WaliKelas

32 Winda Ayuning Tyas,S.Pd.I S1 PAI Guru BidangStudi

33 Sutedi, S.Pd S1 Bahasa Indonesia Guru BidangStudi

34 Umar Hamid, S.Pd.I S1 PAI Guru BidangStudi

Sumber: SDIT A Mubarak

6. Struktur Organisasi Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Mubarak

Sumber: SDIT Al Mubarak

Ketua Yayasan Kepala Sekolah Komite Sekolah Wakabid Kurikulum Wakabid SDM Administrasi Keuangan Dewan Guru Wakabid PAI Wakabid Kesiswaan Bagian KRT Bagian Umum Bimbingan Konseling Bagian UKS Bagian Lab Bagian Pustakawan

Kelas/Semester : IV/II Jumlah : 1 butir soal Alokasi waktu : 2 x 35 menit

Standar Kompetensi : 8. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak. Kompetensi Dasar Indikator Ranah Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal C1 C2 C3 8.1 Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memerhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dan lain- lain).

1. Menyusun karangan yang tema Keluarga dan Hidup Sehat dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dan lain- lain) yang benar

 Essay 1

Kelas/Semester : IV/II

Pertemuan ke : I (Eksperimen) Alokasi Waktu : 2 X 35 Menit

Standar Kompetensi : 8. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak.

I. Kompetensi Dasar :

8.1 Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memerhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dan lain-lain).

II. Indikator Pencapaian : 1. Mengetahui pengertian karangan

2. Membedakan penggunaan ejaan huruf besar yang benar dalam menyusun karangan

3. Menggunakan ejaan huruf besar yang benar dalam menyusun karangan

III. Tujuan Pembelajaran :

1. Melalui model pembelajaran webbed, siswa dapat mengetahui pengertian karangan

2. Melalui model pembelajaran webbed, siswa dapat membedakan penggunaan ejaan huruf besar yang benar dalam menyusun karangan

3. Melalui model pembelajaran webbed, siswa dapat menggunakan ejaan huruf besar yang benar dan dapat menyusun karangan

IV. Materi Pembelajaran :

a. Materi pokok : Karangan

b. Sub materi pokok : Penggunaan ejaan huruf besar c. Deskripsi sub materi pokok/terlampir

3. Small group discussion

4. Penugasan

5. Model pembelajaran jaring laba-laba (webbed).

VI. Langkah-langkah pembelajaran A. Pendahuluan (waktu 10 menit)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter 1. Guru memberikan salam dan

memulai pelajaran dengan berdoa bersama

2. Guru mengabsensi siswa

3. Guru melakukan apersepsi mengenai karangan dan memberikan motivasi kepada siswa

4. Guru menyampaikan topik pembelajaran

5. Guru menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

1. Siswa menjawab salam guru dan berdoa bersama

2. Siswa mendengarkan dengan seksama pada saat guru mengabsen 3. Siswa memberi penjelasan sesuai dengan kemampuan siswa tentang pengertian menulis dan memperhatikan motivasi yang diberikan guru 4. Siswa memperhatikan guru 5. Siswa mendengarkan dengan seksama penjelasan guru Religius Disiplin

Menghargai orang lain

Menghargai orang lain

Menghargai orang lain dan disiplin

1. Guru bersama siswa melakukan tanya jawab mengenai karangan.

2. Guru menjelaskan tentang karangan.

3. Guru menjelaskan tentang penggunaan ejaan huruf besar dalam karangan.

1. Siswa bersama guru melakukan tanya jawab mengenai karangan.

2. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai karangan.

3. Siswa mendengarkan dan mengamati penjelasan guru mengenai penggunaan ejaan huruf besar dalam karangan.

Percaya diri dan menghargai orang lain

Disiplin dan menghargai orang lain

Disiplin dan menghargai orang lain

karangan di depan kelas yang bertemakan Keluarga.

2. Guru meminta beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menentukan dan menuliskan subtema dari setiap paragraf karangan yang ditampilkan di depan kelas.

3. Guru meminta beberapa siswa menuliskan kembali kalimat dari karangan yang ditampilkan di depan

kelas dengan

penggunaan ejaan huruf besar yang benar.

4. Guru meminta siswa membentuk sebuah kelompok yang masing- masing kelompok terdiri dari 5-6 orang.

5. Guru membagikan sebuah karangan yang bertemakan Keluarga. 6. Guru meminta siswa

mendiskusikan dalam kelompoknya mengenai

karangan yang disajikan oleh guru.

2. Beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menentukan dan menuliskan subtema dari setiap paragraf karangan yang ditampilkan di depan kelas.

3. Beberapa orang siswa menuliskan kembali kalimat dari karangan yang ditampilkan di depan kelas dengan penggunaan ejaan huruf besar yang benar.

4. Siswa membentuk sebuah kelompok yang masing-masing

kelompok terdiri dari 5-6 orang.

5. Siswa menerima sebuah karangan yang bertemakan Keluarga. 6. Siswa diminta mendiskusikan di dalam kelompoknya mengenai orang lain

Disiplin dan percaya diri

Disiplin dan percaya diri

Belajar mandiri dan bertanggung jawab

Disiplin dan teliti

Belajar mandiri dan bertanggung jawab

dalam setiap kelompoknya

menentukan judul dari karangan yang ada dalam kelompoknya.

8. Guru meminta beberapa siswa membacakan hasil kerja kelompoknya dalam menentukan subtema-subtema

karangan di depan kelas. 9. Guru memberikan

worksheet kepada setiap siswa mengenai karangan dan siswa diminta menuliskan kembali karangan tersebut dengan penggunaan huruf besar yang benar secara individu.

kelompoknya

menentukan judul dari karangan yang ada dalam kelompoknya.

8. Beberapa orang siswa membacakan hasil kerja kelompoknya dalam menentukan subtema- subtema karangan di depan kelas. 9. Siswa menerima worksheet mengenai karangan dan siswa menuliskan kembali karangan tersebut dengan penggunaan huruf besar yang benar secara individu.

Percaya diri dan menghargai orang lain

yang sudah selesai mengerjakan tugasnya, mengumpulkan hasil tuganya di depan kelas. 2. Guru memberikan umpan balik positif

Dokumen terkait