BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2. Saran
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan, dimasa yang akan datang, yaitu antara lain :
1. Seorang akuntan publik harus selalu mempertahankan sikap mental independennya dalam setiap melaksanakan audit, dengan pelaksanaan audit yang sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, sehingga akuntan publik dapat memberikan kualitas audit yang dapat dipercaya sesuai dengan harapan para pemakai laporan keuangan,
2. Auditor selain harus ahli di bidang auditing juga harus punya kompetensi yang memadai sehingga ia mampu melaksanakan audit dan dapat mengumpulkan bukti kompeten dimana bukti yang kompeten digunakan auditor sebagai dasar dalam pemberian opini audit.
73
3. Diharapkan bagi para auditor untuk dapat mempertahankan sikap independensi dan kompetensinya agar kualitas audit yang dihasilkan akan semakin baik.
4. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya memperhatikan dari adanya pengaruh dari variabel – variabel lain yang diteliti, sehingga dalam penelitian yang akan datang hendaknya diperhitungkan variabel lain yang kemungkinan berpengaruh terhadap kualitas hasil pemeriksaan.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Teks
Anonim, 2009, Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian dan Skripsi Jurusan Akuntansi, FE UPN “ Veteran “ Jawa Timur.
---, 2008, “Menkeu Tindak Tegas Auditor Bermental Bobrok”,
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/25/bpk-tindak-tegas-auditor-bermental-bobrok/ yang diakses pada tanggal 2 Mei 2009.
---, 2009, “Menkeu Bekukan Izin 2 Akuntan Publik”,
http://hukumonline.com/2009/01/21/menkeu-bekukan-izin-2-akuntan-publik/ yang diakses pada tanggal 2 Mei 2009.
---, 2009, “Direktory Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik 2009”,
http://iapi.or.id/ yang diakses pada tanggal 3 Juni 2009.
Agoes, Sukrisno, 2004, Auditing (Pemeriksaan Akuntan)oleh Akuntan Publik, Edisi ketiga. Jilid 1. Penerbit Lembaga Penerbit FE – UI.
Arens, Alvin A dan James K. Loebecke, 1997, Auditing: Pendekatan Terpadu, Terjemahan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Ghozali, Iman, 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi Tiga, Penerbit Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. Gujarati, 1999, Ekonometrika, Terjemahan, PT.Gelora Aksara Pratama,
Yogyakarta.
Guy, Dan M, 2001, Auditing, Jilid Pertama, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga. Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009, Standar Profesional Akuntan Publik Per
Januari 2009, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Ikhsan, Arfan dan Ishak, Muhammad, 2005, Akuntansi Keprilakuan, Penerbit Salemba Empat
Indriyo, Gitosudarmo, dan I Nyoman Sudita, 2000, Perilaku Keorganisasian, Edisi pertama, Penerbit BPFE UGM, Yogyakarta.
Mangkunegara, Prabu A., 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.
Mulyadi, 2002, Auditing, Jilid Pertama, Edisi Keenam, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Nazir Moch. 2005, Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Santoso, Singgih, 2001, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, Penerbit Elex Media Komputindo
Sumarsono, 2004, Metode Penelitian Akuntansi, Penerbit Fakultas Ekonomi Akuntansi Pembangunan Nasional “ Veteran “ Jawa Timur.
Umar, Husein, 2007, Metode Riset Bisnis, Cetakan Keenam, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Jurnal
Alim, M. Nizarul, Trisni Hapsari, Liliek Purwati, 2007. “ Pengaruh Kompetensi dan Independensi Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi”. Simposium Nasional Akuntansi X.
Arleen Herawati, dan Yulius Kurnia Susanto, 2008. The 2nd Conference UKWMS Surabaya.
Christiawan, Yulius, Yogi, 2002. “Ki Dan Independensi Akuntan Publik : Refleksi Hasil Penelitian Empiris”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Volume 4 No.2, November 2002.
Mayangsari, Sekar, 2003. “Pengaruh Keahlian Dan Independensi Terhadap Pandapat Audit: Sebuah Kuasieksperimen”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Volume 6 No.1 Edisi Januari.
Sukriah, Ika, Akram dan Biana Adha Inapty, 2009. “Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, Obyektivitas, Integritas Dan Kompetensi Terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan”.
Suraida, Ida, 2005. “Pengaruh Etika, Kompetensi, Pengalaman Audit Terhadap Risiko Audit Terhadap Skeptisisme Profesional Auditor Dan Ketepatan Pemberian Opini Akuntan Publik”. Sosiohumaniora, Volume 7 No.3
Skripsi
Puspita, Diah, Rury, 2009. “Pengaruh Kompetensi Dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit” (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Surabaya).
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
Kepada Yth: Bapak/Ibu Akuntan Publik
Di tempat
Dengan Hormat,
Dalam rangka mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan, maka dilakukan aktivitas penelitian ini. Penelitian ini mencoba menguji “Pengalaman Kerja, Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan” (Studi Empiris Pada KAP di Wilayah Surabaya Pusat dan Surabaya Timur). Dengan cara pengumpulan data dari responden. Dalam hal ini yang menjadi responden adalah para Auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Surabaya Pusat dan Surabaya Timur.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon partisipasi Bapak/Ibu untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Data-data yang kami peroleh akan kami jaga kerahasiaannya dan hanya semata-mata akan kami gunakan untuk kepentingan akademis.
Dalam kesempatan ini pula saya mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasama, dukungan dan perhatiannya Bapak/Ibu yang telah meluangkan waktu untuk mengisi kuisioner ini.
Hormat Kami, Peneliti
I. Identitas Responden
1. Nama Instansi :
2. Nama Responden :
3. Lama Bekerja :
4. Jenjang Pendidikan Terakhir anda :
D-3 S-1 S-2 S-3
5. Jabatan anda saat ini :
Partner Senior Auditor Junior Auditor Lain-lain
II. Petunjuk Pengisian
1. Tidak ada penilaian benar atau salah atas jawaban yang bapak/Ibu pilih dan kerahasiaan atas jawaban yang Bapak/Ibu berikan terjamin.
2. Memilih salah satu jawaban yang tersedia, dengan cara tanda cek () pada salah satu jawaban yang paling tepat dan sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara, dengan ketentuan yaitu nilai 1 (satu) menunjukkan nilai terendah dan 7 (tujuh) menunjukkan nilai tertinggi yang artinya semakin tinggi angka yang anda pilih berarti semakin menyetujui pernyataan yang diberikan dan sebaliknya semakin rendah angka yang anda pilih berarti semakin tidak menyetujui pernyataan yang diberikan. Contoh:
Tanggapan No Pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 1 Keikutsertaan saya dalam mengikuti seminar/temu
karya ilmiah perlu untuk menunjang keberhasilan
Adapun penilaian dari pertanyaan-pertanyaan Bapak/Ibu yaitu sebagai berikut: 1 – 3 = Sangat tidak setuju
4 = Cukup setuju 5 – 7 = Sangat Setuju
I. BAGIAN I : PENGALAMAN KERJA (X1)
Tanggapan No Pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7
1 Semakin lama menjadi auditor, semakin mengerti bagaimana menghadapi entitas/obyek pemeriksaan dalam memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan.
2 Semakin lama bekerja sebagai auditor, semakin dapat mengetahui informasi yang relevan untuk mengambil pertimbangan dalam membuat keputusan.
3 Semakin lama bekerja sebagai auditor, semakin dapat mendeteksi kesalahan yang dilakukan obyek pemeriksaan.
4 Semakin lama menjadi auditor, semakin mudah mencari penyebab munculnya kesalahan serta dapat memberikan rekomendasi untuk
menghilangkan/memperkecil penyebab tersebut.
5 Banyaknya tugas pemeriksaan membutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam menyelesaikannya.
6 Kekeliruan dalam pengumpulan dan pemilihan bukti serta informasi dapat menghambat proses penyelesaian pekerjaan.
7 Banyaknya tugas yang dihadapi dapat memberikan kesempatan untuk belajar dari kegagalan dan keberhasilan yang pernah dialami selama melaksanakan tugas.
8 Banyaknya tugas yang diterima dapat memacu auditor untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tanpa terjadi penumpukan tugas.
II. BAGIAN II : KOMPETENSI (X2)
Tanggapan No Pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7
1 Auditor harus memiliki rasa ingin tahu yang besar, berpikir luas dan mampu menangani ketidakpastian.
2 Auditor harus dapat menerima bahwa tidak ada solusi yang mudah, serta menyadari bahwa beberapa temuan dapat bersifat subyektif.
3 Auditor harus mampu bekerjasama dalam tim.
4 Auditor harus memiliki kemampuan untuk melakukan review analitis 5 Auditor harus memiliki pengetahuan tentang teori organisasi untuk memahami
organisasi.
6 Auditor harus memiliki pengetahuan auditing dan pengetahuan tentang sektor publik.
7 Auditor harus memiliki pengetahuan tentang akuntansi yang akan membantu dalam mengelola angka dan data.
8 Auditor harus memiliki keahlian untuk melakukan wawancara serta kemampuan membaca cepat.
9 Auditor harus memahami ilmu statistik serta mempunyai keahlian menggunakan komputer.
10 Auditor memiliki kemampuan untuk menulis dan mempresentasikan laporan dengan baik.
III. BAGIAN III: INDEPENDENSI (X3)
Tanggapan No Pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7
1 Penyusunan program audit bebas dari campur tangan pimpinan (inspektur) untuk menentukan, mengeliminasi atau memodifikasi bagian-bagian tertentu yang diperiksa.
2 Penyusunan program audit bebas dari intervensi pimpinan tentang prosedur yang dipilih auditor.
3 Penyusunan program audit bebas dari usaha-usaha pihak lain untuk menentukan subyek pekerjaan pemeriksaan.
4 Pemeriksaan bebas dari usaha-usaha manajerial (obyek pemeriksaan) untuk menentukan atau menunjukkan kegiatan yang diperiksa.
5 Pelaksanaan pemeriksaan harus bekerjasama dengan manajerial selama proses pemeriksaan.
6 Pemeriksaan bebas dari kepentingan pribadi maupun pihak lain untuk membatasi segala kegiatan pemeriksaan.
7 Pelaporan bebas dari kewajiban pihak lain untuk mempengaruhi fakta-fakta yang dilaporkan.
8 Pelaporan hasil audit bebas dari bahasa atau istilah-istilah yang menimbulkan multi tafsir.
9 Pelaporan bebas dari usaha pihak tertentu untuk mempengaruhi pertimbangan pemeriksa terhadap isi laporan pemeriksaan.
IV. BAGIAN IV: KUALITAS HASIL PEMERIKSAAN (Y)
Tanggapan No Pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7
1 Saat menerima penugasan, auditor menetapkan sasaran, ruang lingkup, metodologi pemeriksaan.
2 Dalam semua pekerjaan saya harus direview oleh atasan secara berjenjang sebelum laporan hasil pemeriksaan dibuat.
3 Proses pengumpulan dan pengujian bukti harus dilakukan dengan maksimal untuk mendukung kesimpulan, temuan audit serta rekomendasi yang terkait. 4 Auditor menatausahakan dokumen audit dalam bentuk kertas kerja audit dan disimpan dengan baik agar dapat secara efektif diambil, dirujuk dan dianalisis. 5 Dalam melaksanakan pemeriksaan, auditor, harus mematuhi kode etik yang
ditetapkan.
6 Laporan hasil pemeriksaan memuat temuan dan simpulan hasil pemeriksaan secara obyektif, serta rekomendasi yang konstruktif.
7 Laporan mengungkapkan hal-hal yang merupakan masalah yang belum dapat diselesaikan sampai berakhirnya pemeriksaan.
8 Laporan harus dapat mengemukakan pengakuan atas suatu prestasi keberhasilan atau suatu tindakan perbaikan yang telah dilaksanakan obyek pemeriksaan. 9 Laporan harus mengemukakan penjelasan atau tanggapan pejabat/pihak obyek
pemeriksaan tentang hasil pemeriksaan.
10 Laporan yang dihasilkan harus akurat, lengkap, obyektif, meyakinkan, jelas, ringkas, serta tepat waktu agar informasi yang diberikan bermanfaat secara maksimal.