• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Perlu dilakukan optimasi formula untuk mendapatkan formula yang optimal. 2. Perlu dilakukan uji iritasi untuk mengetahui apakah sediaan minyak atsiri

sereh wangi Jawa dengan konsentrasi 15% menimbulkan resiko iritasi pada kulit atau tidak sehingga aman untuk digunakan.

54

DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H.C., 1989, Sistem pemberian obat melalui kulit, salep, krim, lotion dan preparat lain. Dalam : Farida Ibrahim, Pengantar bentuk sediaan farmasi, edisi 4. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), pp. 490-4, 513, 9-21.

Ariyanti, N.K., Darmayasa, B,G., Sudirga, S,K., 2012, Daya Hambat Ekstrak daun Lidah Buaya (Aloe barbadensis Miller) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922. Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, pp. 1–4.

Astriyanti, T., Lerik, M,D., Sahdan, M., 2010, Perilaku Hygiene Perorangan Pada Narapidana Penderita Penyakit Kulit dan Bukan Penderita Penyakit Kulit di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Kupang Tahun 2010. Majalah Kesehatan Masyarakat. Vol. 05. No. 01

Badan Standarisasi Nasional 1995, Minyak Sereh Wangi, SNI 06-3953-1995 Jakarta.

Balchin, M.L., 2006, Aromatherapy Science : A Guide for Helthcare Professionals, Pharmaceutical Press, Great Britain, pp. 31, 164-166. Bonner, M., Benson, P., James, W.. 2008. Topikal Antibiotics. Fitzpatrick’s

Dermatology in general medicine, 7th ed. New York: McGraw-Hill. Depkumham RI, 2006, Undang Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang

Pemasyarakaan, Departemen Hukum dan HAM, Jakarta.

Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan RI, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonasia, Jakarta, pp,33.

Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan RI, 1995, Farmakope Indonesia. Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik Indonasia, Jakarta, pp. 18, 855, 896, 898, 1035.

Djuanda, A., 1999, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 3, Balai Penerbit FK, Universitas Indonesia, Jakarta, pp. 3-4.

Edber, S.C., 1986, Antibiotik dan Infeksi, Diterjemahkan oleh Petrus A., pp. 15-20, Penerbit EGC, Jakarta.

Faradiba, 2011, Formulasi Salep Ekstrak Dietileter Daging Buah Pare (Momordica charantia L.) Dengan Berbagai Variasi Basis, Majalah Farmasi dan Farmakologi, Vol. 15, No. 1, pp. 42.

55

Fuda CCS, Fisher JF, Mobasherry A., 2005, Betalactam resitance S. aureus the adaptive resistance plasmid genome. Celluler and Moleculer life Sciences, pp. 215-9.

Garg, A., Aggrawal, D., Garg, S., Singla, A. K., 2002, Spreading of Semisolid Formulations: An Update, Pharmaceutical Technology, September 2002, 84-105, http://www.pharmtech.com, diakses tanggal 9 Juli 2014.

Gennaro, 2000, Remington the Science and Pharmacy, 20th ed, Philadelphia College of Pharmacy and Science, USA, pp. 1037, 1024.

Guenther, E. 2006. The Essential Oil. Vol I. Robert W. Kringer, Article Publishing Co., Inc. Huntington, New York.

Harris, R.1994. Tanaman Minyak Atsiri. Penebar Swadaya, Jakarta.

Indrayatna, 2010, Penyakit kulit, tanda dan gejala, cara penularan, dampak dan upaya pencegahan. Diunduh pada tanggal 9 Oktober 2013 dari http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/kulit.htm

Irna S.I., dan Ernayenti, 2007, Pengenalan Geraniol Dan Sitronelol. J. Plantus. 26 Desember 2007.

Jawetz, E., Melnick, J., & Adelberg, E., 1996, Medical Microbiology, Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 20, 160, 211, 213, 215, 627-629

Junior, A., Zanil, C., 2000, Biological Screening of Brazilian Medical Plants, Bra. J. Sci., 95(3), pp. 367-373.

Lertsatitthanakorn, p., Taweechaisupapong, S., Arunyanart, C., Aromdee, C., dan Khunkitti, W., 2010, Effect of Cetronrlla Oil on Time Kill Profile, Leakage and Morphological Changes of Propionilbacterium acnes. Journal of Essential Oil Research, pp. 22, 270-274.

Martin, A., Swarbrick, J., Cammaata, A., 1983, Physical Pharmacy, Physical Chemical Principles in the Pharmaceutical Sciences, diterjemahkan oleh Yoshita, Universitas Indonesia, Jakarta, pp. 1101-1103.

Martin, Bustamante, Chun., 1993, Physical Pharmacy: Physical Ckemical Principles in the Pharmaceutical Sciences, 4th. Ed., Lea & Febiger, Phyladelphia. pp. 325 – 332.

Miftakhurohmah, R., Noveriza., dan Kardinan, A., 2008, Efektivitas Formula Minyak Sereh Wangi Terhadap Pertumbuhan Kapang Asal Buah Merah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

dan Sambiloto. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bul. Littro. Vol. XIX No. 2. pp. 138 – 144.

Naibaho, O.H., Yamlean Paulina, V.Y., Wiyono Weny., 2013, Pengaruh Basis Salep Terhadap Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Kemangi ( Ocimum sanctumL.)Pada Kulit Punggung Kelinci yang Dibuat Infeksi Staphylococcus aureus, Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT, Vol. 2 No. 02 pp.27-32.

Nakahara, K., Alzoreky, N.S., Yodhihashi T, Nguyen H,T., Trakoontivakorn, G., 2003, Chemical Composition and Antifungal Activity of Essential Oil from Cymbopogon nardus (Citronella grass).Japan Agric Res Quar 37 (4). pp.249 -252.

Nurlaila Dwi, 2000, Pengaruh Penambahan Setil Alkohol Terhadap Sifat Fisik Salep dan Potensi Relatif Klotrimazol, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Paramita, E.R., 2005, Pengaruh Formulasi Basis Campuran PEG 4000-PEG 400 Terhadap Aktivitas Antibakteri Salep Ekstrak Etanolik Bawang Putih(Allium Sativum. L), Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pasroni., Marchaban. dan Yulianti, T. (2004). Uji Aktivitas Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) sebagai Anti Jamur dalam Sediaan Salep ; Pengaruh Tipe Basis Beminyak dan Tipe Basis larut air. Media Farmasi Medan, dipublikasikan.

Perry & Potter. 2005, Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktek. Edisi ke 4. Jakarta. EGC.

Peter, K, V., 2007, Horticulture Science Serise – 1: Aromatic Plantes, Jai Bharat Printing Press, Delhi, pp. 76-88.

Pongsipulung. G. R, Yamlean. P. V, Banne. Y., 2012.Formulasi dan Pengujian Salep Ekstrak Bonggol Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum (L.)) Terhadap Luka Terbuka Pada Kulit Tikus Putih Jantan Galur Wistar(Rattus norvegicus), Skripsi, Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, Jurusan Farmasi POLTEKES Manado. pp . 7-12 Raymond, C, R., Paul, J, S and Marian, E, Q., 2009, Handbook of Pharmaceutical

Excipients, Sixth edition, Pharmacutical Press and American Pharmacists Assotiation New York. pp. 517-521.

57

Singh, H., V.K. Gupta, M. M. Rao, R. Sannd, dan A.K. Mangal. 2011. Evaluation of Essential Oil Composition of Cymbopogon Spp. International Journal of Pharma Recent Research. Vol 3 (1), 40-43.

Smolinske, 1992, Handbook of Food, Drug, and Cosmetic Excipients, CRC Press, Florida, pp. 371-372.

Stiawan, H, D., 2006, Pengaruh Penambahan Campuran Basis PEG 400 dan PEG 4000 Terhadap Sifat Fisik Supositoria, Skripsi, Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. pp. 41-47.

Syamsuhidayat, S. S., dan Hutapea, J.R., 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia I, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, pp.50.

Tiran, F. A., 2014. Aktivitas Antibakteri Lotion Minyak Kayu Manis Terhadap Staphylococcus epidermidis Penyebab Bau Kaki, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, pp.19-20.

Tietjen, Linda., 2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo, Jakarta.

Wijayanti B. A, 2013. Uji Antibakteri Emulgel Antiacne Minyak Serai Wangi Jawa (Cymbopogon winterianus) Terhadap Staphyloccus epidermidis, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. pp. 40-45.

58

LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

59

Lampiran 1. Certificate of Analysis (COA) Cymbopogon winterianus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

60

Lampiran 2. Surat keterangan Stapyhlococcus epidermidis

61

Lampiran 3. Uji karakteristik minyak sereh wangi Jawa a. Pengamatan organoleptis

Uji Hasil

Bentuk Cair

Bau Khas aromatis

Warna Kuning jernih

Minyak sereh wangi Jawa b. Uji indeks bias minyak sereh wangi Jawa Rumus : ns = np + 0,0003 ( Tp – Ts)

Ts = 200C dan Tp = 280C

c. Penetapan bobot jenis minyak sereh wangi Jawa

Perlakuan Replikasi I Replikasi II Replikasi III bobot pikno (g) 23,828 23,828 23,828 bobot pikno + air (g) 33,801 33,801 33,802

bobot air (g) 9,973 9,973 9,974

Volume pikno 10, 0023 10, 0023 10, 0033 bobot pikno + minyak minyak sereh

wangi Jawa (g) 32,683 32,683 32,684 bobot minyak sereh wangi Jawa (g) 8,855 8,855 8,856

𝝆 minyak sereh wangi Jawa 0,8852 0,8852 0,8853 𝒙 ± SD = 0.88523 ± 0 Perlakuan np ns Replikasi 1 1,4704 1.4728 Replikasi 2 1,4704 1.4728 Replikasi 3 1,4704 1.4728 𝒙 ± SD 1.4728±0 Keterangan

np = indeks bias pada pengukuran ns = indeks bias standar

tp = suhu pada saat pengukuran ts = suhu standar

62

Lampiran 4. Uji aktivitas antibakteri minyak sereh wangi Jawa terhadap Staphylococcus epidermidis Konsentrasi 5% 7,5% 10% 12,5% replikasi1 4 7 6 7 replikasi2 5 5 7 9 replikasi3 4 5 5 9 Konsentrasi 15% 17,5% 20% Kontrol positif Kontrol negatif replikasi1 10 11 11 48 0 replikasi2 10 11 11 48 0 replikasi3 10 9 11 48 0

Keterangan variasi konsentrasi minyak sereh wangi Jawa replikasi I (a); replikasi II (b); replikasi III (c):

1. Kontrol negatif 2. 5 %; 3. 7,5 %; 4. 10 %; 5. 12,5 %; 6. 15 %; 7. 17,5% 8. 20% 9. Kontrol positif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9

63

Lampiran 5. Hasil formulasi salep minyak sereh wangi Jawa

Gambar 3. Salep sereh wangi Jawa dengan konsentrasi 15%(b/b) formulaI(a); formulaII(b); basis formulaI(c); basis formulaII(d); salep

klindamisin 1% formulaI(e); salep klindamisin 1% formulaII(f)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

64

Lampiran 6. Uji sifat fisik salep minyak sereh wangi Jawa Viskositas

Salep sereh wangi Jawa 15% Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 SD Formula I 300 325 310 311.66±12.58 Formula II 180 160 175 171.66±10.40 Daya sebar

Salep sereh wangi Jawa 15% Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 SD Formula I 3.1 2.975 3.075 3.05±0.06 Formula II 3.275 3.475 3.4 3.38±0.10 pH

Salep sereh wangi Jawa 15% Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 SD Formula I 6 6 6 6 ± 0 Formula II 6 6 6 6 ± 0

65

Lampiran 7. Uji aktivitas antibakteri salep minyak sereh wangi Jawa terhadap Staphylococcus epidermidis.

Salep Formula 1 Formula 2 Minyak Sereh Wangi Jawa 15% (v/v) replikasi 1 16.25 16.25 16 replikasi 2 16.5 17.5 16.75 replikasi 3 16 17.75 16.5 Salep kontrol + Formula 1 kontrol + Formula 2 kontrol – Formula 1 kontrol – Formula 2 replikasi 1 36.25 34.25 6 6 replikasi 2 35.5 37.75 6 6 replikasi 3 38 36 6 6

Keterangan: Hasil uji aktivitas antibakteri salep minyak sereh wangi Jawa 15% terhadap Staphylococcus epidermidis

Keterangan : a. Kontrol positif F1; b. Kontrol basis F1; c. Formula 2; d. Kontrol positif F2; e. Kontrol basis F2; f. Formula 1;

g. Minyak sereh wangi Jawa 15% v/v.

a

b

c

d

e

f

g

a

b

c

d

e

f

g

a

b

c

d

e

f

g

66

Lampiran 8. Uji sterilitas sediaan salep sereh wangi Jawa 15%

Replikasi 1 Replikasi 2

Replikasi 3

Keterangan: Hasil uji sterilitas salep minyak sereh wangi Jawa formula 1 (kiri) dan formula 2 (kanan)

67

Lampiran 9. Uji statistik

a. Uji sediaan salep sereh wangi Jawa 15% Uji normalitas Viscositas formula 1:

Jam48

Minggu1

Minggu2

Minggu3

Minggu4

Uji Levene test viskositas formula 1

Uji ANAVA viskositas formula 1

68

Uji normalitas Viscositas Minyak formula 2: Jam48

Minggu1

Minggu2

Minggu3

Minggu4

Uji Levene test viskositas formula 2

Uji ANAVA viskositas formula 2

69

Uji normalitas Daya Sebar Minyak formula 1: Jam48

Minggu1

Minggu2

Minggu3

Minggu4

Uji Levene test daya sebar formula 1

Uji ANAVA daya sebar formula 1

70

Uji normalitas Daya Sebar Minyak formula 2: Jam48

Minggu1

Minggu2

Minggu3

Minggu4

Uji Levene test daya sebar formula 2

Uji ANAVA daya sebar formula 2

71

b. Uji diameter zona hambat sediaan

Uji normalitas diameter zona hambat sediaan Formula1

Formula2

Minyak

Kontrol positif F1

Kontrol positif F2

Uji Levene test diameter zona hambat sediaan

Uji ANAVA diameter zona hambat sediaan

72

Tukey test diameter zona hambat sediaan

73

BIOGRAFI PENULIS

Fransiskus Asisi Dian Kristianto. Penulis lahir pada tanggal 12 September 1992 di Sleman, Yogyakarta dan merupakan anak kedua dari pasangan suami-istri Thomas Dwi Heru Santoso dan Yohana Fransisca Parjinah. Penulis memiliki satu saudara kandung laki-laki yang bernama Filipis Cahyo Kristianto. Penulis telah menempuh pendidikan di TK Indriasana III Sleman Yogyakarta pada tahun 1996 sampai dengan 1998, SDN Tridadi Pangukan Sleman Yogyakarta pada tahun 1998 sampai dengan 2004, SMP Santo Aloysius Denggung Sleman Yogyakarta pada tahun 2004 sampai dengan 2007, SMAN 1 Sedayu Bantul Yogyakarta, pada tahun 2007 sampai dengan 2010, dan kuliah di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2010 sampai dengan 2014. Selama menjadi mahasiswa, penulis pernah mengikuti beberapa organisasi, yaitu Panitia Pelepasan wisuda Fakultas Farmasi Unuversitas Sanata Dharma tahun 2012, Panitia Titrasi 2011 sebagai coordinator divisi keamanan, Titrasi 2012 sebagai anggota divisi keamanan, Titrasi 2013 sebagai Stering commite, dan Unit Kegiatan Fakultas voly, sepak bola squadra viola sebagai anggota. Penulis juga terlibat dalam beberapa kegiatan seperti beberapa seminar, dan sebagai panitia kegiatan penyuluhan mengenai penanganan penyakit leptospirosis dan pernah menjadi salah satu asisten dosen praktikum Botani Farmasi tahun 2013.

Dokumen terkait