BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Dengan semakin dijunjung tinggi hak asasi manusia, maka peran dan tanggung jawab pengawasan dan pengamatan terhadap pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan perlu lebih diefektifkan melalui penguatan kelembagaan Hakim WASMAT atau dibentuknya lembaga baru yang bersifat independen. Tugas dan tanggung jawab Hakim WASMAT sebagaimana dituangkan dalam KUHAP sesungguhya sangat baik, namun selama 28 tahun lembaga ini dibentuk tugas dan tanggung jawabnya belum membawa hasil yang diharapkan terutama sebagai penelitian bagi hakim untuk menentukan pidana. Oleh karena itu salah satu pilihan yang dapat dipikirkan bersama adalah adanya lembaga baru yang lebih efektif yang terdiri dari berbagai unsur dan bersifat independen.
2. Kerjasama antara Pengadilan (Hakim WASMAT) dengan Lembaga Pemasyarakatan (petugas Lembaga Pemasyarakatan) harus terkoordinasi sebagai suatu sistem peradilan pidana terpadu dengan pengaturan dan pedoman pelaksanaan yang jelas bagi kedua lembaga. Kerjasama dan koordinasi antara lembaga Kejaksaan dengan Hakim WASMAT terhadap pengendalian pelaksanaan pidana juga hendaknya dilaksanakan dalam praktek sebagai suatu sistem peradilan pidana. Laporan Hakim WASMAT hendaknya ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang mengambil kebijakan untuk menjadi masukan bagi perbaikan pola pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan, dan juga perlu disosialisasikan kepada para hakim untuk menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam menjatuhkan pidana.
3. Pengaturan tentang Hakim WASMAT pada KUHAP dan khususnya dalam Rancangan Amandemen KUHAP perlu dilakukan perubahan dan penyempurnaan agar dapat lebih mengefektifkan Hakim WASMAT dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pengamatan, serta terdapat koordinasi yang baik antara Hakim WASMAT dengan Lembaga Pemasyarakatan maupun instansi terkait yang berwenang mengambil kebijakan terhadap perbaikan sistem pembinaan para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-buku
Abdussalam, H.R., Tanggapan atas Rancangan Undang-undang tentang Hukum Acara Pidana Dept. Hukum dan HAM R.I., Jakarta: Restu Agung, 2008. Adji, Oemar Seno, KUHAP Sekarang, Jakarta: Erlangga, 1985.
________________, Hukum (Acara) Pidana Dalam Prospeksi, Jakarta: Erlangga, 1984.
________________, Hukum Hakim Pidana, Jakarta: Penerbit Erlangga, 1984.
Ali, Muhammad, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern, Jakarta: Pustaka Amani 1984
Arief, Barda Nawawi, Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan Hukum dan
Pengembangan Hukum Pidana, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2005.
Asrun, A. Muhammad, Krisis Peradilan: Mahkamah Agung di bawah Soeharto, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004.
Asshiddiqie, Jimly, Konstitusi Dan Konstitusionalisme di Indonesia, Jakarta: Konstitusi Press, 2005.
Atmasasmita, Romli, Strategi Pembinaan Pelanggar Hukum dalam konteks
Penegakan Hukum di Indonesia, Bandung: Alumni, 1982.
---, Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Kehakiman dan HAM R.I., Rancangan Amandemen KUHAP.
Bentham, Jeremy, Utility and Punishment, dalam Philosophical Perspectives on Punishment, Edited by Gertrude Ezorsky, Albany: State University of New York Press, 1972.
Bemmelen, Van, Hukum Pidana I, diterjemahkan oleh Hasnan, Bandung: Bina Cipta1984.
Djunaedi, Eddy K., Beberapa Pedoman Pemidanaan dan Pengamatan Narapidana, Jakarta: tanpa penerbit, 1983.
Gunawan, A. Widioda, Sejarah Dan Konsepsi Pemasyarakan, Bandung: CV. Armico, 1988.
Hanitijo, Ronny, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1998.
Hamzah, Andi dan Rahayu, Siti, Suatu Tinjauan Ringkas Sistem Pemidanaan di Indonesia, Jakarta: Akademika Pressindo, 1983.
Hatta, Moh., Menyongsong Penegakan Hukum Responsif Sistem Peradilan Pidana
Terpadu (Dalam Konsepsi dan Implementasi Kapita Selekta),
Yogyakarta : Galang Press, 2008.
Karnasudirdja, H. Eddy Djunaedi, Beberapa Pedoman Pemidanaan dan Pengamatan Narapidana, Jakarta : Universitas Indonesia, 1983.
Koesoemo, Soejona S., Beberapa Pemikiran tentang Filsafat Hukum, Semarang, UNDIP, tanpa tahun.
Kuffal, H.M.A., Penerapan KUHAP dalam Praktik Hukum (edisi revisi), Malang: UMM Press, 2008.
Loqman, Loebby, Pidana dan Pemidanaan, Jakarta: Datacom, 1988.
Loqman, Loebby, Pra-Peradilan di Indonesia, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1987.
________________, Hukum Acara Pidana Indonesia Suatu Ichtiar, (akarta: Datacom, 1996.
Mertokusuma, Sudikno, Penemuan Hukum Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Liberty, 1996.
Mujahidin, Ahmad, Peradilan Satu Atap di Indonesia, Semarang: Refika Aditama, 2006.
Muhammad, Rusli, Potret Lembaga Pengadilan Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.
Muladi dan Arief, Barda Nawawi, Teori – Teori dan Kebijakan Pidana, Bandung: Alumni 1984.
Pandjaitan, Petrus Irwan dan Widiarty, Wiwik Sri, Pembaharuan Pemikiran Dr.
Sahardjo Mengenai PEMASYARAKATAN NARAPIDANA, Jakarta:
INDHILL CO, 2008.
Panggabean, Henry Pandapotan, Fungsi MA Bersifat Pengaturan (Rule Making Power, Yogyakarta : Penerbit Liberty, 2001.
Poernomo, Bambang, Kapita Selekta Hukum Pidana, Yogyakarta: Liberty Yogyakarta, 1998.
---Pedoman Pelaksanaan KUHAP, Jakarta: Bumi Aksara, 1992.
Pursley, Robert D., Introduction to Criminal Justice, London : Macmilan Publish-ing Company, 1987.
Rahardjo, Satjipto, Watak Kultural Hukum Modern, Jakarta: Buku Kompas, 2007. ________________, Permasalahan Hukum di Indonesia, Bandung: Alumni, 1993. Reksodiputro, Mardjono, Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Peradilan Pidana,
Kumpulan Karangan Buku Ketiga, Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan
dan Pengabdian Hukum d/n Lembaga Kriminologi UI, 1994.
_________________, Kriminologi dan Sistem Peradilan Pidana, Kumpulan
Karangan Buku Kedua, Jakarta: Pusat Pelayanan dan Pengabdian
Hukum d/n, Lembaga Kriminologi UI, 1994.
_________________, Hak Asasi Manusia dalam Sistim Peradilan Pidana, Kumpulan Karangan Buku Ketiga, Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan d/h Lembaga Krimininologi UI, 1984.
_________________, Sistem Peradilan Pidana Indonesia (Peranan Penegak Hukum Melawan Kejahatan) dalam Hak Asasi Manusia dalam Sistem Peradilan Pidana (buku III), Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum, 1984.
________________, Hak Asasi Manusia dalam Sistem Peradilan Pidana, Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum UI, 1997.
________________, Kriminologi dan Sistem Peradilan Pidana, Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum d/h Lembaga Kriminologi Universitas Indonesia, 1977.
________________, Peran dan Tanggung Jawab Hakim Pengawas dan Pengamat
Terhadap Hakk-hak yang Menurut Hukum Dimiliki Narapidana,
Jakarta: LK FH-UI, 1991
_________________, Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Peradilan Pidana, Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum d/h Lembaga Kriminologi Universitas Indonesia, 1999.
_________________, Kriminologi dan Sistem Peradilan Pidana, Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum d/h Lembaga Kriminologi Universitas Indonesia, 1997.
Reksodiputro, Mardjono dan Boediarti, Sri, Bahan Bacaan Wajib Mata Kuliah Sistem Peradilan Pidana, Jakarta: Pusat Dokumentasi Hukum UI, 1983. Saragih, Bintan R., Reformasi Dalam Perspektif Hukum Tata Negara, Medan:
Pustaka Bangsa Press, 2002.
Saleh, Roeslan, Penjabaran Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam Perundang-undangan, Jakarta: Aksara Baru, 1979.
Siahaan, Lintong Oloan, Jalannya Peradilan Perancis Lebih Cepat dari Peradilan Kita Jakarta : Ghalia Indonesia, 1981.
Soekanto, Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, Cetakan Ketiga, Jakarta: UI Press, 1986.
________________, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta: Raja Grafindo, 1983.
Soekanto, Soerjono dan Salman, R. Otje, Ed. Disiplin Hukum dan Disiplin Sosial, Jakarta: CV. Rajawali, 1987.
Soekanto, Soerjono dan Abdullah, Mustafa, Sosiologi Hukum dalam Masyarakat, Jakarta: Rajawali, 1980.
Soejono, Kejahatan dan Penegakan Hukum Di Indonesia, Jakarta: Rineka Cipta, 1995.
Soedjono, D. Sosio Kriminologi, Amalan Ilmu-ilmu Sosial dalam Studi Kejahatan, Bandung: Tribisana, 1977.
Soeharto, Perlindungan Hak Tersangka, Terdakwa dan Korban Tindak Pidana
Terorisme Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia, Bandung: PT.
Refika Aditama, 2007.
Subekti, R., Hukum Acara Perdata, BPHN: Bina Cipta, 1977.
Sutiyoso, Bambang dan Puspita Sari, Sri Hastuti, Aspek-Aspek Perkembangan Kekuasaan Kehakiman Indonesia, Cetakan ke-1, Yogyakarta : UII Press, 2005
Sudirman, Antonius, Hati Nurani Hakim dan Putusannya, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2007.
_________________, Hati Nurani Hakim dan Putusannya, Suatu Pendekatan dari
Perspektif Ilmu Hukum Perilaku (Behavioral Jurisprudence Jakarta:
Ghalia Indonesia, 1977.
Sudirman, Didin, Reposisi dan Revitalisasi Pemasyarakatan Dalam Sistem Peradilan
Pidana di Indonesia, Jakarta: Pusat Pengkajian dan Pengembangan
Kebijakan Dep. Hukum dan HAM RI, 2007.
Sudarto, Kapita Selekta Hukum Pidana, Bandung: Alumni, 1986.
Stumpt, Samuel Enoch, Philosophy, History and Problems, Singapore: McGraw-Hill Book, 1989.
Syahrani, Riduan, Rangkuman Intisari Ilmu Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004.
Sudiri, Ketut, DR Sahardjo Riwayat Hidup dan Karya-karyanya, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, 1983.
Tambunan, A.S., Politik Hukum Berdasarkan UUD 1945, Jakarta: Puporis Publisher, 2002.
Thanos, Indriadi, Penegakan Hukum di Indonesia, Sebuah Analisa Deskriftif, Jakarta: CV. Bina Niaga Jaya, 2008.
Thomas, Charles W., Bishop, Donna M., Criminal Law Understanding Basic Principles, London: Sage Publication the Publisher of Profesional Social Sience. Newbury Park Beverly Hills, 1987.
Turner, Karen G., et.al.(eds), The Limits of the Rule Of Law in China, Seattle: University of Washington Press, 2000.
Wisnubroto, Al., dan Widiartana, G., Pembaharuan Hukum Acara Pidana, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2005.
Wahid, Abdul, Menggugat Idealisme KUHAP, Bandung: Tarsito, 1990.
Wawa, Janes Eudes (ed.), Kesaksian dari Balik Penjara: Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marianus Riwu. Jakarta: PADMA Indonesia, 2006.
B. Seminar/Makalah/Tulisan/Laporan/Materi Kuliah.
Atmasasmita, Ramli, “Masalah Pembinaan White Collar Crime Di Indonesia”, Makalah disampaikan pada Seminar Pemasyarakatan Terpidana II di Jakarta, 8-9 November 1993.
Araf, Al, “eksekusi mati di Poso Inkonstitusional” Kompas, 7 April 2006.
Gandasubrata, Purwoto S, “Peran dan Tanggung Jawab Hakim Pengawas dan Hakim
Pengamat Terhadap Putusan Pidana Yang Dijatuhkan”, makalah dalam
Seminar Nasional Kajian Hukum Pidana LK2 SM-FHUI, Jakarta, 20 Nopember 1991.
Harian Sinar Indonesia Baru, “Kasus Salah Tangkap, Kapolres Jombang Diperiksa Polda, Kajari Diperiksa Kejati”, Minggu, 7 September 2008.
Karnasudirdja, Eddy Djunaedi, “Standar Pemidanaan”, Makalah disampaikan pada Lokakarya Pemidanaan dalam Musyawarah Nasional Ikatan Hakim Indonesia ke-VIII, Jakarta, 27 – 29 Maret 1984.
Kosnoe, Moh., “Kedudukan dan Fungsi Kekuasaan Kehakiman Menurut UUD 1945”, Varia Peradilan, Tahun XI. No.129, Juni 1996.
Lubis, Todung Mulia, “Tibo, Akbar dan Muhaimin”, Kompas, 7 April 2006.
Media Indonesia, 10 Agustus 2006 “Eksekusi Tibo dan kawan-kawan kuburkan fakta kasus Poso”.
Muladi, Pembinaan Narapidana dalam Kerangka Rancangan Undang-undang
Nasution, Bismar dan Siregar, Mahmul, Teori Hukum, Materi Kuliah Kelas Pararel A dan B Program Studi Ilmu Hukum, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara.
Sangaji, Arianta, “Tibo dan Penguburan Fakta”. Kompas 8 April 2006
Sudirman, Antonius, “ Keadilan dalam Kasus Tibo”, Tribun Timur, 6 April 2006. Soerjobroto, Baharuddin, Pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan, Majalah LPHN
Departemen Kehakiman RI, Jakarta, No. 1 Tahun V April-Mei-Juni 1972.
Soegondo, R., Kebutuhan Biologis bagi Narapidana Ditinjau dari segi Hukum, Agama dan Psychologi, makalah disajikan dalam panel diskusi yang diselenggarakan oleh DPP Gerakan Mahasiswa Kosgoro (Gema Kosgoro), pada tanggal 17 Desember 1982.
Sumantri, M. Sri, Kemandirian Kekuasaan Kehakiman Sebagai Prasyarat Negara Hukum Indonesia (Tinjauan Historis Yuridis Atas dan Manifestasinya). Makalah dalam seminar “Lima Puluh Tahun Kemandirian Kekuasaan Kehakiman Di Indonesia”, Yogyakarta, 26 Agustus 1995.
Soecipto, Adi Andoyo U., Kedudukan dan Peranan Hakim WASMAT Menurut
KUHAP, Makalah disampaiakan pada Pertemuan Hakim Departemen
Kehakiman 1983/1984, tanggal 28 Februari 1984 di Jakarta.
Tukan, Simon, “Vonnis mati Tibo Cs. : Intervensi politik” Pos Kupang, 2 September 2006.
C. Perundang-undangan
Indonesia, Undang-undang Tentang Kejaksaan Republik Indonesia, UU No. 26, Lembaran Negara No. 67, Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara No. 4401.
Indonesia, Undang-undang Tentang Kekuasaan Kehakiman, UU No. 4 Tahun 2004. Indonesia, Undang-undang Tentang Pemasyarakatan, UU No. 12, Lembaran Negara
No. 77, Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara No. 3614.
Jaksa Agung Republik Indonesia, Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Tentang Perubahan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia
Nomor: KEP-132/J.A/11/1994 Tanggal/ November 1994 Tentang Administrasi Perkara Tindak Pidana. KEP-518/A/J.A/11/2001.
Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia Nomor ; M.02.PR.08.03 Tahun 1999 tanggal 3 Desember 1999, tentang Pembentukan Balai Pertimbangan Pemasyarakatan dan Tim Pengamat Pemasyarakatan.
Mahkamah Agung RI, Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan, Buku II, Edisi Revisi cetakan ke-4, Tahun 2003.
Peraturan Menteri Kehakiman RI Nomor: M.01-PK4 10/Tahun 1989 tentang Assimilasi, Pembebasan Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 31 Tahun 1999 tanggal 19 Mei 1999, tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan.
Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor : 7 Tahun 1985, tanggal 11 Pebruari 1985, tentang Petunjuk Pelaksanaan Tugas Hakim Pengawas dan Pengamat