• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V Kesimpulan Dan Saran

B. Saran

1. Hendaknya hakim-hakim yang memeriksa perkara pailit benar-benar

memperhatikan ketentuan yang diatur dalam HIR/RBg, dan SEMA No. 3

Tahun 2000 dalam mengabulkan dan melaksanakan putusan serta merta.

Majelis hakim harus menjalankan ketentuan dalam SEMA No. 4 Tahun 2001

yang menetapkan tanpa ada uang jaminan, tidak boleh ada pelaksanaan putusan

serta merta, karena putusan serta merta dapat menimbulkan kesulitan terhadap

pemulihan kembali harta pailit, apabila ada putusan pengadilan di tingkat kasasi

yang membatalkan pailit, terlebih apabila terjadi peralihan harta pailit kepada

pihak ketiga. Hakim Agung juga harus bersikap tegas untuk menegur atau

memberi sanksi kepada hakim yang tidak melaksanakan ketentuan yang

terdapat dalam SEMA tersebut diatas.

2. Hendaknya ada ketentuan-ketentuan lebih jelas yang menegaskan tentang

batasan kewenangan kurator dalam melaksanakan tugasnya yakni pengurusan

dan pemberesan harta pailit, agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda-beda di

berbagai kalangan. Selain itu, diperlukan adanya suatu ketentuan dalam UUK

yang mengatur bahwa kurator hanya dapat melakukan tindakan pengurusan

harta pailit sebelum adanya putusan berkekuatan hukum tetap, kecuali debitor

memberikan izin kepada kurator untuk dilakukannya pemberesan harta pailit.

3. UUK hendaknya memuat pengaturan lebih jelas mengenai pertanggungjawaban

kurator, atau diberikan penjelasan sesuai dengan UUK itu sendiri sejauhmana

dibuat sejelas mungkin agar tindakan kurator yang lalai sehingga merugikan

harta pailit atau tindakan kurator yang berpotensi mengakibatkan kerugian

dapat diminta pertanggungjawabannya. Sehingga pasal yang mengatur tentang

pertanggungjawaban kurator dapat juga menjadi dasar untuk mencegah

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku-Buku

Abdurrahman, Muslan, Sosiologi dan Metode Penelitian Hukum, Malang: UMM Press, 2009.

Abdulkadir, Muhammad, Hukum dan Penelitian Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004.

Asikin, Zainal, Hukum Kepailitan dan Penundaan Pembayaran di Indonesia, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.

Dewata, Mukti Fajar Nur dan Yulianto Achmad, Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Fuady, Munir, Hukum Pailit Dalam Teori Dan Praktek, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2005.

Harahap, M. Yahya, Hukum Acara Perdata, Jakarta: Sinar Grafika, 2010.

, Pembahasan, Permasalahan, dan Penerapan KUHAP, Jakarta: Sinar Grafika, 2006.

, Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata,

Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Hartini, Rahayu, Hukum Kepailitan, Malang: UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang, 2008.

, Penyelesaian Sengketa Kepailitan di Indonesia Dualisme Kewenangan Pengadilan Niaga dan Lembaga Arbitrase, Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2009.

Hartono, Sunaryati, Penelitian Hukum Indonesia Pada Akhir Abad ke-20, Bandung: Alumi, 1994

Jono, Hukum Kepailitan, Jakarta: Sinar Grafika, 2008.

Kamelo, Tan, Perkembangan Lembaga Jaminan Fidusia: Suatu Tinjauan Putusan Pengadilan dan Perjanjian di Sumatera Utara, Medan: PPs-USU, 2002.

Kartono, Kepailitan dan Penundaan Pembayaran, Jakarta: Pradnya Paramita, 1999.

Komaruddin dan Yooke Tjuparmah Komaruddin, Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah,

Jakarta: Bumi Aksara, 2000.

Kusumohanidjojo, Budiono, Ketertiban Yang Adil Problem Filsafat Hukum, Jakarta: Grasindo, 2006.

Lubis, M. Solly, Filsafat dan Ilmu Penelitian, Bandung: Mandar Maju, 1994.

, Pergeseran Garis Politik dan Per-Undang-Undangan Mengenai Pemerintah Daerah, Bandung: Alumni, 1990.

M. Hadjon, Phillipus, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia, Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1987.

Marzuki, Peter Mahmud, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: Kencana Pranda Media Group, 2008.

, Penelitian Hukum, Jakarta: Prenada Media, 2005.

Makarao, Taufik, Pokok-Pokok Hukum Acara Perdata Cetakan I, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Manan, Abdul, Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama, Cetakan ke III, Jakarta: Kencana, 2005.

Mertokusumo, Sudikno, Hukum Acara Perdata Indonesia, Cetakan I, Yogyakarta: Liberty, 1988.

, Mengenal Hukum, Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Liberty, 1999.

Nainggolan, Bernard, Perlindungan Hukum Seimbang Debitor, Kreditor, Dan Pihak- Pihak Berkepentingan Dalam Kepailitan, Bandung: PT. Alumni, 2011.

Nating, Imran, Peranan Dan Tanggung Jawab Kurator Dalam Pengurusan Dan Pemberesan Harta Pailit, Jakarta: Raja Grafindo, 2004.

Poerwadarminta, W.J.S, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Jakarta: Balai Pustaka, 2006.

Raharjo, Satjipto, Ilmu Hukum, Jakarta: Citra Aditya Bakti, 1996.

Sastrawidjaja, Man S., Hukum Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Bandung: PT. Alumni, 2006.

Riduan, Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Bandung: Alfabeta, 2004.

Shubhan, M. Hadi, Hukum Kepailitan Prinsip, Norma dan Praktik di Peradilan,

Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Sidarta, B. Arief, dan euwissen, Tentang Pengembangan Hukum, Ilmu Hukum, Teori Hukum, dan Filsafat Hukum,Bandung: Refika Aditama, 2007.

Sinaga, Syamsudin M, Hukum Kepailitan Indonesia, Jakarta: PT. Tatanusa, 2012. Siregar, Tampil Anshari, Metodologi Penelitian Hukum Penulisan Skripsi, Medan:

Pustaka Bangsa Press, 2005.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003.

Sunggono, Bambang, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003.

Supranto, J., Metode Penelitian Hukum dan Statistik, Jakarta: Rineka Cipta, 2003. Sutedi, Adrian, Hukum Kepailitan, Bogor: Ghalia Indonesia, 2009.

Syahdeini, Sutan Remy, Hukum Kepailitan Memahami Faillissementsverordening Juncto Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1998, Jakarta: Pustaka Grafiti, 2002. , Kebebasan Berkontrak Dan Perlindungan Yang Seimbang

Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit Bank di Indonesia, Jakarta: Institut Bankir Indonesia, 1993.

Syahrani, Ridwan, Himpunan Peraturan Hukum Acara Perdata Indonesia, Bandung: Alumni, 1991.

, Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000.

Wignyosumarto, Parwoto, “Peran dan Tugas Hakim Pengawas”, Kepailitan dan

Transfer Aset Secara Melawan Hukum, Prosiding, Jakarta: Pusat Pengkajian Hukum, 2004.

Yani, Ahmad & Gunawan Widjaja, Seri Hukum Bisnis Kepailitan, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2002.

B. Peraturan Perundang-undangan

Ikhtisar Putusan Mahkamah Konstitusi No. 144/PUU-VII/2009. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Mahkamah Agung Republik Indonesia, Buku II tentang Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Perdata Umum dan Perdata Khusus, Edisi 2007.

RBg (Rechtsreglement voor de Buitengewesten) / HIR (Herziene Indlandsch Reglemen)

SEMA No. 3 Tahun 2000, tentang Putusan Serta Merta (Uit voerbaar bij Voorraad) dan Provisionil

SEMA No. 4 Tahun 2001, tentang permasalahan Putusan serta Merta (Uit Voerbaar bij Voorraad) dan Provisionil

Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Permbayaran Utang.

C. Internet

Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Badan Pembinaan Hukum Nasional,

Pengkajian Hukum Tentang Perlindungan Hukum Bagi Upaya Menjamin Kerukunan Umat Beragama, www.bphn.go.id/data/documents/pkj-2011- 11.pdf, Jakarta, 2011 diakses tanggal 16 Desember 2014.

Kholik, Abdul, Masalah Dalam Praktek Putusan Serta Merta, (http://ak- partner.blogspot.com/2014/09/masalah-dalam-praktek-putusan-serta.html), diakses pada tanggal 1 Oktober 2014, pukul 22.30 WIB.

(https://staff.blog.ui.ac.id/disriani.latifah/2008/10/30/eksekusi-putusan-pailit/ diakses pada tanggal 24 Juli 2014, pukul 20.10 WIB).

Lestari, A.A. Nandhi dan Ni Gusti Ayu Diah Satyawati, Tinjauan Yuridis Pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2000 Tentang Putusan Serta Merta (Uit Voerbaar Bij Vooraad) dan Provisionil Terhadap Putusan Pailit Yang Bersifat Serta Merta,

(http://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthasemaya/article/download/7038/5289 diakses pada tanggal 9 Juni 2014, pukul 21.00 WIB).

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol22456/tpi-dimohonkan-pailit , diakses pada tanggal 22 September 2014, pukul 21.53 WIB.

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4b67f2b02c023/ahli-menilai-

kewenangan-kurator-perlu-dibatasi- diakses 18 Desember 2014 pukul 20.21 WIB.

H. Suwardi, Penggunaan Lembaga Putusan Serta Merta (Uitveorbaar Bij

Voorraad), (pt-bandung.go.id/uploads/8_paparan%20tuada%20perdata(1).pdf diakses tanggal 30 september 2014, pukul 20.55 WIB.

M. Husni, Ilyas Ismail, dan Muzakkir Abubakar, Putusan Serta Merta dan Pelaksanaannya (Suatu penelitian Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh),

(http://prodipps.unsyiah.ac.id/Jurnalmih/images/Jurnal/2.2013/2.2.11.2013/4.29 .36.muhammad.husni.pdf, diakses pada tanggal 16 Desember 2014 pukul 22.24 WIB.

Suteja, Amar, Sengketa Bisnis Pada Kasus Dugaan Pailit PT. Citra Televisi Indonesia (TPI), http://amarsuteja.blogspot.com/2012/12/sengketa-bisnis-pada- kasus-dugaan.html, diakses pada tanggal 12 Januari 2015, pukul 20.15 WIB.

Dokumen terkait