Imas Masitho, Sucipto Hariyanto, dan Noer Moehammadi Prodi S1 Biologi, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas primer perifiton berdasarkan klorofil-a dan struktur komunitas perifiton dalam berbagai substrat buatan di Sungai Kromong Pacet Mojokerto. Pengambilan sampel dilakukan pada musim hujan di satu stasiun selama 60 hari dalam 6 kali periode pengamatan. Sampel diambil dengan menyikat substrat buatan yang tertanam di stasiun penelitian. Data yang diperoleh dibagi dua perlakuan yaitu diukur absorbansinya dengan spektrofotometer dan dihitung individu yang ditemukan dengan mikroskop cahaya. Data selanjutnya dianalisis, untuk produktivitas primer menggunakan rumus produktivitas primer berdasarkan klorofil-a menurut Riyono (2006) dan untuk struktur komunitas menggunakan indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi spesies. Hasil perhitungan produktivitas primer perifiton pada substrat kaca berkisar antara 120,4 mg C/m3/hari sampai 722,4 mg C/m3/hari pada substrat semen kasar 361,1 mg C/m3/hari sampai 963,1 mg C/m3/hari dan pada substrat semen berkerikil 722,4 mg C/m3/hari sampai 1444,7 mg C/m3/hari. Produktivitas primer tertinggi berada pada substrat semen berkerikil, meskipun pada hari ke-40 dan ke-60 mengalami penurunan di ketiga substrat dikarenakan banjir. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi masing-masing berkisar antara 1,5-1,75, 0,56-0,73, dan 0,21-0,24. Dari hasil kisaran tersebut menggambarkan struktur komunitas pada substrat buatan yang ditanam di perairan Sungai Kromong Pacet Mojokerto tidak stabil. Karena tingkat keanekaragaman jenis yang didapat rendah, tingkat keseragaman sedang, dan tidak ada dominansi spesies tertentu. Hal ini terjadi karena kondisi lingkungan dan cuaca pada saat penelitian yang tidak medukung seperti banjir yang menghanyutkan substrat buatan, sehingga tidak semua sampel perifiton dapat teramati. Meskipun demikian kriteria kualitas perairan Sungai Kromong tergolong perairan yang sedang sampai baik.
Kata kunci: Produktivitas Perifiton, Struktur Komunitas, Substrat Buatan Abstract
This research aims at investigating the value of periphyton primary productivity based on chlorophyll-a and periphyton community structure in a variety of artificial substrates in Kromong River, Pacet, Mojokerto. Sampling was
conducted during the rainy season in one station for 60 days within 6 times period of observation. Samples were obtained by brushing the artificial substrates which were embedded in the research station. The data obtained were divided into two treatments. First the data’s absorbance was measured with a spectrophotometer. Second, individual found by the means of light microscope was counted. Then, the data were analyzed by using the formula for primary productivity based on chlorophyll-a according Riyono (2006) and by using diversity index, uniformity index, and species dominance index for community structure. The primary
productivity of periphyton in glass substrates ranged between 120,4 mg C/m3/days
and 722,4 mg C/m3/days, in the rough cement substrates in between 361,1 mg
C/m3/days and 963,1 mg C/m3/days, and the gravel cement substrates in between
722,4 mg C/m3/days and 1444,7 mg C/m3/days. The highest primary productivity
occurred in gravel cement substrates. However, the decline occurred in the three artificial substrates due to flood on the 40th and 60th day of observation. The diversity index, uniformity index, and dominance index of each data ranged from 1,5-1,75; 0,56-0,73; and 0,21-0,24. Those range of values illustrated the community structure on artificial substrates which were grown in Kromong River, was unstable. It occurred due to the low level of species diversity, the moderate level of uniformity, and no dominance in particular species. Also, it happened because of the bad environment and weather condition at the time of the research observed, for instance: flood that washed away the artificial substrates so that not all periphyton samples could be observed. Nevertheless, Kromong River water quality criteria could be classified from moderate to good condition.
Keywords: Artificial Substrate, Community Structure, Periphyton Productivity. Pendahuluan
Secara limnologis, untuk menggambarkan sifat dan potensi produktivitas primer organisme mikroskopis di perairan mengalir lebih tepat bila melalui pengamatan terhadap komunitas perifiton dan bukan komunitas planktonnya. Hal tersebut disebabkan perifiton yang ditemukan disuatu tempat atau stasiun lebih dapat mewakili keadaan perairan mengalir tersebut karena relatif tidak berpindah-pindah, dibandingkan dengan plankton. Suatu sampel plankton yang diambil di suatu stasiun dalam perairan mengalir mungkin saja dari tempat yang jauh di hulu sungai, tetapi hanyut oleh arus dan tertangkap di badan air yang diplot sebagai stasiun (Hartoto et. al., 1995). Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel perifiton.
Pengukuran produktivitas perifiton lebih sulit daripada fitoplankton yang relatif homogen. Perifiton sangat merekat erat dengan substrat mereka sehingga
tidak teratur atau daun yang rapuh akan sulit dilakukan. Oleh karena itu penggunakan substrat buatan seringkali dilakukan untuk pengamatan kolonisasi perifiton (Azim et al., 2005).
Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran produktivitas perifiton di perairan sungai berdasarkan kandungan klorofil-a dan struktur komunitas perifiton yang diambil dari berbagai substrat buatan, yaitu substrat kaca, substrat semen dengan permukaan kasar, dan substrat semen dengan permukaan berkerikil. Diharapkan melalui penelitian ini didapatkan substrat buatan yang sesuai untuk menggambarkan kondisi lingkungan perairan mengalir berdasarkan produktivitas primer yang diukur melalui indikator klorofil-a dan struktur komunitas perifiton. Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Kromong, Pacet, Mojokerto pada musim hujan. Untuk analisis kadar klorofil-a perifiton dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan untuk analisis sampel perifiton dilakukan di Laboratorium Ekologi Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga. Kegiatan penelitian ini dimulai pada bulan Februari sampai dengan bulan Juni tahun 2012.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di lapangan. Digunakan perlakuan berupa substrat buatan yang terdiri dari 3 macam; yaitu substrat kaca, substrat semen kasar, dan substrat semen berkerikil. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 7 kali untuk pengukuran produktivitas primer, sedangkan untuk pengamatan struktur komunitas pada tiap-tiap substrat diambil 1 sampel. Sehingga ada 24 substrat buatan yang diambil untuk dilakukan pengamatan dalam satu waktu pada periode waktu yang ditentukan berupa 8 sustrat kaca, 8 substrat semen kasar, dan 8 substrat semen berkerikil. Setiap substrat buatan yang diambil disikat pada kedua sisinya, sisa perifiton yang melekat di semprot dengan akuades. kemudian dimasukkan kedalam plastik koleksi. Selanjutnya untuk sampel yang akan diamati kadar klorofilnya disimpan dalam termos es, sedangkan untuk sampel yang akan diamati struktur komunitasnya disimpan dalam botol koleksi dan ditambahkan formalin 1,5%. Kemudian semua sampel dibawa ke Laboratorium Biologi Universitas
Airlangga untuk diamati dan diidentifikasi dengan buku identifikasi (Streble dan Krauter, 1985; dan Davis, 1955).
Penentuan klorofil-a perifiton dalam penilitian ini dengan cara mengukur kadar absorbansi klorofil-a perifiton menurut Soegianto (2004). Kemudian diukur produktivitas primernya berdasarkan rumus berikut Riyono (2006):
P = R x C x assimilation number
Untuk sampel perifiton yang diawetkan dengan formalin 1,5% diamati di bawah mikroskop dengan 3 kali ulangan dilakukan perhitungan individu perifiton dan diidentifikasi. Kemudian analisis struktur komunitas diukur dengan indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi.
Uji hipotesis untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai produktivitas primer berdasarkan klorofil-a pada substrat kaca, substrat semen permukaan kasar, dan substrat semen dengan permukaan berkerikil digunakan uji beda statistik parametrik ANOVA satu arah dan uji BNT dengan SPSS 16.0 for
windows.
Hasil dan Pembahasan Produkrivitas primer
Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang sangat menetukan produktivitas primer di perairan. Kadar klorofil-a berbanding lurus dengan nilai produktivitas primer gambar 1. Keberadaan besar nilai keduannya dipengaruhi terutama oleh struktur substrat buatan yang dipaparkan selama 60 hari. Hal ini sesuai dengan pernyataan Supriyanti (2001) bahwa perkembangan perifiton menuju kemantapan komunitasnya sangat ditentukan oleh kemantapan keberadaan substrat. Pada substrat kaca dengan permukaan licin memudahkan perifiton hanyut oleh arus sungai yang deras. Sedangkan pada substrat semen kasar didapatkan nilai yang relatif lebih tinggi karena dalam permukaan yang kasar perifiton cukup mampu bertahan. Hal itu terlihat juga pada substrat semen berkerikil yang memiliki nilai kadar klorofil-a paling tinggi diantara substrat lainnya, karena saat arus sungai melewati substrat, perifiton dapat bersembunyi dan menempel lebih kuat di sela-sela kerikil dan tidak terbawa oleh arus.
Data nilai produktivitas primer perifiton dalam berbagai substrat buatan berdasarkan klorofil-a dapat dipresentasikan dalam grafik berikut:
Gambar 1. Grafik batang nilai produktivitas primer selama pengamatan
Dari hasil pengamatan biomassa (klorofil-a) mengalami peningkatan dengan bertambahnya waktu penanaman subsrat, yang mengakibatkan nilai produktivitas primer perifiton mengalami kenaikan berturut-turut dari hari ke-10, 20, dan 30. Sedangkan pada hari ke-40 menurun dan kembali menurun pada hari ke-60. Nilai rata-rata produktivitas primer perifiton tertinggi terdapat pada substrat berkerikil pada hari ke-30 sebesar 1444,7 mg C/m3/hari, sedangkan untuk nilai rata-rata produktivitas primer perifiton terendah terdapat pada substrat kaca pada hari ke-10 sebesar 120,4 mg C/m3/hari. Hal ini terjadi karena saat pengambilan sampel perifiton di Sungai Kromong mengalami banjir sebelum pengambilan sampel hari ke-40 dan ke-60. Banjir tersebut mengakibatkan perifiton yang tumbuh pada substrat buatan hanyut terbawa arus banjir dan mengurangi hasil perhitungan absorbansi perifiton pada waktu pengamatan.
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 10 20 30 40 50 60 P ro d u k ti v it a s P ri m er (m g C /m 3 /h a ri )
Waktu Pengamatan (hari)
Struktur komunitas
Perifiton yang ditemukan di stasiun pengamatan terdiri atas alga mikroskopis. Berupa 16 jenis yang terbagi dalam 6 ordo, yaitu Naviculales (7 genus), Bacillariales (3 genus), Acnanthales (1 genus), Cymbellales (2 genus), Fragilariales (2 genus), dan Microthamniales (1 genus). Selain alga mikroskopis tersebut pada substrat buatan juga ditemukan beberapa hewan makroinvertebrata seperti gastropoda, larva capung, dan crustacea kecil yang diduga merupakan konsumen alga mikroskopis. Jumlah jenis tertinggi yang tercacah dengan jumlah ribuan dari ketiga substrat adalah Anomoeoneis, Stauroneis, Navicula, Nitzschia,
dan Cocconeis. Anomoeoneis 400x 400x 400x 400x 400x Stauroneis Navicula Nitzschia Cocconeis
Gambar 4. Grafik kepadatan perifiton dalam berbagai substrat buatan Kepadatan perifiton pada gambar 4 mengalami kenaikan dan penurunan yang sejajar dengan nilai produktivitas primer pada gambar 3. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya pada hari ke-40 dan ke-60 mengalami penurunan dikarenakan sebelum pengamatan terjadi banjir di Sungai Kromong. Dari hasil pengamatan kepadatan perifiton tercatat paling tinggi pada substrat semen berkerikil dibandingkan dengan kedua substrat lainnya.
Nilai indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi disajikan dalam tabel 4.2. Nilai Indeks keanekaragaman selama pengamatan berfluktuasi dengan kisaran 1,5-1,75. Berdasarkan kriteria kualitas perairan menurut indeks keanekaragaman fitoplankton pada tabel 3.1 perairan di Sungai Kromong tergolong perairan sedang sampai baik. Namun keanekaragaman jenis yang terhitung dalam penelitian ini rendah karena jumlah jenis yang ditemukan sedikit dengan nilai kelimpahan yang jauh berbeda. Hal ini terjadi karena perifiton belum sampai pada perkembangan yang stabil dalam substrat buatan, dan dipengaruhi dengan kondisi lingkungan dan cuaca yang buruk.
Tabel 4.2 Data nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi
Substrat Indeks Pengamatan hari ke-
10 20 30 40 50 60 Kaca H’ 1,57 1,54 1,6 1,45 1,5 0,52 E 0,68 0,7 0,62 0,69 0,63 0,72 0 200000 400000 600000 800000 1000000 1200000 1400000 1600000 1800000 10 20 30 40 50 60 K ep a d a ta n ( in d /c m 2 )
Waktu pengamatan (hari)
D 0,24 0,24 0,22 0,27 0,24 0,24 Semen Kasar H’ 1,6 1,6 1,6 1,55 1,51 1,42 E 0,7 0,64 0,64 0,71 0,66 0,68 D 0,23 0,23 0,24 0,24 0,25 0,28 Semen Berkerikil H’ 1,63 1,9 1,75 1,6 1,58 1,52 E 0.67 0,73 0,65 0,71 0,56 0,72 D 0,21 0,21 0,23 0,23 0,22 0,23 Indeks keseragaman menunjukkan tingkat kesamaan penyebaran jumlah individu suatu jenis dalam suatu komunitas. Selama pengamatan indeks keseragaman di perairan ini berkisar antara 0,56-0,73. Kisaran tersebut cukup tinggi meskipun tidak mencapai angka 1 yang berarti penyebaran jumlah individu setiap jenis hampir sama dan hampir tidak ada kecenderungan komunitas tersebut didominasi oleh jenis organisme tertentu.
Indeks dominansi dapat mengetahui peranan parsial masing-masing jenis dalam suatu komunitas. Kisaran nilai indeks dominansi selama pengamatan adalah 0,21-0,24. Kisaran tersebut tergolong rendah yang berarti tidak ada dominansi dari keberadaan jenis yang ditemukan dalam komunitas perifiton di dalam substrat buatan penelitian ini.
Hasil pengamatan parameter fisika-kimia selama periode penilitian tertera pada tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3 Parameter fisika-kimia yang diukur selama periode penelitian
Parameter (unit) Waktu pengamatan (hari) Kisaran
10 20 30 40 50 60
Kecepatan arus (m/s) 0,67 0,73 0,61 0,83 0,7 0,68 0,61-0,7 Kedalaman (cm) 11 17,3 21,5 19,1 20,7 23 11-23
Suhu (oC) 21 20 21 22 21 21 20-22
pH 7 7,5 7 7 7 7,5 7-7,5
Kecepatan arus yang teramati tergolong deras yaitu berkisar antara 0,61 m/s-0,7 m/s. Derasnya arus sungai sangat mempengaruhi daya tahan perifiton untuk tumbuh pada substrat buatan. Sehingga ketika hujan turun arus sungai akan lebih deras dan mengakibatkan beberapa jenis perifiton yang tumbuh di substrat buatan hanyut tidak teramati.
Berdasarkan pengukuran kedalaman substrat buatan berkisar antara 11 cm-23 cm dari permukaan perairan. Suhu yang terukur selama pengamatan berkisar antara 20oC-22oC. Dan nilai pH pada stasiun penelitian ini berkisar antara 7-7,5. Nilai pH yang ideal bagi kehidupan organisme air pada umumnya terdapat antara 7-8,5 yang dikategorikan dalam perairan produktif (Barus, 2004).
Uji hipotesis dengan SPSS 16.0 adalah Ada perbedaan nilai produktivitas primer perifiton berdasarkan kandungan klorofil-a dalam substrat kaca, semen permukaan kasar, dan semen berkerikil di Sungai Kromong. Dengan perbedaan yang berpengaruh sangat nyata (P<0,01), hal ini dapat diperhatikan dari nilai F nya yang lebih besar dari F Tabel (lihat Tabel F(0,01) db 2; 15) atau Sig. 0,01 dan Sig. 0,00 (P<0,01). Uji BNT (LSD) dan uji Duncan terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) dari ke-tiga substrat, hal ini dapat dilihat dari Sig. pada Uji LSD yaitu 0,00 (P<0,01) dan Subset pada uji Duncan dimana semua rata-rata terletak pada subset yang berbeda.
Kesimpulan dan Saran Kesimpulan
Dari hasil penelitian produktivitas primer dan struktur komunitas perifiton di Sungai Kromong Pacet Mojokerto, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Nilai produktivitas primer perifiton mengalami kenaikan pada hari ke-10, 20, dan 30 kemudian menurun pada hari ke-40 dan ke-60 yang disebabkan oleh banjir. Pada substrat kaca nilai produktivitas primer berkisar antara 120,4 mg C/m3/hari sampai 722,4 mg C/m3/hari. Pada substrat semen kasar berkisar antara 361,1 mg C/m3/hari sampai 963,1 mg C/m3/hari. Dan kisaran nilai produktivitas primer pada substrat semen berkerikil adalah 722,4 mg C/m3/hari sampai 1444,7 mg C/m3/hari.
2. Ada perbedaan nilai produktivitas primer perifiton berdasarkan kandungan klorofil-a dalam substrat kaca, semen permukaan kasar, dan semen berkerikil di Sungai Kromong. Dengan perbedaan yang berpengaruh sangat nyata (P<0,01), hal ini dapat diperhatikan dari nilai F nya yang lebih besar dari F Tabel (lihat Tabel F(0,01) db 2; 15) atau Sig. 0,01 dan Sig. 0,00 (P<0,01). Uji BNT (LSD) dan uji
Duncan terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) dari ke-tiga substrat, hal ini dapat dilihat dari Sig. pada Uji LSD yaitu 0,00 (P<0,01) dan Subset pada uji Duncan dimana semua rata-rata terletak pada subset yang berbeda.
3. Struktur komunitas pada perairan dalam penelitian ini tidak stabil. Karena tingkat keanekaragaman jenis yang rendah, tingkat keseragaman sedang, dan tidak ada dominansi genus tertentu. Hal ini terjadi karena kondisi lingkungan dan cuaca pada saat penelitian yang tidak medukung seperti banjir yang menghanyutkan substrat buatan, sehingga tidak semua sampel perifiton dapat teramati. Namun untuk kualitas perairan tergolong perairan sedang sampai baik yang produktif.
Saran
Pada penelitian perkembangan perifiton selanjutnya disarankan menggunakan selang waktu pengamatan yang lebih pendek untuk mendapatkan proses perkembangan yang lebih teliti. Sebaiknya pelaksanaan penelitian dilakukan pada saat musim kemarau untuk menghindari terjadinya banjir yang dapat menghilangkann sampel penelitian.
Daftar Pustaka
Azim, M.E., Verdegem, M.C.J., Van Dam, A.A. and Beveridge, M.C.M., 2005, Periphyton: Ecology, Exploitation and Management, CABI Publishing, USA, hal 73-74.
Barus, T.A., 2004. Pengantar Limnologi, Studi tentang Ekosistem Sungai dan Danau, Jurusan Biologi, USU, Medan.
Davis, C.C., 1955, The Marine and Fresh Water Plankton, Michigan State University Press, USA.
Hartoto, D.I., Gunawan, Badjoeri,M., 1995, Profil Sifat Limnoengineering di Perairan Darat Pulau Siberut, Oseanologi dan Limnologi di Indonesia,
Riyono, S.H., 2006, Klorofil Fitoplankton dan Produktivitas Primer, Warta
Oseanografi Vol XX no. 1, hal. 17.
Soegianto, A., 2004, Metode Pendugaan Pencemaran Perairan dengan Indikator Biologis, Airlangga University Press, Surabaya.
Strebel, H., and Krauter, D., 1985, Das Leben im Wassertropfen Mikroflora und Mikrofauna des Subwassers, Wurzburg.
Supriyanti, S., 2001, Struktur Komunitas Perifiton pada Substrat Kaca di Lokasi Pemeliharaan Kerang Hijau (Perna viridis L.), Perairan Kamal Muara, Teluk Jakarta, Skripsi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor.
Lampiran 2. Lokasi stasiun pengamatan di Sungai Kromong Pacet
Gambar 4. Kondisi stasiun pengamatan pada awal penanaman substrat
Substrat penelitian
Lampiran 3. Bagan kerja pengukuran kandungan klorofil-a perifiton (Sugianto, 2004)
Digiling dengan mortar
Ditambah 5 ml aseton 90%
Dituang ke tabung sentrifus dan didiamkan selama 0,5-1 jam dalam keadaan tertutup
Dicuci dg 5 ml aseton 90%
Disentrifus dengan kecepatan 500 rpm selama 20 menit Sampel air “perifiton” Hasil filtrasi Difiltrasi dengan membran filter atau Disentrifus dg kec. 1000 rpm selama 20 menit Endapan Ekstrak hijau aseton Diukur absorbansinya dengan spektrofotometer pada 665 nm dan 730 nm Diukur absorbansinya kembali dengan spektrofotometer pada 665 nm dan 730 nm Ditambah 0,1 ml HCl Disentrifus 500 rpm selama 30 menit
Lampiran 4. Bagan Kerja Metode Titrasi Winkler (Hariyanto et. al., 2008) Sampel air dalam botol winkler
Dikocok dan didiamkan ± 10 menit sampai timbul endapan coklat
Larutan jernih dikeluarkan dari botol
± 100 mL
Sisa larutan yang mengendap dalam botol winkler Dituang ke dalam Erlenmeyer 500 mL 2 mL NaOH+KI 2 mL MnSO4 2 mL H2SO4 pekat
Dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0,025 N sampai terjadi warna coklat muda
Dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0,025 N sampai warna
biru hilang pertama kali
1-2 mL indikator kanji (timbul warna biru)
OT (Oksigen Terlarut) = a.N.800 V-4
Lampiran 5. Nilai absorbansi klorofil perifiton sampel pada berbagai substrat Hari ke- 10 20 30 Substrat Ulangan A1 A2 A1 A2 A1 A2 665 730 665 730 665 730 665 730 665 730 665 730 Kaca 1 0.2 0.09 0.21 0.18 0.08 0.07 0.12 0.1 0.28 0.2 0.22 0.2 2 0.04 0.07 0.08 0.05 0.48 0.4 0.55 0.3 0.4 0.3 0.24 0.21 3 0.23 0.21 0.2 0.18 0.9 0.6 0.85 0.5 0.62 0.5 0.34 0.32 4 0.2 0.2 0.17 0.05 0.42 0.4 0.54 0.3 0.23 0.22 0.06 0.03 5 0.15 0.14 0.13 0.12 0.8 0.55 0.4 0.2 0.05 0.04 0.07 0.05 6 0.13 0.12 0.06 0.16 1.3 0.7 1 0.9 0.43 0.38 0.4 0.39 7 0.09 0.05 0.07 0.08 0.17 0.11 0.15 0.1 0.15 0.14 0.08 0.07 Rata-rata 0.15 0.13 0.13 0.12 0.6 0.4 0.52 0.34 0.31 0.25 0.2 0.18 Semen Kasar 1 0.18 0.2 0.25 0.19 0.24 0.17 0.21 0.19 0.15 0.1 0.1 0.09 2 0.06 0.05 0.07 0.1 0.1 0.09 0.14 0.13 0.13 0.03 0.09 0.03 3 0.52 0.4 0.33 0.3 0.75 0.5 0.5 0.48 0.15 0.1 0.1 0.11 4 0.22 0.24 0.27 0.24 0.56 0.42 0.5 0.3 0.46 0.3 0.3 0.32 5 0.8 0.6 0.75 0.55 0.7 0.5 0.4 0.3 0.5 0.3 0.3 0.25 6 0.29 0.24 0.23 0.3 0.19 0.15 0.18 0.12 0.09 0.06 0.05 0.02 7 0.17 0.16 0.2 0.29 0.09 0.05 0.06 0.05 0.3 0.25 0.1 0.08 Rata-rata 0.32 0.27 0.3 0.28 0.38 0.27 0.28 0.22 0.25 0.16 0.14 0.13 Semen berkerikil 1 0.16 0.2 0.23 0.25 0.16 0.1 0.13 0.09 0.4 0.1 0.06 0.05 2 0.25 0.29 0.28 0.32 0.25 0.2 0.23 0.15 0.9 0.3 0.1 0.09 3 0.5 0.4 0.47 0.55 0.5 0.4 0.47 0.45 0.2 0.17 0.14 0.12 4 0.85 0.55 1.1 0.82 0.85 0.55 0.5 0.48 0.3 0.28 0.29 0.16 5 0.24 0.2 0.25 0.28 0.24 0.2 0.18 0.15 0.42 0.38 0.38 0.12 6 0.37 0.3 0.57 0.55 0.37 0.3 0.27 0.25 0.15 0.1 0.1 0.1 7 0.58 0.45 0.66 0.75 0.58 0.45 0.55 0.53 0.21 0.2 0.2 0.06 Rata-rata 0.42 0.34 0.51 0.5 0.42 0.31 0.33 0.3 0.37 0.22 0.21 0.18
Lampiran 5. Lanjutan Hari ke- 40 50 60 Substrat Ulangan A1 A2 A1 A2 A1 A2 665 730 665 730 665 730 665 730 665 730 665 730 Kaca 1 0.4 0.3 0.2 0.1 0.3 0.12 0.1 0.08 0.34 0.25 0.21 0.09 2 0.47 0.4 0.4 0.4 0.05 0.04 0.04 0.03 0.23 0.12 0.3 0.27 3 0.3 0.25 0.28 0.26 0.19 0.05 0.08 0.05 0.21 0.14 0.12 0.06 4 0.1 0.08 0.7 0.5 0.15 0.04 0.07 0.03 * * * * 5 0.09 0.04 0.06 0.05 0.15 0.06 0.08 0.04 * * * * 6 0.9 0.6 0.5 0.3 0.08 0.02 0.06 0.02 * * * * 7 0.17 0.1 0.05 0.03 0.13 0.07 0.08 0.06 * * * * Rata-rata 0.35 0.25 0.31 0.24 0.15 0.06 0.07 0.04 0.26 0.15 0.18 0.14 Semen Kasar 1 0.25 0.23 0.23 0.22 0.5 0.68 0.83 0.6 0.68 0.6 1 0.81 2 0.22 0.12 0.12 0.1 0.59 0.37 0.51 0.44 0.37 0.38 0.51 0.55 3 0.15 0.1 0.1 0.08 0.55 0.34 0.52 0.42 0.43 0.32 0.55 0.54 4 0.23 0.2 0.19 0.15 0.27 0.14 0.25 0.31 0.43 0.21 0.7 0.64 5 0.11 0.07 0.08 0.06 0.39 0.3 0.3 0.29 * * * * 6 0.16 0.11 0.11 0.09 0.25 0.2 0.17 0.48 * * * * 7 0.28 0.12 0.1 0.06 0.4 0.4 0.45 0.4 * * * * Rata-rata 0.2 0.14 0.13 0.11 0.43 0.35 0.43 0.42 0.48 0.29 0.69 0.65 Semen berkerikil 1 0.2 0.09 0.13 0.07 0.7 0.2 0.13 0.15 0.35 0.6 0.46 0.45 2 0.18 0.13 0.15 0.12 1.5 1.5 1 0.94 0.34 0.36 0.46 0.44 3 0.12 0.05 0.1 0.07 0.12 0.28 0.1 0.15 0.56 0.23 0.32 0.28 4 0.34 0.1 0.3 0.2 0.5 0.12 0.5 0.43 0.95 0.52 1 0.7 5 0.32 0.1 0.21 0.16 0.9 0.75 0.44 0.31 * * * * 6 0.2 0.1 0.3 0.27 0.41 0.33 0.9 0.87 * * * * 7 0.11 0.08 0.09 0.07 1 0.2 1 0.5 * * * * Rata-rata 0.21 0.09 0.18 0.14 0.67 0.48 0.58 0.48 0.55 0.43 0.56 0.5
Lampiran 6. Nilai pengukuran absorbansi klorofil-a dan contoh perhitungannya
Hari ke- Substrat Absorbansi ( )
A1 A2 10 Kaca 0,02 0,01 Semen Kasar 0,05 0,02 Semen Berkerikil 0,08 0,01 20 Kaca 0,2 0,18 Semen Kasar 0,11 0,06 Semen Berkerikil 0,11 0,03 30 Kaca 0,06 0,02 Semen Kasar 0,09 0,01 Semen Berkerikil 0,15 0,03 40 Kaca 0,1 0,07 Semen Kasar 0,07 0,02 Semen Berkerikil 0,12 0,04 50 Kaca 0,09 0,03 Semen Kasar 0,08 0,01 Semen Berkerikil 0,19 0,1 60 Kaca 0,09 0,07 Semen Kasar 0,1 0,05 Semen Berkerikil 0,12 0,06
Kadar klorofil-a pada subsrat kaca hari ke-10
Klorofi-a
-=
133,7 mg/m
3Kadar klorofil-a pada substrat semen kasar hari ke-10
Klorofi-a
-=
400,9 mg/m
3V1= volume aseton (liter) = 10 ml = 0,01 liter V2= volume sampel (m3) = 200 cm2 = 0,00002 m3 d = diameter kuvet (cm) = 1 cm
Lampiran 7. Perhitungan assimilasi number
Pengambilan sampel air awal dilakukan pada pagi hari yaitu pukul 07.00 WIB. Botol terang dan botol gelap direndam dalam sungai selama 6 jam. Kemudian masing-masing botol dihitung kadar O2-nya dengan metode winkler.
Ulangan mL titrasi
Awal Botol terang Botol gelap
I 11 14 7
II 11,5 13 7,5
III 11 14,5 6
Rata-rata 11,17 13,83 6,83
DO = ml titrasi x N thiosulfat x 800 Volume botol winkler-4
DO awal DO botol terang DO botol gelap
0.76 0.94 0.46
Laju respirasi (R)
R = (CO - CD) / t = (0,76 – 0,46) / 6 = 0,05 mg/L
Laju fotosintesis atau Produktivitas primer kotor (PG) PG = (CL – CD) / t
= (0,94 – 0,46) / 6 = 0,08 mg/L
Produktivitas primer bersih berdasarkan kadar O2 (PN) PN = (PG – R) x 375,36
= (0,08 – 0,05) x 375,36 = 11,26 mg C/m3/jam
Diketahui: N thiosulfat = 0,025 V botol winkler = 300 mL
Lampiran 8. Perhitungan nilai produktivitas primer berdasarkan kadar klorofil-a P = R x C x assimilation number
Keterangan:
P = Produktivitas primer dalam (mg C/m2/hari)
R = Laju fotosintesis relatif (diperoleh dari nilai produktivitas primer kotor) C = kadar klorofil-a (mg/m3)
Assimilation number = laju asimilasi per satuan berat klorofil
Contoh perhitungan produktivitas primer Substrat kaca hari ke-10
P = R x C x assimilation number = 0,08 x 133,7 x 11,26
= 120,44 mg C/m3/hari Substrat semen kasar hari ke-10
P = R x C x assimilation number = 0,08 x 400,9 x 11,26
= 361,13 mg C/m3/hari Substrat semen berkerikil hari ke-10
P = R x C x assimilation number = 0,08 x 935,6 x 11,26
Lampiran 9. Jenis perifiton yang ditemukan selama pengamatan