BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan saran sebagai berikut: 1. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling
Guru bimbingan dan konseling dapat menerapkan program bimbingan karir untuk mengembangkan self-efficacy karir peserta didik kelas XI MAN 2 Kota Bandung tahun ajaran 2011/2012 sebagai bagian dari program bimbingan dan konseling di sekolah. Konselor mensosialisasikannya kepada guru pembimbing lain ataupun personil sekolah lain sehingga dimungkinkan adanya bentuk kerjasama dan pemberian layanannya lebih ringan dan efektif.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Pelaksanaan penelitian ini masih terbatas, baik dari segi metode atau pendekatan, penggunaan instrument, waktu penyebaran instrumen. Untuk memperoleh temuan yang baru, upaya yang dapat dilakukan peneliti selanjutnya antara lain sebagai berikut:
a. Salah satu tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui profil elf-efficacy karir peserta didik yang diungkap melalui instrumen self-efficacy karir. Instrumen self- efficacy karir yang dikembangkan dalam penelitian ini berbentuk angket. Instrumen self-efficacy karir ini melalui langkah uji validasi terhadap pakar dan praktisi self-efficacy karir dan hasilnya masih terdapat item pernyataan yang tidak valid. Maka selanjutnya perlu adanya penyempurnaan intrumen baik dari langkah ataupun item pernyataan yang dibuat.
b. Keterbatasan dari penelitian ini yaitu populasi karena hanya satu jenjang yaitu kelas XI, karena masih kurangnya kemampuan peneliti dalam menggunakan populasi lebih besar lagi.
c. Penggunaan jenis instrumen dengan menggunakan angket peserta didik melakukan self-evaluation mengisi kuisioner sendiri dan adanya kecenderungan untuk menetapkan standar yang tinggi atau menjawab yang ideal menurut responden. Dengan demikian perlu adanya penelitian lanjutan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara terhadap guru dan orangtua.
d. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan angket sehingga hasil penelitian hanya terbatas pada hal yang tercantum dalam angket. Jika peneliti menemukan hal yang menarik maka penelitian akan sulit memperdalam data. Dengan demikian perlu adanya penelitian lanjutan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
e. Waktu pengisian angket dilakukan pada waktu yang tepat. Disarankan waktu pengisian angket tidak pada saat peserta didik jam sebelum istirahat dan sebelum pulang sekolah.
f. Berdasarkan profil self-efficacy karir dibuat program bimbingan karir untuk mengembangkan self-efficacy karir secara hipotetik. Dengan demikian perlu adanya penelitian lanjutan dengan cara penimbangan program oleh pakar dan praktisi serta diuji cobakan kepada peserta didik.
3. Bagi Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Pihak jurusan Psikologi dan Bimbingan diharapkan dapat mengembangkan lebih lanjut mata kuliah praktikum bimbingan karir yang difokuskan pada masalah- masalah karir yang lebih spesifik seperti meningkatkan self-efficacy karir.
DAFTAR PUSTAKA
Anneahira. (2011). Kiat-kiat Orang Sukses. [Online]. Tersedia dalam: http://www.anneahira.com/kiat-kiat-orang-sukses.htm [Juni 2012]
Agustina, D. N. (2010). Profil Self-efficacy Karir Siswa SMK Kelas X. Skripsi. Bandung: FIP UPI Bandung.
Bandura. A. (1977). Self-efficacy: Toward a Unifying Theory of Behavioral Change. Psychological Review, 84 (2), 191-215. [Online]. Tersedia: http://www.des.emory.edu/mfp/Bandura1977PR.pdf.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: W. H. Freeman and Co. [See chapter 6, “Cognitive Functioning.”].
Bandura, A. (2006). Guide for Constructing Self Efficacy Scales. Information Age Publishing.
Crites. John O.(1969). Vocational Psychology. New York: McGraw-Hill Book Company
Betz, N. E., & Hackett, G. (1983). The relationship between mathematics self- efficacy expectations to the selection of science- based college majors. Journal of Vocational Behavior.
Betz, N. E. & Hackett. G. (2006). Self-Efficacy Theory: Back to the Future.
Journal of Career Assessment. [Online]. Tersedia di:
http://jca.sagepub.com/content/14/1/3
Clark, R. E. (1999). The CaNE (Commitment and Necessary Effort) model of work motivation: A two-stage process of goal commitment and mental effort. In J. Lowyck (Ed.), Trends in corporate training. Leuven, Belgium: University of Leuven Press.
Clark, R. E., & Estes, F. (2002).Turning research into results: A guide to selecting the right performance solution. Atlanta, GA: The CEP Press. [See chapter 5, “Motivation Gaps: Belief Is (Almost) Everything.”].
Dillard.J.M (1985). Life Long Career Planing. Obier, Charles E. Meril Publishing Co.
Hikmah, H. N. (2012). Peningkatan Kemampuan Berpikir Matematis Mahasiswa PGSD Melalui Implementasi Strategi Modelling The Way dalam Perkuliahan Pendidikan Matematika II. Tesis. Bandung: Pendidikan Matematika SPS UPI Bandung.
Kartadinata, S dkk. (2007). Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Kartadinata, S dkk. (1999). Petunjuk Penggunaan Instrumen Tugas Perkembangan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Khalid, A. (2005). Pengembangan Program Layanan Informasi Karier di Sekolah Menengah Kejuruan Berdasarkan Kebutuhan Siswa terhadap Informasi Karier. Skripsi. Bandung: PPB FIP UPI Bandung.
Lent, R. W., & Hackett, G. (1987). Career self-efficacy: Empirical status and future directions. Journal of Vocational Behavior
Makmun, A. S. (2003). Psikologi Kependidikan: Perangkat Sistem pengajaran Modul. Bandung: Rosda.
Mardiah, H. (2010). Profil Self-efficacy Karir Peserta Didik SMPN 1 Bandung. Skripsi. Bandung: FIP UPI Bandung.
Mustaqim, R. (2010). Hubungan antara Kemandirian dengan Self-Eficacy Pada Mahasiswa: Studi Deskriptif-Analitik terhadap Mahasiswa UPI Angkatan 2008. Skripsi. Bandung: Psikologi FIP UPI Bandung.
Nugroho, O. A. 2007. Hubungan antara self efficacy, Penyesuaian Diri dengan, Prestasi Akademik Mahasiswa. Guidance and Counseling Dept. Madiun:
Widya Mandala University. [online]
Tersedia:http://www.telaga.org/transkrip.php%3Fmengendalikan_emosi_a nak_hiperaktif
Nurihsan, J. (2006). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan, Bandung: Refika Aditama.
Nurjanah, W. (2010). Profil Self_efficacy Karir Peserta Didik SMA Negeri 1 Lembang. Skripsi. Bandung: FIP UPI Bandung.
Patel, S.G. (2005). Career Self-Efficacy Of Venomese Adolescenes : The Role Of Individual, Mycrosystem, Exosystem And MacrosystemVariabel, Thesis. College Park : University Of Maryland.
Pervin, L (1984) Personality Fourth edition. New York John wiley & Sons.Inc Priatna, B.A. (2008). BAPM Makalah November. [Online]. Tersedia dalam:
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/1964 12051990031- M/Makalah_November_2008.pdf
Psychemate.(2007). Self efficacy. [Online] Tersedia http:// Psychemate.Blogspot.com (4 Oktober 2009).
Santrock, J.W. (2007). Remaja Jilid 1. Edisi 11. Jakarta Erlangga. Santrock, J.W. (2007). Remaja Jilid 2. Edisi 11. Jakarta Erlangga.
Setiadi, R. (2007) Efikasi Diri dan Kinerja Guru Serta Hasil Belajar Literasi Siswa. Makalah (Online). Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori/ [07 April 2011]
Sharf, R.S.(1992). Applying Career Development Theory to Counseling. California: Brooks/Cole Publishing Company.
Sudrajat, D (2008). Program Pengembangan Self Efficacy bagi Konselor di SMA Negeri Se-Bandung Raya. Tesispada program Studi Bimbingan dan Konseling PPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suherman,U. (2007). Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bekasi: Madani Production.
Suherman, U. & Sudrajat, D (1998). Evaluasi dan Pengembangan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Edisi II. Bandung. FIP IKIP. Bandung.
Supriatna, M. (2009). Layanan Bimbingan Karir di sekolah Menengah. Bandung :Depdiknas UPI.
Susiati, E. (2008). Hubungan Self Efficacy dengan Kematangan Karir pada Siswa Kelas X SMAN 8 Bandung.Tesis. Bandung: FIP UPI Bandung.
Tarsidi, D. (2007). Teori Perkembangan Karir. Artikel.[Online].Tersediadi : http://D-TARSIDI.BLOGSPOT.COM/200/100/10/TEORI-
PERKEMBANGAN-KARIR.HTML
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia. 20011. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.
Bandung: Depdiknas UPI.
Wijaya, F. (2008). Relationship Between Career Maturity Class Students with Learning Motivation X MAN Beneits. Gunadarma University. [Online]. Terdapat dalam: http://www.gunadarma.ac.id (4 Agustus 2011).
Wulansari, R. (2001). Goal Orientantion, Self-efficacy dan Prestasi Belajar pada Siswa Peserta dan Non Peserta Program Pengajaran Intensif di Sekolah.Tesis. [Online]. Tersedia di: http://psychemete.com/2007/12/self- efficacy/html.
Widyastuti. (2010). Pengaruh Pembelajaran Model-Eliciting Activities terhadap kemampuan Representasi Self-Efficacy. Tesis: SPS Pendidikan Matematik UPI Bandung
Yusuf, S & Nurihsan, J. (2008). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Rosdakarya
Yusuf, S. (2006). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja rosdakarya.
Yusuf, S. (2006). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah (SLTP dan SLTA). Bandung: Pustaka Bani Quraisy.